(Freelance) Drabble : Silence

sl-copy

Silence

 Written by Nawafil

Drabble

PG-13

Romance, sad, school life, comedy

 Starring by EXO’s D.O | GG’s Yoona

 All cast belong to god, but the plot of the story is mine. DO NOT PLAGIARISM!


A/N : Just enjoy reading, maaf cerita pasaran^^

Seorang pria berwajah manis dengan senyum yang menawan duduk diantara barisan para perempuan yang berteriak mengelu – elukan tim basket sekolah mereka. Meskipun berada di kursi penonton, bola matanya hanya terfokus pada buku yang ia baca. Keberadaannya di sini tentu saja bukan untuk meneriaki tim basket, ayolah, yang benar saja. Ia di sini karena Im Yoona, sahabatnya.

“Kyungsoo!” Suara itu berhasil membuat pria ini mengangkat kepalanya.

“DO KYUNGSOO! AKU DI SINI!” D.O—pria itu—tersenyum. Dasar, Yoona memang selalu terlihat konyol dan menggemaskan.

“Apa yang kau lakukan, Yoona noona? Sangat terlihat bodoh” Dan setelah itu, ia tersenyum lagi. Perempuan itu memegang pom pom dan melompat berulang kali, ditambah lagi rambutnya yang biasa terurai kini dikucir dua.

D.O baru saja melihat kalimat – kalimat dari buku yang ia pegang, namun matanya lebih tertarik untuk melihat aksi sahabatnya.

“Hei, apa yang kau lakukan, D.O?” D.O menoleh. “Kau tidak mengajakku menonton pria – pria tampan itu? Huh, menyebalkan”

“Apa gunanya mengajakmu, kau kan cerewet, Krys”

Dan wajah perempuan itu cemberut, bibirnya sangat lucu ketika marah. “Ayolah, kau ti—“

“KYUNGSOO!” Kyungsoo langsung mengalihkan pandangannya ketika Yoona memanggilnya. “Ekhm, kalau suka nyatakan saja” celetuk Krystal.

Kyungsoo melotot, seketika wajahnya itu memerah—entah itu marah atau malu. Krystal menumpangkan kaki kirinya, ia berdehem dan berusaha menahan tawanya. Oh tuhan, temannya yang satu ini memang sangat lucu, terlebih dia seorang pria.

“Kau ingin mati?!” D.O mencubit tangan Krystal diikuti erangan sang sahabat. “Apa yang kau tertawakan, huh?” lanjutnya lagi.

“Apa – apaan kau? Tidak ada lembutnya sama sekali. Kau tahu, Yoona eonni itu suka lelaki yang lembut, tidak kasar sepertimu, bodoh. Kau harus mencontoh Luhan oppa” D.O menghela nafasnya, terserah apa kata Krystal sajalah.

Tapi kemudian otaknya berpikir. Apa benar Yoona menyukai pria yang lembut? Bukan yang terlihat kuat atau pria berbadan atletis?

D.O menggelengkan kepalanya. Apa sih, kenapa dia berpikir seperti itu? Yoona pasti menyukai sosok pria sepertinya, yang lucu dan menggemaskan. Dia pun tertawa. Ya, pasti Yoona menyukai pria seperti dirinya.

“Apa yang kau pikirkan? Tertawa sendiri, menggeleng sendiri, melamun. Kau lebih mirip seperti orang gila” Krystal menjulurkan lidahnya. Rasanya ia puas sekali menggoda sahabatnya ini. Lagipula sangat tertera diwajahnya bahwa dia menyukai Yoona. Yah, walaupun Yoona dua tahun lebih tua dari mereka, tapi tetap saja kecantikannya tak ada yang menandingi.

“Kau ketahuan, D.O” Batin Krystal.

Malam yang sunyi, D.O memangku dagunya, tangan kanannya sibuk mencoret – coret kertas kosong dimejanya. Sudah puluhan kertas yang ia buang hanya untuk menyusun sebuah rencana. Lihatlah, kamarnya seperti kamar pecah.

BRAK!

