Dating 12 Boys : The Beginning

dating 12 boys

Dating 12 Boys : The Beginning

by cloverqua | main casts Im Yoona – member EXO (OT12)

genre Comedy – Romance | rating PG 15 | length Ficlet (Series)

disclaimer This fanfiction is purely my own. Cast belong’s God. I just borrowed the names of characters and places. Don’t plagiat this FF! Please keep RCL!

Happy reading | Hope you like it

2015©cloverqua

Yoona menekan bel pintu dorm yang ditempati member EXO—juniornya yang berada dalam agensi yang sama. Ia tengah berkunjung sambil membawakan beberapa makanan untuk mereka. Ia kerap menyempatkan waktu luang untuk mengunjungi dorm EXO. Seperti yang tengah dilakukannya di akhir pekan ini, tepatnya hari Minggu.

Tepat jam 8 pagi, Yoona sudah sampai di dorm EXO dengan menaiki mobil pribadinya. Sebuah rantang makanan berada dalam genggaman tangannya. Ia masih menunggu di depan pintu dorm lantaran tidak segera dibuka oleh penghuninya.

“Apa saja yang sedang mereka lakukan?” gumam Yoona sambil memandangi sekeliling.

KLEK!

Suara decitan terdengar saat pintu sedikit terbuka hingga menampilkan sosok lelaki yang segera tersenyum dengan lesung pipit di wajahnya.

“Yoona-noona?

“Lama sekali, Lay. Kakiku sampai pegal karena berdiri lama di depan pintu,” keluh Yoona sambil menghela nafas, “Apa saja yang sedang kalian lakukan?”

Lay meringis dan hanya tersenyum untuk kedua kalinya. Ia menggaruk kepala yang sebenarnya tidak terasa gatal.

“Maaf sudah membuat noona menunggu,” Lay sedikit membungkuk untuk meminta maaf pada Yoona. Matanya lalu beralih pada rantang yang dibawa gadis itu. Lay secara refleks segera meraih rantang dari tangan Yoona.

“Silakan masuk, noona,” ucap Lay dengan lembut mempersilakan Yoona memasuki dorm. Ia membiarkan Yoona berjalan lebih dulu, sementara ia mengikutinya dari belakang gadis itu.

Tiba-tiba langkah Yoona terhenti ketika mereka memasuki ruang tengah. Lay sedikit bingung karena Yoona hanya terdiam dan tidak mengatakan apapun. Ia sedikit memiringkan kepalanya untuk melihat sesuatu yang menghentikan langkah Yoona.

Mata Lay membulat sempurna ketika melihat member lainnya tengah terpaku di tempat masing-masing, dengan tatapan mereka yang tertuju pada Yoona. Lay menyadari kebodohannya karena menyuruh Yoona masuk ke dalam dorm begitu saja.

Ternyata kedatangan Yoona bertepatan dengan aktivitas beberapa member EXO yang baru saja selesai atau masih menunggu giliran mandi. Chanyeol berdiri tepat di depan Yoona dan hanya mengenakan handuk, sementara bidang dadanya terlihat dengan jelas. Kai hanya mengenakan celana dan kaos singlet. Rambutnya masih berantakan usai keramas. Baekhyun, Sehun, dan Tao masih berdiri di depan kamar mandi dengan hanya mengenakan boxer dan kaos singlet. Member lainnya seperti Kyungsoo dan Chen sedang sibuk memasak di dapur. Sementara Xiumin, Luhan, Kris, dan Suho tengah asyik menonton TV di ruang tengah.

Satu.

Dua.

Tiga.

Untuk sekian detik sama sekali tidak ada reaksi sampai akhirnya Yoona memutar tubuh dan menghadap ke arah Lay. Gadis itu menutupi wajahnya yang memerah. Ia merasa malu dengan apa yang baru saja dilihatnya.

“OMO!” Lay berteriak kaget sambil menutup mulutnya karena kelima member yang masih berkutat dengan urusan mandi hanya berdiri mematung dengan ekspresi datar mereka.

“HIYAA, NOONA!” Chanyeol berteriak keras lalu berlari masuk ke kamarnya. Handuk yang dikenakannya hampir saja melorot. Sementara Kai sudah melesat ke kamarnya untuk mengambil kaos.

