(Freelance) Twoshot : He is Mine (1/2)

wpid-ayoonhaaan11_1421226999458_o

Title    : He is Mine

 

Author : Jayanti

 

Length : Twoshot

 

Rating  : PG-13

 

Genre  : Sad, Romance, Hurt

 

Main Cast :

 

Yoona SNSD

Luhan EXO M

Other Cast :

 

Member of EXO

Member of SNSD

 

“Annyoeng aku baru disini, mungkin yang sudah baca ff ini karna memang sudah pernah aku Post, semoga kalian gak bosen dan suka, Gumawo🙂 “

 

~~~~~~~~~~~~~~~~HAPPY READING ~~~~~~~~~~~~~~~`

 

***

 

Gedung besar nan mewah menjadi saksi bisu kisah yoeja bernama Im Yoona yang menikah karna dijodohkan oleh kedua orang tuanya, tanpa cinta, tanpa mengenal laki-laki yang akan menjadi calon suaminya, tanpa tau sisi dalamnya laki-laki itu.

 

Gedung mewah berhias bunga-bunga, dan hiasan-hiasan yang menambah kesan indah untuk gereja itu, pernikahan dua insan, pernikahan kedua perusaan besar, hari ini tanggal 03-02-2010 menjadi tanggal pernikahan Im Yoona dan Xi Luhan.

 

Terlihat semuanya tamu dari orang-orang ternama, gaun putih mahal menghiasi tubuh para wanita, dan jas hitam dengan kemeja putih menjadi baju para lelaki, ya karna para undangan diwajibkan memakai baju putih untuk wanita dan hitam putih untuk lelaki, begitu juga dengan kedua mempelai

 

ting. . ting …

 

Bunyi lonceng terdengar diseluruh penjuru gereja tanda pernikahan akan dimulai, terlihat berjalan di atas red carpet gereja, Suho ayah dari Yoona menggandengnya, Yoona sangat cantik dengan gaun putih dan mewah, dan disambut oleh mempelai lelaki, Luhan tersenyum simpul walau secara terpaksa agar para tamu tidak menggetahui dia tidak bahagia.

 

“apa kau bersedia hidup selamanya dengan Yoona susah ataupun senang?” tanya sang pendeta pada Luhan

 

“ya . . saya bersedia hidup susah ataupun senang” Dan bergantian dengan mempelai wanita ditanya oleh Pendeta.

 

Setalah janji pernikahan diucapkan tiba saatnya penukaaran cincin, semua undangan berteriak agar mempelai lelaki mencium sang wanita, dengan ragu-ragu Luhan tersenyum ke arah Yoona yang juga dapat anggukan darinya, yang artinya ciumlah aku tidak apa-apa, Luhanpun mencium Yoona hanya sebentar namun cukup membuat yoona dan Luhan menahan nafas karna gugup menyelimuti mereka.eh ralat hanya Yoona yang merasakan gugup,entahla saat ini Yoona tidak dapat mengatur nafasnya yang berdetak lebih kencang dari sebelumnya.

 

-Skip-

 

.

 

.

 

“ah aku sangat lelah” Luhan membaringkan tubuhnya di atas king sizenya karna sudah lelah dengan tamu-tamunya sedang Yoona gugup untuk satu kamar dengan lelaki ini.

 

ya mereka tinggal dirumah xiumin karna Luhan tidak mau keluar dari rumahnya alasannya karna dia tidak ingin Tiffany ibunya sendirian dirumah yang sebesar istana.

 

Yoona membuka lemari ingin menganti bajunya,namun yang terlihat hanya 3 helai baju untuknya,baju yang disiapkan oleh tiffany,baju tipis nan pendek kesannya untuk menggoda suaminya untuk malam pertamanya dengan Luhan,Yoona tau itu disengaja.

 

“tidak, ini terlalu Pendek,tipis, dan . . .” Batin Yoona, dan mengembalikan baju itu kemudian mencari baju yang menurutnya tidak terlalu terbuka namun nihil semua bajunya sama, Yoona mendapat ide.

 

“Luhan-ssi . . “ Yoona kini menatap Luhan ragu-ragu, laki-laki itu sedang memejamkan matanya.

 

“emm” Jawab Luhan namun tidak menoleh ke arah Yoona

 

