(Freelance) Secret Love (Chapter 7)

SL

Author _ Richzeela

GENRE _ Romance | Comedy (?) | Family | School-Life

RATING _ PG-15

LENGTH _ Chaptered

CAST

Im Yoona | Oh Sehun | Xi Luhan | Krystal Jung | Others

 

Happy Reading 🙂

 

Sehun yang baru saja memarkirkan motor kesayanganya, tersenyum ketika melihat Yoona berjalan menuju kelas. Pria itu sudah bersiap untuk menjahili Yoona lagi, tapi langkahnya keburu berhenti disaat Luhan- si namja cantik itu sudah memanggil nama Yoona.

Sehun mendengus, kenapa pria itu selalu saja mengekori Yoona kemana-mana? Persis sekali seperti Krystal. Ehh..tunggu, kenapa Sehun jadi sewot sekarang?

Sehun akan berjalan kembali. Tapi tak sengaja matanya menangkap seseorang bertopeng di atas atap yang hendak menjatuhkan pot bunga pada Yoona. Sehun panik, apa orang itu akan melukai Im Yoona? Sehun bersigap akan menyelamatkan gadis itu, tapi ia sudah keduluan seseorang.

Sehun mengelus dadanya lega. Untung saja Yoona bisa di selamatkan dengan cepat. Tapi Sehun penasaran, siapa orang itu? Kenapa ia ingin melukai Yoona?

Tunggu! Apa mungkin…Tidak! Sehun harus menemukan orang itu sekarang.

“Gwenchana?”

“Wu Yifan..”

“Kau baik-baik saja Yoona-ssi?”

“Yoong!”

Dengan paniknya Luhan segera menghampiri keduanya. Yoona tersadar, lalu bangun dari pelukan Yifan.

“Kau baik-baik saja? apa ada yang terluka?” Tanya Luhan khawatir.

“Ani..hanya saja aku sangat terkejut” Lirih Yoona masih dengan kekagetanya.

“Syukurlah…” Luhan menghela nafasnya lega

“Tapi- kenapa pot bunga itu..bisa terjatuh dari atap?” Luhan tampak kebingungan. Begitupun dengan Yoona. Karena setahu mereka tidak pernah ada pot bunga di atap tersebut.

“Apa mungkin ada yang sengaja menjatuhkanya?” pikir Luhan lagi. Yoona hanya terdiam, berusaha mencerna tebakan sahabatnya itu.

Jika benar seperti itu. Siapa yang berniat melukainya? Apa ia pernah berbuat salah pada orang itu sampai berniat membunuhnya seperti ini?

 

***

 

“Katakan siapa yang menyuruhmu!!”

Sehun mencengkram kuat kerah baju seorang pria yang berhasil di tangkapnya barusan. Yah..karena Sehun pintar, ia dapat mencekal langkah orang yang berniat melukai Yoona itu melalui jalan lain. Tentu Sehun tahu tata letak sekolahnya bukan?

Tapi masalahnya pria ini tak kunjung mengaku meski sudah dibuat babak belur oleh Sehun. Topengnya sudah Sehun buang jauh-jauh, tapi sialnya ia tak mengenali siapa pria ini. Dia bukan murid dari sekolahnya.

“Aku tanya sekali lagi. Siapa yang menyuruhmu huh! Siapa yang membayarmu untuk melakukan tindakan keji itu!”

Tetap diam. Itulah yang dilakukan pria itu meski ia sudah berada di dalam kekuasaan Sehun. Ia hanya tersenyum sinis menatap Sehun tajam tanpa berniat membuka mulutnya. Sehun semakin kesal saja di buatnya.

“Oke! Kalau tidak ada yang menyuruhmu, sekarang aku tanya. Kenapa kau menjatuhkan pot bunga itu? Apa Yoona pernah berbuat salah padamu?”

Diam. Lagi-lagi pria itu hanya diam.

“JAWAB BODOH!! Apa perlu aku bertindak lebih jauh lagi untuk membuatmu berbicara??”

Sehun tidak tahu mengapa ia begitu marah saat ini. Ia juga tidak tahu mengapa ia begitu takut Yoona terluka tadi. Dan setelah ia tahu siapa yang ingin membut Yoona terluka, Sehun begitu ingin membunuh pria ini sekarang. Tanpa mengetahui alasan mengapa ia bertindak sejauh ini. Bukankah ia membenci Yoona?

“Oh Sehun!”

Namja itu menoleh. Lalu mendapati Yoona, Luhan dan Yifan sedang berjalan kearahnya. Mata ketiganya membulat ketika melihat Sehun sedang mencengkram seseorang. Terlebih Yifan.

“Oh Sehun? Apa yang kau lakukan disini? Siapa pria itu?” Tanya Luhan.

“Dialah orangnya. Yang menjatuhkan pot bunga itu. Aku berhasil menangkapnya. Tapi masalahnya dia tidak mau mengaku sekarang!”

“Mwo??” Luhan dan Yoona tampak terkejut, berbeda dengan Yifan yang tiba-tiba memasang raut wajah kesal.

