(Freelance) My Love Story (Chapter 2)

my love story

By Cherryoong

Sad, romance, school life

Im Yoona, Oh sehun, Xi luhan, Seo jo hyun, Kwon yuri, Choi minho and other.

Disclaimer :This story is mine . Cast are belong god. I just borrowed the names of characters and places. Don’t plagiat this FF! Please keep RCL!

N/B : Italic: Flashback

“Cinta itu memang sangat sulit !”

HAPPY READING

~

Tiffany meninggalkan kami berdua. Taeyeon dan sooyoung sudah pulang terlebih dahulu. Sekarang hanya ada aku dan seohyun. Perjalanan ini membosankan, seohyun tak juga membuka suaranya. Sedangkan aku hanya bisa menatap kosong aspal yang ku pijak ini.

            “yoong!” panggil seohyun setelah lama tak membuka suaranya.

            “ iya, ada apa?” jawabku.

            “ aku ingin bicara” ujarnya dengan tampang serius.

            “ ya sudah, bicaralah” suruhku.

            “ aku sudah terlalu lama memendam rasa sakit ini sendirian. Tak ada yang bisa membaca perasaanku-“ ucapan seohyun terpotong karena aku menyelanya “jangan berbelit akan sulitku mengerti. Langsung intinya saja” .perasaanku semakin tak enak saat seohyun mengatakan hal itu.

            “ tapi jika aku mengatakannya, jangan sekali-kali kau marah padaku” ucapnya.

            “ ya baiklah, katakan!”

            “se-sebenarnya…”

***

PART 2

“se-sebenarnya…”

“ ayolah seo, jangan membuatku penasaran” ucapku karena semakin lama perasaanku tidak enak.

“aku takut jika kau marah setelah aku memberitahu hal ini” ujarnya sambil menunduk.

“ tidak akan, malahan kalau kau tidak juga memberitahuku aku akan mengamuk “ ujarku sembari tertawa hampa.

“ se-sebenarnya aku juga menyukai lu-luhan” ucapnya gugup. Setelah mendengar itu langkah kakiku terdiam. Semua tubuhku membeku sedangkan seohyun yang menyadari aku terdiam menolehkan kepalanya ke belakang.

“ yoong.. maafkan aku” lirihnya

“ apa kau marah?” tanyanya. Cih, pertanyaan macam apa itu ?tentu saja aku akan marah. Namun, aku tidak akan menimbulkan kemarahanku. Itu semua karena aku pandai berakting.

“ tentu saja tidak” bibirku bergerak dan mengucapkan hal yang berbanding terbalik dengan hatiku yang sekarang.

“ seo, aku akan ke minimarket dulu. Kau duluan saja” ucapku berbohong dan tentunya senyuman palsu yang selama ini aku lakukan.

Author pov

Yoona melangkahkan kakinya meninggalkan seohyun sedangkan seohyun memasang seringainnya di wajah polosnya itu.

“tunggu saja inti dari cerita ini” batin seohyun.

Seohyun sebenarnya tahu kalau yoona marah dan kecewa padanya, tapi dia berpura-pura tidak menyadari karena permainannya akan segera selesai. Dia memasang senyum kemenangan karena permainan kali ini dia yang memenangkannya. Lalu pergi meninggalkan tempat itu.

Yoona tidak benar-benar ke minimarket. Dia hanya melewatinya saja. Yoona hanya ingin pergi meninggalkan seohyun karena dia takut air matanya tak bisa dibendung lagi. Kecewa, marah, sedih, semua bercampur aduk menjadi satu didalam hati yoona. Dia berjalan gontai tanpa tujuan. Pipi porselennya basah karena air matanya mengalir deras. Dadanya sesak, matanya memanas. Dia sudah tidak bisa menompang tubuhnya lagi. Dia bisa saja terjatuh, namun ia segera menahannya. Dia berjalan kearah taman kecil yang berada di perumahan. Ditempat itu , tempat dia menemukan seseorang yang berhasil membuatnya bahagia setiap saat.

Yoona yang masih berumur 8 tahun bermain di sebuah taman. Dia sedang menaiki ayunan yang menggantung didahan pohon. Namun karena dia tak berhati-hati saat menaikinya dia terjatuh lalu menangis.

“eomma!! “ ringisnya. Lalu seorang anak laki-laki datang menghampirinya.

“ jangan menangis “ ucap anak laki-laki itu sambil menghapus air mata yoona dengan sapu tangan berwarna merah yang diambil dari saku celananya.

