Growing Pain

Growing Pain

Growing Pain

[elevenoliu] | EXO Kai and SNSD Yoona | Romance-Sad | Rated for 15+

Kedua mata milik Kim Jongin terus mengikuti sosok seorang gadis yang baru masuk ke sekolah yang dinaungi oleh Jeguk Corp. Gadis yang mengaku—lebih tepatnya diakui oleh musuh hidup dan matinya, yaitu Park Chanyeol sebagai anak dari orang kaya baru. Seingatnya, ia pernah bertemu gadis tersebut—Im YoonA ketika dia berada di bengkel motor lalu Yoona datang sebagai pengantar makanan. Apa itu jenis dari orang kaya baru? Jongin rasa tidak.

“Hei, kau lihat apa, hm?” Tanya seseorang yang duduk tepat disebelahnya—Do Kyungsoo, tapi Jongin tidak bergeming. Ia tetap memerhatikan Yoona yang sedang berjalan sendiri saat istirahat siang ini. Dimana si bajingan itu?

Kyungsoo yang merasa dicueki langsung mengikuti arah tatapan Jongin dan ia mendapati Yoona disana. Ia langsung menyikut lengan Jongin pelan, “Eh, kau suka dengannya?”

Setelah mendengar pertanyaan Kyungsoo, Jongin langsung menoleh, “Suka apanya!”

“Suka dengan Im Yoona si orang kaya baru itu, ‘kan?” Tebak Kyungsoo.

“Terserah padamu saja.” Balas Jongin lalu bangkit berdiri dari duduknya. Ia melangkahkan kakinya menghapus jejak Yoona menjadi jejaknya. Kedua tangannya masuk ke saku seragam, berjalan dengan tegap, lehernya tetap tinggi, dan sepatu merahnya selalu menyala. Oh, tentu saja tidak lupa dengan pesona Kim Jongin yang seram bagaikan setan.

Tak jauh dari pandangan Jongin, ia bisa melihat lelaki yang tinggi dengan rambutnya yang berwarna coklat berjalan menghampiri Yoona yang berjarak sekitar dua meter dihadapannya. Tentu saja Jongin bisa mengerti tatapan milik lelaki itu—Chanyeol, yaitu pergi dari gadisku.

But, who cares? Hei, Chanyeol, kau berhadapan dengan Jongin sekarang.

Langkah kaki Yoona terhenti secara paksa ketika tangan Chanyeol melingkar di pinggangnya, “Yak! Ada apa?” Pekik Yoona.

“Diam saja. Ada setan yang ingin mengganggumu.” Balas Chanyeol sambil melempar tatapan mematikan miliknya itu kearah Jongin.

Jongin hanya bisa tertawa pelan lalu mengedarkan pandangannya dan berhenti di manik mata Chanyeol, “Siapa setan? Aku?” Jongin melangkah tiga langkah ke depan, “Lagipula aku tidak ingin mengganggu dia.” Lanjut Jongin.

“Itu menurutmu, tapi menurutku, iya.” Balas Chanyeol.

Yoona langsung melepaskan tangan Chanyeol dari pinggangnya, “Ck. Kalian berdua yang menggangguku.”

“Hei, Yoona!” Teriak Chanyeol namun, Yoona tidak merespon lebih selain berjalan menjauhi dua mahluk itu.

“Lihat? Semua karena ulahmu, setan!”

Meskipun mataku selalu melihatmu, aku tidak bisa melihatmu.

Karena kau tidak mengijinkannya.

.

.

.

Roda motor Jongin berhenti tepat disebelah Yoona yang sedang berjalan sendiri di trotoar di jam pulang sekolah ini. Ia membuka helm-nya lalu berteriak, “Hei, Yoona! Berhenti disana.”

Tapi, Jongin tidak melihat Yoona berhenti disana.

“Yak! Im Yoona!” Teriak Jongin sekali lagi.

Dan langkah kaki Yoona pun berhenti. Ia menengok kearah Jongin lalu menatapnya tajam, “Jangan memanggilku.” Desis Yoona.

Jongin mendecak kesal lalu mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor ponsel Yoona yang sudah ia hapal mati di otaknya.

Tut.

Tut.

Tut.

