(Freelance) Annoying Guy (Chapter 2)

cover annoying guy

 

Title : Annoying Guy

Author : Hanami Putri

Main Cast : Im Yoona, Oh Sehun, Luhan

Other Cast : Suho, Baekhyun and other

Genre : romance, comedy, happy, fluff, school life

length : chapter

rating : 15+

Desclaimer : mine, pure mine

Note : annyeonghaseyo~ apa masih ada yang ingat atau nunggu lanjutan fanfic ini? sebelumnya aku minta maaf karena lama ngepost lanjutannya dan ini sudah hampir satu tahun saat terakhir aku ngepost chapter 1. Smoga para readers di sini masih ada yang ingat dan tertarik baca fanfic ini>.< dan seperti biasa harap dimaklumi apabila ada typo bertebaran disini~

 -Happy Reading-

 

_Chapter sebelumnya_

Setelah dirasa cukup mengagumi pemandangan di situ,Yoona mengeluarkan handphone dari saku baju dan terlihat memainkan jari-jari lentiknya diatas handphone-nya.

Tak lama terdengar alunan irama dengan beat yang cukup cepat. Yoona meletakkan handphone-nya dan memulai aksinya.

perlahan Yoona mulai menyesuaikan diri dengan meliuk-liukkan tubuh langsingnya mengikuti suara dentuman musik,kaki jenjangnya terus ia hentakkan ke lantai. Tubuhnya dengan lincah dan lihai mengikuti ritme lagu yang terdengar. Bahkan ia tidak lagi memperdulikan peluh yang sudah membanjiri kulit putih mulusnya.

Tanpa Yoona sadari tadi ada sepasang mata terus memperhatikannya di balik pintu yang sedikit terbuka.

 

 

_Chapter 2, START!_

 

Sampai akhirnya Yoona menghentikan aktifitasnya dan duduk beristirahat di kursi panjang yang terdapat di sana sambil menyeka peluh di tubuhnya dengan tangannya.

“woah,ini benar-benar sangat lama sekali saat terakhir kali aku melakukan ini. Tubuhku rasanya lebih ringan.” Ucap Yoona meneguk minuman yang sempat ia bawa bersamanya tadi.

Arah mata Yoona beralih kearah pintu yang terlihat sedikit bergoyang terlihat seperti ada seseorang yang membukanya “apa tadi ada seseorang disitu? Perasaanku aku menutup pintunya dengan rapat tapi kenapa ini malah terbuka?”

——————–

Di ruang dance practice

“apa kau siap?” tanya Eunhyuk pada Yoona dan disambut anggukan mantap.

“baiklah,silahkan dimulai!” Eunhyuk mempersilahkan Yoona.

“Yoona,FIGHTING!!!!” teriakan Suho dan Baekhyun yang heboh membuat seluruh pasang mata menatap aneh kearah mereka namun mereka tidak memperdulikannya.

“fighting!” Yoona mengangkat genggaman tangan kanannya keatas sembari menatap kearah kedua sahabatnya dan tersenyum.

Terdengar sebuah irama musik mulai menggema di seluruh ruangan. Yoona kembali menggerakkan dan meliuk-liukkan tubuhnya dengan lentur dan lincah mengikuti dentuman musik.

Sangat terlihat dari beberapa orang menonton penampilanYoona,menunjukkan rasa kagum dengan aksi dance yang Yoona tunjukkan dan tentu saja termasuk Baekhyun dan Suho yang sedari tadi tidak mengedipkan kedua mata mereka seakan terhipnotis dengan penampilan Yoona.

——————–

Di tempat lain ..

“baiklah anak-anak,kita akhiri pelajaran hari ini. Sampai bertemu di lain kesempatan. Terima kasih.” Choi songsaenim berjalan keluar dari ruang kelas 3-A diikuti beberapa murid dibelakangnya.

“sehun-ah,ppali!” seru seorang namja atau biasa dipanggil Kai yang terlihat tidak sabar.

Sehun mengkerutkan dahinya heran “kenapa kau terlihat buru-buru seperti itu?”

