(Freelance) Oneshot : Bleeding Love

BLEEDING LOVE POSTER

Judul : Bleeding Love.

Author : Sasa Jung.

Rating : T

Length : Oneshoot.

Genre : Angst, mistery.

Cast : Im Yoona, Oh Sehun, Choi Sulli, etc.

Disclaimer : Casts belong to God. Cerita ini murni buatan Author, jika ada kesamaan cerita itu hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan sama sekali.

Warning ! Typo everywhere !

^^ Happy Reading and Please don’t be a silent readers ^^

~

“Pecundang !” umpat gadis bertubuh tinggi ramping itu pada pria yang kini berdiri di hadapannya.

“Maafkan Aku Yoona, Aku tidak bermaksud menghianatimu” gumam pria tersebut dengan wajah yang menyesal.

“Teganya Kau melakukan ini padaku, tidak apa Sehun jika Kau menduakanku, tapi kenapa harus dengan sepupuku sendiri ? kenapa dengan Sulli ? kenapa ?!” Yoona mencengkeram kerah baju Sehun.

Sedangkan Sehun hanya terdiam pasrah dengan perlakuan Yoona.

“Maafkan Aku, Aku memang pecundang”

“Ya ! Kau memang pecundang ! pecundang terbesar yang pernah singgah di hidupku ! Aku fikir Aku bisa merubah sikapmu, tapi ternyata ?” lalu Yoona pergi berlalu sambil berlinangan air mata.

Sehun hanya menatap kepergian Yoona dengan nanar.

~

Sore itu Yoona hanya mengurung diri di kamar apartemennya, ia hanya menangis dan menangis sehingga banyak tisu yang berceceran di lantai kamarnya.

“Kau pecundang Oh Sehun !” Yoona hanya meratapi nasibnya yang sangat buruk, ia di duakan oleh kekasihnya dengan sepupunya sendiri, Choi Sulli.

Ting Tong…

Seseorang memencet bel apartemen Yoona, dengan berat hati Yoona membukakan pintu dan ia sangat kaget dan perasaannya tidak karuan ketika melihat siapa yang datang.

“Sulli ?”

“Yoona ? maafkan Aku” Sulli langsung memeluk Yoona.

Yoona melepaskan pelukan Sulli dan menanyakan kenapa ia meminta maaf.

“Kenapa Kau harus minta maaf ?”

“Ayolah Yoona, jangan pura-pura tidak tahu,maaf tentang Aku dan Sehun yang bermain di belakangmu”

Deg !

Yoona ingin sekali menangis detik itu juga.

Apa maksudnya bermain ? kalimat itu semakin membuat kepala Yoona pening, Yoona berharap semoga malaikat pencabut nyawa saat ini juga datang dan menjemputnya.

“Kau harus tahu, sejak dulu sebelum Kau dan Sehun berpacaran, Aku sudah menyukai Sehun begitupun juga Sehun, dia juga menyukaiku, tapi dia memilih bersamamu karena Aku tahu Kau juga sangat menyukai Sehun, dan Aku membiarkan Sehun untuk memilihmu, meskipun itu suatu keterpaksaan, maafkan Aku Yoona” jelas Sulli panjang lebar dengan ekspresi sulit di artikan.

“Apa katamu ? keterpaksaan ? jadi selama ini Sehun tidak pernah menyukaiku ? itukah kenyataannya ?” air mata Yoona sudah tidak terbendung lagi, ia menangis saat itu juga.

“Maaf Yoona”

“Teganya Kau Sulli, tega Kau, pergi Kau dari hadapanku, Aku tidak sanggup lagi”

“Maaf Yoona” lalu Sulli pergi dari hadapan Yoona dengan gerak-gerik dan ekspresi yang sulit di artikan.

“Teganya kalian !” Yoona hanya bisa menangis dan maratapi dirinya yang sangat menyedihkan.

~

Pagi itu, Yoona pergi ke kampus, ia merasa lebih baik saat di kampus dari pada menghabiskan tisu di dalam kamarnya sampai mimisan.

Saat Yoona akan pergi ke perpustakaan, Yoona melihat sebuah pemandangan menjijikkan di koridor yang sepi, yaitu Sehun dan Sulli sedang berciuman.

