(Freelance) Egoist (Chapter 1)

yeolizzie-request-egoist

Egoist Chapter 1

Author Yeolizzie | main cast Im Yoona– Oh Sehun

genre  Romance – SadSchool-life | length Chapter 1

disclaimer This fanfiction is purely my own. Cast belong’s God.

Watch out typo (s)

 

♣♣♣

 

Nia Jung berganti pen name menjadi Yeolizzie ya mulai sekarang 🙂

 

Setelah lama menghilang, akhirnya Yeolizzie kembali lagi *Huftt*

≈Happy reading≈

 

author’s POV

Yoona adalah murid perempuan SMA normal seperti pada umumnya. Dia adalah perempuan cantik dengan rambut panjang cokelat yang selalu terurai. Yoona tidak memiliki banyak teman, dia lebih suka menyendiri. Dia selalu duduk di kursi paling pojok sambil mendengarkan musik dari headphone yang selalu dipakainya saat jam istirahat.

Symphony adalah sebuah band yang sedang populer pada tahun ini. Semua anggotanya merupakan murid SMA yang sama. Sehun adalah anggota band tersebut dan bersekolah di SMA yang sama dengan Yoona. Sehun adalah seorang gitaris dalam band tersebut. Wajahnya yang tampan, perawakan tinggi, dan sifatnya yang sangat dingin membuat hampir semua murid mengaguminya, termasuk Yoona. Tapi, Yoona tidak seperti yang lain yang sangat tergila-gila pada Sehun. Walaupun begitu, Yoona sangat menyukai Sehun.

♣♣♣♣♣

Ruang kelas selalu rebut seperti biasanya, bahkan saat pelajaran dimulai. Semua orang di kelas hari ini tampak sangat senang karena album baru yang dikeluarkan oleh Symphony. Yoona selalu mendengarkan musik dengan headphone saat jam istirahat. Seohyun yang merupakan teman terdekat Yoona, seorang perempuan sangat pemalu yang juga fans Sehun, tiba-tiba datang mengejutkan Yoona dengan melepaskan headphone di telinga Yoona.

“Yoona-ya, apa kau sudah mendengar lagu baru mereka? Itu lagu yang sangat bagus.” Ucap Seohyun dengan senyuman lebar dan tampak sangat bersemangat mengejutkan Yoona

“Eoh, aku sedang mendengarkannya, itu lagu yang bagus.” Jawab Yoona sambil tersenyum kecil menatap Seohyun

“Ne… Bisakah kau melakukan sesuatu untukku?” Tanya Seohyun tampak malu-malu sambil menunjukkan sebuah CD yang dipegang oleh kedua tangannya kepada Yoona

“Melakukan apa?” Tanya Yoona dengan wajah penasaran melihat tingkah laku Seohyun yang aneh

“Aku mohon pergilah dan minta Sehun untuk menandatangi CDku ini, aku mohon lakukanlah ini untukku!” Perintah Seohyun sambil menundukkan badan memohon pada Yoona

Yoona berdiri dari tempat duduk “Kau…Ingin aku meminta tanda tangan Sehun, aku tidak mungkin melakukan itu!” Teriak Yoona spontan menolak permintaan Seohyun dengan nada tinggi karena terkejut. “Kenapa kau tiba-tiba kau meminta hal seperti?”

“Hanya sekali ini saja, anggaplah ini sebagai tanda perpisahan kita.” Jawab Seohyun memohon dengan senyuman kecil menggantung di wajahnya

“Apa maksudmu?” Tanya Yoona dengan nada rendah sambil memasang wajah sedih menatap Seohyun

“Bukankah aku sudah memberitahumu bahwa besok aku akan pindah sekolah?” Tanya Seohyun dengan memasang raut wajah cemberut

“Benarkah?” Tanya Yoona dengan nada rendah dan kembali menatap Seohyun sedih

“Aku ingin Yoona melakukan itu untukku sebagai tanda perpisahan kita yang terakhir . Hanya itu yang kuinginkan saat ini.” Jawab Seohyun mencoba tersenyum manis dengan mata yang berkaca-kaca

