(Freelance) My Bestfriend is Ghost (Chapter 1)

poster-my-bestfriend-is-ghost

My Bestfriend is Ghost Chapter 1

  Author : AllienGator02

Main Cast : Im Yoona, Do Kyung Soo.

Other Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun

Genre : AU, Friendship, Fantasy, Horror/? *I think not*

Rating : PG-13

Poster : Cicil @2deer.

Length : Chapter

Disclaimer : Story is Mine. Get some inspiration of Korean film “Dont worry i’m ghost” once more Chanyeol is Mine. #Plak

Warning : Really sorry for bad story. Proud of typo🙂 Basher? You can bash this story, Siders? It’s okay for me🙂

*Just Read? I’m still Happy, Coment? More happy^_^ Basher? Thank You*

_

_

_

_

Sosok lelaki tengah duduk diam sambil menerawang sebuah objek didepannya. Kedua mata bulatnya itu melihat dua orang wanita yang bergandengan dan saling tertawa satu sama lain. Ia mendengus kesal, benar-benar iri karena ia tidak memiliki satu sahabat-pun.

Ia memang punya teman yang mungkin sangat dekat dengannya, tapi Kyung Soo sama sekali tidak menganggapnya sebagai sahabatnya. “Hanya teman.” Pikirnya,

Menganggap seseorang menjadi Sahabat itu bukanlah yang mudah. Bukankah sosok sahabat adalah orang yang selalu ada disamping kita? Selalu sedih ketika kita merasa Sedih.

Ia mendengus napas kesal, ia segera bangkit dan mengikuti langkah kaki yang membawanya menuju sebuah Taman Jeon Ju Gin –Taman di kampusnya- . ia benar-benar menyukai hawa yang ada ditaman ini.

Kedua mata bulatnya itu menatap sekelilingnya, ia tersenyum tipis dan memejamkan kedua matanya. Sebuah perasaan yang nyaman dan bahagia ada dalam hatinya. Bahkan ia tak tau mengapa ia selalu senang datang ketempat ini.

Ia mulai berjalan mengelilingi taman itu sendiri, bukankah menikmati kesendirian dengan alam adalah hal yang tebaik?

Kedua mata bulatnya itu menangkap sosok yang mungkin tak asing dimatanya. Ia mencoba berpikir keras untuk mengenal sosok namja berkulit putih pucat yang sedang duduk berduaan dengan seorang wanita.

“Bukankah dia itu teman sekolahku dulu?” tanyanya dalam hati. Merasa tidak terlalu mengenal namja itu ia pun pergi meninggalkan taman itu.

******

“Hya Kyung Soo-ah, kajja kita pergi ke perpustakaan dekat kampus ini.” Ajak seorang namja berpostur tinggi dan memiliki senyum yang lebar itu.

Terdengar sebuah decihan dari mulut Kyung Soo. “Cih, sejak kapan kau pergi ke perpustakaan hmm? Apakah kau tadi tidur didekat pemakaman?” ejek seorang Kyung Soo.

Kedua mata milik seorang Park Chanyeol itu itu membulat, memang benar Chanyeol tidak pernah pergi ke tempat terkutuk itu. Tapi ada suatu hal yang ingin ia ceritakan pada Kyung Soo ditempat itu. “Hya, kau ini benar-benar tidak sopan denganku! Aku lebih tua darimu jadi kau harus menuruti apa yang kukatakan.” Ujar Chanyeol sembari menarik tangan Do Kyung Soo.

“Hya.. apa-apaan ini!” bentak Kyung Soo pada lelaki tiang didepannya itu. Kalian tau? mereka justru terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar.

Kini kedua lelaki itu sampai di perpustakaan. Ketika seorang Chanyeol yang tersenyum bodoh melihat sosok wanita yang ia sukai tengah duduk diam di sebuah bangku perpustakaan sementara itu, Kyung Soo hanya mendengus kesal dan mengumpat pada Chanyeol.

“Kyung Soo-ah, aku ingin bercerita padamu. Kau tau kan wanita yang disana itu? Yang sedang membaca buku tebalnya itu.” Ucap Chanyeol.

Kyung Soo mengangguk sebagai jawaban ‘iya’. Ia melihat seorang wanita gendut berpostur tinggi besar dan berkaca mata tebal yang sedang membaca buku tebal itu. “Waeyo?” Tanya Kyung Soo pada temannya yang sedang duduk didepannya itu.

