BACK

by

author : Fumi Nakamura

Yoona, Baekhyun, Taeyeon and find by your self | frienship, sad and find by your self | all rated

before the story : Friendship

what I need and I’m sorry

 “nanti malam jangan lupa, oke?”

Yoona mengangkat jempolnya, “harusnya aku yang berkata seperti itu”

Baekhyun tersenyum kecil, “ah… Suho hyung mengatakan padaku bahwa ada seorang penyanyi baru di café dan kita yang akan mengiringinya”

“apa kau sedang menyuruhku untuk bermain gitar?” canda Yoona

“kita bisa bergantian tapi aku lebih senang memainkan piano” Baekhyun tersenyum lebar diikuti Yoona yang juga terkekeh.

Sesuai dengan perkataan Baekhyun, Yoona datang ke café Poirot 5 menit lebih cepat daripada sebelumnya dan ternyata Baekhyun sudah terlebih dahulu berada disana—dan sedang berbincang dengan seorang gadis yang membuat Yoona sedikit tertegun

Masih dalam posisinya Baekhyun sudah lebih dulu menyadari keadaan Yoona dan melambai ke arah Yoona. Memintanya untuk bergabung bersama mereka

“ini yang dikatakan Suho hyung” kata Baekhyun tersenyum

“annyeonghaseo, Kim Taeyeon imnida” wanita itu tersenyum sangat manis

“annyeong, Im Yoona imnida” balas Yoona ramah.

Yoona pov

Aku menata kembali rambutku, sebenarnya aku cukup bingung. Akan aku gerai atau aku ikat

Aku menyukai gadis dengan rambut tergerai

Aku langsung melepaskan ikatan rambutku dan menyisirnya menjadi benar-benar sangat rapi. Sesuai dengan kesukaan Baekhyun. Aku menatap sejenak penampilanku. Perfect. Hehehe, meskipun Baekhyun akan selalu menghancurkannya.

Aku mungkin berangkat terlalu pagi tapi itu tak masalah untukku. Kampus masih belum terlalu ramai dan aku masih bisa menghirup oksigen yang benar-benar bersih sebelum anak-anak datang

“Yoong?”, seketika aku menoleh dan mendapati Baekhyun berjalan mendekat kearahku sembari tersenyum

“kau pagi sekali” tegurnya sembari mengacak rambutku, seperti dugaanku tadi

“ya! Kau ingin aku terlihat jelek sehingga aku tak mendapatkan kekasih?” kesalku

“kau hanya perlu cantik didepanku, hehehe” jawabnya

Aku tak tersenyum dengan jawabannya, kau tahu apa yang aku rasakan? Seakan-akan aku terbang ke langit tujuh ketika dia mengatakannya tapi aku sangat tahu jika dia tak benar-benar mengatakannya. Ayolah, aku sahabatnya dan aku sangat mengenalnya

“bercanda, lagipula aku pikir kau masih belum terlalu melupakan Luhan hyung”

DEG

Ayolah, jangan sebut nama lelaki brengsek itu lagi

“bercanda Yoong, tapi itu terlihat jelas dimatamu”

Kemana perasaanmu, heh?

“menurutku ada sesuatu yang harus dijelaskan diantara kalian berdua”

Kumohon, aku tak ingin membahas masalah dengan lelaki itu

“mungkin kesalahpahaman?”

“kesalahpahaman?” gumamku pelan

“kau masih mencintainya, bukan?”

Apa ketika perasaanku berubah juga merupakan kesalahpahaman?

Aku menggeleng pelan, “aku—ehm—mencintai orang lain” gumamku pelan

“jinja? Nugu? Ya! Kenapa kau tak mengatakannya padaku!” serunya

Aku tersenyum melihat tingkahnya. Dia benar-benar sangat lucu dan aku benar-benar sangat beruntung mendapatkan sahabat sepertinya

“Yoong, siapa lelaki beruntung itu?” tanyanya

Beruntung? Ayolah, apakah disebut keberuntungan jika kau dicintai oleh seorang gadis bernama Im Yoona? Tentu tidak

“em… aku tak bisa memberitahumu”

“astaga!” dia menepuk dahinya

Aku tersenyum menatapnya. Mungkin 2 tahun yang lalu aku benar-benar sangat mencintai seorang lelaki bernama Luhan tapi itu tak berlangsung lama ketika aku mulai menyadari sesuatu yang salah pada perasaanku sendiri

“Yoong?”, aku tersenyum menatapnya dan menggeleng

“Aku akan memberitahumu nanti saat aku siap” jawabku.

