(Freelance) Ficlet : Idiot

PicsArt_1420035431520-1

Author: Catur Anggraheni

Length: Ficlet

Rating: G

Genre: Romance

Main Cast: Im Yoon Ah, Lu Han

Disclaimer : Semua cast punya Tuhan.

Lu, aku merindukanmu.

Kira kira begitulah isi pesan singkat itu. Tapi sayang, pesan itu tak pernah sampai. Selalu berakhir di draft. Yoona –gadis pemilik ponsel, mendengus kasar.Kenapa sulit sekali? Hanya 3 kata. Tapi, jari jarinya selalu tak mampu menekan send di ponselnya.

Terlalu pengecut.

Im Yoona benci dirinya yang tak pernah berani mengatakan kata kata cinta pada Luhan. Yang notabe-nya kekasihnya sendiri.

Ya, mereka long distance relationship. Luhan dipindahtugaskan ke China 1 tahun yang lalu. Yoona hanya bisa menerima kekasihnya itu harus pergi. Ia toh, tak bisa berbuat apa apa juga.

Awalnya, yah..hubungan mereka berjalan cukup baik. Maksudnya, begitu banyak sosial media yang menghubungkan mereka bukan? Hampir tiap malam mereka selalu terhubung dalam skype. Tiap jam sekali, 2 diantara mereka pasti mengambil inisiatif untuk mengirim pesan singkat. Yah, walaupun Luhan yang lebih sering melakukannya.

Jujur saja, Yoona bukan orang yang bisa mengungkapkan perasaannya.

Dan, inilah yang terjadi sekarang. Seiring waktu berlalu, pesan singkat itu mulai jarang. Luhan juga tak bisa terhubung dalam skype setiap malam. Yoona paham, kekasihnya itu pasti sibuk. Tapi, hei! Ia hanya wanita biasa. Ketika hal ini terjadi, teman-temannya mulai mengompori Yoona. Membuat wanita bermarga Im itu jadi panas.

“Siapa yang tahu Yoong? Luhan kan jauh, bisa saja ia macam macam dengan wanita lain”

“Aku dengar wanita China manis-manis loh Yoong. Hati hati saja”

“Bisa saja kan Yoong, ia bosan berhubungan hanya lewat sosial media. Yah, laki laki pasti butuh yang nyata Yoong”

Sungguh, ketika teman temannya mengatakan hal seperti itu, ingin sekali Yoona membantah. Tapi Yoona hanya diam dan tersenyum menanggapinya. Di malam menjelang tidur, kata kata teman-temannya tergiang jelas di telinga Yoona. Membuatnya tak bisa tidur.

.

.

.

Sinar mentari pagi itu menembus gorden kamar wanita berusia 22 tahun itu. Membuat seseorang yang sedang tidur di dalamnya menggeliat pelan. Setelah merasa sudah waktunya untuk bangun. Yoona segera bangun dan mendudukkan tubuhnya di pinggir ranjang.

Dilihatnya kalender yang ada di meja samping tempat tidurnya.

Tanggal 29.

Angka 29 di kalender tersebut di tandai oleh spidol merah, diatasnya simbol hati menyertai. Yoona tersenyum pelan. Segera di cek ponsel yang ada di sebelah kalender.

Tapi, tak ada apa apa.

Tak ada sms, bbm, atau panggilan masuk sekalipun.

Apa ia lupa? Tanya Yoona dalam hati. Ini hari anniversary mereka yang ke 2 tahun. Tapi, ia malah terlihat menyedihkan dengan menunggu kabar dari Luhan. Dasar, Luhan! Tahun kemarin ia lupa. Tapi, Yoona masih bisa maklum karena hubungan mereka memang masih baru. Tapi sekarang? Huh, benar benar keterlaluan.

Ia yakin kalau mood-nya hari ini pasti jelek. Karena jika mood pada pagi hari sudah jelek, ia yakin sepanjang hari akan tetap seperti itu. Itu yang ia baca di salah satu akun twitter yang memberikan fakta.

Dan, ya! Benar saja. Seharian ini Yoona tak nafsu melakukan apapun. Ia yang biasanya selalu rajin mengikuti kelas, hari ini memilih untuk bolos. Jam bolos-nya ia niatkan untuk pergi ke toko buku. Tapi, sampai disana ia malah marah marah pada si pegawai toko buku karena tak menemukan buku yang dicarinya. Setelah itu, ia memutuskan untuk pulang, dan tidur. Tapi, matanya tak bisa terpejam dan ia sekarang malah seperti Katty –kucing adiknya yang setiap hari kerjaannya hanya bermalas-malasan,

Ia menunggu laki laki itu mengabarinya. Tapi, laki laki itu sperti menghilang. Menghilang ditelan bumi. Yak! Terkutuklah kau Xi Luhan, batin Yoona kesal.Apa Yoona harus menghubunginya? Lalu mengingatkannya bahwa hari ini mereka resmi 2 tahun. Tidak. Itu ide yang buruk.