“A-aku menyukainya.” Ujar Chanyeol gugup.

Kyung Soo membelalakkan matanya, ia menatap Chanyeol aneh. “Apa kau yakin?” Tanya Kyung Soo memastikan.

“Ya, aku sangat yakin. Bukankah dia terlihat sangat cantik? Dia juga mirip dengan Sandara Noona.” Jawab Chanyeol sembari menatap kagum gadis itu.

“Mwo? Mirip? Pantatmu! Kau benar-benar gila!” ejek Kyung Soo pada temannya itu.

“Mereka sama-sama cantik dan mengagumkan. Apa kau tidak bisa membedakan mana yang cantik dan mana yang tidak?” terang Chanyeol.

“Terserah apa katamu.” Ujar Kyung Soo menyudahi perdebatan diantara mereka.

Tiba-tiba seorang Chanyeol mengeluarkan aegyo-nya. Ia mencolek-colek wajah Kyung Soo dan membuat beberapa orang menatap jijik kearah mereka berdua.

“Kyung Soo-ah, bisakah kau membantuku meminta nomor handphone-nya.” Pinta Chanyeol seraya mengeluarkan aegyo-nya beberapa kali.

“Ara.” Jawab Kyung Soo.

Kyung Soo segera bangkit dari duduknya dan menghampiri yeoja cantik –menurut Chanyeol- itu. Tanpa basa-basi ia bilang pada gadis itu jika seorang namja tampan yakni Park Chanyeol pewaris Vivapollo restaurant menyukai wanita bername-tag ‘Lee Ah Ra’ itu.

Kyung Soo meminta nomor handphone wanita itu. Lalu ia segera kembali ke tempat duduknya dan memberikan nomor itu kepada Chanyeol.

Bukannya ucapan terimakasih yang ia dapatkan, ia justru mendengar hantaman keras dari tangan pria bertubuh tinggi itu yang menggebrak meja Perpustakaan, dan membuat mereka menjadi pusat perhatian semua orang disana.

“KYUNG SOO! KAU BENAR-BENAR BODOH! AKU BUKAN MENYUKAI GADIS JELEK ITU, TAPI YEOJA CANTIK YANG DUDUK DISUDUT BANGKU ITU!” Bentak Chanyeol, ia benar-benar kesal dengan pria berwajah dingin didepannya itu.

“Oh! Maaf aku tak tau, Kupikir wanita yang menurutmu cantik itu,” ujar Kyung Soo tanpa menunjukkan rasa bersalahnya.

Kini Chanyeol harus mengumpat kesal, ia telah menjadi pusat perhatian di Perpustakaan ini. Tanpa banyak bicara ia segera meninggalkan Kyung Soo yang tengah membaca buku dan tidak peduli apa yang akan terjadi pada temannya itu.

******

Kyung Soo duduk sendiri di sebuah taman kampus sambil mendengarkan lagu kesukaannya. Sesekali bibir tebal itu menggumam dan bersenandung pelan, ia benar-benar malas mengikuti pelajaran hari ini, paling-paling ia hanya akan mendengar gerutuan Chanyeol.

Tanpa ia sadari ada sosok wanita berpakaian putih duduk disampingnya, kedua mata bulat itu melirik sekilas wanita disampingnya. ‘Masa bodoh’ pikirnya.

Kyung Soo terus mendengarkan lagu berjudul Move like Jagger, ia tidak peduli jika sosok wanita disampingnya itu menatap horror padanya.

Sebuah perasaan tak nyaman menghampiri hati seorang Kyung Soo, tiba-tiba ia merasa merinding, perlahan ia membuka matanya dan segera mengusap bulu kuduknya yang terasa berdiri.

Kyung Soo melihat sekelilingnya, “Kenapa sepi?” gumamnya. Ia menatap arloji yang melingkar ditangan kanannya. ‘Pukul 6 Sore’ batinnya. Dengusan kesal tercipta dari bibirnya, padahal ia hanya memutar sepuluh lagu. Kenapa sekolah sudah hampir ditutup?

 

Ia melangkahkan kakinya menuju gerbang di kampus. Sebelum sampai gerbang, ia menatap sebuah pohon besar yang menjulang tinggi dengan kesan seram. Bulu kuduknyna tiba-tiba terasa berdiri, “Sejak kapan pohon ini ada disini?” tanyanya.