“bolehkah aku meminjam bujumu, karna . . . “ Yoona menggantungkan kalimatnya karna malu harus bilang apa pada Luhan.

 

Luhan yang merasa Yoona menghentikan ucapannya merubah posisinya duduk dan menghadap Yoona

 

“karna apa?”

 

“emm . . karna ini . . “ Yoona menunjukkan bajunya pada Luhan.

 

“huft, pakailah baju yang menurutmu nyaman, aku ingin mandi” Luhanpun meninggalkan Yoona.

 

“ya tuhan . . apa aku sanggup menghadapi lelaki itu? sangat dingin, bahkan dia tidak tersenyum padaku sejak tadi” Batin Yoona

 

Yoona mencoba membuka baju pengantinnya, namun sayang dari tadi dia mencoba meraih sliting bajunya yang ada dibelakang sangat susah untuk dibuka.

 

“aiss, kenapa slitingnya ada di belakang sih, membuatku susah membukanya, aais menyebalkan . . “ Yoona masih terus mencoba meraih slitingnya agar dapat dibuka sampai Luhan selesai mandi.

 

Luhan yang melihat yoona susah payah membuka bajunya mendekatinya

 

“mau aku bantu?” Tanya Luhan dengan nada dingin.

 

“benarkah kau mau membantuku?” Tanya Yoona senang dan memberi senyum termanisnya untuk Luhan, namun Luhan hanya memandanganya datar

 

“baiklah gomawo, dari tadi aku berusaha tidak bisa” Yoonapun membelakangi Luhan,agar dapat membuka bajunya.

 

“sudah . . . “ Luhanpun kembali merebahkan tubuhnya.

 

“gomawo” Yoona akan ke kamar mandi namun Yoona sadar kalau Yoona ke kamar mandi pazti bajunya akan basah semua karna gaun Yoona lebar juga panjang sampai ke lantai

 

Yoona melirik Luhan sejenak

 

“sepertinya dia sudah tertidur, tidak apa kan jika aku membukanya disini” Batin Yoona, Yoonapun membuka baju pengantinya (aww, tutup mata bagi namja)

 

-LUHAN POV-

 

“kenapa tenggorokanku panas ya, seperti kering aku ingin minum saja” Batinku, saat aku akan beranjak aku melihat Yoona membuka bajunya di pojok kamarku, aku melihatnya, melihat tubuh Yoona yang putih mulus, namun segera ku kembali ke posisiku agar tidak melihat lebih lagi, aku berpura-pura tidur, agar wanita itu tidak kaget

 

“apa wanita itu bodoh, atau memang sengaja ingin merayuku?” Tanyaku pada diriku sendiri

 

————0————–

 

“akhirnya, segar banget airnya, syukurlah ada baju Luhan” Batin Yoona, dia merasa sangat lelah memijat tengkuk lehernya yang sangat sakit mungkin karna kelelahan, diapun tidur bersama laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu

 

“kau bahkan tidak menyambutku” Yoona bicara pada dirinya sendiri sambil melihat Luhan yang tertidur menghadap padanya

 

“ku harap aku bisa menjadi istrimu yang sesungguhnya, bukan hanya di depan ayah ibu” Yoona menyingkirkan poni Luhan agar tidak menutupi matanya , karna asyik memandangi Luhan tanpa sadar Yoonapun tertidur.

 

“cieh, istri yang sesungguhnya, aku benci wanita, yang hanya menggoda, lalu berselingkuh, kenyataan semua wanita seperti itu, itulah yang pernah aku alami” Batin Luhan, diapun beranjak dari tempat tidurnya dan berbaring di sofa dekat tempat tidurnya

 

.

 

.

 

.

 

Sinar Matahari menyeluak masuk dijendela pengantin baru itu, dan menganggu tidur Yoona, dia mengerjap-ngerejapkan matanya yang terkena silau cahaya matahari.

 

“apa sudah pagi, ah aku sudah menjadi seorang istri, aku harus menyiapkan sarapan untuk suamiku” Yoona bangun dari tempat tidurnya dan kaget melihat Luhan yang tidur di sofa

 

“apa dia tidak ingin tidur denganku? Apa dia benci padaku” Tanya Yoona sedih pada dirinya sendiri

 