“Bagaimana lagi, ini pertama kalinya Seohyun meminta bantuan padaku.” Jawab Yoona sambil memegang kepalanya dan menatap Seohyun dengan senyuman kecil

“Lalu, apa kau akan melakukankanya?” Tanya Seohyun dengan senyuman lebar dan penuh harapan sambil memegangi tangan Yoona

“Eoh, jika kau pindah besok, berarti aku harus segera memintanya.” Jawab Yoona dengan nada rendah

“Gomawo, Yoona-ya.” Jawab Seohyun sangat bahagia, terlihat dari senyuman yang memperlihatkan giginya

“Aku akan meminta tanda tangannya nanti.” Jawab Yoona sambil mengambil CD yang ada di tangan Seohyun

“Ne, gomawo. ” Jawab Seohyun sangat senang memperlihatkan senyuman lebar di wajahnya

♣♣♣♣♣

YOONA’S POV

Apa ruang band di sebelah sini, ya? Meminta tanda tangan, ini hal yang memalukan! Cih, aku tidak boleh kesal, ini semua untuk Seohyun. Fighting! Batinku.

Ruangan yang kutuju adalah tempat yang selalu ingin kukunjungi, rasanya sedikit menyedihkan karena ini hanya harapan. Tapi, sekarang aku akan ketempat, dimana seseorang yang kukagumi selalu bermain disana. Badanku sangat lemas, apa aku sangat gugup? Aneh sekali. Seketika, langkahku berhenti saat melihat banyak sekali murid perempuan yang berteriak-teriak dan mencoba masuk kedalam ruangan. Sebuah ruangan yang bertuliskan “Ruang Band”. Itu sudah pasti tempat Symphony dan para fans yang memiliki tujuan yang sama denganku, untuk meminta tanda tangan.

“Maaf! Maafkan aku!” Teriakku sambil mencoba masuk ke dalam ruangan dengan mendorong orang-orang

“Heyy! kau menggangu saja!” Teriak beberapa wanita sangat marah karena aku mendorongnya. Wanita itu tiba-tiba mendorongku juga dengan sangat kencang sampai aku keluar dari ruangan itu.

Diriku terjatuh karena dorongan wanita itu. “Sakit sekali!” Teriakku memegangi sikuku yang tergores karena sempat terjatuh oleh wanita itu.

“Apa kau baik-baik saja?” Tanya seorang murid laki-laki dengan wajah datar menatapku

“Ne, aku baik-baik saja.” Jawabku sambil mencoba berdiri dan menepuk rokku yang kotor karena terjatuh tadi

“Apa kau tujuanmu kesini untuk meminta tanda tangan?” Tanya laki-laki itu dengan raut wajah penasaran

“Ne, aku ingin meminta tanda tangan untuk CD ini, tapi…” Jawabku dengan wajah sedih sambil menunjuk ke ruangan yang penuh oleh fans Symphony

“Siapa yang ingin kau minta tanda tangan di CD itu?” Tanya laki-laki itu sambil menunjuk CD ditanganku dengan jari telunjuknya

“Oh Sehun.” Jawabku

“Bagaimana jika kau menitipkannya saja padaku? Besok kau boleh mengambilnya dengan tanda tangan Sehun.” Ucap laki-laki itu seperti memberikan saran bagiku

“Apa aku bisa mempercayaimu? CD ini sangat berharga.” Ucapku dengan wajah cemas sambil mengerutkan dahiku, karena tidak mempercayai perkataannya

“Terserah padamu. Apa kau sangat membenci Drummer Symphony?” Tanya laki-laki itu dengan wajah yang tampak kesal karena perkataanku

“Siapa Drummer Symphony? Apakah kau?” Tanyaku sangat terkejut dan tanpa sadar menujukkan wajahnya dengan jari telunjukku

“Sudah kuduga, jika kau tahu aku, kau tidak mungkin bersikap sepeti inikan?” Tanya laki-laki itu tampak kesal sambil menghela nafas kasar

“Kalau begitu, CD ini aku serahkan padamu! Besok aku akan datang lagi mengambilnya.” Jawabku sambil menyerahkan CD itu ke tangan laki-laki itu dan tersenyum manis padanya

Aku hanya tinggal menunggu saja, aku harus kembali ke kelas. Aku memalingkan badanku ke belakang dan mulai berjalan menjahui laki-laki itu.

