Hidden Scene [9]

request-aressa-hs

HiddenScene

fanfiction by aressa.

starring

GG’s Yoona and EXO’s Sehun along with ex-GG’s Jessica

with

former member of EXO’s, Kris

.

.

.

.

.

Jessica Jung tidak dapat mengalihkan pandangannya.

Pria itu luar biasa tampan pagi ini. Sweater hitam dengan kerah yang menyembul dibaliknya. Sebagai seorang penggila fashion, Jessica benar benar menyukai cara Sehun berpakaian. Meskipun harus Jessica akui, pakaian pakaian itu hanya menambah kesempurnaan pria itu.

Dia turun dengan Chanyeol. Mendudukan dirinya persis disamping Yoona— menggoda wanita itu dengan mengambil ayam gorengnya. Dan membuat lelucon dengan Sooyoung. Tertawa dan mau saja membuka mulut ketika Yoona menyuapinya nasi goreng dipiringnya. Jessica cemburu sekali.

Yoona tidak banyak bicara pagi itu. Dia hanya diam menanggapi lelucon padanya. Tidak protes saat Sehun mengacaukan acara sarapan paginya. Namun tetap—dengan diam—menyuapi Sehun saat pria itu menyodorkan mulutnya pada Yoona.

Kemudian, Jessica kembali memikirkan Sehun. Pria itu ternyata tidak hanya mengacaukan sarapan Yoona. Tapi juga Sungmin—yang tidak suka dengan rasa sarapannya—dan juga Kyungsoo—yang terlalu keibuan untuk menyuapi Sehun dan Jongin. Jessica tidak melihat Sehun memegang piring di tangannya. Pria itu sebenarnya tampak berbeda. Lebih tampan, ya. Tapi juga ada sesuatu dalam dirinya yang berbeda dari Sehun biasanya. Dia masih lucu seperti anak anjing, masih tertawa keras keras dan masih betah meledek siapapun didekatnya—dalam kasus ini, Yoona—tapi masih ada sesuatu yang berbeda. Jessica tidak tahu apa itu.

Wanita berdarah blasteran itu tidak melepaskan pandangannya dari Sehun. Dia kemudian bangkit, mengambil sarapan pagi yang sebenarnya sudah dihabiskannya. Segelas susu dan apel merah menggugah rasa dan tepat mendudukan dirinya disamping Sehun. Ya, disamping. Jessica melihat Yoona bangkit dan masuk ke dapur, sepertinya mengambil nasi untuk bocah bocah yang mengurubungi sarapannya—well, tidak hanya Sehun, tapi juga si manja Sulli dan Tao—tapi Jessica lebih cepat.

“Kau mau sarapanku Sehun-ah? Sepertinya aku mengambil terlalu banyak”

Sehun kemudian menoleh dengan acuh, mengangguk dan kembali menenggelamkan dirinya dalam guyonan teman temannya. Jessica berusaha tersenyum dan mulai menyendokan nasi. Bertanya tanya untuk lauk yang ingin dia ambil di sendok.

“Buka mulut mu Sehun”

Jessica membeku

Bibir Sehun menyentuh tangannya. Pria itu kembali bercanda tanpa mempedulikan ekspresinya. Oh yeah, bagaimana rupa nya saat ini? Bibir Oh Sehun menyentuh jari jarinya secara tak sengaja dan dia sudah seperti orang hendak dicabut nyawanya. Bagaimana jika Sehun menyentuhnya. Lip to lip?

Pipinya meranum merah seketika juga. Bayangan yang terlalu manis, dia tersenyum senyum sendiri, menggigit apel seperti orang gila, mengundang pandangan heran Sehun yang kembali meminta sarapannya. Dan tanpa dosa, seperti ingin semakin memperbaiki pagi Jessica, tangan pria itu menempel di keningnya.

“Tidak panas. Tapi warna wajahmu aneh Noona—apa apel merubahnya menjadi merah?—atau jangan jangan nasi gorengnya membuatmu keracunan dan efek sampingnya adalah tersenyum bahagia memandang salted pork?” ujarnya geleng geleng prihatin.

Bukan nasi gorengnya. Tapi Oh Sehun-nya.

“Tidak lucu” tukas Sulli sebal. Oh Sehun memang kurang ajar, dia sedang menceritakan lawakan nya dan pria itu memotongnya begitu saja.

“Sepertinya keracunan nasi goring lebih menyenangkan daripada tenggelam di akuarium piranha”sahut Tao

“Jujur saja, kurasa Jessica tidak hanya keracunan nasi goring. Jangan jangan Kim Jongin meludah di apel itu. Dan wajah Jessica semakin merah, merah, merah dan akhirnya gosong seperti Jongin” ucap Minho memandang Jessica prihatin—atau sok prihatin.

Jessica semakin malu rasanya.

Mereka tertawa tawa. Meledek Jongin yang tiba tiba tersedak mendengar ocehan mereka dan ngedumel tidak jelas. Jessica bersyukur karena setidaknya tidak ada yang benar benar menganggap serius rona wajahnya. Dia kembali dengan telaten menyuapi Sehun. Teman temannya mengatakan Jessica seperti ibu Sehun saja. Jessica hanya tertawa menanggapi dan kembali menyuapi Sehun. Berharap, dia lebih ingin terlihat seperti kekasih yang menyuapi lelakinya mesra.

Bingung ya?

Menurut Jessica, ada 2 tipe wanita di dunia ini.

Pertama, tipe yang lebih senang memendam semuanya sendirian. Tidak pernah menunjukan emosinya. Datar dan dingin. Emotionless. Mereka adalah wanita yang lebih suka memendam perasaan. Termasuk perasaan cinta. Lebih memilih mencintai dalam diam dan tidak melakukan apapun. Hanya memperhatikan dari jauh. Sakit hati ketika pria itu mendekati perempuan lain tapi dirinya tidak bisa berbuat apa apa. Ingin cemburu, namun tidak memiliki hak. Atau hanya tersenyum bahagia dibilik kamar mandi saat pria pujaan bersitatap ataupun tersenyum padanya.