“ku dengar dari anggota dance lain,kalau hari ini ada seorang yeoja yang akan mengikuti test dance setelah pulang sekolah ini. Maka dari itu cepatlah,aku ingin melihatnya!” jelas Kai dengan cepat dan berlari kecil keluar kelas diikuti Sehun dan Luhan.

“test dance? Kalau begitu artinya Sehun dan Kai itu anggota club dance? Diluar dugaanku.” Batin Luhan sembari memperhatikan punggung Sehun yang berjalan di depannya kini.

“tapi,aku jadi penasaran ingin melihatnya. Ah,Yoona! Pasti anak itu akan mengomel bila aku terlambat menjeputnya tapi biarlah,aku hanya akan melihatnya sebentar.” Guman Luhan kepada dirinya sendiri.

Sehun memasuki sebuah ruangan yang biasa ia gunakan untuk latihan dance. Pemandangan pertama yang ia jumpai adalah banyaknya para murid yang berkumpul sini “kenapa banyak sekali orang disini?” batinnya.

“hey,Sehun! Kau datang juga rupanya.” Seorang namja-Yunho- menghampiri Sehun dengan senyum lebarnya di balas anggukan Sehun.

“kenapa banyak sekali orang disini? Bukankah ini hanya test dance?” tanya Sehun heran.

Yunho terkekeh “benar,ini hanya test dance tapi coba kau lihat dulu siapa yang mengikuti test ini.”

Sehun memandang kearah Yunho dengan raut bingung yang masih terpancar di wajahnya.

“seorang yeoja kelas 2-A bernama Yoona,Im Yoona.” Ucap Yunho membuat Luhan membulatkan kedua matanya terkejut. Rupanya sedari tadi Luhan terus menguping pembicaraan Sehun dan Yunho.

Ucapan Yunho sontak membuat Luhan terkejut bukan main,segera ia bergegas berjalan mendekat kearah segerombolan murid-murid.

“ouh,Luhan sunbaenim!” sebuah suara membuat Luhan menolehkan kepalanya ke arah samping kanannya dan menemukan Suho dan Baekhyun yang tengah tersenyum kearahnya.

“jadi benar,Yoona sedang ikut test dance?” tanya Luhan langsung. Suho dan Baekhyun mengangguk

“itu Yoona” Baekhyun mengarahkan telunjuknya ke depan mereka atau lebih tepatnya kearah Yoona yang masih tengah menggerak-gerakan tubuhnya disambut sorakan para murid namja.

“aish,anak itu!” desis Luhan kesal menatap kearah Yoona.

“sunbaenim,aku tidak tahu kalau Yoona sangat hebat dance!” ungkap Suho membuat Luhan beralih menatapnya.

“yah,dia memang berbakat dance sejak kecil tapi aku tidak tahu kalau ia memutuskan untuk bergabung dance club lagi.” Ucap Luhan kesal.

Tepat setelah Luhan menyelesaikan ucapannya,penampilan Yoona berakhir dengan sukses membuat semua murid yang ada di ruangan tersebut bertepuk tangan dengan riuh.

Yoona tersenyum senang dengan respon yang ditunjukan murid lainnya. Pandangannya beralih kearah sahabatnya namun cukup terkejut saat menemukan Luhan yang juga berada disitu.

Tatapan tajam yang Luhan tunjukkan cukup menjelaskan pada Yoona bahwa ia perlu menjelaskan semua ini pada oppa-nya nanti.

“baiklah Yoona, setelah kulihat penampilanmu tadi. Teryata kau cukup hebat dance,aku sempat terkejut melihatmu. Jadi aku memutuskan bahwa kau diterima di dance club. Selamat!” ucap Eunhyuk tersenyum disambut senyuman lebar Yoona dan sorakan murid lain.

“Im Yoona! Im Yoona! Im Yoona!” seisi ruangan dengan kompak menyerukan nama Yoona termasuk Suho dan Baekhyun.

“ghamsamhamnida!” ucap Yoona senang pada Eunhyuk.

Setelah test …

Luhan segera menarik lengan Yoona keluar dari ruangan yang penuh sesak oleh para siswa. Beberapa pasang mata ikut serta mengikuti langkah kedua kakak beradik itu.

“aku memerlukan penjelasanmu Im Yoona.” Ucap Luhan saat mereka sudah di luar ruangan.

