Time Out

time_out

Time Out

Byun Baekhyun and Im Yoona

AU, Friendship, Romance and School Life || PG 17 || Ficlet

Summary : Aku suka jawaban yang kau berikan setelah waktu habis

2015©cloverqua

 

Jemari Baekhyun memainkan pensil yang sedang ia gunakan untuk mengerjakan tugas sekolah. Sesekali ia menguap karena rasa kantuk yang menyerang, di mana ia mulai merasa bosan dengan soal-soal Matematika di hadapannya tersebut. Entahlah, Baekhyun tidak terlalu menyukai Matematika, meski otaknya yang sangat encer itu membuatnya lebih mudah menyelesaikan deretan angka-angka memusingkan tersebut.

Setidaknya ada sesuatu yang menyenangkan di hadapan Baekhyun, selain soal-soal Matematika yang baru saja selesai ia kerjakan. Sosok gadis dengan paras cantik, kulit putih, mata yang indah, dan jangan lupakan bibir mungilnya yang sangat menggoda. Hanya gadis bersurai hitam itu yang membuat Baekhyun betah berlama-lama mengerjakan tugas sekolahnya tersebut.

“Yoona?” Baekhyun memanggil pelan gadis itu—Yoona. Gadis yang merupakan teman sejak kecil Baekhyun itu hanya melirik sekilas, lalu kembali fokus pada soal yang sedang dikerjakannya.

“Hei, aku memanggilmu,” Baekhyun sedikit kesal dengan sikap cuek Yoona yang selalu muncul saat sedang mengerjakan tugas sekolah.

“Hm, ada apa?” tanpa mengalihkan pandang dari soal yang sedang dikerjakan, Yoona hanya menjawab singkat dengan ulasan senyum tipis.

“Tidak bisakah kau melihat ke arahku sebentar saja?” agaknya kesabaran Baekhyun mulai habis karena Yoona lebih fokus dengan tugas sekolah.

“Baekhyun, jangan bersikap seperti anak kecil!” Yoona sedikit menegaskan nada suaranya, sambil sesekali melirik Baekhyun. “Kau tidak lihat jika aku sedang sibuk menyelesaikan tugas sekolahku?”

Desahan napas Baekhyun terdengar cukup keras hingga membuat Yoona mengerutkan dahinya. Sedetik kemudian tangan lelaki itu dengan mudah merebut tugas sekolah milik Yoona.

“YA!” Yoona melebarkan bola matanya dan menatap tak percaya pada Baekhyun yang kini tersenyum menyeringai ke arahnya.

“Kembalikan bukuku!” pinta Yoona sambil berusaha meraih bukunya dari tangan Baekhyun. Gadis itu sampai rela menaiki meja karena Baekhyun semakin mengangkat bukunya tinggi-tinggi.

“Tidak, sampai kau berhasil menjawab pertanyaanku. Baru akan kukembalikan bukumu ini,” sahut Baekhyun.

Yoona menghela napas sembari mengusap wajahnya dengan kasar. Ia tak habis pikir dengan sikap Baekhyun yang menurutnya terkadang—childish. Mata Yoona masih menatap buku tugas sekolahnya yang masih berada dalam genggaman tangan Baekhyun. Ia tak punya pilihan selain mengiyakan kemauan Baekhyun, daripada bukunya tidak dikembalikan dan nantinya ia sendiri yang mendapat masalah dari Guru Kang.

“Ya sudah, cepat katakan apa yang ingin kau tanyakan,” desak Yoona tidak sabar. Ia melipat kedua tangannya di depan dada. Wajahnya sedikit tertekuk, memperlihatkan kekesalannya dengan sikap Baekhyun.

“Baiklah,” Baekhyun tersenyum puas setelah berhasil membujuk Yoona. “Sudah berapa lama kita menjalin hubungan pertemanan?”

Yoona terdiam sejenak, sebelum akhirnya menjawab, “Kurasa 15 tahun. Kita berteman sejak usia kita 2 tahun.”

“Benar, tepat sekali,” balas Baekhyun kemudian mengangkat kembali buku Yoona saat gadis itu berusah meraihnya.

“Aku sudah menjawabnya dengan benar. Sekarang kembalikan bukuku!” teriak Yoona kesal.

“Masih ada satu pertanyaan lagi, Nona Im. Ini pertanyaan yang sangat penting,” ucap Baekhyun sembari terkekeh. Yoona memutar bola matanya dengan malas, kemudian mengangguk-anggukan kepala dan memberi isyarat pada Baekhyun untuk segera memberitahu pertanyaan selanjutnya.

