(Freelance) The Fairy Without Wings (Chapter 1)

The Fairy Without Wings

Author _ Richzeela

GENRE

Romance | Fantasy | School-Life

RATING

PG-15

LENGTH

Chaptered

Main Cast

Im YoonA | Park Chanyeol | Kim Myungsoo | Seo Jo Hyun

Supporting Cast

Song Minho/Mino | Byun Baekhyun | Kim Taeyeon | Park Jiyeon

Happy reading | Hope you like it

 

Di sebuah negeri,tepatnya bukan negeri manusia, terdapat sebuah istana yang sangat indah dan megah. Disekitarnya dikelilingi dengan berbagai macam bunga dan beberapa pohon yang menjulang tinggi. Serta perumahan penduduk yang berbentuk seperti batang pohon, kelopak bunga, buah-buahan bahkan ada yang menyerupai seperti lampu aladin. Sungguh tiada di dunia manusia tempat yang begitu indah seperti ini.

Lalu dimana kah tempat itu?

Tempat itu di kenal dengan nama negeri Blue Bells, salah satu negeri yang bahkan tidak pernah terlintas di pikiran manusia yang masih waras. Yah..negeri itu merupakan negeri tempat tinggalnya para peri.

Mungkin ini konyol bahkan bisa jadi tidak ada satu orangpun yang percaya bagaimana peri yang biasanya diceritakan dalam dongeng itu benar-benar ada. Tempat itu benar-benar di isi dengan mahluk bersayap yang memiliki kekuartan ghaib, yang dinamakan dengan peri.

Kehidupan mereka tampak seperti manusia pada umumnya. Mereka memiliki pemimpin, penduduk, bahkan di negeri Blue Bells, terdapat 3 sekolah yang di isi dengan anak-anak yang masih muda menurut kastanya masing-masing.

Bukan hanya itu saja, negeri Blue Bells juga mengenal sistem jual beli seperti manusia, mereka juga memiliki uang yang dicetak oleh menteri keuangan istana. Hanya saja di dunia peri tidak dikenal dengan adanya kenderaan dan teknologi canggih seperti computer, tv, hp dan lain sebagainya.

 

The Fairy Without Wings (Chapter 1)

 

Yak! Apa kau punya telinga? Aku menyuruhmu membuatnya setengah matang! Ini terlalu matang bodoh!!”

“Dan rasanya…? Cuih! Apa kau meminta seorang putri menyantap makanan sampah seperti ini?!”

“Buatkan yang lain! Dan jangan menggunakan kekuatanmu!”

Untuk kesekian kalinya seorang gadis cantik mengundang keributan di dalam istana. Beberapa pelayan sudah tertunduk di hadapanya dengan wajah ketakutan. Bahkan tiada satupun dari mereka yang berani melawan atau sekedar membela diri. Peri-peri malang itu hanya diam tanpa berani menjawab apapun, karena mereka tidak mau menanggung resiko jika sampai berani membuka mulut.

“Kenapa kalian hanya diam eoh? Kalian menganggap yang bicara ini adalah patung?!”

“Tidak tuan putri, kami hanya..”

Cling..

Lihatlah, apa akibatnya jika mereka berani berbicara atau menjawab. Salah satu peri yang menjadi pelayan itu sudah hilang entah kemana. Mengapa bisa? Tentu saja karena sudah di basmi oleh peri cantik itu.

“Lihat, apa kalian mau bernasip seperti dia? Berubah menjadi debu dan tidak akan pernah kembali lagi?”

Tidak ada yang berani menjawab seorangpun karena mereka takut bernasip sama.

“Apa kalian semua tuli? JIKA AKU BERTANYA MAKA DI JAWAB BODOH!!”

“Im Yoona!!”

Peri cantik yang bernama Yoona itu menoleh kala mendengar bentakan dari arah pintu kamarnya. Seketika itu juga matanya mendelik begitu melihat seorang laki-laki bertubuh gagah dan seorang wanita cantik dengan tinggi semampai sudah berjalan ke arahnya dengan tatapan tajam tidak terkira.

Mereka adalah pemimpin dari Blue Bells atau lebih tepatnya Raja dan Permaisuri di negeri tersebut. Yaitu Raja Im Rain dan Ratu Kim Taehee. Sementara Yoona adalah putri mereka satu-satunya yang di anugerahi kecantikan dan kekuatan yang luar biasa. Namun sayangnya kenakalan gadis itu tak kalah hebatnya dari paras dan kekuatanya.

