(Freelance) Egoist (Chapter 2)

yeolizzie-request-egoist

Egoist Chapter 2

Author Yeolizzie | main cast Im Yoona– Oh Sehun

genre  Romance – SadSchool-life | length Chapter 1

disclaimer This fanfiction is purely my own. Cast belong’s God.

Watch out typo (s)

YOONA’S POV

Flashback On…

“Aku ingin jatuh cinta! Jadi buatlah aku jatuh cinta padamu! Itulah hukumanmu.” Teriak Sehun yang cukup keras membuat semua orang sangat terkejut bahkan diriku sendiri

Flashback Off…

“Kau pasti sudah gila…” Jawabku sambil menarik tangan Sehun dan membawanya keluar dari ruangan kelas ini.

Jalanku semakin cepat sambil membawa Sehun bersamaku. Semua murid melihat kami dengan tatapan sinis, apalagi murid perempuan. Tetapi, Sehun tidak berkata apa-apa saat aku menarik tangannya, dia terus saja diam. Ini pertama kalinya aku memegang tangan seorang pria. Apa yang kupikirkan? Batinku

.

.

Kami berada di atap sekolah, spontan Sehun melepaskan tanganku dan mulai memasang wajah so cool nya. Langkahnya mulai maju mendekat padaku, sekarang wajahnya begitu dekat dengan wajahku.

“Ne, apa kau menerima hukuman itu?” Tanyanya dengan nada rendah sambil memasang wajah datar

“Aku tidak bisa menerima hukuman seperti itu.” Jawabku dengan suara kecil sambil menundukkan kepalaku

“Kenapa? Apa kau punya kekasih atau ada seseorang yang kau sukai?” Tanya Sehun dengan raut wajah penasaran bertanya padaku

“Aku…Tidak punya.” Jawabku terputus-putus dan masih menundukkan kepala

“Kau harus bertanggung jawab atas perkataanmu, aku paling membenci seseorang yang tidak menepati janjinya.” Jawab Sehun kasar sambil menatapku dengan tatapan tajam

Aku membatu seperti patung dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sehun mulai melangkah mundur menjauhiku dan membalikkan badannya sambil berkata

“Aku tidak sabar menunggu apa yang akan kau lakukan nanti.” Jawab Sehun sambil menoleh ke belakang menatapku dengan senyuman kecil

Kenapa kau tersenyum? Apa aku yang membuatmu tersenyum? Apa aku boleh menerima hukuman itu? Orang-orang mungkin akan membenciku yang mendekati Sehun. Tapi, dibenci sudah menjadi hal yang biasa bagiku. Hukuman ini akan membuatku bahagia dan menderita. Gumamku

.

.

.

Sehun benar-benar membuatku gila. Jalanku yang sangat cepat dan tidak stabil membuatku menabrak seseorang dan terjatuh. Semua orang terdiam membatu dan tidak ada yang menolongku yang terduduk di bawah. Tapi, tiba-tiba aku melihat seseorang mengulurkan tangannya ke arahku.

“Apa terjatuh adalah keahlianmu, Yoona?” Tanya lembut seorang pria sambil mengulurkan tangannya

“Kai, gomawo.” Jawabku sambil memegang tangan Kai dan Kai menarik tanganku hingga aku kembali berdiri

“Aku sudah mendengarnya, Sehun benar-benar orang yang anehkan?” Tanya Kai dengan tawa kecil yang membuatnya sangat bahagia

“Dia sudah gila! Mana ada hukuman seperti itu!” Teriakku sangat kesal sambil menghela nafas kasar

“Dia memang aneh, tapi tidak ada lagi yang bisa kau lakukan, selain menerima hukumannya.” Jawab Kai dengan raut wajah gembira sambil menepuk beberapa kali pundakku dan mulai berjalan meninggalkanku

“Bersemangatlah, Yoona!” Ucapnya sebelum meninggalkanku dengan nada tinggi

╩╩╩╩╩╩╩╩╩╩╩╩╩

YOONA’S POV END

AUTHOR’S POV

Yoona menerima hukuman Sehun tersebut. Di depan gerbang sekolah, Yoona sudah berdiri di sana selama 15 menit sambil memasang wajah cemberut dan berteriak-teriak kesal. Semua orang memperhatikan tingkah lakunya yang aneh. Dan tiba-tiba terdengar suara teriakan para yeoja sangat keras saat melihat Symphony. Sehun berada di sana dengan gayanya yang sangat keren membuat para yeoja berteriak.

