(Freelance) My Love Story (Chapter 1)

my love story

My Love Story [1]

By Cherryoong

Sad, romance, school life

Im Yoona SNSD, Xi luhan, Oh sehun EXO, Kwon yuri SNSD, Seohyun SNSD

Other cast : SNSD, EXO, Red velvet, Krystal jung

Disclaimer :This story is mine . Cast are belong god. I just borrowed the names of characters and places. Don’t plagiat this FF! Please keep RCL!

 

“Cinta itu memang sangat sulit !”

HAPPY READING

~

Pagi hari, dimana setiap manusia yang berada di dunia ini memulai kegiatan sehari-harinya. Sinar mentari yang menghiasi langit. Angin berhembus pelan. Burung-burung yang bertengger manis di dahan pohon itu berkicau.

KRIINGG

“berisik sekali..” keluh seorang gadis lalu membalikkan badannya serta menutup telinganya. Dan melanjutkan tidurnya kembali.

KRIINGG

“Iya,iya aku bangun”gadis itu mendudukkan dirinya dengan mata yang masih tertutup. Kemudian tangannya meraba-raba meja kecil yang berada disamping tempat tidurnya, lalu mematikan alarm yang menurutnya berisik itu. Dia masih mengantuk. Perlahan tubuhnya kembali terjatuh dengan posisi telungkup lalu melanjutkan tidurnya.

“YOONAA !!! CEPAT BANGUN !! APA KAU INGIN TERLAMBAT HUH?” teriak ibunya dari luar kamarnya.

“apalagi? Aku masih mengantukk” gadis itu mengerang.

“YOONAA !! KALAU TIDAK BANGUN AK-“

“ iya aku sudah bangun “ gadis itu buru-buru mendudukkan dirinya takut jika ibunya akan marah besar dan dia pasti tidak akan mendapat uang saku.

“Cepat kau mandi lalu sarapan bersama kami” perintah ibunya.

“iya eomma ” jawab yoona.

Gadis itu segera bangkit dari tempat tidurnya lalu kakinya melangkah menuju kamar mandi. Selesainya dia mandi, dia langsung berpakaian dan bercemin di kaca.

“ mengapa aku harus memakai kacamata ? aku terlihat bodoh, lugu dan menjijikan saat memakai kacamata ini ”gumamnya.

“dia tidak mungkin suka denganku , aku kan seorang gadis yang tidak terkenal sedangkan dia . diaa… ah sudahlah” ujarku pada dirinya sendiri lalu tersenyum lebar.

Gadis itu menuruni anak tangga dengan bersemangat. Lalu dia berjalan menuju dapur untuk makan bersama keluarganya.

“ kau bersemangat sekali ”ujar ibunya.

“ bukankah kita harus mengawali semua kegiatan dengan semangat?” Tanya yoona.

“ ya memang benar. Tapi kau tidak seperti biasanya” jawab ibunya.

“ aku selalu seperti ini” bantah yoona

“ terserah kau”

“aku selesai. Eomma aku berangkat dulu” ucap yoona.

“ iya hati-hati nak”

Yoona POV

Yoona , ya Im Yoona. Itulah namaku. Aku sudah sekolah tingkat 3 SMA . Setiap hari aku memang seperti ini. Selalu bersemangat ke sekolah. Hanya untuk melihat wajah orang yang aku suka. Aku menyukainya sejak aku masih kelas 1 . Tapi aku memendam rasa ini sendirian. Aku belum mempunyai nyali yang besar untuk mengakuinya. Ditambah teman sebangku yang cukup dekat denganku ini juga menyukainya. Aku tidak mungkin mengakui di depan semua orang. Hey,aku tidak sejahat itu. Aku merasa sangat beruntung karena sejak kelas 1 sampai sekarang, aku bisa satu kelas dengannya. Tapi dia tidak terlalu menghiraukanku. Aku tipe gadis yang individualis. Aku jarang bergaul. Setidaknya aku mempunyai 4 sahabat yang selalu menemaniku mereka adalah tiffany, sooyoung, seohyun, dan taeyeon.

“ah dia sudah datang rupanya” batinku saat melihat laki-laki itu duduk dibangkunya yang langsung disambut oleh teman sekumpulannya. Lelaki itu semakin hari semakin tampan saja, dengan rambut ke cokelatan, kulit putih bersih, serta senyum manis yang menggantung di wajah tampannya itu . Hal itu yang membuatku menyukainya.