“tak apa Yoona kau harus tetap semangat untuk mengambil hati Luhan” Yoona memberi semangat pada dirinya sendiri, lalu beranjak menyiapkan sarapan untuk Luhan

 

“oh, kau sudah bangun Yoona, kajja kita sarapan” Ajak Tiffany pada menantunya

 

“mianhae eomma, aku terlambat bangun,tidak membantu eomma memasak”

 

“gwenchana Yoona, apa Luhan belum bangun?”

 

“belum, biar aku bangunkan ne . . “ Yoonapun berlari ke lantai atas kamar Luhan.

 

“lu . . .Luhan . . bangunlah ini sudah pagi” Yoona menyentuh pipi Luhan dengan lembut membangunkannya.

 

“Aku masih ngantuk eomma . . 5 menit lagi”

 

“kau seperti anak kecil Luhan-ssi . . . bangunlah kau harus ke kantor kan, ayahmu sudah menunggumu, ini hari pertamamu bekerja Luhan” Yoona mengguncang halus lengan Luhan agar dia bangun.

 

“aah, ne . .aku lupa aku harus bekerja, ciumlah dulu eomma, aku akan bangun” Pinta Luhan masih memejamkan mata, Luhan lupa bahwa dia sudah menikah, karna itulah kebiasaan Luhan saat dibangunkah eommanya dia akan minta dicium, karna Luhan anak manja

 

“benarkah aku harus menciummu?” Tanya Yoona takut, namun bahagia karna Luhan menggodanya.

 

Luhan yang mendengar suara itu bukan eommanya segera bangun, dia lupa bahwa dia sudah menikah,dan yang membangunkannya Yoona.

 

“ah, mianhae aku kira eomma, kamu duluan saja aku mandi dulu” Luhanpun segera meninggalkan Yoona yang merasa kecewa dengan sikap Luhan yang acuh padanya.😦

 

.

 

.

 

“Luhan suka pakai baju apa ya, yang ini sepertinya cocok” Bicara Yoona pada dirinya sendiri yang sedang menyiapkan baju untuk suaminya.

 

Luhan keluar dari kamar mandinya dengan memakai handuk yang menutupi bawahnya (tutup mata).

 

“ooh, kau sedang apa disini?” Kaget Luhan karna dia hanya memakai handuk dikira tidak ada Yoona

 

“ne, aku memilihkan baju untuk kau pakai hari ini” senyum Yoona manja

 

“tidak perlu, aku bisa sendiri keluarlah aku akan ganti baju” Pinta Luhan dingin

 

“baiklah” Jawab Yoona keluar dengan wajah kecewanya melihat reaksi Luhan yang seperti tidak menginginkan kehadirinnya

 

.

 

.

 

.

 

-DIMEJA MAKAN-

 

Semuanya sudah berkumpul untuk bersarapan, Sehun ayah dari Luhan tersenyum setelah milihat Luhan yang sudah turun dari kamarnya dengan pakaian kantor, karna sebelumnya Luhan menolak untuk bekerja di kantornya. semua mata tertuju pada Luhan yang pagi ini lebih gagah dan tampan

 

“ kau sangat gagah anakku” Puji Tiffany pada anaknya

 

“gomawo eomma” Luhan mencium kening Tiffany

 

Yoona yang melihatnya tersenyum simpul kehangatan keluarga dirasakan Yoona, Luhan sangat gagah, membuat Yoona semakin mencintainya, walau saat ini Yoona masih belum tentu pasti mencintai Luhan apa tidak.

 

“kenapa kau tidak memberikan senyum itu saat berdua denganku Luhan” Batin Yoona

 

-Skip-

 

—————-0————–

 

Waktu menunjukkan pukul 23.00 KTS

 

“Kenapa Luhan belum datang ya? Appa sepertinya sudah pulang dari tadi” Tanya Yoona pada dirinya.

 

“Kau datang. . .apa kau lapar? Aku akan membuatkanmu makanan ne?, kenapa kau malam sekali?” Bawel Yoona setelah melihat Luhan yang datang, ya itulah kebiasaan Yoona bawel, yang ditanya malah kesal.

 

“aku ingin mandi” Jawab Luhan dingin dan meninggalkan Yoona yang diam begitu mendengar jawaban Luhan

 

“apa kau tidak bisa sehangat tadi pagi saat bersama keluargamu” Sedih Yoona.

 