“Jadi benar ada yang sengaja menjatuhkanya?” Yoona tersenyum getir mengetahui memang benar-benar ada yang berniat melukainya. Ia mendekat ke arah Sehun sambil menatap tajam sesorang yang ada dalam bekapan pria itu.

“Kenapa kau melakukanya?” Tanya Yoona pelan. Bagaimana pun ia harus bicara baik-baik terlebih dahulu sebelum benar-benar meledak setelah ini.

“Aku membencimu. Karena itulah aku melakukanya. Aku begitu muak melihat tingkahmu yang selalu menghakimi orang lain”

Yoona bingung. Begitupun dengan yang lainya. Apa yang dikatakan pria ini? Yoona bahkan tak mengenalnya.

“Kenapa kau membenciku? Dan kapan aku pernah menghakimimu?” Tanya Yoona masih dengan nada pelan. Sementara Sehun sudah melepaskan cengkramanya.

Pria itu terkekeh, kemudian menatap Yoona remeh“ Tidak bisa di percaya kau melupakanku secepat ini”

Yoona semakin bingung. Melupakanya secepat ini? Itu artinya…

“Kita…pernah bertemu sebelumnya?” tanya Yoona tak yakin.

“Tentu saja. Aku bahkan pernah menyukaimu dulu..”

“Mwo??”

“Kau ingat Choi Minho? Siswa lugu dan culun yang di bully habis-habisan olehmu dan teman-temanmu saat smp dulu?”

“Choi Minho? Choi…MWO! Choi Minho??”

 

Flashback

 

Hari itu, Yoona dan teman-teman SMP nya sedang berjalan menuju kantin bersama. Sebagai salah satu gadis yang mendapat gelar tercantik dan terpintar, tentu Yoona sangat populer bukan? Maka tidak heran jika sekarang ia dan teman-temanya sedang menjadi pusat perhatian ketika memasuki kantin bernuansa coklat-putih itu.

“Kau sangat hebat Yoong..kau mendapat nilai tertinggi lagi..” komentar salah satu temanya yang bernama Yuri.

“Tentu saja Yoona mendapat nilai bagus selalu..dia yang paling pintar disekolah kita..” sambung temannya yang lain- Kim Hyoyeon.

“Yoong..bagi resepnya dong kenapa kau bisa secerdas ini?” kini giliran Tiffany yang berbicara.

Yoona hanya tersenyum bangga mendengar pujian dari teman-temanya itu. Sebelum akhirnya seseorang datang membawakan bunga untuknya. Yoona dan seisi kantin menatap orang itu keheranan yang kini sudah berlutut di hadapannya.

“Yoona-ya..aku sangat senang kau mendapat nilai tertinggi lagi. Sebagai hadiah maukah kau menerima bunga ini?” Belum sempat Yoona menjawab, salah satu dari temanya sudah mengejek

“Wah..wah..sepertinya kau akan mendapatkan pacar baru Yoong. Tapi pacar culun!”

“HAHAHA..” seisi kantin tertawa bersama.

“Yoong..kalau kalian benar-benar jadian, kau harus menabung banyak-banyak untuk biaya operasi mukanya. Kalau tidak, kau bisa malu nanti..”

“HAHAHA..”

“Aishh..diam semuanya! Siapa bilang aku akan jadian denganya! Kalian pikir aku ini apa sampai mau berkencan dengan namja culun macam dia?!”

Yoona kemudian menatap tajam orang itu yang tampak terkejut dengan ucapanya.

“Yak Choi Minho..kau tidak berniat menyatakan perasaanmu kan? Dengar ya! aku tidak suka bunga murahan seperti ini. Dan jangan pernah berharap kau bisa dekat denganku, oke?! Kau itu sudah jelek, jangan mengharap yang tinggi-tinggi!”

Astaga..Sungguh Yoona tidak bermaksud berkata begitu. Ia hanya tidak terbiasa di ejek oleh teman-temanya seperti ini, ia merasa malu dan terpaksa berkata demikian.. Padahal Minho memberi bunga itu pasti karena mereka mulai dekat beberapa hari ini, tapi Yoona malah berbicara kasar seperti itu..

“Aku kira kau berbeda dari mereka sehingga aku mulai menyukaimu. Tapi ternyata aku salah. Kau bahkan lebih kejam dari mereka. Baiklah..aku tidak akan mendekatimu lagi..”

 

Flashback end

 

“Hanya Karena itu?! Hanya karena Yoona berkata seperti itu kau berniat melukainya?!” Marah Sehun ketika pria bernama Choi Minho itu menjelaskan semuanya. Ia mencengkram kuat kerah baju Minho lagi.

“Kau bertanya hanya karena itu? Kenapa tidak kau tanyakan padanya! hanya karena penampilanku yang culun mengapa ia mempermalukanku didepan semua orang? Dia bisa menolakku baik-baik!”

Yoona terdiam. Dia sadar telah bersalah waktu itu. Bagaimanapun tidak seharusnya Yoona memandang sebelah mata pemberian Minho hanya karena ia malu dengan teman-temanya.

