(Freelance) Oneshot : A Destiny

download

A Destiny

 By

Moonixie

Cast: GG’s Im Yoon Ah, EXO-K’s Kim Joon Myeon || Genre: Romance, Sad ||

Length: Oneshot || Rating: PG-15

Summary:

Mengapa takdir kita tak seindah langit dengan taburan bintang?

***

 

Yoona terbangun dari tidurnya. Semuanya masih sama. Yoona masih berada di ruangan serba putih dengan bau yang khas. Bola matanya terputar menandakan bahwa ia benar-benar bosan. Kaki jenjangnya menuruni ranjang melangkah dengan gontai bermaksud untuk keluar dari tempat membosankan ini.

Yoona berjalan sembari menundukkan kepala, terus melangkah menuju tempat favoritnya di rumah sakit ini. Beberapa menit kemudian, ia sampai di tempat paling atas gedung itu. Sebuah rooftop. Yoona langsung dapat merasakan angin yang menerpa wajahnya lembut.

Ia selalu suka tempat itu. Bagaimana tidak? Di tempat itu ia bisa melihat hampir seluruh kota Seoul—kota kelahirannya. Ia dapat merasakan kebebasan karena tempat itu cukup jauh dari keramaian. Bahkan saat malam hari datang, Yoona dapat melihat bintang-bintang yang menghiasi langit gelap dengan jelas juga cahaya lampu warna-warni yang akan menerangi kota Seoulnya. Sungguh indah—pikir Yoona.

Orang-orang mungkin akan berpikir 2 kali untuk pergi ke tempat itu, karena ada cukup banyak tangga yang harus dilalui dan sepertinya orang-orang akan lebih memilih taman dengan banyak bunga untuk menghilangkan rasa bosan mereka. Tapi tidak dengan Yoona dan seorang… Kim Joonmyeon.

 

“Kau juga sedang bosan, dokter?”

 

Pria dengan kemeja putihnya menoleh dan mendapati pasiennya sedang berjalan kearahnya lalu duduk bersama di ujung gedung, tak ada pagar pembatas yang terpasang, membuat siapa saja dapat duduk dan menggantungkan kakinya ke bawah. Cukup mengerikan memang, tapi itu akan benar-benar menyenangkan bagi mereka.

 

“Ya, seperti biasa. Hey, sudah kubilang panggil saja aku Joonmyeon saat kita sedang berdua.”

 

Mereka dapat melihat bagaimana indahnya langit senja hari itu, mengobrol ringan dan tidak ada rasa canggung diantara mereka. Tentu saja, karena terhitung sudah 1 bulan mereka saling mengenal, berawal dari sekedar hubungan dokter dan pasien lalu berubah menjadi teman karena tercipta sebuah rasa nyaman satu sama lain.

 

“Sepertinya aku lupa hahaha. Eum.. Apa tidak ada pasien yang harus kau tangani?” Joonmyeon melirik Yoona lalu tersenyum.

 

“Ada.” Sekarang Yoona yang menoleh heran pada Joonmyeon. Jika ada mengapa dirinya ada disini? batin Yoona.

 

“Lalu, mengapa kau ada disini?”

 

“Tentu saja, karena pasien itu ada disampingku.”

 

“Eoh, pasien yang bernama Im Yoona itu?” Yoona tertawa dengan gurauannya sendiri.

 

“Ya, pasien si pemilik tawa lebar.”

 

Hari itu mereka lewati dengan canda tawa. Ada satu hal yang tidak membosankan saat dirinya di rumah sakit. Sesuatu yang tidak ingin dilewatinya. Yaitu seorang Kim Joonmyeon.

 

 

Jantungnya kembali berdebar saat berada begitu dekat. Ingin rasanya tetap seperti itu.

 

 

Yoona kembali ke tempat biasa. Kali ini tidak ada Joonmyeon disana, ia begitu merindukan pria bermarga Kim itu. Akhir-akhir ini ia jarang mengobrol dengannya. Mungkin pria itu sibuk dengan pekerjaannya sebagai dokter.

Iris mata Yoona menajam saat ia melihat sosok yang begitu familiar disana. Berada di bawah, di taman belakang rumah sakit ini. Sosok itu tidak sendiri, ditemani dengan seorang wanita disampingnya. Tertawa bersama seakan dunia hanya milik mereka berdua.

Ada rasa sakit di hatinya, saat melihat Joonmyeon tertawa bersama wanita lain. Sebenarnya dia menyukai pria itu. Ralat. Ia mencintainya, mencintai seorang dokter yang menanganinya itu. Seorang dokter dengan name tag Kim Joonmyeon itu.

Sudah lama ia menaruh hati pada Joonmyeon, mungkin saat pertemuan pertama mereka. Ia tidak berani mengatakan perasaannya. Tentu saja. Bagaimanapun juga ia adalah seorang wanita, ia malu jika harus menyatakan perasaannya. Dan mungkin akan tetap memendam rasa itu, apalagi saat ia melihat Joonmyeon bersama wanita lain. Bisa saja kan Joonmyeon sudah memiliki kekasih.

 

 

Entah mengapa Yoona merasa sangat lelah hari itu, apa mungkin penyakitnya kian memburuk? Walau Joonmyeon memeriksa keadaannya setiap hari, tapi Joonmyeon tidak pernah memberitahunya apakah keadaannya itu membaik atau semakin memburuk. Begitupun dengan keluarganya, ibunya tidak pernah berbicara tentang keadaannya, dan sejujurnya Yoona juga tak ingin mengetahui keadaannya. Ia terlalu takut untuk mengetahui apa yang terjadi pada dirinya.