Setelah mandi Luhan langsung tidur tanpa berbicara sepatah katapun pada Yoona yang sedang berias diri berharap Luhan akan mengajaknya melakukan yang biasa pengantin baru lakukan, namun salah.

 

Yoona yang melihat itu hanya bisa sabar dan hanya mengikuti Luhan tidur.

 

Dan begilah Selama 2 bulan,seperti biasanya, berangkat kantor, mandi dan tidur, tak ada sepatah katapun Luhan berbicara pada Yoona, Yoona benar-benar sedang di uji.Luhan pulang kantor selalu larut malam setelah Yoona tertidur.

 

————-0———-

 

“Tuhan seberat inikah ujianmu?” Yoona menangis di kamar mandi menghidupkan shower agar tangisnya tidak terdengar oleh Luhan yang tidur

 

“aku tidak meminta apapun, aku hanya ingin Luhan tersenyum padaku, walau dia tidak ingin berbicara padaku, hiks . . hisk . . “ Tangis yoona bibawah aliran air shower yang deras.

 

“Ɗia Suamiku,tapi aku tidak merasakan apa artinya menjadi Istri” Tangis Yoona samakin menjadi.

 

“Ayah . . Ibu , aku ingin pulang, aku rindu kalian,hiks . . Hiks”

 

.

 

.

 

“kenapa pintunya terkunci, dan airnya hidup, ah aku lupa pasti Yoona sedang mandi” Batin Luhan

 

“tapi apa iya Yoona mandi tengah malam?” Luhan melihat jam dindingnya sudah pukul 00.00 KTS

 

5 menit.

 

10 menit.

 

20 menit.

 

“kenapa Yoona lama sekali, aku sudah tidak tahan” Luhan yang tidak sabar terpaksa mengetuk pintu.

 

“Yoona, apa kau di dalam, cepatlah aku ingin buang air” Teriak Luhan dari luar, namun tidak ada suara

 

“Yoona, jawab aku , apa kau didalam?” Teriak Luhan lagi karna masih tidak ada jawaban

 

“kenapa tidak ada jawaban, apa Yoona kenapa-kenapa?” Tanya Luhan pada dirinya, Luhan yang kawhatir segera mendobrak pintu kamar mandinya hingga dia melihat Yoona yang tergeletak di bawah aliran air shower, Luhan segera mematikan showernya.

 

“Yoona, Yoona bangun, kau kenapa?” Luhan segera mengendong Yoona ke tempat tidur

 

“apa yang harus aku lakukan? Bibirnya biru, dia kedinginan, aku harus mengganti bajunya agar dinginnya berkurang.

 

ya gara-gara Yoona manangis terlalu lama hingga membuatnya pusing ditambah dengan air yang terus membasahi tubuhnya hingga membuat Yoona jatuh pingsan.

 

Dengan ragu-ragu Luhan membuka kancing baju Yoona, ya karna kan kalu malam Yoona memakai bajunya Luhan tampa bawahan.

 

“ais, merepotkan saja, kenapa aku harus gugup aku sudah pernah melihatnya kan, baiklah aku harus menolongnnya tidak ada niat apapun” Luhan segera membuka baju Yoona dan menggantikannya dengan baju yang kering, Luhan menggenggam tangan Yoona yang sudah sedingin es .

 

“Yoona, ayolah sadar . . . “ Yoona menggigil, Luhan merasakannya tangan dan tubuh Yoona yang gemetar karna kedinginan.

 

“Yoona, gwenchana? Bangunlah Yoona” Luhan menepuk pelan pipi Yoona namun Yoona semakin menggigil

 

“apa yang harus aku lakukan” Luhan mulai panik, dia teringat sesuatu waktu dia kecil saat kedinginan Tiffany akan memeluknya.

 

“ya aku harus memeluk Yoona, dengan tubuhku yang hangat dinginnya pasti berkurang” Luhan segera memeluk Yoona, meneggelamkan kepala Yoona di dada bidangnya.

 

“Yoona, bangunlah jangan buat aku takut” Luhan merasakan gemetar tubuh Yoona mulai berkurang,

 

“Syukurlah sepertinya mulai berhenti, aku harus memeluknya lebih erat lagi”

 