“ siapa kau? Kau bukan orang jahat kan? “ Tanya yoona polos sambil berusaha menghentikan tangisnya.

“ tentu bukan, dasar bodoh!” celetuk anak laki-laki itu. Sedangkan yoona hanya mengerucutkan bibirnya.

“ jangan seperti itu. Kau sudah cantik jangan dibuat menjadi jelek” ledek anak laki-laki itu.

“ hey! Jangan mengataiku terus!” pekik yoona.

“aku tidak mengataimu tapi itu fakta” ujar anak laki-laki itu.

“lututmu masih berdarah. Baiklah aku akan obati. Cepat naik ke punggungku, akan ku gendong” ucap anak laki-laki lalu merendahkan tubuhnya untuk menggendong yoona.

“ memang kau bisa? Aku berat. Nanti kalau aku jatuh bagaimana?” Tanya yoona.

“ sudahlah. Aku bisa. Aku ini laki-laki” ucap anak laki-laki itu.

“ huh, baiklah” yoona akhirnya naik ke atas punggung anak laki-laki itu.

“ ternyata benar. Kau berat, kukira kau sangat ringan karena tubuhmu kurus. Aneh” cerocos anak laki-laki itu di perjalanan.

“kan sudah ku bilang” ucap yoona.

“ oh iya, namamu siapa?” Tanya yoona.

“ namaku sehun” jawabnya.

“ ohh..” yoona mengangguk.

“namamu siapa?” Tanya sehun

“Im yoona” jawab yoona.

“umurmu berapa ? sepertinya kau lebih muda dariku” Tanya sehun.

“ 8 tahun” jawab yoona.

“ benarkah? Aku 1 tahun lebih muda darimu .tapi mengapa aku mengira kau lebih muda dariku” ucap sehun tak percaya.

“ entahlah. Jadi umurmu masih 7 tahun ?” yoona mengangkat bahunya tanda bahwa ia bingung.

“ iya. Turunlah aku akan mengobati kakimu” perintah sehun. Lalu yoona turun dari punggung sehun. Sehun segera mengambil kotak kesehatan.

“ ini dimana?. Apa kau ingin menculikku?“ Tanya yoona.

“ ini di markasku. Tak ada yang boleh memasukinya kecuali orang-orang yang ku sayangi. Memangnya ada yang ingin menculikmu?” jawab sehun. Sedangkan yoona mengerucutkan bibirnya. Sehun sedang sibuk mengobati kaki yoona.

“tahan sebentar . ini akan sedikit perih” ucap sehun sembari meneteskan obat luka di lutut yoona.

“aww” ringis yoona. Lalu sehun meniupkan luka yang berada di lutut yoona agar tidak terlalu perih saat obat luka itu diteteskan di lukanya. Lalu sehun mengambil perban kemudian membungkus lutut yoona dengan perban dan diberi plester untuk merekatkan perbannya.

“kau benar-benar seperti pria dewasa” ucap yoona sembari melihat sehun yang sedang sibuk mengobatinya.

“ itu lebih baik daripada kekanak-kanakan seperti dirimu” ucap sehun.

“ terserahmu. Katamu markas ini tidak boleh ada yang memasukinya. Tapi mengapa kau mengizinkanku masuk kedalam markasmu?” Tanya yoona polos.

“ sudah kubilang ini hanya boleh dimasuki oleh orang yang kusayangi” jawab sehun.

“ maksudmu?” Tanya yoona lagi.

“ dasar bodoh. Tentu saja kau termasuk orang yang kusayangi” jawab sehun.

“ oh begitu… eh tunggu apa katamu?” yoona baru menyadari perkataan sehun.

“yoona, apa kau mau berjanji jika kita sudah besar nanti , kita akan menikah?” Tanya sehun sambil menatap yoona.

“ hmm… ya baiklah” jawab yoona dengan polosnya. Lalu sehun mendekatkan wajahnya kearah yoona. Sedangkan yoona berusaha menjauh dari wajah sehun.

“ mau apa kau?”Tanya yoona.

“aku ingin kau ingat padaku saat sudah besar nanti kalau aku pernah menciummu” jawab sehun.

“eungg se-sehun .. a-pa-“

CUP~

Sehun mencium yoona. Sedangkan yoona membulatkan matanya saat sehun menciumnya. Sehun menarik wajahnya menjauh dari yoona. Wajah yoona memerah sehabis ciuman singkat itu.

“kau mencuri ciuman pertamaku” pekik yoona dengan wajah polosnya.