Beberapa jam telah berlalu, Yoona merasakan kepalanya kian terasa semakin sakit. Bahkan air mata itu jatuh saat ia menahan rasa sakitnya. Ia adalah wanita yang kuat, bahkan ia menang melawan pria dalam adu panco di kelasnya dulu, dan dia mendapat julukan him Yoona dari teman-temannya. Ya. Tapi itu dulu. Saat ini ia merasa tidak berdaya. Ia merasa benar-benar lemah. Apa ini adalah akhirnya?

 

Joonmyeon berlari bersama beberapa perawat saat mendapatkan kabar bahwa Yoona tak sadarkan diri di kamar inapnya. Ia resah, gugup, juga.. takut. Ia benar-benar kalut, bagaimana mungkin ia terlambat? Bagaimana mungkin ia baru datang saat detak jantung Yoona benar-benar lemah?

Sebenarnya Joonmyeon tak mau menjadi dokter yang menangani Im Yoona, ia terlalu takut menerima keadaan Yoona yang sebenarnya. Keadaan Yoona yang semakin buruk setiap harinya. Ia tidak ingin mengetahui itu semua, karena itu membuatnya sakit juga sedih, dan takut akan kehilangan. Tapi Yoona hanya ingin Joonmyeon yang menanganinya. Karena mungkin gadis itu percaya, bahwa Kim Jonnmyeon adalah… Malaikatnya.

 

Joonmyeon benar-benar kacau saat mengetahui bahwa dirinya…

 

 

Gagal.

 

 

Gagal untuk menyelamatkan gadis itu. Gadis dengan tawa lebarnya. Im Yoona.

 

Setetes air matanya jatuh saat melihat garis lurus pada elektrokardiograf itu. Saat jantung gadis itu tak lagi berdetak. Saat gadis itu harus pergi ke tempat yang sangat jauh sampai-sampai mungkin ia tak akan bisa melihatnya lagi, kecuali Tuhan berbaik hati untuk mempertemukan mereka kembali. Dan mungkin hanya lewat sebuah mimpi.

 

 

Selamat jalan Im Yoona…

 

 

Ia teringat pada malam terakhirnya bersama Yoona. Malam dimana mereka mengobrol santai dengan ditemani bintang-bintang yang cantik. Hari itu Joonmyeon merasa benar-benar nyaman dengan Yoona padahal baru satu bulan lebih ia mengenal gadis mata rusa itu.

 

“Joonmyeon, mengapa kau ingin menjadi seorang dokter?” Joonmyeon terlihat berpikir untuk menjawab pertanyaan gadis disampingnya.

 

“Eum… Karena aku ingin menjadi seperti seorang malaikat. Dulu ibuku berkata bahwa jika kau ingin terlihat seperti malaikat, jadilah seorang dokter dengan baju putihnya, maka orang-orang akan menyebutmu seorang malaikat.”

 

“Wah, Ibumu benar, kau terlihat seperti malaikat Joon.”

 

“Itu karena wajahku yang tampan.”

 

“Benarkah? Mengapa aku tidak melihatnya?” Yoona memicingkan matanya bermaksud untuk menggoda Joonmyeon.

 

“Hey!”

 

“Hahahaha, kau begitu lucu.” Joonmyeon benar-benar menyukai tawa renyah seorang Im Yoona. Atau mungkin semua tentang Im Yoona?

 

“Kalau begitu, suatu saat nanti aku juga ingin menjadi dokter, lalu menolong orang-orang, dengan begitu aku akan menjadi seperti malaikat.”

 

“Aku menunggu hari itu.”

 

Yoona merebahkan dirinya, menatap langit yang begitu indah dengan berhiaskan bintang juga bulan. Sungguh malam yang indah.

 

“Lihatlah Joonmyeon, bintang itu sangat cantik!”

 

 

 

‘Ya, bintang itu terlihat seperti dirimu. Sangat cantik.’

 

 

 

“Meskipun kau tidak menjadi dokter, kau tetaplah malaikat bagiku Im Yoona.”

 

 

END

 

 

17 thoughts on “(Freelance) Oneshot : A Destiny

  1. Suho emang cocok bgt deh jadi dokter. U,u
    sad ending tapi kaya gak sad ending? hehe. Soalnya aku ngerasa Yoona kaya bakal masih selalu ada di hatinya suho wkwk #apasih
    keep writing!

  2. walaupun ga terlalu panjang story nya, tapi ngena ko author! sad ending lagi huhu😦 ditunggu karya lainnya yaa fighting

  3. Huhuhu sad ending T_T
    Disini udh jelas kalau yoona itu cinta sma suho, trz suho cinta ngk sama yoona ?? atau hax prasaan syang sja..
    Ditunggu karya yg lain

  4. Yah, sad ending😥
    yoonanya pergi utk slama-lamanya.
    Critanya menarik.
    Itu td suho oppa lg ng0brol dgn cpa ampe yoona cmbru gtu?!
    Moment mrka jg manis tp syg skali endingx hrus pahit:/
    .
    Keep writting thor!

  5. Sad ending? . .yaaah aku kira yo0na nulis surat,tp ternyata. . .?

    Ya walaupun aku tau kematian it tak terduga(?) setidaknya dia nulis diary . .biar suho tau perasaan yo0na. . .

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s