“Kau sudah keterlaluan Im Yoona! Bagaimana bisa kau memusnahkannya begitu saja?!”

“Dia tidak memasak makananku dengan baik dan dia berani menjawabku. Dan Ayah tahu aku tidak suka di bantah! Pelayan seperti mereka ini tidak pantas ada disini!”

Pemimpin Blue Bells yang di kenal dengan kebijaksanaannya itu benar-benar sudah jengah dengan tingkah putrinya. Sudah tidak bisa di hitung lagi berapa rakyatnya yang telah di musnahkan oleh putrinya sendiri hanya karena masalah kecil. Bahkan tak jarang ia berpikir suatu hari nanti rakyat Blue Bells akan punah karena kenakalan putrinya.

Dari kecil Yoona sudah si kenal dengan peri si pembuat onar di Blue Bells angkuh dan suka merendahkan. Yang di lakukan gadis itu hanyalah menindas orang lain dengan kekuatan miliknya. Tiada yang lebih menarik untuknya selain melihat orang di sekitarnya menderita.

Sebagai keturunan dari bangsa Azora– bangsa peri dengan ilmu sihir tertinggi, Yoona memang memilki kekuatan yang luar biasa. Bahkan melebihi kekuatan sihir seorang Azora yang seharusnya, mengingat usianya belum menginjak usia dewasa, dimana disaat itulah kekuatan seorang peri akan sempurna.

Penduduk Blue Bells yang lain, tidak ada yang bisa menandingi kekuatan Yoona bahkan yang sama-sama terlahir dari keturunan Azora sekalipun, karena memang Yoona terlahir dengan keistimewaan itu.

Namun mengenyampingkan itu semua, Yoona juga memiliki kelemahan yang sangat fatal. Dimana seorang peri yang seharusnya, sudah pasti memiliki sayap. Tapi tidak dengan Yoona, meskipun kecantikan dan kekuatan gadis itu tak tertandingi, namun tetap saja ia terlahir tanpa sayap.

Padahal di dalam dunia peri, sayap merupakan kebanggan dan derajat tertinggi dari seorang peri. Baik dari keturunan Azora sampai keturunan Cecilia, sayap merupakan point utama dari segalanya. Dan Yoona tidak memilikinya.

Jika saja Yoona bukan keturunan Azora dan bukan seorang putri di negeri Blue Bells, sudah pasti Yoona akan di asingkan oleh semua peri. Maksudnya, derajat Yoona akan lebih rendah dari apapun, dan ia akan di bully karena tidak memiliki sayap. Namun sekali lagi, karena Yoona adalah seorang putri dengan kekuatan sihir yang luar biasa maka semua peri tunduk padanya terkecuali kedua orang tuanya.

 

***

 

“Apa? Menikah? Ayah dan Ibu akan menikahkanku?” Tanya Yoona tak yakin setelah mendengar penjelasan orang tuanya barusan. Saat ini ketiga orang itu sedang berbincang di ruang keluarga istana.

Ne. hanya itulah satu-satunya cara untuk merubah sifatmu Im Yoona. Aku sudah memutuskan untuk menjodohkanmu dengan pangeran dari negeri Utovia” Jawab Rain.

MWO?!”

“Besok dia akan datang kemari, jadi kau harus persiapkan dirimu dengan sebaik mungkin” permaisuri Kim Taehee menambahkan.

Shireo!! Apa Ayah dan Ibu sudah gila? Aku tidak akan mau di jodohkan dengan siapapun, tidak akan!!” bantah Yoona keras, sungguh demi apapun ia tidak ingin menikah dengan siapapun dan sampai kapanpun. Ia hanya ingin sendiri, selamanya sendiri tanpa ada yang mengusik kehidupannya.

“Kau tidak bisa menolak Im Yoona, ini sudah menjadi keputusan. Dan tolong, rubah sifatmu yang angkuh itu, kau pikir siapa lagi yang mau menikah dengan peri tak bersayap sepertimu? Harusnya kau bersyukur karena masih ada yang mau menikahimu”

Mwo? Mworago!!”

“Ah ya..satu lagi, kau juga harus merubah kebiasaan burukmumu yang suka berjalan-jalan dengan capung aneh itu. Karena aku dengar pangeran Suho tidak suka wanita yang keluyuran”

“Ayah!!”