Bel masuk sudah berbunyi. Semua siswa segera masuk ke dalam kelas mereka masing-masing. Suasana dikelasku sangat ramai. Lebih ramai dari pasar, menurutku. Sedangkan aku dan sahabat-sahabatku selalu membicarakan boyband yaitu SUPER JUNIOR.

“hey lihat ! kyuhyun membuat ulah lagi” ujar seohyun heboh saat melihat idolanya itu berbuat jahil kepada hyung satu grupnya. Kami sedang melihat kegiatan super junior melalui laptop taeyeon.

“bahkan dia mengeluarkan tawa evilnya” taeyeon menggelengkan kepalanya.

“lihat reaksi siwon saat melihat maknae evil itu”tunjuk sooyoung.

“hahaha, dia sangat sabar menghadapinya” tawa kami pun menggelegar di ruangan tersebut. Disaat kami sedang asyik menonton acara tersebut, datanglah Kim seonsaengnim. Guru yang membuat kami tertidur. Aku tidak memperhatikan pelajaran yang diajarkannya. Aku merogoh saku dan aku menemukan permen karet rasa mint disana.

“untung masih ada” lalu aku membuka bungkusnya dan mulai mengunyahnya.

“ sungguh membosankan” batinku.

“baiklah . aku akan memilih kelompok untuk kalian bekerja kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5 orang. Kelompok ini akan berlaku sampai kalian lulus nanti” jelas kim seonsaengnim. Aku pun langsung mendongakkan kepala ku.

“ aku akan menyebutkan kelompoknya” lanjut kim seonsaengnim.

“ aku tidak mungkin satu kelompok dengannya” batinku. Kim seonsaengnim mulai membacakan anggota dari masing-masing kelompok. Namaku dan namanya belum terpanggil sedari tadi. Apa mungkin ? ah aku tidak mungkin satu kelompok dengannya.

“ kelompok 5 beranggotakan Suho, baekhyun, luhan, yoona, serta seulgi”

“aku? Apa aku tidak salah dengar?” tanyaku tak percaya.

“ iya benar” jawab kim seonsaengnim.

“apa ini mimpi? “ batinku bertanya . lalu aku mencubit pipi ku dan ..

“aww. Sakit” pipiku merasa perih saat aku mencubitnya. Ternyata ini nyata.

“ ayoo kalian bergabung dengan kelompok kalian masing-masing”

Seisi kelas masih sibuk membereskan bangku mereka dan bergabung dengan kelompok mereka masing-masing. Sedangkan aku masih terdiam , aku masih tidak menyangka kalau aku satu kelompok dengannya.

“IM YOONA!” panggil baekhyun. Aku masih terdiam

“ hey kau ! ayolah, yang lain sudah membentuk kelompok tinggal dirimu saja”ajak seulgi. Dan aku pun sudah bisa mencerna apa yang mereka katakan padaku. Kemudian, aku membawa kursi ku dan bergabung dengan mereka. Apa mereka tidak tahu kalau aku sedang gugup?

“hey aku tidak bisa menggambar peta sebesar ini . apa kau bisa ?” Tanya suho pada yang lainnya. Aku pun mulai membaca soal yang diberikan kim seonsaengnim

“ aku tidak. Kau?” Tanya baekhyun pada seulgi.

“ tidak. Bagaimana denganmu, lu? “ Tanya seulgi pada luhan.

“aku tidak bisa , kalau soal olahraga kalian bisa tanyakan padaku. bagaimana denganmu? “ Tanya luhan padaku. Eh dia berbicara padaku. Aku masih terdiam. Mengapa sekarang aku sangat lamban saat berada di depannya?
“halo ! yoona?” luhan melambaikan telapak tangannya di depan wajahku berusaha menghilangkan lamunanku.

“ eh iya,hmm akan kucoba!” lalu tanganku segera mengambil pensil dan menggambarkan peta di atas kertas putih .

“kalau tidak selesai sekarang . kalian boleh mengerjakannya dirumah!” perintah kim seonsaengnim.

“ baiklah “ ucap semua murid di dalam kelas.

