[Ficlet] April Fools

wpid-picsart_1427845176432.jpg

April Fools

fanfiction by aressa
with
EXO’s Kim Jong In dan GG’s Im Yoon Ah

.

.

.

..

Kim Jongin terbangun dengan suara cempreng Im Yoona yang berdengung seperti lebah.

“Dasar pemalas. Ini sudah jam 8 pagi, Jongin!” tangan kurusnya menarik selimut yang Jongin tahan dengan tubuhnya, “Bangun sekarang atau kuhajar kau sampai mati”

Jongin melenguh kesal dan akhirnya membiarkan matanya terbuka. Berjarak beberapa langkah darinya, Im Yoona berkacak pinggang dengan rok dan sweeter, siap untuk kuliah.

“Bangun. Mandi. Sarapan” perintahnya tegas dan berbalik meninggalkan kamar Jongin.

Jongin mandi dan berpakaian dengan cepat. Dia tidak ingin menghabiskan waktu lama lama di kamarnya yang berantakan khas lelaki meskipun Yoona sudah berkali kali membereskannya saat dia main di kamar Jongin. Ini nyaris pukul 9 dan Jongin punya kuliah jam setengah sepuluh. Dia sedang tidak mood dimarahi oleh Dosen Shin.

Yoona sedang mengobrol dengan kakak perempuannya seraya mengunyah sereal ketika Jongin menerobos dapur. Jongin melahap roti dengan keju dan Nutella nya cepat, dan tanpa banyak omong menarik Yoona ke mobilnya.

“Bagus, aku bahkan belum meminum susuku” gerutu Yoona saat Jongin mendorongnya masuk mobil mewahnya.

Jongin terkekeh, “Kau bertingkah seolah ini adalah rumahmu” dia menyalakan mesin mobilnya, “Dan mengusik pagi hariku seperti eomma”

“Aku rasa suaraku lebih indah dibandingkan suara ibumu”

“Iya, hingga rasanya aku ingin mati mendengarnya”

Mereka berdua tertawa dan sisa perjalanan dihabiskan dengan lelucon Jongin dan Yoona yang tidak ada habisnya. Ketika sudah sampai kampus, Jongin membukakan pintu untuk Yoona dan mengabaikan tatapan iri dari sekumpulan lelaki dan wanita yang lewat.

“Pulang nanti aku mau mengajakmu ke Everland, mau?” tanya Jongin dengan tangan Yoona yang melingkar di lengannya. Mereka berjalan santai, sekali lagi mengabaikan manusia disekeliling mereka.

Perempuan disampingnya tampak menimbang nimbang. Bibirnya mengerucut dan alisnya tertekuk, “Hmm” kemudian dia menjentikan jarinya, “Tidak bisa. Sehun mengajakku menemaninya mencari hadiah ulangtahun Luhan”

Wanita bernama lengkap Im Yoon Ah itu tinggi dengan kulit putih bersih. Matanya seperti mata rusa dan rambutnya panjang dengan warna hazelnut. Bibirnya tipis dan merah muda, menebarkan sejuta pesona pada lelaki yang memandangnya. Im Yoona yang cantik dan popular di kampusnya adalah sahabat Jongin since-god-knows-when.

“Kau banyak menghabiskan banyak waktu dengannya” Jongin berhenti, menatap Yoona serius, “Sejauh apa hubungan kalian?”

Wajah Yoona berubah merah. Senyumnya menjadi lebar dan terkesan malu malu. Dia juga semakin mengeratkan tangannya di lengan Jongin, “Tidak ada hubungan apa apa”

Jongin tertawa sinis, “Belum” dengusnya.

“Sampai detik ini aku heran, kenapa kau terlihat tidak meyukainya?” Yoona bertanya dengan polos. Kim Jongin selalu terlihat gerah setiap kali Yoona menyebut nama Sehun. Bahkan seringkali sebelum Yoona menyelesaikan nama Sehun dimulutnya, Jongin akan segera memotongnya dan berkata, “Oke oke, maksudmu orang itu”

Jika saja Jongin bukan sahabat sehidup sematinya—sumpah konyol yang disimpan di dalam botol harapan dan dikubur di taman dekat rumah Yoona—, Yoona pasti sudah menyumpahi Jongin. Oh Sehun adalah mahasiswa pindahan dengan segudang fans yang berhasil menarik perhatian Yoona dengan tabiatnya yang berubah ubah. Hidup dengan Kim Jongin yang suka ngomel dan cerewet tentang ini itu membuat Yoona tertarik dengan pria berwajah stoick yang ternyata punya pribadi bipolar, tripolar, multipolar atau apalah itu dibalik rambut pitang-hitamnya.