“aku hanya mengikuti test dance.” Ucap Yoona singkat.

“untuk apa? Apa kau berniat untuk bergabung dengan dance club?” tebak Luhan disambut anggukan Yoona.

Luhan menghela nafas kasar “Yoong,sudah aku katakan berapa kali padamu. jangan pernah ikut club dance lagi!” seru Luhan.

“oppa,ini keputusanku. Aku menyukainya!” sahut Yoona kesal.

“aku tahu,tapi..apa kau lupa? Kejadian 1 ta-“

“oppa,kita sudah memutuskan untuk tidak membicarakan hal itu lagi.” Potong Yoona cepat.

Luhan menatap Yoona nanar “aku hanya tidak ingin,hal itu terjadi lagi Yoong.”

“aku sudah memutuskan melupakan hal itu lagipula aku bisa menjaga diriku sendiri. jadi,oppa jangan khawatir.” Jelas Yoona tersenyum tipis berusaha menyakinkan Luhan.

Luhan terdiam memandangi Yoona yang terus-terusan tersenyum lebar kearahnya seperti berusaha menyakinnya “baiklah tapi ingat! Aku selalu memperhatikanmu Im Yoona.” ucap Luhan yang akhirnya luluh.

Yoona berteriak senang dan segera memeluk erat Luhan “gumawo oppa!”

Luhan tersenyum lembut membalas pelukan Yoona “kau tahu Yoong? Aku sangat menyayangimu.” Bisik Luhan ditelinga Yoona sembari mengelus puncak kepala Yoona.

“nado oppa.” Yoona mempererat pelukannya menenggelamkan wajahnya di dada bidang Luhan.

Beberapa pasang mata yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Yoona dan Luhan cukup tercengang melihat pemandangan didepan mereka kini.

“apa dia pacarnya?” sebuah pertanyaan keluar dari mulut Sehun membuat Eunhyuk yang berada di sampingnya menoleh kearahnya.

“aku tidak tahu. Yoona murid baru disini tapi dia terlihat dekat dengan namja itu. Tapi siapa namja itu? Aku belum pernah melihatnya sebelumnya.” Tanya Eunhyuk kepada Sehun.

“dia Luhan,murid baru di kelasku.” Ucap Sehun singkat tanpa mengalihkan tatapannya yang terus tertuju pada Luhan dan Yoona yang kini terlihat tengah bercanda.

“jadi mereka berdua sama-sama murid baru tapi dari mana mereka mengenal satu sama lain?” tanya Eunhyuk lagi namun tidak dihiraukan Sehun yang berjalan menjauh membuat Eunhyuk mendecak kesal.

——————–

 

“dasar Luhan oppa! Seenaknya saja menyuruhku pulang duluan,sendirian pula!” oceh Yoona terus menerus sembari menghentak-hentakkan kakinya kesal.

Flashback

“yoong,mian! Bisakah kau pulang sendirian?” tanya Luhan menatap Yoona dengan perasaan bersalah.

Yoona mengkerutkan dahinya “wae? kenapa tiba-tiba?”

“aku baru dipanggil oleh Park songsaenim untuk membicarakan pendaftaran ku ke club sepakbola,jadi mungkin agak lama.” Jelas Luhan.

Yoona mempoutkan bibirnya “aish! jadi aku pulang sendirian? Aku tidak hapal jalan,oppa!” kesal Yoona.

Luhan terlihat berpikir “kau tinggal naik bus,dia akan mengantarkanmu ke terminal dekat komplek rumah kita.”

Yoona semakin menatap Luhan dengan wajah kesal “oke! oke! aku pulang sendiri. tapi jangan harap kalau aku akan berbicara dengan oppa lagi!” ancam Yoona yang mulai berjalan menjauhi Luhan.

“yak! Yoona-ah,mianhae! Semoga kau selamat sampai ke rumah,kalau ada apa-apa segera hubungi aku,arasso?!” teriak Luhan kepada Yoona yang sudah berjalan keluar dari halaman sekolah.

Flashback end

 

“tapi..bagaimana caranya naik bis? Aku tidak pernah menaikinya sebelumnya.” guman Yoona saat ia sudah sampai di terminal bus dekat sekolahnya.