KRINGG KRINGG
Bunyi bel istirahat pun berbunyi. Semua siswa yang bersekolah disana pun berhamburan . koridor – koridor pun sangat ramai. Mereka berdesakkan untuk berjalan. Aku dan sahabatku memutuskan untuk pergi ke kantin untuk makan bersama.

“lihat ! itu mereka” bisik tiffany padaku. Ya, dia mengetahui bahwa aku menyukai luhan. Lantas , aku langsung menengokkan kepala ku.tiffany benar, mereka datang.

“dia sangat tampan!” batinku. Ya, hanya teman sekumpulanku yang tau bahwa aku menyukai luhan. Tidak ada yang tau. Aku dan sahabatku mempunyai sifat yang tertutup.

“yoong, lihatlah!” bisik taeyeon. Semua yang berada dikantin tercengang. Saat flower boy disekolah ini, seluruh tubuhnya basah akibat air soda yang dia beli ditumpahkan oleh seorang gadis. Wajah luhan memerah seperti menahan amarah.

“APA YANG KAU LAKUKAN?” teriak luhan didepan wajah gadis tersebut.

“SEHARUSNYA AKU YANG BERTANYA SEPERTI ITU! APA YANG KAU LAKUKAN BERSAMA SAHABATKU?” Tanya gadis itu , perlahan air mata gadis tersebut membuat sungai kecil di pipi porselennya.

“ Apa maksudmu?” suara luhan mulai merendah. Luhan mengernyitkan dahinya saat pertanyaan itu muncul.

“ jelas-jelas kau semalam berkencan dengan sahabatku!”

“ kau mengigau ya? Semalam aku hanya di-dirumah” ujar luhan gugup.

“ apa kau perlu bukti?” gadis itu masih menangis. Ya, gadis itu Krystal jung. Tapi apa hubungan mereka?

“ maksudmu?” Tanya luhan sambil meneguk salivanya.

“ ini . kau semalam berkencan dengan sulli. Kau berbohong!” gadis itu mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto luhan bersama sulli.

“ hey ! bukan begitu” ucap luhan sambil menahan pergelangan tangan krystal. Aku masih terdiam saat melihat kejadian itu. Sedangkan krystal masih meronta-ronta ingin melepas tangannya dari genggaman luhan.

“ dengarkan penjelasanku dulu, krystal jung” luhan terus memohon kepada krystal. Namun krystal berusaha untuk melepas genggaman tangan luhan darinya.

“ krystal jung! “ panggil luhan dan segera membalikkan tubuh krystal agar krystal menghadapnya. Luhan mendekatkan wajahnya kearah wajah krystal.

CUP~~

Luhan mencium krystal.

Tes.tes. air mataku menetes satu-persatu. Mengapa ini sangat sakit? Dadaku perih saat melihat kejadian ini. Sungguh aku tak sanggup berada disini. Aku ingin pergi disini. Tapi tubuhku membeku. Kakiku tak bisa digerakkan. Pandanganku kabur tertutupi air mata. Sedangkan sahabatku memandangku sedih.

“ maafkan aku , kekasihku” ucap luhan pada krystal. Tentu saja , kejadian tadi membuat fans luhan yang berada dikantin merasa sakit. Sedangkan aku yang mendengar bahwa krystal adalah kekasih dari luhan , aku tak bisa menahan tangisku. Aku segera berlari menuju balkon sekolah. Tempat itulah yang bisa menenangkan hatiku. Aku berlari secepat mungkin dan membanting pintu kantin.

Sesampainya di atas balkon sekolah. Aku berteriak seraya mengacak rambutku frustasi.aku hancur saat melihat kejadian tadi.

Tap . tap . tap

Aku mendengar suara langkah kaki mendekat ke arahku. Namun suara langkah kaki tersebut terdengar banyak. Apa mungkin itu sahabatku? Ya, benar. Itu mereka. Mereka yang selalu ada untukku. Mereka yang menghapus air mataku. Mereka yang menghiburku.

“ yoong, sudahlah. Masih ada pria lain yang lebih baik dari luhan “ ujar seohyun sambil menatapku sendu.

“ iya yoong, benar kata seo. Kau jangan terlalu larut dari kejadian tadi” ucap taeyeon membenarkan perkataan seohyun.

