FACE OFF [10]

faceoff-by-fn-posterby_vtaehy

author : Fumi Nakamura

main cast : Park Chanyeol, Im Yoona, Mun Joo Won

other cast : Lay, Baekhyun, Seohyun, Sehun and others

genre : action, family, marriage life, little romance, friendship, hurt and others

length : chapter

rating : PG 15

poster : vtaehy at Indo Fanfictions Arts 

desclaimer : di cerita ini author terinspirasi dari 3 film barat dan 1 drama korea. judul filmya Face Off, Enemy Of The States dan Taken (1 & 2). buat dramanya dari drama Korea judulnya Ghost (drakor favorit author, yang castnya Soo Ji Sub <= salah satu aktor fav author ini xD).

// haii…. aku balik lagi sama ff ini. aku sendiri nggak tahu masih ada yang inget sama ff ini apa nggak. sebenernya mau di post jauh2 hari tapi yaaahhh~~~~ karena suatu alasan jadinya nggak jadi dan di post sekarang padahal pengennya cepet nyelesaiin ff ini😦 . oke lupakan aja😀 langsung baca aja ya. enjoy!

author’s note : typo(s), alurnya aneh dll

—-

“Apa yang terjadi, ajhussi?” tanya Seohyun, “jaga eommamu, bawa dia ketempat yang jauh. Dan kau, apa kau sudah menelpon pertolongan?” tanya Joo Won beralih pada Xiumin, Xiumin mengangguk, “tapi bantuan akan lama mencapai arah kemari karena mereka sudah memblokade jalan” jelas Xiumin

“baiklah, kalian tetap disini, jaga eommamu!” kata Joo Won

“dimana appa?” tanya Seohyun, Joo Won menelan ludahnya pelan, ‘aku disini, Seohyun’

“dia masih didalam, pokoknya kalian jangan kemana-mana sampai bantuan datang!” jelas Joo Won sekali lagi dan kembali masuk kedalam rumah kayu reyot itu

Seohyun menangis memeluk tubuh Yoona, sedangkan Xiumin berdiri mengawasi sekitar jika saja dia bertemu sesuatu yang mencurigakan. Xiumin melepas jaket yang berada ditubuhnya dan memberikan pada Seohyun

“pakaikan ke eommamu, dia terlihat kedinginan”.

—-

Didalam ruangan bawah tanah itu, Chanyeol berjalan perlahan memasuki ruangan paling dalam dari ruangan itu, dia harus menemukan Luhan, Minho dan Kai. Mereka bertiga adalah dalang dari ini semua. Minho dan Luhan sudah tinggal bersama sejak kecil sedangkan Kai, dia mengenalnya ketika dia masuk kebangku kuliah. Sehun dan Kai adalah sama-sama murid akselerasi jadi mereka lulus 3 tahun lebih cepat dari yang lain

Sraak

Tak sengaja Chanyeol menendang sebuah pistol dari mereka. Chanyeol langsung mengambil pistol itu dan mengecek pelurunya. ‘lumayan, meskipun hanya setengah’. Dia berjalan kembali memasuki ruangan itu

“aku tak mau mati semudah itu!”

“hanya ini satu-satunya, jika kau tak mau kau bisa pergi dari sini, aku tak pernah melarang kalian”

“aku ikut bersamamu”

“aku—pergi”

Mata Chanyeol seketika membulat ketika dia tahu ada sebuah benda besar berwarna hitam dengan banyak kabel berwarna warni dan juga di tangannya ada sebuah pemicu peledak

‘tunggu! Mereka sudah meledakkan 3 bom berarti tersisa 2 bom. Apa mereka berusaha untuk sekaligus bunuh diri?’

DUK—BRAK

“ada yang mengintip, Luhan” terang seseorang dibelakang Chanyeol yang tadi menendang Chanyeol hingga dia jatuh terkapar

“ah—ternyata detektif cerdas kita sudah berhasil keluar dari ikatan tali kuat itu?” tanya Luhan tersenyum. Minho dan Kai langsung menarik pergelangan tangan Chanyeol dan mengunci pergerakannya agar Chanyeol tak mudah lari. Sedangkan Luhan, dia mengeluarkan pistol dari pinggangnya dan menodongkan pistolnya tepat kedepan ke mata Chanyeol

“setelah ini aku akan membunuh istri dan anakmu—tidak—mungkin aku akan membiarkanmu hidup tapi tanpa seorang istri dan anakmu”

“jangan coba-coba dekati mereka!” desis Chanyeol

“wae detektif Park? Bukankan aku sudah pernah mengatakan jika mereka berdua benar-benar sangat menarik dari segi manapun? Bahkan ketika mereka marah?”

“kau menyentuhnya sedikit maka percayalah aku tak akan berhenti untuk membunuh seluruh keturunanmu!” desis Chanyeol

DOR!

“ARGH!”, kakinya ditembak oleh Luhan

DOR!

