(Freelance) Dark ELF and My Life (Chapter 4)

poster-dark-elf-and-my-life-4

DARK ELF AND MY LIFE (ALL IS DARKNESS) 4

Author : AllienGator02

Main Cast : Im Yoona, Oh Sehun, and …. (You can find it after read the story)

Other Cast : Find it by yourself😉

Genre : Mistery,Psycho, Romantic (I dont think), Fantasy

Length : Chaptered

Poster : Cicil @2deer (Big thank’s for the best poster eonni. Always love your poster😀 )

Rating : PG-17

Disclaimer : This story is pure my idea, and I got some inspiration from Lord of The Ring and Harry Potter’s Series. Siders? is not problem for me. Basher? You can bash this story J i’m proud of typo J

Warning : yang underline itu dialognya ‘Black Shadow’

*Happy Reading^^*

_

_

_

_

Sebuah tangisan terdengar dari bibir mungil milik gadis bermata rusa itu. Gadis yang tengah menangis dalam pelukan hangat milik Penguasa Dark ELF itu mulai mengeluarkan suaranya.

“Waeyo Oppa? Kenapa bisa seperti ini? Bagaimana bisa kau menjadi seorang Dark ELF? Kenapa kau berubah?” Tanya Yoona-gadis- itu bertubi-tubi.

Sedangkan lelaki yang tengah memeluk Yoona hanya bisa diam tanpa mengatakan sepatah katapun, jauh dalam hatinya ia meringis ketika melihat Yoona-nya yang rapuh. Namun, dalam jiwa Dark ELF-nya, ia senang karena wanita yang ia benci sekaligus yang ia cintai menderita karenanya.

“Aku ingin melihat Oppa yang selalu menyayangi Yoongie, Oppa yang akan selalu melindungiku kapanpun.” Lanjut wanita bermarga Asli Im –itu-

Jauh didalam lubuk hati Yoona yang paling dalam ia sangat senang ketika bisa bertemu sang kakak yang sangat ia rindukan. Walaupun dengan fakta yang menyedihkan jika Sehun adalah seorang Dark ELF.

Gadis itu masih bisa merasakan pelukan hangat dari Sehun mulai mengendur. Dan kini pelukan mereka terlepas, Sehun segera melenggang pergi tanpa mengucap sepatah katapun padanya, dan Yoona hanya diam membiarkan Sehun pergi.

Kedua kaki kekar milik Sehun membawanya pergi menjauh meninggalkan Yoona. Kaki itu berjalan menyusuri lorong bawah tanah lalu berhenti tepat di singga sana Kerajaan Dark ELF.

Kedua tangannya mengacak rambutnya kasar. Lelaki beriris hazel benar-benar muak menjadi seorang Dark ELF, ingin rasanya ia menghapus semua kekuatan Dark ELF. Namun, jika hal itu terjadi maka Sehun akan mati untuk selama-lamanya.

Sehun berjalan mendekat kearah Cermin ajaib. Sehun bisa melihat bayangannya didepan cermin itu. Tiba-tiba sebuah rasa sakit menyeruak dalam tubuhnya. Kesakitan itu menjalar ke seluruh tubuh miliknya, hingga ia mengerang dengan keras. Kemungkinan besar Sehun tengah mengeluarkan sosok yang sangat mengerikan dalam tubuhnya.

Bayangan tampan yang ada di dalam kaca itu perlahan memudar, tergantikan sesosok makhluk yang bisa di kategorikan makhluk ‘astral’, Bayangan dalam kaca tersebut menampilkan sosok yang sangat mengerikan, dengan mata yang berkilat tajam penuh amarah, dengan bentuk wajah yang sangat buruk, bayangan tersebut berbicara.

“Sehun-sshi, apa yang kau pikirkan? Bukankah ini yang kau inginkan? Menjadi penguasa kegelapan, menyatukan dunia ditanganmu, membunuh para orc, khususnya kau bisa memiliki yoona, memiliki tubuhnya, mengendalikannya, bukankah kau hanya menyukai tubuh seorang Oh Yoona?”

Sehun menggeram ketika bayangan hitam tersebut berbicara padanya. Ucapan dari seorang ‘Black Shadow’ memang tak sepenuhnya salah, tapi ia benar-benar membenci ketika ‘Black Shadow’ berbicara jika Sehun hanya menginginkan tubuh yoona

“Keparat!!! Kau pikir aku apa hah? Ribuan wanita cantik diluar sana bisa bermain denganku tanpa halangan, tapi kau tau? Aku hanya mencintai yoona seorang. Tak perduli jika ia adikku atau bukan, yang jelas aku sangat menginginkannya,” balas Sehun tajam

‘Black Shadow’ itu tersenyum miring, “Cinta? Keparat dengan nama cinta, kau tau? suatu saat nanti Yoona-mu itu akan pergi menjauh pada dirimu, ia pasti lebih memilih kekasihnya Xi Luhan dari pada kau yang hanya seorang kakak yang tak dianggap, kau tau maksudku Sehun-sshi?” sang ‘Black Shadow’ itu tersenyum miring,

Tatapan Sehun meredup, ‘memang benar apa yang telah dikatakan oleh ‘Black Shadow’ pikirnya, ia menghembuskan nafas perlahan, “Kau memang benar, tapi aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Bombarde!”

