(Freelance) Threeshot : Why? (Sehun Version)

why hun

Sekuel of Rented Womb

 

Title : Why?

Scriptwriter : ohlala / @Lalalilulelooo

Main Cast : Oh Sehun, Im Yoona, Oh Bum Geum.

Lenght : Threeshoot

Rating : PG -15

Genre : Romance, Sad

Disclaimer : This story is pure by mine. Don’t be a plagiator. Also posted at my blog http://storyoflalakarisma.wordpress.com

The Point of Side is from Sehun side. Ini adalah cerita lanjutan dari Rented Womb

 

 

 

Aku menyaksikan tumbuhnya bocah kecil yang sangat mirip dengan Yoona itu, diumurnya yang menginjak 3 tahun ini Bum Geum terhitung bocah yang sangat lincah dan aktif. Ia banyak bertanya tentang banyak hal, tetapi ada satu pertanyaan yang sangat susah untuk aku jawab dari sekian banyak pertanyaan anak itu. Mengapa Bummie tidak memiliki eomma?

 

Bukan hanya ia saja yang mempertanyakan gadis itu, tetapi aku juga. Mengapa Yoona pergi dariku? Mengapa aku tidak sempat menyatakan segala perasaanku padanya? Mengapa, mengapa dan mengapa?

 

Tadi Bum Geum pergi bersama teman perempuannya -Lauren- untuk membeli makanan tetapi kenapa selama ini? Aku menoleh untuk bertanya pada Chanyeol -Ayah Lauren- “Yeol, kau tau kemana saja Lauren dan Bummie pergi?”

 

“Aku juga ingin menanyakan hal itu padamu hun” Chanyeol berseru padaku dan setelah itu jari telunjuknya menunjuk dua bocah kecil yang berlarian kearah kami.

 

Appa! Ini tteoboki untuk appa Bummie yang sangat tampan” serunya riang menyerahkan satu kotak kue beras untukku dan hal yang sama juga dilakukan oleh Lauren pada Chanyeol.

 

Gomapta, mengapa lama sekali?” tanyaku sembari membuka bungkus makanan ini.

 

“Tadi Bummie berbicara sebentar dengan noona penjualnya. Dia cantik appa, mungkin cocok untuk menjadi eommaku” ocehnya panjang lebar, aku terdiam menatap putraku ini, ia sangat menginginkan kehadiran seorang ibu. “Benarkan laurenie?” tanyanya meminta persetujuan, gadis kecil itu mengangguk cepat.

 

Ne, ahjussi.

 

*

 

Setelah berjalan-jalan bersama Bum Geum serta Lauren dan Chanyeol, aku bersama Bum Geum berbaring di depan TV. Kami menyaksikan serial kartun favorite Bum Geum yang hampir setiap hari ia tonton di televisi.

 

Appa” panggilnya.

 

“Ya?”

 

“Besok hari ulang tahun Bummie kan?” tanyanya.

 

“Wah, betul. Appa saja lupa. Bummie ingin kado apa?” tanyaku, bocah itu tersenyum lebar kemudian bangkit dari tidurnya.

 

“Bummie ingin eomma!” serunya dengan senyuman yang merekah lebar. Aku pun turut tersenyum menyaksikan kebahagiaan bocah ini. Bahkan ia hanya melontarkan permintaannya saja, bagaimana jika aku mengabulkan permintaannya? Mungkin uri Bummie akan sangat bahagia. Tapi, aku tidak bisa mengabulkan permintaan puteraku, hanya satu ini saja yang tidak bisa aku kabulkan.

 

“Tapi-“

 

Noona penjual kue beras tadi cocok menjadi eommaku appa” sahutnya kemudian, aku terkekeh pelan. Anak ini.

 

Appa tidak bisa sayang, yang lain saja ya” ujarku mencoba membujuknya. Aku mengangkat tangan kananku untuk mengusap rambut kecoklatan miliknya, namun Bum Geum segera menepis tanganku yang kini berada di awang-awang.

 

Bum Geum berdiri dengan cemberut, ia melipat kedua tangan kecilnya di depan dada “Bummie benci appa, appa tidak mau mencarikan eomma untukku” lalu setelahnya bocah itu berlari meninggalkanku yang menatap kepergiannya. Mengapa kau meminta itu, nak? Appa akan mengabulkan segalanya asal tidak permintaan yang satu itu bahkan jika kau meminta appa membelikan satu toko mainan pun akan appa belikan.

