(Freelance) Blue Blood (Chapter 2)

pc-blue-blood-copy

Poster by Park Haera @ posterfanfictiondesign.wordpress.com

Title : Blue Blood (Chap 2)

Author : Mrsdeer

Genre : Fantasy, Romance Suspen

Cast :

  • Im Yoona
  • Xi Luhan
  • Wu Yi Fan
  • Other

Note :This ff is mine, let’s enjoy and sorry for all of my typo~

 

***

Sinar mentari masuk menembus cela antara dahan dan daun, sinar dari sang agung ini tak luput memberikan cahaya dari daratan Asia hingga eropa, namun tak cukup untuk menembus kumpulan bebatuan yang dibentuk setengah lingkaran diatas bukit. Hampir mirip dengan goa namun tidak. Beberapa tanaman liar tumbuh disekitarnya, pepohonan menambah keredupan ditempat tersebut, tempat yang tak jarang terdapat binatang seperti rusa, kelinci, kijang yang sempat berlarian untuk melakukan seleksi alam yaitu memakan atau dimakan.

Yang benar saja satu dari hewan disana tergeletak tak berdaya setelah mendapatkan cakaran dibagian dada tepatnya jantung, hewan kecil berwarna putih keabu-abuan itu kini tengah diterkam oleh seorang pemuda berambut coklat, mengenakan pakaian casual dengan balutan jeans dan kaos berwarna putih yang cukup membalut dada bidangnya, kedua taring rahang atasnya menancap pada leher kelinci malang tersebut. Kedua bola matanya yang merah menunjukan kehausan luar biasa, dihisapnya darah segar yang memancar dengan deras hingga membuat kelinci itu kehilangan hemoglobin dan mati membiru

“Luhan, kau sedang menikmati sarapanmu,aku membawa bukunya” seorang pria muncul dari balik pohon besar mengenakan pakaian serba hitam yaitu jubah panjang bertudung dari kepala hingga mata kaki, yang menghindarinya langsung dari paparan sinar matahari, berbeda dengan Luhan yang tak memakai pelindung apapun sebagai vampire karna statusnya. Origin Vampire

“Benarkah kalau begitu ini untukmu” Luhan melempar satu kelinci tersebut kearah makhluk sebangsanya D.O. Luhan mengusap pelan bibir tipisnya, menghilangkan bercak darah yang menempel disekitar bibir, kemudian ia berlalu mengambil buku “The Future and The Past” dari tangan D.O

“Terimakasih, ah ya Luhan ada beberapa paragraf yang menurutku itu adalah pertanda bagimu” D.O meletakan kelinci hadiah itu diatas tanah, ia mengikuti Luhan berjalan beberapa meter menuju tempat redup disisi hutan, tentu karna D.O tak boleh kena sinar matahari atau ia akan benar-benar hacur

“Apa?” saat ini kedua bola mata dan taring Luhan kembali seperti manusia normal kebanyakan, kedua bola matanya, tertarik menanti rangkaian huruf yang berada diatas kertas buku yang ia pegang

“Dihalaman ke141 tertulis, satu kemustahilan mencoba untuk menjadi satu keyakinan sama dengan mencoba membuat samudra pasifik mengering dan membuat suhu di El Azizia turun sedingin diantartika,mustahil bukan? Dan itu artinya…”

Luhan tersenyum miring “Artinya bila Kris membunuhku itu adalah sebuah kemustahilan, ia tak lebih kuat dari ku? Benar?”