“ maaf, itu karena aku menyayangimu” jawab sehun

Blush..

Pipi yoona merona. Yoona menunduk karena takut wajahnya yang seperti kepiting rebus dilihat oleh sehun. Sehun menangkup wajah yoona agar menatapnnya.

“ jangan seperti itu , dasar childish” ucap sehun.

“lalu aku harus-“

“ sudah sore ternyata, mau ku antar ?” Tanya sehun memotong pembicaraan yoona.

“tap-“

“ wah.. cuacanya juga mendung” ucap sehun lagi-lagi memotong ucapan yoona.

“ja-“

“ bagaimana mau kuantar? Kalau ada orang jahat bagaimana? “ Tanya sehun.

“JANGAN MEMOTONG PEMBICARAANKU DULU!” geram yoona karena sehun selalu memotong ucapannya.

“ya, baiklah. Jadi bagaimana?” Tanya sehun.

“ tapi…“ yoona melihat wajah sehun yang penuh harap. Yoona jadi tak tega untuk menolaknya. “baiklah” ucap yoona setelah melihat wajah kasihan dari sehun.

Sehun pun mengantar pulang yoona dengan sepeda kecilnya.

“dimana rumahmu?” Tanya sehun.

“ lurus saja nanti ada rumah berwarna abu-abu itu rumahku” jawab yoona.

“baiklah”

Sesampainya dirumah yoona.

“ jadi ini rumahmu” ujar sehun.

“ iya , kenapa?” Tanya yoona.

“ tidak” jawab sehun.

“terimakasih karena kau sudah mengantarku” ucap yoona.

“ iya , aku pulang dulu ya!” seru sehun. Lalu memutar balik sepeda yang dibawanya

“ hati-hati ya sehun !” ucap yoona sambil melambaikan tangannya.

 

Setelah mengingat masa lalunya dengan sehun, yoona memegang kalung dan cincin yang bertuliskan S dan Y sebagai liontinnya. Yoona mengusap kedua cincin itu pelan. Dan kembali ke ingatannya dengan sehun yang dulu.

Semenjak kejadian dimana sehun mengobatinya, yoona dan sehun semakin dekat. Sehun sering kerumah yoona untuk bermain bersama. Seperti sekarang ini. Sehun menghampiri yoona yang sedang bermain ayunan dibelakang rumah yoona.

“Yoong!” panggil sehun dibelakang yoona. Karena terkejut, yoona hamper saja terjungkal kalau sehun tidak menahannya.

“kau mengagetkanku saja” ucap yoona sembari menarik nafasnya dalam-dalam karena hampir saja jantungnya lepas.

“ Dasar! Yoong, aku punya sesuatu untukmu” ujar sehun

“ apa itu?” Tanya yoona.

“Hmm… ini” sehun mengeluarkan 2 buah kalung yang berliontinkan cincin bertuliskan S dan Y.

“yang satu untukmu, yang satu lagi untukku” ucap sehun sambil menyerahkan kalung pemberiannya.

“ mengapa hurufnya S dan Y?” Tanya yoona.

“ S itu artinya Sehun dan Y artinya Yoona. Jika kita selalu memakainya maka cinta sehun dan yoona akan abadi walau jarak mereka sangat jauh” jelas sehun.

“ oh begitu” bibir yoona berbentuk O tanda ia mengerti.

“apa kau suka?” Tanya sehun

“ bodoh ! tentu saja. Aku sangat menyukainya, aku akan memakainya terus” ujar yoona sambil memegangi kalung itu penuh kagum.

“ bagus kalau begitu. Apabila sudah besar nanti aku akan mencari gadis yang bernama Im yoona dan memakai kalung ini. Jadi, jangan melepasnya, janji?” sehun mengeluarkan jari kelingkingnya untuk janji kelingking dengan yoona.

“Ya, Janji” ucap yoona dengan keyakinan sambil menautkan jari kelingkingnya dengan jari sehun.

“eh tunggu, perkataanmu seperti ingin meninggalkanku saja” yoona baru menyadari perkataan sehun.

“emm i-iya memang, aku kesini untuk salam perpisahan denganmu. Aku akan ikut orang tuaku ke amerika, aku akan pindah kesana .jadi jika aku kembali ke korea aku akan mencarimu. Seorang gadis manja, kekanak-kanakan dan mengenakan kalung itu “ jelas sehun.