Tak berselang lama terlihat seorang namja ikut berdiri di samping kiri Yoona membuat Yoona mengalihkan pandangannya kearah namja tersebut.

“sepertinya aku pernah melihat namja ini sebelumnya.” Batin Yoona terus memandangi wajah namja itu dari samping.

“apa kau tidak ada kerjaan sampai memandangi orang seperti itu?” kata namja itu dingin sembari menolehkan kepalanya menghadap Yoona.

Yoona membulatkan kedua matanya terkejut saat namja tersebut mendapatinya tengah memperhatikan wajahnya “nde?” hanya itu kata yang terlontar dari mulut Yoona.

Namja itu mendengus mengalihkan pandangannya kearah bus yang baru datang. Dan tiba-tiba tanpa diduga tangan Yoona dengan refleks menarik tangan namja itu saat ia ingin menaiki bus.

Aksi nekat Yoona itu membuat namja itu sontak berbalik menatap Yoona “agasshi,lepaskan tanganmu.” Serunya berusaha melepaskan tangan Yoona yang masih betah bertengger di lengannya.

Yoona menggeleng cepat “tolong bantu aku! Aku tidak tahu bagaimana cara menaiki bus ini sampai ke rumahku.” Pinta Yoona mengeratkan pegangannya.

“itu bukan urusanku. Dan kita tidak saling mengenal satu sama lain.” Tolak namja itu langsung.

“jebal~ bantu aku~ lagipula kita saling mengenal,kita sama-sama siswa dari SM High School.” Pelas Yoona merengek layaknya anak kecil sembari menarik-narik tangan namja itu.

“kau pikir dengan satu sekolah kita saling mengenal?” balas namja itu ketus.

“chogiyo,anak muda disana! Apakah kalian akan naik atau tidak?” seru sang supir bus pada namja itu dan Yoona.

Rupanya aksi Yoona menahan namja itu yang kebetulan berdiri di depan pintu menyebabkan semua penumpang menatap kearah mereka berdua dengan tatapan yang bermacam-macam.

Merasa malu dan kesal,namja tersebut segera menarik paksa tangannya dan menaiki bus dengan diikuti Yoona yang mengekor dibelakangnya. Namja itu mendengus kesal ketika mengetahui Yoona ikut masuk ke dalam bus.

Namja itu menempelkan kartu pelajarnya ke sebuah alat di samping sang supir dan duduk di salah satu kursi yang kosong. Yoona yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik namja itu terdiam bingung saat namja itu menempelkan sebuah kartu.

Seakan mengerti ekspresi Yoona yang terbengong-bengong,sang supir terkekeh “nona,tempelkan kartu pelajarmu disini. Baru kau boleh duduk.” Jelas sang supir tersenyum ramah.

Yoona tersenyum kikuk sembari mencari kartu pelajarnya dan menempelkannya ke alat tersebut “ghamsamhamnida” ucapnya sembari membungkukkan tubuhnya singkat.

Yoona melihat-lihat ke deretan kursi bus berniat mencari tempat duduk namun tempat yang kosong hanya di samping namja dingin yang ia tahan tadi. Karena tidak pilihan lain,ia memutuskan duduk di samping namja itu.

“tentang tadi itu..-“

“bisakah kau diam?” sinis namja itu menatap Yoona tajam yang seketika membuat nyali Yoona menciut.

“namja ini benar-benar dingin!” cibir Yoona pelan namun masih bisa di dengar telinga namja itu yang membuatnya mendengus kesal menahan emosinya namun ia lebih memilih diam.

“ah! Kita belum kenalan! Kenalkan namaku Yoona,Im Yoona! Kalau kau?” tanya Yoona menatap namja itu menunggu balasan pertanyaannya.

Namun sepertinya namja itu memang tidak berniat berbicara dengan Yoona lagi,yang memilih menghiraukan perkataan Yoona membuat Yoona tersenyum kecut.

“mari ku lihat, namamu itu…Oh..Sehun,Oh Sehun! Ahh~ jadi namamu Sehun! Salam kenal,Sehun-sshi.” Karena pertanyaannya dihiraukan,Yoona memutuskan melihat name tag namja itu yang menempel di baju seragamnya dan akhirnya mengetahui teryata namja itu bernama Sehun.