“Aku lupa memberitahumu. Nama untuk di CD itu Seohyun, itu nama temanku dan terima kasih, Drummer Symphony.” Jawabku kembali menengok ke belakang

“Namaku Kai dan namamu?” Ucap Kai dengan senyuman kecil bertanya padaku

“Im Yoona.” Jawabku kembali melanjutkan langkahku yang tertunda

♣♣♣♣♣

Keesokan harinya. Aku mulai mendekati ruangan band yang sama seperti kemarin. Tapi, kali ini aku tidak gugup sedikitpun, melainkan aku sedikit senang. Saat di depan ruangan, pintu ruangan tersebut tertutup dan tidak seramai kemarin. Hanya ada beberapa orang saja dan mereka hanya bisa menunggu di depan pintu.

“Yo!” Ucap seseorang yang tiba-tiba menepuk bahuku dengan pelan

“Kau benar-benar mengagetkanku!” Teriakku sangat terkejut saat menoleh kebelakang

“Kai oppa!” Teriak salah seorang fans dengan wajah terpukau

“Siapa wanita itu? Kenapa Kai oppa tampak sangat dekat dengannya?” Bisik para fans dengan wajah sinis melihatku

“Dia ada didalam.” Jawab Kai dengan nada rendah seperti berbisik di telingaku

Kai membuka pintu tersebut dan membiarkanku masuk kedalamnya. Saat, masuk benar-benar ada mereka. Mereka yang sedang bersantai sambil memegang alat music mereka. Basser, vocalis, dan guitaris. Oh Sehun, ini pertama kalinya aku melihatnya secara langsung… Dia memang sangat keren

“Kai, siapa wanita ini?” Tanya seorang Basser sangat sinis dan menatapku dengan tatapan kasar

“Anyeonghaseo, Im Yoona imnida.” Jawabku sambil membungkukkan badan ke arah mereka semua

“Sehun, CD yang kuminta kemarin untuk kau tanda tangani, berikanlah ke perempuan ini!” Perintah Kai dengan nada yang terdengar tegas pada Sehun

“Jangan memerintahku! Peraturan adalah peraturan, hari ini kita tidak memberikan tanda tangan. Jika dia ingin meminta datanglah besok!” Ucap Sehun sangat kesal dan terlihat sedang dalam mood yang tidak baik

“Hanya satu orang, tidak apa-apakan.” Jawab Kai mencoba membujuk Sehun dengan nada rendah

“Aku tidak akan menarik kata-kataku… Oy, kau datanglah besok!” Jawab Sehun sangat marah dan memerintahku dengan nada tinggi yang terdengar seperti membentak

“Tidak bisa… Aku tidak bisa jika besok, Seohyun sudah pindah jika besok, aku harus segera memberikannya!” Teriakku keras karena terbawa emosi dan menatap Sehun denga tatapan yang tajam

“Jadi, kau sedang terdesak ya.” Jawab Sehun sambil memasang senyuman jahat. “Aku sedikit tahu bahwa seseorang yang sedang dalam keadaan terdesak akan melakukan apapun.” Jawabnya sambil tertawa kecil dengan tampak lebih bersemangat

“Sehun.” Teriak Kai tampak kesal

“Aku akan memberikan tanda tangan, asalkan kau melakukan sesuatu yang menghiburku.” Jawab Sehun yang mulai memberikan sebuah kesempatan

“Sesuatu yang menghiburmu, seperti apa?” Tanyaku dengan penasaran

“Aku sedang bosan saat ini, cobalah menari, bernyanyi, bermain musik, bukankah permintaan itu sangat mudah?” Ucap Sehun dengan wajah datar memintaku