“YAK! DO KYUNGSOOOO!” Teriakan ibunya menggema memenuhi ruang kamarnya, barangnya hingga bergetar karena terikan ibunya itu. “Apa yang kau lakukan?! Memangnya kau mau membereskannya?” Ibunya menghampirinya dan menjewer kuping anak satu – satunya itu.

eomma, mianhae. Aku hanya sedang berpikir”

“Berpikir apa?!”

“Tentang—“

“Tentang apa?!”

D.O menghentak – hentakkan kakinya, ia mengerucutkan bibirnya. “Kalau begitu lepaskan dulu, panas sekali, eomma” Ibunya melepaskan jewerannya, kini dengan wajah menyeramkan ia berkacak pinggang.

“A..aku..aku..” D.O berusaha berkata dengan jelas, menggerakkan lidahnya yang kelu. Haruskah ia katakan?

“Aku menyukai seseorang”

1.

2.

3.

“APA?!” Perlahan senyum ibunya merekah, ia memeluk D.O dan meloncat beberapa kali. “Kau menyukai seseorang? Do Kyungsoo menyukai seorang wanita? Ah, anakku!” Untuk kedua kalinya, ibunya memeluknya erat.

“Baiklah, lalu apa kalian sudah berpacaran?”

Wajah D.O berubah murung. “Itulah yang aku pusingkan. Aku tidak berani menyatakannya, eomma

“Aish, kau ini pria atau bukan? Menyatakan cinta saja tidak bisa. Tapi, jangan khawatir. Ibu akan membantumu”

Jungwon High School, Day 1.

“Hai, Yoona noona” Yoona menoleh dan tersenyum. “Hai, Kyungsoo. Kau tampak tampan hari ini” Ia mengacak rambut D.O kemudian melanjutkan langkahnya bersama teman – temannya.

D.O mematung.

Yoona. Berkata. Bahwa. Dia. Tampan!

Debaran jantung D.O semakin mengencang, ia menggigit bibirnya. Ah, ingin rasanya ia berteriak!

“Apa yang kau lakukan, bodoh? Ajak dia makan bersama” Krystal tiba – tiba datang menghampirinya. “Aku membawa kamera, cepatlah”

D.O sempat berpikir, namun ia langsung bergegas mengejar Yoona dan memanggilnya.

“Yoona noona, maukah kau menemaniku makan? Krystal sedang ada pelajaran tambahan” Yoona mengangguk. “Ayo, aku dan Jessica juga hanya makan berdua. Taeyeon sedang latihan diruang vocal”

D.O menggeleng. “Maksudku hanya noona dan aku” Jessica mengerti apa maksud D.O, ia langsung meninggalkan Yoona dan D.O berdua, dan kebetulan Changmin mengajaknya makan bersama.

“Baiklah, kau memang adikku yang lucu” Yoona mencubit pipi D.O. Namun baru beberapa langkah mereka jalan berdampingan, handphonenya bergetar.

Yoboseyo?”

“…”

“Sekarang? Baiklah, aku akan segera ke sana”

Yoona menutup teleponnya. “Kyungsoo-ya, sepertinya Luhan membutuhkanku untuk mengerjakan tugasnya. Maaf ya”

Yoona beranjak pergi dan D.O hanya bisa menghela nafasnya. Sayang sekali, kenapa Yoona lebih mengutamakan Luhan daripada dirinya? Menyebalkan.

Bookstore, Day 2.

Yoona menyukai coklat.

Ia suka membaca novel.

Dan bunga adalah hal yang paling disukainya.

D.O tersenyum, ditasnya sudah ada bunga dan 2 buah coklat kesukaan Yoona. Kini tinggal novel yang ia butuhkan. Ini adalah pertama kalinya dia membeli hal seperti ini, apalagi untuk seorang perempuan.

“Apa yang harus ku pilih? Novelnya bagus – bagus”

“Hai, Kyungsoo!” Seseorang menepuk pundaknya.

“Ah, Yoona noona” Yang ada dipikirannya sekarang adalah, kenapa tidak ia berikan saja coklat dan bunganya sekarang?

“Yoona noona, ada yang ingi—“

“Yoong!” Ucapan D.O terpotong karena Luhan tiba – tiba datang dan merangkul Yoona. D.O kembali memasukkan coklat dan bunga yang hampir saja keluar dari tasnya “Kenapa kau tiba – tiba masuk sini?” Tangannya menyodorkan coklat pada Yoona.

