Love

love

Love

Park Chanyeol and Im Yoona

AU, Romance || PG 17 || Ficlet

Summary : Cinta membuatku selalu ingin melakukan apapun untukmu

2015©cloverqua

 

Yoona berdiri di depan pintu ruang kerja pimpinan perusahaan tempatnya bekerja. Perasaan gugup bercampur tegang, saat tangannya bergerak mendekati knop pintu. Desahan nafas keluar dari sela-sela bibir, ia mencoba menenangkan diri yang begitu ragu untuk masuk ke dalam ruangan tersebut. Sebuah amplop berwarna putih sudah berada dalam genggaman tangan kirinya. Ia mengalihkan pandang sejenak pada meja kerja yang terdapat papan nama miliknya.

“Tidak sepantasnya kau mendapatkan perhatian lebih dari presdir. Kau hanya sekertaris pribadinya”

Telinga wanita itu terasa panas setiap kali mengingat ungkapan-ungkapan tak menyenangkan yang ditujukan padanya. Awalnya ia mencoba untuk tetap bertahan dan menganggapnya angin lalu. Sayang, ia semakin tidak nyaman bekerja di perusahaan tersebut, bukan hanya karena perlakuan rekan-rekan kerjanya, namun sang presdir semakin sering memberikan perhatian kepadanya.

Cukup lama Yoona terdiam di depan pintu ruang kerja Park Chanyeol—presdir dari Park Corp, tempatnya bekerja. Matanya masih tertuju pada amplop yang ia pegang. Ia menghembuskan nafas panjang, seiring sorot matanya yang terlihat yakin saat wanita itu mulai menarik knop pintu di depannya.

Sosok pria yang tengah berkutat di depan layar komputer, dengan ditemani setumpuk berkas di atas meja, menoleh ke arah Yoona saat menyadari pintu ruang kerjanya terbuka. Kerutan di dahi yang sempat terlihat, perlahan tergantikan dengan raut wajah senang saat wanita itu masuk ke dalam ruangannya.

Yoona tersenyum tipis ketika langkahnya semakin mendekati meja kerja Chanyeol. Pria itu masih memandanginya sambil tersenyum lebar.

“Maaf jika aku mengganggumu, Presdir,” ucap Yoona dengan kepala tertunduk.

Chanyeol menggeleng, “Sama sekali tidak. Ada apa?”

Hening. Belum ada jawaban yang keluar dari wanita bermarga Im itu, sebelum akhirnya ia menyodorkan sebuah amplop putih yang bertuliskan keterangan ‘surat pengunduran diri’.

Chanyeol mendongak, menghadahi sorot mata bingung kepada Yoona yang kini masih tertunduk di depannya. Kerutan di dahinya semakin kentara karena wanita itu tak kunjung memberikan keterangan.

“Apa maksudnya ini?” Chanyeol mengangkat amplop yang baru saja disodorkan Yoona.

“Aku ingin berhenti bekerja, Presdir,” suara Yoona terdengar sangat pelan dan sarat akan rasa bersalah yang menghinggapinya. Jujur, sebenarnya ia senang dengan pekerjaannya sebagai sekertaris. Hanya saja, situasi di lingkungan kerja yang membuatnya tak nyaman. Cibiran dan juga makian dari beberapa karyawan wanita yang sepertinya pengagum Chanyeol, membuat dirinya memutuskan untuk berhenti bekerja di perusahaan properti tersebut.

“Kenapa kau ingin berhenti? Kau tidak suka bekerja di sini?”

“Tidak, bukan seperti i—”

“Kau tidak suka bekerja denganku?” potong Chanyeol dengan sorot mata memelas.

Yoona menggeleng cepat, rasa bersalah semakin tampak jelas di wajahnya, “Bukan itu maksudku.”

“Lalu apa?”

Yoona menggigit bagian bawah bibir, lalu mendesah pelan sembari mengusap tengkuknya.

“Im Yoona, kau belum menjawab pertanyaanku,” desak Chanyeol mulai tak sabar.

“Maafkan aku, Presdir,” Yoona membungkuk cukup lama sebelum ia kembali berdiri tegak seperti semula. Sementara Chanyeol masih memandanginya dengan raut wajah kecewa.

“Aku ingin berhenti bukan karena aku tidak suka bekerja di sini. Jujur saja aku senang bisa bekerja denganmu. Aku hanya merasa tidak nyaman dengan rekan kerja lainnya, karena kau selalu memberikan perhatian kepadaku dibanding mereka. Menurutku itu terlalu berlebihan,” lanjut Yoona.