 

Kyung Soo segera pergi meninggalkan Kampus besarnya itu. Ketika ia sampai digerbang, sosok wanita berbaju putih mendatanginya.

 

Wanita berpenampilan –Cukup cantik- itu berjalan menghampiri Kyung Soo, ia menautkan kedua alisnya. “Siapa dia? Aku tak kenal” batinnya.

 

Gadis itu tersenyum cerah menatap Kyung Soo. “Annyeong! Apa kau mengenalku?” tanya gadis bermata rusa itu pada Kyung Soo.

 

Lelaki bermarga Do itu menatap aneh ke arah wanita cantik itu. Perlahan ia menggelengkan kepalanya menandakan arti ‘Aku-tidak-mengenalmu’.

 

Gadis itu mengerucutkan bibirnya, dan mulai menyodorkan tangannya kearah Kyung Soo. “Namaku Yoona, tepatnya Im Yoona. Aku tinggal didekat sini. Tepatnya di seberang perempatan jalan itu.” terang Yoona pada sosok lelaki bermata bulat itu.

 

Kyung Soo segera menerima uluran tangan Yoona. Namun, kedua mata bulat itu membelalak dengan tiba-tiba. Ia melihat kearah tangannya itu.

 

“Daebbak” batin seorang Kyung Soo. Ia meneguk salivanya dalam-dalam ketika ia tak bisa menyentuh tangan Yoona. Ia segera melihat kearah Yoona yang tersenyum tanpa dosa ke arahnya.

 

“Apakah kau hantu?” tanya Kyung Soo sambil menatap takut pada Yoona –gadis berbaju putih itu-

 

Yoona selaku gadis yang berjenis hantu itu menganggukkan kepalanya polos. “Oh ya, aku lupa bilang jika aku adalah seorang gwisin. Kuharap kita bisa menjadi seorang sahabat,” ucap Yoona.

 

Kyung Soo mengangguk pelan, ia mencoba mencerna pa yang dikatakan Yoona. Namun, tak lama setelah itu ia sadar jika gadis didepannya ini adalah seorang hantu.

 

Bruk

 

Kyung Soo pingsan karena keterkejutannya melihat sosok hantu didepannya. Bukanlah hal yang aneh ketika seseorang manusia biasa bisa pingsan ketika melihat sosok hantu, terlebih lagi hantu itu mengajaknya berkenalan.

 

********

 

Sosok lelaki berpostur jangkung melihat sebuah manusia bermata bulat yang tengah tertidur di kursi taman yang menggumam ketakutan. Ia menautkan kedua alisnya, “Kenapa Kyung Soo bisa tidur disini?” pikir lelaki bermarga Park itu.

 

“Lepas! Lepaskan aku! Aku tidak mau menjadi temanmu, pergi sana! Kau itu hantu!” jerit Kyung Soo dalam tidurnya.

 

Chanyeol segera menghampiri Kyung Soo dan menepuk pelan pipi teman dekatnya itu, “Hya! Kyung soo-ah, kenapa kau tertidur disini? Kelas sudah selesai.” Ujar seorang Park Chanyeol dan mencoba untuk membangunkan Kyung Soo.

 

Kyung soo segera bangun ketika mendengar suara dari sosok sejenisnya. “Hantu?! Chanyeol-ah, aku tadi bertemu hantu. Ia memang cantik tapi ia benar-benar seorang hantu. Ia meminta menjadi sahabatku” Ujar Kyung Soo dengan takut, keringat mengucur dari pelipisnya

 

Chanyeol menaruh telapaknya ke dahi Kyung Soo, ia memastikan jika Kyung Soo sedang tidak demam atau sedang sakit parah yang menyebabkan otak anehnya mulai membayangkan hal-hal yang konyol.

 

Helaan nafas tercipta dari bibir milik namja bermarga Park itu. “Kau tadi bermimpi Kyung Soo-ah. Itu hanya mimpimu, kau mimpi seorang hantu yang meminta menjadi sahabatmu itu karena kau sama sekali tidak punya sahabat bahkan teman sekalipun. Kau hanya mau berteman denganku.” Ujar Chanyeol sembari menatap Kyung Soo.

 

Kyung Soo mengangguk pelan, ia memang tidak mempunyai sosok teman maupun sahabat sekalipun. Bahkan ia juga tidak tau mengapa ketika ia mulai berkenalan dengan seseorang ada perasaan aneh yang menyelimutinya.