Yoona sangat terkejut melihat Sehun yang hanya melewatinya seperti orang asing. Tapi, tanpa sadar Yoona berteriak memanggil namanya dan Sehun menoleh padanya

“OH SEHUN!!” Teriak Yoona sangat keras

Tangan Yoona tiba-tiba menutupi mulutnya dan berkata “Sehun-ya, good morning.” Jawabnya dengan suara lembut dan nada rendah

“Morning.” Jawab Sehun dengan senyuman kecil menggantung di wajahnya dan membuat semua orang dan member Symphony sangat terkejut

Sehun mulai membalikkan badannya dan berjalan menjauhi Yoona

“Omo… Sehun tersenyum! Dia tampak seperti malaikat!” Teriak salah-satu fans Symphony

“Daebak, aku baru pertama kali melihat kau tersenyum.” Jawab Basser Symphony yaitu Baekhyun sambil merangkul badan Sehun “bisakah kau tersenyum sekali lagi untukku, Sehun-ya?” Jawab Baekhyun tersebut dengan gaya bicara yang imut sambil memberi aegyo

“Pabbo, kau mati saja!” Jawab Sehun sangat kasar dan melepaskan rangkulan Baekhyun dari badannya

.

.

.

Suasana di kelas sangat hening dan semua orang tampak sangat kesal. Seperti biasanya, Yoona selalu saja memakai headphone sambil melihat langit biru.

“Heyy, apa benar kau berpacaran dengan Sehun, eoh?” Ucap seorang siswa dengan nada tinggi dan tampak ingin menangis dengan mata yang berkaca-kaca

Yoona melepaskan headphonenya dan berkata “Aku tidak berpacaran dengannya.” Jawab Yoona singkat sambil memasang wajah datar

“Kau dalam bahaya, kalo sampai berpacaran dengan Sehun oppa kami.” Acaman salah seorang siswa berbeda dengan tatapan tajam menatap Yoona

.

.

Ding…Dong…Ding

Bel berbunyi yang menadakan pelajaran sudah berakhir

———–

Di depan gerbang sekolah terlihat Sehun berdiri dengan tatapan kosong menatap tanah. Matanya megarah pada Yoona yang baru saja keluar dan memanggil Yoona

“Kemarilah!” Panggilnya dengan suara pelan

“Ada apa?” Tanya Yoona singkat sambil memasang wajah cemas

“Berikan nomor handphone! Aku tidak bisa bertemu denganmu setiap saat.” Perintah Sehun sambil mengambil handphonenya dan memberikannya padaku

“Ini.” Jawab Yoona sembari memberi kembali handphone itu ke tangan Sehun

“Aku akan menelponmu, kau harus menelponku sebanyak 3 kali dalam satu minggu, arasseo?” Ucap Sehun sambil perlahan-lahan pergi meninggalkanku

“Kenapa banyak sekali? Aku bahkan tidak pernah menelpon eommaku sebanyak itu dalam sehari.” Teriak Yoona terdengar sangat kesal sambil memasang wajah cemberut

——————-

“Oi…”

“Halo, siapa ini?”

“Aku sudah bilang akan menelponmukan.”

“Sehun…”

“Besok kita bertemu di taman dekat sekolah jam 3, jangan terlambat!!”

“Kenapa?”

“Aku tutup.”

“Heyy, halo…halo…”

“Aishh, dia benar-benar membuatku gila! Oh Sehun pabbo! Aku membencimu!” Teriak Yoona yang sangat kesal sambil memukul kasur dan menendang semua boneka yang ada di sekitarnya

——————–

Di taman…

Di hari yang cerah, Yoona datang lebih awal karena perintah Sehun yang menyuruhnya untuk tidak terlambat. Tapi, nyatanya Sehun sendiri yang terlambat. Yoona memasang wajah cemberut dan sangat marah terlihat dari kerutan dahinya. Kakinya terus menghentak tanah dan menghela nafas kasar karena sudah menunggu selama 30 menit di taman itu.

Sehun berjalan sangat santai menghampiri Yoona dengan gayanya yang masih cool. Dia memakai masker yang menutupi setengah wajahnya, kacamata hitam, dan topi hitam.