Sulli yang menyadari kehadiran Yoona langsung melepaskan pelukannya dari Sehun.

“Kenapa sayang ?”

“Eh, Sehun..” Sulli terlihat sangat gugup, sedangkan Yoona berjalan mendekat ke arah Sulli dengan emosi yang menggebu-nggebu.

Lalu Sehun menoleh ke belakang dan di dapatinya Yoona yang berjalan mendekat ke arah mereka.

“Yoona ?”

PLAK !

Yoona menampar Sulli, entah dapat kekuatan dari mana sehingga ia menampar sepupunya sendiri.

“Apa yang Kau lakukan Im Yoona ?!” bentak Sehun pada Yoona dengan tangan yang siap menampar Yoona.

“Sehun sudahlah ! saatnya Aku mengakhiri sandiwara ini”

“Apa maksudmu sandiwara ?” tanya Yoona dnegan tangan mengepal.

PLAK !

Sulli membalas tamparan Yoona dengan mulus, membuat Yoona kaget setengah mati dengan perlakuan itu.

“Bagaimana rasanya di hianati oleh orang yang Kau cintai Yoona ? dan bagaima juga rasanya di tampar oleh sepupumu sendri ? sakit bukan ? hahaha”

Yoona benar-benar tidak percaya, sepupunya yang ia kenal sebagai gadis yang manis dan berhati malaikat kini berubah menjadi sosok yang begitu kejam, atau selama ini Yoona yang tidak mengerti tentang siapa Sulli yang sebenarnya.

“Kenapa Kau hanya diam ? Kau lelah karena menangis seharian ? ataukah Kau sudah kehabisan kata-kata untuk mengumpatku ? You ? Loser” ejek Sulli sambil menunjukkan jempol terbaliknya pada Yoona yang siap meledak saat itu juga.

“Sudahlah sayang, ayo kita pergi dari sini, tidak ada gunanya berurusan dengan sampah seperti dia” gumam Sehun sambil merangkul pundak Sulli dan pergi begitu saja sari hadapan Yoona.

‘Bodohnya Aku ! kenapa Aku sangat lemah di hadapan mereka’ Yoona memukul-mukul kepalanya sendiri, ia merasa seperti orang idiot, bodoh, lemah dan terlebih ia membiarkan harga dirinya di injak-injak oleh orang-orang seperti mereka.

~

Saat di kantin, Sulli dan Sehun terlihat sangat mesra, mereka suap-suapan, saling bercanda dan tertwa bersama.

Sampai ada seorang mahasiswi yang mendekat ke arah mereka.

“Permisi, apa Kau yang bernama Oh Sehun ?” tanya mahasiswi yang berbadan tinggi dan imut itu pada Sehun.

“Ada apa sebenarnya ? Kau ini mengganggu sekali” Sulli merasa sewot karena ia juga sempat melihat tatapan aneh Sehun pada gadis itu.

“Maaf, Aku hanya ingin meminta tanda tangan”

“Oh tentu saja boleh, siapa namamu ?” tanya Sehun yang mulai tertarik pada gadis itu.

“Namaku Jung Soo Jung, oh ya Aku salah satu penggemar mu Sehun, Kau sangat tampan”

BRAK !

Sulli menggebrak meja, ia merasa cemburu dan tidak suka dengan gadis itu.

“Perempuan tidak tahu diri ! Apa Kau tidak tahu Aku ini siapa ? Aku adalah kekasihnya ! jangan coba-coba Kau menggodanya atau Kau akan merasakan sendiri akibatnya !” bentak Sulli sambil menuding Soo Jung dengan telunjuknya.

“Ah maafkan Aku, Aku tidak bermaksud menggodanya, ya sudah Aku permisi dulu” karena ketakutan Soo Jung akhirnya pergi dari sana.

“Sulli, Kau tidak perlu bersikap seperti itu, dia hanya salah satu dari sekian penggemarku, tidak lebih” jelas Sehun.

“Benarkah ?! tapi jelas sekali Aku melihat tatapan aneh mu pada gadis itu, Kau menyukainya ya ?” Sulli merasa curiga dengan gerak-gerik Sehun.