“tapi bagaimana denganku kalau kau pindah? Kau jahat sehun !aku tak mau kau pergi” yoona menangis dan memeluk sehun erat. Dia tak mau ditinggal oleh sehun.

“ hey! Sudahlah, kalau kita berjodoh maka kita akan bertemu kembali” ucap sehun seraya mengusap surai yoona dengan lembut. Lalu sehun mencoba melepaskan pelukan mereka, tapi yoona menahannya.

“ jangan meninggalkanku!” rengek yoona seraya mempererat pelukannya.

“yoong, lepaskan ! aku su-sulit ber.. na.. fass” ucap sehun terengah-engah karena yoona memeluknya terlalu erat hingga membuat sehun kekurangan oksigen.

“ eung.. maaf “ yoona melepaskan pelukannya.

“ tak apa” sehun mengelus pucuk rambut yoona dengan penuh kasih sayang.

“ hunnie, bisakah kau tidak ikut?” isak yoona.

“ mana bisa, kalau aku tidak ikut aku akan tinggal dengan siapa?” ucap sehun sambil menatap lekat manik rusa milik yoona.

“kau bisa tinggal bersamaku. Hiks..hiks.. hunnie kumohon jangan meninggalkanku . aku akan kesepian nanti .. hunnie” rengek yoona.

“ tetap tidak bisa, yoong. Aku akan kembali ke korea. Bersabarlah dan tunggulah aku ne?” sehun menenangkan yoona karena tangis yoona semakin pecah.

“ tapi bagaimana kalau aku merindukanmu?” Tanya yoona disela-sela tangisnya.

“ kalau kau merindukanku, peganglah kalung itu dan pejamkan matamu. Anggap jika aku ada dihadapanmu.” Sehun mempraktikannya kepada yoona.

“tap-tapi..”

“ sudahlah yoong. Aku akan kembali. Aku tidak akan meninggalkanmu selamanya. Aku tetap berada di sisimu , tepatnya disini” ucap sehun dan tangannya memegang dada sehun , tempat dimana jantung sehun akan berdetak lebih cepat saat berada dihadapan yoona.

“ baiklah”

“ yoong ! aku pergi dulu ya!”

“iya.. hiks.. hati-hati !jangan lupakan aku ne?”

“tidak akan “

 

Setelah kembali dari bayangan masa lalunya. Yoona berbicara pada kalung yang diberikan sehun. Seakan-akan sehun ada dihadapannya, seperti yang disarankan oleh sehun.

“hunnie.. kapan kau akan kembali?” Tanya yoona pada kalung itu.

“hunnie.. apa kau lupa dengan janjimu?”

“hunnie.. cepatlah kembali”

“sepertinya sia-sia saja aku berbicara seperti ini, kau juga tidak akan kembali”

Lalu yoona mendongak melihat langit yang meninggalkan jejak jingga.

“huh sudah sore rupanya” gumam yoona sembari menyambar tas sekolahnya berjalan kerumah. Taman itu, memang tempat untuk yoona curhat atau menenangkan hatinya. Karena ditempat itulah dia bertemu dengan sehun yang selalu membuatnya tenang dan nyaman.

Sesampainya dirumah, dia membersihkan diri dan bergabung makan malam bersama keluarganya.

“Yoong, kau harus ikut les, nilaimu semakin menurun “ perintah appa yoona.

“ tap-tapi”

“ tidak ada tapi-tapian, mulai besok kau harus mengikuti les tersebut”

“ ya, baiklah”

 

Setelah yoona makan malam, dia menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya. Baginya, hari ini adalah hari yang sangat melelahkan dan juga..menyakitkan hingga membuat dia langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.

Keesokan harinya..

“eomma!! Aku harus ikut les dimana? “ tanyaku sedikit berteriak.

“ hmm.. disekolah mungkin, bersama park seonsaengnim. Dan mungkin teman kelasmu juga akan ikut les tersebut” jelas ibu yoona.

“siapa?”

“Tidak tahu” ibunya mengedikkan bahunya.

 

Juju. Yoona sebenarnya enggan untuk mengikuti les tersebut. Kalau bukan karena paksaan dari orang tuanya dan takut menjadi anak durhaka, dia tak akan pernah berfikir tentang les itu. Karena yoona memiliki kenangan buruk tentang les.

Yoona yang masih duduk dibangku sekolah dasar itu masuk kedalam ruangan yang diduga tempat les.

TOK..TOK.. TOK..

“permisi..” ujar yoona.