Chanyeol terdiam, sebelum akhirnya menghela nafas dan tersenyum kepada Yoona.

“Jadi itu alasanmu ingin berhenti bekerja?” tanya Chanyeol memastikan yang segera dibalas anggukan Yoona.

“Sekali lagi maafkan aku, Presdir,” Yoona membungkuk lalu memutar tubuhnya, bersiap meninggalkan ruang kerja Chanyeol.

“Tunggu!”

Yoona terkesiap ketika mendengar seruan Chanyeol yang menyuruhnya berhenti. Ekor matanya berhasil menangkap gelagat pria itu yang sudah berdiri dan berjalan mendekatinya. Yoona mengerutkan dahi saat melihat kedua tangan Chanyeol terangkat ke atas, tepat di depan wajahnya dengan surat pengunduran diri yang baru saja ia berikan.

SRET!

Dalam hitungan detik, surat itu menjadi empat bagian setelah dirobek oleh Chanyeol. Yoona menatap tak percaya pada potongan-potongan surat yang mendarat mulus di atas lantai. Ia mendongak, mendapati Chanyeol sedang menatapnya dengan senyum penuh kemenangan.

“Apa yang kau lakukan?”

“Haruskah aku menjawabnya?” Chanyeol memajukan wajahnya sembari tersenyum menyeringai, “Kuanggap kau tidak pernah memberikan surat itu kepadaku.”

“Presdir …,” Yoona sampai kehabisan kata-kata akibat sikap keras kepala yang dimiliki pria itu. Ia mendesah kesal dengan tangan yang mengepal dan tatapan tajam kepada Chanyeol.

“Aku mau saja mengizinkanmu berhenti bekerja. Tapi, dengan satu syarat,” ucap Chanyeol dengan senyum lebarnya, lalu berjalan mendekati Yoona yang menatapnya dengan mimik wajah bingung.

BRAK!

Beberapa barang yang ada di atas meja kerja Chanyeol tanpa sengaja terjatuh, saat tubuh Yoona terjepit antara tepian meja dan tubuh pria itu. Posisi keduanya sangat dekat hingga nyaris tak ada jarak. Aroma khas dari parfum yang dipakai Chanyeol membuat wajah wanita bersurai cokelat itu memerah.

“Kau bersedia menjadi istri dari Park Chanyeol,” lanjut Chanyeol diimbangi seringaian di wajah yang kian terlihat.

“Apa?” nafas Yoona sedikit tertahan, “Aku … benar-benar tidak mengerti apa maksud ucapanmu, Presdir.

Aigo, bahkan saat aku sedang melamarmu seperti ini, kau tidak mengerti juga? Pantas saja kau tidak bisa memahami alasanku memberikan perhatian penuh kepadamu selama ini,” Chanyeol tertawa pelan hingga memamerkan deretan giginya yang berjejer rapi.

Tak ada perubahan yang diperlihatkan Yoona, selain kedua alis yang bertaut dan sorot matanya yang menyiratkan kebingungan luar biasa. Beberapa detik kemudian, ia akhirnya mendapatkan jawaban berupa sebuah kecupan yang mendarat tepat di bibirnya. Rona merah itu semakin terlihat jelas di wajah Yoona, setelah Chanyeol mengakhiri ciuman mereka dengan memposisikan bibirnya tepat pada telinga kanannya.

“Aku melakukannya karena aku mencintaimu, Im Yoona.”

­-THE END-

A/N : Maaf untuk ide cerita yang semakin gaje *bow* Jangan lupa kunjungi blogku FICTION 92. Ada FF terbaru dengan cast YoonHun dan YoonKris😀

35 thoughts on “Love

  1. Akh!!! So sweet banget chanyeol!!!
    Buat lebih greget Thor chanyeol maksain yoona terus jd istrinya smpe mereka menikah Thor kalau perlu!!!!
    Jd senyum2 sendiri kek orgil Thor baca ff ini
    Keep writing thor~

  2. YIAKKK!! AKU TAK SUKA AKU TAK SUKA!
    APA INI? KENAPA HARUS ‘END’ ? *abaikan*

    Dibuat SEQUEL dong thor T.T
    Sumpah nanggung banget ini mah :3
    Gerget sama YoonYeol ><
    Keep writing..^^
    Fighting!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s