“Sayang, tidak mungkin Aku menyukianya, Aku hanya mencintaimu Sulli, percayalah” jurus puppy eyes Sehun ternyata mampu melunakkan amarah Sulli dalam sekejap.

‘Kau fikir Aku Im Yoona yang tolol ? Aku tidak sebodoh itu Oh Sehun, Aku tahu Kau memiliki rasa pada gadis itu, lihat saja nanti apa yang akan Aku lakukan’ batin Sulli sambil menatap kekasihnya yang terkenal playboy itu.

Sedangkan dari sudut lain, seorang gadis memperhatikan semua peristiwa itu dengan seksama dan sebuah rencana telah tersusun rapi di otaknya.

~

Hari itu Yoona benar-benar kacau, ia masih saja merutuki kelemahannya di depan Sulli dan Sehun.

“Bodoh ! bodoh ! bodoh !” Yoona mengacak-ngacak rambutnya tidak karuan, sampai bel apartemennya berbunyi.

“Sulli ? apa itu Sulli ? awas Kau !” Yoona segera berlari dan membuka pintunya, tapi bukan Sulli yang di dapatinya melainkan seorang gadis bertubuh jangkung.

“Sooyoung ? Choi Sooyoung” wajah Yoona berubah menjadi bahagia.

“Apa kabar Yoona ?” Sooyoung langsung memeluk Yoona dengan perasaan rindu, mereka sudah menjalin persahabatan semenjak mereka duduk di bangku SMA sampai pada akhirnya Sooyoung melanjutkan kuliah ke Jepang.

“Aku baik-baik saja, ayo masuk dulu” kata Yoona mempersilahkan Sooyoung masuk.

“Sebentar yah, Aku akan membuatkanmu minuman dulu” lalu Yoona masuk ke dapurnya.

Sooyoung melihat-lihat sekeliling apartemen Yoona yang dari dulu di tempatinya itu, ia melihat bingkai foto yang terjatuh di bawah meja.

“Apa itu ? kenapa ada di bawah meja ?” Sooyoung lalu mengambilnya dan di dapatinya potret diri Yoona dengan Sehun yang tampak bahagia. Terdengar suara Yoona yang datang Sooyoung langsung menaruh bingkai foto itu di bawah meja lagi.

“Yoona ? Kau baik-baik saja kan ?” tanya Sooyoung yang baru sadar akan penampilan Yoona yang sedikit acak-acakan.

“Apa Aku terlihat sedang baik-baik saja atau sebaliknya ?” Yoona balik bertanya pada Sooyoung.

“Kau tidak terlihat baik-baik saja, sebenarnya ada apa denganmu ? bisa Kau ceritakan padaku ?”

“Hanya masalah sepele” gumam Yoona apa adanya.

“Tidak mungkin hanya masalah sepele Kau terlihat seperti orang yang baru keluar dari rumah sakit jiwa, ayolah Yoona ceritalah padaku”

Yoona menarik nafas dalam-dalam, ingin sekali ia menangis saat itu juga.

‘Lemahnya diriku, kuatkan dirimu Im Yoona’ batin Yoona sambil menggigit bibirnya menahan tangis.

“Aku di duakan” ucap Yoona memulai pembicaraan.

“Apa ? di duakan ? maksudmu ini karena masalah cinta ?”

“Iya”

“Memangnya siapa yang menduakanmu ? siapa laki-laki itu ?” tanya Sooyoung antusias.

“Namanya Oh Sehun, dia memang terkenal playboy, tapi sejak berhubungan denganku kupikir ia mulai berubah, tapi Aku salah, ia malah menduakanku dengan sepupuku sendiri, Choi Sulli” air mata Yoona kini tak terbendung lagi, hatinya sangat sedih.

“Yoona, bersabarlah, Aku tahu ini hanya cobaan dalam kehidupanmu” hibur Sooyoung sambil merangkul punggung Yoona.

“Iya Sooyoung, Aku mengerti, tidak apa ia menduakanku, tapi kenapa harus dengan Sulli ? sepupuku sendiri ? itulah yang membuatku sangat kecewa” tangis Yoona akhirnya pecah detik itu juga.