“Lepaskan dia, Oh Sehun” ucap Yoona tiba-tiba.

“Mwo?”

“Kubilang lepaskan dia sekarang!”

“Yak! Kau sudah gila eoh? Bajingan ini hampir membunuhmu bodoh! Aku sudah susah-susah menangkapnya! Kau minta aku melepaskanya begitu saja?”

“Aku tidak memintamu menangkapanya. Kubilang lepaskan, Oh Sehun. LEPASKAN DIA SEKARANG!!”

“Aishh..ya ya ya!! Kau tidak perlu berteriak seperti itu! Aku akan melepaskannya sekarang!”

Akhirnya dengan terpaksa Sehun melepaskan cengkaramnya. Lalu menatap sebal kearah Yoona.

“Ckckck..sepertinya aku harus memeriksa keadaan telingaku setelah ini” seru Sehun sambil mengorek-ngorek telinga sebelah kananya.

“Kenapa kau memintanya melepaskanku? Kau tidak akan laporkan aku kepolisi?” Tanya Minho kemudian.

“Tidak. Aku anggap impas karena perlakukanku saat itu. Aku tidak akan minta maaf untuk itu, dan aku juga tidak butuh permintaan maafmu untuk ini. Karena itu pergilah. Jika kau melakukanya sekali lagi, aku tidak akan diam. Kau pasti tahu itu..”

Minho tersenyum sinis namun tak sengaja tatapanya bertemu denganYifan. Dan setelah itu Minho langsung berlalu tanpa berkata apa-apa lagi..

Yoona menghela nafas. Sehun memandang Yoona dalam diam. Luhan menyadari sesuatu yang aneh pada diri Oh Sehun. Sementara Yifan tersenyum tidak jelas….

 

***

 

“Wahh..jadi Oh Sehun benar-benar menangkap orang itu Yoong?” Tanya Yura keheranan setelah mendengar cerita Yoona.

“Ne. aku juga heran kenapa dia mau melakukan itu. Bukankah dia sangat membenciku?” balas Yoona dengan kening berkerut.

“Mungkin karena kalian akan menjadi saudara setelah ini..” timpal Chanyeol tidak jelas karena mulutnya penuh dengan makanan. Bahkan liurnya beterbangann kemana-mana. Aishh jorok sekali…

“Yak Park Chanyeol! habiskan dulu roti itu baru berbicara!” Sembur Yura, sebelum akhirnya matanya berbinar menangkap sosok Wu Yifan yang berjalan menghampiri mereka.

Chanyeol menggrutu sebal melihat reaksi Yura yang langsung berubah setelah kedatangan pria itu. Dengan asal ia menyumpal kembali sepotong roti kedalam mulutnya walaupun masih dipenuhi makanan. Luhan tersenyum tipis melihat tingkah sahabatnya itu, namun kembali pudar saat melihat sosok Yoona sedang melamun.

“Hay Semuanya..” Sapa Yifan ramah. Yura langsung tersenyum senang manyambutnya.

“Duduklah, kita juga sedang menunggu pesanan tiba” seru gadis itu.

Ada yang aneh kali ini? Tentu. Tidak seperti biasa, Yifan yang selalu ditolak kehadiranya kini bisa dengan tenang bergabung dengan mereka. Walaupun mendapat sedikit tatapan sebal dari Chanyeol yang mencemburuinya.

Yoona juga sudah tidak terlalu jutek lagi pada pria itu. Malah ia berterima kasih karena sudah menyelamatkanya, mengingat gengsi Yoona setinggi langit. Harusnya Yoona sadar, Yifan memang orang baik-baik seperti yang Luhan dan Yura katakan.

Namun baru 5 menit Yifan bergabung, kini sudah hadir Oh Sehun diantara mereka. Pria itu menarik tanganYoona sembarangan.

“Temani aku makan”

“Mwo?”

Sesisi kantin langsung heboh begitu mendengar ucapan Sehun. Ada apa dengan namja ini? Bukankah ia paling tidak bisa makan jika ada Yoona?

“Yak, jangan bersikap berlebihan seperti mereka! Kau pembantuku sekarang. Jadi lakukan apapun yang aku mau!”

“Yak Oh Sehun!”

Belum sempat Yoona membantah, Sehun sudah menarik tangannya dengan paksa. Membuat Luhan harus meringis sebal, di tambah dengan Yifan yang mengutuk Oh Sehun di dalam hati. Jika begini caranya, rencananya bisa gagal.

“Sepertinya Yoona jadi rebutan ” komentar Chanyeol sambil menghentikan kegiatan makannya.

“Yak Park Chanyeol..apa yang kau katakan?” Tanya Yura tak mengerti.

“Kau lihat, ekspresi Luhan dan Wu Gufan sangat aneh saat Yoona di bawa pergi oleh Sehun..”

“Aishh…Wu Yifan, bodoh! Kau bisa dituntut karena mengubah nama orang lain!” Protes Yura, karena Chanyeol sudah salah menyebut nama pujaan hatinya.

