BEDROOM

kokoko (2)

by
Clora Darlene

starring
Byun Baekhyun | Im Yoona

Length | Genre | Rating
Ficlet | Mystery | PG-17

After story of Where's The Body?

×

Two years later.

00:01 AM KST.

            Upacara pemakaman salah satu sahabat karibnya―Kim Taeyeon―telah usai sepuluh jam lalu, namun Byun Baekhyun baru menapakkan kakinya di rumahnya. Ia terlihat sangat kacau. Rambutnya tak lagi tertata rapih, pakaiannya terlihat kusut dan wajah tampannya tampak letih. Kematian Kim Taeyeon sungguh mengejutkan dirinya. Ia tidak pernah berpikir bahwa perempuan itu akan pergi secepat ini. Jatuh dari balkon apartemennya dan kehilangan nyawanya dalam sekejap.

Baekhyun melangkahkan kakinya memasuki ruang tengah sembari melepaskan jasnya. Ia memutar knop pintu lalu dengan sekali dorongan, pintu tersebut terbuka. Setelah melangkah masuk, ia kembali menutupnya dan membalikkan badannya. Matanya membulat mendapati seseorang yang ia kenal duduk di pinggir ranjangnya dengan gaun hitam panjang gemerlap. Mulutnya menganga kecil tak percaya dan jas Hitam yang ia bawa terjatuh begitu saja. “Y-Yoona?”

Perempuan itu tersenyum kecil kepadanya. “Lama tak bertemu denganmu, Baekhyun-ah.”

Nafas Baekhyun terhenti. “Yoong?!”

“Ya, ini aku,” Perempuan itu―Yoona―bangkit lalu melangkah pelan, menghampiri Baekhyun yang berdiri membeku di dekat pintu. “Aku merindukanmu,” Yoona melingkarkan tangannya pada leher Baekhyun.

“B-Bagaimana bisa…kau di sini?” Terdengar deru nafas Baekhyun yang tidak teratur. Yoona telah tiada dan jasadnya menghilang tanpa sebab dua tahun lalu. Dan bagaimana bisa perempuan itu kembali berdiri di hadapannya kali ini?!

Apa ini yang disebut sebagai visual hallucination?

“Aku bukan visual hallucination-mu, Baekhyun-ah,” Iris madu Yoona memandang iris autumn Baekhyun, mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki di hadapannya kali ini. “Aku nyata.”

Baekhyun menggeleng pelan dengan seringain putus asa. “Tidak mungkin.”

Yoona tertawa kecil mendengarnya lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah laki-laki itu. Baekhyun masih berdiri membeku―tidak mengerti bagaimana hal ini bisa terjadi. Yoona dengan pelan mengendus aroma Baekhyun, menghirup aroma leher Baekhyun hingga ujung hidungnya menyentuh permukaan kulit leher suaminya itu. “Apa kau baru mendatangi sebuah upacara pemakaman?” Tanya Yoona pelan pada telinga Baekhyun. Baekhyun bahkan dapat merasakan ujung bibir Yoona menyentuh daun telinganya.

“Bagaimana kau tahu?” Tanya Baekhyun memberanikan dirinya.

Lagi, Yoona tersenyum dan memandangnya. “Aku dapat mencium aroma kematian dari tubuhmu,” Kening Yoona mengerut. “Kim Taeyeon?” Baekhyun tidak menjawab, namun ekspresinya berubah dengan cepat. Terkejut. Matanya kembali membulat. “Ah, ya. Perempuan itu memang seharusnya mati.”

“Apa maksudmu?”

“Aku tahu apa yang kau lakukan bersamanya, Baekhyun-ah,” Yoona membelai wajah Baekhyun dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya ia biarkan di bahu Baekhyun. “Dia mencoba mengisi tempatku. Oh, tidak. Tapi, kau. Kau ingin dia mengisi tempatku. Kau ingin dia menggantikanku.”

“Aku tidak menginginkan hal itu.” Baekhyun menggeleng pelan.

“Sudah berapa banyak perempuan yang kau inginkan untuk menggantikanku? Yuri? Seohyun? Taeyeon?” Yoona tersenyum kecil.

Garis rahang Baekhyun menegas dan rahangnya mengeras. Yuri, Seohyun, Taeyeon―perempuan yang Baekhyun kenal dengan sangati baik dan dalam kurun waktu dua tahun ini ketiganya telah tiada secara berurutan. “Kau membunuh mereka semua.”

“Kau selalu jenius seperti biasanya, sayang.” Yoona mengelus pelan pipi Baekhyun.

Baekhyun kembali menggeleng pelan. “Kau salah jika menganggap aku ingin mereka menggantikanmu. Kau salah, Yoong.”

“Jangan berbohong kepadaku, Baekhyun-ah.”

“Kau tahu aku tidak berbohong kepadamu,” Baekhyun menatap dalam iris madu itu. Iris madu yang selalu ia bayangkan setiap malam sebelum ia tidur dan harapan untuk setiap paginya. “Mengapa kau membunuh mereka? Tidak ada gunanya merenggut nyawa mereka, Yoong.”

Senyum Yoona pudar begitu saja. Keduanya kini saling beradu pandang. “Karena aku tidak ingin mereka bersanding denganmu.”

“Jika kau tidak ingin mereka bersanding denganku, mengapa kau tidak kembali kepadaku?” Baekhyun menelan salivanya. Nafasnya terasa berat sekali. Pandangannya mengabur karena lapisan tipis air mata.

Yoona mendekatkan wajahnya. Menghancurkan jarak antara wajahnya dengan wajah Baekhyun. “Aku kembali kepadamu sekarang, Baekhyun-ah.” Bibir tipis pink Yoona mencium bibir Baekhyun. Melumatnya dengan lembut dan menjilatnya sekilas. Baekhyun membiarkan perempuan itu asik menghisap lidahnya dan bermain dengan bibirnya sesuka hati.

the end.

29 thoughts on “BEDROOM

  1. Oh no, ini gantung.
    Katanya yoona ninggal dan…
    Kenapa sekarang dia malah ada dihadap baekhyun.
    Huaa eonni, yoona kau nistakan jadi jahat hehehe😀
    fighting eonn, buat ff yg lain!!!

  2. Omegot Yoon…kejem amat lu ya😀 Thanks buat sequel Kak Clo, tapi masih ngga tahu kemana dulu jasadnya Yoona? Apa jangan-jangan Yoona kembali ke Baekhyun juga kareana ada sesuatu yang lain? Nah Sehun kemana, kok tiba-tiba ngilang Kak? Sequel please🙂 Good story!

  3. Knp yoona bsa balik begitu aza…Kan kmrn udah meninggal trz jasadnya hilang…
    Yoona nyeremin jga tpi tetap cantik…🙂

  4. Ya Tuhan ini Yoona mati atau nggk sih? Keknya nggk mati yah? Jahat dikit nggk apalah. Demi Baekhyun. Hahaha~… serius thor. Aku kangen FF YoonHun-mu… Hahaha~…

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s