“Hei sudah Yoona sudah, lihatlah dirimu, Kau cantik, baik, masih banyak pria di luar sana yang mengharapkan cintamu, jangan menangisi pria yang bahkan belum tentu pernah memikirkanmu, tunjukkan padanya kalau Kau gadis yang kuat” Sooyoung terus menasihati Yoona sampai akhirnya Yoona menghentikan tangisannya.

“Terimakasih Sooyoung, kehadiran dan nasihatmu cukup membuatku tenang sekarang” gumam Yoona sambil menghapus airmatanya.

“Baiklah, ini sudah pukul 9 malam, Aku pulang dulu yah, selamat malam Yoona”

~

Siang itu, Yoona sedang makan siang di kantin. Tiba-tiba ia di kejutkan dengan kedatangan Taeyeon, temannya.

“Hei Yoona, apa kau sudah mendengar berita yang hebat hari ini ?” tanya Taeyeon antusias yang duduk di depan Yoona.

“Apa sih ? Aku tidak tahu” jawab Yoona cuek sambil meneruskan makannya tanpa melirik sedikitpun ke arah Taeyeon.

“Ya ampun Yoona, Kau tahu Jung Soo Jung ?” kalimat Taeyeon kini serasa aneh di telinga Yoona.

“Jung Soo Jung ? Aku tahu dia, sewaktu Aku masih berpacaran dengan Sehun, dia adalah salah penggemar berat Sehun, memangnya kenapa dengan dia ?” kini Yoona mulai penasaran.

“Tadi malam pukul 10, dia tewas di apartemennya dengan mengerikkan”

“Apa ?!” Yoona sangat kaget dan tiba-tiba ia menjadi merinding sendiri.

“Dan Kau tahu yang lebih mengerikkan ? dia tewas dalam keadaan tak memiliki tangan, di duga sang pembunuh telah memotong-motong tangannya..”

“Tunggu dulu, maksudmu ia di bunuh ?”

“Iyalah Yoona,mana mungkin ia dengan gilanya memotong sendiri tangannya, dan polisi juga telah menemukan beberapa sayatan seperti sayatan bekas pisau di wajah dan tubuhnya” jelas Taeyeon bergidik.

“Lalu siapa pembunuhnya ?”

“Itulah yang menjadi misterinya, polisi masih belum menemukan siapa pembunuhnya, polisi juga tidak menemukan bukti apa-apa di sana, dan di duga si pembunuh juga telah merencanakan semua itu dengan rapi” jelas Taeyeon sambil menyeruput bubble tea.

Yoona hanya mengaggut-manggut tanda mengerti.

“Hei !” Yoona tiba-tiba melotot ke arah Taeyeon.

“Kau kenapa ?” Taeyeon kaget dengan ekspresi Yoona.

“Itu bubble tea ku ! kenapa Kau yang meminumnya ? aarrghh !” sedangkan Taeyeon hanya nyengir dan memasang tampang watados alias wajah tanpa dosa.

~

Yoona berjalan sendirian di koridor kampus, waktu itu ia ada kelas jadi ia pulang sore. Yoona kemudian membuka salah satu loker di antara deret loker milik mahasiswa lainnya, setelah meletakkan bukunya tiba-tiba Yoona mendengar suara kaki seseorang melangkah mendekat.

Entah kenapa jantung Yoona berdebar-debar.

‘Ini mungkin karena efek mendengar cerita Taeyeon tadi’ batin Yoona menenangkan dirinya. Saat Yoona menutup pintu lokernya ia melihat Sulli dan Sehun sudah berada depan lokernya Sulli yang tidak jauh dari loker Yoona.

Yoona kemudian kembali membuka lokernya agar keberadannya tidak di ketahui oleh Sehun dan Sulli, lalu Yoona mencoba mendengar pembicaraan mereka.

“Tapi Sulli, ini sangat aneh kejadiannya” kata Sehun dengan wajah yang tegang.

“Sehun ! sumpah demi apa Aku tidak melakukannya !” Sulli terlihat nyolot.

Perbincangan mereka semakin membuat Yoona penasaran.

‘Kenapa dengan mereka ? kenapa mereka bertengkar ?’ batin Yoona penasaran.

“Tapi kejadiannya sangat pas Sulli, sewaktu Jung Soo Jung meminta tanda tanganku, Kau tidak terima dan mengancamnya, jadi wajar kalau Aku mencurigaimu telah membunuh Jung Soo Jung”

Deg !

