DOUBLE DATE

newclubimage-park-chanyeol-EB-B0-95-EC-B0-AC-EC-97-B4-37488360-500-333

// EXO’s Chanyeol and GG’s Yoona \\

PG – 13

Friendship Detected

Story : RAIN

—-

good day for us

—-

“Yoona!!”

Yoona tersenyum menatap kekasihnya yang mendekat kearahnya. Semalam lelaki itu rela datang malam-malam demi mendapatkan maaf dari Yoona. Tentu saja Yoona memaafkannya meskipun tujuan pertamanya adalah memusuhi lelakinya hingga hari ini

“kita jalan-jalan sepulang sekolah?” tanya Luhan

Yoona tampak berpikir, “ehm—aku sudah ada janji dengan Chanyeol” tolaknya

Raut wajah Luhan tampak kecewa mendengar penuturan Yoona

“lain kali saja?” tawar Yoona

“baiklah. Kau akan kemana dengan Chanyeol?” tanya Luhan sembari berjalan kearah kantin sekolah untuk mengisi perut kosong mereka

“ke toko buku. Mencari referensi untuk tugas kelompok kami berdua”

“tugas lagi?” Luhan tampak jengah

“salahkah Kim sonsaengnim” Luhan hanya terkekeh mendengarnya.

Chanyeol hanya mendesah melihat Yoona dan Luhan sudah kembali rujuk(?) bukan dia tak suka tetapi kelakuan lelaki itu pada Yoona kemarin benar-benar tak bisa dimaafkan menurutnya

“hey, kau kenapa?” Chanyeol melirik Baekhyun sekilas dan melanjutkan makan siangnya

“kau iri melihat mereka?” kali ini suara Suho membuat Chanyeol menatap tajam

“jangan bercanda” smirknya

“kenapa kau tak segera mencari kekasih?” Suho berniat menggoda

“jangan katakan kau masih dalam bayang-bayang Choi Jinri” seringai Baekhyun tampak sangat jahil hari ini

“cabai bodoh. urusi saja masalah pertengkaranmu dengan Taeyeon lagi pula aku sudah mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik daripada Jinri” dengus Chanyeol kesal

Baekhyun langsung terdiam seketika. Itu menjadi sedikit pukulan untuknya karena memang benar. Chanyeol yang menyadari wajah Baekhyun hanya tertawa puas.

“Yoong!!” Chanyeol melambai pada Yoona yang tengah menunggunya di gerbang

“ka—Luhan?!” kaget Chanyeol

Luhan menaikkan kedua alisnya, “wae? terkejut?”

Chanyeol menggeleng, “kau ikut?” tanyanya

“tentu, aku ingin menemani kekasihku” Luhan merangkul pundal Yoona seraya tersenyum, memamerkan kemesraan mereka.

Chanyeol sedikit menggerutu di sepanjang toko buku. Luhan tak memberikan sedikitpun ruang bagi mereka berdua untuk mengerjakan tugas mereka tetapi dia justru mengganggu—menurut Chanyeol—dengan memberikan buku-buku yang tak ada kaitannya dengan tugas milik Yoona dan Chanyeol. Chanyeol ingin membentak sebenarnya tetapi dia tentu masih memikirkan tentang perasaan Yoona.

Tapi ketika pulang dari toko buku, mungkin dewi fortuna memang sedang berpihak pada Chanyeol. Luhan mendapatkan telepon yang katanya dari eommanya untuk menemaninya pergi mengunjungi bibinya yang sedang sakit. Terpaksa Luhan harus pulang lebih dulu dan meninggalkan Yoona bersama Chanyeol berdua

“kalian cepat sekali berbaikan” kata Chanyeol pelan

Yoona tersenyum, “wae? kau cemburu, eoh?” godanya

“jangan gila. Mana mungkin aku cemburu” Chanyeol tertawa remeh

“arrasheo. Eh… aku akan ketaman bermain besok bersama Luhan. Bagaimana kau ajak Sooyoung sekalian?” tawar Yoona dan tentu Chanyeol tak menolaknya.

Sesuai yang dijanjikan mereka berempat pergi bersama. Seperti acara double date dan Luhan tampak tak keberatan akan hal itu. Sooyoung dan Chanyeol juga tampak menikmati kencan mereka, bahkan mereka berpencar satu sama lain dan mereka berjanji berkumpul pukul 4 sore dipintu depan

“kau ingin permen kapas?” tawar Luhan, Yoona mengangguk

“tunggu sebentar”.