Buruk sekali.

Ketika ia sedang memikirkan akan makan apa malam nanti, ponselnya berdering menandakan ada pesan yang masuk.

Yoona dengan cepat bangkit dari tempat tidurnya.

Sial, ternyata hanya operator yang menawarkan sms gratis.

Dibantingnya ponselnya ke tempat tidurnya yang empuk dengan kesal. Ia lalu melangkahkan kakinya keluar kamar. Tapi, belum sempat ia keluar dari kamarnya ponselnya kembali berdering. Ada pesan masuk, lagi.

Yoona sedang memikirkan apakah ia harus melihat isi pesannya atau tidak. Biar bagaimanapun juga, ia tak mau kecewa untuk yang kedua kalinya. Ah tidak! Ia sudah kecewa dari tadi pagi sejak laki laki itu tak menghubunginya.

Akhirnya, ia memutuskan untuk melihat pesan singkat itu.

Dan, Goal!

Thanks God!

Luhan mengiriminya pesan! Dengan cepat jari jarinya menari di layar touchscreen ponsel-nya. Yoona sangat bersemangat dan bersyukur. Setidaknya, laki laki itu mengingatnya!

Tapi, senyum di wajah Yoona pudar ketika membaca isi pesan itu. Tergantikan oleh cairan bening yang entah sejak kapan mulai membasahi pipinya. Tubuhnya bergetar. Kakinya seakan tak mampu lagi menopang tubuh gadis itu sehingga membuatnya terjatuh, ponselnya ikut terjatuh seiring tubuh kurus itu mengenai ubin di kamarnya yang dingin.

Yoona masih terisak. Berharap, semuanya hanya mimpi buruk.

Isi pesan itu benar benar singkat. Hanya terdiri dari 4 kata dan 1 tanda baca. Tapi bisa membuat seorang Im Yoona ingin enyah dari bumi ini. Berharap ada planet lain yang dengan sukarela ingin menampungnya. Kata-kata itu terus tergiang di kepalanya, membuat gadis itu pusing dan tanpa sadar jatuh. Gadis itu pingsan, hanya karena pesan yang mengatakan :

Yoong, aku akan menikah

.

.

.

Ketika ia membuka matanya pelan, yang terdengar hanyalah suara televisi yang sedang menyiarkan gossip artis terbaru, dengan adiknya yang sedang serius menyimak berita tersebut. Huh, Yoona yakin wajahnya tak akan seserius itu ketika menghadapi ujian.

Menyadari bahwa kakaknya itu telah bangun. Soojung, yang tadi asyik menyimak berita dengan serius langsung menoleh. Ia lalu menghampiri eonni-nya itu dengan cepat. Raut wajahnya terlihat khawatir. Mereka tak terlalu dekat, tapi mereka tahu bahwa mereka saling menyayangi. Yah, tak ada yang bisa diharapkan selain menjadi akur kan, jika kau ditinggal pergi –untuk selamanya, oleh kedua orangtuamu?

Sudahlah, mengingat hal tersebut membuat Yoona semakin sedih.

“Ah, eonnie, kau sudah bangun?” Tanya Soojung bodoh. Yoona hanya mengangguk, tentu saja ia sudah bangun. Lidahnya itu ingin mengomeli adiknya seperti biasa, tapi entahlah ia masih sangat ingat isi pesan itu dan hal itu membuatnya ingin tidur kembali saja.

“Eonnie, wae?” Tanya Soojung, kali ini kualitas pertanyaannya naik sedikit. Yoona hanya menggeleng. Tapi kemudian, gadis itu mulai menangis, membuat Soojung kebingungan dibuatnya.

Dan, tak lama kemudian, gadis itu kembali jatuh tertidur.

Gadis itu pingsan.

Lagi.

.

.

.

Gadis itu membuka matanya lagi. Tapi, tak ada seorangpun yang ditemukan di kamarnya tersebut. Dimana Soojung? Tanya Yoona dalam hati.

Dilihatnya jam hellokitty yang terletak di samping tempat tidurnya. Jam itu pemberian Luhan ketika Yoona berulang tahun yang ke 22. Laki laki itu dengan romantisnya mengiriminya kado dari China. Huh, jam itu akan hancur sebentar lagi. Lihat saja.