Luhan bernafas lega, Luhan menyelimuti tubuhnya dan tubuh yoona dan memeluk Yoona lebih erat lagi sampai dia tidak sadar ikut tertidur

 

———–0———-

 

Cahaya matahari membuat mata Yoona terpaksa terbuka,saat Yoona membuka mata, Yoona kaget melihat tubuhnya yang sedang dipeluk Luhan

 

“tuhan apa aku berminpi sedang dipeluk suamiku?” Batinnya.

 

Luhan terbangun karna gangguan cahaya matahari, Yoona yang sadar Luhan membuka matanya kembali berpura-pura tertidur.

 

“apa dia sudah baikan?” Luhan menyentuh kening Yoona,

 

“oo, kau sudah bangun, gwenchana Yoona-ya?” Tanya Luhan hangat melihat Yoona yang membuka mata.

 

“emm . . “ jawab Yoona lemah, entah kenapa Yoona tidak mempunyai suara untuk menjawab Luhan

 

“apa masih dingin?”

 

“dingin? Memangnya aku kenapa? “ Batin Yoona mengerutkan keningnya tak mengerti

 

“kau tadi malam pingsan di kamar mandi, kau sakit?” Tanya Luhan

 

“benarkah, aku hanya . . . “ Yoona menggantungkan kalimatnya, dia ingat tadi malam dia menangis di bawah air shower, dan selanjutnya apa yang terjadi tidak tahu.

 

“hanya apa?”

 

“aniyo, mianhae . . apa aku merepotkanmu?” Yoona menatap Luhan, karna posisi Yoona yang berada di dada Luhan mendongak ke atas al hasih wajah Luyoon hanya berjarak beberapa senti

 

Luhan kaget, gugup itu yang keduanya rasakan, Luhan yang juga masih tidak sadar masih memeluk Yoona segera melepaskan pelukannya

 

“maaf aku lancang memeluk dan menganti bajumu karna tadi malam kau kedinginan, tapi aku tidak berbuat apa-apa padamu” Kini posisi Luhan duduk, Yoona yang juga kaget ikut duduk

 

“aaw, kepalaku . . “ Rintih Yoona memegang kepalanya, Luhan yang melihatnya khawatir

 

“gwenchana? Apa yang sakit?” Tanya Luhan memegangi tubuh Yoona dan kini wajah keduanya berdekatan, Yoona dapat mencium aroma nafas Luhan, Luhan yang sadar akan posisinya menjadi salah tingkah dan segera melepaskan tangannya yang tadinya memegang Yoona.

 

“ah, aku harus berangkat kerja, kalau kau masih sakit panggil saja eomma”

 

“kenapa tidak berbuat apa-apa Luhan, aku berharap kau menyentuhku” Air mata Yoona mengalir tapi segera dihapus olehnya.

 

“aku tidak boleh cengeng” Yoona ingin menyiapkan baju Luhan namun tiba-tiba kepalanya sakit setelah turun dari tempat tidurnya

 

“aaw . . kepalaku kenapa sakit . . “ Seru Yoona,

 

“Yoona-ya” Panggil Luhan setelah selesai mandi dan melihat Yoona yang berjongkok memegang kepalanya.

 

“ayo bangun, istirahatlah jika kau sakit” Luhan memapah Yoona ketempat tidur memberbaringkannya.

 

“aku ingin menyiapkan sarapan dan baju untukmu Luhan”

 

“tak usah,kamu tidurlah biar eomma nantik panggilkan dokter pribadi kita untumu”

 

“Luhan, gomawo” Yoona memegang tangan Luhan yang tadi ingin pergi

 

“untuk apa, aku tidak melakukan apa-apa”

 

“tidak membiarkanku kedinginan dan mati”

 

Glek

 

Luhan benar-benar mati kutu mendengar perkataan Yoona, apa dia begitu jahat, menyiksa wanita ini, hingga Yoona sangat berterima kasih seperti itu, Luhan hanya mengangguk dan meninggalkankan Yoona, masih dengan tatapannya yang datar.

 

-Skip-

 

Pulang kantor Luhan tidak menimbulkan suara takut membangunkan Yoona yang sedang tertidur namun yang dikira sudah tidur ternyata tidak

 

“kau sudah pulang?” Tanya Yoona membenarkan posisinya yang tadi tidur menjadi duduk

 

“emm . . kenapa kau belum tidur? Apa kata dokter?” Tanya Luhan duduk disamping sang isteri

 