 

“Hya… Kyung Soo-ah, aku harus pergi menemui sahabatku. Dia baru datang dari Busan, kau tau kan seperti apa sahabatku yang bermarga Byun itu?” terang Chanyeol.

 

Kyung Soo hanya mengangguk pelan, sebenarnya ia tidak pernah bertemu dengan sahabat Chanyeol dari Busan itu. namun, ia menegerti semua sifatnya karena sosok Chanyeol yang selalu bercerita tentang Baekhyun itu.

 

“Kkayo..” pamit Chanyeol pada pria bermata bulat itu didepannya.

 

Kyung Soo menatap kepergian seorang Park Chanyeol itu, tanpa berpikir panjang ia segera memasukkan I-Pod miliknya kedalam tas ranselnya dan pergi menuju rumahnya yang ada di daerah Apgeujong.

 

******

Kedua kaki itu menembus dinginnya malam yang sepi, KyungSoo memang sengaja tidak menyewa taksi ataupun membawa mobilnya. Menurutnya jalan sendiri jauh lebih menyenangkan, terutama jarak dari rumahnya ke kampusnya cukup dekat.

 

Kyung soo bersenandung pelan, ia berjalan sendiri tanpa ada seseorang yang menemaninya. Kedua mata bulat itu mengamati sebuah objek. Sebuah sosok mampu menarik perhatian Kyung Soo. Kedua mata bulatnya itu melihat sosok anak kecil dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. Langkah kakinya mulai mendekati sosok namja berpakaian lusuh itu.

 

“Annyeong haseyo… kenapa kau menangis sendiri disini?” tanya seorang Do Kyung Soo pada anak kecil tersebut.

 

“Aku berpisah dengan eommaku, aku berusaha mencarinya. Ketika aku telah menemukan eommaku, dia tidak bisa mendengarku dan melihatku.” Ujar namja berwajah imut yang sama sekali tidak mau menatap Kyung Soo.

 

Kyung Soo tertegun mendengarnya, ia mencoba memahami apa yang dikatakan oleh namja kecil itu. kedua mata itu membelalak ketika ia sadar atas ucapan namja kecil itu.

 

Kedua tangan kekarnya menyentuh pundak sang anak kecil itu. Namun ada suatu hal yang aneh, kedua mata bulat itu makin membelalak, ia tidak bisa menyentuh sosok anak kecil itu.

 

“K-kau sudah mati?” tanya Kyung Soo sambil menatap takut anak kecil didepannya itu.

 

Lagi-lagi Kyung Soo harus meneguk salivanya dalam-dalam, ketika anak kecil itu mengangguk dengan polosnya. Bahkan Kyung Soo bisa merasakan jantungnya yang terpompa jauh lebih keras ketika ia bisa melihat wajah mengerikan dari anak itu.

 

Wajah yang penuh goresan luka dengan beberapa garis biru muncul dari pipi sang anak itu. tak lupa darah yang dikeluarkan dari dahi dan pelipis membuat kesan yang makin mengerikan. Wajah itu pucat dan berwarna kebiruan menandakan bahwa kulit itu sudah busuk.

 

Tanpa berkata apapun lagi Kyung Soo segera berlari kencang meninggalkan tempat itu. ia berusaha pergi menjauh tak peduli jika keringat telah muncul dipelipisnya.

 

“Eomma!! Tolong aku!” teriaknya ketika ia sampai didepan gerbang rumahnya.

 

Tangannya menggedor-gedor pintu itu berharap sosok manusia segera muncul dihadapanya. Kini ia bisa bernafas lega ketika melihat sosok Ibunya yang tengah menatap bingung kearahnya.

 

“Waeyo Kyung Soo-ah? Kenapa kau terlihat ketakutan seperti ini?” tanya sang Ibu pada anaknya.

 

Lelaki bermarga Do itu mencoba menetralisir nafasnya yang tak karuan. Ia mencoba berbicara dengan sekuatnya. “A-aku melihat itu eomma…” ucap Kyung Soo terbata-bata.

 

Sang Ibu menautkan kedua alisnya, ia tidak mengerti apa yang diucapkan oleh anaknya. “Kau melihat apa? Kau melihat gadis cantik?” tanya Ibunya.

 

Lelaki itu buru-buru menggelengkan kepalanya ketika mendengar penuturan sang Ibu, “Aku bertemu hantu didepan gang. Dia anak kecil dengan wajah yang sangat mengerikan eomma!” Terang Kyung Soo.

