(Freelance) Oneshot : Misunderstanding

misunderstanding poster
Title : Misunderstanding
Author : Hanami Putri
Main Cast : Im YoonA & Oh Sehun
Other Cast : EXO Members
Genre : Comedy,Romance,Fluff
Length : One-Shoot
Rating : 15+
Desclaimer : mine, pure mine


—-
“sekarang kau ada di mana?”
“di bandara dan ingin kembali ke korea.”
“benarkah? Kau pasti sangat lelah karena harus bolak-balik dari China ke Korea.”
“akan terlihat sangat bohong apabila aku mengatakan ini tidak melelahkan.”
“jagalah kesehatanmu. Jangan lewatkan waktu makan sekalipun. Aku tidak ingin kau sakit”
“baiklah. Akan ku ingat itu dengan baik. Bagaimana denganmu? Ku dengar kau juga sangat sibuk”
“hmm. Karena kami baru saja comeback dengan lagu baru,jadi tentu saja schedule jadi sangat padat ”
“kau jangan hanya mengingatkanku tentang kesehatanku. Tapi jagalah kesehatanmu juga”
“baiklah Nona Im. Aku juga akan mengingat itu dengan baik”
Terdengar tawa pelan dari seberang sana.
“ngomong-ngomong kau sedang ada di mana? Kenapa aku tidak mendengar suara membermu yang lain?”
“aku sekarang ada di dalam kamar. Para Hyung di ruang tengah sibuk dengan urusan mereka masing-masing.”
“kalian tidak ada schedule?”
“kami baru saja menyelesaikan schedule kami hari ini. jadi sekarang kami sedang beristirahat”
“ahh~ begitu.”
Hening …
“Sehun-ah,kau masih ada di situ?”
“aku merindukanmu,Yoong.”
“….”
“hey,jawablah. Kau membuatku seolah-olah sedang berbicara dengan diriku sendiri.”
“kenapa kau tiba-tiba mengatakannya? Kau termasuk orang yang jarang mengatakan hal-hal seperti ini.”
“ekhm… apakah salah bila seorang pria merindukankan wanitanya?…lagipula ini sudah beberapa minggu sejak terakhir kita bertemu.”
“tidak bukan begitu. Hanya saja..ini rasanya tidak biasa,kau tahu? Tapi benarkah kita sudah lama tidak bertemu? Aku tidak menyadarinya.”
“kau memang seperti itu. saking sibuknya dengan dramamu, kau bahkan tidak menyadari kalau kita sudah sangat lama bertemu. Hufft… apakah kau pernah merindukanku? Apa kau benar pacarku?” kata Sehun dengan nada sedikit kesal.
“yak~ ada apa denganmu? Apa kau marah denganku?”
“sudahlah. Aku ingin pergi keluar,jadi akan ku tutup. Semoga harimu menyenangkan.”
“Sehun-ah!”
Tuut tuut tuut ..
“aish,ada apa dengan anak ini? kenapa mood-nya bisa berubah secara tiba-tiba seperti itu? Apa dia sedang datang bulan?” gerutu Yoona memandangi layar Handphone-nya.
“berkelahi lagi? Kali ini tentang apa?” sebuah suara menyadarkan Yoona dari pikirannya.
Yoona menoleh ke sampingnya “nde?”
“lagi?” tebak sang manager menatap Yoona.
Seakan mengerti perkataan manager,Yoona hanya menunjukkan cengiran khasnya.
“tapi..darimana Eonnie tahu kalau aku ada masalah dengannya?”
“bukannya memang selalu seperti itu? Kepribadian kalian benar-benar sama persis. Dari sikap egois dan keras kepala. Entah kali ini siapa yang akan menang.”
“memangnya biasanya kami bertengkar tentang apa?”
“kenapa kau menanyakannya padaku? Yang menjalin hubungan dengannya itu kau.” Heran sang manager aneh.
“justru itu,kadang aku bingung apa yang kami permasalahkan. Bahkan hanya hal-hal kecil pasti akan menjadi masalah besar.” Keluh Yoona mengkerucutkan bibirnya kesal.
Sang manager tertawa geli melihat sikap Yoona dan mengusap rambutnya pelan “kali ini tentang apa?”
“dia mengatakan kalau dia merindukanku. Tapi aku tidak langsung menjawabnya karena aku terkejut dengan ucapannya karena dia bukan tipe pria yang sering mengungkapkan hal-hal seperti itu. Begitu aku mengatakan hal itu,dia langsung marah dan mengakhiri pembicaraan.” Jelas Yoona memandang sedih kearah sang manager.