“siapa?” Tanya seorang wanita paruh baya dengan kacamata yang duduk di meja guru pembimbin. Dari tampilannya saja sudah menggambarkan kalau dia sangat galak, menurut yoona.

“saya yoona, saya murid yang akan masuk di tempat les ini”

“ oh kau. Baiklah. Silahkan duduk di tempat yang kosong” perintah guru itu.

“terimakasih” yoona sedikit membungkuk.

            Satu-satunya kursi yang kosong adalah disamping anak laki-laki dengan rambut yang sedikit blonde.

SRET.. PLUK..

            Yoona merasa ada yang melempar kertas dan mendarat tepat dikepalanya.

“awww” yoona meringis. Lalu yoona sedikit mendongak, terlihatnya guru killer itu sedang serius mengajar didepan. Dan yoona menoleh kearah samping, terlihatnya anak laki-laki berambut blonde itu. Lalu anak laki-laki itu mengisyaratkan yoona untuk membaca isi dari kertas yang dia lempar. Yoona membuka kertas yang digumpal menjadi bulatan itu.

            “ mengapa kau masuk ketempat les ini? Guru disini sangat galak” isi dari kertas itu. Yoona mengambil bolpoin dan menuliskan sesuatu dikertas itu untuk menjawabnya.

            “ orang tuaku memaksa” jawab yoona pada kertas tersebut. Lalu dia melemparnya kembali ke anak laki-laki itu.

            “ nasib yang sama. Namamu siapa? Namaku Steven.” Anak laki-laki itu kembali melemparkan kertas itu kearah yoona.

            “ namaku Im Yoona. Namamu seperti orang barat saja” jawab yoona masih pada kertas itu.

            “hanyapernah tinggal di amerika. Tapi aku lahir dikorea” steven melempar kearah yoona kembali dengan sedikit melihat kearah depan agar memastikan bahwa guru killer itu sedang serius.

            “ lalu nama koreamu apa?” Tanya yoona pada kertas itu dan melempar kearah steven namun lemparannya melesat mengenai kepala guru killer itu. Dan…

            “NAMA KOREA KU SHIN MINHEE . LAIN KALI JIKA KAU INGIN MENANYAKAN TENTANGKU TANYAKAN DENGAN CARA YANG SOPAN”geram guru itu saat melihat tulisan dikertas yang yoona lempar.

            “bu-bukan… itu salah… eungg..” yoona berusaha menjelaskannya namun sialnya dia menjadi gugup karena ketakutan.

            “ belajarlah tata krama” guru killer itu kembali ke mejanya. Sedangkan steven yang melihat yoona dimarahi oleh guru killer itu pun tertawa geli. Dan yoona hanya bisa mengerucutkan bibirnya.

            “ Ada yang lucu steven?” guru itu menatap steven yang sedang tertawa dengan tatapan mengerikannya.

            “ ehh tidak” jawab steven dengan nada sedikit gugup. Yoona yang melihat itu pun sedikit tertawa.

 

            Yoona baru saja kembali dari kenangan buruknya ditempat les. Yoona menggelengkan kepalanya, tidak mau mengingat kenangan buruknya namun otaknya sepertinya ingin menjahilinya dengan menunjukkan beberapa kenangan buruk lainnya.

Sudah 2 hari yoona mengikuti les ditempat itu. Dia juga mulai dekat dengan steven. Diantara 5 orang yang ada ditempat les itu, yoona paling dekat dengan steven. Walaupun steven seringkali menjahilinya. Saat ini mereka sedang beristirahat. Yoona memanfaatkannya untuk tidur sejenak karena merasa lelah. Namun disaat dia sedang berada dialam mimpinya, ada cahaya blitz disertai suara kamera handphone mengganggu tidurnya.

            “hahaha.. akhirnya aku mendapatkan foto lol mu” steven tertawa melihat yoona yang sedang tertidur. Menurutnya, sangat lucu.

            “ eung..” yoona mengerang. “Yak!! Steven!! Hapus foto itu sekarang juga!!” yoona baru menyadari bahwa steven memotonya. Lalu yoona mengejar steven, sedangkan steven berlari secepat mungkin dan mengangkat tinggi handphone yang digenggamnya.

            “steven!! Hapus foto itu, kumohon!!” yoona memohon.

            “ tidak akan”

            Karena diluar hujan, maka membuat lantai sedikit licin. Karena terlalu serius untuk menghindar dari yoona, membuat steven tidak memerhatikan lantai licin itu. Dan..