 

Aku mulai melangkahkan kaki dengan berlari untuk mencari Oh Bum Geum-ku, anak itu cepat sekali larinya hingga aku kesulitan untuk mencarinya. Mengapa ia harus kabur seperti ini? Biasanya Bum Geum hanya mengurung diri di kamar saat aku tidak menuruti permintaannya. “Bum Geum!”

 

“Oh Bum Geum! Dimana kau nak?” pekikku mulai frustasi. Andai saja Yoona tidak pergi setelah melahirkan Bum Geum pasti aku tidak sedang sibuk mencari anakku itu. Lagipula, mengapa aku membiarkannya pergi begitu saja? Bodoh sekali kau Oh Sehun!

 

Aku sudah mulai frustasi setelah 3 jam mencari dan tidak kunjung menemukan bocah nakal itu, awalnya aku hanya ingin memilih beristirahat disalah satu bangku taman tetapi aku menemukannya, “Bummie!” anak kecil itu bersama seorang wanita dan ya! Ia sedang memakan es krim yang merupakan makanan terlarang utama bagi putraku itu. Berani-beraninya wanita aneh ini memberi putraku es krim.

 

“Sehun” “Appa” sahut keduanya berbarengan. Oh yeah! Mengapa dunia tidak runtuh saat ini juga? Wanita aneh yang memberi putraku es krim adalah ibunya sendiri. Yoona kembali! Apa wanita itu sudah mengetahui bahwa Bum Geum merupakan putranya?

 

Aku melihat Yoona menoleh dengan mata berkaca-kaca pada Bum Geum sedangkan bocah nakaln itu sedang mencoba menyembunyikan es krim di belakang tubuhnya yang mungil. Kali ini appa maafkan kau nak, tapi lain kali jangan macam-macam pada appa.

 

*

 

Aku memanggil Yoona berulang kali, namun gadis itu hanya memfokuskan tatapannya pada Bum Geum yang asyik menyantap es krim ketiganya. Aku tidak bisa berkata apa-apa, Yoona trlihat senang memberi puteranya makanan dingin itu dan aku tidak boleh melarangnya untuk kali ini.

 

“Aku mencarimu dari dulu” ujarku.

 

“Apa kau sudah puas Bummie?” Ia malah bertanya pada Bum Geum dan menghiraukan ucapanku, Sehun kau harus bersabar, bukankah dalam mendapatkan wanita harus ada pengorbanan dan memiliki waktu yang tidak singkat?

 

Bum Geum tersenyum lebar menjawab pertanyaan Yoona, setidaknya aku terpuaskan akan senyuman bocah itu. Tidak apa Yoona mengacuhkanku untuk sementara waktu.

 

“Bummie senang bermain dengan Ahjumma ini?” tanyaku pada Bum Geum, ia mengangguk cepat dan aku turut tersenyum menyambut anggukannya.

 

Appa, bagaimana kalau noona menjadi pacar appa?” tanya Bum Geum dengan bersemangat. Tentu saja sayang, ia eomma-mu wanita yang appa cari selama ini. Bahkan appa rela jika wanita ini menjadi istri appa.

 

“Maksudmu ahjumma ini?” tanyaku sembari melirik Yoona.

 

Ne! Katanya ia tidak naksir padaku saat aku menawarkan Appa menjadi pacaranya noona hanya diam” Aku melirik Yoona kemudian memberanikan diri mengusap bahunya, Ia tidak mengelak. Apa ini merupakan pertanda baik untukmu Sehun-ah?

 

“Apa kau mau menjadi ibu Bum Geum?” tanyaku, Yoona masih menunduk dalam tampaknya ia sedang berpikir keras disana hingga menimbulkan beberapa kerutan di keningnya.

 

“Katakan mau noona” seru Bum Geum dengan meloncat-loncat dari tempatnya.

 

Pikiranku tak sejalan dengan pikiran Yoona, ia memilih berdiri dan mengalihkan pembicaraan. Kulihat Bum Geum terdiam di tempatnya. Aku mulai membujuk wanita ini  “Kau tidak ingin menghabiskan waktu dengan anakmu?”

 

“Apa itu boleh?”

 

“Kau lupakan perjanjian kita yang dulu dan tentu saja kau bisa bermain dengan putramu, putra kita” mata madunya kembali berkaca-kaca, Yoona melihat Bum Geum yang menatap kami dengan tatapan bingung kemudian memeluk anak itu.

 

Eomma menyayangimu Bummie”

 

“Apa kau eomma Bummie?” tanya Bum Geum dengan perasaan riang tertahan.

 

“Iya, dia eomma-mu yang selalu kau cari” ujarku menjawab pertanyaannya.