Kembali ke kenyataan, Jongin tidak menjawab pertanyaan Yoona. Pria itu justru memasang wajah sok cool yang ingin Yoona cakar seketika. Tentu saja, Kim Kai yang digilai banyak wanita dikampusnya karena wajah tampan dan aura seksinya bisa menjadi anjing berisik saat bersama Yoona.

“Jonginnn” rengeknya menggoyangkan goyangkan badan lelaki itu. Jongin mendecih dan menolak menatapnya.

“Apa?”

“Jonginnn” rengeknya lagi kini memaksa Jongin menghentikan langkahnya, “Kim Jonginnnn”

Jongin menghentakan kakinya kesal. Yoona saat manja adalah titik terlemah dirinya. Dengan matanya yang polos dan ekspresi ingin menangis akan selalu membuat Jongin tunduk pada Yoona. Dan sialnya, Yoona tahu itu dengan baik. Lebih sial lagi, Yoona tidak bosan bosan menunjukan wajahnya.

“Iya iya Im Yoona, apa maumu?”

Yoona menggigit bibirnya dan menatap Jongin langsung di matanya, “Beri aku satu alasan kenapa kau sangat anti dengan Se—“

“Orang itu” lihat, Jongin melakukannya lagi. Seolah tidak memperbolehkan Yoona untuk menyelesaikan nama itu, “Kau benar benar ingin tahu?”

“Ya” dia mengangguk penuh semangat

Jongin mendesah. Menatap wanita yang pagi itu mengepang rambutnya ke samping, dengan riasan tipis dan bibir merah, Yoona menjadi sangat sangat cantik. Jongin mengerjap ngerjapkan matanya, dia tidak sanggup berpaling dari wajah itu.

Dari jauh, Jongin bisa melihat sosok Sehun yang tinggi dan sepucat mayat berjalan dengan Kyungsoo yang membuatnya semakin pendek. Pandangan Sehun lurus pada punggung Yoona yang membelakanginya.

Jongin menyeringai dan menarik Yoona lebih dekat padanya. Berbisik seraya memeluk wanita itu, “Aku sudah susah payah membuatmu tertawa, jika Oh Sehun membuatmu menangis barang setitik saja, kupastikan hidupnya berakhir”

Yoona melongo dalam pelukan Jongin. Dia tidak kaget dengan tingkah laku sahabatnya itu. Seantero kampus pun tahu Jongin dan Yoona itu sudah seperti adik kakak. Bahkan teman teman Yoona sering memanggil Yoona sebagaim Kim Yoona, bukan Im Yoona. Lame joke of course.

Tapi kemudian Yoona merasakan derap kaki berat yang dia kenal. Jadi Yoona buru buru pergi dari pelukan Jongin dan tersenyum canggung.

“Sehun! Kyungsoo” sapanya

Sehun mengangguk singkat dan menyapa Jongin pendek, “Jongin” lelaki itu meletakan tangannya di pundak Yoona dan menariknya menjauh dari Jongin, “Waktunya masuk kelas. Ayo, sebelum dosen Chang menceramahimu lebih panjang lagi”

Jongin ditinggal dengan Kyungsoo. Sedangkan Yoona melambai padanya dan mengatakan sampai jumpa dengan tidak focus karena Sehun mengajaknya berbicara. Jongin mendengus. Dia benci harus berada dalam fakultas yang berbeda dengan Yoona.

Seandainya saja Yoona anak fakultas Ekonomi atau seandainya Jongin anak fakultas kedokteran, Jongin rasa dia tidak akan membiarkan pikiran Yoona diambil oleh Oh Sehun.

//

Jongin berjalan malas ke mobil. Dia ingin mengunjungi everland, hanya saja Jongin tidak mau kesana sendirian. Biasanya dia akan pergi bersama Yoona, tapi wanita itu tadi pagi sudah menolak Jongin dan lebih memilih membantu ‘orang itu’ mencari hadiah Luhan. Padahal Jongin ingat, ulangtahun Luhan masih lama.

Oh, tanggal berapa sekarang?

Jongin mengecek handphone. 1 April 2015. 11 hari lagi menuju pergantian umur orang itu. Ugh, kalau tidak ingat Yoona bisa mengamuk padanya, dia tidak akan repot repot menghapal hari kelahiran lelaki itu. Selama 2 hari ini, Yoona menjadi berisik dengan mendemonya tentang hal hal yang disukai pria.

Jongin mendesah. Dia tidak tahu dia yang bodoh atau Yoona tidak peka atau memang nasib yang tidak memihaknya. Lelaki itu bersender di kap mobilnya ditemani dengan hujan gerimis dan lantunan music yang mengalir di headsetnya.