“Kami harus pergi lagi, masih ada yang harus kami selesaikan. Dan jangan sampai aku mendengar laporan kau menyakiti atau memusnahkan rakyat ku lagi. Sudah cukup kau membuat penduduk di negeri ini berkurang hampir 50 %”

“Ayah! Ibu! Kalian tidak bisa memperlakukanku seperti ini! Aku tidak mau menikah! tidak mau! Ayah! Ibu!”

Sepasang suami istri itu terus berlalu tanpa mempedulikan raungan Yoona yang menggema di ruangan itu. Mereka harus bersikap egois untuk kali ini, karena kalau tidak selamanya gadis itu tidak akan berubah dan akan mengancam kemakmuran negeri Blue Bells.

 

***

 

“Hey..kenapa tuan putri kita terlihat meyedihkan sekali?”

Yoona yang sedang duduk termenung di rumah pohonnya, menoleh saat sebuah suara membuyarkan lamunannya. Peri cantik itu menghela nafas begitu mengetahui siapa pemilik suara.

Kim Myungsoo – peri tampan dengan senyuman mempesonanya kini ikut duduk di samping Yoona. Namun gadis itu malah mengabaikannya dan kembali asyik dengan lamunannya.

Lagi-lagi Myungsoo hanya tersenyum tipis sambil menatap lekat pemilik wajah cantik itu dalam diam. Hingga Yoona yang sadar di pandangi akhirnya menyerah karena merasa risih.

Yak, jangan melihatku seperti itu eoh?!”

“Memangnya kenapa?” Tanya Myungsoo sok polos, padahal ia tahu Yoona sedang salah tingkah sekarang.

“Aku tidak suka, babo!” grutu Yoona sebal.

Myungsoo kembali tersenyum kecil kemudian mengacak rambut Yoona gemas. Merasa lucu dengan tingkah peri tak bersayap yang mendapat predikat paling nakal itu. Myungsoo memang sangat dekat dengan Yoona, dan memang hanya dia yang paling mengerti dengan tabiat gadis itu.

Mungkin bagi sebagian besar peri berpendapat, Yoona adalah peri dengan segala sifat menyebalkan, angkuh dan tak berhati sama sekali.

Tapi tidak untuk Myungsoo, menurutnya Yoona adalah gadis yang lucu dan menggemaskan, hanya saja memang butuh sedikit kesabaran untuk memahami sifatnya. Dan setelah berhasil mengambil hatinya, Yoona akan berubah menjadi gadis paling menyenangkan yang pernah ada. Begitulah yang di rasakan Myungsoo sejauh ia mengenal gadis itu.

“Ku dengar Yang mulia akan menjodohkanmu, benarkah?” Tanya Myungsoo kemudian, sebagai putra dari penasehat Blue Bells Myungsoo memang terbilang cepat jika untuk mengetahui kabar seputar negeri itu. Apalagi menyangkut Im Yoona.

Uhm. Aku sangat membenci Ayah dan Ibu, berani sekali mereka melakukan ini padaku..”

“Makanya kau harus merubah sifatmu agar lebih lembut..” ucap Myungsoo menanggapi.

Mwo? jadi kau membela mereka sekarang?”

“Tidak”

“Lalu?”

“Dengar, kau itu seorang putri. Seharusnya kaulah yang menjadi contoh tauladan untuk negeri ini, bukan malah sebaliknya..dan kekuatanmu..aku sungguh berharap kau tidak menggunakannya untuk menindas peri lain..”

“Aku tidak akan melakukan itu jika mereka tidak membuatku kesal” bantah Yoona.

“Karena itu kau harus belajar melatih kesabaran…”

“Kurang sabar apa aku selama ini?”

“Jadi menurutmu kau sudah sabar?”

“Tidak juga sih…”

Myungsoo tertawa kecil melihat ekspresi Yoona. Kemudian menggenggam jemari peri cantik itu.

“Jangan dipikirkan, masalah perjodohan atau apapun itu. Lebih baik kita mengelilingi Blue Bells aku dengar di daerah wingkells banyak makanan yang enak-enak”

“Benarkah?”

Uhm..”

“Molly-ah..!!”

Begitu nama Molly terdengar, sebuah capung raksasa sudah mendekat ke arah mereka. Yoona tersenyum sekilas menatap Myungsoo kemudian naik ke punggung hewan ajaib itu. Begitupun dengan peri tampan itu, ia langsung mengepakkan sayapnya dan setelah itu mereka hilang tertutup awan.