Selagi nada sambung mengisi pendengarannya, Jongin tetap memerhatikan Yoona yang masih melangkahkan kakinya tanpa mengecek ponselnya yang pasti sudah bergetar hebat di saku atau mungkin di tasnya.

Tuuuut.

“Sial!” Desis Jongin lalu memegang ponselnya kuat-kuat menaham amarahnya pada gadis yang dia cintai itu.

Meskipun bibirku memanggilmu, kau tidak bisa mendengarku.

Karena kau memang tidak mau.

.

.

.

Sebuah piring yang setengahnya telah penuh dengan makanan dari sekolah Jeguk ini diletakkan oleh gadis cantik—Yoona lalu disusul oleh dirinya yang mulai mengacak-acak makanan tersebut dengan sendok dan garpunya.

“Padahal aku lebih suka masakan ibu.” Gerutunya.

Tiba-tiba seseorang duduk tepat dihadapannya tanpa makanan yang menemaninya padahal sekarang sedang jam makan siang. Ia menoleh kearah orang tersebut dan oh…Kim Jongin. Pantas saja, orang seperti dia ‘kan bisa makan kapan saja. Dasar setan.

“Kau tidak menawariku makan?” Tanya Jongin sambil menyunggingkan senyumannya kepada Yoona. Yoona hanya menatap Jongin dengan dingin lalu menyendok makanannya tanpa merespon lebih.

Jongin menghela napasnya pelan, “Padahal aku mau makan jika kau menawariku lho.

Dan kali ini tidak ada respon lebih dari Yoona. Bahkan dia asik mengunyah makanannya sambil memerhatikan beberapa siswa-siswi yang sedang menikmati makan siang mereka.

Yoona bisa mendengar suara tawa Jongin yang berat itu dan disusul dengan pertanyaan, “Gadis seperti ini. Bagaimana bisa aku tidka tertarik?”

Dan pertanyaan tersebut berhasil membuat Yoona tertegun namun, siapa perduli? Hatinya sudah dipenuhi oleh Park Chanyeol.

Meskipun hatiku menginginkanmu, kau tidak bisa merasakannya.

Karena hatimu sudah ada yang memiliki.

.

.

.

Pagi pertama di perkemahan yang diadakan oleh sekolah Jeguk ini membuat Yoona jengkel. Bahkan sarapan yang ia kunyah sekarang saja menjadi hambar ketika ada hadirnya seorang gadis yang tak pernah ia harapkan, Kang Seulgi yang masih berstatus sebagai tunangan Chanyeol untuk saat ini.

“Kemarin malam aku tidak melihatmu di perkemahan. Kau kemana, Seulgi?” Tanya Kyungsoo yang duduk tepat di sebelah Seulgi.

Seulgi menatap kearah Chanyeol lalu kearah Yoona yang duduk tepat disebelahnya, “Tentu saja bersama tunanganku, Chanyeol. Iya, ‘kan?”

Seulgi, kau beruntung. Mood Chanyeol sedang baik kali ini, “Iya.”

“Wah! Jadi kau menyusul Chanyeol ke hotel? Kalian melakukan apa saja?” Tanpa sadar pertanyaan Kyungsoo malah berhasil membuat mood Yoona hancur. Ia langsung bangkit berdiri lalu keluar dari restoran dekat perkemahan. Ia berjalan kearah kolam renang dan tanpa ia sadari, seseorang sudah berada disana.

Kim Jongin sudah berada di dekat kolam renang sedari tadi. Lebih tepatnya dia baru saja selesai mandi dan hendak ke restoran untuk sarapan, tapi ia melihat gadis kesukaannya, Yoona. Ia langsung saja berhenti ketika ia melihat Yoona dengan raut kesal di wajahnya.

“Hei, Yoona! Kau mau kemana?”

Yoona tidak bergeming. Ia tetap melangkahkan kakinya hingga posisinya tepat berada di samping Jongin, Jongin menarik Yoona dan hendak menceburkannya ke dalam kolam renang, tapi tangannya tetap memegang Yoona.

“Kau mau kuceburkan atau tidak?” Tanya Jongin. Yoona hanya diam sambil menatap tajam Jongin dengan dahi yang mengerut.

Jongin tersenyum dan…

BYUR!

Yoona tercebur ke dalam kolam renang.

Aku tidak pernah belajar tentang cinta, tapi kenapa perasaan ini datang kepadaku?

