See You [1]

See You_2

See You

[elevenoliu] | Kris, SNSD Yoona and EXO Suho | Romance-Drama | All Rated

Yang diketahui orang; dia sendirian. Yang dia rasakan; hidupnya begitu berwarna. Mereka bukan sok tahu, tapi mereka tidak tahu. Im Yoona, seorang wanita berumur 25 tahun yang bekerja di Kim Corp. sebagai posisi sekretaris. Aktivitas rutinnya adalah bangun, bersiap, pergi ke kantor, kerja, makan siang, kerja, pulang ke apartemen sewaannya yang tidak terlalu mewah, dan ya, seperti sekarang; membuka komputernya.

Tidak. Dia tidak melanjutkan pekerjaannya. Dia membuka MSN-nya untuk menghubungi seseorang. Bukan. Bukan keluarganya juga. Dia anak tunggal dan orang tuanya tinggal di kampung yang terletak di pelabuhan Busan sedangkan dirinya menetap di Seoul setelah lulus dari studinya. Jadi, dia menghubungi siapa?

Oh, tentu saja seseorang. Seseorang yang spesial dan seseorang yang berpengaruh besar di hidupnya belakangan ini. Kira-kira mereka sudah menjalankan hubungan ke-8 bulan di bulan ini. Yoonapun memulai perbincangan ringan mereka dengan sapaannya.

Yoong30: Hi

Yoong30: How’s life?

Yoona meraih gelas yang terisi air putih dingin itu lalu meneguknya namun kedua matanya tetap terjaga pasa layar komputernya. Menunggu balasan dari seseorang tersebut.

(Kreazewu is typing…)

Yoona langsung meletakkan gelas tersebut ke meja lalu meletakkan tangannya ke atas keyboard. Bersiap untuk membalas balasan dari si pria Kreazewu tersebut.

Kreazewu: Never been better than this

Kreazewu: Bagaimana denganmu, Yoong?

Yoong30: Beres. Hari ini aku gajian dan tadi setelah pulang dari kantor aku langsung mengirimnya kepada orang tuaku. Semoga mereka senang.

Kreazewu: Aku saja senang mendengarnya. So, they will ^^

Yoong30: Bagaimana dengan bukumu?

(Video Call from Kreazewu)

Yoona tersentak. Dia langsung menjauhi dari layar computer lalu mengambil sisir dan menyisir rambutnya. Ya, dia baru saja selesai mandi dan rambutnya masih basah. Selagi dia menyisir, dia mencari lipgloss miliknya. Dia tidak ingin tampil biasa dihadapan pria tersebut.

Ya. Kreazewu—Kris Wu adalah seorang pria berdarah campuran dari China dan Canada. Setelah menyelesaikan sekolah dasarnya di Canada, dia pindah ke Korea sampai dia lulus kuliah. Setelah itu, dia memutuskan untuk pindah ke Australia dan mewujudkan cita-citanya sebagai penulis.

Dan yang Yoona tahu, buku milik Kris akan segera terbit dalam jangka waktu dekat ini. Dia ikut senang akan kesuksesan pria berumur 27 tahun itu. Kris memberi waktu yang banyak demi buku tersebut. Jadi, Yoona harus meyakinkan Kris bahwa buku tersebut akan sukses. Yoona memberi Kris semangat kapanpun, dimanapun selagi dia bisa.

Yoona mengoles lipgloss ke bibir tipisnya lalu kembali duduk di depan komputernya. 1 missed call from Kreazewu. Dengan segera dia menghubungi Kris balik.

.

.

.

(Video Call from Yoong30)

Perhatian Kris yang baru saja ingin menghubungi editornya langsung terpusat kepada layar laptop-nya ketika dia mendengar nada panggilan dari Yoona. Dia langsung mematikan teleponnya dan mengangkat video call tersebut. layar laptop-nya berubah menjadi wajah seorang Asian yang manis. Dia menyambut wanita itu dengan senyumannya.

“Hai, Yoong.”

“Hai, Kris. Hehehe.. Maaf, tadi aku habis dari toilet.” Balas Yoona sambil melambaikan tangannya menyapa Kris.

It’s okay. Jadi, kau ingin tahu soal buku-ku?” Tanya Kris langsung.

“Yeah. Beri tahu kepadaku semuanya.”

“Umm.. Jadi, naskahku sudah kukirim sekitar dua bulan yang lalu dan tadi pagi aku baru saja menerima e-mail dari penerbitku bahwa naskahku diterima dan akan terbit kurang lebih 1 minggu lagi. Karena, proses produksi tidak terlalu lama.”