PYARR

Suara dari pecahan beling kaca itu terdengar. Bayangan dari sosok monster berwajah mengerikan itu lenyap, seolah sosok monster itu hancur bersamaan dengan keping-keping pecahan kaca itu.

“Arggh~” teriakan kesakitan dari bibir milik Sehun terdengar.

Ini berarti bahwa sosok ‘Black Shadow’ kembali merasuki tubuhnya. Dan sebuah percikan cahaya merah keluar dari iris hazel itu, kilatan penuh dendam muncul dari irisnya. Jiwa Dark Elf yang sempat hilang ‘hidup kembali’.

Sehun meremuk bongkahan kaca yang tersisa diatas meja, lelaki berwajah kaku itu tak peduli jika darah biru pekatnya terus mengalir. Memang benar, jika satu-satunya benda yang bisa membunuh Sehun maupun sosok ‘Black Shadow’ hanyalah sebuah kaca. Namun, bukan kaca sembarangan. Kaca ini terbuat dari butiran pasir dari tanah Alligon, tak ada satupun orang yang mengetahui dimana tempat ini berada.

Ia menatap darah yang keluar dari permukaan tangannya, Sehun tau jika hanya benda ini yang mampu melukainya, Namun jiwa ‘Black Shadow’ tengah memenuhi jiwa raganya. Hingga Sehun buta akan apapun. Ia mencium aroma anyir dari darahnya. “Yeah, arastados landebegiosa, worldes arasto setepine udiuka” (Ya, dia benar aku memang harus menyatukan seluruh dunia) batin seorang Sehun.

Sebuah tawa menggelegar terdengar, Lagi-lagi sikap buruknya kembali. Sikap Dark ELF nya kembali menguasai dirinya. Memang terkadang Sehun berusaha untuk kembali menjadi Manusia, namun karena sosok ‘Black Shadow’, sosok monster yang selalu ada didalam tubuh Dark ELF selalu menghasutnya.

Kini Sehun akan jauh lebih mengerikan. Pengaruh dari ‘Black Shadow’ memang sangat berbahaya, mereka adalah sosok makhluk yang membuat hidupnya Dark ELF. Sosok yang tak akan pernah bisa dibayangkan oleh semua manusia.

Jika kalian bertanya, bagaimanakah sosok Dark ELF itu muncul maka jawabannya adalah..

Ketika seseorang mati dengan dendam dihatinya, maka kebencian yang ia tanam ketika masih hidup akan membentuk menjadi ‘Black Shadow’. Atau biasa disebut bayangan hitam. Dan ketika mereka mati, kebencian yang tertahankan itu membuat ‘Black Shadow’ bersatu dengan arwah. Hingga terbentuklah sosok mengerikan yakni ‘Dark ELF’.

Mereka memang belum ditakdirkan untuk mati, bisa dibilang jika mereka adalah arwah yang penasaran, mereka tidak bisa mati selama kebencian hidup didalam uluh hati mereka, Terkecuali jika mereka terjun ke tanah Alligon yang penuh akan butiran kaca. Sampai saat ini belum ada Dark ELF yang bodoh untuk pergi ke tempat Alligon itu.

Susunan kasta di kerajaan Dark ELF atau biasa disebut (Nervida Land), yaitu semakin tinggi tingkatan kebencian seseorang, maka semakin tinggi pula kedudukan mereka, kekuasaan tertinggi di Nervida dipegang oleh Dark ELF, lalu pada urutan kedua terdapat Gandalf yakni si Penyihir, dan urutan yang terakhir adalah Hobbit. Jangan salahkan kenapa Dark ELF sangat mengerikan, karena Dark elf-lah yang telah membentuk beberapa perkumpulan makhluk di Nervida.

*******

Sosok wanita bernama Oh Yoona tengah berdiri di sebuah puncak menara tinggi untuk melihat keindahan kota Seoul dimalam hari. Ini memang benar-benar aneh, setiap hari semua manusia biasa melewati gedung mengerikan ini. Namun, mereka seolah buta terhadap menara ini.

Kedua mata rusa itu menangkap sesosok anak kecil yang tengah menangis dibawah sana. Memang aneh, di ketinggian puncak menara sekitar seribu meter. Yoona tetap bisa melihat sosok anak kecil itu dengan jelas. Bahkan Yoona bisa merasakan jika sang anak kecil itu ada didepannya. Memang sihir yang dimiliki Sehun sangat hebat.

Yoona membelalak ketika melihat beberapa penjaga berjenis Gandalf mendekati anak kecil itu, ia takut jika sang Gandalf mengganggu anak tak berdosa itu.

“Omo! Eotteohke? Apa yang harus kulakukan? Bagaimana caranya agar aku bisa menyelamatkan anak itu? Sial, Aku terperangkap di menara busuk ini.” Gumam Yoona.

