Dating 12 Boys : Bacon

tumblr_ng3b5rXO7O1rjxb8po2_r1_500

Dating 12 Boys : Bacon

by cloverqua | main casts Im Yoona – Byun Baekhyun

genre Idol Life – Romance | rating PG 15 | length Ficlet (Series)

disclaimer This fanfiction is purely my own. Cast belong’s God. I just borrowed the names of characters and places. Don’t plagiat this FF! Please keep RCL!

Happy reading | Hope you like it

2015©cloverqua

The Beginning

Tangan kanan Yoona memainkan sedotan asal di dalam gelas minuman. Sesekali gadis itu mengedarkan pandangan ke sekeliling cafe yang terlihat sepi. Bukan karena tidak ada pengunjung yang datang, melainkan cafe itu baru saja buka beberapa menit yang lalu sejak ia memasukinya.

Ujung jari Yoona mengetuk pelan di atas meja, tanda bahwa ia mulai bosan karena seseorang yang sedang ditunggunya belum datang.

KLANG!

“Selamat datang!” terdengar suara decitan pintu bersamaan suara pelayan yang menyapa pengunjung yang baru saja datang. Yoona melirik sosok laki-laki yang berjalan menghampirinya. Laki-laki itu terlihat berpenampilan tak jauh berbeda dengannya. Topi yang melekat di kepala, jaket tipis dengan kaos hitam yang ia pakai, juga tak lupa kacamata hitam yang bertengger manis di atas hidungnya.

“Apa kau sudah lama menunggu?” tanyanya begitu duduk di depan Yoona.

“Hampir 30 menit,” Yoona menunjukkan stopwatch yang sengaja diaturnya begitu ia tiba di cafe tersebut, “Kau tahu, tidak baik bagi seorang pria membuat wanita menunggu di acara kencan mereka, Byun Baekhyun.”

Baekhyun tersenyum lebar hingga memperlihatkan bentuk rectangle smile yang menjadi ciri khasnya.

“Aish, ini semua karena ulah duo magnae yang mengerjaiku tadi pagi,” desah Baekhyun sambil mengerucutkan bibir, “Saat aku mandi, Sehun mengunci pintu kamar mandi dari luar, hingga aku harus menunggu sekitar 20 menit baru bisa keluar. Lalu sebelum pergi, Kai menyembunyikan sepatu yang biasa aku gunakan.”

Yoona melongo mendengar celotehan Baekhyun yang baru saja meluncur bebas dari mulut lelaki itu.

“Gara-gara mereka berdua, member lain juga ikut mengerjaiku,” lanjut Baekhyun masih bercerita tentang kejadian pagi hari yang membuatnya kesal, sekaligus membuatnya terlambat datang di acara kencannya bersama Yoona.

“Astaga, kenapa mereka melakukan itu padamu?” tanya Yoona sambil menahan tawa.

Baekhyun mengeluarkan senyumnya sambil membusungkan dada, “Mereka kesal karena aku mendapat giliran pertama untuk berkencan denganmu, Yoona.”

Untuk beberapa detik, Yoona tersipu mendengar Baekhyun yang notabene lebih muda darinya memanggil namanya tanpa embel-embel ‘noona’ di belakangnya.

“Kau tidak mungkin lupa dengan kesepakatan yang membolehkan kami memanggil namamu selama berkencan, ‘kan?” Baekhyun menyunggingkan bibirnya.

Yoona menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lebar, “Jadi—kau sudah menentukan ke mana kita akan pergi?”

“Emm … sebenarnya aku tidak mempunyai ide tempat untuk menghabiskan waktu kencanku denganmu,” Baekhyun menggaruk tengkuknya sambil meringis, “Tapi, ada beberapa hal yang ingin kulakukan selama berkencan denganmu.”

“Apa?” Yoona membulatkan bola matanya dengan raut wajah penasaran.

“Pertama, kita menikmati ice cream di sini. Kita hanya memesan satu dan menikmatinya bersama. Biasanya pasangan kekasih melakukan hal itu, ‘kan?” Baekhyun mengedipkan matanya, lalu segera mengangkat tangan untuk memanggil pelayan cafe yang sedang mengamati keduanya.