Setelah pembicaraan satu pihak tadi,Yoona memutuskan diam menutup mulutnya rapat-rapat.

Beberapa menit kemudian ..

“oh! Rumahku sekitar sini,ahjusshi!” teriak Yoona tiba-tiba yang sontak membuat seluruh penumpang bus beralih menatapnya tak terkecuali Sehun yang cukup terkejut mendengar teriakan nyaring Yoona yang langsung masuk menerobos masuk ke telinganya.

Menyadari tingkahnya yang membuat seluruh mata menatapnya,Yoona tersenyum kikuk sembari membungkuk berkali-berkali pada orang-orang yang di laluinya tak terkecuali sang supir.

Yoona menuruni bus sembari menghembuskan nafas lega “untung saja,aku hapal dengan daerah lingkungan rumah.” “tapi..akhh!! tadi sungguh memalukan! Aku tidak akan menaiki bus lagi!” ucap Yoona menutup wajahnya menahan malu sembari menghentak-hentakkan kakinya ke tanah.

Sehun yang kebetulan rumahnya di daerah itu juga ikut menuruni bus namun baru ia turun dari bus, pemandangan aneh lagi-lagi muncul di hadapannya.

“ada apa dengan anak itu? Daritadi tingkahnya sungguh aneh dan memalukan.apa dia benar-benar yeoja yang sama dengan yeoja yang perfom dance tadi? Itu benar-benar tidak masuk akal.” Guman Sehun sembari memandangi punggung Yoona.

Yoona mulai melangkahkan kakinya menuju kearah rumahnya sembari menggerakkan tangan dan tubuhnya dengan lihai,rupanya rasa antusiasnya akibat dance test tadi belum padam sepenuhnya.

Tanpa Yoona sadari, sedari tadi Sehun masih terus memperhatikannya dari belakang dengan tatapan anehnya “sepertinya yeoja itu benar-benar tidak beres.” Pikirnya menggelengkan kepalanya sambil terus melangkahkan kakinya.

Setelah beberapa menit, Yoona akhirnya bisa sampai di rumahnya “ASSA! Aku berhasil menemukan rumahku!” serunya senang.

Sehun menghentikan langkahnya saat baru menyadari bahwa sedari tadi ia dan yeoja itu berjalan satu arah hingga ia mendongak melihat Yoona memasuki halaman rumahnya.

“jangan bilang, kalau yeoja itu tetangga baruku yang waktu itu mengantar makanan. Aishh!!” desis Sehun kesal mengacak rambutnya sembari memasuki rumahnya.
——————–

 

Malam harinya di kediaman keluarga Im …

“oppa! Keluar dari kamarku!” teriak Yoona melempar bantal kearah Luhan saat namja itu memasuki kamarnya.

“ya,ya! Im Yoona! Ada apa denganmu?” heran Luhan sembari menghindari lemparan-lemparan dari Yoona.

“oppa belum sadar? Kalau begitu keluar dan pikirkan sendiri!” seru Yoona dengan wajah cemberutnya.

Luhan berjalan mendekati adiknya itu “waeyo? Coba kau jelaskan apa salahku?”

“kubilang pikirkan sendiri” ketus Yoona menggeser duduknya di kasur menjauhi Luhan.

Luhan terlihat berpikir “aku sedang tidak bisa berpikir,katakan saja langsung kepadaku.” Pinta Luhan frustasi.

“aku juga sedang dalam keadaan yang tidak baik,jadi keluar dari kamarku sekarang. Aku ingin tidur” Yoona memalingkan wajahnya enggan menatap Luhan.

Luhan menghela nafas pelan “baiklah,aku keluar. Selamat malam,tidur yang nyenyak.” Luhan beranjak dari duduknya dan mengecup lembut dahi Yoona sebelum ia berjalan keluar kamar Yoona.

“dasar tidak pengertian!” guman Yoona melihat punggung Luhan yang menghilang di balik pintu.

Di tempat lain ..

“Sehun-ah!” teriak Ny.Oh memanggil anak semata wayangnya itu.

“ndee! Waeyo eomma?” Sehun menghampiri eomma-nya yang tengah berkutat dengan peralatannya di dapur.

