Chill-i

tumblr_m3jk7cA7Dw1r9f1j7 tumblr_mgmwf40FsS1qcackso1_500

Chill-i

Written by elevenoliu

Starring

EXO Baekhyun and SNSD Yoona

Genre and Rating

Comedy and Rated for 12+

Knop pintu kamar yang berbentuk bulat itu kuputar hingga terdengar suara pintu yang terkunci rapat. Aku menatap seorang pria berambut coklat yang berkilau dari sini. Pria yang sedang asik bermain dengan smartphone-nya yang baru ia beli beberapa tempo hari yang lalu.

Jari lentiknya yang indah—bahkan lebih indah dibandingkan dengan jariku—sedang asik mengetuk-ngetuk layar ponselnya. Ya, Byun Baek Hyun yang selalu bermain Flappy Bird dimanapun ia bisa dan ia mau.

Kulitnya yang putih dan mulus itu. Percaya saja kalau ia lebih merawat kulitnya dibandingku. Ia sering berlebihan. Tanganku yang kotor karena memegang makanan saja tidak boleh menyentuh kulitnya itu.

Dasar bodoh. Pantas saja banyak yang mengira dia itu seorang gay. Well, memang benar kata mereka. Baek Hyun pernah bilang, aku sedang menjalani hubungan dengan seorang pria, Chan Yeol namanya.

Aku melangkahkan kakiku mendekati lemari bajuku dan membuka pintunya. Dengan cepat aku menarik kaos polos berwarna kuning milikku. Kedua tanganku memegang ujung kaos—yang lebih bagus dari biasanya. Tapi, aku memutar kepalaku kearah Baek Hyun sebentar.

“Jangan ngintip, ya!” Seruku. Baek Hyun berdeham pelan tanpa memalingkan kedua matanya dari layar ponselnya itu.

Aku mengganti pakaianku dengan cepat. Ya, aku sering menukar baju di depannya seperti ini. Hei, siapa yang peduli? Dia gay. Bahkan dia pernah menginap di rumahku beberapa kali—ketika kedua orang tuaku ke luar kota.

Aku menutup pintu lemariku kembali lalu menarik bangku kecil hingga berhadapan dengannya dan setelah itu, aku duduk diatasnya. Kuangkat kedua kakiku lalu duduk bersila dihadapannya.

“Hei, Baek Hyun.” Panggilku pelan. Tak ada respon dari pria cantik ini. What the..?

“Baek—“

“Apa?” Teriakkanku terpotong oleh sepatah kata yang ia lontarkan. Suara berat milik Baek Hyun itu memang seperti pria pada dasarnya. Lebih rendah daripada wanita.

“Kau tahu? Tadi di kelas aku hampir menonjok pipi wanita brengsek itu—“

“Tunggu. Aku punya satu pertanyaan.” Celah Baek Hyun. Aku membuang napas pelan. Dia selalu begini, memotong ceritaku. Damn.

“Baek—“ Rengekku.

“Yoong, bagaimana jika aku..” Matanya yang tajam itu menatap kedua mataku. Ya, mata kami bertemu, tapi kali ini terlihat berbeda.

“Jika apa?” Tanyaku.

“Bagaimana jika aku tidak gay? Bagaimana jika aku normal?” Tanya Baek Hyun dengan cepat.

Aku bisa merasakan kedua mataku yang melebar ketika menangkap gelombang suara milik Baek Hyun itu. Aku menutup mulutku yang menganga ini dengan kedua tanganku.

“Kau pasti bercanda.”

“Tau aja. HAHAHAHAHA.” Balas Baek Hyun dengan tawanya yang mengisi kamarku ini. Shit!

“Ugh! Dasar cabe!” Sebuah tonjokkan mendarat di lengan Baek Hyun hingga terjadilah perang bantal di siang hari itu.

GAK TAU DAH INI TAMAT APA NGGAK

Maafin, otak Author nya lagi somplak setelah 6 bulan ga ngetik HAHAHA maaf sekali lagi. Otak yang beku ini sedang berusaha dicairkan supaya bisa menghibur para readers disini.

Salam cabe!

27 thoughts on “Chill-i

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s