Author pov

Sepulang kuliah Baekhyun dan Yoona langsung datang ke café tempat mereka bekerja. Taeyeon sudah berada disana dan melambai kearah Yoona dan Baekhyun. Baekhyun dengan senyuman lebar diwajahnya sedikit berlari mendekat kearah Taeyeon dan terlibat pembicaraan dengan gadis manis itu sedangkan Yoona memilih duduk didepan pianonya sebelum Baekhyun mengambil alih.

“sudah siap?” tanya Siwon

“aku harus berada disana?” tanya Baekhyun terdengar cengo, Yoona hanya mehrong dan menekan tuts-tuts piano didepannya dengan senang

“kau harus” kata Taeyeon

Mereka melakukannya dengan baik, bahkan hari itu ada sebuah perayaan kecil-kecilan yang memang sengaja diperundingkan oleh mereka. Seorang lelaki akan mengungkapkan perasaannya, tentu saja itu membuat Yoona bersemangat.

Yoona membereskan peralatannya dan bersiap pulang tetapi ketika dia mencari Baekhyun, Baekhyun sudah tak berada di café dan beberapa orang di café mengatakan bahwa Baekhyun sudah pulang terlebih dahulu bersama Taeyeon. Sedikit perasaan sesak menyerangnya tapi kemudian dia tersenyum dan berjalan pulang sendirian sebelum hari bertambah malam dan membuatnya tak berani pulang

Sraak…sraakk…sraaakk…

Kakinya menggesek permukaan jalan dan semakin erat dia melingkarkan syal di lehernya. Yoona tahu sebentar lagi musim dingin dan ini kali pertamanya Baekhyun pergi tanpa berpamitan pada Yoona. Ya, memang sebenarnya tak ada keharusan bagi Baekhyun untuk meminta izin pada Yoona tapi—Yoona menunggunya dan poin pentingnya adalah mereka bersahabat, tetapi hanya sahabat dan apa Baekhyun juga berpikiran sama?

Braakk!

Ckkiiittt

“au…” gumam Yoona pelan sembari menatap kearah kakinya yang berdarah tak cukup parah

tsk” decih Yoona pelan, moodnya sedang tak baik dan sekarang kejadian lain menghampirinya

“nona, gwenchana? Kau terluka?”

Yoona belum beniat menjawabnya karena itu hanya sebuah luka kecil dan bukan sebuah sobekan lebar yang perlu jahitan dari seorang dokter

“gwenchana” jawab Yoona pelan dan berusaha berdiri lagi tapi gagal dan dengan beruntungnya seorang yang menabrak Yoona tadi menangkap tubuh Yoona yang hampir oleng

“kau tak baik-baik saja, nona”

Yoona mengangkat wajahnya dan menatap seseorang yang tengah membantunya. Seorang lelaki asing berwajah putih yang baru pertama kali dia temui hari ini. Yoona segera melepaskan cengkraman lelaki tadi

“gwenchana, tuan. Lagipula ini hanyalah luka kecil, dengan obat merah esoknya pasti akan sembuh dan gamsahamnida menolongku tadi” jawab Yoona, “juga menabrakku” sambung Yoona pelan

Lelaki itu terdiam dan membiarkan Yoona yang mencoba melangkah pergi lagi

Sraakk

“aku pikir aku harus membantumu nona, kakimu tak terlihat baik”

“gwenchana” tolak Yoona

“maaf sebelumnya—kau tak sedang—mabuk bukan?” tanya lelaki itu

Yoona tersenyum manis, “aniyo, tapi kau benar-benar tak perlu membantuku aku harus segera pulang”

“bagaimana jika aku mengantarmu? Ehm—mungkin terdengar lancang tapi sebagai tanda maafku?”

Yoona tersenyum kecil, jika kau Baekhyun aku tak akan menolaknya

“tidak terima kasih” dengan otak kerasnya Yoona kembali berjalan meskipun terseok-seok karena sebenarnya kakinya terkilir. Bayangkan saja motor besar seperti itu menabrak seorang wanita kurus seperti Yoona bukanlah hal yang baik untuk didengar.

Yoona melanjutkan jalannya hingga smapai halte dan untung saja bus terakhir datang tepat ketika dia sampai disana.

Baekhyun menunggu Yoona dan sengaja datang sangat awal dari jadwal tapi wanita yang dicarinya tak segera memunculkan wajahnya, ponselnya sejak tadi masih berada ditangannya selalu berusaha dia tekan tapi nada sambung sialan dari operator membuatnya muak dan hampir membuang ponsel yang baru dibelinya 4 bulan yang lalu

“menunggu wanitamu?” goda Kai

Baekhyun memutar matanya malas, “ralat sahabatku”

“sahabat? Kau yakin? Kalian jauh lebih pantas dianggap sepasang kekasih” tukas Kai tertawa kecil

“diamlah, Jongin” Baekhyun terdengar tak tertarik

“jika tidak, kau pasti mau memberikan sahabatmu itu padaku kan?”