 

Bukannya ekspresi prihatin yang dikeluarkan oleh ibunya. Ia justru mendengar suara tawa dari ibunya yang menggelegar. “Hahaha… kau itu aneh Kyung Soo-ah, kenapa kau bicara seperti itu? bukankah setiap hari kau juga melewati gang itu?” ujar sang Ibu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.

 

Seperti biasa Kyung Soo hanya mendengus napas kesal, tanpa berkata apapun lagi ia segera berlari kearah kamarnya dan menutup pintu besar itu dengan rapat.

 

Kyung Soo membaringkan dirinya ke ranjang empuknya, pikirannya menerawang tentang kejadian yang telah dialaminya,

 

“Apa yang kulihat tadi itu nyata, jadi tak mungkin aku berhalusinasi. Astaga! Kenapa aku jadi gila seperti ini?” gumam Kyung Soo.

 

Lagi-lagi sebuah perasaan tak enak menyelimuti dirinya, ia bangkit dari tidurnya dan mengusap bulu tengkuknya yang terasa berdiri. ‘Ada yang aneh’ pikir Kyung Soo.

 

Ia mendengar sebuah suara yang tampak sedikit tak asing ditelinganya, ia menoleh sekeliling kamarnya. Lalu Kyung Soo mengusap bulu kuduknya yang berdiri.

 

Lelaki bermata bulat itu meneguk salivanya dalam-dalam. Ketika sebuah sosok berpakaian putih, bermata hitam legam menoleh kearahnya.

 

Tiba-tiba Kyung Soo merasakan tubuhnya yang mati rasa ketika melihat sosok wanita itu berjalan kearahnya. Kyung Soo ingat, itu adalah wanita yang ada di mimpinya.

 

Hantu itu tidak berjalan, melainkan melayang di udara. Ia menampilkan senyum terindahnya kepada lelaki yang sedang ketakutan itu.

 

Hantu wanita itu kini berdiri dihadapan Kyung Soo. Ia menatap Kyung Soo intens, “Hey! Kenapa kau menunjukkan wajahmu seperti itu!”tanya wanita berbaju putih itu.

 

“Apa aku sudah gila?” tanya Kyung Soo pada dirinya sendiri.

 

Lelaki bermarga Do itu mulai mengerjapkan matanya, berulang kali ia menyangkal jika gadis yang tengah menatap nya itu adalah seorang hantu.

 

“Aku memang seorang hantu, aku adalah seorang roh yang penasaran.” Ujar gadis bermata rusa itu.

 

Bruk

 

Kyung soo terjatuh duduk, ia menatap wanita yang ada didepannya. Ia membentak “Kau! Apa yang ingin kau lakukan padaku? Kenapa kau seorang hantu yang penasaran?”

 

Gadis berambut pendek dan memakai baju putih itu tersenyum cantik. “Aku adalah hantu yang penasaran denga siapakah namamu?” ujar sang gadis sambil menyodorkan tangannya kepada Kyung Soo.

 

“Aku Yoona, tepatnya Im Yoona.” Ujar Yoona sambil tersenyum ramah.

 

Bukannya mendapat uluran tangan Kyung Soo, ia justru mendapat teriakan yang membuatnya menutup telinganya. “Kau! Cepat pergi dari sini! Keluar dari kamarku.” Usir Kyung Soo.

 

CKLEK!

 

Pintu itu terbuka, dan menampilkan sosok wanita paruh baya yang menatap aneh akan kelakuan anaknya itu. Ibu Kyung Soo melihat anaknya yang tengah duduk sambil menatap arah lemari dengan ketakutan. Ia segera berlari menghampiri anak semata wayangnya itu.

 

“Hya, Kyung Soo-ya. Apa yang kau lakukan? Kenapa kau ketakutan?” tanya sang ibu seraya memeluk anaknya.

 

“Eomma, tadi ada sosok hantu wanita yang ingin berkenalan denganku, eomma! Tolong aku,” ujar Kyung Soo. Ia segera bergelayut ditangan sang ibu.

 

“Hya~ Kau ini kenapa? Tidak ada hantu disini. Itu hanya halusinasimu saja, Kyung Soo.” Ujar Nyonya Do pada sang anak,

 

Wanita tua itu memeluk anaknya dan mengusap punggung sang anak berharap agar ketakutannya mereda.