Jantung Yoona berdebar dua kali lebih kencang, tubuhnya mengeluarkan keringat dingin, kaki jenjangnya seolah ingin rubuh karena gemetar.

“Jaga bicaramu Sehun ! Aku tidak terima Kau menuduhku sebagai pembunuh”

“Aku tidak bilang kalau Kau seorang pembunuh”

“Tapi kecurigaanmu itu telah menjelaskan semuanya ! Kau tidak mempercayaiku lagi, Kau tidak mencintaiku lagi, dan Kau mengatakan kalau Aku pembunuh Jung Soo Jung ! Aku kecewa padamu” dengan berlinangan air mata Sulli meninggalkan Sehun yang hanya mematung.

“Sulli ! Sulli ! tunggu Aku” Sehun mengejar Sulli yang sudah menuruni tangga.

BRUK !

Tubuh Yoona ambruk seketika, kakinya benar-benar tidak kuat lagi menopangnya, sekujur tubuhnya gemetar. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

‘Ini tidak mungkin !’ Yoona benar-benar takut saat itu juga. Tiba-tiba sebuah pemikiran negatif mulai muncul satu persatu di kepalanya.

‘Apa mungkin Choi Sulli pembunuhnya ? lantas apa motifnya membunuh Jung Soo Jung ? apa mungkin atas dasar kecemburuan ? lalu kenapa ia tidak membunuhku dari dulu ? sedangkan Jung Soo Jung hanyalah satu dari sekian penggemarnya, apa mungkin karena Aku ini sepupunya mangkanya ia tidak membunuhku ? tapi tidak mungkin Sulli seorang pembunuh, Ya Tuhan kenapa Aku jadi pusing sekali’ otaknya terus saja di penuhi pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan tersebut. Pandangan Yoona mulai kabur,ia benar-benar pusing sekali, bumi seolah-olah berputar-putar dan bayangan sosok perempuan berlari ke arahnya dan berteriak-teriak memanggil nama Yoona.

~

Yoona mengerjap-ngerjapkan matanya, ia kini sudah berada di kamar apartemenya, kepalanya masih sedikit terasa pening, ia melihat ke sampingnya ternyata ada seorang perempuan yang menungguinya.

“Sooyoung ?”Yoona mencoba bangkit namun di cegah oleh Sooyoung.

“Jangan bangun dulu, Kau harus istirahat Yoona, tadi Aku menemukanmu pingsan di depan loker kampus”

“Iya Aku tadi merasa pening sekali dan tiba-tiba saja Aku pingsan, terimakasih yah sudah menolongku”

“Iya sama-sama”

Drrrt drrrtt drrrt

Ponsel Yoona bergetar tanda ada panggilan masuk. Ia lalu duduk dan mengambilnya di meja samping tempat tidurnya.

“Dari Taeyeon ?” Yoona heran, biasanya Taeyeon menghubunginya jika ada hal-hal yang penting saja, apa mungkin ada hal penting yang harus di sampaikannya pada Yoona.

Tiba-tiba hawa di kamar Yoona serasa dingin padahal AC nya tidak menyala. Sooyoung dengan setianya menunggui Yoona.

“Halo ? ada apa Taeyeon ? Apa ?!!” Yoona menjatuhkan ponselnya dari genggamannya, tubuhnya kembali gemetar saat itu juga.

“Yoona ada apa ? apa yang di katakannya ?” tanya Sooyoung khawatir.

“Sulli, Sulli..” Yoona kemudian menangis tersedu-sedu, ia benar-benar terpukul.

“Yoona Kau kenapa ? hei ada apa dengan Sulli ?” Sooyoung memegang pundak Yoona, ia benar-benar khawatir.

“Sooyoung..” Yoona memeluk Sooyoung sambil terus menangis.

“Sulli meninggal, ia di bunuh..”

“Apa ? di bunuh ? oh ya Tuhan”

“Aku harus segera ke rumah sakit Incheon”

“Aku akan ikut denganmu”

Lalu mereka berangkat ke rumah sakit Incheon tempat Sulli di otopsi.

~

Taeyeon telah menanti Yoona dan Sooyoung di depan rumah sakit Incheon.