Karena orang itu kau. Oleh sebab itu, perasaan ini datang.

.

.

.

Sekolah Jeguk akhirnya terpijaki oleh Jongin setelah ia tinggali selama tiga hari untuk perkemahan. Ia berjalan di koridor sekolah lalu bertemu dengan Kyungsoo yang sedang menyemprot parfum ke seragamnya sambil memikul ransel yang penuh dengan baju miliknya. Biar Jongin tebak, Kyungsoo pasti tidka pulang ke rumah.

“Hei, Kyungsoo!” Panggil Jongin.

Kyungsoo menoleh lalu tersenyum lebar hingga bibirnya membentuk hati, “Hei, Jongin! Tumben pagi sekali ke sekolah.”

“Kau saja yang selalu datang lima menit sebelum bel jadi, kau tidak tahu bahwa selalu aku yang sampai di sekolah. By the way, kau dari kelab malam? Tidak pulang ke rumah?”

“Apaan sih!” Amuk Kyungsoo lalu mendecak kesal, “Aku ke toilet dulu.”

“Tinggal mengaku saja. Susah?” Tanya Jongin sambil memerhatikan Kyungsoo yang berjalan memasuki toilet. Baru saja dia mau melanjutkan perjalanannya ke kelas namun, langkahnya terhenti ketika melihat dua insan yang selalu ia temui.

Gadis kesukaannya dan musuh hidup-matinya.

Dan yang membuat Jongin makin muak adalah mereka berpegangan tangan. Ia hanya berhenti lalu menatap kedua tangan yang saling memegang. Ia bisa melihat jemari Yoona yang terselip di antara jari-jari Chanyeol. Ia menatap kedua insan itu lalu menghela napasnya, “Awas. Aku mau lewat.”

Tanpa menunggu balasan dari Yoona dan Chanyeol, Jongin berjalan lalu melewati kedua tangan mereka yang terpaut hingga terlepas begitu saja.

Hal itu sangat menyakitkan sampai aku tidak bisa menanganinya jadi, aku tidak bisa menghampirimu.

Karena kau sudah bersamanya.

.

.

.

Jongin berjalan sore di dekat rumah Chanyeol dengan jaket di dalam genggamannya. Sebenarnya tujuannya adalah ke mini market dekat rumah Chanyeol karena ia yakin Yoona berada disana hampir setiap sore dan benar saja, Jongin bisa melihat seorang gadis duduk memunggunginya di salah satu bangku di depan mini market tersebut.

Jongin memakaikan jaket tersebut ke tubuh gadis itu—Yoona tanpa mendapat ijin dari Yoona sebelumnya. Ia berjalan menuju bangku kosong yang berada dihadapan Yoona, “Pakai saja. Musim dingin hampir tiba jadi, suhu udara semakin menurun.”

Sebuah senyuman merekah di wajah cantik Yoona lalu ia menatap Jongin yang berada di hadapannya, “Gomawo.”

Bulu kuduk Jongin berdiri lalu jantungnya berdebar lebih kencang. Ia menatap Yoona lalu berkata dengan bergemetar, “Jangan menatapku seperti itu. Itu membuatku gugup.”

“Baiklah.” Jawab Yoona sambil mengedarkan pandangannya—tidak menatap Jongin lagi.

Entah mengapa, Jongin lebih nyaman seperti ini.

Aku menginginkanmu dan berharap padamu, tapi aku tidak bisa mendapatkanmu.

Aku berusaha mengubah perasahaan ini, tapi hatiku…

Memilih untukmu.

.

.

.

Dengan sebal Yoona menghampiri Jongin yang duduk di salah satu bangku di café yang ia tempat untuk kerja paruh waktu. Ia mendecak kesal, “Kenapa—“

“Jangan mengoceh. Aku datang kesini karena aku kesepian.” Kata Jongin memotong pertanyaan Yoona.

“Tapi, kau datang lima menit sebelum café ini ditutup.” Balas Yoona.

“Aku memang sengaja. Cepat selesaikan pekerjaanmu. Aku menunggu diluar.” Jongin bangkit berdiri lalu berjalan menuju pintu keluar, “Ingat! Jangan menghindariku.”

Yoona hanya mengendikkan bahunya acuh tak acuh. Ia pun melanjutkan pekerjaannya.

