Between Hate and Love (Chapter 2)

Between Hate and Love 2

Title    : Between Hate and Love

Author : Berries (@berries_cocoa)

Length : Series

Rating  : PG-13

Genre  : Sad, Romance, Angst

Main Cast :

  • Yoona SNSD
  • Kai EXO-K

Other Cast :

  • Yuri SNSD
  • Tao SNSD

Disclaimer : Cerita ini hanya fiksi dan murni dari kepala dan pikiran author, apabila ada kesamaan cerita itu adalah ketidaksengajaan atau hanya terinspirasi.

Author Note : Annyeonghaseyo *bow*. Please Don’t Bash ya, Sorry For the TYPO and Don’t Be A Plagiator.

Dengan sangat, author mohon tinggalin jejak ya

Mind to listen my soundcloud : berries_cocoa

CREDIT POSTER : heerinssi @ HSG

Visit my Personal Blog :

Cocoafanfiction.wordpress.com

Happy Reading!!!

***

“Hai” sapa Yuri pada sahabatnya yang sedang duduk di taman rumah sakit dengan tatapan kosong itu.

“Bagaimana keadaaannya ?” tanya Yoona pada Yuri yang telah duduk di sampingnya.

“Hmmm, badannya masih terlalu lemah mungkin karena dia koma selama hampir satu bulan. Dokter menyarankan untuk istirahat jadi dia sedang tidur sekarang dan besok alat-alat di tubuhnya baru akan dilepas” jelas Yuri dan Yoona hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

“Kau tidak ingin menemuinya ?” Yoona menggelengkan kepalanya.

“Wae ?”

“Aku belum siap”

Yuri menghela nafasnya pelan…

“Apalagi yang perlu kau persiapkan ketika kau sudah mengakui hatimu”

“Apa maksudmu Yul ?”

“Aku mendengarmu berbicara pada Kai saat dia belum sadar” wajah Yoona memerah begitu mendengar ucapan Yuri. Bagaimana bisa sahabatnya ini mendengar kata-kata yang seharusnya hanya untuk Kai.

“Mianhae, aku tidak bermaksud. Saat aku dan Tao membuka pintu, kami melihat kau yang sedang menangis. Awalnya aku ingin masuk dan langsung bertanya padamu tapi Tao menahanku dan ketika ka-“

“Cukup” potong Yoona “Katakan saja sejauh mana kau mendengarnya ?” tanya Yoona yang masih menyembunyikan wajahnya.

“Kau mencintai Kai” gumam Yuri pelan tapi masih dapat didengar oleh Yoona.

Yoona menghela nafasnya panjang “Percuma aku berbohong padamu, kau terlalu mengetahui diriku Yul”

“Seharusnya kau mengatakan itu dari dulu” ucap Yuri menyindir.

“Oh ayolah, perlukah kita berdebat hanya untuk masalah ini” balas Yoona malas.

Yuri tertawa “Tentu saja tidak Yoongie”

Mendengar panggilan Yuri membuat Yoona menatapnya tajam “Wae ?” tanya Yuri.

“Berhenti memanggilku seperti itu ?”

“Wae ?” tanya Yuri lagi.

“Mengingatkanku padanya”

“W-“

“Dan berhenti bertanya wae” potong Yoona dan berhasil membuat Yuri mempoutkan bibirnya.

“Menyebalkan sekali” gumam Yuri dengan dilanjutkan oleh 1001 ocehan kesalnya namun hal itu tidak Yoona pedulikan. Yoona sibuk memandang bunga-bunga dihadapannya, bukan karena mengagumi keindahannya. Tidak.

Matanya tidak memancarkan tatapan kekaguman melainkan tatapan kosong yang terlihat.

“Aku…..” ucapnya dan berhasil menghentikan ocehan Yuri yang langsung menatapnya. Yuri memilih diam menunggu sahabatnya itu melanjutkan ucapannya.

“Aku tidak menyangka Kai akan sadar ketika aku berada didekatnya. Maksudku aku berharap dia sadar ketika hanya ada kalian atau paling tidak aku bersama kalian”

“Apa maksudmu Yoong ?” tanya Yuri tidak mengerti.

Yoona menghela nafasnya “Aku tidak siap untuk menemuinya. Kau boleh menganggapku pengecut karena hanya berani berbicara dengannya ketika dia belum sadar tapi itulah yang kurasakan.