Gadis bermata rusa itu semakin terkejut ketika melihat pengawal Sehun yang ada di dekat namja kecil itu. Yoona juga bisa melihat jika anak lelaki itu tengah dibopong Aiden -selaku pengawal setia Sehun- yang berjenis Gandalf yakni penyihir besar.

“Andwaeyo.” Batin Yoona,

Sialnya, sebuah truk besar berhenti didepan kedua makhluk berbeda jenis itu. Yoona ingin sekali melihat apa yang terjadi dengan manusia kecil itu namun terhalang oleh truk besar itu.

“Omo! Kemana mereka? Apakah anak itu menjadi santapan Gandalf itu? Gila! Bahkan anak kecilpun mereka jadikan mangsa!” batin Yoona.

******

Lelaki ber-iris hazel itu berjalan menyusuri sebuah tempat ternama di Korea. Tepatnya di daerah Gangnam, Lelaki bernama Sehun itu berjalan di sebuah tempat yang disebut ‘Dunia Gemerlap’

Sesosok wanita cantik yang sedang duduk di sebuah kursi bar mampu menarik perhatian seorang Sehun. Ia berjalan mendekati sang wanita dan duduk di sampingnya.

“Aku Sehun, kau siapa?” bisik Sehun menggoda tepat di telinga sang gadis.

Gadis berwajah cantik itu tersenyum miring. “Aku Selena Park. Kau bisa memanggilku Selena,” ujar sang wanita dengan senyum menggoda.

Selena mulai mengalungkan kedua tangannya ke leher Sehun. Hingga membuat Sehun mengeluarkan kalimat, “Berapa tarifmu Nona?” tanya Sehun sambil mencium bibir Selena sekilas.

“Aku adalah yang termahal disini, hanya konglo merat yang bisa membeliku satu malam. Tarifku 7 Juta Won satu malam.” Ujar Selena.

“Baiklah, aku akan membelimu 7 Juta Won untuk setiap menit.” Ujar Sehun.

Kedua mata rusa milik Selena membulat, tanpa berkata apapun ia segera menyetujui tawaran Sehun. Pikirannya hanya bersenang-senang dengan lelaki tampan dan menjadi wanita kaya dalam waktu satu malam.

Sehun segera membawa Selena menuju sebuah Hotel besar. Anehnya, Selena baru tau jika ada Hotel mewah berdesain klasik di daerah Apgeujong. “Apakah kau baru tau Nona? Jika ada sebuah hotel berdesain Eropa di Apgeujong?”

Wanita berparas cantik itu mengangguk. “Kupikir kau adalah wanita yang cukup buruk untuk mengetahui jenis-jenis Hotel berbintang lima. Apakah kau tidak tau jika ini adalah Hotel milik Bangsa Hitam?” tanya Sehun.

Sebuah tawa menggelegar terdengar dari mulut Selena. “Aku bukanlah wanita bodoh yang mudah percaya dengan omonganmu Tuan. Aku pernah mendengar ‘Bangsa Hitam’. Maksudmu hotel ini milik penyihir dari Film The Lord Of The Ring? Kau gila.” Ejek Selena.

“Terserah jika kau tak percaya.” Ujar Sehun seraya mengendikan bahunnya acuh.

*****

Yoona melihat kembali arah jalanan dari atas gedung. Mata rusanya membelalak bulat ketika melihat sesosok Gandalf merah –Aiden Lee- memberikan sebuah permen warna coklat pada anak kecil itu.

Gadis itu tau jika ia salah paham. Ia pikir Aiden akan membunuh anak itu dan memakannya dengan lahap. Tapi tidak, anak kecil itu tadi pergi karena ajakan Aiden untuk membeli permen. Senyuman tipis tercipta dari bibirnya, ternyata masih ada jenis makhluk aneh yang mempunyai hati baik.

Yoona bisa melihat jika Aiden tengah menggandeng sosok anak kecil yang Yoona yakini bernama Young Min. Bukankah sudah pernah dijelaskan jika setinggi apapun menara milik Sehun. Ia tetap bisa melihat pemandangan dari bawah dengan jelas. Bahkan ia masih bisa mendengar suara dari arah bawah.

Sebuah deruan mobil mampu terdengar ke telinga milik Yoona. Ia menengok ke lantai bawah dari jendela kamarnya. Ia bisa melihat Sehun membawa sesosok wanita cantik yang mampu membuat Yoona terkejut.

“Selena~ astaga! Selena!” Yoona membelalak ketika menyadari siapakah wanita cantik tersebut. Ia yakin itu adalah Selena Park. Dan Yoona juga tau jika Selena akan menjadi mangsa Sehun.

Yoona berlari kencang kearah pintu. Ia berusaha mendobrak pintu agar ia bisa segera menyelamatkan teman seperjuangannya dulu. Ia ingin menyelamatkan temannya yang bernama Selena itu.

*****

Brak!