“Peri Yoona nakal sekali. Tapi apa yang terjadi setelah itu Oppa? Apa dia akan menikah dengan pangeran Suho?”

Seorang pria tampan berdecak sebal ketika melihat mata adiknya masih terbuka lebar. Sudah berapa halaman ia membaca, tapi kenapa gadis kecil ini belum tertidur juga?

“Aku tidak tahu. Sekarang ayo tidur..”

Pria itu- Park Chanyeol melempar buku fiksi di tangannya dengan asal ke atas ranjang. Kemudian mulai menutupi tubuh adiknya dengan selimut.

Aishh..Oppa! aku tidak mau tidur! Kau harus melanjutkannya..ayo baca lagi..”

Aigoo..anak ini..kau lihat sudah jam berapa sekarang? Kau harus tidur..”

“Tidak mau!”

“Harus”

“Tidak!”

Yak, Park Jiyeon!”

Huee..eeee…eee…Oppa jahat!! Aku membencimu! Aku akan laporkan Oppa pada Appa! Uu..uu..”

Chanyeol mengehela nafas pasrah saat gadis gadis kecil itu malah menangis sekeras-kerasnya. Beginilah nasipnya saat Ayahnya sedang dalam perjalanan bisnis, dan kebetulan Jung Ahjumma pembantu rumah mereka sedang pulang kampung ke busan.

Jadi sebagai kakak satu-satunya, Chanyeol lah yang harus menggantikan kedua orang itu untuk mendongengi adiknya agar tertidur. Tapi lihatlah, bukanya tidur anak nakal ini malah membuat ulah. Persis sekali seperti sifat peri yang Chanyeol baca tadi, yang ia sendiri sudah lupa siapa namanya. Jujur saja, sebenarnya ia sangat tidak suka membaca cerita tak masuk akal begitu. Tapi apa boleh buat, demi sang adik Chanyeol harus melakukannya.

Yak, jangan menangis eoh? atau aku tidak akan mau membacakannya lagi..”

Gadis kecil bernama Jiyeon itu langsung berbinar ketika mendengar ucapan kakaknya. “Jadi jika aku berhenti menangis, Oppa akan membacakannya lagi?”

“Tentu saja. Tapi tidak sekarang, kau harus tidur Jiyeon-ah… bukankah besok kau kau harus sekolah?”

“Huh, tetap saja!” grutu gadis kecil itu sambil mempoutkan bibirnya sebal.

“Jangan membantah, kau ingin tahu akhir ceritanya bukan?” Tanya Chanyeol dengan nada sedikit mengancam.

“Kau harus berjanji dulu akan menyelesaikan ceritanya Oppa, aku tidak bisa mempercayaimu..”

Chanyeol terkekeh geli mendengar ucapan adiknya “Ne..

“Yaksok?”

“Yaksok..”

Akhirnya dengan berat hati Jiyeon berusaha memejamkan matanya. Sementara Chanyeol sibuk membenarkan selimut adikknya. Pria itu menunggui Jiyeon sampai benar-benar tertidur, sambil tak lupa membelai kepalanya adiknya sayang.

Sebenarnya di balik sikap keras dan menyebalkan milik Chanyeol, ia sangat menyanyangi gadis berumur 7 tahun itu. Chanyeol berperan sebagai kakak yang serba bisa untuk adiknya.

Maklum saja, Ayah mereka adalah orang yang sibuk jadi kadang tak sempat memberi perhatian untuk kedua anaknya. Sementara ibu mereka sudah meninggal paska melahirkan Jiyeon. Untung saja ada Jung Ahjumma yang turut andil dalam membesarkan dan menjaga kedua kakak-beradik itu.

Chanyeol bersyukur ia masih memiliki mereka di dunia ini, walaupun ibunya sudah tenang di alam sana.

 

***

 

Pagi itu Chanyeol sampai di sekolah tepat pukul 07:00 WIB. Dengan segera ia parkirkan motor kesayangnya sebelum akhirnya berjalan menuju kelas.

“Chanyeol-ah !!”

Pria jangkung itu tersenyum lebar saat matanya menangkap seorang gadis cantik sedang berlari keraahnya – Seo Jo Hyun atau akrab di sapa Seohyun, gadis yang berhasil mencuri hati Chanyeol.

“Kau sendiri saja?” Tanya gadis itu setelah mengimbangi langkahnya bersama Chanyeol.