Tapi kemudian Im Yoona lari tergesa gesa padanya. Wajahnya murung dan menahan tangis. Membuat Jongin siaga. Pikirannya tidak enak, ada sesuatu yang salah menimpa wanita itu.

“Yoona…” panggilnya dan Yoona langsung menyerbu masuk ke pelukan Jongin.

Wanita itu tidak terdengar menangis tapi Jongin tahu Yoona terluka. Entahlah, dia hanya punya perasaan seperti itu. Mungkin karena tadi dia melihat orang itu bercanda dengan Choi Sulli si anak seni yang seperti anak kecil. Well, bercanda sampai sampai orang itu mengacak rambut Sulli.

Jongin tidak mau ambil pusing. Dia tidak mau memberitahukannya pada Yoona. Sahabatnya itu hanya akan menolaknya dan mengatakan banyak hal untuk menghindari topic wanita.

“Ada apa?” bisiknya

Yoona melepas pelukannya dan menatap Jongin sendu. Wajahhnya pucat tetapi Yoona tetap cantik. Tidak ada air mata tapi Jongin tahu Yoona terluka. Terbukti dari tangannya yang mencengkram kaus Jongin kuat.

“Sehun….”

Jongin mengumpat dalam hati. Ternyata benar, hanya Oh Sehun yang bisa merubah mood Im Yoona. Dan sepertinya laki laki itu melakukan kesalahan besar. Jongin mengepalkan tinjunya dan bergerak untuk mencari si brengsek yang melukai sahabatnya.

“Jongin, jangan” Yoona menahannya dengan tatapan memohon. Jongin menguatkan hatinya. Berharap untuk sekali ini saja, wajah memelas Yoona tidak menghentikannya. Dan dia berhasil.

“Biar aku yang menghukumnya, Yoong” katanya penuh ambisi. Jongin benci Sehun. Titik.

Tapi Yoona menarik Jongin dan membuat Jongin terpental ke kap mobilnya. Yoona belajar karate dari kecil dan kadang Jongin saja kalah kekuatannya dengan wanita bertubuh ramping itu, “Aku bilang jangan!”

“KENAPA!?” bental Jongin, dia mencengkram bahu Yoona kuat kuat, “KENAPA AKU TIDAK BOLEH MENGAJARNYA?”

“Karena aku menyukainya”

Ekspresi Jongin seperti tertarik menjadi sebuah garis lurus. Dia menatap wanita itu tanpa ekspresi. Sejak empat bulan lalu, Im Yoona mulai menceritakan tentang anak laki laki dari California di fakultasnya. Jongin tahu sejak kilat kagum dimata Yoona menjadi nyata, sejak Yoona mulai menolak ajakan ajakan Jongin, lelaki itu tahu Yoona menyukai si anak baru yang sering diceritakannya pada Jongin.

Tapi ini pertama kalinya Jongin mendengar Yoona mengucapkannya.

“Kau dengar aku Jongin? Im Yoona menyukai Oh Sehun”

“Ya, aku dengar” dan aku mengerti, “Tapi itu tidak akan menghalangiku untuk menghajarnya. Masa bodoh kau akan menghajarku sampai mati olehmu, yang jelas aku ingin menghabisi Oh Sehun dengan tanganku sendiri”

Tapi kemudian Yoona memeluk Jongin saat langkah kaki sahabatnya itu menjauh. Tangannya bergetar di dada Jongin, “Aku menyukai Sehun, Jongin. Aku benar benar menyukainya. Tapi jika begini akhirnya, aku lebih baik tidak pernah menyukainya”

Jongin berbalik secara perlahan. Menangkup wajah Yoona dengan kedua tangannya, “Apa katamu?”

“Aku memang menyukai Sehun tapi aku menyukaimu lebih lagi”

Dan mata Jongin membulat kaget. Wajah malu malu dan bibir yang digigit—kebiasaan Yoona saat gugup—belum lagi wanita itu yang memandangnya dari bulu mata lentiknya. Jongin sudah lemas saja.

“Aku menyukaimu Jongin. Tapi kau tak pernah menyukaiku, untuk itu aku berpaling pada Sehun”

Terlalu klasik. Alasan yang Yoona berikan terlalu klasik. Tapi entah kenapa Jongin tidak peduli. Dia hanya ingin memiliki Yoona. Dia ingin memberikan waktu bagi Yoona untuk kembali menyukainya.

Jongin sangat bahagia. Amat sangat bahagia. Dia mendekatkan wajahnya pada Yoona. Bermaksud mengecap rasa dari bibir merah delima tersebut. Yoona memejamkan matanya, seperti siap dengan ciuman yang akan diberikan Jongin.