Pintu berkayu jati itu tertutup dengan sangat keras hingga membuat seorang wanita bernama Selena itu tertegun. ‘Kupikir dia sangat bernafsu’ batin wanita berwajah bulat itu.

Lengkungan sinis tercipta dari bibir milik Sehun, ia memang bisa mendengar apa yang dipikirkan oleh wanita didepannya itu. “Kau benar Selena, aku memang sangat nafsu untuk mencicipimu.” Ujar Sehun mendekat kearah Selena.

Gadis bermata bulat itu membelalak ketika mendengar penuturan Sehun. “Bagaimana kau bisa tau pikiranku?” tanya Selena waspada.

“Bagaimana? Haruskah aku menjelaskan siapakah aku?” tanya Sehun.

Perlahan wajah pucat milik Sehun berubah, kulit itu semakin memucat, Semakin mengeriput. Kulit ari itu mengeluarkan sebuah cairan biru pekat yang menjijikkan, sebuah bau anyir masuk ke indra penciuman Selena. Terlebih ketika Sehun mengeluarkan giginya yang bergerigi dan tajam. Bukan hanya taring, gigi gerahamnya sama seperti Hiu.

Gadis berwajah bulat itu membeku, ia terdiam di tempatnya. Tubuhnya kaku, tak bisa bergerak. Ia hanya bisa menggerakkan kedua matanya itu. ini sungguh aneh, Selena masih sepenuhnya sadar. Ia berniat berlari dari neraka dan menjauh dari saudara Jekyll. Namun, tubuhnya tak mau diajak kompromi, ia tak bisa bergerak sedikitpun. Bahkan mengambil nafas sangat susah untuknya.

Sehun mulai mendekati Selena, ia juga membawa tongkat sihirnya. Tak lupa ia tetap membawa cincin keabadiannya yang terkalung di lehernya.

****

Brak!

Yoona berhasil mendobrak pintu berkayu itu. ia menoleh sekelilingnya, “Untunglah tak ada penjaga yang ada didekat kamarku.” Gumam Yoona.

Gadis itu menoleh keselilingnya, kedua matanya membelalak hebat ketika ia melihat seorang pengawal setia Sehun datang kearahnya. Tubuh itu bergetar hebat, terdengar gemeletukan giginya menandakan jika gadis bermata rusa itu ketakutan. Ia buru-buru bersembunyi dibalik pintu.

Langkah kaki berat terdengar ke telinga milik Yoona. Keringat dingin mulai mengucur i pelipisnya. Ia terus berdo’a agar lelaki yang ia yakini bernama Aiden Lee itu tidak mengetahui keberadaannya.

“Aku tau kau ada di sana Nona~”

Suara itu! tubuh milik Yoona semakin bergetar hebat. ‘Apa yang harus kulakukan?’ batinnya. Tanpa sadar Yoona terus menahan nafas dari tadi. Yoona mengambil nafas sebanyak-banyaknya dan tetap berdiam ditempatnya.

Skak Mat! Kena kau Yoona! Kini Yoona bisa melihat seorang Aiden dengan tatapan menusuknya. Yoona meneguk salivanya dalam-dalam. “Bagaimana kau bisa kabur?” tanyanya tajam.

**Other Side**

Sehun mulai mencengkram tangan Selena dengan kedua tangannya. Kuku milik Sehun memanjang dan semakin lancip, kuku tajam itu mulai menusuk lengan Selena hingga gadis berwajah bulat itu mengerang kesakitan. Darah mulai keluar dari lengan kecil milik Selena.

“Hentikan!! Tolong!!” jeritnya.

Sehun seolah tuli dengan teriakan Selena yang menggema di seluruh ruangan, perutnya sangatlah lapar. Terlebih tenggorokannya sangat haus akan darah. Indra penciuman dari hidung runcing itu menajam ketika aroma darah berhasil diciumnya.

Sehun segera memutus urat nadi milik Selena, dan membuat wanita itu menghabiskan sisa hidupnya di tempat itu dengan tragis. Sehun tersenyum sinis ketika mendengar deru nafas milik Selena yang terakhir kalinya. Sehun segera mengambil sebuah gelas kecil dan mengambil darah milik Selena yang masih tampak segar dimata Sehun.

Ia mulai mengeluarkan pisau kecilnya yang sangat tajam. Sehun mulai merobek kulit Selena yang mulus seperti itu. Sehun segera memotong tangan milik Selena, potongan tangan itu ia ambil dagingnya dan ia taruh di sebuah piring yang besar disamping meja itu. ‘Untuk besok.’ Batinnya, Sehun segera melanjutkan acara makan daging merah itu. ‘Bukankah sangat nikmat erggh?’pikirnya. Itu menurutmu Sehun!

Ia mulai menggigit daging itu dengan gigi tajamnya, ia seolah tidak peduli jika wajahnya masih berupa monster yang mengerikan, ia mulai mengunyah daging itu dengan nikmat, Sehun sangat menyukai daging milik Selena. Menurutnya daging itu masih empuk dan sangat nikmat untuk makan malam. Sehun segera menghentikan aktivitasnya, ia merasa cukup kenyang untuk memakan daging merah itu.