“Ya ya ya..aku tidak peduli siapapun namanya. Yang jelas sepertinya kedua orang ini menyukai Yoona” Chanyeol melirik Luhan dan Yifan secara bergantian.

“Mwo?!” pekik Yura tak percaya. Tiang listrik ini bicara apa sih?

“Jangan mengada-mengada Park Chanyeol” Bantah Luhan, walaupun begitulah kenyataanya.

*

“Aku rasa kau sudah gila Oh Sehun..” Hardik Yoona, seraya menatap sebal ke arah Sehun yang dengan santainya melahap Sup rumput laut yang baru saja ia pesan.

Sehun hanya diam tanpa mempedulikan ocehan Yoona. Gadis itu jadi kesal sendiri, karena di jadikan pajangan disini, sementara Sehun malah asyik dengan makanannya. Menyebalkan.

“Yak Oh Sehun!”

“Berhentilah berteriak. Ini ditempat umum, kau bisa malu sendiri nanti” Balas Sehun.

“Huh, kau yang membuatku berteriak bodoh!” Astaga..kenapa pria ini selalu saja membuat orang emosi.

Sehun mengangguk-angguk lalu meminum air putihnya, sebelum akhirnya mendekatkan wajahnya pada Yoona. Gadis itu berubah tegang. Apa yang akan di lakukan Sehun di tempat umum seperti ini?

“Memangnya apa yang aku lakukan? Aku hanya makan dan menyuruhmu menemaniku, apa itu salah hmm?” Tanya Sehun dengan wajah polos sambil menopang dagunya. Membuat jantung Yoona tiba-tiba berdetak kencang lagi seperti hari itu. Omo! apa yang terjadi dengannya?

“Y-yak Oh Sehun…jauhkan wajahmu atau kau akan menyesal setelah ini” ucap Yoona pelan namun dibuat dengan nada sesinis mungkin, tapi suaranya malah terdengar bergetar.

Sehun terkekeh geli melihat reaksi Yoona. Menyenangkan sekali menggoda gadis ini.

Lain halnya dengan Yoona, entah kenapa saat melihat mata Sehun sedekat ini, ia jadi teringat badut kecilnya. Manik mata Sehun persis seperti manik matanya. Perasaan ini hanya ia rasakan saat berdekatan dengan badut kecilnya.. Tapi kenapa ia merasakannya juga saat bersama Sehun kali ini?

Ahh..Yoona tidak bisa lagi mengotrol detakan jantungnya. Ia akan segera pergi namun dengan cepat lengannya di cekal oleh Sehun

“Kau mau kemana? Majikanmu belum menyuruhmu pergi Im Yoona..”

Kedua manusia itu terus beradu tatapan dengan jarak yang sangat dekat. Tanpa sadar puluhan mata dikantin ini semua tertuju pada mereka. Termasuk Luhan yang tentu saja langsung kesal dibuatnya. Luhan tidak tahan lagi, ia tidak bisa melihat Oh Sehun dekat-dekat dengan gadis yang dicintainya. Pria itu sudah bersiap bangun, namun sesuatu telah terjadi lagi disana..

“Yoona Eonni! Sehun-ah! Kenapa kalian berbisik-bisik disini? Kalian sedang menggosipkan aku ya?”

Sehun menghela nafas. Memalingkan wajahnya dari tatapan Yoona sambil melepaskan dekapan tanganya. Kini ia beralih melirik Krystal.

“Krystal Jung..sudah lama sekali kau tidak mengacau? Kemana saja?” Tanya Sehun.

“Mwo? apa yang kau katakan?” Krystal nampak kebingungan.

“Tidak ada. Duduklah..” Serunya mempersilahkan Krystal duduk. Gadis itu mengangguk senang dan langsung duduk di samping Sehun.

“Yoona Eonni..Ini makananmu ya? Kenapa tidak dimakan? Untukku aku saja boleh?”

“Lakukan sesukamu” balas Yoona, kemudian berlalu pergi. Sehun hanya menatapnya dengan pandangan yang tidak bisa di jelaskan.

 

***

 

“Kenapa aku seperti ini? Kenapa Oh Sehun mengingatkanku padanya? Kenapa jantungku…Ahkk!! aku pasti sudah gila sekarang!”

Yoona menjambak rambutnya frustasi saat sosok Oh Sehun tidak hilang-hilang dari pikirannya. Gadis itu sedang berada di atap sekarang, untuk menenangkan hati dan pikiranya karena telah dikacaukan oleh Sehun. Tapi kemudian ia mendengar langkah kaki seseorang mendekatinya. Itu pasti Luhan pikirnya. Namun saat ia menoleh ternyata..

“Wu Yifan..?”

“Kenapa kau suka sekali tempat ini?” Tanya pria itu sambil mendudukkan dirinya disamping Yoona.

“Kau tau aku sering kemari?” Tanya Yoona balik.

“Emm..kau sering kemari bersama Luhan kan?”

“Ne..”

“Apa bagusnya tempat ini?” Tanya Yifan lagi.

