(Freelance) Multichapter : Egoist (Chapter 3)

yeolizzie-request-egoist

Egoist Chapter 3

Author Yeolizzie | main cast Im Yoona– Oh Sehun

genre  Romance – SadSchool-life | length Chapter 3

disclaimer This fanfiction is purely my own. Cast belong’s God.

Watch out typo (s)

Author’S POV

Flashback On…

“Aku rasa aku benar-benar menyukaimu, Oh Sehun.” Jawabku dengan ekspresi sangat bahagia dan membuat wajah Sehun memerah

Flashback Off…

“Yoona, jika begini caramu untuk membuatku jatuh cinta padamu, aku benar-benar membenci caramu ini.” Jawab Sehun menaikkan suaranya sambil memasang raut wajah cemberut

Yoona mulai tertawa dengan suara yang cukup keras dan membuat Sehun terkejut. “Aku hanya bercanda, aku pikir jika melakukan ini mungkin Sehun akan memberikan hatinya padaku.” Jawab Yoona singkat sembari tersenyum kecil

“Apakah Yoona menyukaiku atau membenciku?” Tanya Sehun serius dengan nada rendahnya

“Aku menyukai musikmu, tapi aku membenci dirimu.” Jawab Yoona serius dengan tatapan tajam menatap Sehun

Sehun menghela nafas kasar dan tertawa kecil “Apa kau baik-baik saja? Aku tahu bahwa kau pingsan saat bersama Kai.” Ucap Sehun mencemaskanku

“Gwencana-yo, aku hanya kelelahan.” Jawab Yoona sangat senang dan membuat Sehun mengehela nafas lega

“Tiba-tiba seperti ini, mungkin ada masalah dengan otakmu itu.” Jawab Sehun mengolokku dengan gayanya yang so cool

“Heyy! Apa kau pikir aku akan menyukai pria jelek dan bodoh seperti dirimu?” Teriak Yoona dengan olokkan yang cukup menyakitkan hingga membuat Sehun menghela nafas kasar

“Jelek…Bodoh…Tidakkah kata-katamu itu mencerminkan dirimu sekarang?” Tanya Sehun sambil memperlihatkan senyuman jahat kepada Yoona yang hanya bisa terdiam terkejut mendengarnya

“Hentikan! Ayo berdamai! aku memang sedikit kasar, mianhae.” Perintah Yoona yang mengakui kesalahannya sambil mengulurkan tangan ke Sehun

Sehun menerima permintaan maaf Yoona dan tetap memegang erat tanpa melepaskan tangan Yoona “Yoona, aku tidak suka melihatmu dekat dengan…”Ucap Sehun terputus oleh teriak seorang namja

Tiba-tiba, terdengar teriak seorang namja memanggil Sehun. Namja dengan seragam yang sama dengan Yoona dan Sehun tampak sangat kelelahan terlihat dari keringatnya yang bercucuran. Namja itu adalah Kai

“Aku mencarimu kemana-mana, ternyata kau ada disini.” Jawab Kai dengan nafas yang tersendat-sendat akibat kelelahan berlari mencari Sehun

“Ada apa?” Tanya Sehun dengan wajah datarnya

“Heyy! Apa kau lupa? Kita tampil malam ini, kita harus segera berlatih.” Teriak Kai cukup keras sambil menarik tangan Sehun dan ingin membawanya pergi

“Kau bisa pulang sendirikan Yoona?” Tanya Sehun sambil memasang wajah cemas

“Ne, semoga kalian tampil dengan baik.” Jawab Yoona menyemangati Sehun dan Kai dengan senyuman lebar

“Gomawo, Yoona sampai jumpa lagi.” Jawab Kai sambil membawa Sehun pergi meninggalkan Yoona

Author’s POV end

Yoona’s POV

Aku pasti sudah gila, tiba-tiba menyatakan perasaan seperti itu. Syukurlah, Sehun hanya menganggapnya sebuah lelucon. Kondisi tubuhku memang tidak begitu baik. Eomma dan appa bilang bahwa aku baik-baik saja. Jadi aku tidak perlu takut ataupun khawatir. Saat melihat eomma menangis di rumah sakit, aku benar-benar sangat takut. Tapi ternyata itu hanya karena dia sangat cemas saat tahu aku jatuh pingsan. Memang seperti itulah eomma, dia melebih-lebihkan suatu hal. Memang masih terlalu cepat menyatakan perasaan, apalagi pada namja pabbo seperti dirinya. Gumamku sepanjang jalan menuju rumah

.

.