“sampai mati aku tak akan memberikan satu-satunya permataku padamu” jawab Baekhyun mulai jengkel

“dia tak akan datang hari ini” Kai atau Jongin itu menyenderkan tubuhnya ke tembok bangunan kampus mereka, Baekhyun tak sedikitpun memutar tubuhnya untuk menatap Kai

“yah… aku melihatnya tadi malam dia bersama seorang lelaki—ehm—dari universitas lain”

Baekhyun melirik kearah Kai, “jangan bercanda” tukasnya

“bercanda? Siapa sangka jika seorang tengah menunggu sahabatnya tetapi sahabatnya pergi terlebih dahulu bersama orang lain?”

Jleb!

Baekhyun tak memungkiri kenyataan itu, karena itu memang benar-benar terjadi. Baekhyun dengan bodohnya melupakan Yoona dan hanya mengajak Taeyeon untuk pulang bersama. Padahal perasaannya mengatakan ada sesuatu yang kurang ketika dia duduk berdua bersama Taeyeon

Jongin tertawa menatap Baekhyun yang terdiam, “aku tak sengaja melihatnya tadi malam, dia tak bisa berjalan—bukan total—tapi bisa kau katakan dia hampir kecelakaan tadi malam”

“maksudmu?”, perkataan Kai membuat Baekhyun sedikit tersentak

“kau tak tahu? Miris sekali” ejek Kai, “Ah—apa dia tak memberitahumu? Apa itu benar-benar disebut sebagai sahabat ketika sahabatnya sendiri bahkan tak tahu jika sahabatnya baru saja terkena musibah? Ah… aku lupa, kau sibuk dengan gadis lain”

BUG!

Dengan satu pukulan itu memapu membuat Kai langsung tersungkur dengan ujung bibir berdarah. Dia langsung berlari pergi, absen dari jadwal kuliahnya dan menemui Yoona. Meskipun Kai adalah lelaki yang dibencinya tapi dia tahu bahwa lelaki itu tak akan pernah berbohong dengan kata-katanya.

Tak butuh waktu lama Baekhyun sampai ketempat Yoona dengan mobil yang disetirnya dengan kecepatan gila meskipun ini pagi yang padat karena orang-orang akan sibuk berangkat bekerja. Sesampainya dirumah Yoona, ibu Yoona menatap Baekhyun tersenyum dan membiarkan Baekhyun memasuki kamar Yoona seperti biasanya

Cklek

“aku tak ingin berangkat eomma” Yoona menutup wajahnya dengan selimut kamarnya

“Yoona” panggil Baekhyun

Yoona yang mengetahui suara berat itu langsung membuka selimutnya kaget

“apa—yang kau lakukan disini?” Yoona menatap Baekhyun tak percaya

tsk, kau baik-baik saja?”, Yoona mengangguk polos

“aku dengan dari Kai kau baru saja—”

“ah…ne, hanya terkilir dan besok aku sudah bisa beraktivitas lagi” potong Yoona sebelum Baekhyun melanjutkan

“kenapa kau tak mengatakan padaku? Dan kau sengaja tak mengangkat telpon dariku?”

Yoona nyengir, “sebenarnya aku tak tahu dimana ponselku berada sejak tadi”

“pabo” gumam Baekhyun pelan

Yoona tersenyum dan meminta Baekhyun duduk disamping ranjangnya. Yoona kembali tersenyum seakan-akan bayangan buruknya serta perasaan buruknya hilang begitu saja dalam benaknya. Yoona tak berniat bertanya tentang Taeyeon atau tentang hal lain, yang dia lakukan saat ini hanyalah mendengarkan dan menjawab semua pertanyaan Baekhyun karena sebenarnya perasaannya menjadi sangat tenang ketika lelaki itu tertawa didepannya. Juga secara tak sengaja dia sangat berterima kasih pada Jongin yang melihat kejadian malam itu saat Yoona ditabrak oleh sebuah motor karena Yoona tak begitu memperhatikan jalan yang sedang dia lewati.

—-

Berulang kali Yoona melirik kearah arloji yang menggelung indah di pergelangan tangannya. dia lupa jika hari ini dia ada jadwal pekerjaan di café dan dengan bodohnya tadi dia tidur-tiduran sembari mendengarkan beberapa lagu dari CNBlue yang membuatnya hampir tertidur pulas jika saja ponselnya tak berdering karena Baekhyun menelponnya

Ketika langkah lebarnya terus berjalan cepat dia tak sadar jika didepannya ada seorang lelaki tengah berdiri

“mianhamnida tuan, aku tak sengaja” Yoona membungkuk berulang kali

“kau—gadis yang waktu itu?”