Pukul 7 p.m waktu Korea.

Baru saja ia mau memecahkan jam hellokitty itu ketika bell rumahnya berbunyi dengan nyaringnya. Membuat kegiatan Yoona terhenti. Ia lalu meletakkan jam itu asal. Kemudian keluar dari kamarnya.

“Soojung-ah” teriak Yoona,

“Soojung-ah, ada tamu. Bukalah pintunya.” Ucap Yoona sekali lagi. Tapi, tak ada jawaban. Mungkin Soojung sedang mandi. Huh, terpaksa ia yang harus membuka pintu itu dengan –Ya Ampun, penampilannya buruk sekali. Mata bengkak, kulit pucat, dan tentu saja hidung merahnya.

Tapi, ia tak peduli tentang penampilannya sekarang.

Dengan malas, ia melangkahkan kakinya untuk membuka pagar rumah yang hanya ditempatinya bersama Soojung tersebut.

Tapi, ketika ia membuka pagarnya, tak ada siapa siapa. Orang iseng? Tidak lucu sekali.

Tapi, ada sesuatu disana. Sepertinya, sengaja ditinggalkan oleh orang iseng tadi.

Dan, triple shit!!!

Sebuah undangan. Cantik, manis, dan mewah. Itulah kesan pertama yang Yoona lihat ketika melihat undangan tersebut.

Undangan berwarna biru muda. Ya Ampun, itu hanya kebetulan atau apa? Warna kesukaan Yoona.

Karena penasaran, dengan kasar, Yoona membuka undangan tersebut.

Dan, astaga!

Yoona terisak lagi. Lebih parah dari tadi siang.

 

Mr. and Mrs. Lu

Request the honor of your presence

At the marriage of

Im Yoon Ah

to their son

Lu Han

On Sunday, the first of July

Two thousand and fourteen

At ten o’clock in the morning

Gangnam

Seoul, South Korea

 

Yoona masih menangis. Ia bodoh sekali. Bagaimana bisa ia berpikir kalau Luhan akan menikah dengan orang lain! Dan, apa ini…? Laki laki itu mau memberikannya kejutan? Tapi, Ya Ampun. 1 juli? Itu berarti kan besok lusa. Xi Luhan kau benar benar…

“Yoong, kau tak apa?”

Sebuah suara mengagetkan Yoona. Suara yang sudah sangat familiar. Yoona mendongak.

Ada Luhan disana. Berdiri membawa seikat bunga, senyum idiot terlukis di wajahnya.

.

.

.
 

75 thoughts on “(Freelance) Ficlet : Idiot

  1. Yaampun ceritanya manis bangett luhan ree awalnya tp sweet endingnya sweet bangett aaaa sukaa bgtttt pgn sequel ya thor please hihi

  2. thoor,, gue jadi bayangin terus senyum senyum ndiri,,,
    hmm, mreka bisa ketemuan di cina pa gag ya,,,
    moga aja jesi luhan sama kris bisa nemuin yoona,,,
    bagus banget thoor,, ditunggu crita lanjutannya

  3. Awwww. FF ter so sweet yg benar2 manis. Hahahaaha suka bgt chingu
    Luyoon jjang, aku merindukan moment indah kalian di depan publik. Fawns always support the deers couple.

  4. ini keren dah. lucu juga haha luhannya sok misterius gt awalnya ..
    Cara ngelamarnya sweet bgt
    keep writing authornim

  5. Hahaha, pdahl hampir aja aku bkal marah2 gra2 luhan mau nikah eh trnyata yg dinikahin adlh Yoona wkwkwk..
    Ditunggu chap selanjutx

  6. Ya luhan…
    Maenstrean bgt sihh kejutanya >_<
    Untung yoona gk minum bygon :v

    Over all, ini keren thor..
    Tadi nya mikir kalau luhan emang bener" ninggalin yoona karna emang mereka kaya loseContCt.. tapi pemikiran itu salah :v

  7. Ceritanya bikin greget nih thor
    Tapi masih gantung, bikinin sequelnya dong thor kehidupan luhan yoona setelah menikah
    Aku tunggu ff yoona luhan selanjutnya
    Keep writing

    • iya si sempet mikir gitu juga. biar si Yoong bunuh diri trs Luhan nyesel ngiseng kirim sms kek gitu. sad ending deh(?) tapi kalo dipikir pikir kasian amat hehe
      makasi sudah komen ya🙂

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s