Reaksi yang tidak jauh berbeda juga diperlihatkan Baekhyun, Sehun, dan Tao. Ketiga lelaki itu segera berebut dua kamar mandi yang sudah kosong. Baekhyun berhasil mendapatkan satu kamar mandi, sementara Sehun dan Tao masih berebut kamar mandi lainnya.

Hyung, aku dulu!” seru Sehun sambil menyikut lengan Tao.

“Tidak bisa. Aku dulu!” Tao membalas perlakuan Sehun dengan hal serupa.

Duel yang dilakukan Sehun dan Tao mengundang perhatian dari member lainnya. Mereka hanya melongo menyaksikan pemandangan tersebut, terlebih saat Tao memaksa masuk dan akhirnya dua lelaki itu justru berbagi kamar mandi.

Noona, kau bisa kembali melihat ke arah semula,” Lay tidak bisa berhenti tertawa dengan tingkah yang dilakukan rekannya.

“Benarkah?” Yoona ragu untuk menghadap ke arah semula. Namun setelah melihat anggukan Lay, gadis itu bisa sedikit bernafas lega.

“Kenapa kau tidak memberitahuku jika yang lain sedang mandi?” Yoona menumpahkan kekesalannya pada Lay yang sedari tadi tidak berhenti tersenyum.

“Maaf. Aku benar-benar lupa jika mereka sedang sibuk dengan urusan mandi,” jawab Lay terkekeh.

“Pagi-pagi sekali kau sudah datang,” Luhan menghampiri Yoona dan Lay yang masih berdiri di dekat lorong pintu masuk. Yoona menyapa Luhan sebelum beralih pada Xiumin dan Suho yang berjalan mendekati mereka. Sementara Kris masih bertahan di atas sofa dan hanya melambaikan tangannya pada Yoona.

Ne, karena hari ini ada waktu luang, aku datang saja ke sini,” jawab Yoona, “Kalian tidak ada jadwal kegiatan?”

“Tidak, kebetulan kami sedang menikmati hari libur hingga besok,” kali ini giliran Suho yang menjawab pertanyaan Yoona. Lelaki itu memberi isyarat pada Lay untuk menyusul Chen dan Kyungsoo yang berada di dapur.

“Benarkah? Itu berita bagus,” Yoona tersenyum lebar hingga memamerkan deretan giginya yang rapi, “Hari ini aku akan menghabiskan waktu seharian bersama kalian.”

“APA?”

Semua orang berteriak kaget mendengar ucapan Yoona. Hampir semuanya menunjukkan ekspresi wajah yang sama. Raut wajah bingung yang segera berganti dengan raut wajah senang. Siapa yang bisa menolak untuk menghabiskan waktu bersama senior mereka, terlebih gadis yang dijuluki Queen of Visual seperti Yoona.

//

Suasana ruang makan di dorm EXO mendadak berubah 180 derajat. Jika sebelumnya selalu diwarnai keributan saat jam makan, kini suasana ruang makan terlihat tenang. Faktor utamanya karena kehadiran Yoona yang ikut bergabung sarapan bersama dengan mereka. Semua member EXO memandangi Yoona yang duduk di deretan paling ujung.

“Ada apa?” Yoona menautkan kedua alisnya ketika menyadari semua mata tertuju padanya. Gadis itu terlihat kaget karena tak sedikit beberapa orang yang tengah menatapnya dengan senyum sumringah.

“Tidak apa-apa. Seperti biasa, noona selalu terlihat cantik,” ucap Baekhyun tidak tahu malu yang membuatnya langsung mendapat tatapan tajam dari semua orang.

Yoona terkekeh geli melihat reaksi juniornya tersebut, “Bisakah kalian bersikap seperti biasa? Jangan terlalu kaku seperti ini. Aku merasa tidak nyaman.”

Semua orang mengangguk kompak mendengar permintaan Yoona. Dalam sekejap, suasana di ruang makan kembali ricuh seperti biasanya. Chanyeol dan Baekhyun berebut sup daging yang dimasak Kyungsoo. Chen yang sedari tadi hanya diam, akhirnya ikut bergabung supaya tidak kehabisan sup daging. Sementara Sehun, Kai, dan Tao saling beradu kecepatan dalam menghabiskan nasi.