Tipe yang lebih fit untuk Yoona. Jika dilihat lihat. Dan juga Wu Yi Fan. Jika Yifan adalah perempuan

Kedua, tipe yang terbuka dan menggebu gebu. Yang penuh gairah dan fantasy. Love addict. Tipe wanita yang hatinya mudah sekali berubah ubah. Tak pernah bisa ditebak. Pada satu sisi tidak ingin pria itu tahu bahwa dia menyukainya—atau mencintainya—tapi begitu ingin menunjukannya. Begitu ceroboh. Menarik perhatian sang pria dan hanya tergagap malu saat pria itu kedapatan aneh dengan segala sikapnya. Mereka adalah tipe yang tidak sabaran dan tidak hati hati. Hatinya masih mudah tergoyahkan dengan bisikan bisikan. Tipe yang terang terangan menunjukan kecemburuannya atau tidak berusaha menunjukan kebahagiaan dan sikap antusiasnya.

Yang ini, lebih mirip dengan Jessica. Meskipun tidak sepenuhnya.

Sudah mengerti? Terkadang Jessica juga bingung dengan perasaannya. Disatu sisi dia ingin sekali semua orang tahu bahwa dia mencintai Sehun. Dia tidak pernah mengerti kenapa. Dalam benaknya, dia selalu membayangkan hal hal menyenangkan dengan Sehun. Dia selalu membayangkan jika Sehun adalah kekasihnya. Dan teman teman mereka akan meledeknya saat pria itu memperlakukannya dengan putri raja. Ataupun membayangkan teman temannya mendukungnya dan menjodoh jodohkannya dengan Sehun. Pikiran seperti itu selalu muncul dalam otaknya. Membuat terkadang Jessica gatal sekali ingin mengucapkan bahwa Sehun itu miliknya

Di sisi yang lain, Jessica tidak ingin Sehun tahu. Dia takut sekali jika nanti perlakuan Sehun padanya akan sedingin es. Dia takut pria itu tidak nyaman. Dia takut pria itu ternyata berkebalikan dengan apa yang selalu dibayangkannya ( Jessica sangat tidak suka membayangkan atau memikirkan opsi ini). Tapi kemudian, dia juga ingin Sehun tahu. Dia ingin pria itu bersikap manis dan memperlakukannya seperti teman dekat. He treat her like a real noona’s, with age gasp and something about manner, While he treat others as a friend. Like true or close friends.

Jessica benar benar tidak mengerti dengan dirinya.

Tapi Jessica tidak ambil pusing, dia hanya ingin terus berdekatan dengan pria itu. Dan yang menjadi hadiahnya adalah perasaan pria itu padanya. Oh ya, dia tidak mendekati Sehun hanya untuk diabaikan oleh pria itu.

Sehun kembali meminta nasi gorengnya. Kali ini tanpa menyentuh tangan Jessica. Oh yeah, dia ingin menyuapi Sehun dengan tangan, sebenarnya, tapi Jessica rasa Sehun tidak akan terlalu suka dengan itu. Jadi, dia mengalah dan membiarkan sendok itu menyentuh bibir Sehun. Oh, ada apa dengannya pagi ini? Bibir Sehun bagai tas branded yang selalu ingin dilihatnya.

Jessica selalu percaya, bahwa cinta hadir karena kebiasaan. Ya, dia sudah melihat banyak kisah cinta seperti itu. Cinta akan hadir jika kau terus bersamanya. Melakukan sesuatu yang menarik hati. Hati pria akan luluh dengan wanita yang lembut dan keibuan. Jadi, rencana Jessica adalah mendekati Sehun dengan spontanitas yang lembut. Ya spontan, dia tidak bisa terlalu lelet seperti Kris. Sehun itu benar benar cold-hearted, butuh spontanitas untuk membuat pria itu tidak memiliki waktu mempertahankan keterjutannya. Lalu kemudian, hati Sehun akan terbiasa dengannya dan semua perlakuannya. Dan baam, hati itu akan menjadi miliknya.

Well, Jessica juga sangat percaya diri. Dia itu cantik. Dia akui itu, wajahnya adalah perpaduan sempurna Barat dan Timur. Dan pada dasarnya, Sehun adalah lelaki. Pria memqng suka melihat wanita cantik bukan?

Oh, Jessica memang pintar

//

Yoona, untuk sekian kalinya, hanya mampu tertunduk melihat Jessica dan Sehun. Lihatlah senyum itu, begitu cantik dan mempesona. Lihatlah tatapan itu, begitu lembut dan penuh kasih.

Hal itu adalah vital baginya. Jessica bukan tipe wanita yang akan melakukan hal hal keibuan seperti itu. Menyuapi Sehun? Hell, dia saja tidak suka menyuapi Tiffany atau Yoona saat sedang sakit. Angin apa yang membuat Jessica rela menghabiskan waktunya dengan sekumpulan anak kecil bertubuh dewasa?

Dia benci sekali melihatnya. Melihat tatapan jengah Jessica saat menyuapi Tao—yang kini tampaknya sangat kelaparan—dan tatapan lembutnya saat Sehun meminta nasinya. Betapa sudah jelaslah maksud wanita itu.

Sebenci bencinya ia, Yoona tetap membenci dirinya, in the first place. Dia layaknya patung hidup. Hanya bisa tersakiti, tidak bisa melawan. Dia benci menjadi paling lemah. Dia benci harus melihat kedekatan mereka berdua, tapi tak sanggup untuk mencegahnya. Dia bahkan tak bisa membuka mulutnya, untuk mengatakan betapa tidak sukanya ia dengan hal itu.

Apa yang salah dengan diriku? Kenapa aku seperti ini? Apa salahku, Tuhan, hingga kau harus membuatku seperti ini?

Yoona kemudian meninggalkan ruangan itu. Hanya untuk menangis dalam diam di kamar mandi.

//

Sekali lagi, Luhan melihatnya.

Kris tidak bisa melepaskan pandangannya dari Yoona. Ya, benar. Tidak sedetikpun mata pria itu lepas darinya. Dari balik bulu matanya dia memperhatikan.

Luhan tahu sesuatu terjadi antara Kris dengan Yoona. Luhan cukup peka untuk merasakannya. Dia masih mencoba menerka nerka apa itu. Tapi dia hanya membuang buang waktu saja.