D.O mengangguk, dan terkikih pelan “Cepat sekali kau mengetahuinya, ya benar, lalu dibawah paragraf itu ada bebarapa kalimat” D.O membacakan kalimat tersebut “Seperti ini,tajamnya pisau tak setajam taring harimau, kau tau maksudnya? Kris temanku, dulu kita sama-sama sejenis Vampire Slave namun karna tuannya kim Jong Dae seorang Origin Vampire sahabatmu mati ia menjadi Alter Vampire ia berubah menjadi vampire yang kuat karna bantuan vampire dari daratan afrika Nana dan Dweny. Membunuh kalian berdua adalah peluang besar”

Luhan menghemuskan nafasnya sambil menundukan kepala, langkahnya cepat kearah batu tua yang diselimuti lumut, ia mendudukan diri disana “Harusnya waktu itu kau tidak membiarkan Kris pergi dan bertemu dengan Dweny dan sekarang kau mungkin tak akan pernah melihatnya” D.O benar, Vampire Slave akan ikut mati apa bila master atau tuan mereka mati, mereka akan diberi waktu beberapa hari untuk hidup dalam kegelapan kemudian menyusul sang master, namun seorang Vampire Slave bisa dibina dan memampu bertahan maka ia akan menjadi seorang Alter Vampire dan tetap hidup.

“Kau benar, namun tak mungkin aku melakukannya, bila kukurang dia dan membuat dia mati maka cerita ini tak akan pernah tertulis” Luhan bangkit dari duduknya mengambil jubah dan kalung bergandul segitiga terbalik, didalam segitiga tersebut terdapat owl yang menjadi lambang keganasan dan kegelapan the devil dead “Aku harus kembali kecastle, aku akan priksa keadaan Yoona dan segera membawanya ke Shadow Moon”

“Kau yakin akan secepat ini?”

Luhan terdiam, garis yang terlukis dibibirnya menyatu “Tentu, aku tak akan biarkan dia menyakiti seluruh orang dan menghancurkan bangsanya sendiri, nikmati sarapanmu, aku sangat berterimakasih” langkah kakinya mulai menjauh seiring dengan gerakan mentari yang bergerak mencapai puncak.

***

“Kau yang bodoh, aku tau kau sebenarnya tak berhak atas tahtah ini, kembalikan pedangku karna kau bukan vampire darah murni” Yoona sedikit berteriak, ia mengambil nafas dalam dan menghembusnya pelan “Dimana? Semua atributku, kau yang menyimpannya bukan? Bukankah kau tau semua barang miliku hanya akan memantul padamu?”Yoona tersenyum sakratis, ia bangkit dari duduk kemudian berjalan kearah meja hitam berukuran sedang, tangannya menyusuri deretan gelas dari ujung yang membuat drama nada “Ramuan dari Sanyca Malawe, satu botol Tartanam, Mikoda, dan Shater Fass, dimana kau menyimpannya?”

Pria berpostur tinggi berkuku bak silet melipat tangannya dibelakang pinggang, gesekan sepatu dengan lantai kayu menghasilkan melodi yang beradu dengan dentingan gelas “Kau tau apa yang menyenangkan?” Kris mendekatkan bibirnya disamping kiri wajah Yoona “Membunuh kalian berdua” Yoona mengerjab-ngerjabkan matanya ketika Kris mengecup pelan daun telinganya, tapi dengan pengendalian ekspresi yang bagus, ia tetap menutup rapat bibir mungil itu, Kris menjauh 3 senti, bertatap muka dengan wajah sempurna lawan jenisnya , jari telunjuknya kini membelai pelan, mulai dari mata, hidung dan berhenti tepat dibibir Yoona “Kau hanya makhluk yang menyedihkan sekarang, jadi turuti semua kemauanku, semua barang milikmu ada ditangan Diana Azafolt” Yoona melebarkan matanya

“Diana Azafolt?”

Kris tertawa kecil “Tak perlu sekejut itu”

Siapapun tau siapa Diana Azafolt penyihir dari clan Ogella yang menguasai daratan Amerika Selatan, penyihir terganas diabad ini, sejarah menyatat ada 100 orang lebih yang mati akibat kutukannya, mantra-mantra sihir kutukannya yang terkenal bahkan dimasa modern ini.

“Baik, tak masalah kau menyembunyikannya dimana,yang perlu kau tau, kau tak bisa membunuh kami, bahwa lewat mimpi sekalipun”Yoona melenggangkan kakinya kearah pintu “Kau meragukan ku?” dan berhenti.