“Kau benar…. Aku masih mencintainya dan hal inilah yang membuatku tidak siap menemuinya. Aku ke China untuk melupakan dirinya dan ya… meskipun aku tetap mencintainya sampai sekarang”

“Yoong, aku tidak mengerti maksudmu” ucap Yuri jujur. Sedari tadi dahinya hanya berkerut mendengar ucapan Yoona yang tidak dia mengerti.

“Aku takut rasa sakit itu kembali” Yoona lalu memandang sahabatnya itu dengan tatapan sendu “Aku takut kembali jatuh ke lubang yang sama”

“Aku masih mencintainya dan ketika aku sadar dia tidak merasakan hal yang sama hatiku akan merasakan sakit. Aku tidak mengharapkan dirinya untuk mencintaiku hanya saja tidak bisakah kau memberiku waktu agar hatiku siap ? Agar aku tidak perlu merasakan sakitnya” pinta Yoona pada sahabatnya memelas.

“Yoong… Aku tidak tahu harus berkata apa. Maafkan aku yang tidak mengerti tentang rasa sakitmu itu. Mianhae. Tapi…. aku percaya Kai mencintaimu” mendengar ucapan Yuri berhasil membuat Yoona sedikit kaget.

Entah kenapa mendengar ucapan Yuri membuat hatinya senang namun disisi lain dia tidak ingin mempercayai ucapan sahabatnya itu.

Yoona tidak ingin hidup dalam angan-angan yang hanya akan membuatnya terjatuh lebih dalam.

“Yoong” panggil Yuri “Kau mendengarku ?” tanya Yuri sambil melambaikan tangannya tepat di hadapan wajah Yoona.

~Tokuhanarete ite mo me o tojireba
Hora kokoro wa soba ni iru….~

Yoona tersadar dari lamunannya begitu mendengar ponselnya berbunyi.

“Yeoboseyo ?” ucap Yoona lalu sedikit menjauh dari Yuri.

“…”

“Aku belum tahu, wae ?” tanya Yoona melirik kearah Yuri.

“Menyebalkan sekali… Apa aku benar sahabatnya ? Kenapa sembunyi-sembunyi seperti itu” kesal Yuri begitu melihat Yoona sedikit menjauh.

“…”

“Bukankah sudah kukirimkan video ?” tanya Yoona lagi.

“…”

“Ah… Aku lupa…. Sedang berurusan dengan seorang amatiran” ucap Yoona lalu tertawa.

Tawa itu cukup membuat Yuri merasa heran “Dia tidak pernah tertawa seperti itu sejak kembali”

“…”

“Skype bagaimana ? Tidak ada penawaran lain. Ok, Annyeong~” Yoona mematikan sambungan teleponnya lalu mendekati Yuri yang sedang mengomel sendiri.

“Yul, aku harus pergi”

“Eh… tunggu.. tunggu… kau mau kemana Yoong ?” tanya Yuri menahan Yoona.

“Ada hal penting yang harus kulakukan” jelas Yoona

“Bahkan lebih penting dari Kai ?”

Yoona terdiam, tentu saja jauh di dalam hatinya Kai adalah yang terpenting. Tapi saat ini, dia belum sanggup untuk menemui namja itu. Hatinya tidak siap dan… Yoona juga tidak tahu apa yang akan dilakukannya ketika bertemu Kai.

Dia butuh sesuatu yang dapat menyegarkan pikirannya kembali dari segala masalahnya saat ini. Dan cuma satu hal itulah yang dapat menenangkannya.

Dia juga perlu menyelesaikan tugas kuliahnya. Cukup Yuri saja yang mengomelinya jangan sampai ‘Namja’ itu juga ikut mengomel, telinganya akan terasa sangat panas.

“Bukan saatnya untuk memilih” jawab Yoona lalu berjalan menjauh dari Yuri.

Tapi, tidak berapa lama Yoona menghentikan langkahnya lalu berbalik melihat Yuri “Yul, aku hanya ingin mengatakan. Mungkin beberapa hari ini aku akan sulit untuk dihubungi dan sepertinya aku juga tidak akan ada di rumah. Jadi, jika kau ingin mengatakan sesuatu, kau tahu harus menghubungiku kemana bukan”

Yuri hanya diam ditempatnya tanpa bergeming sedikitpun, melihat kepergian sahabatnya itu.