Yoona berusaha mati-matian menahan tawa yang nyaris meledak. Ia mengalihkan pandangannya pada Luhan dan Xiumin yang terlihat tenang. Keduanya tampak berbagi lauk dan saling mengobrol satu sama lain. Sementara Lay dan Kyungsoo memilih fokus dengan kegiatan sarapan, tidak terlalu banyak bicara. Suho berulang kali menghela nafas karena malu dengan tingkah keenam rekannya yang terbilang kekanakkan. Sedangkan Kris, seperti biasa selalu terlihat cool dan sangat menikmati sarapannya dengan gaya berkelas. Lelaki itu sesekali melirik Yoona sambil menyunggingkan bibirnya.

Noona, apa kau pernah berkencan selama menjalani kehidupan sebagai idola?”

Sebuah suara menginterupsi kegiatan sarapan mereka. Semua mata langsung tertuju pada si empunya suara yang meringis dengan senyum lebarnya.

Pabo! Apa yang baru saja kau tanyakan, Byun Baekhyun?” Chanyeol menyikut lengan Baekhyun. Ia gemas dengan mulut ember Baekhyun yang selalu asal saat berbicara.

“Kenapa?” Baekhyun bersikap seperti anak kecil yang memasang wajah innocent-nya.

“Memangnya kenapa? Kau ingin mengajakku berkencan?” goda Yoona lalu kembali menyuapkan nasi ke mulutnya.

“Jika noona tidak keberatan, tentu aku mau,” jawab Baekhyun terkekeh.

SING!

Suasana mendadak hening setelah obrolan yang dilakukan Baekhyun dan Yoona. Semua member tiba-tiba berteriak menyerukan hal serupa dengan Baekhyun. Mereka juga ingin berkencan dengan Yoona.

“Lebih baik noona berkencan denganku, daripada dengan Baekhyun-hyung,” timpal Sehun sambil mengangkat tangannya.

“Tidak! Lebih baik denganku saja!” Luhan menyanggah ucapan Sehun sambil menjulurkan lidah pada dongsaeng-nya tersebut.

“Denganku saja, noona,” Tao dan Kai berteriak kompak namun keduanya langsung melempar tatapan tajam satu sama lain.

Situasi mulai tidak terkendali ketika semua orang menyerukan diri untuk berkencan dengan Yoona. Gadis itu hanya menatap semua orang dengan ekspresi kosong. Nafsu makannya langsung terganggu hingga ia sulit untuk menelan makanannya. Ia tidak tahu jika candaan yang dilontarkan untuk Baekhyun akan memancing keributan di antara member EXO.

“Begini saja—” Yoona menyela keributan yang semakin menjadi, “Bagaimana jika kalian semua berkencan denganku?”

“APA?!”

“Tapi dengan satu syarat. Kalian harus melakukan undian untuk menentukan nomor urutan yang akan berkencan denganku,” lanjut Yoona sebelum menimbulkan kesalahpahaman, “Bagaimana? Kalian mau mencobanya?”

“Kau sungguh-sungguh dengan ucapanmu?” tanya Xiumin tak percaya.

Yoona mengangguk yakin, “Daripada kalian saling berdebat seperti ini. Kurasa akan lebih adil jika kalian semua pernah merasakan berkencan denganku selama satu hari.”

Hening. Semua orang terdiam dan hanya menatap satu sama lain. Meskipun tidak saling berbicara, namun mereka melakukan diskusi dengan bahasa isyarat.

“Kalian tidak mau?” tanya Yoona memastikan.

“KAMI MAU!”

Yoona meringis lebar saat melihat reaksi dari semua orang. Tadinya ia sempat berpikir jika mereka akan menolak untuk melakukan ide gilanya. Namun yang terjadi justru sebaliknya, 12 orang itu menyanggupi usulannya.

//

Usai pembicaraan yang dilakukan saat sarapan pagi, kini semua orang berkumpul di ruang tengah. Yoona memasukkan 12 batang sumpit ke dalam wadah berukuran kecil yang berbentuk menyerupai tabung.

“Sebelum kita melakukan undian, apakah ada hal yang ingin kalian tanyakan?” tanya Yoona lagi. Kini ia seperti instrukstur yang tengah memimpin sebuah lomba.