Ketika Luhan sedang berada di kios dia tak sengaja bebarengan dengan Chanyeol yang juga memiliki tujuan sama sepertinya. Mereka diam satu sama lain, memberikan aura yang amat sangat kuat hingga akhirnya Luhan yang angkat bicara terlebih dahulu

“aku dengar kau menjemput Yoona kemarin” kata Luhan tanpa beralih

Chanyeol enggan menjawabnya dan hanya mengangguk

“seperti seorang pahlawan” decihnya

Chanyeol tersenyum kecil, “setidaknya aku berguna untuk sahabatku”

“sahabat? Kau yakin? Apa itu tak tampak seperti kau memiliki perasaan lebih padanya” Luhan tersenyum mengejek

“jangan bercanda. Kau cemburu? Astaga, setidaknya jadilah seseorang yang berguna. Ah… kau tak pernah menjadi orang berguna untuk Yoona. Maafkan aku atas kelupaanku” jawab Chanyeol tersenyum puas

“maaf?” Luhan menajamkan pandangannya

“selamat menikmati kencanmu. Aku harap kau menjadi seseorang yang berguna” tawa Chanyeol penuh kemenangan

Brengsek, Luhan hanya menggeram dan kembali pada Yoona dengan senyuman lebarnya untuk menutupi apa yang terjadi diantara dia dan Chanyeol.

—-

Chanyeol membolak-balikkan bukunya sejak tadi. Dia benar-benar tak mengerti dengan pelajaran guru Kang. Dia benar-benar ingin kabur dari kelas sekarang tetapi niatnya terhenti tatkala mendapatkan secarik kertas dari teman sebangkunya. Chanyeol meliriknya dan Yoona hanya tersenyum simpul

Tahan 10 menit lagi, okay? Kita beli jus setelah ini^^

Chanyeol melipat kertas itu dan menyimpannya disaku bajunya. Arah matanya kembali focus ke papan tulis dengan sejuta tulisan yang sekarang mulai dimengertinya meskipun belum seluruhnya. Yoona yang melihatnya kembali tersenyum dan melakukan hal yang sama seperti Chanyeol.

“ARRGHH!!! Aku gilaa!!!” seru Chanyeol frustasi

“sudahlah, kajja” tarik Yoona tersenyum.

“kau sudah melihat film yang aku pernah bicarakan denganmu?” tanya Chayeol

“Taken 3 maksudmu?” Chanyeol mengangguk antusias

“bagaimana menurutmu?” tanya Chanyeol

“menarik, tapi jauh lebih menarik Rob-B-Hood” jawab Yoona

“kau ada acara malam ini?” Yoona menggeleng

“bagaimana jika kita menonton?” Yoona menarik sebelah alisnya

“kau seharusnya mengajak Sooyoung daripada aku” Yoona terkekeh

“aku ingin tapi aku sudah terlalu sering pergi bersamanya”

“ehm—baiklah. Kau menjemputku kan?” tanya Yoona

“tentu, kau mau naik taksi?”

Yoona hanya tertawa mendengarnya dan kembali menikmati cemilan siang mereka.

Luhan hanya tersenyum remeh menatap Yoona dan Chanyeol yang terlihat heboh dengan perbincangan mereka. Luhan melirik gadis disebelahnya yang sedang sibuk dengan makan siangnya, juga teman-teman yang mengerubunginya tapi matanya tak bisa lepas dari kedua pasang sahabat yang duduk tak jauh darinya.

BRAK!

“jangan pernah kau dekati Yoona” ancam Luhan

Chanyeol tersenyum kecil mendengarnya, “kau pikir aku takut dengan ancamanmu?”

Luhan kali ini tersenyum mengejek menatapnya, “kau tidak mencintai Sooyoung kan? Kau hanya membuatnya menjadi pelarianmu dari perasaanmu sendiri kan?”

“jangan bodoh, Xi Luhan. Katakan saja kau iri dengan kedekatanku dan Yoona”

Luhan tersenyum sopan, “iri? Bahkan aku bisa memeluk dan menciumnya semauku, untuk apa aku iri dengan jalinan bodoh yang kalian lakukan?!”

“m—mwo?” mata Chanyeol memerah

“heh? Aku rasa kau yang sedang iri padaku, tuan Park. Jika kau tak ingin dianggap pengganggu hubungan orang lain maka jaga jarakmu dengan Yoona. Kau juga tak ingin menyakiti perasaan seorang wanita kan?”

Luhan menghempaskan tangannya yang sejak tadi berada di kerah baju Chanyeol. Luhan menepuk pundak Chanyeol pelan

“lakukan apa yang aku katakan jika kau memang benar-benar menyayangi Yoona”

“dan setidaknya kau harus tahu batasanmu” kali ini Luhan yang tersenyum penuh kemenangan.

END

:// haiiii….. yang selesai UNAS mana suaranyaa???😀

oh..iya… sebenernya niatnya mau bikin sequel buat ff yang sebelumnya tapi gajadi dan ini aku buat jadi drabble series😀 . nggak tau kenapa akhir2 ini aku lagi addicted banget sama yang namanya PARK CHANYEOL. hehehe #catchmeifyoucan😀

See Yaaa~~~

27 thoughts on “DOUBLE DATE

  1. gapapa kalo malah jadi series, johayo😀 sebenernya perasaan chan ke yoong itu gimana? dan juga sebaliknya? soalnya posisi chan punya sooyoung tapi masih perhatian banget sama yoona, yaiyalah mereka kan sahabat😐 selalu aku tunggu kelanjutannya. fighting!😉

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s