Prok Prok

Dengan tepukan tangan itu, dua orang pelayan masuk ke ruangan itu. “Bersihkan wanita itu! kau boleh memakannya jika kau lapar.” Ujar Sehun kepada dua pelayannnya yang kerdil itu yakni –Chanyeol dan Tao-

Sehun berjalan menuju ruangan yang ada diatas lantai gedung itu, ia ingin menunjukkan ke Yoona-nya jika Selena yakni temannya sendiri sudah menjadi mangsa Sehun, sayangnya Sehun tadi tau jika Yoona melihat Selena yang bersama Sehun. ‘Kejutannya gagal’ pikirnya.

“Apakah Yoona-ku ada di dalam?” tanyanya pada pengawalnya. Entah kenapa Sehun merasa perasaannya sedikit tidak enak. Dark ELF punya perasaan? Impossible!

“Ya tuan, saya berani jamin jika tidak ada yang bisa masuk di tempat ini.”

“Not bad.”

*******

Sehun keluar dari dalam kamar itu, wajahnya sangat merah. Kedua iris hazelnya mengeluarkan cahaya merah yang pekat. Sama mengerikannya seperti monster, kukunya memanjang siap mencabik-cabik orang yang ada di sekitarnya.

“Expecto patronum”

“Crucio maxima”

“Expecto maxima”

Sehun mengeluarkan mantera yang sangat mengerikan, pelayan setianya yang bernama Suho itu terlempar tujuh belas meter. Darah pekat biru-hijau keluar dari mulutnya. Bahkan wajah pria tampan itu memucat ketika merasakan kesakitan yang ada pada dalam dirinya.

“Argghh! Tolong tuan, hentikan mantera itu. arggh!”

Sehun mendecih, matanya menajam dan mengeluarkan cahaya merah yang mampu membakar tubuh milik Suho. “Apa kau bilang?” Sehun menendang tubuh ringkih yang semakin lama semakin mengecil.

“Kau apakan tadi Yoona-ku bodoh? Dimana dia sekarang?” bentaknya,

Tak ada pelayan yang mau menolong Suho. Ketika melihat jiwa Black Shadow milik Sehun keluar. Tak ada lagi yang mau membantahnya, Kini kekuatan Sehun berkali-kali lipat, bahkan kekuatannya sama dengan kekuatan milik 17 Juta Monster berdarah tinggi.

“Arastados yelemoxa” Sehun beberapa kali mengucapkan mantera itu, namun sialnya Yooona tidak bisa ditemukan. Sehun ingin sekali membunuh semua orang yang ada di dekatnya.

“Dimana kau Yoong??? Aku akan membunuh siapapun yang membantumu keluar dari surgaku ini.”

**Flash Back***

“Kumohon. Biarkan aku pergi, aku ingin menyelamatkan nyawa temanku. Kau boleh membunuhku setelah itu.”

“Cih, percuma. Lagipula Sehun pasti sudah membunuh wanita itu.”

Pertahanan diri Yoona rubuh, ia tidak kuat mendengar ucapan dari seorang Aiden. Ia menjatuhkan dirinya ke lantai dingin itu. haruskah semua orang yang pernah dekat dengannya harus mati sia-sia? Mati karena seorang Oh Sehun. Haruskah semua orang yang dekat dengan Yoona harus mati?

“Tapi, aku bisa membantumu keluar dari tempat ini..”

Yoona menengadahkan kepalanya, ia terlalu lelah untuk keluar dari jeratan Oh Sehun. Ribuan kali ia mencoba keluar dari rumah terkutuk ini, namun ia tak pernah berhasil. Lagi pula Sehun pasti akan mudah menemukannya, Yoona pikir sangat mustahil.

“Bawa cincin ini bersamamu. Dan juga pakai jubah ini sekarang!” Aiden memberikan sebuah cincin yang sangat cantik dan indah dengan batu saphire biru.

“Bagaimana mungkin? Sehun pasti akan menemukanku. Lagi pula bukankah kau adalah pengawal setianya? Kenapa kau justru membantuku untuk keluar dari neraka ini?” tanya Yoona bertubi-tubi.

Aiden hanya tersenyum mendengar untaian kata yang keluar dari bibir milik Yoona. Ia segera memberikan cincin itu pada wanita didepannya ini. “Aku seorang Gandalf, aku memang seorang penyihir merah. Aku juga pengawal setia Sehun. Tapi satu hal, apakah kau benar-benar tidak mengingatku Nona Oh?”

Yoona berpikir keras. “Apa maksudmu? Aku benar-benar tidak tau siapa kau.” Ucap Yoona, seingatnya selama ia hidup ia belum pernah mendengar nama Aiden. Ia juga tidak pernah melihat mata sipit yang teduh itu.

“Aku Lee Donghae. Sunbae-mu yang ada di sekolah menengah pertama dulu.”