“aigoo~ Kenapa kau mengatakan hal seperti itu kepadanya? Pantas saja dia marah denganmu.”
“terus bagaimana Eonnie? Agar dia tidak marah lagi?” tanya Yoona memegang tangan sang manager dan mengayun-ayunkan meminta saran.
“bagaimana kalau kau menemuinya ketika kau sampai di Korea nanti?”
“temui dia?…itu ide bagus! Gumawo,Eonnie!” seru Yoona senang memeluk tubuh mungil sang manager sedangkan yang dipeluk hanya tertawa pelan menerima perlakuan Yoona.
SKIP TIME
_Dorm EXO_
“makan malam sudah siap!!” seru Kyungsoo dari arah dapur mengundang beberapa member segera duduk di meja makan.
“kenapa ada yang kurang?” tanya Suho saat memperhatikan member yang sudah rapi menduduki kursi mereka masing-masing.
“Sehun bilang ia tidak mau makan.” Terang Kai.
“benarkah? Di mana dia?” tanya Suho pada Kai.
Kai mengarahkan telunjuknya kearah ruang tengah “sedang nonton tv.”
Suho berjalan menuju ruang tengah menghampiri maknae-nya itu. “Sehun-ah,ayo kita makan malam.” Ajak Suho menatap Sehun.
Sehun menoleh singkat “aku tidak ingin makan,Hyung.” Jawab Sehun yang kembali mengarahkan pandangannya ke televisi.
“apakah sebelumnya kau sudah makan?” tanya Suho yang disambut gelengan.
“kalau begitu kau harus makan.” Seru Suho.
“aku belum lapar. Nanti aku akan makan sendiri.” terang Sehun menatap Suho.
Sehun beranjak dari duduknya “aku ingin tidur terlebih dahulu.”
Suho meraih tangan Sehun saat ia ingin beranjak meninggalkannya “apa kau sakit?”
“tidak. Aku baik-baik saja,hanya sedikit kelelahan. Kalau begitu aku tidur dulu,Hyung.” Sehun berjalan memasuki kamarnya.
Suho kembali ke meja makan bergabung dengan member lainnya.
“Sehun-nya mana?” tanya Baekhyun menatap Suho.
“dia pergi tidur katanya kelelahan. Biarkan saja dia beristirahat.” Jelas Suho disambut anggukan member lain.
Teett Teett Teett (bunyi bel)
“biar aku saja.” Ucap Chen segera beranjak dari meja makan.
“Siapa??” tanya Chen sembari membuka pintu dorm dan sontak terkejut “Noona?!”
Teriakan Chen membuat member lain penasaran akan siapa tamu yang datang berkunjung. Para member segera meninggalkan meja makan bergegas menuju pintu dorm dan reaksi yang ditunjukkan sama persis dengan apa yang Chen lakukan tadi.
“Yoona Noona?!” seru mereka bersamaan terkejut.
“annyeong! Apa aku menganggu kalian?” tanya Yoona yang khawatir menganggu waktu istirahat member EXO.
Sontak para member menggelengkan kepala mereka bersamaan “tidak sama sekali. Ayo,Noona silahkan masuk!” ucap Chen mempersilahkan Yoona masuk.
“kenapa tiba-tiba kau datang ke sini?” tanya Suho bingung.
“sebelum menjawab itu,aku membawakan kalian ini. ku harap kalian suka,soalnya aku tidak tahu makanan apa yang kalian sukai.” Yoona mengangkat kedua tangannya yang berisi 2 kantong plastik berisikan pizza dan ayam goreng.
Melihat itu,para member EXO segera bersorak senang “woah! Chicken!” seru Kai dengan wajah sumringah.
Yoona memberikan kantong plastik yang ia bawa kepada Kyungsoo dan Kai yang segera mereka buka. “Noona,kami sedang makan malam. Apa Noona sudah makan?” tanya Kyungsoo disambut gelengan Yoona.
“kalau begitu ayo makan bersama kami.” Tawar Xiumin.
“baiklah. Ku harap kalian tidak terkejut dengan porsi makanku. Hahaha” canda Yoona membuat member EXO tertawa.