“Tidak bagus sih. Hanya saja menyenangkan rasanya melihat dari ketinggian. Aku seperti merasakan dunia begitu luas..” jawab Yoona Sumringah. Yifan tersenyum kecil lalu menatap Yoona dalam diam.

“Kau salah. Kau tidak tahu dunia ini begitu sempit Im Yoona. Sampai kau tidak menyadari jika orang di sebelahmu ini adalah malaikat pencabut nyawamu. Nikmatilah duniamu yang kau bilang luas itu. Karena setelah ini aku tidak menjamin kau dapat bertahan lebih lama lagi dalam duniamu..” batinya dengan seringaian licik.

 

***

 

Semejak hari itu. Yifan dan Yoona menjadi sangat dekat. Setiap hari mereka terlihat bersama-sama. Atau lebih tepatnya Yifan lah yang begitu kukuh mendekati Yoona. Dan gadis itu terlihat menerima-nerima saja kehadiran Yifan.

Lain halnya dengan Luhan dan Sehun. Jika Luhan jelas mengakui dalam hati betapa cemburunya ia melihat Yifan selalu lengket disisi Yoona. Sedangkan Sehun tidak tahu dengan apa yang ia rasakan. Ia tidak suka Yoona dekat-dekat dengan namja lain selain dirinya. Namun ia tidak memiliki alasan kenapa ia menjadi seperti itu.

Bahkan ia sangat kesal melihat Yoona tak lagi peduli dengan rencana pernikahan orang tuanya. Gadis itu juga tidak mau menuruti keinginan Sehun lagi, dan terkesan menghindarinya. Tiap Sehun menjahili atau mengejeknya, Yoona hanya diam saja lalu pergi dengan Yifan. Dan Sehun merasa panas karena hal itu. Ada apa dengan dirinya?

Sekarang adalah hari terakhir Yoona menjadi pembantu Sehun. Namun rencana penggagalan pernikahan kedua orang tuanya belum juga di lakukan. Sehun tidak boleh membuang kesempatan lagi, ia harus memisahkan Yoona dari Yifan kali ini. Harus! Semangat Oh Sehun!

“Im Yoona!” Sehun memanggil Yoona yang sedang asyik berbincang dengan Wu Yifan di taman. Gadis itu tampak tertawa lebar, namun bungkam ketika melihat Sehun berjalan kearahnya.

“Kurasa kau suda lupa akan tugasmu. Kau tidak sadar? Sudah 4 hari kau mengabaikan majikanmu!” seru Sehun pada Yoona, namun matanya tertuju pada Yifan. Pria itu hanya membalas dengan seringaian remeh.

“Tugasku? Dengar ya Oh Sehun, kita bahkan belum pernah memulai rencana dan kau mau aku terus-terusan menjadi pembantumu? Huh! Siapa kau? Kau pikir aku bisa dibodohi olehmu?” sungut Yoona sengit.

“Baiklah, ayo kita mulai rencana sekarang. Ikut denganku dan kita rencanakan sebaik-baiknya” tukas Sehun berusaha menahan emosinya. Apa lagi ketika melihat senyuman mengejek dari Yifan.

“Sudah terlambat. Aku tidak tertarik lagi bekerja sama denganmu! Ayo Yifan, kita pergi saja”

Yoona pergi meninggalkan Sehun yang melongo seorang diri, sambil diikuti Yifan dari belakang. Sehun mendecih merasa telah dipermainkan oleh gadis itu. Dengan tiba-tiba ia ikut berjalan lalu menarik tangan Yoona dengan kasar.

“Yak! Apa yang kau lakukan, Oh Sehun!!” Erang Yoona. Sambil berusaha menampik tangan Sehun. Tapi tenaganya terlalu kecil untuk ukuran pria itu.

“Ikut aku sekarang!”

‘Cih, Siapa kau?”

“Ku bilang ikut aku sekarang!!”

“Yak Oh Sehun! Lepaskan tangan Yoona!” akhirnya Kris angkat bicara juga. Terlanjur sebal melihat tingkah pria di hadapanya ini.

“Aku tidak berurusan denganmu Wu Yifan! Jadi berhenti ikut campur!” Sergah Sehun dengan sorot mata tajam, entah kenapa ia merasa ada sesuatu yang aneh dengan anak baru ini.

“Kenapa? Apa urusannya denganmu! Yifan temanku dan apa salah nya dia…”

“Temanmu?” potong Sehun dengan nada sarkatis.

“Ne, temanku. sedangkan kau? Kau siapa? Kau hanyalah namja menyebalkan yang selalu menggangguku setiap hari! Semenjak kau datang hidupku sudah dibuat susah olehmu! Dan sekarang kau minta aku ikut denganmu!? Cih, Jangan bermimpi Oh Sehun! Bajingan sepertimppphh…”

Sehun tidak tahan lagi mendengar gadis ini terang-terangan menghinanya di depan Yifan. Entah pikiran apa yang merasukinya kini bibir Yoona sudah dibuat bungkam oleh bibirnya. Yoona memberontak, namun Sehun terus dengan kasar menciumnya sambil menahan tengkuk gadis itu dengan paksa.