Tutup mata rusamu yang bulat itu Yoona! Gadis itu kaget ketika mendengar pengakuan dari Donghae atau Aiden. Ia mengenal sunbae yang sering membantunya waktu di sekolah dulu, ia ingat Donghae pernah menyelamatkannya dari hajaran seorang Sehun.

“Aku berubah. Wajahku, tubuhku, namaku. Aku telah mati tertabrak oleh truk besar. Namun, Sehun datang padaku dengan wujud Dark Elfnya dan menawarkanku kehidupan seperti ini. Aku masih baru di dunia aneh ini, Yoong~. jiwaku masih sama seperti yang lain”

Yoona mencerna kalimat yang telah dilontarkan dari seorang Aiden Lee, ia memang pernah mendengar jika sunbaenya itu telah mati tertabrak truk. Kejadian itu sudah sangat lama sekitar satu setengah tahun silam.

“Bawa cincin itu bersamamu, itu adalah ‘Saphirex de Ring’ banyak Gandalf disini yang sedang memburu cincin itu. karena seorang Dark ELF tidak bisa mendeteksi keberadaan orang yang memakai cincin ini. Dan jubah ini tidak bisa dilihat oleh siapapun yang ada disini. Aku yang membuat jubah ini, kupikir menjadi penyihir cukup membuatku bahagia,”

“Tapi, bagaimana kau tahu?” sungguh Yoona sangat tidak yakin dengan apa yang diucapkan oleh Donghae, terlebih lagi wajah sunbaenya itu berubah total. Bisa saja lelaki didepannya ini hanya mengaku sebagai Donghae bukan?

“Ceritanya panjang! Cepat pergi dari sini, Sehun akan segera datang”

“Bagaimana denganmu, sunbae?”

**YOONA SIDE**

Langkah kakiku membawaku menuju jalanan setapak. Sungguh aku tidak tau dimanakah aku ini berada, aku hanya berjalan terus tak memperhatikan jalan. Aku mulai mengeratkan jubah pemberian Aiden padaku, aku tidak menyangka jika ia adalah sunbae-ku ketika aku sekolah dulu.

Aku mulai percaya apa yang dikatakan oleh Aiden, Bahkan ketika aku melewati mereka dan mencoba menegurnya, mereka sama sekali tak bergeming dan menganggap tak ada aku didepan mereka. Sungguh ajaib bukan? Aku juga berterima kasih pada tuhan yang mau menolongku lewat seorang Aiden.

Aku mengelus cincin ‘Sapphirex De Ring’. Cincin ini sangat cantik dan berkilau, kata Aiden cincin ini berfugsi unguk menghilangkan aura yang ada dalam diriku. Aku hanya berharap bahwa itu benar. Aku hanya terlalu takut jika ini semua adalah akal bulus dari seorang Sehun. Aku hanya terus memanjatkan do’a pada tuhan agar mau menyelamatkanku dari cengkraman monster buas itu.

Tak terasa aku sudah berada di sebuah tempat yang sangat aku rindukan, bahkan terhitung dua tahun ini aku tidak menemui orang yang paling kusayangi. Aku mencari sebuah makam, bahkan aku lupa dimana dia dikuburkan. Hingga kedua mata rusaku menemukan sebuah nisan bertuliskan ‘RIP SeJoon Oh, 03-02-2009’

Aku tersenyum miris, ini adalah makam Appa-ku, Appa yang akan selalu kusayangi, kucintai sampai kapanpun, tak terasa bulir-bulir air mataku jatuh, aku mengelus kepala batu itu dan mulai mengingat semua peristiwa akhir dimana Appaku menyebutkan sebuah kalimat “Annyeonghi gaseyo yoongie-ya, Appa akan selalu berdoa untuk kebahagiaanmu” Aku tersenyum pahit, apakah Appa berbohong jika beliau akan selalu mendo’akan kebahagiaanku, apakah Appa selalu berdo’a agar semua musibah datang padaku?

Senyuman miris tercipta dari bibirku. Aku mengelus puncak nisan itu pelan, tanpa berkata apapun aku segera memeluk batu nisan itu dan meluapkan segala kerinduanku padanya, tepatnya pada Ayah angkatku. Jika kalian bertanya dimana ayah kandungku sekarang, aku tidak tau. Sungguh aku tidak tau, aku juga tidak ingin mengetahui tentang hal itu.

“Annyeong, Yoongie-ya. Appa akan selalu mendo’akan agar kau selalu bahagia dengan atau tanpa Appa. Annyeong” Aku masih bisa mendengar deru nafas Appa yang tak beraturan, aku juga masih ingat ketika Appa yang tersenyum ketika ia merasa kesakitan. Sakit karena kanker otak stadium akhir, kalian tau kenapa Appa menderita penyakit itu? itu semua karena orang terkutuk di dunia, siapa lagi jika bukan Sehun.

Terlebih lagi perusahaan Appa bangkrut sehingga membuat aku dan Appa miskin, setiap hari aku harus bekerja untuk membayar hutang Appa juga untuk menyembuhkan Appa. Jadi jangan pernah salahkan aku ketika aku pernah mengambil jalan kotor itu.