Sesampainya di rumah, terlihat eomma yang sedang menyiapkan berbagai makanan. Yang dilakukan appa selalu saja membaca Koran sambil meminum secangkir kopi. Eomma tersenyum lebar dan menyuruhku untuk duduk memakan masakannya.

“Enak sekali, masakan eomma memang yang terbaik.” Jawabku sambil memberikan jempol kepada eomma seraya tersenyum lebar memperlihatkan gigiku

Aku mulai menatap tajam appa yang masih membaca Koran. “Appa, eomma sudah menyiapkan makanan, appa harus memakannya dan meminum kopi seharian tidak baik!” Perintahku sedikit emosi sambil mengambil cangkir kopi appa

“Yoona-ya, arasseo, kembalikan kopi appa!” Perintah appa dengan nada rendahnya sambil menutup korannya

Sekarang kami semua berada di meja makan yang sama. Makanan yang di sediakan eomma sangat lezat. Sepotong daging panggang kusumpit dan segera kumakan.

“Uhuk…Uhuk…” Aku tersedak dan segera mengambil minuman di dapur

“Pelan-pelan saja makannya Yoona.” Teriak eomma sangat keras

Prak…

Gelas kaca berisi air putih yang terjatuh karena diriku. Tanganku bergetar begitu juga kakiku yang seakan tak mampu lagi menopang tubuhku sehingga membuatku terjatuh.

Prak….

Penglihatanku mulai buram tapi aku masih bisa melihat wajah eomma dan appa yang berteriak memanggil namaku.

“Yoongie-ya, ada apa?” Tanya eomma dan appa sangat cemas

———————

Mataku mulai menangkap sesuatu yang berbeda. Perlahan-lahan semuanya mulai jelas dan tidak buram lagi, kulihat eomma dan appa berada di sampingku. Keduanya menatapku sedih. Aku kembali lagi ke tempat ini, rumah sakit.

“Baru saja 2 hari, apa aku pingsan lagi?” Tanyaku dengan memasang wajah sedih

“Kondisi tubuh Yoona memang sedang tidak baik dan kau memaksa untuk bersekolah. Yoona harus banyak beristirahat.” Jawab eomma terdengar seperti membentakku dengan wajah sedihnya

“Aku baik-baik sajakan eomma appa?” Tanyaku sangat penasaran seraya menggengam tangan keduanya

“Eoh, Yoona baik-baik saja.” Jawab appa dengan senyuman kecil menggantung di wajahnya

Mataku mulai memandang luka di telapak tanganku, mungkin saat pingsan telapak tanganku mengenai serpihan gelas kaca yang pecah. “Apa luka itu sakit sekali?” Tanya eomma cemas karena diriku yang terus memandangi luka di telepak tanganku

Ku pasang senyuman manis menatap eomma “ini tidak sakit.” Jawabku singkat membuat eomma membalasku dengan senyuman juga

Bring…Bring…Bring

Suara ponselku yang tiba-tiba bergetar tampak itu telepon dari Sehun

“Heyy! Kenapa kau tidak turun sekolah?” Teriak Sehun bertanya padaku lewat telepon yang terdengar sangat marah

“Aku sedang tidak enak badan, karena…” Jawabku terputus karena celaan Sehun

“Apa terjadi sesuatu padamu?” Tanya Sehun semakin meninggikan suaranya dan terdengar sangat cemas

“Aku pingsan lagi, tapi sekarang sudah tidak apa-apa.” Jawabku dengan nada rendah dan membuat Sehun menghela nafas lega

“Aku ingin menjengukmu, bolehkan?” Tanya Sehun mulai mengurangi volume suaranya

“Boleh saja kok….” Jawabku belum selesai tapi Sehun sudah menutup teleponnya

“Siapa itu? Apa namjachingumu?” Tanya appa sambil tersenyum jahat

“Bukan.” Jawabku singkat sambil mempoutkan bibirku karena kesal

.

.

.

3 jam kemudian, seseorang mengetuk pintu ruanganku.

“Masuklah!” Perintahku membiarkan orang tersebut untuk masuk ke dalam ruanganku

Ternyata itu Sehun yang membawa gitarnya dan masih mengenakan seragam sekolah. Senyuman kecil menggantung di wajah tampannya

“Jangan mengharapkan apa-apa! Aku tidak tahu kesukaanmu, jadi aku tidak membawa apa-apa.” Jawab Sehun dengan wajah datar sembari berdiri di hadapanku dengan merangkul gitarnya

“Aku sudah tahu, Sehun pasti tidak akan membawa apa-apa.” Jawabku dengan tawa kecil seraya memasang senyuman jahat menatapnya

“Tapi aku akan memberikanmu sesuatu yang sangat kau sukai, yaitu musikku.” Jawab Sehun sambil duduk di kursi dan menyetel gitarnya

Sehun mulai memainkan gitarnya sambil menatapku dengan senyuman manis. Musik yang di bawakannya adalah lagu yang sangat menggembirakan. Dia tampak sangat bersinar terang saat matahari menyinari dirinya. Entah mengapa, aku mulai bertepuk tangan sambil tertawa sekeras mungkin.