“Heyy! Kau yang bilang jangan terlambat! Tapi kau sendiri yang terlambat, kau sangat memuakkan!” Teriak Yoona sangat marah membentak Sehun

“Mianhae, aku benar-benar meminta maaf.” Jawab Sehun dengan nada rendah sambil dan menatap Yoona

“Ada apa dengan masker, kacamata, dan topi itu?” Tanya Yoona penasaran masih dengan wajah cemberutnya

“Ini penyamaran, aku tidak ingin date hari ini ada gangguan.” Jawab Sehun sambil menggandeng tangan Yoona dan membawanya ke suatu tempat

“Date! Kita ingin kemana?” Ucap Yoona sangat terkejut, sekaligus penasaran

“Kemana saja.” Jawab Sehun sangat singkat dengan santai, walaupun dia belum memikirkan tujuannya kemana.

Pipi Yoona mulai merah merona dan Sehun tampak sangat santai sambil memegang tangan Yoona. Sehun yang berada di depan dan Yoona yang mengikutinya dari belakang. Tiba-tiba, seorang anak kecil berlari-lari sambil membawa ice cream dan menabrak Sehun. Melihat sepatunya yang kotor oleh ice cream, Sehun membentak anak kecil itu hingga menangis. Yoona merasa tidak tahan melihat perlakuan kasar Sehun terhadap anak kecil tersebut dan segera mengeluarkan sebuah sapu tangan dan candy dari tasnya.

“Anak baik, jangan menangis! ajusshi ini memang sangat jahat!” Jawab Yoona dengan suara lembut sambil mengelus kepala anak kecil itu dan memberinya sebuah permen yang diambil dari tasnya tadi

Anak tersebut berlari meninggalkan Yoona, setelah diberi sebuah permen. Sehun tampak sangat kesal dan terus menghela nafas kasar. Spontan, Yoona menundukkan badannya dan membersihkan sepatu Sehun dengan sapu tangan yang dimilikinya.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Sehun tampak sangat terkejut melihat kelakuan Yoona

Yoona menatap Sehun sambil tersenyum manis. “Lihatlah! Sepatu ini sudah bersih, jadi kau tidak perlu marah lagi.” Ucap Yoona dengan nada tinggi sambil memperlihatkan Sehun sepatu yang sudah dibersihkannya

“Apa kau melakukan ini untuk menarik perhatianku?” Tanya Sehun dengan wajah so cool nya membuat Yoona tertawa kecil

“Jangan membuatku tertawa! Walaupun itu bukan kau, aku akan melakukan hal yang sama!” Teriak Yoona membentak Sehun sambil mengerutkan dahinya

Sehun mulai menundukkan kakinya seperti yang Yoona lakukan dan sekarang mereka berada di posisi yang sama. “Heyy, gomawo.” Jawab Sehun dengan senyuman kecil menggantung di wajahnya

“Kau tidak perlu berterima kasih.” Jawab Yoona tampak sangat malu dengan pipi merahnya dan langsung menundukkan wajahnya sembari menggengam erat sapu tangan tersebut

Spontan Sehun berdiri dan mengambil sapu tangan bekas ice cream tersebut dari tangan Yoona dan mulai berjalan mendahului Yoona. Seperti tadi, Yoona terus berada di belakang Sehun.

Sehun tiba-tiba menoleh ke belakang dan menatap Yoona sambil berkata “Berjalanlah di sampingku, Yoona!” Perintah Sehun yang membuat Yoona sangat terkejut dan membuat pipinya semakin memerah

.

.

.

Di rumah Yoona…

“Kalau begitu, sampai jumpa…” Jawab Sehun mulai melangkah menjauhi Yoona sembari melambaikan tangan

“Gomawo untuk hari ini, aku sangat bahagia.” Jawab Yoona tampak sangat malu memakai nada rendah dan menundukkan kepalanya

“Aku juga sangat bahagia.” Jawab Sehun sambil memalingkan badannya

———

AUTHOR’S POV END

YOONA’S POV

Di sekolah…

Aku harus mengantarkan semua buku ini keruangan guru. Badanku tidak stabil dan terus bergetar karena buku yang sangat berat. Aku bahkan tidak bisa melihat jalan, karena tertutupi tumpukan buku-buku ini. Tiba-tiba, seseorang mengambil setengah tumpukan buku itu dan membuat ringan tanganku. Wajah yang sudah tidak asing lagi sambil tersenyum kecil menatapku.