Yifan tidak berbuat apapun selain diam melihat Sehun melakukan aksi gilanya. Tapi yang pasti, Yifan kesal setengah mati.

Mereka bertiga menjadi tontonan wajib di taman itu. Termasuk Luhan yang sangat terkejut begitu melihat tindakan Sehun. Apalagi ternyata ada Krystal yang entah kapan pingsannya, yang jelas kini gadis itu sedang di bopoh Jongin menuju ruang UKS.

Sehun melepaskan tautanya setelah merasa nafas Yoona tersengal-sengal. Tanpa babibu..

PLAK

Wajah tampan Sehun berubah memar ketika tangan Yoona mendarat disana. Pria itu tidak meringis malah tersenyum kecil sambil menyentuh mukanya perih.

“Dasar bajingan!” hanya umpatan kasar itu yang terdengar dari mulut Yoona sebelum akhirnya gadis itu berlalu meninggalkan Yifan dan Sehun yang sedang beradu tatapan.

“Kau pantas mendapatkanya” seru Yifan menyeringai, kemudian ikut berlalu.

Sementara Sehun, pria itu hanya diam seribu bahasa. Ia tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Mengapa ia begitu emosi? mengapa ia begitu nekat? dan mengapa ia begitu pusing memikirkan alasan kenapa ia menjadi seperti ini.

 

***

 

“Eomma!!!”

Suara teriakan Yoona menggema di rumah mewah itu begitu ia membuka pintu. Ibunya yang sedang memasak di dapur terkejut bukan main, takut terjadi apa-apa dengan putrinya. Namun di lihatnya Yoona baik-baik saja, hanya saja wajah gadis itu tampak lebih kusut dan mengerikan.

“Eomma! Aku tidak mau tahu lagi! Pernikahan Eomma dan ayah si bajingan itu harus segera di hentikan! Aku tidak mau menunda-menunda lagi! Jika Eomma masih menganggap aku anakmu batalkan sekarang juga! Atau aku akan pergi dari rumah ini!!”

Yoona berlalu begitu saja setelah melepas emosinya. Kasar memang, karena tidak seharusnya seorang anak membentak ibunya seperti itu. Tapi Yoona tidak tahan lagi, demi apapun ia benar-benar membenci bajingan itu.

Sementara Jihyun hanya diam terpaku tanpa bisa berbuat apapun. Masakanya yang sudah gosong di dapur ia biarkan karena terlalu larut dengan pikiranya. Kali ini ia tahu Yoona benar-benar serius dengan ucapanya. Sorot mata putrinya itu sama seperti 8 tahun yang lalu, saat Yoona begitu nekat ingin mengakhiri hidupnya. Dan kali ini, Jihyun melihatnya lagi..Yoona akan benar-benar berbuat sesuatu jika ia tidak menghentikan pernikahanya.

Jihyun menyadari jika ia sangat mencintai Sejoong. Dan ia sangat ingin melepas status jandanya karena pria itu. Tapi Yoona, kebahagiaan putrinya itu jauh lebih penting dari apapun..sepertinya putrinya itu memang belum bisa merelakan almarhum suaminya dan sangat membenci Oh Sehun.

 

***

 

“Jongin-ah..”

Jongin menatap Krystal diam setelah menemani gadis itu menangis sekeras-kerasnya sedari tadi. Bahkan Krystal sempat meminta Jongin membunuhnya saja. Karena Krystal merasa tiada gunanya lagi ia hidup setelah ciuman pertama Sehun di rebut orang lain. Gadis itu masih sesegukan di bawah pohon yang rindang.

“Jongin-ah..kau punya kertas?”

“Ne”

“Berikan aku satu..”

“Untuk apa?”

“Aku ingin menulis surat wasiat untuk Sehun..aku tidak menjamin hidupku bertahan lebih lama lagi..”

“MWO!?”

“Jangan menatapku seperti itu! Cepat berikan saja! aku marasa waktuku tidak banyak lagi..”

“Yak Kryastal Jung! Tidak kah kau pikir kau terlalu berlebihan? Itu hanya sebuah ciuman. CIUMAN! Masa kau mau mati hanya karena ciuman pertama Sehun di rebut orang lain!”

“Hanya karena kau bilang? Sehun sudah menghianatiku Kim Jongin! Dari kecil aku menjaga bibirku ini agar tetap suci untuk diberikan pada Sehun..tapi dia malah..dia malah..Huuuu..uu…”

Tiba-tiba Krystal menangis lagi seperti satu jam yang lalu. Jongin tidak kasihan sama sekali, malah menganggap gadis di sampingnya itu sudah benar-benar gila.

“Cepat berikan kertasnya! Aku akan membuat Sehun menyesal telah mengabaikanku!” Teriak Krystal.

“Aissh..dasar gadis sinting! Berhentilah menangis! kau bisa membuat orang lain salah paham padaku!”

“Aku tidak peduli!”

“Lalu kau mau bagaimana? Semuanya juga sudah terjadi. Lagi pula aku sudah yakin Sehun pasti akan menyukai Yoona!”