 

“Aniyo, tadi ada hantu eomma. Ia menghampiriku, dia memperkenalkan dirinya. Namanya itu…” kalimat   itu terputus karena sang ibu menyela.

 

“Aissh.. sudahlah, sekarang kau cepat istirahat, kau pasti kelelahan.” Ujar sang ibu, ia segera pergi meninggalkan sang anak.

 

Kyung Soo membaringkan dirinya ke kasur, ia memeluk gulingnya erat seraya terus berdo’a agar Tuhan melindunginya. “Aku pasti salah lihat, eomma benar. Itu hanya halusinasiku” gumam Kyung Soo.

 

“Itu bukan halusinasimu Kyung Soo-ah, aku disini.” Sebuah suara datang mampu membuat Kyung Soo terduduk di ranjangnya.

 

Lagi-lagi kedua mata bulat itu membelalak ketika melihat sosok wanita cantik berbaju putih duduk di sofa kamarnya.

 

“Kau! Kenapa kau datang lagi? Kau siapa? Aku tidak mengenalmu! Cepat pergi!” bentak Kyung Soo pada gadis duduk di sofa itu.

 

Wanita itu tiba-tiba menghilang dari tempat semula, belum sampai Kyung Soo mengambil nafas lega, hantu wanita itu duduk di ujung ranjangnya.

 

“Bukankah sudah kubilang berkali-kali jika namaku Im Yoona. Im-Yoon-Ah, aku seorang gwisin. Kau ini tuli atau bodoh?” ujar Yoona jengkel.

 

Kyung Soo membeku, ia meneguk salivanya dalam-dalam. “Apakah aku mimpi?” gumamnya.

 

Gwisin didepannya menggeleng. “Kau tidak bermimpi, aku seorang gwisin.” Ujar Yoona seraya tersenyum tipis.

 

Bruk..

 

TBC

A/n : author ter-alay di dunia akhirat datang bersama suami tercinta –Chanyeol- (iiiuuuhhh), Maaf ya, kalo ini ff super duper guajjeee… ff ini buat selingan aja, cause lagi males buat ngedit ff DELF yang chap. 5, tau kan kalo author yang cantik ini sibuk try out (ambil plastik)

 

YoongEXO is One Star, One Moon, One Sun. One Heart! Dan One-One lainnya…

 

Olympian –One of milion Love for Yoona and EXO which Made from Power of Infinitely Love And Natural (Sumpah author ngawur)

Sorry kepanjangan…

12 thoughts on “(Freelance) My Bestfriend is Ghost (Chapter 1)

  1. Dari jdulnya aja udh menarik banget
    Apakah mungkin kyungsoo bakalan bantuin yoona mecahin masalah yg buat dia jd roh penasaran? Udh pingin liat kelanjutannya!!
    Keep writing Thor and cepet2 d publish chap 2! ^^

  2. Wah, Kyungsoo lucu bnget sih ekspresinya saat knalan dgn hantu Yoona, ampe pingsan gtu. Yoona knp jadi arwah gentayangan gtu?
    Aigoo, chanyeol npa hrus meminta bntuan D.o sih buat minta nomor handphone yeoja yg dia suka, aplg D.o oppa pke slah tangkap lg/?
    Sehun, disini bkal brperan apa yah?
    Oh yah, nanti jgn pke kata sebuah pada manusia yah , tp seorang manusia atau apalah.. Soalnya itu salah, kcuali sebuah apel atau sebuah benda eonni😉
    titik komanya d,perhatiin lg truz alurnya usahain klu bsa d’perhatiin jgn ampe kecepatn yah😉 #mian,aku cuma bri saran or kritik biar makin bagus lagi ff.x
    Okey, next chap d.tnggu! Fighting!

  3. Kyung soo punya kemampuan bisa mlihat hantu yah thor ??
    Sepertinya mata kyung soo akan lebih sering membelalak hahaha

  4. Wih wih. . Ff bru. . .seru kyknya, . penasaran kelnjtan hubngan d.o ama yo0na. .apa yang duduk ama namja putih pucat itu yo0na? Apa yo0na itu kekasihnya sehun, ,?mf aku byk nanya. .
    Oh iya aku mau ksih saran mungkin untuk kata “SEBUAH manusia nya diganti SEORANG manusia atau bisa juga seorang pria/wanita”
    makasih mf kalo aku sok tau. .hehe

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s