“ iya, lebih baik kau mencari pengganti baru, kulihat luhan kurang baik untukmu yang cantik dan baik hati” ucap sooyoung.

“ yang namanya sudah sayang. Susah untuk melupakannya,soo” ujarku sambil sesegukan karena menangis.

“ iya aku tahu itu. Kalau kau bisa mencari penggantinya. Kau bisa saja melupakan luhan dan bisa saja kau mencintai orang itu” ujar sooyoung.

“ tidak semudah itu “

“ sudahlah yoong. Lihat wajah cantikmu akan hilang saat kau menangis” bujuk taeyeon.

“ tersenyumlah” ajak tiffany sambil mengeluarkan eye smilenya. Lalu bibirku tertarik membentuk lengkungan manis sama seperti yang dilakukan tiffany.

“ nah, kalau begitu kau akan semakin cantik” ujar tiffany padaku.

“ berpelukan !” ucap sooyoung dengan nada sedikit berteriak. Kami pun berpelukan seperti teletubies.

“ ahh , mari kita ke kelas” ajak sooyoung .

“ ayo!”

 

Itulah yang membuatku senang. Sahabatku selalu ada untukku . aku memang sedikit manja pada sahabatku namun mereka memakluminya. Aku sangat beruntung memiliki sahabat seperti mereka. Walaupun kadang mereka sedikit idiot dalam bertingkah. Tapi mereka sangat bijak saat salah satu dari kita sedang menghadapi masalah. Aku berharap kita akan selalu seperti ini.

~

Tak terasa hari sudah menjelang sore, sebentar lagi matahari akan tergantikan oleh cahaya bulan yang menerangi saat malam hari. Sekolah semakin sepi, tinggal aku dan sahabatku dan beberapa staff di sekolah ini. Kami pun melangkahkan kaki menuju halte bus. Kami memang selalu naik bus bersama.

“ hey , bagaimana kalau kita ke kedai kopi dulu? “usul taeyeon.

“ baiklah, aku sedang bosan di rumah terus” seohyun menyetujui usul taeyeon .

“ kalian?” Tanya taeyeon.

“ iya, aku ikut”

“ aku juga ikut”

“ baiklah, aku juga”

“ okey, kita semua menuju kedai kopi” ujar taeyeon bersemangat.

 

Bus kami pun berhenti di pemberhentian bus. Kami pun keluar dari bus tersebut. Aku ikut, karena sepertinya aku butuh penghibur. Lalu kami pun sedikit berjalan kearah kedai kopi. Sesampainya disana kami disambut ramah oleh pelayan kedai ini.

“ Hot chocolate 2, Americano coffe 2. Caffé mocha 1” ujar taeyeon pada pelayan di tempat ini.

“ Hot chocolate 2, Americano coffe 2, Caffé mocha 1? Baiklah silahkan anda tunggu sebentar” ucap pelayan itu ramah dan membungkuk sebelum berbalik badan.

Sambil menunggu pesanan datang , kami bersenda gurau , dan itu cukup membuatku terhibur. Beberapa menit kemudian, pelayan itu kembali dengan minuman yang disusun rapi.

“ permisi. Pesanan anda sudah datang. Maaf membuat kalian menunggu” ucap pelayan itu sangat ramah. Lalu pelayan itu mulai menurunkan satu-persatu minuman yang kami pesan.

“ terimakasih” ucap kami. Lalu kami mulai menyesap minuman kami dengan hikmat, rasa coffe yang ku minum membuat pikiran tenang sejenak. Melupakan kejadian yang tadi siang kulihat. Cukup menikmati coffe ini yang kurasakan.

Setelah kami sudah selesai menyesap coffe tersebut, kami meninggalkan beberapa lembar won di atas meja. Dan mulai meninggalkan kedai tersebut. Saat di persimpangan jalan , kami harus berpisah. Taeyeon, sooyoung berjalan kearah persimpangan di sebelah kiri. Aku, Tiffany, dan seohyun terus berjalan lurus. Sebelum kami benar-benar terpisah, kami semua melambaikan tangan satu sama lain. Aku, seohyun dan tiffanymemang satu arah untuk pulang kerumah. Jadi , wajar saja kami sering bertemu.

“ yoong, kau jangan terlalu larut dalam kesedihan. Jujur, aku juga sakit melihat kejadian tadi” ucap seohyun dengan menatap kosong kearah aspal.