“Aku ingin memesan ice cream sundae,” ucap Baekhyun pada pelayan cafe yang langsung mencatat pesanannya.

Pelayan tersebut sedikit mengamati Baekhyun yang tengah melepas kacamata hitamnya. Yoona sempat dibuat serangan jantung karena tindakan nekat Baekhyun tersebut bisa saja membongkar identitas mereka sebagai idol.

“Maaf, apa kau Baekhyun dari EXO?” tanya pelayan tersebut dan sontak saja membuat Yoona menelan saliva-nya karena khawatir jika identitas mereka ketahuan.

Baekhyun tersenyum lebar, “Kau salah orang. Mana mungkin aku Baekhyun dari EXO. Bukankah dia selalu memakai eyeliner saat di atas panggung? Sementara aku paling benci menggunakannya.”

Pelayan cafe tersebut tidak langsung mempercayai ucapan Baekhyun begitu saja. Ia masih berdiri dan terus mengamati wajah Baekhyun dengan teliti.

“Kenapa masih berdiri di sini? Cepat bawakan pesananku!” Baekhyun sedikit berteriak karena pelayan cafe itu terus memperhatikannya.

Gadis yang mengenakan seragam cafe itu hanya membungkuk sambil berlalu dari hadapan Baekhyun dan Yoona. Sesekali ia menggelengkan kepalanya karena masih merasa mengenali sosok keduanya.

“Hmmpff ….,” tawa Yoona yang sedari ditahan akhirnya keluar. Sontak saja suaranya itu membuat Baekhyun menoleh dengan ekspresi bingung.

“Apa ada hal yang lucu?” tanyanya sambil memperhatikan Yoona yang masih menunduk karena tertawa.

Yoona mengangguk, “Eyeliner, aku tidak tahu kenapa aku terus tertawa setiap kali mengingat kau menyebutkan hal itu.”

Baekhyun mendengus kesal, “Aish, kenapa juga dia harus mengenaliku? Mengganggu saja.”

“Kurasa dia termasuk salah satu fans EXO. Seharusnya kau berkata jujur dan memberikan foto atau tanda tangan untuknya,” jawab Yoona terkekeh.

“Tidak mau. Selama berkencan, aku tidak mau siapapun mengganggu waktuku denganmu,” ujar Baekhyun, “Ini adalah moment yang aku tunggu selama ini. Kapan lagi aku bisa mendapat kesempatan untuk berkencan dengan Queen of Visual sepertimu?”

Yoona mencibir Baekhyun yang tersenyum lebar kepadanya, “Itukah sebabnya kau paling antusias dalam rencana berkencan ini?”

“Dan aku yang paling beruntung karena mendapatkan giliran pertama. Jangan lupakan itu,” lanjut Baekhyun tertawa puas.

Tawa Yoona hampir meledak saat melihat ekspresi wajah Baekhyun yang begitu genit kepadanya. Untuk sesaat ia mulai menikmati kebersamaan mereka, terlepas dari status mereka yang merupakan idola dan kesulitan mereka untuk menghindari para fans yang sewaktu-waktu bisa mengenali identitas mereka. Yoona bahkan mulai berani melepas kacamata hitam yang senantiasa terpasang di wajahnya, sejak ia masuk di cafe tersebut. Kemudian menggantinya dengan kacamata biasa yang sengaja ia bawa untuk berjaga-jaga.

“Selamat menikmati,” pelayan cafe baru saja mengantarkan pesanan Baekhyun yang langsung disambut ekpsresi senang dari pemuda itu. Reaksi yang tidak jauh berbeda juga terlihat dari Yoona.

Di depan mereka, sudah tersaji ice cream sundae yang terdiri dari skup es krim rasa vanilla yang diberi saus cokelat, topping krim kocok dan ceri Maraschino.

“Kudengar ice cream sundae ini adalah hidangan favorit di cafe ini. Kau harus mencobanya, Yoong,” ucap Baekhyun sambil menyodorkan sesendok es krim untuk Yoona.

Yoona tersenyum saat Baekhyun menyuapi es krim tersebut ke dalam mulutnya. Ia pun melakukan hal serupa dengan sendok lain yang sengaja disiapkan untuk keduanya.