Bletak

Jongin mengaduh keras ketika sesuatu membentur keningnya. Dia membuka mata dan melihat Yoona mengusap usap dahinya dan wajah cemberut. Jongin merasa aneh. Dia bingung. Bagaimana bisa Yoona menjedotkan dahinya ke Jongin jika wani—

“Apa yang kau pikirkan Kim Jongin?” Yoona menggerutu. Dia membetulkan susunan rambutnya dan ketika dia melengok ke belakang Jongin, dia tersenyum lebar.

Oh Sehun sedang menatapnya datar sementara teman temannya tertawa terpingkal pingkal.

Sialnya, sepertinya Kim Jongin belum sadar juga. Dengan emosi, lelaki itu berjalan menuju Sehun yang tentu saja Yoona cegah. Yang benar saja.

“Jongin!”

“Biarkan aku menghajarnya!”

Yoona menahan tubuh Jongin dan dengan cepat menghadiahi Jongin ciuman di pipi, “Aku hanya bercanda Jongin. Sampai sekarang pun aku masih menyukai Sehun” dia kemudian tertawa dan menepuk pipi Jongin pelan, “Kau itu sahabatku, Jongin” katanya seolah menegaskan kesalahpahaman Jongin.

Jongin menatap punggung Yoona. Hatinya remuk mendengar kalimat Yoona. Wanita itu menatapnya dalam dalam. Membuat batas tak kasat mata antara persahabatan dan percintaan. Jongin merasa kosong. Dia seperti ditipu bulat bulat.

Tatapan Jongin mengikuti punggung Yoona yang menjauh, mendekati teman temannya. Senyum simpul tercipta di bibirnya. Kemudian dia biji matanya mendapati Oh Sehun yang menatapnya simpati. Jongin meludah kasar, merasa Sehun meremehkannya.

Kau yang memulai ini, Oh Sehun, biarkan aku yang mengakhirnya.

Langkah kaki Jongin berderap mengikuti Yoona. Tangan Jongin sudah terulur, ingin menarik Im Yoona kedalam pelukannya dan mengakhiri Oh Sehun dan hubungan tanpa status yang membuat Yoona memilih menghabiskan waktu bersama pria itu dibandingkan dengan dirinya.

Tapi ternyata Yoona lebih cepat. Wanita itu berbalik bahkan sebelum Jongin memulai rencana yang tersusun dengan cepat di otaknya.

“Jongin” panggil Yoona dengan senyum mengembang. Wajahnya ceria. Berbeda dengan raut yang sebelumnya ditunjukan pada Jongin. Matanya tersenyum dan bibirnya merah merekah. Jongin berhenti. Mematung menatap sahabatnya yang mempesona.

“Selamat tanggal 1 April” Yoona tertawa bahagia, “April’s fools, Kai”

Jongin tidak mengatakan apapun. Hanya bisa tersenyum kecil saat Yoona melambai padanya. Dan mengucapkan ‘sampai jumpa besok’ dengan ekspresi jahil. Senang karena berhasil mengerjai sahabatnya itu.

Sekali lagi Jongin hanya bisa menonton rencananya hancur begitu saja. Sekali lagi Jongin hanya bisa menonton Yoona yang tertawa bersama teman temannya. Sekali lagi Jongin hanya bisa menatap iri pandangan yang diberikan Yoona pada Sehun.

Sekali lagi Kim Jongin harus disadarkan.

Bahwa sampai kapanpun, Im Yoon Ah tidak akan pernah menyadari perasaan Kim Jong In padanya.

END

 Fanfic tercepat yang pernah saya buat. Hanya 3 jam, sebagai bentuk gadiah april fools saya lol.

Maaf kalo aneh. aku bikinnya udah ngantuk ngantuk. Cuman lagi pengen bikin ff Jongin aja. If Oh Sehun is symbol of perfection then Jongin is definately hot.

See on others fanfics

37 thoughts on “[Ficlet] April Fools

  1. Kasian amat kim jongin. Haaahahahaha
    Kapan2 ya bang bs bersatu sama im yoona. Bagus kok chingu. Sukaaaa
    Hwaiting

  2. lah o.O
    jonginniee~ kesiaaaaan bgt kamu
    hahahaha
    aku pikir yoonanya beneran suka trus yg jd lelucon itu hal lain😦 tealu berharap lol

  3. Astagaaa thor nyesek banget jadi jongin. Mau ga baper gimana kl org yg kita suka nyatain perasaan yang sama. Kirain cintanya bakal terbalas taunya april fool. Daebak thor hati jongin smpe porak poranda wkwk. Keep writing thor!

  4. Nyesek buat Bang Kai, staystrong yeth..
    Hmm sehun apalah2, wlpn jdi org ke3 ttp aja dptn yoongie..jdi seneng gua#jiwashipperkumat
    tumbs up buat author..

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s