“Bolehkah kami tidak memanggilmu noona ketika sedang berkencan?” Baekhyun tersenyum lebar dan melirik ke semua member yang setuju dengan pertanyaannya.

Ne, tentu saja. Anggaplah aku sebagai kekasih kalian selama 1 hari,” jawab Yoona tersipu. Semua orang terpesona saat melihat wajah tersipu dari gadis itu.

“Bolehkah kami melakukan kontak fisik denganmu?”

Yoona membulatkan matanya ketika mendengar pertanyaan Kai. Lelaki itu hanya meringis setelah mendapatkan tatapan tajam dari rekan-rekannya.

“Kalau sebatas bergandengan tangan, merangkul atau memeluk tidak masalah. Asalkan tidak dengan—” Yoona menahan nafasnya sejenak sebelum melanjutkan perkataannya. Kedua tangannya memberi isyarat membentuk tanda kisseu.

Aigo, padahal aku ingin sekali melakukannya,” celetuk Sehun.

“OH SEHUN!” semua orang berteriak karena ucapan spontan sang maknae.

“Aku hanya bercanda,” balas Sehun terkekeh. Yoona hanya menggelengkan kepala melihat sikap Sehun.

Penarikan nomor undian pun dimulai. Suasana berubah tegang saat pandangan semua orang tertuju pada benda yang tengah dikocok oleh Yoona. Gadis itu meletakkan 12 batang sumpit di tengah dan ia mulai menghitung mundur.

“Satu, dua, … tiga!” begitu sampai hitungan ketiga, tiap orang langsung memegang 1 sumpit yang berada di depan mereka.

“STOP!” Yoona memberikan aba-aba agar semua tangan tetap pada posisi semula. Setelah memastikan semua orang yakin dengan pilihan masing-masing, barulah Yoona mengizinkan mereka mengambil sumpit tersebut.

“Kalian boleh mengambilnya dan lihatlah nomor urutan yang tertera pada sumpit kalian,” lanjut Yoona.

Secara kompak semua orang mengambil sumpit hingga tidak sengaja menjatuhkan tempatnya. Ekspresi mereka pun beragam saat melihat nomor yang tertera pada sumpit masing-masing. Ada yang bereaksi datar, meringis, mendesah kesal, bahkan tersenyum lebar karena terlalu senang.

“Jadi—” Yoona mengedarkan pandangannya pada semua orang, “Siapa yang mendapat nomor 1?”

Semua orang terdiam sejenak, sebelum akhirnya saling menyelidiki nomor urutan masing-masing. Barulah tatapan semua orang tertuju pada seseorang yang mengangkat tangan dengan menunjukkan sumpit yang dipegangnya.

“Baekhyun?”

­-TO BE CONTINUED-

A/N : Hello, i’m back! Kali ini aku membawa FF baru yang lebih menonjolkan cerita Yoona dengan masing-masing member EXO. Semacam series yang nantinya akan mengisahkan bagaimana acara kencan Yoona dengan tiap member EXO. Maaf kalau absurd. Aku sendiri juga nggak tahu kenapa ide FF ini muncul begitu saja, hehe^^’

Tambahan, untuk FF Destiny masih pending ya (maaf). Sekarang baru nyempatin nulis kelanjutan Sense of Love (baru dapet 10 halaman😀 )

Sampai bertemu kembali di series selanjutnya. Terima kasih sudah membaca😉❤

75 thoughts on “Dating 12 Boys : The Beginning

  1. seru bangettt next next :3 aku belum akan komentar banyak ya~ aku mau liat lanjutannya dulu😄 selalu suka sama karyanya cloverqua😄❤

  2. Wiihh.. Enak banget Yooong eonni di rebutin sama 12 namja kece..
    Mau Nge-date satu per satu sama ke 12 member pula. Aahh bikin ngiri aja.
    Jadi namja pertama yg akan kencan dengan Yoong eonni si Baekhyun??
    Oke! Meluncur ke TKP. *jiaaahh

  3. series nya seru wkwk >< gak ngebayangin mereka nya kek gitu/? bersikap konyol didepan yoona.-. eh btw, gimana entar kris kencan sma yoona ya'-' entar pasti flat bnget #mulaisotoy. pokoknya lanjut ya series nya thor ^^ fighting~

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s