Dari segala hal, Luhan tahu Yoona memang pantas untuk dicintai. Luhan adalah sahabat Yoona, meskipun kebersamaan mereka singkat, tapi dia sudah cukup mengenal sosok yang selalu menjadi wanitanya itu. Dan dia merasa bodoh sekali, sudah jelaslah bahwa bukan sesuatu yang besar yang akan terjadi diantara Kris dan Yoona. Tapi itu memang sudah terjadi.

Wu Yifan jatuh cinta kepada Im Yoona.

Buktinya sangat mendebarkan. Tadi malam dia bosan mendengar ocehan Tao dan Baekhyun. Lalu dia ingat Sehun bilang akan tidur di kamar orangtuanya. Memungkinkan hanya tertinggal Kris dan Jongin di kamar sebelumnya. Jongin pasti sudah tertidur—pria itu selalu begitu— dan hanya tinggal Kris yang nyatanya terlalu serius sehingga tidak menyadari bahwa Luhan masuk (Jongin sudah masuk kedalam selimut, tentu saja). Pria itu tersenyum sendirian dengan headset dan ponsel ditangan. Dan ketika Luhan mengagetkannya tiba tiba. Kris sangat terkejut. Luar biasa terkejut hingga melempar ponselnya begitu saja membuat dirinya tertawa. Dia bertanya apa Kai sudah menyebarkan virus byuntae nya pada Kris dan Kris tergagap, sesuatu di matanya mengatakan kalau bukan itu yang membuatnya begitu terkejut (well, jika Kris memang seperti itu, setidaknya dia tidak akan terkejut dan memperbolehkan Luhan melihat ponselnya) Dia bertanya pada Kris tapi kemudian Kris langsung marah marah menyuruh Luhan keluar. Mengundang keributan karena Luhan ngotot ingin menggantikan posisi Sehun di kamar itu.

Suho yang berada di sebelah kamar, terbangun dan mengomeli Yifan. Menguliahi pria itu tentang bagaimana seharusnya seorang leader bersikap kepada membernya. Luhan tidak enak hati melihat tatapan kejam Kris padanya, sebenarnya Luhan saja yang terlalu badmood untuk menghadapi kejahilan Baekhyun dan Tao, jadi itu sepenuhnya salahnya. Tapi Suho terkadang berhati keras, dia tidak mendengarkan omongan Luhan dan terus mengajari Kris tentang ini dan itu. Luhan hanya berdiam diri, merasa bersalah. Sampai akhirnya Sehun dan Yoona datang dari lantai bawah. Yoona yang sepertinya tidak berada dalam mood bagus untuk mendengar alasan Kris diomeli sedemikian rupanya dengan Suho, langsung menarik Suho menjauh, tidak peduli dengan pemberontakan Suho. Dan Sehun langsung menarik masuk Kris, tanpa sempat mendengarkan penjelasan Luhan.

Senyum Luhan menghilang seraya matanya memperhatikan Yoona yang meletakan piring yang masih penuh dengan makanan menjauh dari ruangan. Pergi kebelakang atau entah kemana

Tunggu dulu, dia mengingat sesuatu tentang kejadian semalam. Hal kecil yang diabaikannya karena rasa bersalahnya pada Yifan. Kemudian, dia melihat ke sudut lain ruangan, mengalihkan pandangannya dari punggung Yoona, dan menyeringai.

Things getting more interesting.

//

Pernakah kau merasa bahwa seseorang bisa begitu mencekikmu hanya dengan perkataan?

Pria itu bahkan berada beberapa centimeter dari dagunya, dan kenapa kalimat itu begitu tinggi mencapai hatinya?

“Hal bodoh macam apa yang membuatmu melarang Luhan tidur dalam kamar? Aku bertanya baik baik Kris, jadi jawab pertanyaanku”

“Apa itu penting bagimu?” suaranya dingin dan menyedihkan. Babak belur hanya dengan beberapa huruf.

“Pantaskah seorang leader berkata seperti itu?”

“Oh, aku leader? Kupikir aku hanya sampah mainan kalian” dia berusaha menetralkan suaranya. Dia gemetar ingin mencekik pria ini. Tapi dia terlalu menyayanginya. Kim Suho atau Kim Joonmyun atau apalah itu begitu tinggi menjulang namun dia masih begitu mencintainya. Saudaranya, membernya.

Indeed, you are. Jika kau mau kesempatan kedua, bersikaplah lebih baik terhadap membemu”

Yifan ingin sekali berhenti. Tapi dia begitu marah. Dia begitu sakit dengan setiap kata yang diucapkan Suho. Dia merasa setiap tatapan kekecewaan Suho bagaikan alcohol di luka terbuka, “Apakah kesempatan kedua bisa merubah sikapmu padaku?” lirihnya

“Ya—“

“Jangan bersikap seolah kau adalah yang paling hebat, Suho” Hati Yifan seperti dijepit. Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan sosok cantik dengan mata sinisnya

“Yoona!” Yifan mendengus perbedaan nada Suho. Nada yang sebelumnya keras bagai batu kini lembut bak kapas. Tapi Yifan tidak peduli dengan itu semua. Yang dia pedulikan hanyalah hidung merah wanita yang sangat diidamkan hatinya itu.

Yoona pasti habis menangis

Jadi dia disini. Setelah menunduk mengacak acak piringnya, dia pergi entah kemana. Dan dia menemukan Yoona didalam kamar mandi, mendengarkan semua pembicaraannya dengan Joonmyun dengan mata sembab dan hidung merah.

“Apa yang membuatmu merasa kau memiliki hak untuk menguliahi Kris bagaimana seorang leader seharusnya bersikap?”

“Aniyo, Kris melakukan kesalahan tadi malam. Aku hanya mengingatkan bagaimana seharusnya seorang leader bersikap”

Yoona menyilangkan lengannya, mengangkat dagunya, “Apa kau selalu benar, Joonmyun?” ucapnya sinis

“Yoona, sudahlah, lup—“

“Aku tid—“

Sebuah suara menginterupsi kalimat Suho, “Hyung! Ay—“ Oh Sehun berdiri dengan bingung melihat kekasihnya berada di tengah tengah dua leadernya. Tatapan Yoona tidak menyentuhnya, tapi wajah wanita itu merah. Pandangannya keras, dan Sehun penasaran kenapa.