“di sini aku yang Shikshin. Noona,high five!” seru Tao mengangkat telapak tangannya ke arah Yoona dan disambut Yoona sembari tertawa.
Suasana makan yang berisik sudah biasa terjadi di dorm EXO dengan jumlah mereka yang banyak namun kali ini mereka merasakan suasana yang sedikit berbeda dari biasanya. Kehadiran Yoona menambah kesan ramai dan penuh tawa yang mengiringi acara makan malam kali ini.
“Baekhyun-ah,dari tadi aku tidak melihat Sehun. Dia di mana?” tanya Yoona kepada Baekhyun yang ada di sebelahnya.
“sudah ku duga. Noona datang ke sini untuk menemui Sehun kan?” goda Baekhyun.
“bukan seperti itu.” Elak Yoona cepat dengan wajah kesalnya membuat Baekhyun tertawa.
“dia tidak ingin makan dan memilih untuk tidur di kamarnya.” Jelas Baekhyun.
“apa dia sakit?” tiba-tiba terbesit rasa khawatir di dalam dirinya.
“dia cuma bilang kelelahan.” ucap Chanyeol memberitahu.
“temuilah. Mungkin rasa lelahnya akan hilang jika dia bertemu denganmu.” Goda Suho membuat member lain ikut-ikutan menggoda Yoona.
Semburat merah mulai menghampiri kedua pipi Yoona “kenapa kalian suka sekali menggodaku?!” kesal Yoona mempoutkan bibirnya lucu.
“sudahlah,Noona. Cepat temui dia,aku tahu kau juga merindukannya kan? Hahaha” seru Kai tertawa melihat Noona kesayangannya itu menahan rasa malu.
“cepatlah masuk ke kamarnya.” Suho mendorong pelan tubuh Yoona agar berjalan menuju kamar Sehun.
Dengan terus menundukkan wajah menyembunyikan rona merahnya,Yoona berjalan memasuki kamar Sehun.
Kreekk..
Suasana gelap di kamar Sehun membuat Yoona sedikit kesusahan mencari sosok Sehun di dalam kamarnya. Perlahan Yoona masuk dengan berhati-hati takut membangunkan Sehun yang mungkin saat ini tengah tertidur.
Brukk
“awww!” pekik Yoona tertahan menutup mulutnya sendiri agar tidak menimbulkan suara.
“akhh.. kakiku sakit~” ringis Yoona memegang jari-jari kakinya.
Yoona kembali melanjutkan langkahnya dengan berhati-hati tidak ingin kembali menubruk sesuatu. Namun kakinya kini justru kembali menabrak sesuatu yang lebih besar,membuat tubuh Yoona oleng dan tersungkur ke arah depan.
Yoona menutup matanya seakan siap merasakan dinginnya dan sakitnya lantai namun justru sesuatu yang empuk menyambutnya.
Terdengar suara erangan pelan membuat Yoona sadar dan membuka kedua matanya. Betapa kagetnya Yoona saat menyadari bahwa ia terjatuh menimpa Sehun yang tengah tertidur di kasur. “matilah kau Im Yoona” batinnya.
Kedua matanya semakin membesar saat melihat Sehun perlahan ikut membuka matanya. “bagaimana ini?” pikir Yoona panik.
Sehun yang awalnya mengira ini salah satu ide Hyung-nya untuk mengerjai dirinya,merasa kesal dan berniat untuk memarahi mereka namun justru pemandangan pertama yang ia lihat membuat dirinya terlonjak kaget dengan kedua matanya yang membulat.
“…Yoon..Yoona?!”
Yoona yang tidak tahu harus berbuat apa untuk menghilangkan rasa malunya dengan tiba-tiba menenggelamkan wajahnya di dada bidang Sehun,memeluknya dengan erat untuk menyembunyikan wajahnya.
Sehun yang masih dalam keadaan terkejut semakin dibuat bingung dengan perlakuan Yoona yang tiba-tiba memeluknya. “y-ya..ya! Yoona!” ucap Sehun berusaha melepaskan pelukan Yoona namun tangan yang memeluknya justru semakin erat.
“ya…lepaskan…” pinta Sehun lagi. Dengan sedikit energi,ia berhasil melepaskan pelukan Yoona.
Karena tidak tahu harus berbuat apa, Yoona menutup wajahnya dengan kedua tangannya berusaha menyembunyikan wajahnya. Melihat itu, Sehun dengan perlahan menarik kedua tangan Yoona berusaha menyingkirkannya dari wajah Yoona.