Baekhyun berusaha mati-matian menahan tawanya saat melihat wajah Yoona yang tampak kusut, seperti pakaian yang belum diseterika.

“Bagaimana jika sekarang—aku ingin menjalin hubungan sepasang kekasih denganmu?”

“APA?!” Yoona berteriak sangat keras, bersamaan dengan bola matanya yang melebar. Gadis itu tak berkutik sampai pandangannya beralih pada ponsel Baekhyun yang sudah menunjukkan aplikasi timer.

“Waktumu hanya 60 detik dari sekarang,” lanjut Baekhyun sembari menekan tombol pada layar ponsel hingga timer tersebut berjalan mundur sesuai perhitungan yang sudah diaturnya.

“A—apa?”

“Kalau kau tidak segera memberikan jawaban sampai waktu habis, jangan salahkan aku jika bukumu ini berakhir di tempat sampah,” jawab Baekhyun dengan seringaian khasnya. “45 detik lagi!”

“Hei, tunggu dulu!” Yoona terlihat panik karena sikap Baekhyun benar-benar di luar dugaannya. Ia berusaha merebut bukunya dari tangan Baekhyun, tapi agaknya lelaki itu tidak main-main dan tetap fokus menghitung mundur waktu pada timer dalam ponselnya.

“Aku tidak mau menunggu terlalu lama. Cepat berikan jawabanmu,” lanjut Baekhyun, “30 detik lagi.”

“Baekhyun …,” Yoona menatap melas pada bukunya yang dipegang Baekhyun.

“Waktu terus berjalan, Yoong,” Baekhyun tetap cuek dan fokus pada timer. “Oke, 15 detik lagi.”

Yoona mengusap wajahnya dengan kasar. Ia ingin sekali menyumpal mulut Baekhyun yang terus menghitung mundur waktu dari timer ponselnya. Sekarang Baekhyun tampak mirip seperti pembawa acara kuis yang selalu muncul di layar TV.

“Sepuluh!”

Dengusan napas Yoona semakin kencang ketika Baekhyun terkekeh geli sembari memandangi ponsel. Sejak kecil, Baekhyun memang kerap menjahili Yoona. Hanya saja kali ini kejahilan Baekhyun benar-benar membuat Yoona menyerah, tepatnya menyerah pada pesona yang dimiliki lelaki bermarga Byun itu. Ya, selama ini Yoona memang tidak mempermasalahkan apapun yang dilakukan lelaki itu terhadapnya, karena sebenarnya ia sendiri begitu menyukai Baekhyun.

“Lima!”

“Empat!”

“Tiga!”

“Dua!”

“Satu! Time out! Waktu ha—” kalimat Baekhyun terhenti saat bibir Yoona mendarat dengan mulus di bibirnya. Mata Baekhyun melebar untuk beberapa detik sampai gadis itu melepaskan ciuman yang baru saja mereka lakukan. Semburat rona merah menghiasi wajah Baekhyun. Yoona tersenyum puas karena berhasil membalas sikap Baekhyun.

“Aku bersedia, Byun Baekhyun,” jawab Yoona yang seketika membuat Baekhyun membeku di posisinya. Bahkan buku tugas sekolah Yoona sampai terlepas dari genggamannya. Yoona dengan cepat merebut buku tersebut sebelum jatuh ke lantai. Ia lalu melanjutkan kembali menyelesaikan tugas sekolahnya.

Sikap mengejutkan Yoona yang dinilai berani, memang sempat membuat wajah Baekhyun memerah, ditambah detak jantung yang semakin tidak beraturan setelah ia baru saja mendapat ciuman pertama dari gadis itu. Namun dibandingkan kondisi Baekhyun, justru Yoona yang tampak berusaha mati-matian mengendalikan diri. Bisa dilihat dari wajah Yoona yang jauh lebih memerah dibandingkan wajah Baekhyun. Gadis itu bahkan terlihat sangat gugup dan terus menunduk, seolah tak ingin memperlihatkan wajahnya di hadapan Baekhyun.

“Jawaban yang sangat tepat, sesuai dengan apa yang kuharapkan,” Baekhyun mengulas senyum di wajahnya sembari memandangi Yoona yang kini sudah resmi menjadi kekasihnya.

-THE END-

46 thoughts on “Time Out

  1. Akh keren! Baekhyun nyatain perasaanya dngn cara yg ga biasa, pake waktu pula! Akh aku pingin banget ini dibuat drabble thor! Keep writing!

  2. Good job, eon. Singkat dan manis. Suka banget aku bacanya. Ini ff ringan, singkat tapi bagus. Ditunggu karyanya yang lain, eon..

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s