Kemudian, dia melihat Suho dan Kris. Kris terlihat marah dan aneh, dia bisa merasakannya. Tubuh pria itu seperti patung. Begitu tegang dan kaku, seolah siap dihancurkan, “Ada apa ini?”

“Bisa kau ajari bagaimana seharusnya seorang leader bersikap dewasa, Oh Sehun? Kudengar orangtuamu cukup berpendidikan tinggi untuk mengajari anaknya etika berbicara”

Sehun terlalu cerdas untuk menyadari sarkasme dalam suara Yoona. Pandangan wanita itu masih keras dan ditunjukan kepada Suho. Kemudian dia menyadari aura mematikan Kris. Pandangan marah Yoona. Tatapan tanpa gentar Suho.

Dia membuang nafas malas. Lagi? Bosan sungguh.

Dia berkata cukup sinis untuk membuat Yoona menatapnya, “Maafkan aku karena membuatmu menyaksikan ini, Yoona-ssi. Tapi aku rasa kau tidak berhak ikut campur dalam hal internal EXO”

“Oh, seperti kenapa uri guardian angel merasa dia cukup pantas menjadi leader yang baik?” Yoona tersenyum merendahkan, “Perlu kau ketahui Joonmyun, bahkan Yunho yang sangat terkenal pun gagal mempertahankan membernya

“Apa maksudmu?”

Itu Sehun, yang tersinggung dengan perkataan Yoona. Suho memang menyebalkan. Don’t judge people by its cover. Suho tidaklah juga manusia yang punya kedengkian dan amarah. Dia bukan malaikat. Semua adalah kebohongan yang terencana dan Sehun sudah cukup muak dengan itu. Dia tahu semua hanyalah rekayasa belaka, tapi Yoona tidak perlu membawa perpecahan kedalam internal itu. Mind your own business, lady.

“Aku hanya mencoba mengingatkan, leadermu yang begitu baik, Sehun-ssi. Bahwa dia bukanlah apa apa, hanya seseorang yang ditunjuk untuk menjadi leader tidaklah memiliki hak untuk menyakiti perasaan orang lain”

“Dan kenapa kau peduli?”

“Oh, because I was here. Listening to all those bullshit behind the door. And do you want to know something? Aku benar benar muak denganmu, Kim JoonMyun-ssi”

Dengan itu dia melenggang lugas. Berhenti sebentar untuk memiringkan kepalanya, dia hanya berbicara kepada Sehun, pria itu tahu, tapi dia pikir ada bagusnya juga Yoona mengatakannya keras keras, “Remember, only god can judge you”

Sehun tersenyum tanpa arti dan menghadapkan dirinya kepada dua leadernya yang benar benar sangat childish. Dia bertepuk tangan dalam sarkasme, “Hebat sekali, membuat Im Yoona tahu betapa dewasa kalian”

“Bukan sal—“

“Salahmu, Joonmyun” ucapnya tegas. Kemudian menarik ujung baju Kris pergi dari hadapan leader EXO-K itu. Sepeninggal Sehun, Joonmyum berpikir keras dan nyaris buntu ketika melihat pintu kamar mandi. Sial, dia benar benar mati kutu. Ceroboh sekali dirinya. Dia terlalu marah dengan Kris sehingga tidak menyadari bahwa Yoona ada di dalam kamarmandi sejak lama. Suho benci mengakui dia takut dengan reaksi Yoona nantinya. Suho benci mengakui kalau dia tidak bisa membela dirinya sendiri dihadapan pria yang 3 tahun lebih muda darinya.

Dan Suho benci mengakui, bahwa Sehun terkadang bertindak lebih dewasa darinya.

//

“Maafkan hyung, Sehun”

Sehun menoleh malas kepada Kris. Mereka sedang jalan menuju perkebunan miliknya tak jauh dari Villa yang juga miliknya dengan riang gembira. Tawa disana sini dan suara wanita bergosip bagaikan dengung lebah. Sehun menikmati paginya yang cerah—secara harfiah—dan hembusan angin yang menenangkan hatinya. Mentari yang bersinar hangat diatas mereka, membakar semua kegelisahannya. Dia mencintai pagi hari dan Wu Yi Fan baru saja merusaknya

“Untuk apa?”

“Seharusnya aku bisa bertin—“

Kau tidak salah, hyung. Suho hyung terlalu kekanak kanakan” dia terdiam, menatap Yoona yang tertawa bahagia dengan Irene. Tampak tidak terganggu dengan insiden beberapa menit yang lalu. Tapi Sehun masih ingat tatapannya. Sehun masih ingat wajah sembapnya.

Apa yang terjadi? Yoona menangis mendengar pertengkaran bodoh Kris dan Suho? Gila

“Seharusnya aku tidak terpancing emosi dengan Joonmyun. Itu sudah biasa”

“Justru karena hal itu sudah biasa!” Kris terkejut dengan perubahan emosi Sehun yang mendadak. Sehun tampak dingin dan angkuh dan jujur, sangat jarang Sehun bisa tampak sangat berwibawa seperti itu. Mostly, because he’s so childish

Sehun memejamkan matanya. Dia menyadari sesuatu dan itu membuatnya emosi, “Maaf. Aku tidak bermaksud”

“Tak apa”

“Suho bahkan lebih pendek darimu, hyung. Jangan biarkan dia menjatuhkanmu karena kesalahan tidak masuk akal”

Kris terkadang merasa bahwa Sehun benar benar pria yang baik. Dia memang nakal, tapi Sehun berpikir dengan cara yang berbeda dengan orang lain. Dia tidak suka mengutarakan pikirannya, tapi terkadang saat dia berbicara, itu benar benar berguna.

Seperti saat ini.

“Kau tahu aku tidak bisa melawannya”

Sehun memukul lengannya keras keras. Membuat pria China itu menjerit cukup keras untuk membuat BoA geleng geleng. Sehun kemudian dengan tanpa dosanya merangkul Kris seperti tidak ada pukulan menyakitkan sebelumnya, “Jangan mensugestikan dirimu seperti itu”

Sehun kemudian tersenyum dengan matanya, “Hyung, aku benci melihat ini. Kau tidaklah seperti yang Joonmyun pikirkan. Kau mungkin melakukan kesalahan, tapi semua orang melakukannya. Karena—sekali lagi akum alas mengakuinya—tapi Yoona noona benar, leader seperti Yunho pun melakukan kesalahan besar” Dia mengambil nafas sebentar, “Menurutku hyung adalah pria baik yang selalu berusaha keras. Kau perhatian dengan member dengan cara yang berbeda. Be brave, hyung”

Dan Sehun berlari meninggalkan Kris—melambai ceria dan mata menyipit—dengan perasaan tidak tertebak.