Ne, Bekhyun berangkat bersama Taeyeon katanya”

Aigoo… kedua orang itu benar-benar serius..” gumam Seohyun yang lebih mirip ejekan membuat lengukungan tipis terukir dari bibir Chanyeol.

Geunde, Chanyeol-ah…benarkah kau akan mengikuti pertandingan basket antar sekolah?” Tanya Seohyun kemudian.

Chanyeol terdiam sejenak. Haruskah ia memberitahu Seohyun? Apakah gadis itu akan mendukungnya jika ia memberi tahunya?

Walaupun mereka dekat, bukan berarti Seohyun akan mendukungnya. Chanyeol memang menyukai Seohyun, tapi kenyataannya mereka hanya berteman dan ia tidak tahu bagaimana perasaan gadis itu. Apa lagi mengingat siapa yang akan menjadi lawan mainnya.

“Chanyeol-ah..”

Nde?”

“Kenapa diam saja? kau ikut tidak?”

“Aku belum tahu, tapi aku sudah mendaftar. Masalah ikut atau tidaknya akan ku pikirkan lagi..”

“Kenapa begitu? Jika kau sudah mendaftar, bukankah seharusnya kau akan ikut?” Tanya Seohyun bingung. Kenapa Chenyeol jadi plin-plan begini?

“Aku belum yakin, aku hanya mencoba-coba saja. lagi pula kemampuan basketku masih belum bisa di katakan bagus..”

“Hey, kau harus percaya diri. Tenanglah..ada aku yang akan selalu mendukungmu”

Chanyeol terkesiap dengan ucapan Seohyun. Apa ia tidak salah dengar? Seohyun akan mendukungnya?

“Aku dengar, Song Mino juga akan ikut berpartisipasi. Kau tidak akan mendukungnya?” Tanya Pria itu memancing.

“Tentu saja dia ikut, dia kan kapten basketnya. Aku akan mendukungnya juga..tapi selebihnya tentu aku lebih mengharapkan sekolah kita yang menang” jawab Seohyun.

Tenyata begitu. Seohyun mendukung Chanyeol hanya karena mereka berasal dari sekolah yang sama. Dan untuk Mino, meskipun ia berasal dari sekolah tetangga Seohyun akan selalu mendukungnya. Tentu saja,bahkan semua orang percaya memang ada apa-apanya dengan kedua orang itu. Terlebih Mino begitu gencar mendekati Seohyun, gadis paling populer di SM High School itu.

Chanyeol dan Seohyun akhirnya sampai di kelas mereka, dan memilih langsung duduk di bangku masing-masing.

“Kau berangkat bersama Seohyun?” Tanya Baekhyun, teman sebangku sekaligus sahabat karib Chanyeol yang ternyata sudah sampai duluan ke sekolah.

“Kami bertemu di luar ” jawab Chanyeol malas.

Aigoo..kupikir kau punya nyali menjemput kerumahnya”

Mwo?” Chanyeol melirik Baekhyun tajam. Semenjak si pendek ini sudah berhasil mendapatkan hati sahabat Seohyun itu, ia berubah menjadi namja sok bijak dan seolah sangat mengerti soal cinta. Benar-benar memuakkan.

“Keluarkan buku PR mu, aku tidak sempat mengerjakanya semalam”

“Huh, dasar bajingan. Makanya jangan asyik berkencan!” grutu Chanyeol.

Ppali..nanti Hong Songsaengnim keburu datang” Dan akhirnya dengan sangat terpaksa Chanyeol mengeluarkan buku PR nya. Namja di sebelahnya ini memang sangat ahli dalam urusan menyontek.

 

***

 

“Annyeong..Seohyun-ah…”

Seluruh isi kantin langsung heboh begitu Namja tampan bertubuh maskulin itu sudah duduk di salah satu bangku disana.

Bagaimana tidak? Namja sepopuler Mino yang berasal dari sekolah sebelah sedang berada di sekolah mereka. Dan tentu saja tujuannya untuk menemui Seohyun yang tampak menahan malu saat ini.

Meraka tahu Mino dan Seohyun sangat dekat, tapi jika sampai mendatangi sekolah mereka segala hanya untuk bertemu Seohyun, bukankah terlalu berlebihan? Dan ini baru pertama kalinya terjadi.

Seseorang dari bangku paling sudut sudah mengeram tak suka melihat kedatangan pria itu yang mencari perhatian Seohyun.