“Appa! Kenapa Appa meninggalkan aku sendiri? Kenapa Appa berbohong padaku? Bukankah Appa sering bilang padaku jika Appa akan selalu disampingku? Yoongie ingin mati, Yoongie sudah tidak kuat.” Aku tidak tau kenapa kalimat itu terlontar dari bibirku. Padahal jelas-jelas Appa selalu bilang jika aku harus menjadi wanita yang kuat dalam menjalani hidup. Masa bodoh dengan hal itu!

Aku memeluk batu itu. memeluk dengan erat seolah tak mau terlepas dari batu itu. aku tak peuli jika jubah ini mulai basah. Aku menengadahkan kepalaku dan melepas tudung dari jubah itu. Masa bodoh jika Sehun akan menemukanku!

Aku hanya segera berharap jika aku akan mati sekarang kalau perlu aku hanya meminta hidup sebentar, aku ingin meninggalkan seluruh pengeritaan ini. Aku hanya ingin untuk hidup yang lebih baik.

YOONA POV END

**Other Side**

Sosok namja berjalan menuju sebuah tempat, dengan segenggam bunga tulip ditangan kirinya, ia berjalan menuju sebuah tempat dimana ia akan bertemu dengan kekasih tercintanya, senyum mengembang di bibir seksinya, ia meletakkan bunga tersebut tepat didepan sang kekasih, ia tersenyum

Seorang lelaki tampan berjalan pelan menuju sebuah tempat. Bibir tipisnya melengkung keatas. Ia menggenggam bunga ditangannya itu dengan senyum yang mengembang. Dadanya bergemuruh menandakan jika ia tengah gugup sekarang.

Ia segera menaruh bunga tulip itu didepan sang kekasih hatinya. “Ini untukmu, kuharap kau menyukainya.” Ucapnya.

Namja bernama Kris itu tersenyum ketika melihat sang wanita didepannya juga ikut tersenyum, pikirannya tengah melayang ke angkasa. Kris mulai memberanikan diri untuk mencium kepala sang pujaan hati.

“Annyeong Natalie-ya, bagaimana kabarmu? Apakah kau baik-baik saja? Kuharap begitu, yang jelas aku selalu mencintaimu” Kris mengelus kepala sang pujaan hatinya. Tak terasa setetes air mata jatuh dari pelupuknya. Ia bergumam “Kuharap kau baik-baik saja disana. Aku masih belum bisa melupakanmu Nat.”

Kris mulai memanjatkan do’anya untuk kebahagiaan kekasihnya itu. ia berdo’a agar tuhan segera memanggilnya dan ia juga berharap agar ia bisa bertemu sang pujaan hatinya secepatnya. Tak lama setelah itu, ia segera pulang.

Dalam perjalanan menuju gerbang pemakaman, Kris mendengar suara tangisan dan rintihan dari seorang wanita. Ia mulai mengusap tengkuknya, dengan seribu keberanian yang ada. Kris mulai mendekati arah suara tersebut. Hingga ia menemukan sesosok wanita dengan jubah hitam aneh yang tengah memeluk sebuah nisan.

“Tolong.. selamatkanlah aku! Aku takut disini! Bawa aku pergi bersamamu. Kumohon,”

Kris mulai menyentuh pundak sang wanita, lalu tangannya naik ke atas dahi cantik milik sang wanita. “Astaga! Suhu tubuhnya panas sekali.” Dengan seribu pertimbangan Kris membopong wanita itu menuju rumahnya.

**Next Day**

Secercah cahaya masuk ke indra penglihatan milik Gadis bermata rusa itu, ia mulai melenguh pelan ketika sorotan lampu itu masuk ke retinanya. ‘Apakah ini surga?’ gumamnya.

“Ini bukan surga, tapi ini rumahku Nona.” Tiba-tiba sebuah suara muncul tanpa di duga-duga,

Terlihat sosok lelaki yang tengah membawakan sebuah nampan berisi cangkir teh dan bubur hangat itu. “Siapa kau? Kenapa aku ada disini? Apakah kau ingin menculikku?” tanya Yoona waspada.

Sedangkan namja didepannya itu hanya tersenyum tipis, “Kau ada dirumahku Nona. Aku melihatmu sedang tertidur di pemakaman. Ketika aku menyentuh dahimu, suhu tubuhmu sangat panas. Jadi aku membawamu ke rumahku.” Ucap Namja itu –Kris- panjang lebar.

Yoona mengangguk pelan, ia menatap Kris yang menyodorkan bubur dan teh hangat itu, “Ini untukmu, makanlah.”

‘Apa tidak ada racun didalam bubur ini?’ batin Yoona.

Kris mencoba menganalisis Yoona, ia bisa mendengar apa yang diucapkan gadis itu dalam batinnya. “Tenang, tidak ada racun dalam bubur ini.”

Yoona buru-buru memakan bubur itu, perutnya sudah tidak bisa diajak kompromi. Yoona menghabiskan bubur itu dengan lahap.