“Sungguh keras kepala sekali” bisiknya lalu berjalan meninggalkan taman tersebut.

**

“Bagaimana perasaanmu ?” tanya Tao pada Kai.

“Tidak lebih baik” jawab Kai asal.

“Aku bahkan tidak mengerti maksudmu” ucap Tao kesal.

“Dimana Yoona ?” tanya Kai dan berhasil menghentikan kegiatan Yuri dari mengupas buah.

“Oh ayolah, kau baru sehari sadar. Bahkan ketika kau baru saja sadar, Yoona ada di depanmu dan sekarang kau ingin melihatnya lagi ?” kesal Tao pada sahabatnya itu.

“Dimana Yoona ?” seakan-akan Kai tidak mendengar ocehan Tao dan tetap saja menatap Yuri “Kau pasti tahu dimana sahabatmu itu kan ?” tanya Kai tepat pada Yuri.

“Aku tidak tahu” jawab Yuri kembali melanjutkan kegiatannya.

“Tidak mungkin”

“Well, itulah kenyataannya” ucap Yuri sedingin mungkin.

Kai menghela nafasnya dalam “Apa aku tidak bisa mendapatkan maafnya” bisik Kai “Apa sebenci itukah kau padaku Yoong” ucapnya lebih pada dirinya sendiri.

“Aku lelah, bisakah kalian keluar” pinta Kai lalu kembali berbaring di kasurnya membelakangi Yuri dan Tao.

“Ayo keluar” ajak Tao lalu menarik tangan Yuri.

Begitu mereka keluar dari ruang inap Kai, Tao melepas genggaman tangannya dengan Yuri.

“Wae ? Kenapa kau menarikku keluar ?” tanya Yuri.

“Kau benar – benar tidak tahu dimana Yoona ?”

“Tentu saja” jawab Yuri “Kau berpikir aku berbohong ?”

“Aku percaya padamu tapi tidak mungkin kau tidak tahu sama sekali”

“Aku mencoba menghubunginya tapi tidak diangkat” jelas Yuri

“Apa dia pernah seperti ini ?”

Yuri menggigit kuku jari telunjuk kanannya, hal yang selalu dilakukannya ketika sedang berpikir.

“Dia pernah seperti ini dan aku juga tidak bisa menghubunginya. Seingatku dialah yang menghubungiku, wae ?” Yuri menatap Tao.

“Aish, bagaimana bisa kau memiliki sahabat seperti itu ?” kesal Tao sambil mengacak rambutnya.

“Ya!! Harusnya aku yang mengatakan it-“ Tao menutup mulut Yuri dengan tangannya.

“Sstt, ini rumah sakit. Ingat” ucap Tao lalu melepas bekapannya.

“Sejak Yoona kembali, dia suka menutupi semuanya dan itu karena sahabatmu”

“Tapi Kai sangat menyesal dan kau bisa melihat itu bukan ?”

“Aku tahu. Tapi bagaimana dengan Yoona, dia pasti masih merasa sakit. Aku tidak bisa memaksanya”

“Paling tidak buat Yoona menemui Kai. Aku bahkan tidak tahu apa yang akan dilakukan Kai untuk dapat melihat Yoona”

“Apa maksudmu ?” tanya Yuri tidak mengerti.

“Kita lihat saja nanti” ucap Tao menatap Kai yang sedang berbaring dari balik kaca pintu.

**

“KELUAR!!” teriak Kai.

“Tapi kau harus makan Kai-ssi agar tubuhmu bisa pulih kembali” jelas suster yang mengantarkan makanan tersebut.

“Sudah kukatakan aku tidak mau!!” jawab Kai masih dengan berteriak.

“Suster bisa pergi, maaf telah merepotkan. Biar aku yang mengurusnya” ucap Tao tersenyum pada suster yang baru saja meninggalkan ruang inap tersebut.

“Makanlah Kai” pinta Tao pada Kai yang sedang berbaring dengan lengan bawah tangan kanan menutup matanya.

“Kau sudah tidak makan selama 3 hari, minum saja tidak. Bagaimana kau bisa sembuh jika begini terus” jelas Tao namun Kai tetap saja diam. Tao seperti berbicara pada patung, tidak bergerak sedikitpun dan tidak menjawab apapun yang dikatakannya.