BRUK

Kaki kiri Chanyeol benar-benar sudah ditembak oleh Luhan. Luhan tertawa menang melihatnya, begitupula dengan Kai, Minho dan Chen. Chanyeol menyeret tubuhnya agar dia bisa menyandar ditembok tapi Chen menendangnya dengan sangat keras hingga tubuh Chanyeol justru terjerembab dan menatap dinding kusam itu

Chanyeol menutup matanya rapat, rasa pening itu kembali menyeruak kedalam kepalanya. Dia merasa sedikit berkunang-kunang hingga akhirnya seluruh pandangan matanya benar-benar menjadi hitam.

Joo Won yang mengetahui keadaan Chanyeol seperti itu langsung mengeluarkan kedua senjatanya dan menembak asal kearah Luhan, Minho, Kai dan Chen. Dia tak tahu apa tembakannya mengenai ketiga orang itu atau tidak, yang pasti dia harus menyeret tubuh Chanyeol ketempat yang lebih terlindungi

“Joo Won! Joo Won! bangun!” kata Joo Won menepuk wajah Chanyeol berulang kali, tapi Chanyeol tetap saja tak sadarkan diri

DOR!

DOR!

Joo Won menahan nafasnya, hampir saja tembakan itu mengenai puncak kepalanya. Dia mengintip kearah berlawanan, dia tak tahu masih ada berapa orang yang berada disana. Dia memeriksa peluru di pistolnya

‘aku harap ini lebih dari cukup’

Joo Won langsung keluar dari tempat persembunyiannya dan terus mendekat sambil menembak. Dari arah berlawanan mereka juga ikut balas menembak hingga sebuah peluru menggores lengannya lagi, tapi Joo Won tak peduli dan tetap berjalan mendekat

DOR!

Sekali lagi perluru itu mengenai tubuhnya tepat di paha kakinya. Dia langsung berlindung dibalik dinding terdekatnya

“detektif Park sudah sekarat, kau tak akan bisa menang dari kami!” teriak Luhan

“kau seharusnya sadar akan umurmu sebelum kau memutuskan datang kemari!”

“aku tak akan menyerah secepat yang kalian kira! Kalian hanya seorang bawahan dari seorang bocah yang lama meninggal karena balas dendam!” balas Joo Won

“kalian sangat memiliki sebuah kemampuan yang orang lain bahkan tak punya tapi kalian justru hidup didalam sini. Didalam lubang penuh kemaksiatan, balas dendam dan dosa yang menjerumuskan kalian hingga kalian benar-benar tergiur untuk melakukan ini seterusnya”

“kau ingin menjadi pendeta disini?” ejek Luhan

“hidup kalian benar-benar seperti sampah busuk!”

Luhan yang mendengarnya merasa tak terima, dia langsung keluar dari tempat persembunyiannya. Amarahnya memuncak, dia tak suka direndahkan oleh orang lain. Dengan tembakan yang terus dia lepaskan kearah Joo Won

BRAAAKK

“keluar kau Mun Joo Won! Jangan hanya bersembunyi dibalik sana! Lelaki pengecut!”

Joo Won (Chanyeol) berpikir keras dengan keputusannya, Chanyeol (Joo Won) belum ada tanda sadar sejak tadi. Joo Won mengingat tentang senyuman-senyuman Yoona dan Seohyun, dia ingat ketika Seohyun tersenyum manis padanya, dia ingat Yoona ketika dia bermanja-manja padanya. Dia mengingat kenangan yang tengah dia miliki selama bertahun-tahun ini. Keluar tak keluar pada akhirnya nanti salah satu dari mereka pasti harus ada yang mati, entah itu Luhan ataupun dia sendiri. Dia merobek kemeja yang dipakai Chanyeol dan menutup luka lelaki itu dengan amat sangat erat, agar darah Chanyeol dapat berhenti.

Dia menarik tubuhnya berdiri dan berjalan kehadapan Luhan yang berdiri dengan tatapan serigalanya. Joo Won langsung membuang semua senjata yang menempel pada tubuhnya

“jika kau laki-laki, ayo lawan aku dengan tangan kosong dan buktikan siapa yang pengecut dan siapa yang sampah!” tantang Joo Won

Klal…klak…sreett

“ayo kita buktikan” jawab Luhan juga membuang senjatanya

Mereka berdua mengambil ancang-ancang, tatapan mereka berdua memang benar-benar mirip dengan dua orang serigala yang tengah memperebutkan mangsa. Ini bukan masalah sepele yang di hadapi Joo Won (Chanyeol) seperti biasa, ini menyangkut nyawanya sendiri. Dia bisa bertarung melawannya karena dia bersekolah di sekolah kepolisian dulu dan mengikuti wamil selama 3 tahun berturut-turut

Sebenarnya Joo Won sudah kehilangan banyak tenaga, kaki sebelahnya pun hanya sedikit berfungsi, Joo Won sedikit menyeret kakinya ketika dia berjalan dengan tatapan tajam pada Luhan yang tersenyum licik didepannya

“wae, Joo Won-ssi? Apakah kakimu sakit? Perlu bantuanku untuk menyembuhkannya?” tawarnya tertawa

“jangan basa-basi sampah!” desis Joo Won, “brengsek!”