“Mwo! yak Kim Jongin!!”

“Kau harusnya sadar Krys, Sehun tidak menganggapmu lebih dari seorang adik. Harusnya kau jangan mengharap lebih dari itu…”

“Aku membencimu, Kim Jongin! Aku membencimu!!”

“Kalau kau menyukaiku juga tidak akan mengubah kenyataan jika ‘Oh Sehun tidak menyukai Krystal Jung sama sekali’ sadarlah eoh..sadarlah!”

“YAK!! kau jahat Kim Jongin!! Aku membencimu!! Dasar HITAM SIALAN!! Huuuuu..uuu..”

Ralat. Jongin meralat ucapanya sendiri. Seharusnya ia tidak berkata demikian jika masih menyayangi telinganya. Lihatlah sekarang, telinganya harus menjadi korban tangisan Krystal akibat mulutnya yang ceroboh. Ck, nikmatilah harimu Kim Jongin. Semoga menyenangkan.

 

***

 

Sudah berhari-hari sejak kejadian itu berlalu. Semenjak itu pula Yoona benar-benar menjauhi Sehun dan memilih mendiamkan ibunya sampai pernikahan ini benar-benar batal. Tapi yang membuatnya kesal, meskipun ia telah berusaha tidak beradu tatapan dengan Oh Sehun, tapi pria itu selalu muncul dipikiranya. Yoona tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya. Yang jelas, bayangan Sehun dan badut kecil itu selalu tergiang-giang di benaknya. Yoona sungguh frustasi akan hal itu.

“Yoong..”

Luhan mendekati Yoona yang sedang terdiam di bangkunya. Pandangan gadis itu lurus kedepan menghiraukan Luhan yang bahkan sudah duduk di sampingnya.

“Mau permen?” tawar Luhan.

Yoona menoleh, memandang diam sebungkus permen di atas maja, sebelum akhirnya menatap Luhan aneh.

“Untuk apa kau memberiku permen?” Tanya Yoona mengerutkan dahi.

“Terima saja, aku tidak mampu membelikanmu minuman dingin” balas Luhan santai.

“Mwo?”

“Kunyahlah..” suruh Luhan lagi. Yoona semakin bingung. Dimana-mana peremen itu di emut bukan di kunyah. Ada apa dengan namja ini?

“Kau sedang kesal dengan Sehun kan? Anggap saja permen itu dia, dan kunyahlah sesuka hatimu”

Benar juga. Kenapa Luhan begitu pintar hari ini?

Dengan segera Yoona membuka bungkus permen itu sambil menatapnya penuh kebencian.

“Matilah Kau bajingan sialan! Huh! berani sekali bibir nistamu itu menyentuh bibir suciku!” ucap Yoona sesaat, sampai detik berikutnya permen malang itu sudah di kunyahnya tak berperasaan. Dia benar-benar membayangkan sedang mengunyah Oh Sehun saat ini.

Sementara Luhan hanya diam menatap Yoona yang kembali menggrutu sebal. Sejujurnya hatinya sangat sakit melihat adegan waktu itu. Ingin sekali ia membunuh Oh Sehun Karena sudah berani menyentuh Yoonanya. Tapi Luhan tidak bisa, ia sadar Yoona sudah memiliki tempat tersediri di hati namja itu. Seperti hatinya yang sepenuhnya milik gadis di sampingnya ini. Hanya saja, Sehun lebih berani mengekspresikan perasaanya, tidak seperti dirinya yang pengecut.

“Yak Xi Luhan! masih ada lagi? Aku belum puas menyiksa bajingan ini!!” teriak Yoona tiba-tiba. Sontak Luhan langsung tersadar dari lamunanya.

“Ada. Aku masih punya banyak, makanlah sepuasmu” balas Luhan sambil mengeluarkan beberapa permen lagi dari kantongnya.

 

 

***

 

Malam itu Sehun tampak terdiam di sebuah jembatan. Pikiran membawanya pada kejadian 8 tahun yang lalu. Dimana, di tempat inilah pertama kalinya Sehun bertemu dengan princessnya. Saat itu Sehun menjadi penyelamat untuk sosok princessnya yang sedang mencoba bunuh diri. Sang Princess merasa hidupnya tak berarti lagi setelah Ayahnya meninggal. Dan ia merasa bersalah karena hanya dirinya yang selamat dari kecelakaan itu. Yang Sehun sendiri tidak tahu bagaimana kejadiannya.

Tapi yang membuat Sehu bingung saat ini, kenapa sosok Princess itu seperti dilihatnya dalam diri Im Yoona. Mungkin Sehun berlebihan menganggap musuhnya sendiri sebagai cinta pertamanya. Tapi Sehun tidak bisa membohongi dirinya jika jantungnya suka berdetak kencang saat sedang berada di dekat Yoona. Dan setahunya ia merasakan hal itu hanya saat sang Princess ada didekatnya.

Sehun bisa gila karena hal ini, mana mungkin princess itu dia. Tidak, Princessnya terlalu cantik dan sempurna untuk di samakan dengan gadis bodoh itu..