“Yoona memang sangat kuat mengangkat buku sebanyak ini, tidak semua perempuan bisa melakukannya.” Jawab Kai terlihat sangat kagum menatapku

“Apa itu sebuah pujian atau ejekan?” Tanyaku sangat penasaran sambil mempoutkan bibirku

“Itu sebuah pujian.” Jawab Kai sambil tertawa kecil dan mulai berjalan bersamaku membawa buku itu

“Bagaimana kabarmu dengan Sehun?” Tanya Kai membuatku sangat terkejut

PRAK…

Spontan, aku terjatuh bersama semua buku tersebut. “Sakit!” Teriakku kesakitan karena tanganku yang tertindih buku tersebut

“Gwencana?” Tanya Kai sangat cemas

“Ini hanya memar tidak apa-apa.” Jawabku dengan santai sambil kembali berdiri dan mencoba mengambil buku-buku yang terjatuh tadi

“Kenapa ini?” Tanyaku sambil memegangi kepalaku. Kepalaku sangat pusing dan tatapanku mulai buram. Badanku mulai tidak stabil, aku mulai merasa semua menjadi gelap.

PRAK…

———————–

Perlahan-lahan aku mulai membuka mataku, semula semuanya tampak kabur. Namun, perlahan-lahan tampak jelas dan kulihat eomma dan appa berdiri di sampingku dan Kai yang berdiri di pojok ruangan. Seorang pria berjas putih menatapku sambil memasang wajah datar. Seorang suster berdiri di sampingku sambil memeriksa infus yang terpasang di tanganku. Tempat yang sudah tidak asing lagi, ini adalah rumah sakit.

“Yoongie-ya, apa kau baik-baik saja?” Tanya eomma sangat penasaran dan sangat cemas yang terlihat dari raut wajahnya

“Apa yang terjadi padaku?” Tanyaku sangat kebingungan saat memperhatikan keadaan di sekitarku

“Kau pingsan.” Jawab eomma singkat

“Aku pingsan lagi ya.” Jawabku sambil tersenyum manis dengan wajah sedih

“Yoona, apa kau baik-baik saja?” Tanya Kai sangat cemas dengan nada tinggi

“Eoh, aku cuma kelelahan. Gomawo, Kai. ” Jawabku kembali tersenyum manis menatap Kai

“Kalau begitu, aku pergi ya… Yoona eomma appa, aku pergi dulu.” Jawab Kai sembari berjalan keluar dari pintu rumah

“Ne.” Jawabku singkat

Tiba-tiba, eomma menangis dan appa memeluknya dengan erat. Melihat keduanya, aku tidak bisa lagi membendung air mataku. Perlahan-lahan, air mataku mulai menetes membasahi pipiku.

————–

Di sekolah…

Sepulang sekolah, aku menelpon Sehun dan menyuruhnya menunggu di belakang sekolah. Saat ini, hanya ada kami berdua dengan jarak yang cukup jauh. Wajah Sehun tampak sangat penasaran dan dia mulai melangkah maju menghampiriku.

“Berhenti dan tetaplah disitu!” Perintahku tegas dengan suara keras membuat Sehun menghentikan langkahnya. “Aku ingin kau langsung memberikanku sebuah jawaban, Sehun-ya.” Ucapku

“Apa maksudmu?” Teriak Sehun sangat penasaran

“Oh Sehun, jadilah pacarku!” Teriakku sangat keras dan mengejutkan Sehun

“Apa yang kau barusan kau katakan?” Tanya Sehun sedikit terguncang dengan perkataanku

Aku mulai menghampirinya dan sekarang jarak kami sudah dekat. Aku mulai tersenyum manis memperlihatkan gigiku

“Aku rasa aku benar-benar menyukaimu, Oh Sehun.” Jawabku dengan ekspresi sangat bahagia dan membuat wajah Sehun memerah

TO BE CONTINUED….

Note :

Mianhae kelamaan ya! Hehe 🙂 kalau absurd maafin ya…

Please, comment ya, chingu-deul

Moga gak bosan ya! Tungguin chapter 3 ya Chingu!

35 thoughts on “(Freelance) Egoist (Chapter 2)

  1. Kya! Dia awal aku kira kai ga suka yoona pas d akhir2 kok jd dkt? Jd bingung sebenarnya kai suka yoona atau nggak.
    Yoona sakit parah ya? Kok ad acara nangis2an? And sehun terima ga ya jd pacar yoona? Moga d terima amiinnn…
    Cepet2 d lanjut chap 3 y Thor!
    Keep writing Thor!~

  2. Huwaa, aku salut loh saat Yoona nunduk buat ngebersihin sptu sehun..
    loh Yoona knpa tiba2 pingsan? smoga aj penyakitx bisa disembuhkan.
    Secepat itukah Yoona lngsung nembak Sehun?

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s