(Freelance) Math

math

Math

Author

Sopia Miranda

Cast

Im Yoona | Im (Kim) Jongdae | Kim Minseok

Genre

School-life

Lenght

Vignette

 

Yoona menatap kesal ke arah dua siswa dihadapannya yang menatapnya dengan wajah santai mereka. Kelas sudah selesai 30 menit yang lalu dan ia harus tetap disekolah untuk membuat remedial.

 

“ Lagi-lagi kalian. Aish, kalian membuat ku repot!”

 

Jongdae yang melihat itu hanya dapat nyengir dengan watadosnya berbanding terbalik dengan Minseok yang diam saja. “ Guru Im, sungguh kau cantttiiikk sekali” Kali ini, Jongdae mencoba merayu Gurunya dengan rayuannya.

 

“ Jangan menggoda ku! Sebenarnya apa alasan kalian untuk remedial? Ini sudah tiga kali berturut-turut dan membuatku muak”

 

“ Aku bosan, kau selalu pulang lama dan membuat sendiri di rumah. Saat ku ajak pulang bersama kau bilang kau masih sibuk. Aku kan kesepian…” Raut sedih Jongdae membuat Yoona terdiam.

 

Mereka adalah kakak beradik dan ia baru menyadari jika adiknya selalu kesepian. Karena sebelumnya, dia tidak pernah mengeluh akan hal itu membuat Yoona tidak peka dengan kemauan adiknya itu.

 

“ Maafkan aku ya, lain kali aku akan pulang tepat waktu” Yoona menatap Jongdae yang tersenyum senang, duh kekanakan sekali. Ia beralih menatap Minseok yang sedari tadi diam saja dengan wajah di tekuk. “ Dan kau, Minseok?”

 

“ Aku hanya ingin saja” Perkataan Minseok membuat Yoona menghela napasnya pelan.

 

“ Ya sudah, ini kertas remedial kalian. Kerjakan dengan benar dan teliti”

 

Keduanya hanya mengangguk singkat dan mulai mengerjakan milik mereka masing-masing dengan tenang. Sembari menunggu Yoona menatap langit yang mulai sedikit gelap, wajar saja ini sudah jam 5 sore.

 

Yoona tersentak kaget akan panggilan Minseok, “ Ada apa,Minseok?”

 

“ Maksud dari nomor 7 apa? Aku tidak mengerti”

 

Jongdae yang mendengar itu langsung beralih membaca soal yang sudah ia kerjakan dengan cepat. Keningnya mengernyit heran, oh ayolah bahkan si pembuat onar—Baekhyun dan Jongin—dapat mengerjakannya dengan mudah. Yang artinya soal itu sangat mudah sekali untuk dikerjakan.

 

“ Kau ini bodoh atau sedang amnesia? Soal ini sangat mudah sekali”

 

“ Aku bertanya bukan padamu”

 

Bukannya diam Jongdae melanjutkan kata-katanya “ Dan sejak kapan ulangan bisa bertanya-tanya? Dasar idiot”

 

“ Hei jangan bertengkar. Kerjakan kembali ulangan kalian” Ucap Yoona menenangkan.

 

~~

 

Rasanya Yoona sudah mati bosan sekarang. Kedua siswanya masih sibuk dengan kertas mereka dan dia hanya berdiam diri seperti patung. Tiba-tiba perutnya terasa lapar, mungkin setelah ini ia akan makan di kedai ramen saja bersama Jongdae.

 

Yoona menolehkan pandangan ke arah Jongdae dan Minseok yang sibuk memasukkan barang-barang mereka ke tas. Jongdae menyerahkan kertasnya duluan di ikuti dengan Minseok.

 

“ Tunggulah disini sebentar, aku ingin langsung memberikan nilainya pada kalian.”

 

“ Nuna, pulang bersama ku yah?” Rengek Jongdae

 

“ Tentu, sekalian kita makan diluar saja aku ingin sedang malas masak”

 

Jongdae hanya mengangguk pelan dan menunggu hasil ulangannya dengan percaya diri. Ini pelajaran favoritnya dan ia yakin ia mendapat nilai tinggi.

 

“ Lihatlah ini terjadi lagi!” Mereka tersentak pelan akan suara Yoona yang tiba-tiba meninggi tersebut. “ Saat ulangan bersama, kalian bahkan mendapatkan nilai dibawah 40 di matematika dan sekarang kalian mendapat nilai 80 ke atas..”

 

“ Itu berarti kami jenius, Guru Im” Minseok terkekeh pelan saat melihat Gurunya cemberut mendengar perkataanya.

 

“ Hah, terserah saja lah. Ini ambil kertas kalian!” Yoona masih terus merengut karena hal ini, membuat kedua siswa di depannya mendengus pelan. ‘ Kekanakan sekali’

 

“ Ayo kita makan!!”

 

Yoona hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat wajah ceria adiknya. Mungkin karena mereka jarang menghabiskan waktu bersama.

 

“ Kalian tidak mengajakku?” Suara Minseok membuat Yoona dan Jongdae menghentikan langkahnya sejenak.

 

“ Memangnya kau siapa ikut-ikut aku dan kakak ku?” Minseok mendengus pelan dan menatap Yoona yang tengah menatapnya juga.
“ Aku kan pacar kakakmu.”

 

END

 

Sorry for the typo! Oh ya saya mau buat sequel buat drabble saya yang ‘Mr.Kim’ kira-kira lebih baik drabble series,oneshot atau gimana? After story atau before story? Duh saya galau kan T^T terima kasih buat yang baca ^^

22 thoughts on “(Freelance) Math

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s