Yoona membuka kedua matanya ragu dan tatapan Sehun langsung menyambutnya. “engg…an-annyeong Sehun-ah.” Hanya kata itu yang bisa dipikirkan Yoona di kepalanya dengan disertai cengiran yang terlihat dipaksakan.
“kenapa kau ada di sini?” Sehun mengkerutkan alisnya.
“aku…hanya…berniat mampir sebentar..” jawab Yoona pelan.
“dan kenapa kau sekarang ada di kamarku?” tanya Sehun lagi.
“itu karena mereka mengatakan kalau..kau tidak mau makan.” Jelas Yoona.
Senyum tipis sekilas terlihat di wajah Sehun “kau..mengkhawatirkanku?”
“enggg….sebenarnya aku-“
“apa sesulit itu untuk bilang iya?” ucap Sehun memotong perkataan Yoona.
“kalau kau sudah tahu aku mengkhawatirkanmu,untuk apa menanyakannya lagi?” dengus Yoona.
“aku ingin mendengarnya dari mulutmu sendiri. tapi… apa hanya itu yang membuatmu datang ke sini?” ucap Sehun penasaran.
“aishh.. apa kau tahu, kau sudah membuatku merasa tidak nyaman.” gerutuYoona.
“tidak nyaman?” ulang Sehun bingung.
“saat di telpon tadi. Padahal kau yang marah-marah padaku tapi kenapa justru aku yang merasa bersalah?” Yoona mempoutkan bibirnya kesal.
Mendengar itu membuat Sehun tertawa pelan ditambah lagi saat melihat ekspresi Yoona yang terlihat frustasi. “yah~ kapan aku marah-marah padamu?”
“kau tidak marah padaku? Tapi tadi jelas-jelas terdengar dari suaramu,kau seperti marah padaku.” pikir Yoona.
Sehun menaruh kedua tangannya di kedua sisi wajah Yoona sembari menunjukkan smirk andalannya “ouhh~~ jadi kau takut kalau aku benar-benar marah padamu,huh~?”
Merasa kesal, Yoona melepaskan kedua tangan Sehun “aku kesini awalnya ingin memastikan apakah kau marah atau tidak. Tapi karena aku sudah tahu kalau kau tidak marah,aku akan pergi.”
Yoona perlahan menarik dirinya menjauh dari Sehun dan beranjak ingin bangun namun dengan cepat Sehun menarik tangan Yoona yang membuat Yoona kembali terjatuh ke dalam pelukan Sehun.
Sehun merengkuh tubuh mungil Yoona dengan kedua tangannya yang berada di pinggang Yoona dan memeluknya erat. Yoona yang kini berada di pelukan Sehun, mendongakkan kepalanya menatap Sehun “apa yang kau lakukan? Aku ingin pergi.”
“kau melupakan hal yang lain,Im Yoona.” Ucap Sehun membalas tatapan Yoona.
Mendengar itu,Yoona hanya merespon dengan kedua alisnya yang bertautan. Seakan mengerti arti ekspresi Yoona, Sehun terkekeh “aku berkata kalau aku merindukanmu.”
“baiklah,kau merindukanku. Lalu?”
“maka dari itu kau tidak boleh pergi.” Titah Sehun.
“atas dasar apa kau bisa mengatakan itu padaku?” ucap Yoona tidak terima.
“karena kau adalah pacarku.” Jelas Sehun.
“hmm..alasanmu yang itu bisa diterima tapi apakah kau harus memelukku seerat ini? kau membuatku tidak bisa bernafas.” Keluh Yoona cemberut.
“aku memiliki alasan yang lain. Karena kau milikku jadi aku berhak memelukmu seperti ini.” Sehun tersenyum lebar saat melihat ekspresi Yoona yang terlihat speechless dan pasrah.
“ah..benar. ada satu hal lagi yang berhak aku lakukan padamu.”
Yoona mengerjap-ngerjapkan matanya menatap Sehun bingung.
Sehun menunjukkan smirknya “adalah ini” bersamaan dengan berakhirnya ucapannya,Sehun mendekatkan wajahnya menyentuh bibir ranum Yoona dan menciumnya dengan lembut.
Kedua bola mata Yoona membesar ketika ia menyadari bahwa Sehun tengah menciumnya. Namun perlahan Yoona mulai memejamkan kedua matanya dan membalas perlakuan Sehun. Sebuah ciuman lembut tanpa nafsu yang membuat mereka berdua terhanyut di dalam dunia mereka sendiri.