“Bukankah sudah ku katakan? Lebih baik kau ungkapkan saja perasaanmu, sebelum kedua orang itu benar-benar jadian” komentar Baekhyun ketika melihat raut wajah Chanyeol langsung berubah 180 derajat semenjak kedatangan Mino.

Aishh diam kau bacon!” sempur Chanyeol kesal. Keadaan sudah panas mengapa semakin dipanas panasi?

Dan bukanya diam Baekhyun malah semakin gesit menggoda teman seperjuangannya itu. “Kalau boleh jujur ya? Seohyun memang terlihat lebih serasi bersama Mino. Tampan dan cantik, sama-sama populer dan mere..”

Ucapan Baekhyun terhenti ketika mulutnya sudah di sumpal Chanyeol dengan sepotong roti besar. Setelahnya, namja itu langsung berlalu tanpa mempedulikan ocehan Baekhyun yang seperti perempuan itu. Chanyeol lebih memilih kembali kedalam kelas dari pada menonton Mino yang sedang asyik merayu Seohyun.

 

***

 

Oppa!”

Chanyeol yang sedang mengambil air putih di dapur di kagetkan dengan sosok kecil yang sudah berdiri setara dengan pahanya.

Park Jiyeon, dengan senyuman lebarnya gadis manis itu menyodorkan sebuah buku kehadapan Chanyeol. Membuat namja itu harus mengeluh lagi dan lagi.

Oppa sangat lelah Jiyeon-ah.. Oppa akan bacakan besok saja ya?” bujuk Chanyeol dengan nada yang di buat selembut mungkin berharap sang adik mau memberinya pengertian.

“Tidak bisa. Oppa sudah berjanji padaku. Bacakan sekarang juga..” sahut Jiyeon tak mau tahu. Sikecil ini sangat pintar menagih janji rupanya.

Dan yah, Chanyeol pun terpaksa mengiyakan. Karena percuma aja ia menolak atau membantah, toh pada akhirnya ialah yang akan kalah. Dengan perlahan ia mulai mebuka buku dongeng sialan itu, dan membaca isinya yang membuatnya ingin mual seketika. Mengapa ada khayalan seperti ini? Dan si adik malah menyukai cerita peri bodoh tak bersayap itu.

 

***

 

“Kau harus membantuku Myungsoo. Aku tidak bisa menikah dengannya..”

Peri tampan itu hanya diam meski sebenarnya ia merasa iba dengan tatapan memohon Yoona. Ia tahu Yoona tidak akan bahagia dengan pernikahan ini, dan kemungkinan Yoona akan berubah hanya karena dinikahkan sangatlah kecil. Bisa jadi negeri Utovia lah yang menjadi sasaran kemarahan peri tak bersayap itu.

Dan perlu di ketahui, alasan Myungsoo bertahan dan selalu membela Yoona bukan karena ia seorang putri dari negerinya. Melainkan Myungsoo memang mempunyai perasaan lebih pada peri cantik itu dari sekedar teman atau atasannya.

Namun lagi, mengenyampingkan hal itu semua, Myungsso adalah orang yang taat pada negeri dan tuannya. Raja Im Rain merupakan orang yang paling di hormatinya setelah kedua orang tuanya. Jadi bagaimana mungkin ia mengenyampingkan hal itu semua hanya karena rasa cinta dan kekagumannya terhadap Yoona?

“Aku tidak bisa tuan putri”

Mwo?”

“Maafkan aku, aku benar-benar tidak bisa kali ini..”

“Kenapa? Kenapa kau tidak bisa? Bukankah selama ini kau selalu membantuku?” Tanya Yoona terkejut sekaligus tak percaya dengan jawaban Myungsoo.

“Untuk kali ini tidak. Aku tidak bisa menentang keputusan Yang mulia raja”

Yak, Kim Myungsoo..”

“Lebih baik kau terima saja perjodohan itu, lagi pula aku dengar Pangeran Suho sangat tampan dan baik hati” balas Myungsoo dengan wajah datarnya. Sebenarnya hatinya tidak rela berkata demikian, tapi apa boleh buat? Ia harus melakukannya.

Neo..Micheosseo?”

Mianhe..aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa untukmu”

Yoona tersentak, lalu kemudian mendengus sebal. Jadi Myunsoo benar-benar tidak mau membantunya? Myungsoo akan membiarkan nasipnya terombang-ambing oleh kedua orang tuanya? Tidak, dengan atau tanpa bantuan Myungsoo, Yoona harus bisa melewati masalah ini. Ia tidak bisa menyerahkan hidupnya kepada lelaki yang tak ia cintai, benar-benar tidak bisa.