“Bagaimana menurutmu?” Tanya Sehun meminta pendapatku setelah selesai membawakan satu lagu dengan gitarnya

“Lumayan.” Jawabku singkat

“Bagaimana bisa lumayan? Banyak orang yang berani membayar mahal demi mendengar suara gitarku, ara?” Tanya Sehun membentakku dengan emosi yang mulai meluap

“Keren, musikmu sangat indah.” Jawabku sambil tersenyum lebar memperlihatkan sela-sela gigiku

“Sehun-ya, aku ingin berjalan-jalan, ikutlah bersamaku!” Perintahku sambil beranjak dari kasurku dengan membawa selang infus yang masih melekat di tanganku

“Apa tidak apa-apa?” Tanya Sehun cemas

“Tidak apa-apa.” Singkatku sambil menarik tangan Sehun

.

.

.

Di atas atap rumah sakit…

Langit biru yang sangat cerah dan terik matahari yang menyinari tubuhku terasa sangat hangat. Angin mulai berhembus menyejukkan suasana. Tapi Sehun tampak tidak terlalu menyukainya.

“Anginnya sejuk sekalikan Sehun?” Tanyaku sangat bahagia dan bersemangat

“Dimananya sejut? Disini panas sekali!” Jawab Sehun yang tampak kesal karena keringat yang mulai mengalir dari tubuhnya oleh terik matahari

Tiba-tiba Sehun menaruh sebuah topi dan memasangnya di kepalaku. Sebuah topi berwarna cokelat.

“Topi itu untukmu.” Jawab Sehun dengan wajah datarnya

“Kau bilang tidak membawa apa-apa.” Jawabku menatap Sehun dengan wajah cemberut

“Aku berbohong, jika kau tidak suka kau boleh membuangnya.” Jawab Sehun sambil memajukan langkahnya dan berada di depanku

“Aku menyukai topi ini, gomawo.” Jawabku singkat dan

Spontan Sehun memanglingkan badannya dan menarik tubuhku. Aku dalam pelukannya, tangan Sehun mulai melingkari pinggang kecilku dan memelukku dengan erat. Ini pertama kalinya bagiku untuk berpelukan bersama seorang namja. Batinku

“Cepatlah sembuh! Jangan membuatku mencemaskanmu Yoongie-ya.” Bisik Sehun dengan suara lembutnya dan nada rendahnya

“Eoh.”Jawabku singkat dan membuat Sehun melepaskan pelukannya

“Gadis pintar.” Jawab Sehun sambil mengelus pelan rambutku seraya tersenyum manis yang terukir di bibirnya

Sehun mengambil tanganku dan memandangi luka di telapak tangan itu dengan wajah sedih. Tangan lembutnya mulai menyentuh pipiku dan didekatkannya wajahnya itu pada wajahku “hanya sekali ini saja, jangan terluka lagi!” Perintahnya tegas membuat darahku mulai naik dan membuat pipiku merah, begitu juga dengan Sehun.

———————

Aku sudah berada di rumah sakit ini selama 5 hari. Aku masih belum di perbolehkan bersekolah. Selama itu aku bolos dari sekolah dan membuat Sehun sangat mencemaskanku. Tapi, aku tidak betah seharian di rumah sakit. Aku melepas paksa infus yang melekat di tanganku dan pergi keluar untuk berjalan-jalan.

.

.

.

Wahh, rasanya seperti sudah lama aku tidak pergi keluar. Gumamku. Aku mulai

berjalan dengan langkah cepat sambil berputar-putar dan terkagum melihat bunga-bunga yang indah di taman ini.