Seketika Yoona mendongak, ah lelaki ini

“senang bertemu denganmu” Yoona membungkukkan badannya sedikit

“aku pikir kau melupakanku” kata lelaki itu

“aku tak akan melupakan seseorang yang menabrakku” jawab Yoona tersenyum kecil, “ah… maaf tuan, aku harus segera pergi” pamit Yoona

“chakkaman”

Langkah Yoona langsung terhenti, dia terpaksa memutar tubuhnya dan menatap lelaki yang berdiri tak jauh darinya

“siapa namamu?”, Yoona menaikkan alisnya bingung

“aku—Kris” lanjut lelaki itu

Yoona tertawa kecil mendengarnya, “apakah sebuah nama itu penting? Senang bertemu denganmu Kris-ssi” Yoona tersenyum dan melenggang pergi

“eh—”

Kris mengurungkan niatnya untuk memanggil nama gadis itu. Menarik, batinnya tersenyum kecil

Apakah sebuah nama itu penting? Apa dia sedang memberi tantangan padaku?.

Di dalam café Baekhyun sudah memainkan pianonya dengan sangat indah, dia juga sempat tampil tunggal untuk menciptakan suasana romantic didalam café itu. Yoona yang baru saja datang hanya tersenyum menatap Baekhyun yang terlihat lebih tampan jika didepan piano

“Yoong” tangan Baekhyun melambai dan membuyarkan lamunan Yoona yang memuat Yoona mendekat kearah mereka

“sepertinya kau harus berada disana” Baekhyun menunjuk kearah gitar

“tak masalah” jawab Yoona enteng dan mulai menyesuaikan nada lagu yang sedang dinyanyikan oleh Taeyeon.

Setelah penampilan mereka selesai, mereka selalu menyempatkan untuk makan bersama di café itu tentu saja bersama sang pemilik café yang sedang berada disana. Pukul 8 malam Yoona bersiap pulang, meskipun teman-temannya yang lain masih berada disana dan berniat akan menghabiskan malam mereka disana

“Yoong, ingin aku antar?” tawar Baekhyun

Yoona menatap Baekhyun sejenak dan arah matanya beralih pada Taeyeon yang tampak terdiam dengan garpu dan sendok ditangannya yang juga ikut berhenti seakan-akan menunggu jawaban Yoona dari pertanyaan Baekhyun

“ehm—tak perlu—seseorang sudah menungguku” tolak Yoona tersenyum, seiring dengan jawaban Yoona tangan Taeyeon yang tadinya terdiam mulai bergerak kembali seperti semula

“aku pulang dulu, oke? Sampai jumpa. Ah… Taeyeon, jangan pulang terlalu malam” imbuh Yoona

“kau justru pulang terlalu sore, Yoong” jawab Taeyeon tersenyum

Yoona segera melangkahkan kakinya tak berniat lagi ekor matanya melirik kearah Baekhyun yang masih menatapnya juga menatap lelaki didepan etalase café itu. Ketika Yoona keluar dari café, Kris langsung menghampirinya

“jadi nona misterius, siapa namamu?”

“ah… apa kau sedang mengambil kesempatan?” tawa Yoona

Beruntung sekali dia ada disini, batin Yoona

Kris ikut tertawa, “aniyo, aku hanya ingin tahu nama seseorang yang tak bisa melupakan lelaki yang tak sengaja menabraknya tempo hari”

Yoona tersenyum kecil, “Im Yoona, senang berkenalan denganmu” sambung Yoona.

“Baekhyun, gwenchana?” tanya Taeyeon yang memperhatikan Baekhyun diam sejak tadi, “kau—sedang memikirkan Yoona?”

Baekhyun mengangkat wajahnya dan mengangguk pelan

“kau—menyukainya?” tanya Taeyeon pelan

Baekhyun menggeleng, “aku hanya penasaran apa itu lelaki yang dibicarakan oleh Yoona tau tidak” jawab Baekhyun

“memangnya kenapa?”

“dia mengatakan padaku bahwa dia sedang menyukai seseorang dan dia belum memberitahuku siapa orang yang dimaksudnya” terang Baekhyun, “Tapi jika memang lelaki tadi aku harus mencari tahu tentang lelaki itu” tekad Baekhyun

“kenapa kau bertingkah seperti kekasihnya?” tanya Taeyeon menaikkan alisnya

“aku sudah menganggapnya sebagai saudara kembarku sendiri” jawab Baekhyun singkat, “selesaikan makananmu dan aku akan segera mengantarkanmu pulang”

“baiklah” ucap Taeyeon, Baekhyun hanya membalasnya dengan anggukan.