//

Wanita bermata indah itu harus menelan kekecewaanya. Langkah kakinya ingin sekali menemui Sehun yang tertawa tak jauh darinya. Namun niat itu harus dia pendam saat dia melihat Jessica menghampiri Sehun. Mengobrol seru dengan pria itu.

Yoona sakit sekali melihatnya. Dia membenamkan kukunya di tangannya, menekannya kuat kuat. Air matanya nyaris saja jatuh saat melihat Sehun dengan ringannya menyelipkan helaian rambut Jessica ke balik telinganya. Mengundang sorakan Chen dan Sulli yang berada di samping mereka.

Harusnya aku yang berada di posisi Jessica.

Yoona berhenti menggerakan kakinya. Sekujur tubuhnya gemetar dengan perasaan yang menyiksanya. Ada kemarahan dan luka yang merasuk dalam hatinya saat melihat kedekatan Jessica dan Sehun. Yoona menahan napasnya sekuat mungkin, mencegah air mata itu jatuh ke pipinya yang pucat.

Aku tak sanggup lagi, Tuhan.

Yoona ingin berlari dan memisahkan Sehun dan Jessica. Yoona ingin berteriak bahwa Sehun itu miliknya dan Jessica tidak boleh memiliki rasa cinta itu untuk kekasihnya. Yoona ingin berteriak pada Sehun karna telah berkali kali menyakiti hatinya. Yoona ingin penjelasan kenapa dia tidak boleh terlalu dekat dengan Sehun sedangkan pria itu bahkan tertawa tawa saat yang lain meledek hubungannya dengan wanita lain.

“Yoona? Ada apa?” Donghae yang daritadi berjalan dibelakangnya menepuk pundaknya. Pria itu heran dengan mantan kekasihnya yang tiba tiba berhenti dan tampak bergetar hebat.

Yoona beruntung dia memiliki bakat acting yang hebat, karna dia kemudian tersenyum semanis mungkin, “Ah, tidak apa. Aku hanya ingin berhenti saja”

Donghae tersenyum tapi menyembunyikan rasa penasaranya. Dia sudah mengenal wanita ini dengan lumayan baik dan pria itu tahu Yoona berbohong. Tapi Donghae pun tahu Yoona selalu memiliki alasan dibalik sikapnya, untuk itu dia memilih diam, “Nanti ketinggalan lho”

“Kan oppa akan menungguku” ucap Yoona manja dan bergelayut di lengan Donghae. Sedangkan pria itu terkekeh dan membiarkan Yoona bermanja manja padanya. Oh, dia tidak takut. Entah benar atau tidak, tapi mata yang dulu memandangnya dengan penuh cinta itu sudah tiada. Donghae sudah tidak menemukan cinta di mata Yoona yang tersisa untuknya dan itu bagus. Karna sejujurnya Donghae pun sudah melupakan perasaan yang pernah ada diantara mereka.

Tapi kemudian mata pria itu menemukan sesuatu yang menarik. Beberapa meter dari mereka, junior yang paling disukainya tampak akrab dengan Jessica.

Sejak kapan Sehun sedekat itu dengan Jessica?

Donghae mengenal Sehun dengan baik dan dia tahu Sehun adalah orang yang sulit dekat dengan orang lain. Dan setahu Donghae, Jessica dan Sehun tidak pernah lebih dekat daripada sunbaenim-hoobaenim.

“Sejak kapan Sehun dan Jessica dekat Yoong?” tanya Donghae. Well, selain fakta kalau Sehun dan Yoona dekat, Donghae punya perasaan aneh yang mengatakan kalau Yoona tahu jawaban pertanyaannya.

Yoona menggigit bibir bawahnya. Dia bersyukur karna Donghae tidak sedang menatapnya. Bayangkan saja jika mantan kekasihnya itu menemukan kejanggalan di matanya, apa yang akan dia katakan? Ya benar, kejanggalan. Kejanggalan saat tahu bahwa pertanyaan Donghae berujung dengan jawaban yang menyakitinya. Kejanggalan saat tahu kalau kenyataan yang berusaha dia tolak semakin memiliki bukti nyata.

“Aku tidak tahu oppa” jawab Yoona berbohong. Karna dia tahu jelas jawabannya. Tapi Yoona tidak ingin membiarkan jawaban itu ada dipikirannya. Tidak, itu terlalu menyakitkan untuknya.

“Aneh” gumam Donghae, “Setahuku Sehun tidak mudah berteman dengan orang lain, apalagi wanita”

Yoona harus kembali merasakan luka di hatinya. Dia tahu Donghae benar dan justru itulah yang membuatnya ketakutan sekarang. Dia takut kalau hal itu benar dan Yoona tahu dia tidak bisa menolong dirinya sendiri saat itu benar benar terjadi.

“Apa mungkin Sehun menyukai Jessica?” gumam Donghae lebih kepada dirinya sendiri, “Ah tidak mungkin. Seingatku Sehun masih belum bisa melupakan Nami-ssi”

Yoona ingin sekali memukul dadanya saat itu juga. Hatinya sakit sekali. Luar biasa sakit mendengar pertanyaan itu dari mulut Donghae. Dia tahu bahwa kekasihnya itu memang sangat dekat dengan Donghae dan bagaimana jika itu benar? Kalau Sehun menyukai Jessica? Bagaimana jika alasan kedekatan Sehun dan Jessica yang tiba tiba adalah karna Sehun mulai mempunyai perasaan lebih untuk wanita setengah Korea itu?

Tidak. Apa yang kau katakan Yoona? Sehun hanya mencintaimu! That’s it.