“ iya , aku tidak akan terlalu sedih” jawabku sembari membenarkan letak kacamataku. Tapi tunggu, ada yang mengganjal di perkataannya tadi. Apa maksudnya? Dia juga sakit melihat kejadian tadi? Apa mungkin?ah tidak, buang semua fikiran burukmu itu Im yoona. Dia sahabatmu mana mungkin dia menikung sahabatnya sendiri. Mungkin , dia hanya sakit melihat sahabatnya terluka seperti tadi. Tapi fikiran burukku tentang seohyun tidak juga menghilang dari otak ku.

“ sudah sampai. Dahhh, kita akan berangkat bersama esok” ujar tiffany.

“ iya, tunggu aku besok” jawabku dan segera masuk kedalam rumahku.

 

~My love story~

Malam sudah datang sedari tadi. Aku sudah mengerjakan semua tugas dari sekolah. Sebelum tidur, aku keluar kamar dan segera merenung di balkon . perlahan air mataku mendesak untuk keluar dan membanjiri pipiku. Rasa nyeri di dadaku masih tersimpan. Aku memang bodoh. Mengapa aku menyukai seseorang yang sudah mempunyai kekasih ? tapi kapan mereka berhubungan? Aku selalu menguntit luhan. Tapi mengapa hubungannya dengan krystal aku tidak tahu? Apa mereka baru menjalani hubungan itu? Sudahlah, aku menyerah. Luhan sudah mempunyai kekasih.

Aku melirik arloji berwarna biru bertengger manis di pergelangan tanganku.

“ ah sudah malam rupanya” ucapku. Lalu aku segera masuk kedalam kamar dan membaringkan tubuhku di tempat tidur.

***

Hari ini , sama seperti kemarin. Berangkat pagi-pagi untuk menuntut ilmu di sekolah. Aku dan sahabatku selalu berangkat bersama. Sesampainya disekolah , kami memasuki kelas. Lalu aku berjalan menuju mejaku. Mendudukan tubuhku diatas kursi. Lalu mengeluarkan buku Sains karena hari ini ada ujian. Lalu telingaku mendengar suara tangisan dari sebelah. Dia Irene, dia sepertinya sedang bercerita dengan temannya. Aku tak sengaja mendengar curhatannya.

“ dia jahat!” ucap Irene.

“sudahlah, Irene. Kau bisa mencari pria yang lebih baik” ucap temannya, Wendy. Tatapanku focus pada buku sainsku tetapi pendengaranku focus pada pembicaraan mereka.

“mengapa dia pilih krystal? Aku yang lebih dulu menyukainya” tangis Irene semakin keras. Tunggu mengapa ia menyebut nama krystal. Apa ini ada sangkutannya dengan luhan ? lalu pendengaranku semakin tajam.

“ luhan sangat jahat! Lihat saja dia” seru Irene. Air matanya terus mengalir. Luhan ? benar, ini ada kaitannya dengan luhan.

“ Irene sudahlah. Mereka sudah mempunyai hubungan. Apa kau mau menjadi perusak hubungannya?” ujar wendy.

“ mereka baru menjalani hubungan 1 minggu yang lalu . itu sangat mudah untuk kurusak” ucap Irene dengan seringainya.

Oh, jadi mereka baru mempunyai hubungan 1 minggu yang lalu, pikirku.

“ dasar wanita jalang, bisa-bisanya dia mencium pria ku”ucap Irene pedas.

‘Jadi, krystal pernah mencium luhan. Tapi kapan?’ batinku.

“ memangnya kapan krystal pernah menciumnya? Setahuku luhan yang mencium krystal ” Tanya wendy. Bagus, wen. Itulah pertanyaanku.

“ 1 hari setelah mereka berpacaran” jawab Irene.

“ aku melihatnya di perpustakaan” lanjut Irene.

            ‘tidak kusangka, krystal yang polos berani mencium luhan’ batinku.

“ mereka berciuman sangat panas” ucap Irene.