“Woooh! Chukkae, Kris! Aku ikut senang mendengarnya. Apa mereka memberikan komentar tentang naskahmu?”

“Mereka sangat menyukainya, Yoong. Mereka memprediksi bahwa buku-ku akan menjadi salah satu buku best seller nantinya.”

“Entah mengapa..” Kris bisa melihat wanita yang tengah berbicaranya itu memegang tengkuknya sebelum melanjutkan perkataannya, “aku ingin menyelamatimu secara langsung.”

Kris tercengang. Oh, please. Ini bukan kode-kode bahwa Yoona ingin bertemu dengan dirinya, bukan? Jujur saja, Kris belum siap. Ya, pria tampan yang berambut hitam pekat ini belum siap.

It’s okay, dear. Aku sangat senang ‘kok.

“Tsk! Padahal aku ingin sekali membaca bukumu.”

Oh, God. Please, jangan sampai, pikir Kris.

“A…Akupun begitu. Aku ingin kau membaca buku milikku pastinya, Yoong. Tapi, untuk saat ini buku milikku pasti akan dijual di Australia saja. Jadi, kau harus bersabar, okay?”

Oh. Dan tentunya Kris juga harus sudah siap.

Yoona tersenyum sekilas, “Oh, aku mengerti, Kris. By the way, kau sudah menonton film Love, Rosie?”

“Oh, tentu saja. Aku sangat suka dengan filmnya!”

Dan quality time mereka berlangsung dari titik tersebut. Setiap malam lewat MSN. Walaupun hanya beberapa jam namun itu sangat berarti bagi keduanya.

.

.

.

Yeah, bye. Aku mencintaimu.” Kata Yoona sebelum dia memutuskan hubungan video call mereka dan mematikan komputernya. Dia tersenyum sekilas lalu menyandarkan punggungnya ke kursi.

“Oh, tidak. Kenapa aku bisa tergila-gila seperti ini dengannya?” Gumam Yoona pelan. Dia bangkit dari duduknya dan berbaring di atas tempat tidurnya. Lagi-lagi dia tersenyum. Ya, dia memang seperti ini seusai berbicara dengan Kris; Pria yang dia kenal lewat omegle sebelumnya.

Pasti tidak ada yang menyangka bahwa mereka kenal dari situs yang menghubungkan dengan orang asing yang tak kita kenali itu dan BAM! Entah dari mana tapi, dia bertemu Kris. Yoona masih ingat betul bagaimana paras Kris saat itu. Rambutnya masih pirang, dia nampak sangat kurus, banyak rambut-rambut disekitar rahangnya. Kris sangat terlihat buruk saat itu.

Awalnya, Yoona enggan memberikan ID MSN-nya kepada pria asing tersebut yang sekarang menjadi kekasihnya. Entah dia merasa bodoh atau beruntung. Mungkin keduanya?

.

.

.

Kemeja krem, rok span hitam, sepatu bertumit berwarna krem, dan tas kerja berwarna hitam. Rambut coklat keemasannya dikuncir agak tinggi, poninya dia biarkan menutup dahinya yang indah itu, dan dengan makeup yang nampak natural semakin membuatnya terlihat cantik.

Dengan yakin, Yoona melangkahkan kakinya ke kantornya. Dia sudah bekerja selama 2 tahun sebagai sekretaris di Kim Corp. Sebenarnya Kim Corp. merupakan perusahaan milik keluarga Kim, yakni temannya sendiri. Sang pemilik yang bernama Kim Tae Won sudah pensiun dan kini posisinya diganti oleh anak semata wayangnya, Kim Joon Myun.

Kim Joon Myun adalah teman semasa kuliahnya Yoona. Yoona sendiri berhasil masuk ke Kim Corp. juga merupakan bantuan Joon Myun. Yoona sempat menolak. Tapi, Yoona butuh uang tentunya. Selagi ada kesempatan, kenapa harus dia lewatkan?

Yoona menekan tombol lift lalu menunggu didepannya. Dia merapikan kemejanya agar tidak ada lipatan yang terlihat. Tidak, Yoona tentu saja tidak berusaha tampil cantik dan menarik untuk Joon Myun. Dia melakukan hal tersebut untuk profesionalitas. Selain itu, dia seorang phlegmatis yang berarti dia merupakan orang yang perfeksionis.

“Pagi, Yoong.” Sapa seseorang yang berhasil menyita perhatian Yoona. Yoona menoleh ke asal suara lalu tersenyum dan menunduk sekilas.