Tao menghela nafasnya, sampai kapan temannya yang bodoh ini akan terus seperti ini. Tao memilih meninggalkan Kai sendiri daripada amarahnya yang akan terpancing.

“Untuk apa ? Jika aku tidak dapat melihat orang yang kucintai” ucap Kai yang kini telah memandang langit-langit ruang inapnya. Tao memperhatikan wajah sahabatnya itu yang terlihat begitu menyedihkan, seakan dunia telah hancur bersamanya.

“Jika kau benar mencintainya, kau tidak mungkin menyakiti hatinya. Kaulah yang membuat ini semua terjadi” ucap Tao lalu menghilang di balik pintu menyisakan Kai yang terus menyesali perbuatannya.

Tidak menyangka rasa kehilangan yang di rasakannyalah yang memberikan kesadaran betapa pentingnya yeoja itu, Yoona.

**

“Sedang apa diluar ?” tanya Yuri yang baru saja datang pada Tao yang duduk di bangku samping ruang inap Kai. “Kali ini diusir atau apa ?”

“Aku serius” ucap Tao lalu menyenderkan kepalanya pada bahu Yuri yang telah berada disampingnya.

“Aku juga serius, jadi kali ini kenapa ?”

“Apa Yoona menghubungimu ?” Yuri menggelengkan kepalanya pelan yang dapat dirasakan oleh Tao.

“Mungkin akan sangat terlihat aneh, aku yang seorang namja sangat mengkhawatirkan sahabatnya yang juga seorang namja tapi aku benar-benar tidak tahan melihat dirinya yang menyakiti tubuhnya sendiri seperti itu”

“Ya… Memang terlihat aneh” ujar Yuri.

“Ya!!” ucap Tao sedikit kencang yang sontak langsung menatap Yuri.

CUPS~

“Tapi aku menyukai sifat penyayangmu itu” ucap Yuri begitu menjauhkan bibirnya dari Tao.

“Saranghae”

“Nado” jawab Yuri tersenyum manis.

BRUK!!

Terdengar suara dentuman keras yang berhasil membuat Tao dan Yuri menatap kaget dan langsung berlari menuju ke asal suara. Mereka membuka pintu ruang inap Kai. Begitu melihat apa yang terjadi Tao langsung berlari menekan tombol bantuan yang berada tepat di atas kasur Kai sedangkan Yuri terus menepuk pelan pipi Kai yang telah berada dilantai.

“Tao bantu aku mengangkatnya” perintah Yuri yang langsung dilakukan Tao. Tidak berapa lama dokter dan beberapa suster datang dan langsung memeriksa Kai yang telah terbaring lemah di kasurnya.

“Kalian harus keluar” kata salah satu suster.

~Maneun shiganeul ttara byeonhagetjiman
Du son nochi ankireul
Just for love
Yeongwontorok majimagil sarang~

 

“Yoong, kau dimana ?” tanya Yuri langsung, begitu mengangkat telepon genggamnya. Yuri berjalan menjauhi Tao yang masih setia berdiri di depan pintu.

 

“Ah, mian Yul aku terlalu sibuk jadi tidak sempat mengangkat panggilanmu. Ada apa kenapa suaramu cemas seperti itu ?” tanya Yoona

 

“Kai baru saja pingsan, bisa kau kesini sekarang ?” tanya Yuri, untuk beberapa saat tidak ada suara di ujung telepon. Yoona hanya diam.

 

“Sekarang aku tidak bisa, Mian. Aku yakin dia akan baik-baik saja. Annyeong”

 

“Yoong !!! Yoong!! Ya!!” panggil Yuri untuk menghentikan Yoona yang mau menutup panggilannya namun tetap saja Yoona tidak menghiraukannya dan langsung menutup panggilannya.

 

“Waeyo ?” tanya Tao melihat Yuri yang berjalan kearahnya.

 

“Yoona baru saja meneleponku” jawab Yuri

 

“Apa kau bilang Kai pingsan ?”

 

Yuri menganggukkan kepalanya “Aku bahkan memintanya datang tapi dia bilang tidak bisa”

 

“Sudahlah, Yoona pasti punya caranya sendiri” ucap Tao lalu memeluk kekasihnya itu.

 

**

 

“Aku tidak mengerti, bagaimana bisa sahabatmu ini menjadi sangat bodoh seperti ini ?” ucap Yuri memperhatikan Kai yang sedang tertidur menggunakan masker oksigennya.