Tapi Yoona tidak bisa mencegah dirinya sendiri untuk memikirkan hal itu. Yoona tidak bisa mencegah ketakutan itu menyebar di hatinya yang sudah terluka. Menambah kepedihan dari luka yang belum sepenuhnya kering itu. Wanita itu ingin sekali mempercayai kalau Sehun hanya mencintainya tapi rasanya sulit sekali mengingat semua yang terjadi belakang ini.

Hubungan mereka sudah tidak seperti dulu lagi. Sehun memang tidak seperti laki laki lain yang memperlakukan Yoona layaknya putri raja tapi saat hanya ada mereka berdua, perasaan itu membuncah dengan liarnya. Dan baru Yoona sadari kalau dirinya sudah terbiasa dengan rasa sakit yang menyiksanya dalam tidurnya. Mungkin hatinya sudah buta dengan cinta yang sesungguhnya. Sampai sampai dia tak sanggup mengatakan betapa dia membenci perlakuan Sehun padanya.

Mata Yoona menatap miris Jessica yang masih asik bercengkrama dengan Sehun. Senyum kecut tercipta di wajah cantiknya saat melihat betapa bahagianya raut wajah eonnie nya itu.

Ini semua salahnya. Ini salahnya yang menuruti kemauan Sehun nyaris dua tahun silam. Seandainya saja Yoona tidak menurutinya, mungkin saat ini dia lah yang berada di posisi Jessica sekarang. Dia lah yang akan diejek oleh teman temannya. Dia lah yang akan menelpon Sehun tanpa perlu bersembunyi. Ini salahnya yang dulu menyadari keputusan Sehun itu benar.

Mereka saling memeluk di sofa. Tangan Sehun merengkuh bahu mungil itu dan Yoona memainkan jari tangan Sehun di pangkuannya. Satu jam yang lalu Sehun baru saja mengatakan perasaannya dan Yoona merasa sangat bahagia karna kini mereka resmi menjalin hubungan.

Tidak ada yang mereka katakan selama itu. Sehun menyalakan televise tapi Yoona tahu pikirannya tidak ada disana. Pria berkulit pucat itu sedang termenung seraya sesekali mengerutkan kening. Oh Yoona tahu tentu saja, mereka berada begitu dekat hingga Yoona bisa merasakan perubahan ekspresi pria itu.

Tapi dia akan diam saja. Toh, kini hatinya sedang tidak ingin memikirkan apapun kecuali betapa bahagianya dia telah memiliki Sehun. Keinginan hatinya yang paling dalam.

“Bolehkah aku minta sesuatu padamu?” setelah terdiam dan tidak berbicara hamper sekitar 15 menit lamanya, Sehun merubah ekspresi gelisahnya menjadi lega. Seolah olah dia sudah membuat keputusan yang final.

“Anything” jangankan sesuatu, hatipun Yoona berikan pada pria itu.

Pria itu menarik tangan Yoona yang memainkan jarinya. Dan membuat wajah mereka berhadapan. Yoona bisa melihat kegelisahan itu tidak hilang dibalik iris cognac Sehun dan dia bingung merasakan suara Sehun yang ragu ragu.

“Aku tidak ingin yang lain tahu”

Saat mendengar suaranya, Yoona tahu ada yang tidak beres dengan Sehun, “Yang lain?”

“Hubungan ini” ucap Sehun menggantung. Pria itu meletakan telapak tangannya pada leher Yoona dengan ibu jari yang mengusap pipinya pelan, “Biarkan hanya kita yang tahu”

Yoona tidak percaya dengan pendengarannya. Baiklah, dia memang tidak terlalu menyukai jika ada yang tahu tentang hubungannya dengan seseorang, tapi kini Sehun-lah yang memintanya? Tepat satu jam setelah pria itu menyatakan cintanya?

“Kenapa?” tapi Yoona adalah wanita dewasa yang tidak akan gegabah. Dan dia tahu, meskipun Sehun jauh lebih muda darinya, dia tahu pria itu sama dewasanya dengan diriya. Oh ayolah, pria itu dibesarkan di keluarga terpandang—sama sepertinya.

Sehun terdiam dan terlihat ragu. Yoona bisa melihat itu dengan jelas di matanya. Ada keraguan dan ketakutan yang dia resapi di dalamnya manik itu, “Aku hanya tidak ingin kau terluka”

“Apa hubungannya denganku?”

Pria itu mendesah kebingungan. Percayalah, dia sebenarnya tidak ingin melakukannya. Tapi dia harus. Jadi, dia mencium pipi wanita itu dalam dalam sebelum menjawab dengan ketenangan dan keyakinan tak terduga, “Kau sudah tahu noona. Aku pernah terluka karna cintaku dan aku tak ingin itu terjadi lagi. Sudah cukup dengan Nami dan aku telah bersumpah tidak akan pernah merasakan perasaan seperti itu lagi”

Yoona tahu siapa itu Nami. Dia juga tahu maksud dari perkataan Sehun tentang perasaan itu. Tapi dia masih belum mengerti sepenuhnya, “Aku bingung Sehun-ah”

“Im Yoona” desah Sehun, “Aku tidak ingin kau dan aku akan terluka nantinya jika yang lain tahu tentang hubungan ini. Aku tidak ingin ‘mereka’ memaksa kita untuk berpisah nantinya. Aku tidak ingin kau terluka lagi dan bagiku sudah cukup dengan Nami. Tidak denganmu juga”

Setelah beberapa detik, akhirnya Yoona mengerti kemana arah pembicaraan Sehun. Ada luka yang terasa ngilu di hatinya saat itu. Dia tahu itulah yang terbaik untuk mereka berdua, “Perusahaan mungkin tidak akan setuju. Tapi aku yakin memberku perlu tahu ini. Begitupula dengan grupmu”

“Tidak!” bantah Sehun keras. Dan dengan bingung Yoona melihat ketakutan itu semakin dalam dimata Sehun. Pria itu tampak takut dan gelisah. Jurang dalam tak berujung itu terlihat gelap dengan perasaan yang tidak Yoona ketahui.

“Jangan beritahu siapapun, Noona. Bahkan Yuri noona sekalipun. Tolong, aku tidak sanggup jika harus kehilanganmu lagi” mohon Sehun dengan sungguh sungguh.