Tiga bulan kemudian…

Siang itu Baekhyun sedang menghabiskan waktunya bersama Yoona di kedai es krim tempat mereka biasanya berkumpul. Dengan meja yang sama, dengan pesanan rasa es krim yang sama, serta roti kering sebagai pelengkap tak lupa air mineral. Tak ada yang mengganggu mereka berdua, dna menreka berdua sangat menikmati moment ini

“Yoong, bisakah aku mengatakan sesuatu?” tanya Baekhyun

“katakan saja” jawab Yoona tetap menyendok es krim dalam cup besarnya tanpa henti

“aku—Taeyeon adalah kekasihku”

Glek,

Tangan Yoona sempat terhenti tapi kemudian kembali menyendok es krimnya tanpa henti. Baekhyun yang mengamatinya merasa sangat khawatir karena Yoona tak merespon

“Yo—”

“baguslah, kalian terlihat serasi” potong Yoona

“lalu bagaimana denganmu?” tanya Baekhyun

“uhuukk!!”

Baekhyun langsung menyerahkan air mineralnya pada Yoona

Yoona meneguknya cepat dan segera memandang Baekhyun gugup, “memang ada apa denganku?”

Yoona benar-benar takut setengah mati, dia takut jika Baekhyun mengetahui perasaannya

“kau dengan lelaki yang kau temui didepan etalase café waktu itu”

Pandangan Yoona yang semula menegang langsung melemas karena ternyata Baekyun membahas tentang orang lain yang bahkan Yoona tak mengenalnya sekalipun

Yoona mengangguk-angguk, “kami tak ada apa-apa dan setelah malam itu aku sudah tak pernah bertemu lagi dengannya” jelas Yoona

“m—mwo? Bukankah—dia kekasihmu?”

“kekasih?” tawa Yoona keras, “aniyo, dia lelaki yang menabrakku waktu itu, dia menemuiku karena ingin meminta maaf, itu saja”

Baekhyun mengangguk ragu, dia ikut menikmati es krim pesanannya karena dia merasa bahwa Yoona tak sedang ingin membicarakan hal yang sedang dibahasnya tadi. Ayolah, Baekhyun sangat tahu tentang Yoona. Bahkan mungkin terlalu mengenalnya

Baekhyun pov

Setelah dari kedai es krim aku langsung mengatarnya pulang. Aku merasa sangat merindukan ini karena aku memang jarang lagi pulang bersama Yoona. Jika pulang dari café pun, aku akan pulang bersama Taeyeon karena dia kekasihku. Bukan bermaksud aku mencampakkan Yoona atau semacamnya. Pernah aku mengantar mereka berdua, suasa bukan menjadi hangat justru sangat canggung. Aku hanya banyak berbicara dengan Yoona sedangkan Taeyeon tampak tak tertarik dan tetap sibuk memainkan ponselnya sendiri

“pergilah” kata Yoona tersenyum

Aku mengangkat sebelah alisku tak mengerti

“aku tahu kau ada janji dengan Taeyeon kan?” tebaknya dan itu memang benar

“aku bisa datang telat dan dia mengizinkannya”

“Ayolah, meskipun dia mengizinkan dia pasti akan merasa kesal karena kau lebih berlama-lama bersamaku” Yoona melipat kedua tangannya tersenyum

“mianhe” ungkapku pelan

“untuk?”

“aku tak memberitahumu tentang hubunganku” jawabku

Dia mengangguk-angguk dan tetap tersenyum, “gwenchana, em… sejak kapan kau berhubungan dengannya?”

“sekitar…mungkin… 2 bulan yang lalu” jawabku

“wow! Itu cukup lama”

Aku tersenyum kecil menatap wajah kagetnya. Aku benar-benar merasa bersalah padanya karena aku tak memberitahunya tentang hubunganku dengan Taeyeon. Taeyeon adalah seorang gadis yang menurutku sangat baik, dia juga anggun, dan dia membuatku sangat nyaman berada didekatnya. Itu yang membuatku berpikiran bahwa aku mencintai gadis itu

“ya! Kau melamun!”

Aku tersenyum kecil, “aku pergi dulu. Annyeong” pamitku.

Tepat seperti yang dikatakan Yoona meskipun Taeyeon tidak memperlihatkan wajah kesalnya tapi aku tahu dari pancaran matanya yang terlihat sangat jengkel. Bukti lain dia hanya menanggapi pertanyaanku dengan senyuman

“kau—marah?” tanyaku pelan

Dia menggeleng dan tersenyum lagi padaku

“jujur?”, dia mengangguk

“kau hanya pergi dengan sahabatmu jadi untuk apa aku marah”

“baiklah, apa yang ingin kau lakukan hari ini?” tanyaku

“em—bagaimana jika ice skating?”

“setuju”.

