Window

window
.

a fiction by chiharu

Window

starring by
Im Yoona and Kim Suho

genre; Fluff

rated for Teens

Mine, don’t claim this as yours. Inspired by some fictions

copyright 2014 chiharu

.

Angin bulan Desember agak bertiup kencang malam ini. Salju sudah mulai turun tapi tidak terlalu deras. Penghujung tahun memang identik dengan hal-hal berbau kebahagiaan dan kehangatan. Salju-salju yang turun mendorong beberapa orang untuk tetap tinggal di rumah mereka dan menghabiskan liburan tahun baru bersama keluarga. Mungkin karena itu penghujung bulan Desember kian identik dengan kehangatan. Semua orang suka itu—begitu pula dengan seorang gadis yang tengah termangu menatap keramaian kota Seoul di malam hari.

Im Yoona—itulah namanya. Gadis berumur 17 tahun itu tengah menikmati suasana kota Seoul dari jendela kamarnya yang terletak di lantai dua. Beberapa rumah di sekitar rumahnya terlihat sama—sangat meriah dan hangat.

Yoona benar-benar suka suasana ini. Tungku perapian yang hangat, saudara-saudara yang membuat rumah menjadi berisik tapi terlihat ramai, makanan yang melimpah—semua itu terdengar sangat menyenangkan.

“Yoona-ya!”

Kepala gadis itu dengan refleks tertoleh ke belakang menatap sang kakak yang tengah berdiri di daun pintu kamarnya. “Ada apa?”

“Ayo turun ke bawah, kita akan makan malam.”

Yoona terlihat menimang-nimang dan wajahnya terlihat bingung. Sepertinya ia harus memilih salah-satu—antara makan malam dengan keluarga atau melakukan hal yang menyenangkan di balik jendelanya. Ya, hal yang menjadi favorit Yoona selama satu minggu terakhir.

“Kenapa kau malah bengong?” Yoona tersadar saat sang kakak melayangkan satu pertanyaan—lebih tepatnya pertanyaan yang terdengar sarkastis.

“Eum, aku makan nanti saja. Aku akan menyusul.”

“Benar begitu, ya?” kakak Yoona terlihat menatapnya memastikan, lalu Yoona dengan mantap megangguk. Sang kakak akhirnya berlalu dari tempatnya. Yoona tertawa pelan, setelah ia memastikan bahwa sang kakak benar-benar sudah pergi, ia segera menutup pintu kamarnya.

“Aku akan melakukannya lagi.” Yoona bergumam pelan sambil terkekeh. Entah kenapa malam-malam begini Yoona sangat suka dengan aktivitas barunya.

Semenjak satu minggu yang lalu, ia sering diam di depan jendela malam-malam. Selain menyaksiskan kehangatan rumah-rumah di sekiranya, ia memiliki tujuan khusus.

Keluarga baru telah menjadi tetanganya semenjak satu minggu yang lalu. Rumah mereka tepat berada di depan rumahnya. Beruntungya Yoona saat ia mengetahui bahwa tetangga barunya itu mempunyai anak laki-laki yang seumuran dengannya. Entahlah, Yoona suka saat pertama kali melihat anak itu tepat di seberang jendela kamarnya.

Ia masih ingat bahwa lelaki itu tampan dan manis. Pertama kali Yoona melihatnya tidak sengaja. Setelah beberapa kali ia melihat lelaki itu, ia memastikan kalau ruangan yang terlihat di sebrang jendelanya adalah kamar dari Kim Suho. Ya, lelaki remaja itu bernama Kim Suho. Sejak saat itu, Yoona bertingkah layaknya mata-mata. Ia melakukannya diam-diam karena kemungkinan besar lelaki itu tidak sadar ada yang memperhatikannya.

Dan sekarang, Yoona melakukan itu lagi. Ia meraih teropong yang tergangtung di lehernya. Bibirnya terangkat ketika kedua kaca itu memperlihatkan seorang Kim Suho yang tengah menari di dalam kamarnya.

Lelaki itu mengenakan kaus santai berbalut mantel tebal dan celana selutut. Apa dia tidak kedinginan, huh? Yoona tidak bisa memastikan kalau lelaki itu berkeringat, tapi ia melihat kalau penampilannya memang berantakan. Tapi Yoona suka itu karena bagaimanapun juga ia adalah gadis normal yang beranjak dewasa.

Dan entahlah, mungkin ia tertarik dengan lelaki sebayanya yang bernama Kim Suho itu.

Yoona terus berjinjit untuk mengikuti pergerakan Suho. Ia melihat kalau lelaki itu berhenti dan meneguk sebotol air minum.

Yoona lagi-lagi tersenyum melihat itu karena menurutnya itu seksi. Benar kan, girls?

Beberapa saat kemudian, lelaki itu berjalan kearah jendelanya. Bibir Yoona semakin terangkat ketika ia melihat bahwa lelaki itu semakin dekat padanya. Ia tidak bisa menormalkan jantungnya saat lelaki itu tepat tersenyum padanya.

“Hei! Kau mengintipku?!”

Astaga!

Teropong yang Yoona pegang tiba-tiba saja terjatuh menyentuh bagian perutnya. Ia segera membekap mulutnya karena ia tidak bisa menahan rasa kaget yang kini tengah melanda.

Dia ketahuan mengintip!

Entah karea syndrom apa, Yoona susah menggerakkan tubuhnya karena ia terlalu kaget. Masih dengan tangan yang membekap mulutnya, Yoona melihat lelaki itu menempatkan kedua jari di kedua matanya yang tengah menatap Yoona dengan tajam dan horror. Sepersekian detik kemudian Yoona berbalik dan menyadari sesuatu hal memalukan akan terjadi padanya.

.

.

FIN

.

.

Hehe! Ini geje banget, tahu kok :3
sori banget kali ini bener-bener absurd… Typo bertebaran dimana-mana sori bangeeeeeet :p

oh iya, sekarang liburan terakhir, ya? SEDIH BANGET!

Happy Sunday, guys!!❤

.

26 thoughts on “Window

  1. tunggu beberapa saat juga suho pasti ngejar2 yoona,,,,
    ya kan thoor,,,
    ditunggu lanjutannya thoor,,,
    keepting ya thoor

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s