“Pagi, pak Joon Myun.” Sapa Yoona balik.

Joon Myun terkekeh, “Pak? Oh, please, Im Yoona. Panggil saja Joon Myun. Aku lelah lho memperingatkanmu setahun belakang ini.”

“Setidaknya aku memanggilmu dengan nama saja diluar kantor. Aku tidak ingin hubungan kita sebagai teman merupakan excuse untuk memanggilmu dengan Joon Myun.” Yoona menekan nada bicaranya di bagian Joon Myun.

Dan Joon Myun hanya bisa mengerutkan bibirnya. Memang dia tidak bisa mengelak. Entah mengapa mood dia berubah ketika mendengar kata teman dari mulut Yoona. Ya, Joon Myun memang berharap lebih. Tapi, hei! Dengan jelas Yoona tidak memberinya celah.

TING!

Tanda lift telah tiba di lantai dasar, Joon Myun menekan tombol lift agar pintu lift terbuka lalu tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang rapi dan putih itu, “Ladies first and no excuse.

Yoona hanya bisa tersenyum lebar membalas perilaku dari Joon Myun lalu melangkah masuk. Kini giliran dia menekan tombol lift, “Terima kasih, pak Joon Myun.”

“Im Yoona, please?”

Dan Yoona hanya membalas Joon Myun dengan tawanya.

.

.

.

Jam makan siang telah tiba, Yoona bangkit berdiri dari kursi kerjanya lalu berjalan menuju toilet dengan tujuan mencuci tangan sebelum makan. Ya, Yoona membawa bekal sendiri dari apartemennya. Selain hemat, sudah pasti lebih sehat dan bersih. Biasanya dia makan di mejanya bersama Kwon Yuri, sahabat karibnya semenjak dia bekerja di Kim Corp.

“Hai, Yoong.”

Yoona menoleh, “Oh. Ada apa, pak Joon Myun?” Tanya Yoona.

Gak apa-apa ‘kok. Mau makan siang bersama?” Tawar Joon Myun—orang yang menyapa Yoona tadi.

Sure.” Balas Yoona.

“Bagaimana jika di ruanganku?”

Yoona terdiam sebentar. Sebenarnya dia ingin menolak. Tentu saja. Dia diterima di posisi sekretaris juga berkat Joon Myun. Tujuan dia adalah menghindar dari omongan orang bahwa mereka menjalin suatu hubungan yang tentu saja salah besar.

She is taken.

“Yoong?” Panggil Joon Myun sekali lagi.

“Sebenar—“

Please? Kali ini saja. Ada yang ingin aku bicarakan.” Mohon Joon Myun.

Yoona menatap mata Joon Myun lalu membuang pandangannya, “Baik. Tunggu aku di ruanganmu.” Setelah itu Yoona membuka pintu toilet dan hilang dari pandangan Joon Myun.

.

.

.

Wangi makanan Yoona menyeruak mengisi ruangan Joon Myun. Padahal dia hanya memasak kari biasa dengan nasi putih. Yoona meletakkan kotak bekalnya ke atas meja lalu mengelap sendoknya dengan tissue yang bersih.

“Makananmu sepertinya enak.” Ucap Joon Myun membuka pembicaraan.

Yoona tersenyum, “Yeah. Tentu saja.”

“Aku jadi ingin mencoba masakanmu.” Balas Joon Myun.

“Sepertinya kau lebih sering makan masakan yang jauh lebih enak disbanding masakanku.”

“Tapi, aku ingin mencobanya.” Joon Myun membuka kotak bekal yang diantar oleh orang rumahnya, “Bolehkah kau membuatkanku bekal untuk besok?”

Yoona mengangkat wajahnya menatap Joon Myun, “Besok? Boleh.”

Joon Myun terkekeh pelan, “Aku sangat berterima kasih, Yoong.”

Welcome.

.

.

.

“Hei, Yoong!”

Yoona menghelakan napas lega, akhirnya suara yang dia dengar hari ini bukan suara milik Kim Joon Myun. Dia menoleh ke asal suara sambil meletakkan selembar kertas ke dalam map coklat.

“Hei, Yul. Ada apa?” Tanya Yoona.

Yuri—orang yang menyapa Yoona hanya tersenyum lalu duduk di sudut meja kerja Yoona. Ya, sekarang memang sudah jam pulang kerja dan kantor sudah lumayan sepi. Jadi, siapa peduli?

“Siap pulang, hm?” Tanya Yuri balik.