Author pov

Kris sedang bersiap dengan kemja hitam yang sudah menempel rapi ditubuhnya. Meskipun usianya baru 24 tahun, bahkan dia baru saja lulus dari kuliahnya tapi Kris sudah bisa menggantikan posisi milik appanya diperusahaan

“kau akan bertemu seorang investor baru nanti” kata ayah Kris membolak-balik koran yang sedang dibacanya

“kenapa appa tak melakukannya sendiri?” tanya Kris

“aku ingin kau mendapatkan ilmu dari sini, aku beri tahu satu hal dia orang yang sangat keras kepala” jawab ayah Kris tersenyum

Kris hanya mengangkat bahunya dan berjalan pergi.

—-

Yoona menghabiskan waktunya dirumah seharian. Tangannya tergerak terus-menerus menggeser layar ponselnya. Banyak foto-fotonya bersama Baekhyun disana. Yoona hanya terus tersenyum kecil mengingatnya

Saranghae

Dia merasa seperti orang yang benar-benar sangat bodoh dan dia merutuki dirinya sendiri. Tak seharusnya dia mencintai sahabatnya sendiri. Sahabat tetaplah sahabat dan selamanya akan tetap menjadi seorang sahabat

Tapi itu bukan aku

Sekali lagi hatinya menolak sebuah realita yang tengah dihadapinya saat ini. Sebuah realita yang bahkan terus dipendamnya dan justru realita lain datang memberikan setitik racun dalam perasaannya yang masih terkubur sangat dalam

Maaf Baekhyun

Kembali, Yoona tersenyum dengan wajah bodohnya. Laki-laki itu berhasil menarik perhatiannya, meskipun bisa dikatakan sangat lama tapi Yoona tak bisa memungkiri bahwa perasaannya telah berubah pada sahabatnya sendiri.

One years later…

Yoona berlari di koridor rumah sakit tengah malam itu, dengan wajah khawatir dan hampir menangis. Dia hanya perlu menemukan sosok lelakinya

“Baekhyun” panggil Yoona pelan

Wajah Baekhyun hancur, berantakan, semua ada padanya. Dia terlihat tak sangat baik, wajahnya terlihat sangat bergetar dengan air mata ingin menuruni pipinya tapi dia tak bisa mengeluarkannya. Yoona hanya terus mengelus pundak lelaki itu

“aku—tak tahu jika dia seperti ini”

Pecah sudah tangisan Baekhyun. Dia benar-benar tak bisa menahan tangisannya didepan Yoona. Yoona bukanlah tameng untuknya agar air mata dipelupuknya tak turun, justru Yoona lah yang membuatnya merasakan suatu perasaan lega karena kepercayaan Baekhyun hanyalah Yoona

Yoona langsung memeluk Baekhyun, “gwenchana, dia wanita yang kuat”

Sepotong kalimat semangat itu tak membuahkan hasil, Baekhyun tetap terlihat murung dan juga keluarga Taeyeon tampak bingung.

Taeyeon atau Kim Taeyeon, seorang wanita bersuara sangat merdu. Dia adalah kekasih bari Byun Baekhyun sang pianis. Taeyeon memang terlihat kuat tetapi dia mengidap penyakit leukemia yang semakin hari semakin memperparah kondisi tubuhnya. Taeyeon tak pernah memberitahu Baekhyun tentang penyakitnya hingga satu tahun setelah hubungan mereka penyakit Taeyeon yang dikatakan sembuh kembali kambuh dan jauh lebih parah dari sebelumya

“tuan, anda harus lebih sering memperhatikan nona Kim” pesan dokter itu sebelum pergi

“Baekhyun, pulanglah, kau harus istirahat. Jika Taeyeon bangun, kau adalah orang pertama yang akan kami hubungi” bujuk ny. Kim

Baekhyun mengangguk dan mengikuti ajakan tangan Yoona. Yoona masih menangis sembari menggenggam erat tangan Baekhyun. Baekhyun terlihat sangat kosong dan itu membuat Yoona semakin khawatir

“Baekhyun, aku akan mengantarkanmu pulang” kata Yoona.

Yoona hanya terdiam ketika Baekhyun berjalan memasuki rumahnya tanpa berkata apapun padanya. Tak ada senyuman ataupun ucapan selamat malam yang biasanya dia ucapkan

Sekali lagi, Yoona hanya bisa menahan nafasnya dalam agar air mata yang sudah berada didalam matanya tak turun.