DUAAK…BUUGG…DUAAKK…BRAAAKKK

Perih

Kaki Joo Won terasa benar-benar perih karena Luhan menyerangnya tepat pada kaki Joo Won yang terluka. Itu merupakan titik lemah yang dimiliki Joo Won, lelaki seperti Luhan tak akan pernah melewatkan kesempatan untuk kemenangannya

“hosh…hosh…hosh…argh…hosh…hosh…hosh”

Mata tajam Joo Won menatap Luhan yang tengah berdiri dihadapannya dan siap memberikan pukulannya lagi

“menyerah orang lemah?” tanyanya

“lebih baik lemah daripada hidup seperti sampah, cih!”

SRETT…BRUUUGG

Joo Won langsung mengangkat tubuhnya ketika dia berhasil menjegal Luhan. Minho, Kai dan Chen hanya menatap mereka berdua, mereka tak akan melakukan apapun asalkan saja Luhan benar-benar dalam keadaan terdesak dan membutuhkan bantuan untuk secara instan mengakhiri hidup lelaki didepannya ini

DOR!

“arrgh!!!” rintih Joo Won, kakinya yang terkena tembakan kembali ditembak oleh Luhan. Seharusnya dia tahu bahwa bagaimanapun juga lelaki brengsek seperti Luhan tak akan semudah itu melepaskan semua senjata dari tubuhnya. Luhan memberi kode kepada ketiga rekannya untuk mendekat dan memegangi Joo Won

“kau kakak dari Mun Ji Won tapi kau justru berkhianat dan bersekongkol dengan detektif bajingan itu untuk memusnakan kami” kata Luhan menekan kaki bagian yang terkena tembakan dengan kakinya yang membuat Joo Won semakin merintih kesakitan dan berusaha melepaskan dirinya

“sepertinya aku memiliki ide baru, bagaimana jika kita aktifkan bomnya dan sebelum meledak kita keluar dari sini? Aku rasa lebih baik kita mengikuti rencana yang dikatakan Sehun dulu bukan?” tanya Luhan, ketiga temannya mengangguk

“kemana Naeun?” tanya Luhan, “dia sudah memiliki tugas sendiri, kita selesaikan dulu lelaki ini” jawab Kai

“apa kau tega membunuh kakak Sehun?” bisik Minho, Luhan langsung menatap Minho tajam, “untuk apa aku seperti itu? dia tak ada hubungannya denganku, jadi itu mudah saja” jawab Luhan tenang

“toh… dia tak bersalah telah membunuh adikku”

Tap…tap…tap…tap

Terdengar suara heels mendekat dan bisa mereka pastikan itu pasti Naeun, salah satu anggota wanita dan satu-satunya anggota wanita didalam sini. Dia tak memiliki kemampuan khusus sebenarnya hanya saja dia mengikuti rencana yang Sehun buat karena dia mencintai Sehun tapi sayang Sehun justru mencintai Yoona dan itu juga sebab lain yang membuanya merasa senang dengan menyiksa Yoona dan Seohyun

“detektif Park sudah mati?” tanya Naeun melipat kedua tangannya sambil menendang kaki Chanyeol yang tersembul keluar

“biarkan mayat itu Naeun, kau tak ingin melakukan sesuatu pada namja ini?” tanya Minho

“hmm—dia sangat mirip dengan Sehun tapi wajahnya terlalu tenang daripada Sehun”

“aku tak butuh komentarmu, kau ingin berbuat sesuatu padanya tidak?” tanya Luhan tak sabar dengan sikap Naeun

“cih, kau selalu tak sabaran. Ehm—mungkin dengan sedikit sesuatu yang membuatnya kesakitan tak apa bukan?” tanya Naeun

it’s your freedom miss Naeun” jawab Kai mempersilahkan Naeun seperti seorang putri kerajaan

Luhan menjauhkan dirinya dari Joo Won yang terus berusaha melepaskan tangannya dari genggaman erat tangan Minho dan Kai. Naeun berjalan mendekatinya dan mengeluarkan sebuah alat pematik api

“kau tahu ini kan Joo Won-ssi?” tanya Naeun tersenyum

“kau tak mau menjawab pertanyaan dari wanita cantik seperti diriku?” tanya Naeun tak percaya

“cih, wanita jalang! Bahkan Yoona jauh lebih baik darimu!”