Saat Yoona hendak menyuapi es krim ke dalam mulut Baekhyun, tanpa sengaja krim kocok dari es krim tersebut mengenai hidung Baekhyun. Spontan saja Yoona tertawa, sementara Baekhyun hanya menatapnya bingung.

“Maaf, ada krim di hidungmu,” jawab Yoona sambil mengusapkan tissue di bagian wajah hidung. Tanpa sadar sikapnya tersebut membuat wajah Baekhyun memerah.

Yoona dan Baekhyun pun menikmati moment kebersamaan mereka dalam menikmati ice cream sundae yang sudah dipesan, layaknya sepasang kekasih. Beberapa kali keduanya saling menjahili dengan sengaja mengoleskan krim kocok di wajah masing-masing. Tentu saja sikap masing-masing membuat keduanya tertawa senang.

Selesai menghabiskan ice cream sundae, Baekhyun mengajak Yoona untuk menikmati jajanan pinggir jalan yang menjadi ciri khas dari Korea Selatan. Pilihan mereka jatuh pada tteokbokki (kue beras pedas) dan juga odeng (fish cake). Untung saja saat keduanya mendatangi kios yang menyajikan jajanan tersebut, tidak banyak pengunjung lain yang datang sehingga keduanya tidak terlalu cemas jika identitas mereka akan ketahuan.

“Aaaa ….,” Yoona kembali menyuruh Baekhyun untuk membuka mulutnya. Dengan hati-hati Baekhyun meniup odeng yang masih mengepulkan asap karena baru saja matang.

“Bagaimana?” Yoona penasaran dengan ekspresi wajah Baekhyun yang masih asyik mengunyah odeng tersebut.

“Ini enak, tapi panas sekali,” Baekhyun mengibas-ibaskan tangannya di depan mulut karena merasakan lidahnya yang seperti terbakar usai menikmati odeng tersebut.

“Jajanan ini paling enak saat dinikmati panas-panas,” timpal Yoona dengan senyum lebar.

“Aku tahu. Buka mulutmu,” Baekhyun mengambil satu tusuk odeng dan bersiap menyuapkannya pada Yoona. Gadis itu melakukan hal serupa dengan Baekhyun, bahkan reaksinya tak jauh berbeda setelah memakan odeng tersebut. Menyadari ekspresi mereka yang begitu lucu karena kaget dengan panasnya jajanan odeng, Baekhyun dan Yoona lagi-lagi hanya tertawa.

Baekhyun sengaja mengatur kencan mereka dengan kegiatan yang sederhana, karena keduanya tidak punya banyak waktu untuk berkencan selama satu hari penuh. Malam nanti, Baekhyun harus berlatih dengan grupnya untuk persiapan pertunjukkan musik di sebuah acara televisi yang akan diadakan tiga hari lagi. Sementara Yoona dijadwalkan harus menjalani pemotretan majalah. Meski begitu, keduanya merasa senang karena tetap bisa melakukan acara kencan di tengah kesibukan jadwal masing-masing. Kondisi semacam ini sepertinya juga akan berlaku untuk acara kencan selanjutnya dengan member EXO lainnya.

Terakhir, Baekhyun mengajak Yoona untuk mendatangi Cheonggyecheon Stream. Tempat ini adalah tempat terkenal yang terletak di jantung kota Seoul, dengan julukannya “Wall of Proposal”. Banyak orang yang menyatakan cinta atau melamar sang kekasih di tempat ini. Sayangnya Baekhyun dan Yoona datang di waktu sore, sehingga keduanya belum bisa melihat panorama cantik yang biasa disuguhkan saat malam hari dari tempat ini.

Baekhyun dan Yoona berselonjor di tepi sungai yang mengalir di sekitar Cheonggyecheon Stream. Angin yang sesekali bertiup di sekitar mereka, membuat rambut keduanya sedikit bergerak karena tertiup angin.

“Tempat yang sangat bagus,” ucap Yoona berdecak kagum.

“Tapi akan lebih bagus jika kita mendatanginya di malam hari,” lanjut Baekhyun.

“Aku tahu,” balas Yoona sambil menghela nafas, “Mau bagaimana lagi, malam nanti kita sudah ada jadwal kegiatan masing-masing.”