“Taeyeon, ayo cepat bawa Aku ke tempat Sulli”

Lalu mereka berjalan menuju ke ruang otopsi, saat sampai di sana mereka melihat karung jennazah yang bertuliskan Choi Sulli.

Lalu Yoona membukanya dan tampak wajah Sulli yang penuh luka dan sayatan pisau.

“Oh Ya Tuhan !” Yoona menangis saat itu juga, Taeyeon juga ikut menangis lalu ada dokter yang menangani Sulli datang.

“Sebenarnya, korban ini juga telah kehilangan kedua tangannya karena di potong menggunakan benda tajam juga tubuhnya telah penuh dengan luka dan sayatan benda tajam” jelas sang dokter.

‘Ini, ini seperti kejadian tewasnya Jung Soo Jung, jadi bukan Sulli pembunuhnya, tapi siapa ?’ batin Yoona ngeri, jangan-jangan pembunuh itu masih berkeliaran dimana-mana.

‘Tapi kenapa korbannya itu Jung Soo Jung, Choi Sulli, mereka adalah orang yang dekat dengan Oh Sehun, jangan-jangan..’ Yoona terus saja membatin.

~

Malam itu pukul 7, Yoona berangkat ke rumah Sehun, Yoona berfikir kalau Sehun lah yang membunuh Jung Soo Jung dan Sulli.

“Aku tidak terima ! Aku tidak terima ! aaarrghh awas Kau Oh Sehun !” Yoona langsung menancap gas mobilnya dengan kencang.

10 menit kemudian Yoona sudah sampai di depan pintu rumah Oh Sehun.

“Oh Sehun ! keluar Kau ! cepat keluar !” Yoona berteriak-teriak sambil menggebrak-nggebrak pintu rumah Sehun.

Lalu pintu terbuka dengan Sehun yang wajahnya terlihat kesal.

“Hei ! Kau gila ya ? bertamu ke rumah orang seperti ini !”

“Bertamu ? Aku ke sini ingin bicara denganmu”

“Bicara saja, Aku tidak punya banyak waktu”

“Oh Sehun ! apa Kau ini tidak punya hati ? kekasihmu Choi Sulli meninggal karena di bunuh dan Kau tenang –tenang saja seolah-olah tidak terjadi apa-apa ? Kau memang pecundang !”

“Tahu apa Kau tentang perasaanku ? justru Aku merasa bersalah karena tidak bisa melindungi Sulli”

“Apa maksudmu ?”

“Aku tidak bisa ceritakan hal ini di sini, ayo masuk” lalu Yoona menurut saja apa kata Sehun, ia pun masuk dan duduk di ruang tamu.

“Cepat ceritakan” titah Yoona ketus.

“Jadi begini, kemarin sore Aku bertengkar dengan Sulli karena Aku mengira ia adalah pembunuh Soo Jung, sewaktu Aku mengejarnya ke bawah, kepalaku di pukul oleh seseorang dari belakang, Aku sempat pingsan waktu itu, tapi Aku mendengar teriakan Sulli meminta tolong dan kemudian Aku terbangun sudah berada di apartemen temanku”

“Lalu dimana tepatnya Sulli di bunuh waktu itu ? apa Kau melihat siapa yang membunuh Sulli ?”

“Aku hanya samar-samar melihat Sulli di bekap mulutnya dan di seret entah kemana, dan pembunuh itu memakai jaket yang menutupi kepalanya juga kacamata hitam, oh ya dia juga memakai sepatu sneakers berwarna putih, tapi Aku tidak bisa memastikan dia perempuan atau laki-laki dan kata temanku, Sulli di temukan tewas di dalam kamar mandi dalam keadaan yang mengenaskan, polisi juga tidak menemukan bukti apapun di sana” jelas Sehun panjang lebar.

Tidak terasa Yoona menitikkan airmatanya, ia benar-benar terpukul dengan kematian Sulli, meskipun Yoona sempat membencinya, namun Sulli tetaplah sepupunya.

Sehun mencoba menghapus airmata Yoona, namun Yoona dengan kasar menampiknya.

“Jangan sentuh Aku !” lalu Yoona berdiri dan keluar dari rumah Sehun.