“Aku bahkan tak perlu repot-repot membunuh kalian lewat mimpi, sekarang saja aku bisa memusnahkanmu” Kris berjalan secepat angin, hanya sekali kedip pria itu sudah berdiri dibelakang Yoona dan langsung menggenggam erat pergelangan tangannya. Kedua bola mata kris berubah merah, kukunya berubah kaku dan berwarna hitam, keempat gigi taringnya muncul The Devil Vamp has come….

“Mau bermain hide and clap bersamaku?” Yoona tersenyum miring dengan melirik Kris lewat ekor matanya “Tentu” dan jawaban itu membuat Kris melepaskan cengkramannya

Yoona keluar dan dalam dua detik sudah dipastikan ia hilang dari seluruh tempat. Kris mengambil kain hitam didalam laci dengan senyum misterius ia menutup matanya dan mengikat kain tersebut dengan erat. Kris berjalan keluar dari ruangan “I come to find you” Kris meraba-raba belakang jubahnya dan mendapatkan sebuah lonceng, lonceng kematian, biasanya ia akan mengeluarkan loncengnya bila ia mendapatkan mangsa terbaik “Where are you my little devil dead?”

Kris berjalan menyusuri lorong panjang didalam castle, tak ada satu orang pun yang masuk ketempat ini, tak ada, hanya langkah kaki dan hembusan nafas dirinya sendiri yang ia rasakan. Lorong yang gelap tanpa pencahayaan sedikitpun,namun tidak diujung. Lorong tua dengan ukiran klasik yang berbentuk setengah lingkaran, atap-atapnya sudah retak hanya berhias sebuah lampu besar bergaya tahun 1780 an dengan pencahayaan kuning , kusam dan sebagian dari lampu tersebut pecah, anehnya lampu tersebut menari-nari diujung lorong walau tak ada angin disana, memang lampu tersebut pertanda ada seseorang yang melewati lorong.

*Prok* sebuah tepukan dari ujung lorong

*Prok* senggang 3 detik tepukan itu terdengar lagi menghatui lorong tersebut

*Prok* 3 tepukan dari yang dipanggil the little devil dead,Yoona

Wanita itu berada dititik tergelap dicastle Mega Flow tempat yang belum pernah ada yang tau sejak puluhan tahun kecuali Ratu Anne dan Yoona bahkan Luhan dan Kris pun tak pernah tau, ada tempat dibalik lorong, Yoona bersembunyi dibalik pintu kayu, wujud aslinya sebagai vampire kini muncul, Yoona mengeluarkan satu pisau perak dan satu buah gelas yang berisi api abadi dari laci disudut ruangan, ruangan ini dulu tempat Ratu Anne dan Yoona menyimpan barang penting mereka

Kris berjalan dan terus memainkan loncengnya “Come to me, and I will see your face” Tepat diujung lorong, dan tarian lampu berhenti, sunyi senyap dan Kris terasa seperti terjebak, Kris belum pernah merasakan aura disini

Kris melepas ikatan matanya, ia memandang sekeliling, gelap bahkan ia rasa ia tidak bisa berjalan, tapi apa gunanya ia ditakdirkan menjadi vampire kalau ia tak bisa melawan kegelapan? Kris berjalan kesamping lorong dan ada banyangan yang ia tangkap, sebuah pintu.

Kris memainkan loncengnya “*Kring.. Kring..* I can see your eyes, Lets open the door and I will find you” Kris berjalan mendekat kearah pintu “I come to fine you” Kris menggenggam gagang pintunya dan mendorong gangang tersebut “Lets open the door and I will…. Kill you” namun gelap, Kris tak melihat seorang pun disana

“Say hello!” tiba-tiba Yoona muncul dan menampakan wajahnya yang disinari api abadi,wajah yang putih pucat, dengan taring yang mengeluarkan sedikit darah dan bola mata hijau yang mencolok tajam, tepat didepan Kris dan sesuatu yang sangat ingin Yoona lakukan dari dulu terkabul.