Udara yang dingin mulai menusuk kulit Jongin, ia menghela napasnya hingga uap tubuhnya yang hangat keluar dari mulutnya. Ia menoleh kearah café dan mendapati Yoona yang sudah keluar dengan jaket penghangatnya.

“Selesai juga. Ayo, aku akan mengantarmu pulang.” Ajak Jongin.

“Jadi, kau ingin….tidak usah. Aku bisa sendiri.” Tolak Yoona.

“Sudahlah.” Jongin memakaikan helm ke kepala Yoona dengan asal lalu menaiki motornya. “Cepatlah naik. Udara semakin dingin.” Suruh Jongin.

Yoona hanya mengangguk sekilas sambil membetulkan helm yang ia kenakan. Ia memegang jaket kulit Jongin lalu duduk di belakang Jongin.

“Pegangan yang erat.” Peringatan Jongin membuat Yoona memutar kedua bola matanya. Bisa-bisanya mencari kesempatan di kesempitan, pikir Yoona.

Jongin pun menyalakan mesin motornya dan melajukan motornya. Sedangkan Yoona sudah memeluk tubuh Jongin dari belakang karena menghindari hal-hal yang tak ia inginkan terjadi. Berbeda dengan Jongin, ia menyuruh Yoona memegangnya erat-erat karena ia ingin menikmati momen singkat ini.

Hanya butuh beberapa menit karena jarah café dengan rumah Chanyeol—Yoona tidak begitu jauh. Baru saja Jongin mematikan mesin motornya dan Yoona turun dari motornya, pintu rumah terbuka dan muncul Chanyeol dibaliknya.

“Aku sudah menunggumu.” Ucap Chanyeol sambil memegang pundak Yoona lalu menariknya pelan ke dalam pelukannya.

“Jongin, terima kasih sudah mengantar Yoona.” Kata Chanyeol kepada Jongin yang sudah memutar kuncinya lagi.

“Santai saja.” Jongin menyalakan mesinnya dan pergi dari sana.

Aku tidak tahan dengan ini semua. Kenapa rasa sakit ini datang kepadaku?

Aku pikir aku akan seperti ini untuk sekarang, sayapku terpotong karenamu.

Lalu aku jatuh karenamu.

END

Hai, akhirnya FF yang ew ini jadi HAHA semoga kalian pada suka yaaa!😀 Oh iya, FF ini terinspirasi dari OST. The Heirs, yaitu Growing Pains. Karena lagu itu memang didedikasi untuk Choi Young Do jadi, aku buat deh FF ini hahahahha

41 thoughts on “Growing Pain

  1. waah gue telat coment😀
    tp ff ini bagus kok..
    jadi keinget young do😀
    sebenernya di drama The Heirs aku lbh setuju sama hubungan youngvdo sama eunsang *curhat😀
    jadi plis ya thoor bikin sequelnya..
    terus pairingnya YoonKai..
    pliiissss😦

    fighting thoor..

  2. ohhh tuh kan dri pertama baca kok adegannya kaya youngdo di the heirs eh emg bnet …^^
    sequel donk kasian kai setuju yoonkai..

  3. ahh.. inget kai disini perannya kaya young do, jadi inget lagi gimana nyeseknya young do.. huaaa.. kirain bakal happy. eh kasian kai nyaaa

  4. Jd yoona tinggal serumah sama chanyeol ?
    Nyesek banget deng jongin, knp ga nyerah aja ??
    Berharap ada sequel tentang nasib jongin selanjutnya ..

  5. Waktu baca judulnya langsung ngeh kalau sama dengan judul OST. The Heirs
    Dan setelah baca FF-nya secara keseluruhan, ternyata emang terinspirasi dari lagu drama itu
    Tahu nggak sih, itu lagu favorit aku lho *ga ada yg nanya*😄
    Walaupun aku suka YoonYeol, tapi di sini aku lebih suka Yoona sama Kai aja
    Mungkin karena keinget sama drama The Heirs, yg sebenarnya aku lebih dukung Eun Sang sama Young Do daripada sama Kim Tan (salah fokus)^^’

    Nice FF via, aku suka banget quotes di akhir tiap scene❤
    Ditunggu FF yang lain ya, fighting (^.^)9

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s