Baekhyun mengangguk dengan raut wajah sedikit kecewa, tapi tidak mengurangi rasa puas yang tengah ia rasakan sekarang.

“Aku senang karena bisa berkencan denganmu,” ucap Baekhyun, “Terima kasih.”

“Seharusnya aku yang berterima kasih padamu,” sahut Yoona sambil tertawa, “Kau sudah mengajakku bersenang-senang hari ini.”

Baekhyun kembali tersenyum dan mendekatkan bibirnya di telinga Yoona. Sementara gadis itu masih fokus memandangi aliran sungai di depan mereka.

“Aku menyukaimu,” bisik Baekhyun tiba-tiba dan sontak membuat Yoona membulatkan matanya.

Yoona menoleh ke arah Baekhyun yang menatapnya dengan sorot mata hangat. Gadis itu terdiam untuk sekian detik, sambil mengerjapkan mata berulang kali.

“Kau bisa saja,” Yoona refleks mendorong tubuh Baekhyun karena terkejut dengan ucapan pemuda itu. Tapi ia tidak sadar jika dorongannya terlalu kuat hingga selanjutnya …

BYUR!

Baekhyun sukses tercebur ke dalam sungai. Untung saja sungai itu dangkal sehingga Baekhyun dengan mudah dapat bangkit kembali dari posisinya.

“OMO!” Yoona yang baru sadar dengan perbuatannya hanya menutup mulut saat melihat kondisi Baekhyun sudah basah kuyup.

“Aish, kenapa noona mendorongku?!” umpat Baekhyun kesal.

“Maaf, aku hanya—” kalimat Yoona terhenti karena gadis itu langsung tertawa keras setelah melihat Baekhyun keluar dari sungai. Lelaki itu sedikit membungkuk karena pakaiannya yang basah kuyup dan semua itu berkat Yoona.

“Siapa suruh kau mengucapkan kalimat itu? Aku terkejut dan secara spontan mendorongmu,” jawab Yoona. Sesekali gadis itu kembali tertawa karena kondisi Baekhyun yang terlihat lucu baginya.

“Aku hanya mengikuti adegan yang biasa dilakukan orang-orang saat menyatakan cinta mereka,” sahut Baekhyun membela diri.

“Tapi kau tidak memberitahuku sebelumnya dan aku tidak siap,” elak Yoona, “Jadi, jangan salahkan aku jika aku mendorongmu seperti tadi.”

Noona!” Baekhyun tanpa sadar kembali memanggil Yoona secara formal.

Yoona kembali tertawa saat melihat ekspresi kesal dari wajah Baekhyun. Acara kencan mereka pun berakhir dengan kesialan Baekhyun yang harus tercebur ke dalam sungai karena ulah Yoona.

“Oh iya, siapa member selanjutnya yang akan berkencan denganku?” tanya Yoona teringat dengan raut wajah penasaran. Gadis itu mengusap wajah Baekhyun dengan saputangan yang dibawanya. Wajah Baekhyun memerah saat Yoona kembali mengusap wajahnya.

Sesuai kesepakatan, setiap member yang baru saja selesai berkencan dengan Yoona akan memberikan clue tentang member selanjutnya yang akan berkencan dengan gadis itu.

“Member paling penakut tapi juga paling pandai dalam seni beladiri. Noona pasti tahu,” jawab Baekhyun tersenyum lebar.

Yoona terdiam sejenak sebelum akhirnya membulatkan matanya.

“Tao?”

-TO BE CONTINUED-

A/N : Maaf kalau absurd, semoga suka ^^

65 thoughts on “Dating 12 Boys : Bacon

  1. Kapan ff ini dilanjutkan thor,,,q dah bolak balik baca ff ini,,lanjutin dong thor ff ini sampai yoona selesai berkencan sama member exo,,q suka banget ff ini..bikin deg degan…pliss lanjutin ya thor….ff ini,semangatt.,,q tunggu y thor ff ini…

  2. Thorrrr.. Kapan kapan dan kapan bakal lanjutin ff ini?? Sama sehun nya kapan?? Hihi.. Ceritanya lucu apa lagi kalau yoona udah bareng sama semua member exo.. Next chap thor.. Fighting!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s