“aku . . tidak apa” Bohong Yoona, padahal dokter bilang bahwa Yoona terlalu stres

 

“tidurlah agar cepat sembuh”

 

“Walau Luhan tidak tersenyum padaku, aku bahagia dia memperhatikanku” Batin Yoona

 

-Skip-

 

“Luhan . . Yoona, ini sudah 3 bulan kalian menikah, kenapa Yoona masih tidak berisi (magsudnya hamil)” Tanya Sehun pada Luhan

 

uhuk . . uhuk . . Batuk Luhan kaget mendengar Sehun bertanya seperti itu,

 

“mungkin belun waktunya Appa . . “ Bohong Luhan, Yoona yang mendengar jawaban Luhan hanya tersenyum miris.

 

“ini ada tiket bulan madu untuk kalian, berliburlah nikmati pengantin baru kalian, kalian kan belum berbulan madu”

 

“tak usah Appa, pekerjaan kantor masih banyak” Tolak Luhan

 

“aiss kau ini, pergilah itu perintah, pekerjaan biar Appa yang urus, kasihan Istrimu”

 

“Yoona-ya apa kau juga tidak ingin berbulan madu?” Tanya Tiffany pada menantunya karna Yoona hanya diam saja.

 

“aa . . aku . .terserah Luhan saja” Senyum Yoona pada Suaminya namun tak digubris oleh Luhan

 

“aku berangkat dulu” Luhan meninggalkan keluarganya dengan kesal, Yoona yang melihat itu sangat sedih juga sakit dengan sikap Luhan.

 

“bahkan hanya berlibur kau tidak mau Luhan, apa kau begitu membenciku” Batin Yoona

 

-SKIP-

 

——0—–

 

“Luhan . . eomma memaksaku menggunakan tiket ini . . “

 

“ya, aku tau eommaku, apa yang dia mau harus dituruti”

 

“apa kau tidak ingin ke Pulau Jeju? Disa . . “

 

“aku tidak suka, itu melelahkan” Potong Luhan

 

“ayolah Luhan, aku ingin kesana . . “ Pinta Yoona sambil bergelanyut manja pada Luhan

 

“tidak . . “ Jawab Luhan ketus sambil melepas tangan Yoona

 

“ Ada apa denganmu Luhan, kita sudah menikah 3 bulan, tapi kau tidak pernah berbicara padaku, tersenyum walau hanya saat aku bangun dari tidurku, menjawab pertanyaanku saat aku bertanya, apa kau membenciku,tidak bisakah kau berpura-pura tersenyum padaku, walau kau tak mencintaiku. . hiks . . hiks . . “ Tangis Yoona sudah pecah setelah mencoba untuk tidak menangis.

 

“ne, lalu kenapa kau merima perjodohan itu, kenapa kau terus saja mencoba berbicara padaku, kenapa kau memaksa menjadi isteriku, aku benci” Teriak Luhan tak kalah nyaring dengan suara Yoona, Yoona kaget mendengar jawaban Luhan yang membuat perih dihatinya membenci wanita, apa tidak ada sedikit harapan untuk Yoona masuk kedalam hatinya?

 

“baiklah, aku aku salah menerima perjodohan ini, aku salah mencintaimu, aku salah menjadi isterimu, dan aku salah telah menganggapmu suami” Yoona pergi dari kamarnya berlari entah kemana .

 

“aiss . . kenapa seperti ini” Luhan mengacak rambutnya frustasi, sakit . . .itu yang dia rasakan melihat wanita itu menangis entah kenapa Luhan menghawatirkan Yoona yang pergi begitu saja, Luhan segera mengejar Yoona.

 

“Yoona . . . “ Teriak Luhan mencari Yoona sampai keseluruh halaman rumahnya.

 

“hiks . . hiks . . aku benci kamu Luhan, aku benci kamu . . . “ Luhan mengampiri Yoona yang duduk dibangku taman

 

“mianhae, aku tidak bermagsud begitu” Luhan memeluk Yoona yang menenggelamkan kepalanya di lutut

 

“pergi . . aku tidak ingin bersamamu lagi, aku sudah tidak tahan denganmu, kau dingin, bahkan lebih dingin dari bekunya salju, hiks . . hiks . . “ Yoona memukul Luhan.

 

“mianhae Yoona-ya”

 