“Akkkkkhhhhhhh”

“Akkkkkhhhhhhh”

Luhan menghentikan langkahnya tepat ditangga ke 5, suara jeritan Kris membuat seluruh penghuni castle diam dan bingung, beberapa burung hantu dan gagak terbang detik itu juga

“Kris dan Yoona dimana?” Luhan menatap seluruh sudut ruangan,bola matanya mencari-cari bayangan kedua orang tersebut

“Kami tidak melihat mereka tuan”

“Aku disini” semua mengalihkan perhatian kearah Yoona yang menggengam tangan Kris yang melepuh dan separo wajah pria itu yang mengelurkan darah, dan mata kiri pria itu yang membiru. Semua membesarkan mata, mereka terkejut dengan apa yang terjadi “Aku harus melakukan perlawan bukan”

“Yoong” Luhan menatap Yoona tajam

“Ya, dia membawa belatih perak yang ia sembunyikan dibalik jubahnya, ia ingin membunuhku” pernyataan Yoona membuat Kris menjatuhkan belatih kecilnya dari genggaman tangannya, memang pada saat itu Kris sudah mengeluarkan belatihnya dan beralih menggenggam barang tersebut

“Kau apakan dia?”

“Dia ingin membunuhku Luhan, aku hanya membakar nya, tapi kuyakin dia akan sembuh” Yoona melepas genggaman tangannya pada Kris, ia melangkahkan kaki kearah tepat dimana Luhan berdiri

“Kau tak perlu melakukan ini Yoong”

“Aku hanya ingin balas dendam “

“Kau sudah melakukannya,aku tak bisa menyalahkan siapapun, kalau begitu sekarang ikut aku pergi dari castle” Luhan mengulurkan telapak tangannya

“Kemana?”

“Ke Shadow Moon.. D.O menunggu kita”

Yoona mengulas senyum, ia meletakan telapak tangannya diatas telapak tangan Luhan “Aku ikut” yang kemudian saling menggenggam.

“Dinop, dan Railina kalian urus castle ini untukku” Luhan tersenyum pada dua vampire muda berumur 18 tahun “Tentu, segeralah kembali” Railina tersenyum, diiringi anggukan dari laki-laki disampingnya Dinop Vexatur

***

“Alohomara!” Pintu tertutup. Seorang penyihir mengayunkan tongkat sihirnya kearah pintu kayu tanpa ukiran tersebut. Tepat setelah seorang wanita muda masuk kedalam ruangan yang dihiasi bermacam-maca ramuan, terjejer rapi ramuan dengan warna dan aroma yang beragam,memenuhi ruangan kecil tersebut, lengkap dengan kuali besar dimana penyihir itu sedangan melafalkan mantranya.

“Apa yang ingin kau sampaikan Hyojin?”

Wanita yang dipanggil dengan nama itu, membuka tudung jubahnya, kemudian berjalan beberapa langkah kedepan “Sudah kubilang panggil saja aku Jinne”

Penyihir itu terkekeh pelan, ia membalikan badan dan menyimpan tongkat sihir disaku jubahnya. Wajahnya yang tajam, matanya yang gelap bibirnya yang merah,kulit putih pucat, rambut pirang dan terlihat sedikit lipatan dibagian bawah mata membuat penyihir yang terkenal hampir diseluruh daratan ini terkesan sadis namun manis. Diana Azafolt

“Tapi aku lebih mudah melafal itu” lagi-lagi mereka tertawa pelan

“Aku kemari ingin meminta ramuan untuk menyembuahkan tuanku Kris, kulitnya terbakar dan sebagian wajahnya mengeluarkan darah, tadi siang tuanku Kris bersama Yoona, namun setelah kembali keadaan tuanku sudah terluka seperti itu”

Diana memiringkan senyumnya “Sudah kuduga, makhluk itu benar-benar bodoh!” Diana mengeluarkan tongkatnya dan mengayunkan kearah satu botol kecil yang berisi cairan berwarna coklat semu merah. “Accio!” botol itu melayang kearahnya, Diana menangkap botot tersebut menggunakan tangan kiri, kemudian botol tersebut dialihkan ke tangan Jinnie

“Berikan ramuan ini pada Kris, campurkan dengan darah yang ia gunakan untuk berendam”

“Ramuan apa ini?”