DUUUKK

“arrgghh!!” rintih Joo Won semakin keras

“dia yang wanita murahan! Dia sok cantik dan dia sangat angkuh dengan kekayaan yang dimiliki orang tuanya. Dia tak ada apa-apanya dibandingkan denganku!” desis Naeun

Mendengarnya Joo Won justru tertawa keras, “kau iri dengan Yoona yang cantik, menawan, baik, kaya dan memiliki orang-orang yang mencintainya? Justru kau harus sadar pada dirimu sendiri nona bahwa kau hanyalah wanita rendahan yang tak ada artinya daripada seorang Im Yoona yang sangat sempurna. Jika dia tak sempurna Sehun tak akan mencintai Yoona hingga dia rela berbuat sejauh ini, bukan? Balas dendam karena detektif Park yang jauh lebih berkuasa penuh pada Yoona”

“brengsek!”

Klak

DOR!

DOR!

DOR!

DOR!

Joo Won membulatkan matanya ketika darah itu muncrat kewajahnya, begitupula dengan Chen yang berdiri dibelakang Naeun. Joo Won mengalihkan pandangannya dan menatap Chanyeol tengah memegang pistol dengan posisi yang sangat tidak mengenakkan, tapi satu hal yang sangat dia legakan, dia bisa menembak tepat sasaran meskipun Minho juga terkena tembakannya. Melihat ketiga orang didepannya sedang teralhkan Joo Won segera memulai aksinya dengan menghajar tubuh mereka satu persatu tapi tetap saja Joo Won harus menelan kenyataan pahit yang lain

“tidak semudah itu” kata Kai menodongkan pistolnya, begitupula dengan Luhan. Joo Won menahan nafasnya yang berderu terus menerus, sedangkan Chanyeol, Chen sudah menodongnya sejak penembakannya pada Naeun

“kemana Xiumin?” tanya Chen, “dia sudah mati” jawab Kai, “cih, dasar bocah tak berguna!” desis Chen

“apa yang akan kita lakukan?” tanya Kai cengo

geez! Kita ikat mereka berdua, sepertinya detektif kita sudah tak bisa melakukan apa-apa lagi” jawab Luhan

“bagaimana dengan Naeun?” tanya Chen diikuti tatapan Kai yang menatap tubuh Naeun dengan kepala yang sudah tak berbentuk lagi. Pecah. Otaknya tak berbentuk. Darahnya pun sedikit mengenai wajah Kai dan Chen

“sejak kapan kau berubah menjadi bodoh? tentu saja kita tinggalkan, aku jijik melihatnya” jawab Luhan mengusap pipinya yang dia rasa terkena cipratan darah dari tubuh Naeun

Chanyeol dan Joo Won menatap mereka bertiga terus menerus, sejauh ini yang mereka pikir hanya tersisa tiga orang didalam tempat ini dan yang mereka yakini tak ada seseorang yang lain. Chanyeol sudah benar-benar kehabisan tenaganya, jika saja kakinya tak ditembak maka dia bisa bergerak tapi bukan hanya kakinya melainkan hampir seluruh tubuhnya mulai melumpuh

“Kai, ambil tali” perintah Luhan, Kai menurutinya dan mengambil segulung tali di balik lemari didepannya. Luhan langsung menarik sebuah kursi dan menyeret tubuh Joo Won paksa

“cepat!” bentak Luhan

BUG!

“sialan!”

DOR!

“arrgh!!” teriak Joo Won karena tangannya ditembak

Dia tak memberontak lagi ketika Kai menarik tubuhnya hingga jatuh kekursi, tangannya terasa perih dan darahnya mengucur deras, Chanyeol yang mengetahui itu sedikit memanas. Jika salah satu dari mereka tak ada yang bertindak, maka mereka berdua akan berakhir disini dan mereka akan membunuh Yoona dan Seohyun yang sekarang berada di atas. Saat pandangan Chen tengah teralihkan pada Joo Won yang sedang disiksa oleh Kai dan Luhan, Chanyeol langsung menarik kaki Chen yang tak jauh darinya hingga Chen jatuh terjerembab. Chanyeol menarik tubuhnya meraih pistol Chen yang tergeletak

DOR! DOR!

“kami tak akan menyerah secepat itu!” desis Chanyeol

Mengetahui itu Luhan justru bertambah tertawa mendengarnya, karena sudah merasa Joo Won aman dengan keadaan dikursi itu dengan diikat, Luhan dan Kai berjalan mendekat kearah Chanyeol

“tembak saja” kata Luhan sambil memperkecil jaraknya

Tangan Chanyeol tiba-tiba saja bergetar, peluh dinginnya mulai menuruni pelipisnya yang berdarah. Dia tak tahu kenapa tubuhnya berkontraksi menjadi seperti ini. tangannya tiba-tiba terasa dingin, bibirnya bergetar hebat

DUKK

DUAAKKK!!