Arraseo..tanpa bantuanmu aku bisa mengatasinya sendiri. Kau tidak lupa kan siapa aku?”

“Jangan gegabah tuan putri, meskipun aku harus mengakui kekuatanmu..tapi kau tidak akan bisa mengalahkan kekuatan yang mulia raja. Karena itu pikirkan baik-baik, jangan sampai merugikan dirimu sendiri” jalas Myungsoo memperingatkan, ia hanya tidak ingin Yoona terkena getahnya nanti. Bagaimanapun Yoona masih belum bisa mengimbangi kekuatanya di usia dini.

“Apa pedulimu? Kau tidak ada bedanya Myungsoo..kau sama saja seperti mereka,MENYEBALKAN”

“Tuan putri..”

“Jangan mendekat. Aku membencimu Kim Myungsoo..” Setelah itu Yoona langsung berlalu di bawa capung kesayangannya.

Myungsoo terdiam. Ia tahu Yoona memang menyebalkan, egois dan suka bertindak seenaknya. Dan biasanya ia akan memahami dan mengerti dengan makian macam apapun yang di lontarkan gadis itu, Myungsoo tidak akan pernah sakit hati.

Tapi kali ini, hanya dengan kalimat singkat itu..”Aku membencimu” kenapa rasanya sakit sekali? Kenapa Myungsoo merasakan sesak di uluh hatinya? Dan kenapa ia takut gadis itu akan benar-benar serius dengan ucapannya?

Apakah tindakanya sudah benar? Dengan berhenti ikut campur urusan gadis itu, apa sudah benar-benar dari hatinya? Apa ia benar-benar rela jika seandainya Yoona memang harus menjadi milik orang lain?

Jawabannya tidak. Myungsoo tidak yakin akan semuanya. Namun keadaan memaksanya untuk harus meyakini keputusannya.

 

***

 

Akhirnya tibalah hari itu, dimana Yoona akan di tunangkan terlebih dahulu dengan pengeran Suho dari negeri Utovia sebelum benar-benar akan di nikahkan. Di dalam kamarnya gadis itu mondar-mandir tak karuan memikirkan bagaimana caranya ia kabur. Ia tidak boleh gegabah menggunakan kekuatanya karena ia tahu tandinganya tidak bisa di pandang setelah mata.

Ke dua orang tuanya adah peri dengan kekuatan sempurna, yang bahkan lebih hebat darinya. Dan pangeran Suho juga merupakan keturunan Azora, sudah pasti kekuatannya juga sempurna.

Akhh..semua ini membuatnya pusing. Bagaimana caranya Yoona mengalahkan mereka?

Toktoktok..

Sebuah ketukan pintu menghentikan kegiatan peri cantik itu. Dengan segera ia buka knop pintu dan menampilkan sosok tampan Myungsoo yang tersenyum manis kearahnya. Yoona mendecih bermaksud untuk menutup pintu kamarnya lagi namun segera di tahan oleh Myungsoo.

“Kau benar-benar menjengkelkan Tuan putri, karena kau..untuk pertama kalinya aku berani menentang keputusan Yang mulia..” Yoona terkejut sekaligus bingung dengan ucapan Myungsoo, apa maksudnya?

“Mau ku ajak kesuatu tempat?”

“Myungsoo-ya….kau..lagi-lagi Yoona di buat keheranan, bukankah Myungsoo tidak mau membantunya?

“Jangan banyak bertanya, cepatlah..waktu kita tidak banyak..”

“Kim Myungsoo..”

Aishh..gadis ini benar-benar..” dengan tidak sabar Myungsoo segera membawa pergi Yoona dari kamar itu. Dan hanya dengan sedikit ucapannya yang meyakinkan pengawal kerajaan, peri tampan itu berhasil membawa Yoona keluar dari istana.

“Kenapa kau mau membantuku?” Tanya Yoona saat mereka sedang terrbang menuju tempat yang yang d maksud Myungsso.

“Karena aku tidak mau menyesal pada akhirnya….”

Mwo?”

“Kau harus tanggung jawab setelah ini jika Yang mulia sampai membunuhku..”

“Mwo?? mworago??”

Myungsoo tersenyum tipis saat mendengar gerutuan Yoona yang tidak jelas karena semilir angin. Namun ia masih bisa mendengarnya.