—-

“annyeong, Yoong!!” sapa Kai langsung merangkul pundak Yoona

Yoona hanya membalas dengan sedikit senyuman. Setidaknya, dia sudah sering diperlakukan Kai seperti ini jadi itu tak membuatnya risih, meski kali pertamanya Yoona sering kesal dengan kelakuan Kai yang suka memeluk wanita yang bahkan bukan kekasihnya. Tetapi terkadang jika Baekhyun mengetahuinya, Yoona akan dimarahi habis-habisan

“kau sendirian?”, Yoona mengangguk

“kemana bodyguardmu itu?” tanya Kai

Yoona tersenyum kecil, “Baekhyun tak akan senang kau mengatakan hal seperti itu tentangnya”

“tapi itu memang kenyataan, jika kau tanyakan pada teman-teman yang lain, pendapat mereka pasti juga sama. Kalian lebih cocok menjadi sepasang kekasih daripada hanya sebatas sahabat”

PLAK!

“YA!” teriak Kai tak terima

“aku sudah memperingatimu berulang kali, Jongin” kata Baekhyun tajam

Sorot mata Baekhyun langsung menatap kearah Yoona yang terdiam. Tangan Baekhyun terulur dan menarik Yoona pergi. Yoona tak mengatakan apapun, dia hanya merasa senang, Baekhyun masih peduli terhadapnya

“kenapa kau tak pernah mendengarkanku?” tanya Baekhyun

Yoona tersenyum kecil, “bagaimana keadaan Taeyeon?”

“Kim ajhumma menelponku dan mengatakan jika keadaan Taeyeon sudah berangsur membaik” Baekhyun tampak tersenyum

“syukurlah”

“kau ingin ikut denganku menjenguk Taeyeon nanti?” tawar Baekhyun sebelum mereka masuk kekelas mereka, tanpa mempertimbangkan ulang Yoona langsung mengangguk setuju.

Baekhyun dan Yoona tampak asyik bercanda didalam bus sejak mereka keluar dari universitas mereka. Yoona meminta Baekhyun untuk membawa bunga yang cantik untuk Taeyeon. Mungkin saja dengan kedatangan Baekhyun membawa bunga itu akan membuat Taeyeon sadar dari komanya

“bagaimana?” tanya Baekhyun

“aigoo, kau itu selalu tampan tahu. Kajja, kita masuk” tarik Yoona.

Cklek

“annye—ong” suara Yoona memelan sedangkan Baekhyun belum sempat menyelesaikan ucapannya

Kedua orang tua Taeyeon menangis, dengan garis hijau lurus yang menandakan tak ada lagi detak jantung pada pasien yang tengah terbaring dengan wajah pucat seperti mayat. Yoona terus berusaha menampik semua pikiran buruknya ketika melihat kedua orang tua Taeyeon yang terus menangis

Heechul, oppa Taeyeon mendekat kearah Baekhyun dan memeluk Baekhyun dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya. Baekhyun tetap membisu tanpa bereaksi apapun

“Taeyeon—dia—pergi” ucap Heechul pelan yang terdengar jelas ditelinga Yoona

Pecah sudah tangisan Yoona. Baekhyun belum merespon meskipun Heechul sudah melepaskan pelukannya pada Baekhyun

“Taey—eon—Taeng” lirih Baekhyun mendekati tubuh Taeyeon yang terbujur dengan mata tertutup

“ini—mimpi kan? Mimpi? Yoona! Ini mimpi kan? Dia bukan Taeyeon kan? Dia hanya boneka kan? Ajhumma, ajhussi, kemana Taeyeon? Hyung kemana Taeyeon? Jangan bercanda hyung, aku kemari bersama Yoona karena aku baru saja memberitahunya bahwa keadaan Taeyeon sudah membaik. Taeyeo! Ireona!!” teriak Baekhyun

“ajhumma, kalian sedang menyiapkan apa untukku? Tanggal berapa sekarang? Yoona, tanggal berapa sekarang?. Ajhumma cepat bawa Taeyeon kemari!” ucap Baekhyun yang membuat Kim ajhumma semakin menangis

“Yoona! Kemari! Dia hanya boneka kan? Hyung, dia hanya boneka kan? Kemana Taeyeon bersembunyi. Jebal, jangan permainkan aku!”

“Baekhyun!” bentak Yoona, dia sudah tak bisa melihat kegilaan Baekhyun yang terus berusaha bertanya pada keluarga Kim yang sedang menangis

“wae, Yoong? Kenapa mereka harus menyembunyikan Taeyeon, apa karena aku bersikap tak baik pada Taeyeon?”

“Baekhyun…” lirih Yoona

Yoona langsung menarik tangan Baekhyun dan memeluknya sangat erat. Yoona terus berusaha berbisik pada Baekhyun, meyakinkan sahabatnya bahwa kekasihnya telah pergi. Yoona hanya ingin itu—hanya menginginkan hal itu, tak berangsur lama ketika dia mulai merasakan pundaknya basah. Semakin ia memeluk Baekhyun erat

“Baekhyun, maafkan aku” lirih Yoona

“katakan jika ini bohong Yoong” ucap Baekhyun terisak

Yoona hanya menggeleng, dia tak bisa mengucapkan apa-apa kecuali hanya memeluk Baekhyun yang sedang menangis dipundaknya.