Yoona kesal karna perkataan Sehun. Baiklah dia setuju untuk menyembunyikannya tapi tidak dengan Yuri. Setelah berbagai masalah yang menimpanya, Yoona sadar kalau dengan memberitahu Yuri akan membantunya, “Kenapa Sehun-ah? Aku tidak ingin menyembunyikan sesuatu lagi dari Yuri. Dia sahabatku”

“Karna hubunganmu dengan Donghae hancur karna public mengetahuinya. Karna Heechul hyung yang dengan bodohnya mabuk di depan Staff humas perusahaan dan mengatakan kalau kau memiliki hubungan spesial dengan Donghae” pria itu tampak marah dengan mata yang berkilat kilat, “Aku tidak ingin itu terjadi lagi. Biarkan semuanya kasat mata untuk melindungi perasaan kita berdua”

Jujur, Yoona terkejut sekali. Dia tidak tahu kalau ternyata alasan kenapa perusahaan tahu tentang hubungannya dengan Donghae adalah Heechul. Bagaimana Sehun tahu? Donghae memang pernah berkata beberapa bulan setelah putusnya hubungan mereka—yang dengan terpaksa—bahwa ada yang membocorkan rahasia umum antar artis SM Entartainment ini ke staff. Tapi Yoona tidak pernah menyangka kalau itu adalah Heechul. Seseorang yang sudah dia anggap sebagai kakaknya sendiri.

“Bagaimana kau tahu itu? Heechul tidak mungkin melakukan itu!”

“Semuanya mungkin untuk orang mabuk noona. Dan tahukah kau alasan kenapa Donghae tidak pernah terlihat dengan Heechul lagi? Kenapa Donghae hyung akan melakukan apapun untuk menjauhi Heechul tanpa membuat kecurigaan? Semua karna dialah yang membocorkan hubungan kalian dan membuat perusahaan bodoh itu memaksa kalian mengakhiri semuanya!”

Yoona bergetar karna amarah. Bukan karna suara tinggi Sehun. Tapi karna pria itu telah mengungkit kejadian yang paling dia benci. Kejadiaan yang membuat dirinya muak mendapatkan label sebagai artis papan atas.

“Noona, aku mencintaimu” bisik Sehun lemah, “Aku tidak sanggup jika harus kehilangannmu seperti aku kehilangan Nami. Aku tidak ingin kau mengulang kesalahan yang sama yang akan menyengsarakan hatiku dan dirimu”

Yoona tetap tidak bersuara dan membiarkan Sehun memeluknya erat, “Cukup kita yang tahu tentang cinta ini. Tolong jangan buat aku kehilanganmu karna aku tak sanggup bahkan hanya dengan membayangkannya”

Dan begitulah. Saat Yoona akhirnya membuat hubungan mereka kasat mata di public. Saat Yoona menciptakan jurang luas antara hubungan sahabat dan hubungan kekasih. Jarak yang sangat jelas hingga tidak pernah ada yang menyadari bahwa mereka di mabuk cinta. Jarak yang mengisolasi kemesraan dan sapaan sayang di mulut.

Saat akhirnya Yoona setuju untuk menyembunyikan kisah cinta keduanya demi kebaikan mereka bersama.

Yoona mendesah saat pikirannya melayang saat dia membuat keputusan besar yang kini disesalinya. Tatapannya kembali menyentuh punggung Sehun yang kini sedang tertawa dengan Minho dan lagi lagi Jessica.

Sekuat apapun Yoona menyangkalnya, dia tahu kalau Sehun tidak pernah berniat untuk menyembunyikannya. Pria itu hanya ingin melindungi Yoona. Pria itu hanya tidak ingin kembali kehilangan wanita yang dicintainya. Pria itu hanya tidak ingin mempertaruhkan karir yang susah payah dia raih dengan wanita yang menjadi alasannya untuk hidup.

Tapi selalu ada bagian dalam diri Yoona yang begitu egois. Ada bagian yang tidak pernah dia tahu sampai kapan dia akan sanggup bertahan melawannya. Bagian yang sama kuatnya dengan akal sehat hubungan menyedihkan ini.

Well, kita lihat saja nanti. Siapa yang akan menang dan apa yang akan terjadi. Apapun hasil akhirnya, aku tahu tidak akan ada jalan terbaik untuk kami berdua selama mereka masih mengikat kami, pikir Yoona sedih memandang Donghae dari sudut matanya. Mengingat betapa menyedihkan cinta yang mereka miliki dulu.

Untuk saat ini. Prioritas utamaku adalah bertahan dari perasaan yang diam diam menghancurkanku dari dalam, pikir wanita itu kembali seraya memandang punggung tegap Sehun.

Yoona tidak menyadari 2 meter disampingnya, Yuri tersenyum penuh kemenangan dan dengan santai dia menghampiri Yoona, merangkul wanita itu.

Dia telah memperhatikan semuanya dengan seksama.

//

Jessica tahu bahwa ada yang salah dengan Sehun. Pria itu tampak berantakan—secara harfiah—dan sepertinya lebih menyukai untuk diam meskipun dia menceburkan diri di kolam yang penuh dengan anak anak bertubuh dewasa.

“Yoo keep looking at him, eonnie”

Terkutuklah Im Yoona!

“Tidak. Aku hanya tidak sengaja melihatnya. Dan merasa aneh saja” jawabnya kepada wanita yang tampaknya sama hampanya dengan rumah kosong, “Kau baik baik saja, Yoong?”

“Eonnie, kau benar benar menyukainya?”

Jessica merasa pertanyaan Yoona terlalu mengintimidasi dan menuntut dan dia benci itu. Tapi entah kenapa, Yoona terlihat berbeda. Dia tampak pucat dan tidak bahagia seolah olah jawaban Jessica adalah penentu hidupnya. Dan sekali lagi, wanita berdarah campuran itu merasa ada sesuatu yang salah tentang Yoona.

“Apa yang kau bicarakan? Aku tidak menyukai Sehun, Yoona”

Dan dalam sepersekian detik yang singkat, kesakitan di mata wanita itu menggelegar nyata. Ekspresinya sama, tapi matanya berbeda. Seolah ada sesuatu yang direnggut disana.

Tapi apa? Kenapa kau begitu membingungkan Yoona?