 

“Yeeee! Bummie punya eomma” sorak Bum Geum lalu mengecup pipi Yoona sekilas. “Bummie sayang pada eomma” ia kembali Yoona, baik Yoona maupun Bum Geum terlihat sangat bahagia kini. Apa hanya sebatas ini perjuanganku? Aku sudah mendapatkan semuanya, senyum Yoona serta senyum Bum Geum.

 

“Boleh appa bergabung?”

 

“Tentu saja, appa ayo peluk Bummie dan eomma” ini bukan akhir untuk segalanya, aku akan segera mengikat Yoona agar tidak bisa beralih pada yang lain, kami bertiga akan bahagia selamanya.

 

*

 

Mungkin ini adalah malam terindah dalam hidupku, Yoona kini ada dirumahku bersama Bum Geum. Ia tertidur dengan manis bersama Bum Geum dipelukannya. Tidak sia-sia Bum Geum kabur dari rumah tadi jika kini ia menemukan Yoona dan berhasil membawa gadis itu ke rumah kami.

 

“Sehun” ujar gadis itu terkejut, ternyata Yoona belum tertidur. Ia tampaknya hanya pura-pura tertidur untuk mengajak putera kami tidur.

 

“Kau belum tidur?” aku beranjak mendekati ranjang itu, ia menggeleng. Kemudian Yoona membenarkan posisinya menjadi duduk.

 

“Terimakasih Hun”

 

“Untuk apa?” tanyaku, Yoona tersenyum, manis sekali membuatku tidak bisa mengalihkan pandangan barang se-inch saja darinya.

 

“Karna kau sudah membesarkan Bum Geum dengan baik dan mengizinkanku untuk bersama Bum Geum” ujarnya, tampak malu-malu. Apa ini saatnya Sehun?

 

“Apa kau ingin selamanya bersama Bummie?” tanyaku, Yoona membelalakkan matanya. Ia terlihat kebingungan dengan pertanyaanku.

 

“Tentu saja, apa maksudmu Sehun?”

 

“Menikahlah denganku” ini tak pernah terbayangkan dalam sepanjang sejarah hidupku, melamar wanita ini . Namun, ya Yoona memilih menerimanya dan kini gadis itu berada di pelukanku. Kami benar-benar akan hidup bahagia selamanya. Bummie, appa sudah hampir berhasil mengikat eomma-mu kau tenang saja ya nak.

 

*

 

Ini hari ulang tahun Bum Geum, tidak ada perayaan seperti tahun-tahun sebelumnya. Putera kami -bersama Yoona- sudah genap berumur empat tahun dan tampaknya ditahun keempat ini aku berhasil menemukan dan kembali mengikat Yoona yang pergi begitu saja. Kami memilih untuk berekreasi bertiga, hanya bertiga. Mencerminkan sebuah keluarga bahagia.

 

Bum Geum terlihat masih mengantuk di kursi meja makan, sedangkan Yoona terlihat sibuk di dapur menyiapkan makanan untuk tamasya kami. Aku hanya mengamati mereka berdua dari kejauhan dan mulai berteriak. “Bummie, Yoona apa kalian sudah siap?”

 

Ne appa, Bummie siap!” pekik Bummie tak kalah keras dariku.

 

“Ayo, semuanya sudah siap” Yoona datang dengan keranjang di tangannya, aku mengambil alih keranjang itu dan menggendong Bum Geum yang sudah merentangkan tangannya untuk turun dari kursi.

 

“Kau bertambah berat saja” keluhku pada Bum Geum yang terlihat sangat riang.

 

“Bum Geum, turunlah. Appa keberatan menggendongmu” tegur Yoona, apa kami sudah terlihat seperti keluarga bahagia. Walaupun aku dan Yoona belum menikah setidaknya beberapa minggu lagi status itu akan diresmikan. “Genggam tangan eomma saja”

 

“Apa appa boleh juga menggengam tangan eomma?” tanyaku dengan sura imut, Yoona memerah disana dan menyodorkan tangan kirinya. Aku bersegera meraih tangan mungil Yoona menuju genggamanku, terasa sangat hangat menggenggam tangannya yang kecil.

 

“Aku mencintaimu” bisikku ditelingannya.

 

Na-do saranghae

Ah ya, kalian tidak boleh ikut dalam tamasya kami. Cukup sampai disini saja ne.

B3KdQYdIQAAEu59

FIN for Sehun version

 

Next berarti Bum Geum version ya, dan siap-siap berpisah dengan keluarga bahagia ini. Komentar dan like jangan lupa ya. Gomapta~

21 thoughts on “(Freelance) Threeshot : Why? (Sehun Version)

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s