“Aku… Tidak ingin melakukan itu, aku tidak bisa.” Jawabku dengan wajah sedih sambil menundukkan kepala

“Kalau begitu, kau boleh pergi dengan tangan kosong.” Jawab Sehun dengan kata-kata kasarnya mengusirku

Kakiku mulai melangkah maju ke depan dan selangkah demi selangkah, aku mulai mendekati Sehun. Saat ini, kami berjarak sangat dekat. Mata kami saling bertatap dan aku mengeluarkan kata-kata yang ada di pikiranku

“Saat ini, udara begitu sejuk dan langit biru yang tampak sangat indah. Kamu dan musikmu benar-benar sangat indah. Mendengarkannya membuatku terasa kembali hidup. Semua orang menyukai kalian, kalian itu seperti keajaiban. Aku ingin bertemu denganmu. Aku hanyalah seseorang yang menyukaimu, jadi jangan terlalu jahat padaku…” Jawabku sambil tersenyum manis menatap Sehun

Semua anggota Symphony terdiam selama beberapa detik. Author’s POV

“CD itu, aku akan menerima hukumannya, jadi serahkan CD itu padaku!” Perintahku tegas sambil mengulurkan kedua tanganku

“Hukuman apapun, seperti menyenagkan. Kalau begitu, tidak apa-apa. ” Jawab Sehun tampak senang sambil memberikan CD itu padaku

Aku mengambil CD itu dan mendekati Sehun untuk menatap matanya secara dekat

“Kau pria yang jahat, aku membencimu.” Jawabku dengan tatapan tajam lalu memalingkan badanku dan mulai berjalan menjauhinya

“Apa kau berkata seperti itu karena kau baru saja menyatakan cinta padaku?” Tanya Sehun sambil menahan senyuman di wajahnya

“Berisik!” Teriakku sangat keras

♣♣♣♣♣

Kesesokan harinya. Seohyun sudah pergi, dia tampak sangat senang saat aku memberikannya CD dengan tanda tangan Sehun. Tapi, aku harus mendapatkan hukuman karena Seohyun. Aku kesepian, ucapku sambil menatap langit dan mendengarkan lagu yang terputar di headphoneku. Tapi, tanpa disangka dirimu tiba-tiba muncul dan berdiri dihadapanku. Sangat bersinar dan berkilau saat matahari menyinarimu. Bukan Seohyun lagi yang melepaskan headphone ini, tapi dirimu, Oh Sehun.

“Kau masih ingatkan tentang hukuman untukmu? Kamu menyukaikukan?” Tanyanya sangat penasaran sambil mendekatkan wajahnya padaku

Seketika darahku mulai naik dan membuat pipiku menjadi merah “Aku menyukaimu, apa maksudmu? Tiba-tiba mengatakan…” Jawabku terputus karena tiba-tiba Sehun mencelaku

“Aku ingin jatuh cinta, jadi buatlah aku jatuh cinta padamu. Itulah hukumanmu.” Jawab Sehun yang cukup keras membuat semua orang sangat terkejut bahkan diriku

TO BE CONTINUED….

NOTE.

Semoga suka ya! Kalau absurd maafin ya!

Please, coment ya, chingu!

Mudahan chingu gak ada bosan ya! Tungguin next chapnya!

50 thoughts on “(Freelance) Egoist (Chapter 1)

  1. Ffnya bagusssss! Tapi sebenerx ad beberapa kalimat yg aq gk ngerti mksdx apa.. mungkin author bisa menjelaskan detail”x lebih rinci trs masih ada typo juga.. Biar ngenakk gitu bacanyaa~ fighting!

  2. Kya! Keren banget ff nya! Aku deg2an waktu baca bagian yoona yg nyatain prasaan nya scara ga lngsung & knapa kai tba2 mau bantu yoona ya? Mungkin suka o.O ditunggu chap 2 ya?
    Keep writing thor~

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s