“dan-“

BRAKK

Semua yang berada di dalam kelasku menoleh kearahku. Termasuk Irene dan wendy. Aku tidak kuat untuk mendengar cerita Irene. Hatiku sakit. Tanpa sadar aku menggebrak mejaku dan lari tanpa tujuan. Semua orang yang lewat tanpa sengaja ku tabrak. Aku tidak bisa mengontrol tubuhku. Membiarkan tubuhku yang bereaksi. Aku berlari keluar sekolah dan menuju pohon tua dan duduk diatas dahannya. Mengeluarkan kekesalanku disana. Memandang pemandangan dari atas pohon . udara disini sedikit sejuk jika dibandingkan dengan udara yang berada dikelas tadi.

“ arggghhh” aku berteriak sepuas mungkin diatas pohon ini. Mengeluarkan semua perasaanku yang bercampur aduk menjadi satu.

KRRKKK

Dahan pohon yang kududuki ini patah dan terjatuh. Oh, tidak pohon ini sangat tinggi. Mungkin kepalaku akan pecah jika sudah menyentuh tanah.

“ eommaa, appa maafkan aku” batinku sebelum tubuhku menyentuh tanah. Aku pejamkan mataku. Tunggu. mengapa tidak sakit? Apa aku sudah mati ? tapi, seperti ada yang menahannya. Kubuka mata ku dan sedikit mengerjapkannya. Ada seseorang yang menolongku. Wajahnya tertutupi sinar matahari, hingga aku dibuat susah untuk melihat wajahya. Perlahan aku sudah bisa melihat wajahnya. Diaa…. Diaa yang menolongku?

“ berhati-hatilah” ucapnya. Aku masih terdiam dengan menatapnya. Apa ini mimpi? Dia yang menolongku?

“ i-iya” ucapku gugup dan turun dari gendongannya. Lalu dia membalasnya dengan senyuman hangatnya. Dia terlihat sangat manis saat seperti itu. Hingga aku melihat sekitar. Mengapa banyak orang? Apa mereka semua melihatku? Lalu , aku melihat sahabatku mereka sedang menatapku kaget.

“ kau tidak apa-apa?” Tanya sooyoung berlari kearahku. Dan disusul oleh taeyeon dan tiffany.

“ aku tidak apa-apa” jawabku .

“ kemana seohyun?” tanyaku.

“dia tadi berada disini. Entah kemana.” Jawab taeyeon.

“ mengapa mereka semua melihatku?” tanyaku lagi.

“ hey! Itu karena kau sudah ditolong oleh luhan. Oh, iya apa kau senang ditolongnya?” Tanya tiffany.

“ tak usah ditanya lagi soal itu” jawabku sambil tersenyum

“ kau beruntung ditolong oleh seseorang yang kau sukai” ujar taeyeon. Dan aku membalasnya dengan senyumku.

Aku memasuki kelas dan langsung disambut dengan tatapan tidak suka padaku. Apa yang terjadi mengapa mereka semua menatapku seperti itu?

“ hey ! kau yoona. Jangan kau dekati luhan lagi” ancam joy.

“ kau sudah menyakiti Irene” ujar wendy.

“ kalau kau berani mendekati luhan lagi , kau akan..” ancam joy terpotong.

“ apa hak kalian melarangnya mendekatiku? “tanya luhan memotong pembicaraan joy. Kami semua terdiam.

“siapa peduli. Ini semua demi temanku” jawab joy dengan nada menantang

“jika kau berani mengancam dia, aku akan menyebarkan foto ini “ ancam luhan sambil mengeluarkan foto mereka yang sedang mencuri makanan di kantin.

“ahhhh… b-bagaimana b-bisa ? berikan padaku” seru joy sembari melompat-lompat mencoba mengambil foto itu dari tangan luhan tapi dia tak bisa menangkapnya karena luhan lebih tinggi darinya. Aku dan sahabatku terkejut melihatnya termasuk wendy, joy, dan Irene yang terkejut fotonya ada di tangan luhan.

“berjanjilah untuk tidak mengancamnya lagi. Dan aku akan menahan foto ini” ucap luhan.

“b-baiklah” ucap mereka menyerah. Dan pergi meninggalkan kami.

“kau tidak perlu khawatir. Mereka tidak akan mengganggumu lagi” ujar luhan padaku. Aku membalasnya dengan anggukan tanda aku mengerti.

“gadis baik” ucapnya sambil mengelus puncak kepalaku. Sungguh aku senang sekali. Seperti ribuan kupu-kupu mendesak keluar dari perutku. Aku seperti terbang ke angkasa. Lalu dia pergi meninggalkan kami.