“Yoona.” Teriak seorang namja yang membuatku memalingkan badanku untuk melihatnya

“Kai, apa yang kau lakukan disini?” Tanyaku sangat terkejut sambil menghampiri Kai

“Aku yang seharusnya bertanya begitu, apa yang kau lakukan disini?” Ucap Kai sangat penasaran melihatku yang masih memakai pakaian rumah sakit

“Aku hanya berjalan-jalan menghirup udara segar.” Jawabku sambil tertawa kecil untuk menutupi bahwa aku pergi dari rumah sakit

“Kau kabur dari rumah sakitkan, kau tidak boleh melakukan itu!” Perintah Kai membentakku dengan raut wajah kesalnya

“Aku sangat bosan, selama lima hari Sehun tidak menjengukku, kau juga.” Jawabku sambil memasang wajah cemberut dan menundukkan kepala

“Mianhae, kami sangat sibuk karena jadwal tampil, jadi kami hanya bisa menghubungimu.” Jawab Kai merasa bersalah dengan nada rendahnya

“Tidak apa-apa.” Jawabku singkat sambil tersenyum kembali

“Ayo, kita kembali ke rumah sakit, Yoona!” Perintah Kai sambil menarik tanganku erat

“Shirro!” Teriakku tidak berpengaruh pada Kai yang tetap membawaku menuju rumah sakit

“Aku ingin sup rumput laut, aku sangat sangat ingin itu.” Jawabku memohon pada Kai dan berhasil

“Tapi kau harus kembali ke rumah sakit setelah itu.” Jawab Kai sambil menghela nafas kasar

“Arasseo.” Jawabku sangat bahagia

Aku terus meminta ini dan itu, Kai tampak tidak sadar dan terus menuruti semua permintaanku hingga malampun tiba. Dimana langit biru berubah menjadi awan-awan hitam yang dihiasi bintang berkelap-kelip serta bulan sabit pada malam ini.

——————–

“Kau menipuku Yoona, lihatlah sekarang sudah malam!” Teriak Kai sangat marah karena aku yang terus mengulur waktu dengan berbagai permohonanku

“Kai sudah boleh pulang sekarang!” Perintahku saat berada di depan gedung rumah sakit

“Shirro! aku akan memastikanmu masuk ke dalam ruangan.” Jawab Kai sambil mengengam tanganku dan membawaku masuk ke dalam gedung rumah sakit

Aku melihat eomma dan appa duduk di ruang koridor rumah sakit. Appa terlihat seperti memeluk eomma dengan erat. Eomma menangis, bahkan appa juga meneteskan beberapa air mata. Langkahku mulai menghampiri mereka dan saat eomma melihatku air matanya mulai mengalir semakin deras.

“Ada apa, eomma appa?” Tanyaku menatap keduanya dengan sedih

Eomma berdiri dan seluruh badannya gemetar, kakinya terlihat tidak mampu menopang badannya lagi dan membuatnya terjatuh. Tapi appa menolongnya spontan aku sangat terkejut dan memeluknya dengan erat.

“Mianhae, Yoongie-ya.” Jawab eomma sambil menangis dipelukannku dan semakin memeluk tubuhku dengan erat

“Apa ini ada hubungannya dengan sakitku?” Tanyaku membuat appa ikut memelukku juga dan semakin erat pelukan keduanya

“Maafkan appa, Yoongie-ya.” Jawab appa dengan suara tangisannya yang terdengar begitu jelas

“Aku baik-baik sajakan, eomma bilang bahwa tidak ada masalahkan! Benarkan!” Teriakku sangat keras membentak eomma dan appa yang terus mengeraskan suara tangisannya

“Eomma benar-benar minta maaf.” Bisik eomma di telingaku

“Apakah waktuku tidak banyak lagi? Berapa lama lagi, eomma? Apa aku benar-benar akan meninggal?” Tanyaku dengan banyak pertanyaan dan tidak bisa lagi menahan air mata yang mulai membasahi pipiku

Aku mulai berdiri dan menghampiri Kai dengan raut wajahnya yang sangat terkejut. Aku mulai menarik kerah baju Kai dan mendekatkan wajahnya pada wajahku. Kai menatapku sangat sedih saat melihat wajahku yang dibasahi oleh cairan bening yang terus menetes

“Apa yang kau dengar hari ini? Jangan pernah menceritakannya pada Sehun!” Perintahku tegas sambil menatap kosong mata Kai yang sayu

“Aku tidak bisa, Yoo…” Jawab Kai terputus karena suara tangisanku yang semakin keras

“Aku tidak ingin tampak menyedihkan di depan Sehun, cukup Kai yang hanya tahu soal ini!” Teriakku memohon pada kai sambil meneteskan air mata di hadapannya

——————

Setelah kejadian itu, eomma appa bahkan diriku benar-benar sangat tersakiti. Aku baru saja bahagia dan kebahagiaan itu akan segera di renggut dariku. Jika aku tidak segera bertindak mungkin, seseorang yang kucintai akan tersakiti. Hidupku yang mulai berwarna saat bertemu Sehun, sekarang ini semua yang kulihat hanyalah hitam putih. Air mataku terus saja menetes sambil memandangi topi cokelat pemberian Sehun. Beberapa kali Sehun menelpon dan aku menjawabnya seolah-olah tidak ada yang terjadi. Kai selalu berada disisiku tanpa mengucapkan sepatah katapun. Dia tampak sangat tertekan, akulah yang membuatnya seperti itu.