“Itu adalah Flamylla Andos, aku membuatnya dari bunga rosella dicampur darah kijang dan bisa ular, ramuan itu bisa menyembuhkan luka baik dalam maupun luar akibat api abadi”

Jinnie mengalihkan tatapannya dari botol kearah Diana,tatapan mengintemidasi yang cukup tajam “Api abadi?bagaimana bisa kau tau?”

Diana mengeluarkan tawa iblisnya “Tentu aku tau, efek yang ditimbul dari api abadi persis dengan kondisi Kris yang tadi kau ceritakan, api yang bisa merusak bahkan menghancurkan tubuh makhluk darah biru seperti kalian kecuali mereka si pemilik api abadi, dan…”

Diana tersenyum miring,matanya menatap lurus bola mata merah Jinnie, namun perlahan senyuman diwajahnya menghilang berganti dengan garis bibir yang mendatar

“Aku punya api itu, kau mau aku tunjukan, gadis kecil?”

***

Ruangan berpencahayaan remang dengan bolam kuning dilangit-langit atap, menyinari beberapa ukiran yang tampak didinding batu. Sebatang kayu dengan panjang satu meter setengah terlihat berada disudut ruang yang bisa dibilang cukup luas, meja kecil juga terletak di sudut lain ruangan, tak ada barang atau hiasan yang berarti disini, hanya bak mandi berwarna putih yang ditempatkan ditengah ruangan. Disanalah Kris berdiri dengan tatapan kosong

“Sudah tuan, anda bisa mandi sekarang” Seorang pelayan baru memasukan ramuan Flamylla Andos yang telah Jinnie berikan dengan kringat basah yang mengucur diwajah gadis tersebut, dengan alasan itu pula Jinnie tidak memberikan sendiri ramuan itu kepada Kris

Kris tetap menatap kosong bak mandi yang telah terisi penuh darah segar, setelah langkah terakhir dari salah satu vampire slavenya ia berjalan mendekat kerah bak mandi. Masih dengan mulutnya yang tutup rapat dan matanya yang tajam

Kris melepas satu persatu tali dari jubah yang ia kenakan, ia mulai dari yang paling atas, ditariknya salah satu tali dengan pelan, begitu seterusnya hingga tali yang terakhir terlepas, Kris melepas jubahnya dan mengeletakannya tepat dikakinya, ia melangkah, dan menceburkan diri didalam darah tersebut, seluruh tubuhnya mulai dari ujung kepala hingga kaki, semuanya merah.

Namun, kepalanya terangkat, kelopak matanya terbuka, menampakan bola mata merah dengan tatap membunuh.

“Arrrhhhhhh!!!”

***

Luhan berjalan disamping Yoona melewati pepohan rimbun dan semak-semak. Tak ada suara yang berasal dari mulut mereka berdua, hanya suara kicauan burung yang menghiasi perjalan mereka

Yoona menundukan kepalanya, bola matanya hanya bisa menatap kemana arah laju kaki Luhan, namun sesekali Yoona menatap kedepan, mengamati keadaan disekitarnya

“Kita beristirahat dulu disini”

Luhan mendudukan diri pada batu kecil sedangkanYoona dengan wajah pucat berdiri dihadapannya “Mengapa kita berhenti disini? Ini tempat apa?”

“Tempat ini bagian dari Shadow Moon, kita akan sampai setelah berjalan melewati air terjun disana” Luhan menunjuk kearah air terjun yang tertutup kabut. Tak cukup jauh dari tempat mereka saat ini, pantas tadi Yoona mendengar suara air mengalir

Yoona mendudukan diri disamping Luhan, ia menggamati susana disekitarnya, matahari sudah hampir tenggelam, beberapa tumbuhan aneh tumbuh disekitar mereka, lumur berbentuk coret-coret kecil pun terlihat ada dibeberapa kulit pohon yang ada dihadapannya.