“Tunggu sebentar. Aku ingin menyerahkan ini kepada bos kita dulu.” Jawab Yoona.

“Hah? Jangan bilang kalau—“

“Ya, surat cuti.” Potong Yoona.

“Yoong, kau serius? Bukan. Maksudku, kau sangat serius dengan pria tersebut sehingga kau berani cuti dan siap terbang menuju Negara asing yang tidak pernah kau pijaki sebelumnya? Kau gila, Yoong.” Oceh Yuri.

“Ya. Aku memang gila. Kris benar-benar sudah membuatku tergila-gila padanya, Yul. Kau harus mengerti.” Balas Yoona.

“Tapi, Yoona—“

“Tunggu disini sebentar. Aku mau masuk ke dalam dulu, okay?

“Tsk! Terserah padamu saja.”

Yoona bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju ruangan Joon Myun. Sebelumnya, dia mengetuk tiga kali ke daun pintu tersebut lalu menekan knop pintunya. Dia menarik napasnya lalu mendorong pintu tersebut.

“Selamat sore, pak Joon Myun.” Sapa Yoona lalu menutup pintu tersebut. Dia berjalan dengan penuh keyakinan ke hadapan Joon Myun lalu menyerahkan map coklat yang berisi surat cuti selama 3 hari tersebut.

Joon Myun mengambil map tersebut lalu mengerutkan dahinya, “Apa ini?”

“Surat cuti.” Jawab Yoona.

“Cu-Cuti?!”

“Maaf, jika aku lancang. Tapi, aku akan berangkat ke Sydney pada Jumat ini. Jadi, aku membuat surat cuti selama hari Jumat dan Sabtu.”

“Sydney? Untuk apa?” Tanya Joon Myun dengan penasaran.

“Urusan pribadi.” Jawab Yoona seadanya.

“Apa urusan pribadi itu?”

“Apakah kantor perlu mengetahui alasan pribadi dari seorang karyawan untuk cuti? Maaf sebelumnya. Tapi, yang aku ketahui cuti itu ada untuk urusan pribadi, bukan?”

“Yoong, anggaplah yang bertanya ini Joon Myun bukan pak Joon Myun.

Yoona membuang napasnya pelan, “Well, aku ingin menemui seseorang.”

Entah mengapa rasa nyeri di dada begitu dirasakan oleh Joon Myun ketika mendengar kata seseorang dari mulut Yoona. Jadi, Yoona mempunyai..seseorang?

“Kalau aku boleh tahu, siapa seseorang itu?” Tanya Joon Myun.

“Kekasihku.”

TBC

 

43 thoughts on “See You [1]

  1. Wow baru baca, yoong jatuh cinta sama stranger gitu ya ceritanya, junmyun nya semacam ga di notice sama yoong. Keep YoonKris next yaa

  2. Akh!! Daebak! Aku udh nunggu ff ini, dan berbanding terbalik dengan bayanganku, suho kayaknya suka sama YoonA deh.. #emang udh ga sabar liat reaksi Kris pas liat YoonA. Trus bukunya Kris itu tntng YoonA ya? Akh, udh ga sabar liat kelanjutan nya. Cepet2 dilanjut chap 2 Thor
    Keep writing

  3. telat banget aku bca ff ini…hhh
    penasaran ama lnjtannya. kris sprti menyembunyikan sesuatu..ijin bca part 2nya..

  4. Jadii di part ini mereka udah jadian,, bukannya awal yoona ilfeel yaa karena kris brewokaan hahahaa.. Kira2 apa yg d sembunyiin kris yaa,,apa dy dh punya tunangan kaah?? Weeww klo mmg iyya sm suho aja deeh kayaknya suho jg jatuh cnta sm yoona… D tunggu kelanjutannya,,

  5. EOooooonnnnnn!!!! Masih inget qw nggak???? Ternyata kita comeback/? barengan😄 Hbis hiatus nggak baca ff :3

    Qw kira, eonni gk bkal buat ff lagi.. Ff sebelumnya yg main cast-nya KrisYoonYeol gk dilanjut eon??? Masih ada dichap. 8/9, nanggungg bngett lho.. Qw pecinta itu ff *Oke ini gk nyambung*

    Ffnya kerennnn!!! Kok Suho agak kepo gitu sih ama Yoona, psti dia suka ama Yoona.. trus, Kris kok kyk nutup2in gitu eeaa??