Wanita itu tersenyum menggoda dan memalingkan wajahnya, “ Aku tidak menyebut kau menyukai siapapun, Eonnie. I just said ‘him’ without any clue. And you said Sehun” dia kemudian tertawa kecil, “Bocah itu, kau benar benar menyukainya rupanya”

Jessica menganga tidak percaya yang melihat Yoona yang melambai lambai dengan semangat padanya. Bergabung dengan Kyuline yang lain yang sepertinya sedang mengerjai Taeyeon

Sial, Im Yoona terlalu cerdas untuk dia bohongi. Wanita itu baru saja mempreteli satu rahasia terbesar dalam diri Jessica!

//

Dia menutup pintu kamarnya pelan. Tampak tidak bersemangat menghadapi kerumunan di luar sana. Energinya seperti diserap hidup, seolah tidak ada yang tersisa di matanya. Semuanya begitu mencekiknya. Dia ingin lepas dan beristirahat dari kenyataan. Sebentar saja.

Dia hancur. Ketakutannya menjadi kenyataan. Hari ini membuktikannya. Percakapan itu. Tatapan itu.

Ditengah gelapnya ruangan itu, secercah cahaya menembusnya. Dan seperti sihir, suara tawa itu menggema di kepalanya. Memasuki hatinya yang hampa. Hatinya yang kebas dengan perasaan itu.

Langkahnya terseok menuju cahaya. Senyum itu menyakitinya.

Tapi dia mencintainya.

Seseorang yang tanpa sadar menyakitinya.

Dia berbisik dalam lirihan yang sendu, “Cinta begitu menyakitkan. Cinta memuakan dan menjijikan. Begitu mengerikan tak mengenal seorang pun, tidak dibatasi apapun, tidak pandang keluarga, teman, ataupun” dia menghela, setetes air mata jatuh dari mata yang menyembunyikan warnanya itu, “sahabat”

//

Disana, disekitar halaman belakang Villa mewah Sehun, Kim Jongin berdiri. Matanya tertutupi dengan shades hitam yang semakin memperkeren penampilannya. Tapi dibalik lensa itu, irisnya menatap mansion mewah itu tanpa rasa. Dia mencari sesuatu.

“Kenapa kau terus melihat ke atas?”

Ah itu Kwon Yuri.

Dia menurunkan sedikit kacamatanya dan tersenyum ramah, “Tidak ada. Aku hanya mengaggumi Sehun”

“Sehun?” Yuri tersenyum memikat, “Ah, Villa ini terasa sepertinya”

“Kau pintar sekali”

“Apa sebelumnya aku bodoh sekali?”

Kim Jongin tertawa. Sunbaenya yang satu ini, menarik dengan caranya sendiri, “Tidak juga” dia terdiam, menahan senyum—sebenarnya—, “Baiklah, agak sedikit bodoh”

“Kurang ajar” geram Yuri melayangkan tinju manjanya pada Jongin, “Agak bingung awalnya. Setelah ditelusuri, ternyata mansion besar ini punya banyak rahasia. Terdengar familiar?” dia menyeringai

Jongin melengos, malas mengartikan seringai itu “Tidak banyak yang bisa menyadari interior dan penataannya, sangat khas Sehun. Keluarganya membangun banyak mansion dan memberikan masing masing anak kemewahan—Kakaknya punya satu atau dua mansion— Ini villa Sehun” dan ya, “terasa sangat sepertinya kan?”

“Aku tidak bilang begitu, by the way”

Pria itu meneguk lemon tea yang sedari tadi dipegangnya, “Maaf?”

“Bukan aku yang mengatakan Villa ini terasa seperti Sehun” dan kilatan dimata Yuri mengaggetkan Jongin, dengan es batu yang masih dimulut dan gelas yang masih menempel di bibirnya, dia melirik Yuri dari sudut matanya, “Tapi Yoona, Kim Jongin. Yoona yang bilang”

Dan mendadak es batu di mulutnya terasa pahit.

///

HAY KALIAN SEMUAH APA KABARE?

HAHAHA AKU KESAMBET NIH POST LEBIH CEPAT DIBANDING BIASANYA WKWK

maaf ya kalo agak gak jelas. soalnya aku sendiri pun bingung dengan jaan ceritanya -_- ini ff juga udah panjang sekale. mau lebih panjang lagi kan bingung -__- pengen cepet cepet ending tapi stuck -_- nyolong nyolong waktu ditengah kegiatan KBM wkkw. dan juga uts. ya terkutuklah uts itu.

kambing gule, sebenernya abis nonton video sehun di youtube. kepengen nangis gtu ya cowo gua ganteng ga ketulungan. dance solonya hip-thrust mulu lagi…….udah feb stop stop -_-

pai pai. sampai jumpa di next chapter. entah bulan depan atau taun depan. wkwkw

93 thoughts on “Hidden Scene [9]

  1. semakin terkuak kan ya hub sehun yoona..
    haha.. jongin yuri berbakat banget jd detektif,
    luhan jg mulai curiga sm kris hmm..
    yoona pliss.. jgn pasrah ama jessica..
    cinta itu ada buat di perjuangin…

  2. Daebak!! 😂
    Suka banget sama chapter ini, Yuri udah tau dan jongin bakalan tauu!!!
    Sugoi!!!!!
    Okayy next chapter!! Otw😂
    Maaf thor, dichapter sebelumnya gaada ninggalon jejak, ntar aku mampir lagi ke chapter lalu buat ninggalin jejak hhihi
    Sakingkan pengen baca semua langsung makanya ga ninggalin jejak-,-
    Mian, thor._.v
    Ntar aku buat jejak lagi 😄

  3. nah loh, semakin terkuak kan ya hub sehun yoona,
    jongin yuri berbakat banget jd detektif,
    luhan jg mulai curiga sm kris,
    yoona jgn pasrah ama jessica, kalian(re: seyoon) kan sama2 jatuh cinta , perjuangin,

  4. Nah lhoh, Yuri sama Kai sekarang yang curiga. Pokoknya aku cuma berharap nnti Yoona tetep sama Sehun. Daebak, Thor

  5. aku kira luhan oppa curiga ama yoonhun eh ternyata ama yoonkris…
    cumburu banget pas sica eonnie suapin sehun oppa keke…
    yoona eonnie juga makin tersiksa sama hubungan mereka hiks… sabar ya eonnieku tersayang huhu….

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s