“Kau, kenapa tidak langsung keair terjun tersebut?” Yoona memiringkan kepalanya, perlahan ia mencuri-curi pandangan kearah Luhan yang tengah memejamkan mata

“kita tidak bisa kesana” Lihatlah. Kelopak matanya, hidungnya, dan garis bibir itu.. Yoona benar-benar menikmat pemandangan dihadapannya, ia baru menyadiri sesuatu tentang Luhan.

“Kenapa tidak?”

Luhan menarik tubuhnya pelan dan membuka matanya kembali, kemudian menoleh menatap bola mata green left yang sama seperti miliknya.

“Kita baru bisa masuk keshadow moon saat bulan tiba, sebentar lagi malam, dan kekuatan magis, yang melindungi shadow moon akan hilang, kita baru bisa melihat Castle Shadow Moon saat itu”

Yoona mengangguk,kemudian perlahan Yoona menyandarkan kepalanya pada pohon dibelakangnya. Namun alis wanita itu mengerut, disusul dengan kelopak matanya yang terpejam, Yoona sedang mendengarkan sebuah suara yang jauh beberapa kilometer dari tempatnya

Tanpa diketahui Yoona, Luhan juga melakukan hal yang sama. Sebuah suara yang telah membuat gendang telinga mereka bergetar

“Dia…makhluk itu..” Luhan membuka matanya, kemudian bola matanya berubah menjadi hijau tajam.

“The Shadow”

 

TBC

Yaaa annyeong.. wkwk maaf ya,saya lama post ini, karna saya pertimbangin dulu untuk lanjut ff ini, yah maafkan kalau disini banyak kekurangan dan tak semenarik yang dichapter 1, maafkan bila lupa jalan ceritanya n_n karna terlalu lama mempost ff ini, laptop saya juga sedang dalam masa perbaikan maaf sekalih ya, di chapter ini adalah penjelas dichapter awal ya, dan juga mantra sihir yang saya gunakan dichapter ini adalah mantra dalam Harry Potter hehe, sudah cukup itu saja sekalih lagi saya minta maaf, arigatou~

 

 

 

 

 

13 thoughts on “(Freelance) Blue Blood (Chapter 2)

  1. Whoaaa.,akhirnya muncul juga kelanjutannya. Mau tanya dong thor,Luhan sama Yoona itu adik kakak atau gimana? Semoga aja engga karena aku pengen mereka bersaru wkwk :3
    Cepet dilanjut ya thor,makin gereget deh sumpah! Daebak!.

  2. DAEBAK!

    Aku paling suka ff fantasy, apalagi LuYoon couple!
    dan… author benar benar membuat cerita ini terasa nyata, benar benar dapat membuat readers nya menjadi terbayang akan apa yang terjadi di cerita. apalagi bahasa nya yang membuat readers semakin nyaman dan tertarik untuk membaca.

    dan sekali lagi …. ditunggu chapter selanjutnya secepatnya!

    ahaha, maaf kalau komen ku terlalu panjang (?) itu karena aku terlanjur suka ff ini.

    fighting author-nim yang mempunyai fantasy yg kuat (hehe)😀

  3. sprtinya aku udah pernah baca dan komen part ini di blog sblah. tp krna lupa aku baca lg..
    ditunggu ya kelanjutannya ^^

  4. Pntas ja mantrax ngingatin aku ma Harry potthers🙂
    makin bgus critanya..
    Shadow..😀
    Next chap d’tnggu yah!
    Fighting!

  5. YAhhhh kok tbc??? Lagi seru2 nya baca yah malah tbc,,
    Siapa the shadow itu??
    Apa the shadow itu baik??.di tunggu klanjutan ff nya thorr

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s