“Kai…” Panggilku untuk menyuruh Kai mendekat ke sampingku. Aku menyandarkan kepalaku di dadanya dan menangis kembali. “Aku adalah temanmukan.” Jawabku singkat

“Eoh, seorang teman yang sangat menyedihkan.” Jawab Kai dengan suara seraknya

“Aku sangat mencintai Sehun, aku seharusnya tidak pernah bertemu dengannya, karena mencintainya sangat menyakitkan.” Jawabku

“Apa kau akan menemui Sehun?” Tanya Kai sangat penasaran

“Eoh, aku harus melakukan itu dan memutuskan hubungan kami sebelum dia menaruh hatinya padaku.” Jawabku singkat

“Apa benar kau akan meninggal, Yoona?” Tanya Kai yang mulai meneteskan air mata menatapku

“Aku masih bisa dioperasi, tapi kemungkinan berhasilnya sangatlah rendah.” Jawabku seraya mengusap air mata yang terus membasahi pipiku

Kata-kataku membuat Kai hanya bisa terdiam dan berdiri membatu di sampingku.

————–

Di taman….

Aku menyuruh Sehun untuk menemuiku lewat telepon. Dia tampak sangat bahagia dan tampaknya ada sesuatu juga yang ingin dibicarakan Sehun denganku. Malam ini sangat didingin, jaket tebal yang kupakai tampak tidak berguna. Angin yang berhembus menusuk kulitku dan membuatku mengigil. Tanpa kusadari, Sehun sudah berdiri di hadapanku dengan memasang senyuman manis di wajahnya

“Yo, sudah lama kita tidak bertemu.” Jawab Sehun singkat

“Ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengan Sehun, sebenarnya aku…” Jawabku terputus karena Sehun yang tiba-tiba memelukku dengan erat

“Disini dingin sekali, sebelum Yoona berbicara, aku ingin Yoona mendengarku dulu.” Jawab Sehun sembari melepaskan pelukannya dan memegang erat kedua tanganku

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanyaku sangat penasaran sambil memasang wajah sedih

“Aku rasa aku jatuh cinta pada Yoona.” Jawab Sehun dengan pipinya yang mulai memerah

“Kau berbohong, Sehun hanya bercanda.” Jawabku yang mulai melangkah mundur dengan ekspresi sangat terkejut hingga terjatuh

“Yoona, gwencana? Aku tidak berbohong.” Ucap Sehun seketika membuat cairan bening ini menetes membasahi pipiku

Tangan lembut Sehun perlahan-lahan mengusap cairan burning itu “jadilah yeojachinguku, Yoongie-ya.” Jawabnya singkat membuat dadaku terasa sangat sakit

Tanganku yang mulai bergetar dan berusaha menutupi mulutku. “Ini semua salahku, aku benar-benar perempuan yang jahat.” Jawabku dengan air mata yang mengalir dan membuat Sehun menatapku sedih

To Be Continued…

Note.

Gimana? Moga menarik ya, Hehe 🙂 Kalau absurd maafin ya…

Please, comment ya, chingu-deul

Moga gak bosan ya! Tungguin chapter 3 ya Chingu!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

32 thoughts on “(Freelance) Multichapter : Egoist (Chapter 3)

  1. Aigoo Yoong britahu ja ma Sehun jika kw cinta jg ma dya n ngpaen hrus Sehun gak tw law eonni g skit parah? Kai blh tahu n sehun jg gak aphakn dia tw. Egoistlah yoong..
    Thor knp mkin ksini mkin nyesek critanya?
    Next chap d.tnggu!
    Fighting~

  2. Penasaran tingkat akut, sebenernya yoona sakit apa sih, kok dia bilang wktunya gk lama lagi?
    Baru aja yoona mau mendapatkan kebahagiaan
    Udh sedih lagi gra2 penyakit yoona..
    Semoga yoona bisa sembuh dari penyakitnya
    Amin..

  3. Jadi penasaran sebenarnya apa sih sakitnya si yoona,dan disini juga sehun sudah mulai jatuh cinta sama si yoong.Next thor!

  4. ah sedih bgt deh cuma sehun ni yang gak tu yoona sakit
    dan semoga aj yoona gak meninggal
    di tunggu chap selanjutnya y

  5. Yoona punya penyakit apa thor ? Kasihan yoona
    Sehun udh mulai suka sama yoona, semakin rumit aja nih thor ceritanya aku tunggu next chapter yaahh
    Jangan lama lama

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s