Over Thinking

Aku Cicil yang membuat cerita ini, maaf atas ketidakbakuan sang bahasa tapi aku masih belum bisa lepas kenyamanan memakai bahasa kurang baku begini. Hidup itu enteng kok, jadi kita jalanin aja yaaaa! jangan dipikirin terus>.<

Yoona and our out of character: Do Kyungsoo

And our backsound this time iss..

“…Kalau kamu punya masalah, biarin aja, nanti juga pergi sendiri ‘kok.”

 

Begini ya, kalau kata Do Kyungsoo yang sok pintar itu; masalah merupakan pewarna dalam hidup. Aku selalu saja mengeluh tentang mengapa selalu saja ada masalah dari yang besar sampai sepele setiap harinya, bertubi-tubi dan tidak pernah habis. Dan suatu kali dia pernah mendengarkanku mencecar soal hidup, dan dia cuman tertawa. Kalian tahu? TERTAWA OKE KETAWA. Aku benci padanya, titik.

Akhir-akhir minggu ini aku makin kurang setuju, pasalnya aku baru saja dituduh menyontek ujian oleh dosen Kim, si bapak kurang kerjaan itu. Kalau ujianku yang kali ini diberi nilai telur, aku akan menggebrak meja dan menyemplungkan diri ke kolam renang dekat rumahku. Aku bisa marah-marah pada Kyungsoo yang bilang bahwa masalah itu indah, karena usahaku belajar selama seharian untuk ujian hangus begitu sajaa, aku tidak terima.

Kami janjian makan siang di cafe terdekat, setelah berdebat membela diri habis-habisan di ruang dosen, aku merasa aku harus memasang muka masam saat bertemu Kyungsoo. “Hei!” tampang laki-laki itu ingin aku remas-remas kalau bisa. Omong-omong dia’kan sudah tahu soal aku kena tuduhan nyasar tadi pagi, bisa-bisanya dia masih pasang senyum tiga jari saat bertemu denganku.

“Gimana hasilnya? Udah sukses ngelawan si bapak konyol itu ‘kan? Jawabannya pasti iya, baru tadi pagi aku kasih kamu tips hebat buat adu mulut.”

Aku diam saja sambil menghela napas panjang. Kalau orang-orang luar kampus melihat si Do Kyungsoo ini sebagai anak pendiam bermuka datar, itu baru ‘kulit’ dari kepribadiannya. Jadi, sebenarnya, anak-anak satu kampus–termasuk aku–sudah terlalu sering mendengar Kyungsoo masuk ruang dosen. Masalahnya sama seperti yang baru saja aku alami, bedanya hanya Kyungsoo asli menyontek, bukan kena tuduhan nyasar dari dosen Kim.

“Makasih tipsnya, tapi aku masih nunggu hasil keputusan besok,”

Aku benci mengakui dia pacarku. Im Yoona yang belajar keras semalaman ternyata punya kekasih yang namanya Do Kyungsoo yang menyentuh buku untuk ujian saja dia malas.

Kyungsoo tampak berpikir sejenak, aku kadang jatuh cinta pada kerutan di dahinya dan apapun itu ketika dia serius, tapi kenyataannya dia cuman pura-pura serius, jadi lupakan saja.

“Ya udah, kita pesan makanan dulu, terus baru ngomongin masalah kamu.”

Akhirnya kami memesan makanan; Bibimbap dan Jajangmyeon. Dan kami diharuskan menunggu beberapa menit. Sementara aku masih dirundung rasa kesal, dan bunyi hening yang tercipta bukanlah ide bagus untuk suasana hatiku. Akhirnya kuputuskan untuk berbicara lagi dengan Kyungsoo.

“Kenapa sih kamu santai banget, padahal aku sudah pusing begini menghadapi nilaiku yang diambang kehancuran.”

“Bukan aku yang terlalu santai, tapi kamu yang terlalu serius. Life goes on, Yoong, dijanalin aja.” Kyungsoo mengaduk-aduk isi minumannya, seraya mengecek notif line yang masuk ke dalam handphone.

Of course life always goes on, tapi hidup tetap aja gak adil.” Aku memang suka diejek tentang sifat dramatisku, tapi hidup memang kurang adil apalagi ketika aku dikira melirik jawaban teman sebelahku, padahal perempuan di depanku–

“Udah deh, bawel banget sih. Kalau kamu punya masalah, biarin aja, nanti juga pergi sendiri ‘kok.”

Aku baru saja ingin balas memarahinya,  laki-laki yang katanya ingin membantuku keluar dari masalah yang satu ini. Toh akhir-akhirnya dia sendiri juga yang gerah melihatku terus mengeluh. Tapi makanan kami telah datang, dan kesedapan Jajangmyeon-ku sudah sukses melenyapkan semua kata-kata yang ingin keluar lidah. Jadi Do Kyungsoo, jangan harap kau bisa tenang setelah kita selesai makan siang, aku masih sama sekali tidak setuju dengan masalah yang ‘bisa pergi sendiri’, aku masih pusing memikirkan nilaiku, oke.

 

–Kkeut?

NB: Bonus picture for you all!

angkat tangan yang bilang kyungsoo sok cool(?)!!!!

12 thoughts on “Over Thinking

  1. Whooaaa.. Keren banget ffnya
    Kyungsoo cool banget ^^ Dan santai -,-
    Pokoknya 4 jempol buat ff ini ( gabung jempol kaki maksudnya )
    Keep writing ya Thor~
    Buat ff YoonA – KyungSoo yang bnyk ya

  2. DIA BUKANNYA SOK COOL!!! TAPI EMANG COOL BGT DAN CUTE… OMG… btw ini asik ko fanficnya… ditunggu karya lainnya!!! FIGHTING!

  3. Cie cie…life goes on..time goes by..

    Aku setuju kalau gambar D.O yg itu sok Cool,karena D.O itu orangnya kiyuttttt…

  4. Aigoo, DO Kyungsoo oppa gak sok Cool thor, tp kyungsoo oppa emang dri sononya cute🙂
    kyaknya klu jd Yoona, tiap hri bkal slalu d’rudung msalah deh apalg Punya pcar yg sifatnya kyak kyungsoo ini😀
    nice thor..
    Kkeut? SEQUEL dong😉

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s