“tak bisakah kau melihatku bahkan hanya sebentar, tersenyum padaku seperti kau tersenyum pada orang lain, maaf aku mencintaimu, sejak kamu menciumku, rasa itu tidak bisa aku bohongi, aku gugup saat bersamamu, aku kaku jika bersamamu tapi kau tidak pernah mengerti perasaanku”

 

“Baiklah ayo kita ke Jeju”

 

“tidak Luhan, kau tak usah memaksakan hatimu, karna cinta tidak bisa di paksa” Yoona bangkit dari duduknya dan hendak pergi namun Luhan segera manarik Yoona dan

 

CHU . . .

 

Luhan mencium bibir Yoona dengan lembut, Yoona hanya dapat terbelalak dengan apa yang Luhan lakukan.

 

“gugup, kaku, itu yang kamu rasakan?” Tanya Luhan begitu melepaskan ciumannya

 

“kalau kau tidak ingin pergi terserah, jika kau ingin meninggalkan rumah ini silahkan, aku tidak akan memaksamu tinggal bersamaku, lupakanlah aku jika kau bisa” Luhan berlalu meninggalkan Yoona yang masih terpatung karna mencerna apa yang dia rasakan dan dia dengar, dengan langkah lesu Yoona memasuki rumah Luhan dan tidur di sofa ruang bawah karna tidak ingin melihat Luhan.

 

“Aahh, aku tidak bisa tidur, apa Luhan benar-benar menciumku tadi?”

 

“Andwae Yoona, kau harus membencinya dia tidak menyukaimu”

 

————-0————-

 

“Yoona-ya, irona . . “ Tiffany membangunkan Yoonan yang tertidur di sofa

 

“ah, ne eomma . . “

 

“kenapa kau tidur disini nak? Diluar dingin . . kau bertengkar dengan Luhan?” Tanya Tiffany

 

“aniyo eomma, aku hanya . . , a . .kebetulan tertidur disini” Bohong Yoona

 

“eomma” paggil Luhan begitu turuh dari kamarnya

 

“Luhan . .kenapa kau membiarkan Yoona tidur di sofa huh ? ” Marah Tiffany pada Luhan.

 

Ting tong (bel rumah Luhan,agep aja bunyinya gitu).

 

” Ada tamu biar aku yang membukanya” Sergah Yoona takut jika Tiffany menanyakan yang bukan-bukan.

 

**

 

-Yoona PoV-

 

“Oppa . . ” Teriak tamu itu, namun ekpresinya kecewa mungkin karna bukan orang yang diharapkan.

 

“Apa oppa Luhan ada?” Tanyanya sambil berjalan masuk se enaknya.

 

Setelah dia melihat Luhan, Appa, dan Eomma dia berteriak

 

“Annyeong semuanya, Oppa” Sapanya, dia langsung berhambur ke pelukan Luhan

 

“Oppa . . . Bogosipposho”

 

“Hai . . . Sulli-ya, na do” Luhan membalas pelukan wanita yang bernama slSulli itu dengan hangatnya, dengan mesranya, Tuhan sakit

 

“Hei apa yang kau lakukan.dia Suamiku,jangan peluk dia seperti itu,bahkan aku saja belum pernah disentuh olehnya” Batinku

 

Aku menyembunyikan kecemburuanku dan tersenyum miris.

 

“Sulli-ah kapan kau datang? Kajja kita makan bersama, Yoona-ya kau juga kemarilah” Ajak Eomma padaku,mungkin Eomma tau perasaanku yang melihat mereka berpelukan.

 

“Oppa, nanti kita jalan-jalan ya,emmuach” Sulli mencium pipi Luhan, lebih sakit lagi kali ini melihat Sulli mencium Suamiku, aku saja tidak berani, dan Luhan hanya tersenyum tanpa menolak apa yang dilakukan Sulli.

 

“Nuguya ahjumma?” Tanya Sulli menunjuk arahku.

 

“Dia istri Luhan, Sulli” Jawab eomma tersenyum padaku.

 

“Mwoya, kapan,kenapa aku tidak diberi tau?, Andwae Luhan Oppa harus jadi Suamiku” Sulli bergelanyut manja pada Luhan.

 

“Kau ini” Seru Luhan mengacak rambut Sulli, apa Luhan menyukainya ?

 

“Apa oppa mencintainya ? ” Tanya Sulli sambil melihat kearahku dengan tatapan tajam.

 

Glek…

 

Aku manahan nafas pazti Luhan akan menjawab tidak, Luhan menatapku sebentar lalu beralih pada Sulli, apa dia masih marah soal tadi malam padaku.entahlah

 