“Maksudmu apa ?” tanya Tao tidak mengerti.

“Dia tidak ingin makan ataupun minum, seperti sengaja menyakiti tubuhnya sendiri dan akhirnya berakhir seperti ini karena terlalu lemah dan dehidrasi. Diberikan cairan infus dan obat tidur, harus kembali bernafas menggunakan masker oksigen. Sebenarnya apa yang orang bodoh ini harapkan” kesal Yuri namun yang sesungguhnya hanya merasa iba dengan namja yang terbaring itu.

“Aku juga tidak mengerti” jawab Tao melakukan hal yang sama dengan Yuri, memperhatikan sahabatnya itu.

“Bagaimana jika Yoona sama sekali tidak ingin bertemu dengan Kai, jangan katakan kita harus melihat Kai yang berusaha membunuh dirinya sendiri” ucap Yuri terkejut sambil menutup mulutnya.

TAK~

“Yak!! Appo!!” ucap Yuri mengelus dahinya yang baru saja di pukul pelan oleh Tao.

“Kenapa jadi kau yang bodoh hah ?!”

“Kan aku hanya bercanda chagiya~” kali ini Yuri memasang wajah imutnya yang selalu dapat membuat Tao memaafkannya.

“Terserah kau” ucap Tao akhirnya “Ayo cari makan, aku lapar”

**

“Chogiyo…. Apa anda ingin mengunjungi pasien ?” tanya seorang suster pada yeoja yang sedari tadi terus berada di depan pintu ruang inap salah satu pasien.

“Emm… Aniyo, aku hanya ingin mengetahui ada apa dengan pasien yang ada di dalam ?”

“Oh… Kai-ssi ? Memang sebelumnya hampir satu bulan dia mengalami koma namun beberapa hari kemarin dia sudah sadar kembali”

“Bukankah dia sudah membaik ?”

“Ne… Tubuhnya masih lemah setelah koma namun dia tidak ingin makan, dia jadi tidak mendapat nutrisi sama sekali, juga tidak mau minum, dia jadi dehidrasi. Teman – temannya menemukan dia pingsan tadi” jelas suster tersebut.

“Setelah diperiksa, dokter memberikan dia infus dan obat tidur. Kai-ssi juga agak kesulitan bernafas, tapi sepertinya besok jika dia sudah bisa bernafas normal kembali, masker oksigennya akan dilepas. Sayang sekali padahal dia pemuda yang tampan” lanjutnya

“Apa anda mengenal pasien ?” tanya suster itu seperti pernah melihat yeoja yang hanya diam dihadapannya ini.

“Sepertinya” jawab yeoja itu singkat.

Suster tersebut hanya mengernyit dan terus memperhatikan yeoja itu.

“Tenang saja, Kai-ssi baik-baik saja. Dia hanya terlalu lemah. Besok pasti membaik asalkan Kai-ssi mau makan dan memulihkan tenaganya kembali. Anda tidak usah khawatir” jelas sang suster membuat yeoja itu, Yoona menatapnya heran.

Seakan tahu pertanyaan apa yang ada dipikiran Yoona, suster itu tertawa kecil “Muka anda terlihat sangat khawatir. Siapapun yang melihatnya pasti tahu anda sangat mengkhawatirkan Kai-ssi”

“Benarkah ?”

“Ne” jawab suster itu mantap. “Baiklah, saya tinggal dulu” yeoja itu mengangguk, mempersilahkan sang suster untuk pergi.

Yoona seperti biasa, menatap Kai dari balik kaca pintu ruang inap Kai.

“Dasar bodoh… Bagaimana bisa aku melupakanmu jika kau terus membuatku kembali melihat dan mengkhawatirkan dirimu” ucap Yoona, lalu berjalan menjauh dari tempatnya berdiri.

-TBC-

19 thoughts on “Between Hate and Love (Chapter 2)

  1. Agak kasian ma kai..
    Tp ya mau gmna lagi?? Yoona trlanjur sakit hati…
    Hhhmmm..
    Nice ff thor^^
    di tunggu klanjutannya 😉

  2. ahhhh unnie akhirnya balik lagiiiii
    dua duanya sama sama kesian uu yoona temuin kai lahhhhh:( terus itu ada cowo siapa lagi selain kai?
    penasaraaaan

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s