Sreettt

“kau sudah tak memiliki tenanga detektif Park, seharusnya kau tahu tentang hal itu. kedua kakimu sudah tak berfungsi dengan baik, di perutmu juga terdapat sebuah luka, belum ditambah lagi luka memar yang ada ditubuh dan wajahmu”

DUUKK

BBUGG

BUGG

Chanyeol benar-benar melemas, tubuhnya terasa tak bisa digerakkan lagi. Joo Won yang terduduk di kursi pun juga merasakan hal yang sama, dia terdiam menunduk, dia tak bisa melakukan apa-apa lagi, tali yang sedang mengikatnya ini benar-benar kuat, dia bahkan tak bisa meraih simpulnya. Luhan langsung bergegas mendekati 2 buah bom yang tengah sengaja mereka persiapkan untuk bunuh diri tapi ketika dia memiliki dua orang sandera mereka membatalkan niat mereka dan bersiap kabur

Tit…tit…tit…tit…

Terdengar suara tombol dipencet beberapa kali, Luhan, dia sedang mengaktifkan bom itu, sedangkan Kai berdiri disampingnya sambil memperhatikan apa yang sedang Luhan lakukan. setelah merasa sudah selesai dengan pengaktifan bomnya, Luhan dan Kai langsung beranjak. Sebelum mereka benar-benar pergi mereka memberi pukulan keras mereka pada Chanyeol dan Joo Won

“selamat tinggal detektif Park yang terhormat—ehm—dan Mun Joo Won, bukankah kau akan senang bertemu kedua orang tuamu terutama—adikmu?” tanya Kai

“hahahha” mereka berdua tertawa lepas, “kajja, kita harus cepat pergi, aku hanya mengaturnya 30 menit” kata Luhan bergegas berlari pergi

Chanyeol hanya menatap nanar Kai dan Luhan yang sudah hilang dari pandangan mereka, sedangkan Joo Won masih terdiam di kursinya. Dengan sekuat tenaga yang tersisa, Chanyeol berusaha menyeret tubuhnya mendekati Joo Won yang kehilangan semangat. Cukup kesakitan sebenarnya tapi dia terus menahannya padahal darah di kakinya masih saja terus keluar, setelah berhasil mencapai Joo Won, dia menyenderkan tubuhnya pada kursi kayu yang ditempati oleh Joo Won

“Chanyeol-ah” panggil Chanyeol pelan tapi Joo Won tak mengangkat wajahnya sedikitpun

“Chanyeol-ah” ulang Chanyeol tapi tetap saja Joo Won hanya menunduk

“kau sudah menyerahkah?” tanya Chanyeol sekali lagi, seperti sebelumnya Joo Won tak menjawabnya

“Yoon—Jaeyoung” panggil Chanyeol pelan

Joo Won mengangkat wajahnya tak percaya menatap Chanyeol yang bersender dikursinya. Yoon Jaeyoung—nama itu nama penuh kenangan dulu. Kenangan menyakitkan yang terjadi dikeluarganya

“nuguya?” tanya Joo Won pelan

“apa kau ingat ketika—kita mencintai wanita yang sama saat SMU?” tanya Chanyeol

Flashback

“hey! Bro!” sapa Jaeyoung, Joo Won langsung balas melambai ke arah Jaeyoung yang berjalan mendekatinya

Jaeyoung merangkul pundak Joo Won dan menariknya pergi seperti biasanya tapi langkahnya terhenti saat tatapan mereka tertuju pada seorang wanita dengan menggunakan seragam sekolah yang berbeda dengan mereka. Tak ada yang menarik sebenarnya dengan penampilan wanita itu, hanya dengan baju seragam kotak-kotak khas anak SMU dan rambut dikuncir kuda. Tak menarik bukan? tapi bukan itu tapi senyumannya yang membuat dua lelaki itu tiba-tiba saja terdiam ditempatnya

“ehm” dehen Joo Won, menyadari itu Jaeyoung langsung mengalihkan pandangannya, “kajja, kita bisa telat” tarik Jaeyoung lagi

“dasar” desis Joo Won pelan dan mengikuti tarikan Jaeyoung

‘aku harus tahu namanya!’

‘aku harus mengenalnya dengan cepat!’.

—-

Sore itu Joo Won berjalan-jalan seperti biasanya tapi hari ini dia tak bersama Jaeyoung karena dia dihukum mengerjakan soal sampai 5 halaman. Ingin membantu dia sebenarnya tapi Jaeyoung menolak dan mengatakan akan mengerjakan tugasnya sendiri. Tangannya meraih ipod disakunya dan memasang earphone ditelinganya, dia berdiri disamping jalan sambil menghirup udara musim semi

“awaaasss!!!”

Braaakk

“aishh” rintih seorang wanita kemudian berdiri dan mengangkat sepedanya yang terjatuh

“aigoo, aigoo, mianhamnida, jeongmal mianhamnida” wanita itu membungkuk berkali-kali pada Joo Won yang masih terjatuh

Karena merasa tak mendapat respon, wanita itu dengan ragu mengulurkan tangannya, Joo Won yang tahu tentang hal itu langsung berdiri tanpa menyambut uluran tangan seseorang yang menabraknya

“mianhamnida tuan, mianhamnida, aku tak tahu jika rem sepeda ini rusak. Mianhamnida, apakah ada yang terluka?” tanya wanita itu takut-takut

Joo Won mengangkat wajahnya dan memperhatikan setiap lekuk wajah wanita didepannya dalam diam. Ini salah satu kelebihan Joo Won, dia bisa mengingat sesuatu dengan cepat hanya dengan sekali tatap dan dia pasti akan mengingatnya selamanya

“eh? Tuan?” tegur wanita itu melambaikan tangannya pada Joo Won yang terdiam

“nde?” jawab Joo Won tak mengalihkan tatapannya

“waeyo, tuan? Aku merasa takut jika kau menatapku seperti itu”

Joo Won terkikik geli mendengarnya, “mianhe, aku bukan bermaksud tidak-tidak”

“apa ada yang terluka?” tanya wanita itu lagi

“justru seharusnya aku yang bertanya seperti itu, bukan kau” jawab Joo Won

“ahh—Krystal Jung imnida” kata wanita itu mengulurkan tangannya

“Mun Joo Won imnida” sambut Joo Won tersenyum.

Flashback off

“saat aku pertama kali bertemu dengannya dan saat itu pula aku tahu kenyataan lain bahwa wanita itu adalah yeojachingumu” kata Chanyeol tersenyum miris

“kau—kau Mun—Joo Won yang itu?” tanya Joo Won tak percaya

“wae? Aku juga sama sepertimu ketika aku tahu kenyataan ini berbulan-bulan yang lalu. Kau tahu apa yang aku pikirkan? Kenapa kau bisa menjadi temanku padahal dulu kau mengejar-ngejarku karena kau kira aku membunuh anakmu? Dunia terasa sempit sekali” jawab Chanyeol tersenyum getir

Joo Won tertawa kecil mendengarnya, dia menertawakan dirinya sendiri. Dia memiliki kenyataan lain lagi selain dia tahu tentang Joo Won hyung dari Ji Won atau yang lebih dikenal sebagai Sehun dan sekarang? Joo Won adalah sahabat masa kecilnya. Kenapa dia tak menyadarinya sejak awal?

“kau berubah banyak, hingga aku tak mengenalmu lagi dengan baik” kata Joo Won

“nde, kau tahu London bukan” jawab Chanyeol, “semua bisa terjadi disana”

“aku masih belum tahu alasanmu pindah”

Chanyeol tersenyum kecil, “tak ada alasan lain sebenarnya, keluargaku memang benar-benar ingin pindah ke London dan hidup disana” jawab Chanyeol

“kenapa saat itu kau tak menolak? Ditambah kau tak memberitahuku tentang kepindahanmu?”

“ingin sebenarnya aku menolak tapi saat itu aku juga mencintai Krystal jadi aku pikir dengan pindah ke London itu mampu membuat perasaanku hilang dan bukan aku tak memberitahumu, kedua orang tuaku juga sangat mendadak memberitahuku” jelas Chanyeol

“konyol” kata Joo Won mengangkat wajahnya, “aku tak menyangka jika ternyata orang yang menyebabkan ini semua adalah adikmu” lanjut Joo Won

Chanyeol tersenyum getir, “ne, aku pikir dia hidup dengan baik disini tapi ternyata dugaanku salah” jawab Chanyeol

“kenapa kedua orang tuamu menitipkan Sehun ke panti asuhan?”

“molla, aku sebenarnya tak tahu jelas alasannya kenapa tapi eommaku pernah mengatakan padaku bahwa appaku hanya ingin memiliki seorang anak tunggal bukan bersaudara jadi dia menitipkan Ji Won ke panti asuhan di Seoul” jelas Chanyeol

Joo Won hanya berdehem pelan, “apa—kita benar-benar harus berakhir disini?” tanyanya

“molla” jawab Chanyeol tertawa

Mereka berdua tertawa dalam posisi mereka, Joo Won tak mungkin bisa lepas dari ikatan itu sedangkan Chanyeol, dia sudah tak kuat lagi berdiri dengan seluruh tubuhnya yang terluka parah. Mereka berdua terus bercerita tentang ingatan mereka, tentang pertemanan mereka sejak kecil hingga dewasa hingga sekarang yang mempertemukan mereka lagi walaupun sebagai orang lain dan dengan kepribadian lain

“Jaeyoung-ah” panggil Chanyeol lagi, Joo Won hanya berdehem sebagai jawaban

“apa—kau mencintai Yoona?”

Seketika Chanyeol terdiam mendengar perkataan itu. Hanya terdengar tarik ulur nafas panjang dari bibir lelaki itu sejak tadi. Mengetahui hal itu, Joo Won tersenyum kecil

“apa Tuhan selalu memberi takdir pada kita berdua untuk mencintai wanita yang sama?” tanya Joo Won tertawa hambar, “mian” jawab Chanyeol pelan

“kau harusnya berterima kasih padaku”

“maksudmu?”

“secara tidak sengaja aku memberimu kesempatan untuk dekat dengan orang yang kau cintai”

“bodoh! Mana ada yang seperti itu? lagipula dia itu istrimu bukan kekasihmu!” desis Chanyeol

Joo Won justru tertawa, “aniyo, aku masih tetap merasa bersalah sampai sekarang. Kenapa aku bersikap sangat egois dulu? Dan kenapa kau lebih memilih menyerah dan memberikan Krystal padaku?”

“kau mencintainya dan dia juga mencintaimu, jadi, apa yang harus kuharapkan? Jika aku memaksa pun, akhirnya juga akan menjadi percuma karena hanya aku yang mencintainya saat itu” jawab Chanyeol

“apa yang kau lihat dari Yoona hingga kau tertarik?”

“kau ingin mendengarnya?” tanya Chanyeol tak percaya. Joo Won mengagguk yakin

“aku sendiri juga tak tahu kenapa aku bisa tertarik dengannya, padahal jika aku mencari wanita yang jauh lebih muda darinya, aku tentu bisa menemukannya tapi—entahlah–dia terlalu sempurna dimataku” jelas Chanyeol

Joo Won tersenyum kecil mendengarnya, “dasar bodoh, kau selalu bodoh dalam urusan wanita” ejek Joo Won

Chanyeol hanya tersenyum getir mendengarnya, “Chanyeol-ah”, Joo Won menatap Chanyeol yang sedang bersandar ditembok tak jauh darinya, “mianhe”

“untuk?”

“maafkan Sehun karena dia telah membunuh Lio dan menyebabkan ini semua. jika sejak awal aku  tahu rencana ini, aku akan menghentikannya tapi dia sama cerdasnya denganku, itu yang membuatku sulit untuk bisa mendapatkan informasi yang jelas tentang semua rencananya. Maafkan kami”

Joo Won masih terdiam menatap Chanyeol, dia baru sadar jika apa yang dikatakan Chanyeol tadi benar, Mun Ji Won atau Sehun, beberapa hari sebelum hari ini Lay memberitahunya tentang semua informasi berkaitan dengan Ji Won yang ternyata adalah kekasih Yoona dulu sebelum menikah dengannya

“aku tak tahu tapi aku juga meminta maaf karena—aku menuduhmu”

Mereka berdua sama-sama tertawa mendengar perkataan mereka, mereka berpikir bagaikan sepasang kekasih yang sedang diambang maut tapi mereka tak peduli tentang hal itu dan yang paling khawatir adalah Joo Won, dia baru bertemu dengan sahabatnya dan sekarang? Apakah ini akan menjadi hari terakhir mereka bertemu?

“jika kita berakhir disini, siapa yang akan mengurus Len nantinya?” tanya Chanyeol menerawang jauh

“apa aku harus mengikuti Lio disana?” tanya Joo Won

“jika itu memang diharuskan, kita tak bisakah kita mengubah keharusan itu? atau setidaknya salah satu dari kita?” tanya Chanyeol

Braaakk

“hosh…hosh…hosh”

Seorang lelaki memasuki ruangan itu dengan paksa, dia langsung berlari kearah bom yang menunjukkan sekitar 10 menit lagi

“sialan!” desisnya, dia kemudian mendekati Joo Won dan Chanyeol yang masih terdiam ditempatnya sambil memperhatikan gerak-gerik lelaki itu. lelaki itu langsung berusaha melepas tali simpul yang mengikat Joo Won dengan erat, sedikit agak kesusahan sebenarnya tapi dia terus berusaha hingga kepalanya berpeluh

“kita harus cepat pergi dari sini!” kata lelaki itu

“kau menolong kami?” tanya Joo Won tak percaya

“tak ada waktu untuk menjawabnya, kita harus segera pergi, bom itu mungkin hanya tersisa sekitar 7 menit dari sekarang” jawab lelaki itu

Joo Won menoleh kearah Chanyeol yang ternyata mulai tak sadarkan diri lagi, dengan segera saja dia menarik tubuh Chanyeol ke punggungnya dan berlari pergi mengikuti lelaki itu. Joo Won tahu siapa lelaki ini, dia adalah lelaki yang membawa Seohyun ketempat yang lebih aman

Joo Won masih tetap berusaha membawa Chanyeol dipunggungnya, meskipun tenaganya sudah terkuras dia tetap saja berlari dengan beban berat dipunggungnya hingga ia melewati 2 orang jasad dengan wajah yang sangat mereka kenali, Luhan dan Kai, mereka berdua terlihat tak bergerak. Ketika mereka sudah mendekati tangga untuk naik, Joo Won memberikan tubuh Chanyeol terlebih dahulu pada Xiumin, Xiumin langsung menariknya setelah berhasil giliran Joo Won yang berusaha untuk naik

DOR!

“argh!”

Joo Won menoleh kebelakang dan mendapati Luhan dengan tenaga terakhirnya menembak kakinya, dia menatap Xiumin yang berdiri diatasnya begitu juga dengan Chanyeol yang masih tak sadarkan diri

“cepat pergi!” teriak Joo Won, Xiumin terdiam ditempatnya, dia tak mungkin meninggalkan mereka berdua disini bukan? tapi jika dia menyelamatkan Chanyeol, dia tak bisa karena ukuran tubuhnya jauh lebih kecil daripada milik Chanyeol

“pergilah! Bawa Seohyun dan Yoona ketempat yang aman!” teriak Joo Won

“kau tuli hah?” bentak Joo Won karena Xiumin tak bergerak sama sekali dari tempatnya

“YA!” tanpa mengatakan apa-apa lagi Xiumin langsung berlari pergi menemui Yoona dan Seohyun. Melakukan apa yang di perintahkan oleh Joo Won

“kau tak bisa lari dengan mudah Joo Won, mungkin takdir mengatakan bahwa kita harus mati bersama” kawa Luhan tersenyum penuh kemenangan

Joo Won terduduk ditangga itu tapi tiba-tiba dia merasakan sebuah tangan menariknya keatas, ketika dia menoleh dia melihat Chanyeol dengan keadaan setengah sadar berusaha menariknya. Dengan sedikit hentakan dia meraih tangan Chanyeol dan berusaha mencapai atas tapi—

Braakk

BOM!!

DUARRRR!!!!

BOM!!

DUAAARRR!!!!!

—-

to be continued

—-

..// author sebenernya masih bingung mau dibuat kayak gimana ini ff tapi author usahain ini udah mau part akhir. kekeke😀 . RCL ya chingu, buat tambah semangat nulisnya hehehe😀

see yaa!!

18 thoughts on “FACE OFF [10]

  1. Please ntar akhirnya Yoona sama Chanyeol asli ya thor:’)
    Semoga mereka berdua selamat

    Cepet cepet update part selanjutnya ya thor!!!

  2. Thor, kembliin keadan seperti smula d0ng wajah park chanyeol asli suami Yoona😥
    aku sedh bnget nih😥
    ckup d0ng penderitaan chanyeol. Aku slalu menunggu m0ment YoonYeol❤
    .
    .
    Next chap d'tnggu!
    Fighting~
    keep writting thor!

  3. Ff ini yg sllu ak tggu.. akhrnya d post uga… yeye.. hehe author nmbh keren nih bhsa ff nya plus bkin jntung dag-dig-dug als mngangkn ps tembak2an.. lnjut yh thooor.. fightiiing… ^^

  4. Kyaaaa.. Masa bomnya meledak aduuhhh.. Penasaraaannn.. Yoona seohyun apakabar diatassss.. Part ini bikin degdegan parahh!! Tapi kereeeenn!!!:Ehh tapi pas bagian joowon chanyeol puyeng ah gak mudeng-_- bolak balik jadinya hhfftt😐 kerenn yesshhh!! Next part jangan lamaaa

  5. WAAAAA
    KERENNNN SEKALI
    gak nyangka ternyata luhan, kai, dkk pelakunya x.x
    itu yg trakhir, chanyeol sama joo won kena bom apa ga ya?😮
    ditunggu chapter slanjutnya ya thor🙂
    fighting!!

  6. Akhrnya di update jg….
    Kereeeen bgt laaah part niiii…
    Mdh2n nnti jowon ma chanyeol oprasi muka lg supya yoona sama seohyun gk slah ngira chanyeol lg

  7. q msh bngung jd yg dbwa xiumin chanyeol asli ap chanyeol yg palsu??? chanyeol pny nama laen?? tp gmn bsa??ayo yoona sdr dnk klo joowon itu chanyeol

  8. omg crtanya bkin gmna gtu jngn smpai mti dong chanyeolnya ksian yoona sma seo
    brhrap ada kmungkinn mrka msh hidup…

  9. Huuuu merinding bacanya .. apa ini akhir dr hidupnya chanyeol sm joo won ??? Gimana tuh bomnya?? Chanyeol sm joowon mati ya?? No wayy .. ffnya seru thor … next chapter ditunggu ya thor ..

  10. WEI AUTHORRRRR AKHIRNYAAAA UPDATE JUGAAAAAA
    sampe lupa sama ceritanya -_-
    ini bagus. cuma ya itu tadim kekuranganya aku harus mikir 2 kali dan baca berulang2 tokohnya. karna agak susah membayangkan chanyeol jadi joowon dan joowon jadi chanyeol
    apalagi gak ada pemberitahuan sebelumnya ini castnya gimana. jadinya ya aku ngawang aja gitu bacanya, gak tau siapa yang ngomong

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s