“bisa kau antarkan piring milik tetangga baru kita itu? Sudah lama sejak mereka mengantarkannya dan kita tidak juga mengembalikannya.” Pinta Ny.Oh

Sehun tersentak “nde?! Shirreo!” tolaknya langsung.

Ny.Oh sontak memandangi Sehun “wae~? aku cuman menyuruhmu mengantarkannya lagipula rumah mereka tepat di sebelah kita tidak jauh.”

“aku tetap tidak mau!” ucap Sehun bersikeras.

Ny.Oh menghela nafas “kau tidak mau mengantarkannya sedangkan semalam kau yang menghabiskan pancake labu itu seorang diri.” Cibir Ny.Oh.

Sehun kehilangan kata-kata saat mendengar ucapan eommanya itu sedangkan Ny.Oh tersenyum kemenangan melihat anaknya yang terdiam tidak lagi membatah.

“nah,sekarang cepat kau-“

“aku tidak mau!” Sehun dengan cepat memotong perkataan Ny.Oh dan berlari ke lantai atas menuju kamarnya.

“aihh~jeongmal! Ya! OH SEHUN!” teriakan Ny.Oh menggelegar seisi kediaman keluarga Oh membuat Sehun yang berada di kamarnya sedikit terkejut dan ketakutan. Dengan cepat ia mengunci pintu kamarnya dari dalam,jaga-jaga apabila nanti eommanya mendobrak masuk.
——————–

 

Keesokan harinya ..

“morning!” sapa Luhan saat melihat Yoona menuruni anak tangga.

Yoona mendengus kesal menghiraukan sapaan Luhan dan langsung meletakkan pantatnya ke kursi meja makan bersebrangan dengan Luhan. Ny.Im yang melihat tingkah laku kedua anaknya itu hanya menghela nafas “kalian bertengkar?”

“aniyo,eomma.” Jawab Luhan menyangkal.

“benarkah?” Ny.Im menatap kearah Yoona dengan tatapan tidak yakin.

“aku sudah selesai. Aku berangkat,eomma!” kata Yoona berjalan meninggalkan meja makan menuju pintu depan.

“eoh? Kau baru saja duduk,dan kau bilang sudah selesai?” seru Ny.Im menatap punggung Yoona.

“aku lagi tidak mood sarapan di rumah. Aku akan makan di sekolah saja. Aku berangkat!” balas Yoona sembari memasang sepatunya.

“eomma,kalau begitu aku juga. Annyeonghiseyo!” Luhan bergegas menyusul Yoona yang sudah keluar dari rumah.

“kali ini,masalah apa lagi? Ckckck” decak Ny.Im menatap kearah Luhan yang berlari kecil keluar rumah.

“Yoong,tunggu aku!” panggil Luhan.

Yoona membalikkan tubuhnya menghadap Luhan “hari ini aku tidak ikut oppa. Aku akan naik bus saja,SEPERTI KEMARIN.” Jelasnya dengan menekankan nada pada akhir kalimat.

“kau masih marah? Ayolah,Yoong~ jangan kekanakan seperti ini.” Bujuk Luhan berusaha meredakan emosi Yoona.

“bwo? Kekanakan? Lupakanlah..aku pergi!” Yoona mengerucutkan bibirnya kesal sembari membuka pintu pagar.

“Yoong!” panggil Luhan tapi tidak dihiraukan Yoona.

Tepat ketika Yoona membuka pagar rumahnya bersamaan dengan Sehun yang juga melakukan hal yang sama. Yoona terkejut bukan main saat melihat Sehun keluar dari rumah tepat di samping rumahnya yang berarti mereka ternyata bertetangga.

Sehun menoleh singkat menatap Yoona dengan ekspresi malasnya dan kembali melanjutkan langkahnya.

Tersadar dari keterkejutannya,Yoona berlari kecil menyusul Sehun “annyeong!” sapa Yoona tersenyum lebar.

“ku rasa kita tidak saling mengenal,agasshi.” Ucap Sehun dingin tanpa menatap Yoona dan terus melangkahkan kakinya yang panjang membuat Yoona dengan susah payah menyesuaikan langkah panjang Sehun.