“Makanlah sebelum dingin” Luhan tidak menghiraukan pertanyaan Sulli, dan berbicara lain.

 

Aku bernafas lega karna Luhan tidak menjawabnya.

 

“Oppa, aku ingin Oppa menikah denganku, kenapa oppa mau menerima wanita yang seperti dia”

 

“Sulli-ya, Luhan dengan Yoona dijodohkan oleh kami jadi itulah keputusannya” Eomma membelaku karna Sulli menghinaku.

 

“Tante, aku sudah dewasa, aku bukan anak kecil lagi” Elak Sulli masih menggandeng tangan Luhan, hei lepaskan tanganmu, itu suamiku

 

“Kau merebut oppaku”

 

“Aku merebutnya? Bahkan eomma saja tidak mengaharap kau jadi menantunya” Aku hanya tersenyum padanya, walau saat ini hatiku sangat kesal dan marah dia menghinaku, menyentuh suami seenaknya saja”

 

.

 

.

 

“Kajja, oppa antar pulang” Ajak Luhan setelah selesai makan.

 

“Jinjah. Ne, tapi oppa janji nantik malam harus mengajakku jalan-jalan,aku sangat merindukan kotaku” Manjanya lagi pada Luhan. Sungguh aku ingin menjambak rambut wanita itu, menyuruhnya jauh-jauh dari suamiku.

 

Aku hanya tersenyum miris melihat kepergian mereka, bahkan Luhan tidak melihatku saat bersamanya, tidak mengerti perasaanku”

 

POV END

 

“ayo kita ke Jeju” .

 

“……..” Luhan hanya menarik selimutnya membenarkan posisi tidurnya memunggungi Yoona.

 

“Luhan kumohon” Yoona memohon pada Luhan dengan ekpresi sedihnya

 

“…..” Masih tidak ada jawaban.

 

“Apa kau berkencan dengan Sulli?”

 

“Bukan urusanmu” Jawab Luhan masih memunggungi Yoona.

 

“Mwo ? apa aku bukan siapa-siapa bagimu? Kamu suamiku, mana ada isteri yang rela suaminya bersama wanita lain.huh ?” Kesal Yoona,

 

“…..” Tidak ada jawaban

 

Karna Luhan tidak menghiraukannya Yoonapun tidur dengan memunggungi Luhan.

 

“Huh . .bereskan barang-barang yang akan dibawa” Perintah Luhan pada Yoona.

 

“Benarkah?” Yoona langsung menghadap Luhan, al hasil Luhan yang tadi juga menghadap Yoona wajah mereka berdekatan, Yoona manahan nafas karna gugup, sedang Luhan hanya memandangnya datar lalu memejamkan matanya tanpa menghiraukan Yoona yang tersenyum senang.

 

 

~TBC~

 

“Gimana pada suka ? diharap komennya semoga kalian suka . . .”

14 thoughts on “(Freelance) Twoshot : He is Mine (1/2)

  1. Akh.. Yoona eonnie knapa kamu selalu skit hati. Thor buat Luhannya menyesal Thor.. Kayak ad pemeran namja lain sehun cthnya d tunggu y Thor kelanjutannya!
    Keep writing Thor~

  2. Akusih maunya yoona pergi gitu ninggalin luhan karena sakit hati.. Dan luhan tuh cari yoona karena sudah mulai suka sama yoona.. Hahahahahah. #maap saran min.!!!
    Nanti kalo luhan masih dingin.. Carikan cowok lain kayak kris ato yang lain.. Bikin luhan cemburu sekali2… Jangan bikin yoona yang sakit hati mulu.. Hahahahaha. *plak* maap saran min.. Hahahah
    Aku tunggu eoonn.. Jangan lama lama (y)

  3. aah suka. penasaran sama selanjutnya.

    and yea, agak kurang menghayati aja saat ada beberapa kata atau kalimat yg kurang baku. selanjutnya semoga di perhalus (?) lagi bhasanya😀

  4. Huaa keren eonni😉
    ah gak nyangka ff yg nheg bkal d’post disini.
    Chap 2 nya d’tnggu!
    Suka dong critanya, neomu joha!
    Keep writting thor!

  5. Suka,cuma ada beberapa kata yg gk baku dan gk sesuai dgn ejaan yg benar..
    Part selanjutnya dibenerin ya…
    Makasih

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s