“Hey Tuan putri, ayo kita bertanding. Siapa yang duluan bisa sampai ke gunung itu maka yang kalah harus menuruti segala keinginanya” tantang Myungsso.

Yoona terdiam sejenak sebelum akhirnya ia tersenyum senang tanda setuju dengan usulan Myungsoo. Tanpa aba-aba ia segera menyuruh Molly menerbangkanya dengan kekuatan super (?).

“Ya Kim Myungsoo..bersiap-siaplah untuk kalah eoh? Ayo Molly! Kita harus menang!!”

Capung raksasa itu itupun menurut dan mempercepat kepakkan sayapnya. Sementara Myungsso menggrutu tidak jelas, yang pasti ia merasa jengkel karena Yoona berlaku curang.

“Kita lihat saja siapa yang akan menang!” gumamnya pelan sebelum akhirnya menyusul kedua mahluk aneh itu.

Tapi sesuatu yang tidak di inginkan Yoona terjadi. Tiba-tiba kekuatan Molly berkurang, semakin melemah sampai akhirnya Myungsoo berhasil menyusul mereka.

Namja itu tertawa puas melihat raut wajah Yoona yang begitu aneh menurutnya. Pasti gadis itu sangat sebal sekarang.

“Yak capung bodoh! Kenapa kau biarkan dia menyusul kita eoh?” kesal Yoona. Namun kecepatan Molly semakin berkurang hingga mereka tertinggal jauh oleh Myungsoo.

“Molly-ah..” perasaan Yoona berubah tidak enak, ia yakin sesuatu akan terjadi setelah ini. Gadis itu menatap Myungsso yang semakin menjauh, sambil sesekali melirik punggung capung peliaharaanya itu.

Dan sebelum Yoona sempat meneriki nama Myungsoo, peri dan capung itu terjungkal di bawa angin karena Molly tidak bisa lagi menggerakkan sayapnya. Dan setelah itu tentu kalian tau apa yang terjadi.

“MWO?! Peri Yoona benar-benar terjatuh Oppa?”

“Aku tidak tahu. Sekarang tidurlah..” balas Chanyeol sambil menutup buku di tanganya.

“YAK!”

“Sudah cukup untuk hari ini. Besok akan Oppa lanjutkan lagi..”

Shireo!! Kau harus melanjutkannya sekarang!” bantah Jiyeon.

Aishh..gadis kecil ini..kau harus tidur! Jika tidak, aku tidak akan pernah membacakannya lagi..”

Oppa~~”

“Jangan merengek. Aku tidak akan mendengarkanmu”

Oppa~~”

“Tidurlah anak manis..”

Aisshh..OPPA MENYEBALKAN!!” Teriak Jiyeon sebal sambil menutup kepalanya dengan selimut.

Chanyeol tersenyum tipis. Kemudian mematikan lampu lalu kembali ke kamarnya. Tapi ternyata buku dongeng si adik terbawa olehnya. Namja itu mendengus lalu melempar buku berwarna biru itu ke atas ranjangnya, semantara Chanyeol berjalan ke kamar mandi.

 

***

Mata hari pagi menyapa Chanyeol dari jendela kacanya. Namja itu terlambat bangun itu sudah pasti, mana boleh ia bangun di saat matahar sudah terbit. Aigoo..ia pasti akan terlambat sekolah.

Dengan berat hati Chanyeol mengerjap-ngerjapkan kan matanya, memulihkan segala kesadaran dari tidur indahnya. Namun setelah terbuka, mata peria itu melebar, begitu kaget melihat seseorang ada di atas ranjangnya.

“OMO!! Siapa ini?!”

 

To Be Continued

Annyeong Chingudeul…

Author comeback dengan FF TER-AB-SURD yang pernah ada. Setelah lama gak kelihatan, akhirnya Author nongol dengan ff super gaje ini. Sebetulnya paling gak bisa buat ff genre fantasy, tapi di paksain, sekalian belajar. Karena itu maaf banget, kalau jadinya malah aneh dan feelnya gak dapet sama sekali. Untuk Typo dan tanda baca yang salah, juga maaf banget ne..??

Oke, aku akan lihat respond kalian dulu, kalau gagus ya dilanjut. Tapi kalau kagak terpaksa di cancel aja. Karena sebenarnya Author kagak PD ngepost ni ff, Hahaha….😀

41 thoughts on “(Freelance) The Fairy Without Wings (Chapter 1)

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s