Dan tanpa menyadari beberapa pasang mata yang sedari tadi memperhatikan kegiatan mereka. Walaupun dengan pencerahan sinar bulan yang minim, beberapa pasang mata tersebut bisa melihat dengan jelas pemandangan yang ada di hadapan mereka kini. Dengan kedua mata mereka yang kini membesar, mereka mulai menjauhi pintu kamar Sehun.
“woahh~ woah~~~ woah~~~”
“ya,Baekhyun! Berhenti mengeluarkan suara seperti itu!” sungut Suho kesal melempar bantal sofa kearah Baekhyun.
“woah~ Maknae kita ternyata bisa juga melakukan hal itu.” Kagum Baekhyun.
“ya! Kalau kau mengatakannya seperti itu, kau akan membuatnya terdengar aneh.” Seru Xiumin menghempaskan tubuhnya di sofa.
“mataku sudah ternodai~” rengek Tao mengelus-ngelus kedua matanya.
“ya! Huang Zitao! jangan berlagak kau masih polos.” Sahut Baekhyun.
“anak itu benar-benar memanfaatkan kesempatannya dengan sangat baik.” Decak Kai menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Hyung, cepat hentikan mereka. Sebelum mereka melakukan hal-hal yang lain.” Suruh Kyungsoo kepada Suho sang Leader.
Suho tergelak “aku? Kenapa harus aku?” ucapnya tidak terima.
“bukankah kau Leader? Cepatlah~ masalahnya itu juga kamarku,Hyung~” ucap Kai mendorong tubuh Suho kearah pintu kamar Sehun.
“ya! Ya! Ya! Suruh Baekhyun saja!” seru Suho menarik tangan Baekhyun.
“kenapa aku?? Aku tidak mau! Ya! Zitao! Kau masuklah ke kamar Sehun!” titah Baekhyun yang langsung menyeret tubuh Tao mendekati pintu kamar.
Tao seketika panik ketika tubuhnya ditarik paksa “kenapa aku??! Aku tidak mau!! Aku tidak mau kedua mataku ini ternodai lagi!!” rengeknya berusaha melepaskan genggaman Baekhyun yang bertengger di lengannya.
Menerima sinyal bantuan dari Baekhyun,Chanyeol dan Chen segera berdiri dan membantu Baekhyun mendorong paksa tubuh Tao sementara Tao yang mulai berteriak histeris. Walaupun memiliki ilmu wushu yang ia pelajari dari kecil,tidak akan berguna apabila ia harus melawan 3 orang sekaligus.
Sesampainya di depan pintu, Baekhyun dengan cepat membuka pintu dan mendorong tubuh Tao untuk masuk ke dalam kamar. Bersamaan dengan masuknya Tao ke dalam kamar, Baekhyun segera menutup pintu dan menguncinya dari luar. tawa para member seketika meledak saat mendengar teriakan histeria Tao yang mulai memukul-mukul pintu dari arah dalam kamar.
“AKHHH!!! MATAKU!!! HYUNG~~!!! KELUARKAN AKU DARI SINI~!!”

THE END
.

Note :
Hai~ aku kembali dengan membawa sebuah One-shoot ^^ bagaimana? Apakah menarik perhatian para readers di sini? Aku harap kalian semua suka,hehe
niatnya sebelum aku ngelanjutin ff aku yang ‘annoying guy’ aku mau ngebikin satu ff lagi sambil kalian nunggu next chap dari tu ff. Jadi inilah hasilnya.
aku minta maaf apabila ada typo bertebaran di sini >.<
tolong,tinggalkan comment-an kalian ya! Terima kasih~

46 thoughts on “(Freelance) Oneshot : Misunderstanding

  1. q suka ceritanya,bener2 lucu…q smpai ktwa pas tao diseret secara paksa untk menghntkn sehun ma yoona spya ngga trlalu jauh..?

  2. kya! daebak!
    sehun kau juga menodai mataku #eh aku kan ga liat -,-
    akh! tao kyeopta!
    bikin ff kayak gini banyak2 ya thor!
    keep writing!

  3. wow…,
    lucu banget deh nih ff wkwkw…
    taonya aduh…. bikin ngakak ni anak, moment yoonhunnya juga kocak tapi so sweet…
    semangat thor buat bikin ff yang lainnya..
    figthing…

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s