“yoong! Lagi-lagi kau mendapat perhatiannya lagi” pekik tiffany.

“ahh aku senang melihatnya” ujar taeyeon.

“kau sungguh beruntung yoong!” ucap sooyoung.

Aku sangat senang sekarang hingga aku memeluk mereka semua.

“hey! Ada kim seonsaengnim” ujar murid yang lewat di hadapanku. Lalu kami kembali ke tempat duduk masing-masing.

“Anak-anak tugas membuat peta yang kemarin ibu berikan . kumpulkan sekarang” perintah kim seonsaengnim.

“hey! Yoona! Apa sudah selesai?” Tanya baekhyun padaku. Mereka memberikan tugasnya padaku semua. Sedangkan mereka hanya santai-santai saja, sungguh kejam. Seharusnya aku saja yang mendapat nilai. Tapi didalam kelompokku ada luhan, jadi aku harus berbuat baik pada teman-temanku.

“ini . seperti ini? “ Tanyaku.

“ wahh.. ini kau yang membuatnya?” Tanya luhan padaku. Aku hanya mengangguk.

“bagus sekali”pujinya padaku.

“terimakasih”balasku.

“ya sudah cepat kumpulkan!” suruh baekhyun.

‘kau bisanya menyuruh saja’batinku. Lalu, aku berjalan menuju meja guru yang berada didepan.

TOK TOK TOK

Suara ketukan pintu terdengar di telingaku. Lalu muncul lah seohyun dari balik pintu.

“ maaf kim seonsaengnim. Saya terlambat masuk kelas. Karena saya harus ke toilet sedari tadi” ucap seohyun membungkuk pada kim seonsaengnim. Aku melihat mata seohyun yang sembab seperti sehabis menangis.

“kau kenapa, seo? “ tanyaku pada seohyun.

“tidak apa-apa”jawabnya dan duduk di kursinya.

*My love story*

Pulang sekolah kali ini terasa ganjil. Seohyun sedari tadi terdiam semenjak kejadian luhan menolongku. Apa mungkin seohyun benar-benar menyukai luhan juga?.
“seohyun, yoona ! aku harus ke toko makanan dulu ya. Kalian pulang duluan saja” ujar tiffany.

“ baiklah” jawabku.

Tiffany meninggalkan kami berdua. Taeyeon dan sooyoung sudah pulang terlebih dahulu. Sekarang hanya ada aku dan seohyun. Perjalanan ini membosankan, seohyun tak juga membuka suaranya. Sedangkan aku hanya bisa menatap kosong aspal yang ku pijak ini.

“yoong!” panggil seohyun setelah lama tak membuka suaranya.

“ iya, ada apa?” jawabku.

“ aku ingin bicara” ujarnya dengan tampang serius.

“ ya sudah, bicaralah” suruhku.

“ aku sudah terlalu lama memendam rasa sakit ini sendirian. Tak ada yang bisa membaca perasaanku-“ ucapan seohyun terpotong karena aku menyelanya “jangan berbelit akan sulitku mengerti. Langsung intinya saja” . perasaanku semakin tak enak saat seohyun mengatakan hal itu.

“ tapi jika aku mengatakannya, jangan sekali-kali kau marah padaku” ucapnya.

“ ya baiklah, katakan!”

“se-sebenarnya…”

To be continued

Author’s Note : hai ! gimana ? ini sebagian dari cerita asli yang aku alami. Tapi sebagian juga ngarang. Maaf, kalau ceritanya absurd, alurnya kecepetan. Tunggu chapter selanjutnya,ya !Please comment !

29 thoughts on “(Freelance) My Love Story (Chapter 1)

  1. Akhhh knapa seohyun harus suka sma luhan? Tp gpp deh, sehun sama yoona aja😉 cpet cepet d lnjut chap 2 Thor
    Keep writing

  2. FFnya keren…^^
    Sehun oppa kenapa belum muncul ?? Padahal aku sangat menantikannya..😦

    Next chapnya ditunggu..😉

  3. semoga couplenya yoonHun…
    sehunnya belum muncul..gak papa semoga aja ntar munculnya cetar deh…ditunggu part 2nya

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s