            BRAKK…

Steven terjatuh. Handphone yang digenggamnya pun melayang. Waktu terasa lama saat itu. Handphone itu melayang dengan sangat lambat. Yoona yang melihat handphone itu melayang pun segera mengambilnya. Hap! Yoona berhasil menangkapnya.

            “aww!” steven meringis karena merasa kepalanya akan pecah Karena terbentur lantai dan mungkin bokongnya akan patah. Itu berlebihan .tapi itulah yang steven rasakan. Yoona ingin membantu membangunkan steven, tangannya sudah menggenggam tangan steven, namun saat tubuh steven sedikit terangkat, guru killer itu datang mengejutkan yoona, hingga tak sengaja ia melepaskan genggamannya. Dan membuat steven terjatuh kedua kalinya. Dan lagi-lagi steven meringis.

            “ yoona, apa yang kau lakukan pada steven” Tanya guru killer itu dengan garangnya.

            “ dia memotoku saat aku tertidur, lalu aku mengejarnya untuk menghapus foto itu namun karena lantai ini licin dia jadi terpeleset. Aku membantunya bangun namun kau datang mengagetkanku, hingga aku tak sengaja melepasnya dan kembali terjatuh” jelas yoona.

            “ alasan. Coba kulihat handphonenya apa benar dia memotomu?” guru killer itu menyambar handphone milik steven. Dan dilihatnya gallery di handphone itu.

            “ tidak ada fotomu disini. Yang ada hanya foto stevenyang sedang terjatuh”guru killer itu masih focus pada handphone. “ kau berbohong im yoona” guru killer itu menatap garang yoona.

            “yang aku jelaskan memang benar, namun handphone itu error dan tak sengaja memotonya” yoona membela dirinya.

            “ omong kosong” lalu guru killer itu menghukumnya.

Sejak kejadian itu, ia memilih keluar dari tempat les itu. Dan sedikit trauma dengan les.

Tak terasa saat dia kembali dari lamunannya, dia sudah sampai didepan gerbang sekolah. Dia masuk kedalam kelasnya, mengapa semua orang menatapnya seperti itu?. Saat yoona memasuki kelas, kelas yang tadinya ramai menjadi hening saat yoona diambang pintu.

“ huh seohyun kasihan sekali. Memiliki teman yang sangat jahat. Hanya karena menyukai orang yang sama dia mendorongnya hingga terjatuh dan sekarang dia tidak masuk” sindir minrin.

“iya kasihan sekali dia..” sahut shinyeong.

“ huh dasar tak berperikemanusiaan” sindir yang lainnya. Ada apa dengan mereka semua?, yoona menautkan alisnya bingung, mengapa semua orang terlihat aneh,Tanya yoona dalam hatinnya.

“Yoong! Kau jahat!!” pekik tiffany. dia datang dengan taeyeon dan sooyoung dibelakangnya.

“ada apa? Mengapa kalian menjadi seperti ini ?” Tanya yoona.

“seharusnya kami yang menanyakan itu IM YOONA. Mengapa kau menjadi jahat sekarang?” Tanya sooyoung.

“ apa ? jahat? Memangnya aku melakukan apa?” yoona masih bertanya-tanya dengan apa yang terjadi pada teman-temannya.

“tidak usah berpura-pura. Kau sangat jahat pada seohyun” tiffany mengejek.

“seohyun? ada apa ? aku tidak mengerti dengan arah pembicaraan kalian” sungguh yoona tak mengerti arah pembicaraan mereka.

“shit! Kau jelas-jelas yang mendorongnya hingga tertabrak mobil, tapi kau tidak mengakuinya” tuduh sooyoung.

“ aku? Mendorongnya? Mana mungkin aku melakukan itu pada seohyun. Dia sahabatku” yoona tidak menyangka sooyoung mengucapkan itu. Yoona tidak berbuat apa-apa pada seohyun. Apalagi mendorongnya , tidak. Yoona bukan orang yang seperti itu. Tapi mengapa sahabatnya sendiri menuduhnya seperti itu? Sungguh dunia ini tidak adil.

“sahabat? Lupakan status itu! Kau bukan sahabat kami lagi” tegas tiffany, jari telunjuknya menunjuk kearah yoona. Yoona sangat terkejut dengan perkataan tiffany. Seseorang tolong katakana ini hanya mimpi buruk. Yoona masih lamban dalam mencerna perkataan tiffany.

“ tapi aku tidak melakukan apapun pada seohyun” bela yoona.

“cih, dia tidak mungkin mengakuinya. