(Freelance) I Wish

i wish

I wish

By Park Minrin

PG-15

Sad, Songfic

Starring by Im yoona ,Oh sehun

Disclaimer :This story is mine . Cast are belong god. I just borrowed the names of characters and places. Don’t plagiat this FF! Please keep RCL!

Sudut pandang dari sehun

Happy Reading

~

He takes your hand, I die a little
I watch your eyes and I’m in little
Why can’t you look at me like that

Mengapa? Mengapa perasaan itu muncul lagi ? Rasa sesak di dadaku ini membuatku meringis. Dihadapanku, dia menggenggam tanganmu. Dan disini aku hanya mematung. Ayolah , itu hanya pegangan tangan bukan pelukan atau ciuman ,kan? Tapi hatiku sudah terlanjur sakit. Aku cemburu melihatnya. Tanganku mengepal saat melihatnya dan menonton dengan amarah yang kupendam. Ku tatap matamu , didalamnya penuh dengan teka-teki yang tak bisa ku tebak. Tapi melihatmu tersenyum saat pria itu mengenggam tanganmu, membuatku tahu apa yang kau rasakan.

‘mengapa kau tidak bisa melihatku seperti itu?’

 

Pria itu seperti tersenyum remeh padaku, saat melihat wajahku yang memerah akibat menahan amarah. Kucoba untuk bertahan saat itu. Menahan semua perasaan seorang diri. Terlalu sakit untuk menguburnya dalam-dalam. Bukankah aku duluan yang mengajakmu jalan-jalan? Tapi mengapa kau malah memilih pergi bersamanya. Ku berbalik menuju apartementku. Perasaan menggebu-ku tadi berubah menjadi perasaan kecewa.

‘mungkin aku akan mencoba lain waktu’ batinku.

Apartementku dengan yoona memang bersebelahan. Wajar saja jika kami selalu bersama, pergi bersama, makan bersama dan mungkin masih banyak hal yang kami lakukan bersama. Tapi entah apa yang merasuki yoona hingga sekarang ia menolak pergi bersamaku dan memilih bersama pria itu. Aku merasa terkejut akan hal itu. Biasanya dia tidak pernah menolak ajakanku, namun sekarang? Entahlah mungkin dia bosan selalu bersamaku setiap harinya. Aku menatap langit malam tanpamu. Biasanya kau akan selalu datang kesini dan menatap bintang bersama, berbagi cerita pribadi dan mengerjakan tugas bersama. Namun sekarang, kau tak hadir disini. Tak ada bintang bersinar terang seperti wajahmu. Tak ada canda tawa yang kita buat. Udara yang ku hirup membuat nafasku tercekat.

When you walk by. I try to say it
But then I freeze. And never do it
My tongue gets tight. The words can’t trade
I hear the beat of my heart getting louder
Whenever I’m near you

Pagi hari, dimana seluruh manusia yang ada didunia ini memulai aktivitas mereka masing-masing. Kukerjapkan mata ini saat cahaya matahari dengan lancangnya masuk melalui celah-celah jendela kamarku. Ku berjalan kearah jendela dengan tirai besar yang menutupinya. Aku membuka tirainya.

“sudah pagi rupanya” gumamku sambil melihat pemandangan kota seoul yang terpampang jelas di balik jendela sana. Aku berjalan keluar menuju dapur dan membuka lemari pendingin.

“uhh.. makanan di kulkas sudah habis. Baiklah, mungkin aku harus ke minimarket” ucapku pada diriku sendiri.

Aku bersiap-siap untuk pergi ke minimarket. Membuka knop yang terpasang di pintu utama. Lalu, berjalan dengan menatap kosong lantai yang sedang kupijak. Biasanya dia selalu menemaniku. Tapi sekarang ?. saat pikiranku sibuk memikirkannya. Tiba-tiba pintu apartement yoona terbuka dan menampilkan seseorang dibalik pintu sana. Orang yang sedang kupikirkan tadi muncul dihadapanku.

“ mau kemana?” tanyanya.

“mau ke minimarket” jawabku.

“ apa aku boleh ikut bersamamu ?” tanyanya lagi.

“tentu saja” jawabku dengan tersenyum kecil.

Suasana hening menghinggapi kami saat ini. Aku sangat membenci dengan situasi seperti ini. Akhirnya bibirku yang tadinya mengatup dengan perlahan membuka sedikit demi sedikit dan akhirnya suara beratku lah yang mencoba mencairkan suasana.

“ekhem… sepertinya pagi hari ini sangat cerah bukan?” tanyaku berbasa-basi.

“ya seperti biasa”

“ semalam.. mengapa kau tak jadi pergi bersamaku?” tanyaku.

“ahh masalah itu, maafkan aku sehun-ah , aku lupa kalau aku punya janji dengannya. Maafkan aku. Tolong jangan marah padaku” ucapnya sambil memasang wajah memelas. Bohong kalau aku tak marah padanya. Bohong jika aku tak kecewa dengannya. Namun rasa cinta yang tumbuh dalam hati inilah yang membuat bibirku berkata lain dengan hatiku.

“Tak masalah” jawabku tanda aku memaafkannya.

“aku menyayangimu , Im yoona” gumamku pelan dan mungkin yoona tak mendengarnya.

“apa yang kau bicarakan?” oh tidak, dia mendengarnya.

“bukan apa-apa.”

“ ayolah jangan berbohong padaku. Cepat katakan apa yang kau bicarakan tadi. Kalau tidak-“

“kalau tidak apa ? “potongku.

“ Kalau tidak aku akan mengelitikimu. Ayo cepat katakan” ucapnya sambil mengelitiki perutku.

“ yak !! im yoona berhenti kau ! baiklah.. baiklah aku akan katakan. Tadi aku bilang, kau jelek Im yoona.” Kataku sembari menjulurkan lidah ke arahnya dan berlari mengejeknya.

“Oh sehun !! kau itu lebih jelek dariku” dia berlari menyusulku. Dan hingga aksi kejar-kejaran pun terjadi. Dia berhasil menangkapku. Dan kami tertawa bersama.

‘semoga saja kami selalu seperti ini’ batinku

Tak sadar kami sudah sampai di depan minimarket , dan memasuki minimarket itu. Kami memilih barang-barang yang akan kami beli.setelah memilih-milih barang kami menuju kasir untuk membayar semua yang kami beli. Lalu layar mesin kasir menampilkan total harga barang yang kami beli. Di perjalanan pulang, aku dengannya terlibat perbincangan kecil.

“oh ya aku hampir lupa, luhan mengundang aku dan kau ke pesta ulang tahunnya. Acaranya dimulai jam 8 malam” katanya sambil menepuk keningnya menandakan bahwa ia lupa.

“ apa kau tercipta sebagai orang yang pelupa, huh?lalu, apa kau akan datang?” tanyaku.

“ iya, jika aku tak lupa. hahaha” Dia tertawa lepas.

            “ mau berangkat bersama?” tawarku.

“boleh jika kau tak keberatan”

“tentu saja tidak, akan ku tunggu kau jam 7”

‘ untukmu aku akan melakukan segalanya dan tak akan pernah merasa terbebani’

 

            Sambil menunggu malam nanti, kami berjalan-jalan sebentar di taman kota. Melihat pasangan yang terlihat serasi. ‘kapan aku dengannya seperti itu’ pikirku. Lalu aku teringat akan ice cream yang aku beli di minimarket tadi. Beruntung aku beli dua tadi.

“ kau mau ? aku punya dua. Aku tidak ingin mendengar penolakan” tawarku.

“ baiklah. Terimakasih” ucapnya sambil menerima tawaran itu.

“ kau tunggu disini sebentar, okay ?” perintahku.

“kau mau kemana?”

“ sudah kau duduk saja di bangku taman itu. Aku akan kembali”

Aku berjalan menuju tempat yang kulihat tadi. Aku melirik kalung dengan liontin perak berbentuk matahari yang tengahnya berlubang. Aku membelinya dan segera kembali ke taman kota.

“ kau darimana ? lama sekali” tanyanya saat aku sudah berada tepat disampingnya.

“ hey ! aku baru pergi lima menit yang lalu, kau bilang itu lama?” pekikku.

“ini untukmu. Walaupun harganya tak seberapa namun maknanya akan sangat berharga bila kau menjaganya dengan baik” lanjutku sambil memberi kalung yang kubelikan untuknya. Aku melihat matanya yang berbinar-binar saat menatap kalung ini.

“ semoga saja kau suka” lanjutku lagi dan dia masih terdiam.

“ bodoh ! tentu saja aku suka dengan kalung ini” katanya yang akhirnya membuka suaranya juga setelah lama terdiam.

“ benarkah kau suka? Kalau begitu, kau jaga kalung itu ya”

“ baiklah, aku akan menjaganya”

“ ayo kita pulang” ajakku.

Dan kami pun kembali ke apartement. Beberapa menit telah berlalu, kami sudah sampai di depan apartement masing-masing.

“ahh sudah sampai rupanya” ucapnya.

“Selamat tinggal. Jangan lupa nanti malam” kataku sambil melambaikan tanganku.

“aku akan menghubungimu nanti”

“ baiklah” ucapku. Dan dia menghilang dibalik pintu apartementnya.

Aku menekan tombol-tombol yang ada di samping pintu untuk membuka pintu dengan password yang kuatur. Lalu memutar knop pintu dan menutupnya kembali. Lalu memikirkan apa yang tadi diberitahu oleh yoona. Sebenarnya aku tak suka dengan pesta itu, tapi mau bagaimana lagi ?.entah mengapa aku tak berniat mendatangi pesta itu. Lalu beberapa hitungan detik selanjutnya, aku memikirkan betapa cantiknya yoona saat datang dipesta itu. Apa dia lebih cantik dari Cinderella ?

Tak terasa matahari kembali ke ufuk barat. Meninggalkan jejak jingga dilangit. Bertanda matahari akan segera digantikan oleh cahaya bulan.

‘Sudah jam 6, aku harus bersiap-siap’ pikirku.

Aku berlari kecil menuju kamar mandi untuk membersihkan badanku. Setelah mandi dan sudah berpakaian. Aku melihat benda persegi panjang berwarna silver dengan paduan emas , dan tanganku sibuk mengetikkan suatu pesan disana.

From : sehun

To : yoona

Saturday, 14 march 2015 18:50

 

Apa kau sudah siap ?

 

Lima menit kemudian, benda itu mengeluarkan suara tanda ada pesan balasan untuknya.

From: Yoona

To : Sehun

Saturday, 14 march 2015 18:55

 

Keluarlah, aku sudah siap

Aku berjalan keluar dari apartementku dan menuju apartement yoona. Aku menekan bel apartementnya dan keluarlah sosok wanita yang sangat cantik jelita. Dengan dress berwarna putih gading berpita dan mengekspos punggung mulusnya. Dan membiarkan rambutnya terurai tanpa hiasan apapun. Polesan make up yang tipis semakin membuat wajahnya terlihat cantik natural. Memakai high heels berwarna silver menghiasi kaki jenjangnya. Aku melihatnya bagaikan melihat bidadari dan mungkin lebih cantik dari bidadari. Sedangkan aku , aku memakai kemeja berwarna biru donker yang dilapisi jas berwarna abu-abu dan celana abu-abu. Dan dasi berbentuk pita berwarna putih dengan paduan biru tua.

“tunggu apalagi? ayo berangkat” ajaknya sedangkan aku hanya mengangguk. Dan mengekornya dibelakang.

Saat sampai di basement, aku membukakan pintu mobilku untuk yoona. Disusul aku yang masuk di bangku kemudi sedangkan yoona duduk disampingku. Sepanjang jalan, kami mendengarkan lagu-lagu yang kami sukai. Ketika sudah sampai di tempat tujuan kami, kami turun dari mobil. Dan berjalan bersama. Ketika kami lewat banyak orang-orang yang mengatakan bahwa kami berpacaran.Oh tidak bagaimana bisa mereka menyebutnya seperti itu. Menyatakan perasaanku saja aku tak bisa apalagi memintanya untuk menjadi pacarku. Apa mungkin sekarang waktunya? Entahlah aku bingung.

Kami bertemu dengan luhan yang mengundang kami ke pestanya. Dan sedikit berbincang-bincang. Aku dan yoona sudah terpisah. Perasaan tadi dia masih berada disampingku tapi sekarang ternyata dia sudah berada diujung sana. Sungguh cepat sekali dia berjalan. Aku memikirkan apa sekarang waktunya untuk menyatakan perasaanku. Namun aku labil sekarang. Hingga naluriku berkata untuk mengatakannya sekarang. Dan dengan mengumpulkan mental yang kuat, aku melihat dia lewat dihadapanku.

“Im yoona!” panggilku dan yang merasa terpanggil pun menoleh ke arahku.

“ iya ada apa?”

“ hemm.. begini ..” ucapanku menggantung saat aku berusaha menelan salivaku yang terhambat karena tenggorokanku tercekat. Aku menarik nafas dalam-dalam. Mengapa udaara disini membuatku sesak.

“ euhh… ak-aku..” mengapa lidahku terasa kelu, mengapa tubuhku jadi membeku ? oh tuhan, tolong aku. Ayolah , tinggal katakan aku mencintaimu saja.

“ aku ingin ke toilet dulu” Bodoh. Kenapa kau keluarkan kata itu. Sedangkan yoona, dia hanya mengerutkan dahinya tanda tak mengerti apa yang ku ucapkan. Aku takut detak jantungku akan terdengar olehnya, aku berbalik dan berpura-pura kearah toilet.

But I see you with him slow dancing
Tearing me apart. Cause you don’t see
Whenever you kiss him. I’m breaking,
Oh, how 
I wish that was me

“Tes. Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih pada teman-teman yang sudah hadir dalam pesta saya. Lalu, sebelum kita mulai dansanya , saya akan memilih seorang gadis yang sudah lama berada dihati saya untuk menjadi pasangan dansa saya. Dan saya memilih .. yoona. Im yoona.” Semua yang mendengar perkataan yang dilontarkan luhan di atas panggung tadi membuat semua tercengang. Termasuk aku.

“ bagi yoona, silahkan kau naik ke atas panggung” oh tidak , bagaimana kalau luhan memintanya untuk menjadi kekasih yoona. Sungguh aku ingin pergi dari pesta itu. Ku lihat yoona tersenyum saat namanya dipanggil oleh luhan . sepertinya dia menyukai luhan. Oh tuhan, aku tak sanggup. Yoona sudah berada diatas panggung dan semua para tamu undangan bersorak ria melihat keduanya. Luhan berlutut dihadapan yoona. Dan memberikan se-bucket mawar merah.

“will you be my girlfriend?” ucap luhan sambil mengerahkan bunga mawarnya. Aku berharap yoona menolaknya . dan harapanku tak terkabulkan. Dia menerimanya.

“ Yes, I will” jawabnya. Semua tamu undangan bertepuk tangan. Lalu luhan mengajak yoona berdansa.

‘tahan sehun. Tahan. Jangan kau kacaukan semuanya’batinku.

Sudah tidak ada harapan lagi untukku untuk menjadi kekasihnya. Air mataku sudah tak bisa terbendung lagi saat aku melihat mereka. Hatiku sakit. Bagaikan ribuan pisau belati membelah hati ini. Nyeri. Sangat terasa didalam hati ini. Aku menunduk dan merenung betapa bodohnya aku. Aku memang manusia lemah yang tak dapat mengungkapkan perasaanya. Aku kembali melihat mereka yang sedang asyik berdansa, dan mataku membulat saat yoona menciumnya. Ah aku hancur. Kau melakukan itu sama saja membunuhku perlahan dengan cara yang sadis. Kau menenggelamkanku ke lautan dengan air yang sangat asam. Kau seperti menanam bom didalam hatiku yang sewaktu-waktu dapat meledak dimana pun dan kapan pun. Membuatnya pecah berkeping-keping. Luhan sungguh beruntung. Dia lelaki yang pemberani. Aku berharap itu adalah aku. Aku yang bisa menjadi kekasih yoona. Aku yang mendapat kecupannya. Bukan dia. Bukan dia, hanya aku.

He looks at you.The way that I would
Does all the things, I know that I could
If only time, could just turn back
‘Cause I got three little words. That I’ve always been dying to tell you

Feel with my hands on your waist
While we dance in the moonlight
I wish it was me. That you’ll call later on

Cause you wanna say good night

 

Aku melihatnya menatapmu dengan cara yang sama denganku saat aku menatapmu. Tatapan hangat yang selalu kuberikan padamu. Tatapan teduh yang kuberikan padamu. Tatapan sendu yang kuberikan padamu. Tatapan menenangkan saat kau ketakutan yang kuberikan padamu dan semua hal yang akan kuberikan padamu. Aku tahu aku bisa. Aku tahu aku bisa mengungkapkan perasaanku. Aku tahu aku bisa menjadi kekasihnya. Dan aku tahu aku bisa mendapat semua yang aku impikan bersamanya. Namun aku terlambat. Dia sudah menjadi milik orang lain. Andai waktu bisa berputar kembali. Aku akan menyatakan perasaanku lebih dulu. Aku akan menjadi milikmu. Karena aku mempunyai tiga kata yang sangat sulit ku ucapkan. Hanya tiga kata yang membuat tenggorokanku tercekat. Hanya tiga kata yang membuat lidahku menjadi kelu. Hanya tiga kata yang membuat aku membeku. Hanya tiga kata yang membuat jantungku berdebar hebat. Hanya tiga kata itu juga yang membuatku mati-matian untuk mengatakannya. Namun semua nihil, luhan lebih dulu menyatakan perasaanya. Aku pergi dari pesta itu . aku tak sanggup melihatnya. Pikiranku kacau dibuatnya.

“ arggghhhh.. “ aku berteriak seperti orang gila di balkon apartementku. Aku mengacak rambutku frustasi. Aku tersenyum miris saat mengingat kejadian tadi.

“ kenapa ? hanya tiga kata saja sangat sulit untuk mengatakannya” omelku pada diriku sendiri.

“ oh sehun bodoh !! KAU BODOH SEHUN !!” teriakku. Sesekali aku meneguk soju yang aku ambil dari dapur.

“KAU BODOH SEHUN !! KAU SANGAT BODOH!!” teriakku sambil meninju dinding yang tak bersalah dan membenturkan kepalaku berharap aku bisa melupakan kejadian tadi.

_

Secercah cahaya bulan masuk melalui jendela kamarku. Tanganku berada di pinggangmu dan tanganmu berada di bahuku. Kita berdansa bersama dibawah sinar bulan sebagai latar belakangnya. Kita berdansa mengikuti irama musik yang berputar. Seakan dunia milik kita sendiri. Menghabiskan waktu berdua. Benturan sepatumu membuat aku lebih bersemangat. Menatap satu sama lain. Menatap dengan tatapan hangat yang dapat menenangkan satu sama lain.

“ aku mencintaimu “ kataku dan kau membalas dengan kata itu juga. Lalu tersenyum simpul. Senyuman manis yang dapat membuatku mencair saat melihatnya. Suasana hangat menhinggapi kita. Suraimu yang sedikit tertiup angin menambah pesonamu. Lalu saat waktu sudah terlalu malam. Kita harus berpisah. Dimana dengan berat hati kita merelakan satu sama lain untuk meninggalkannya. Tapi tenang saja , hanya sementara. Lalu handphone ku berdering tanda bahwa ada sebuah panggilan masuk. Mengusap layar untuk membuka lockscreen dan dilihatnya nama yang menelponku. Aku sangat senang melihatnya. Dengan senang hati aku mengangkatnya. Dan aku terkejut bahwa kau mengatakan selamat malam agar nyenyak dalam tidurku.

 

Brukk

Aku terjatuh dari tempat tidurku , dan menyadari bahwa tadi aku hanya bermimpi. Sungguh disayangkan . seharusnya aku jangan bangun dari mimpi indah itu. Aku berharap itu kenyataan . Aku terbangun . dan merasakan pusing di kepalaku . mungkin efek dari minum soju semalam , pikirku. Mulai pagi hari ini , aku berharap dapat melupakan dan menguburnya dalam-dalam , namun terlalu sulit untuk melakukannya. Rasa cinta ini sudah terlalu dalam tumbuh didalam lubuk hatiku. Mau tidak mau aku harus bisa melupakannya. Dan pergi tanpa jejak di kehidupanmu.

_

Apa kau tak menyadarinya ?

Aku disini yang hanya melirikmu dalam diam

Aku disini yang hanya bisa memendam perasaan itu seorang diri.

Cinta pada pandangan pertama namun sepihak memang menyakitkan

Bagaikan ribuan pisau belati membunuh hati ini.

 

Apa kau tak menyadari pancaran mata ini saat menatap manik indahmu?

Apa kau tak menyadari bibir ini menciptakan lengkungan manis saat melihat tawa bahagiamu?

Apa kau tak menyadari suara gemetar ini saat berbicara denganmu?

Apa kau tak menyadari sikap hangat yang kuberikan padamu?

Apa kau tak ingat siapa yang akan memberikan pundaknya untuk menenangkanmu saat manik rusamu membuat aliran sungai di pipi porselenmu?

 

Mungkin dia yang terbaik untukmu .

Mungkin dia yang akan selalu menjagamu dari bahaya

Mungkin dia yang akan hidup bahagia denganmu ‘

Bukan aku yang pengecut

Bukan aku yang lemah

Mungkin aku harus pergi dari kehidupanmu

Tolong jaga kalung yang kuberikan padamu

Dan jangan lupakan aku

-oh sehun-

END

Author’s note: hai ! gimana ga danta kan ceritanya? Ini lagunya dari one direction- I wish. Sumpah artinya nyesek banget L dan mungkin ff aku rada melenceng dari lagunya. Kalau alurnya kecepetan / kurang panjang dan sulit dimengerti maafin ya. comment please !

22 thoughts on “(Freelance) I Wish

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s