“eyy~ kau benar-benar tidak ingat padaku? Apa kau termasuk orang yang mudah lupa?” cecar Yoona membuat Sehun menatap kearahnya dengan sinis.

“bisakah kau diam? Kau sangat berisik dan ku tekankan padamu kalau aku paling tidak suka orang yang berisik.” Ucap Sehun menatap tajam Yoona.

Yoona sedikit terkejut mendengar penuturan Sehun yang tergolong perkataan pedas “sabar Im Yoona..sabar.. kau harus sabar menghadapi namja dingin tidak berperasaan ini.” Batin Yoona.

“sebenarnya aku tidak seberisik sekarang ini. aku seperti ini karena kau.” Terang Yoona mempoutkan bibirnya.

“kau yang menghampiriku dan sekarang kau mengatakan kalau aku yang menyebabkan mu seperti ini? aish! Jeongmal..” geram Sehun dan memutuskan meninggalkan Yoona.

“kenapa dia sangat dingin dan emosian?! Apa ada yang salah dengan otaknya?! Dasar namja mesum berwajah dingin!” seru Yoona lumayan keras.

Sehun menghentikan langkahnya setelah mendengar perkataan Yoona dan berbalik menatap Yoona tajam.

“Bwo?! Apa yang kau katakan tadi?!” seru Sehun kesal.

“namja mesum berwajah dingin,wae? tidak suka?” ejek Yoona sembari berjalan mendekati Sehun.

“tarik ucapanmu! Yeoja aneh!” ancam Sehun.

“wae~ aku mengatakan yang sebenarnya. Saat aku mengantar makanan saat itu kau membukakan pintu tanpa memakai bajumu,apa yang kau pikirkan waktu itu,huh? Dan juga kau tidak memiliki perasaan dan itu semakin didukung dengan wajah dinginmu itu. Aku mengatakannya berdasarkan fakta.” Jelas Yoona menunjukkan senyum miringnya.

Sehun terlihat menahan emosinya bahkan kini wajahnya yang aslinya putih pucat menjadi merah padam. “apa maumu sebenarnya?” kesal Sehun.

“aku tidak ingin apa-apa. Aku menghampirimu dengan niat baikku tapi kau selalu memperlakukanku tanpa perasaan.” Keluh Yoona.

“aku tidak mengenalmu dan kau tidak mengenalku,walaupun kita bertetangga jangan anggap itu sebagai suatu pengenalan. Aku minta padamu untuk tidak mengganguku lagi.” Sehun menghela nafas kasar dan meninggalkan Yoona langsung.

“menganggu? Dasar namja mesum berwajah dingin!” kesal Yoona menatap punggung Sehun yang mulai menjauh.

“Yoong! Ada apa?” rupanya Yoona sedikit melupakan kakaknya yang mungkin sedari tadi memperhatikan dirinya dan Sehun.

Yoona menoleh “ani,bukan apa-apa.” Ketusnya.

Luhan mengernyitkan dahinya saat mendengar perkataan Yoona. Jelas-jelas,ia tadi melihat Yoona dan Sehun berbicara dengan sedikit pertengkaran bahkan ia sempat mendengar saat Yoona meneriaki Sehun namja mesum. Dan tadi Yoona justru mengatakan bukan apa-apa?

“benarkah?” Luhan bertanya sekali lagi memastikan.

“apa perlu oppa menanyakannya dua kali?”

Luhan menghela nafas sembari menyodorkan helm ke hadapan Yoona “cepatlah naik bila kau tidak ingin kita terlambat.”

Yoona menerima helm tersebut dengan wajah cemberutnya dan menaiki sepeda motor Luhan. Luhan menyalakan mesin kendaraannya dan langsung melajukan sepeda motornya membelah jalanan seoul yang sudah mulai dihapalnya.

——————–

TBC

Bagaimana? Apa chapter kali ini menarik perhatian readers di sini seperti chapter pertama dulu? Komen berupa masukan dan kritikan dengan senang hati akan diterima ^^ dan tentu saja aku ucapkan terima kasih kepada readers yang sudah sabar menunggu lanjutan dari fanfic ini😉 so, see you at the next chap~

 

 

 

23 thoughts on “(Freelance) Annoying Guy (Chapter 2)

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s