“Aku ingin membeli novel, Lu. Sudah lama aku tak membaca novel” Luhan tersenyum, sangat manis. “Kau boleh memilih semaumu, aku akan menunggu di sini”

Jinjja? Woah, pastikan kau tidak akan menyesal, Tuan Luhan” Yoona bergegas mencari novel, meninggalkan D.O dan Luhan.

“Kau juga menyukai novel?” Luhan yang mengawali pembicaraan.

“Ya, aku membacanya” D.O hanya mengiyakan saja.

Suasana kembali seperti semula, itu karena Luhan melihat novel dan membacanya. “Ekhm” D.O berusaha mengalihkan perhatian Luhan, ia ingin menanyakan sesuatu.

“Luhan hyung, apa kau berkencan dengan Yoona noona?” Luhan lagi – lagi tersenyum, ia sangat murah senyum. “Tidak, ini hanya rutinitas kami setiap minggu. Sudah kami lakukan sejak SMP”

D.O meng-oh-kan. Ternyata mereka sudah bersahabat sejak SMP, pantas saja sangat dekat. Andai saja ia yang berada pada posisi Luhan.

“Kalau begitu, aku pergi dulu. Bersenang – senang ya, Luhan hyung” Luhan mengangguk. “Hati – hati dijalan, D.O-ya”

D.O memilih untuk mundur dan meninggalkan keduanya. Ini takkan berhasil, Kyungsoo. Yoona noona pasti menolakmu.

Vocal Room, Day 3.

Tidak seperti hari – hari sebelumnya, D.O hanya duduk termenung di sudut ruangan. Beberapa kali Yoona menghampirinya dan memintanya bernyanyi, tapi sepertinya Luhan sudah membuat telinganya puas dengan suara indahnya.

Yoona tak membutuhkannya.

Buktinya saja, Yoona selalu menemani Luhan berlatih. Meskipun ia berada dikoridor dance bukan menyanyi.

“D.O-ya, ayo berlatih lagi” Krystal menarik tangannya.

“Aku tidak mau, Krys” Krystal memandangnya kesal lalu pergi meninggalkan D.O.

Ya, mungkin tidak seharusnya aku menyukai Yoona noona. Apalagi menyatakan ini padanya, mungkin ia akan menertawakan anak kecil sepertiku.

D.O menghela nafas, ia menundukkan kepalanya.

I choose to love you in silence, because in silence no one owns you but me.

THE END

—Epilog—

“Luhan-ah, apa kau pikir aku kurang cantik?” Luhan menghentikan gerak tangannya yang sedang melukis. “Tidak, kau cukup cantik. Tapi lebih cantik Huang Lin” Nada bicara Luhan datar, karena hampir seluruh fokusnya ia curahkan pada lukisan yang ia buat.

Yoona menyangga dagunya dengan kedua tangannya. “Berarti aku kurang cantik, ya?”

Luhan menghiraukan Yoona dan tetap melukis wajah kekasihnya yang berada di China.

“Pantas saja dia tak menyukaiku”

Luhan menoleh. “Dia siapa? Kau menyukai seseorang? Wah, pria itu beruntung, haha”

“Kau tahu adik kelas kita? Namanya Do Kyungsoo. Sepertinya dia tak menunjukkan ketertarikannya padaku”

“AAAA! KENAPA KAU TAK MENYUKAIKU, KYUNGSOO-YAAA?!”

Leave a comment, guys^^ hehe maaf ya absurd bgt FFnya.___. Bikinnya Cuma sejam, keburu – buru tugas soalnya hehe. Anw, See you in the next fanfic😀

22 thoughts on “(Freelance) Drabble : Silence

  1. Wkwkwkkw annyeong Thor
    Wkwkwkw.. Ini ff yang pertama Kali aku baca semenjak tabletku disitaT^T #miris
    Kya! Ff nya bagus banget kyungsoo sama yoona sebenarnya saling suka cuma ga bsa nyatain perasaan masing2! Kya! Thor dibuat ya sequelnya .. Please…#PuppyEyesGagal wkwkkwkw
    Keep writing thor~

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s