“Ngomong-ngomong siapa namamu?” tanya Kris.

“Yoona, Oh Yoona. Kau siapa?”

“Wu Yifan, tapi kau bisa memanggilku Kris. Anyway dimana kau tinggal? Aku akan mengantarmu pulang.”

Kris menatap wajah Yoona, gadis didepannya itu tengah bingung ingin menjawab apa. Dengan membaca pikiran Yoona, Kris tau jika gadis itu tidak mempunyai rumah. Yeah, Kris adalah orang yang mempunyai Indra keenam.

“Aku membutuhkan seseorang yang mau menemaniku, maksudku. Kau bisa memberes-bereskan barang disini. Kau juga boleh tinggal disini, lagi pula aku juga tinggal sendiri.” Entah darimana, kalimat itu tiba-tiba terlontar dari bibir Kris.

Kedua mata rusa milik Yoona berbinar ketika mendengar ucapan dari Kris. ‘Aku bisa menghindar dari kejaran Sehun dan Luhan. Aku tidak mau berurusan denga Non Human lagi.’ Batin Yoona.

Kris bisa mendengar apa yang dibatin oleh seorang Im Yoona. Ia menautkan kedua alisnnya ketika mendengar kalimat ‘Non Human’ itu.

“Well, aku ingin bertanya. Sebenarnya siapa kau itu? dan dimana kau berasal? Bagaimana mungkin kau tak mempunyai rumah?”

Yoona menimang-nimang apa yang harus ia katakan pada Kris, Yoona bukanlah orang yang bodoh yang akan mengatakan jika siapa keluarganya. Siapa itu Oh Sehun. Siapa itu Gandalf? Itu sangat tidak mungkin Yoona. Kau akan disangka Gila.

Kris mendengar suara hati Yoona yang menyebutkan Oh Sehun, Gandalf. ‘Apa maksudnya?’ batin Kris.

“Well, jika kau tidak mau membicarakannya. It’s Okay! i don’t care!” ujar Kris. Ia juga bisa melihat raut kelegaan dari wajah cantik itu.

“Alright! Aku harus pergi sekarang! Kau bisa mengambil makanan jika kau masih lapar. Jangan pergi dari rumah ini. Dan jika kau mencuri barangku, aku akan melaporkanmu ke Polisi. Atau aku juga bisa membunuhmu dengan pisau tajam.” Ancam Kris –Yang sangat tidak masuk akal menurut Yoona-

“Aku tidak akan mencuri barangmu, tuan.” Janji Yoona.

“Alright, Good girl. Dan satu hal, lepaskan Jubah jelekmu itu, aku tak suka.” Ujar kris.

“Maaf, aku tidak bisa melepas jubah ini tuan.”

“Alright! I don’t care.”

******

Sementara itu dilain tempat. Sosok namja tampan duduk dikamarnya dengan keadaan yang sangat kacau, terlihat jutaan pecahan kaca disekelilingnya. Matanya berkilat merah seakan siap melahap sebuah mangsa. Otot-otot tangannya menegang, “DIMANA KAU YOONA???!!!” Teriak namja itu –Sehun-

 

TBC

Hei hei hei, istri chanyeol datang lagi loh! #Plak okay, author ter-alay ini, gak yakin kalau ff ini sebagus chap sebelumnya, bahkan mungkin lebih jelek. Author mau tanya, apa yang bisa kalian pelajari dari ff Dark ELF chapter 4 ini? yang bisa jawab, berarti orang pinter. Kalo yang ekhem, ya gitu. (kurang ajar lu thor!)

Mian banget ne L kadang author pengen gk ngelanjutin ini ff karena author takut, ff ini terlalu jelek untuk dipasang/? Di web besar kayak yoongexo ini L Oh ya.. maaf banget atas keterlambatannya! Author mau UNAS coba! Dan author masih terlalu males untuk belajar! Apaan coba? Do’a in ya, biar author bisa dapet nilai yang baikhyun gituu.. :v do’a in ya.. peliss!😀 and once again, next chapter adalah chapter terakhir (maybe) ada yang mau nambah? :v

 

See you bai bai

47 thoughts on “(Freelance) Dark ELF and My Life (Chapter 4)

  1. Wah thor ,,aku dah lma bngt ngk bca ff ni
    Mlah hmpir lpa sma critanya,hehe
    APkah pairingny akan sma kris ato ttp sma sehun?
    Wah sehun kejem bngt ya,,jdi ngeri ngbyangin kelakuanny ke yoona

  2. Penasaran sm endingnya kira2 yoona bakal sm kris gag yaa?? Daaan syapa nntinya yg bakal musnahin sehun?? Secara dy sdh mati dn skrg jd monster,, next chapt lariiiii…

  3. wahh kerenn. kao sehun gak jadi dark elf lagi artinya sehun harus mati. tapi kalo sehun jadi dark elf terus, dia terus-terusan nyiksa yoona. kira2 endingnya gimana yah?? nexttt

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s