Saat Sehun akan kembali menaiki motornya, tak sengaja pandanganya tertuju pada pria di ujung sana yang tengah asyik berbincang dengan seseorang. Sehun tahu pria itu. Dan yang yang satu lagi..

“Astaga! Bukankah itu namja yang menjatuhkan pot bunga pada Yoona? Ada keperluan Wu Yifan dengan namja itu?” Sehun tampak berpikir keras. Apa jangan-jangan….

 

To Be Continued

Hay..Hay..sang Author gak jelas datang lagi nih…bawa lanjutan ff yang sama gajenya dengan authornya, Hahaha…😀

Adakah yang menunggu? Pasti ada deh, kalaupun cuma 1 orang..hahaha..#authorpdbanget!

Aku tahu FF ini makin absurd, makin aneh dan makin bosen buat di konsumsi #emangmakananthor# Apa lagi typo nyangkut dimana-mana. Semakin gak ada alasan buat membaca ff ini..ya kan? Ngaku deh!

Tapi please..berhubung aku masih berusaha ngelanjutin nih FF, jadi kritik dan sarangnya bener-bener di tunggu ya? Author sangat berharap..cius dehh! Jadi RCL terus ya? Oke? Oke?

Selamat berjumpa di next capter

Bye-bye🙂

 

35 thoughts on “(Freelance) Secret Love (Chapter 7)

  1. Ff ini belum kelar ya?? Yahh sayang banget.. Pdahal ff di blog ini bagus bagus, tapi banyak juga yg belum kelar.. Buat author.. Fighting!!

  2. ow..ow.. sehun memendam rasa ke yoona. tindakannya berani sekali, keren bgt. trus si kris itu ada masalah apa ke yoona? masa iya, dia juga punya dendam ke yoona. good thor, keep writing !

  3. finally posted!
    haha aku sering ngecek blog ini buat liat ff ini udh dilanjut apa blumm
    soalnya ini jdi salah satu FF fav kuu
    cerita bagus, lucu, castnya bias:), school life lagiii..
    next chapt cepetan dilanjut yaaa

  4. Jgn2 minho sekongkol sama yifan..
    Mungkin bgtu dalam benak sehun..
    Lagian yifan membenci yoona cuma karena alesan dia, ayahnya menolong yoona…seharusnya yifan bangga sama ayahnya..
    Dan bukan malah jadi kayak gini..
    Kalau kayak gtu caranya pengorbanan ayahnya sia2 kalau kelakuan yifan kayak gtu..
    Lagian kan Waktu itu yoona masih kecil belum tau apa2
    Knpa dia disalahkan..
    Semua kejadian yang menimpa yifan
    Murni karna takdir…
    Bukan salah yoona.

  5. Aku nungguin banget kelanutan ff ini kok! Dan… aku seneng masa, karna di chap ini ada fist kiss scene YoonHun ^O^ . Terus, YoonHun nya juga disini udah mulai merasakan perasaan janggal, yah.. semoga mereka cepet2 menyadari kalau mereka berdua adalah cibta pertama waktu kecil, dan buat Luhan.. yang sabar ya. Terus…. Wu Gu Fan! *haha* Jangan bunuh Yoona please, iiihh jahat banget sih. Iya tau hidup Yifan menderita sejak ayah nya meninggal nyelametin Yoona, tapi kan itu bukan salah Yoona jugaaaa. Ayo Sehun lindungi Yoona! Apalagi kan akhir2 ini Sehun mulu yang curiga sama Yifan, Minho gituu.

    Next chap soon yaa. Fighting!

  6. yah..udah kangen sama ni ff..ya ampun akhirnya sehun ma yoona mulai ada perasaan walaupun cuma dikit..ditunggu kelanjutannya thor..

  7. sehun agresif sekaleeeee…
    tpi suka deh yg maen cium paksa yoong😀
    luhan jgn dibuat gtu dong thor😦
    jdi ksian klo liat dri posisi luhan..
    aq suka bgt klo ada kaistal moment…
    krystal heboh bgt😀
    sabar ya kamjong.q sayang…
    kris minho pasti punya rencana jahat lgi tu ke yoong..
    kris jdilah anak yg baik ya!!😀
    next chapter jgn lama2 ya thor..🙂😉

  8. Kris dendam banget,
    Padahal yoona nggak sepenuhnya bersalah atas kematian bapaknya kris,
    Dia aja juga sana stressnya sama kris
    Kapan ya si kris bisa tobat?
    Pengen banget deh ngeliat yoonhun sama” , kapan mereka sadar kalo first lovenya sehun itu yoona, dan gitu juga sama yoona
    Tapi aku juga kasian sama kai dan luhan, sama luhan terutama
    Habisnya kan si luhan it sukanya diam” ga bilang” sama yoona kalo sebenernya dia suka sama yoona
    kalo si kai, seenggaknya si krystal itu tau kalo si kai suka ma dia, dan mmereka pasih ada possibility buat ngedate
    Well, next chapternya jangan lama” ya thorr

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s