Funeral days…

Baekhyun rapi dengan jasnya, disampingnya Yoona mengapit lengan tangan lelaki itu yang tampak kosong—pandangan matanya tampak kosong sejak kemarin setelah kematian Taeyeon. Yoona mencoba bertanya tetapi Baekhyun hanya membisu

Sampai acara pemakaman berakhir Baekhyun dan Yoona masih berdiri didepan batu nisan bertuliskan nama Taeyeon

“Ba—”

Baekhyun langsung berjalan pergi tanpa mengatakan sepatah katapun. Yoona langsung berlari mensejajari langkah sahabatnya itu

“kau mau kemana?” tanya Yoona

“menemui Taeyeon” jawab Baekhyun tersenyum.

—-

Other side…

“kenapa tak datang dengan teman-temanmu saja?” bisik Kris pelan, “aku ada pekerjaan setelah ini” lanjutnya

Adiknya hanya tersenyum, “aku ingin memberitahumu bahwa wanita yang meninggal ini adalah gadis yang ingin aku kenalkan padamu”

Kris langsung mengela nafas kecil dan kembali khidmat dalam doa, dia tak mungkin merusak acara seperti ini kan?

Ketika mereka akan beranjak dari tempatnya, langkah Kris langsung terhenti. Dia tampak lamat-lamat menatap seorang wanita yang berdiri tak jauh darinya

“hyung, kau baik-baik saja?” tanya adiknya yang mengikuti pandangan mata kakaknya yang tampak menyipit menatap seseorang

“Sehun, diamana kau berkuliah?” tanya Kris

“Yonsei university? Sudah berapa lama kau tinggal bersamaku?” jawab adiknya, Sehun, geleng-geleng tak percaya pada hyungnya sendiri

“bukankah dia—dari Dongguk?” gumam Kris

“mwo? kau mengira aku berkuliah di Dongguk?”

“lihatlah wanita yang sedang menggenggam tangan lelaki disana” kata Kris memberi interupsi pada Sehun yang terlihat sebal karena kakakna sendiri tak tahu dimana dia melanjutkan pendidikannya

Sehun mengikuti hal yang dikatakan oleh hyungnya. Matanya menatap pada seorang gadis yang tak dikenalnya dengan dress hitam dan juga dengan mata yang basah karena air mata. Wanita itu bersama seorang lelaki yang juga tak dikenalnya. Tangan wanita itu melingkar di lengan tangan lelaki itu

“dia temanmu?”, Sehun menggeleng

“kau pernah bertemu dengannya?”, Sehun kembali menggeleng

“sekalipun tak pernah?”

“tidak, aku tak pernah bertemu dengan wanita itu sebelumnya. Jadi, kenapa hyung menanyakannya?” Sehun benci basa-basi

“dia cantik kan?” tanya Kris

hah?!

Sehun hampir tersentak dengan perkataan kakaknya sendiri

“emm… well, semua wan—”

“aku tak ingin jawaban seperi itu. Tolong perhatikan baik-baik” potong Kris terdengar jengkel

“ya—cantik” jawab Sehun mengangguk-angguk

“kau ingin berkenalan dengannya?” tawar Kris yang membuat Sehun memandang aneh kearah Kris yang menatap wanita itu dengan serius. Pasalnya hyungnya ini tak pernah mengenal seorang wanita kecuali Jessica yang menyandang status sebagai kekasihnya

“jangan bercanda, memang kau mengenal gadis itu?” remeh Sehun tertawa kecil

“tetapi untuk dia berbeda, aku selalu mengenal wanita cantik” jawab Kris tersenyum bangga, “ah… dia anak seorang investor di perusahaan kita, tuan Im Jun Seok” imbuhnya tersenyum

Sehun kembali menatap kearah Yoona yang berdiri diam. Setitik senyum kecil berada diujung bibirnya yang kemudian tersapu habis oleh tepukan pelan di bahunya yang menginterupsikan agar dia harus segera pulang.

—-

oke, chingu semua… ini sequel yang kalian pengen dan buat yang pengen tahu Baekhyun nikahnya sama siapa bayangin aja Baekhyun nikahnya sama author (eehh -_-). nggak2, bayangin aja Baekhyun nikahnya sama kalian atau kalau nggak bayangin aja nikahnya sama cewek lain yang kalian shipperin😀. hueheheheheee

ANNYEONGG!!!

21 thoughts on “BACK

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s