“Kau mau kemana Yoona ?” Sehun mencegah tangan Yoona sebelum Yoona memasuki mobilnya.

“Bukan urusanmu !” Yoona lalu memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Sehun entah kemana.

Sehun sedikit khawatir, ia memutuskan untuk pergi mengejar Yoona dengan mobilnya.

Di perjalanan Yoona hanya bisa menangis dan menangis, kemana sekarang ia harus pergi ?

“Sooyoung, lebih baik Aku ke rumahnya”

15 menit kemudian Yoona sudah sampai di depan rumah Sooyoung.

Tok tok tok !

Tidak ada jawaban dari dalam, mungkin Sooyoung sudah tidur ? pikir Yoona karena sekarang sudah pukul 08.30.

“Tidak di kunci ?” Yoona lalu memasuki rumah Sooyoung, namun di dalam sepi, lalu Yoona menaiki tangga dan pergi ke kamar Sooyoung.

“Sooyoung ? Kau ada di dalam ? ini Aku Yoona” Yoona lalu mencoba memasuki kamar Sooyoung dan alhasil pintu telah terbuka.

Namun tidak ada siapa-siapa di sana, Yoona lalu melihat sebuah 3 foto terpajang di dinding kamar.

Deg !

Yoona kaget setengah mati karena di foto itu terdapat foto Jung Soo Jung yang terdapat bercak darah yang bertuliskan ‘mati’, lalu di sampingnyajuga ada foto Sulli yang juga terdapat tulisan ‘mati’ dan yang lebih mengerikkan lagi terdapat foto Yoona yang belum bertuliskan ‘mati’.

“Jadi, selama ini Sooyoung yang membunuh Soo Jung dan Sulli ? ini tidak mungkin !” sebelum Yoona keluar dari kamar Sooyoung. Terlihat Sooyoung sudah di ambang pintu dengan senyum iblis dan pisau di tangannya, dan ternyata benar apa kata Sehun, pembunuh itu memakai sneakers putih sama seperti yang di gunakan Sooyoung.

“Sooyoung ? teganya Kau” Yoona menitikkan airmata, ia benar-benar kecewa dan takut saat itu juga.

“Hahahaha ! Kau sudah mengetahuinya ya ? benar Im Yoona ! Aku yang membunuh gadis-gadis jalang itu ! hahahaha” tawa iblis Sooyoung menggema di sudut ruangan membuat bulu kuduk Yoona berdiri.

“Tapi kenapa Sooyoung ?! kenapa ?! Kau benar-benar kejam, Kau bahkan lebih kejam dari iblis !”

“Diam Kau ! Kau tidak tahu apa yang sebenarnya Ku rasakan, Kau tidak tahu !” Sooyoung melangkah mendekat ke arah Yoona dan Yoona memundurkan langkahnya takut kalau Sooyoung berbuat gila kepadanya.

“Kenapa Kau membunuh mereka ? kenapa ?!”

“Kau bodoh Yoona, Aku membunuh mereka karena Aku cemburu, Aku cemburu karena mereka dan Kau mendapat cinta dari Sehun”

“Sehun ? Kau menyukainya ?” Yoona benar-benar kaget karena motif Sooyoung membunuh para korbannya hanya karena rasa cemburunya.

“Iya, Aku menyukainya sejak SMA, Aku teramat sangat mencintainya sampai membuat Ku gila dan Aku bertekad dalam hati, siapapun yang berhubungan dengan Oh Sehun akan mati di tanganku, karena Aku tidak terima dan sakit hati, Aku telah melenyapkan semua yang dekat dengan Sehun, dan sekarang giliranmu Yoona sahabatku ahahahaha” Sooyoung mendekat sambil menodongkan pisau ke arah Yoona namun dengan gesit Yoona keluar dari kamar Sooyoung.

“Aku harus pergi dari sini ! Sooyoung benar-benar gila” namun pada saat membuka pintu depan, ternyata semuanya terkunci termasuk juga jendela ini artinya Yoona terperangkap bersama seorang pembunuh di rumah itu.

“Yoona, dimana Kau ? jangan seperti anak kecil yang bermain petak umpet seperti ini” Sooyoung menuruni tangga dengan tenang karena ia pastikan Yoona tidak bisa keluar dari rumah ini.