    Lanjut lagii eeaa😄 *Readers Alay*

    • ANNYOOONGGGG! Aku ampe cari kapan terakhir kamu komen dan lama banget huhu aku hapal sama pen name yang familiar dari awal blog ini di bangun. makin lama makin sepi huhuhahhaa yang krisyoonyeol kan baru chap 2/3 lho, kamu salah ff atau salah chapter? ><
      ngga, suho sukanya sama aku hahaha
      makasih yah udah baca😄

  6. yoona ke sydney ?? really ??
    bknnya kris blm siap ya ketemu yoona ??
    terus apa alasan kris blm siap ketemu ??
    aduhh penasaran nie chingu..
    dan chap ini pendek bgt -_-

  7. ini alurnya kecepeten
    aku ngira mrk masih tahap perkenalan gitu
    eh trnyta udah LDR 8bulana
    gmn ceritanya yoona bs suka
    trus aku jg ngrasa kalo kris bohong deh sm yoona soal buku yg diterbitin itu
    apa dia bukan peniulis ya?
    oh ya td msh ada bhs krg baku di percakapan yoona joonmyun
    seperti gak papa dan sih
    aneh aja gitu bacanya

    • Kan itu prologue, supaya kesannya ga abu-abu gitu. Takutnya kalo dibuat mereka bener2 jalanin hubungan selama 8 bulan cuman chat2 gitu aja malah jadi bosen dan flat😦
      Makasi ya udh baca dan komennya:)

  8. Sebenarnya udah baca dari kemarin, maaf baru sempat komentar sekarang😀

    Wuah, jadi prolog-nya kemarin cuma sebatas awal Yoona-Kris kenalan aja ya?
    Di sini mereka udah lama saling kenal dan itu hanya melalui chat
    8 bulan belum pernah ketemu? LDR?
    Nggak heran sih kalau Yoona pengen banget ketemu sama Kris, tapi kenapa Kris nya belum siap ya? Kira-kira apa yang disembunyiin tuh *kepo tingkat akut*😄
    Suho kayaknya suka sama Yoona ya, makin penasaran gimana reaksinya waktu tahu kalau Yoona udh punya kekasih

    Aku suka ide ceritanya, beneran😀❤
    Dan sebenarnya kalau untuk alur bisa kamu kembangin lagi via, jadi lebih panjang *ngarep*😄
    Menurutku yang ini pendek dan agak kecepetan alurnya (hehe, mian ya)

    Tapi aku tetep suka FF-nya, ditunggu kelanjutan berikutnya ya😉

    • Hahahahah,kak ff ini aku udh jadwalin sampe chap 3 padahal :”’ aku kira kakak udh baca diem2 dari sana hahahha (soalnya aku pernah)
      Btw, makasih kak atas komennya, aku seneng banget baca komen kakak!
      Iya kak, aku emg susah bgt dengan alur dan diksi gatau kenapa :”)
      Efek jarang baca kayaknya ya? Jadi aku kurang pengetahuan bagaimana novel/ff pada umumnya hehehhe
      Skali lg makasiy ya kak!💕

      • Soal itu udah tahu sebenarnya, tapi sengaja nunggu sampe publish aja deh😀

        Sama-sama via❤
        Dulu waktu awal nulis FF, aku juga kesulitan ngembangin alur, masih pendek2
        Terus karena sering banyak baca dari FF orang lain, akhirnya bisa ngembangin alur dan jadinya malah selalu kepanjangan kalau nulis FF *gubrak*😄

  9. Kereeeennn..
    Berasa bgt LDR nyaaa hehehee
    yoona rela ke sidney demi kris…
    Klo aq jd yoona jg aq bakal rela ke china temuin kris hehehe

  10. waaahhhhh keren nih.. baru baca eh udah ada TBC, next panjangin dikit yahh, ohh ternyata yoonkris itu kenalnya lewat sosmed?? Pengen tau gimana reaksi mereka klo udah ketemu.. and kyaknya suho oppa suka deh sama yoong unnie..
    Next chap jan lama-lama ya?

  11. Ahhhh, patah hati lg deh Jun Myun nya😦
    wah, brhasil gak thuc yoona brtemu dgn Kris? Tp jgn2 scr diam2, Suho mengikutinya lg ke Sydne..
    Kira2 bkal sperti ap yah🙂
    next chap d.tnggu, min.
    Fighting!
    Keep writting min!!!

  12. Jadi inget masa-masa petama kali kenal omegle😄 Ceritanya bagus, bahasanya aku suka, cuma menurutku -“menurutku”- alurnya rada kecepetan /peace/ si Suho ngenes amat omong-omong
    buat author semangat nulisnya…

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s