Yoona lalu berlari ke belakang rumah, ia bersembunyi di balik tanaman-tanaman yang rimbun di sana.

Ia lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Sehun.

“Ayo cepat angkat Sehun” Yoona benar-benar takut sekali, ia tidak ingin mati seperti Soo Jung dan Sulli. Keringat dingin mengucur deras dari tubuhnya, badannya sangat gemetar.

“Halo Yoona Kau ada dimana ?” terdengar suara Sehun dari seberang.

“Sehun, cepat Kau hubungi polisi, Aku berada di rumah Sooyoung, cepatlah Sehun Aku takut”

“Baiklah Kau tunggu di sana, jaga dirmu baik-baik”

“Yoona, dimana Kau ? ayo keluarlah gadis jalang” terdengar suara decitan pisau yang di gesekkan dengan dinding.

Yoona membekap mulutnya, ia tidak boleh ketahuan.

‘Ayo cepatlah Sehun, Kau harus datang tepat waktu’

“HA !”

“Ahh, Sooyoung tolong jangan bunuh Aku” Yoona benar-benar kaget karena tiba-tiba Sooyoung sudah bisa menemukannya. Yoona tidak bisa berdiri, ia seperti orang lumpuh saat itu, lemah dan tidak berdaya.

“Ouw, kasihan sekali,tapi.. Kau itu gadis jalang yang harus ku habisi malam ini juga, oh ya tapi tenang saja Aku tidak akan membunuhmu seperti Aku membunuh yang lainnya, Aku akan lebih membuatmu terlihat sangaaaaaat mengerikkan ! hahahaa” sebelum Sooyoung menusukkan pisaunya ke arah wajah Yoona, tiba-tiba ada Sehun datang.

“Berhenti !”

Sooyoung kaget karena kedatangan Sehun yang tiba-tiba.

“Sehun” Yoona benar-benar bersyukur karena Sehun datang di saat yang tepat, tapi dimana polisinya ?

Sehun lalu berlari ke arah Yoona dan membantunya berdiri.

“Sehun Aku sangat takut” Yoona lalu memeluk Sehun dan itu membuat Sooyoung sangat marah.

“Aaaaarrrrggghhh ! mati Kau !” Sooyoung lalu melemparkan pisaunya ke arah Yoona.

“Awas !”

CLEP !

Dengan indahnya, pisau itu menancap di kening Sehun yang mengalirkan darah segar.

“S-Sehun, Tidak ! Kau tidak boleh meninggal” Yoona menangisi kepergian Sehun yang tragis.

“Aaaargghgh, semua ini gara-gara Kau gadis jalang ! gara-gara Kau Sehun yang kucintai mati ! tidaaaaaak ! seharusnya Kau yang mati !” Sooyoung lalu mengambil pisau lipatnya di saku celananya dan bersiap melemparnya ke arah Yoona.

Yoona memejamkan matanya, ia kini siap bila harus mati seperti yang lainnya, ia pasrah, jika memang ini sudah takdir yang di gariskan untuknya, ia siap.

“Mati Kau !”

DOR !

Yoona kaget mendengar suara pistol, ia membuka matanya dan terdapat tubuh Sooyoung yang ambruk dengan peluru yang tembus kepalanya.

“Polisi ? syukurlah kalian datang tepat waktu”

~

Malam itu rumah Sooyoung ramai dengan polisi yang lalu lalang membawa jenazah Sehun dan Sooyoung, juga sirene ambulan yang memekakkan telinga.

Yoona cukup lega karena akhirnya masalah ini selesai, tidak akan ada lagi kasus pembunuhan yang mengerikkan.

Drrrtt drrrtt drrrrtt !

“Jessica ? tidak biasanya ia menghubungiku”

“Halo ada apa Jess ?”

“Apa ?! Taeyeon di bunuh malam ini seperti kasus Soo Jung dan Sulli ?!”

 

THE END

26 thoughts on “(Freelance) Oneshot : Bleeding Love

  1. Mwo?? Taeyeon dibunuh?? Lah?? Gua penasaran . Sequel ! Sequel ! Sequel , thorr . Yah? Yah? Yah? *puppyeyes* . Sehunnya hidup kembali donk , (?)

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s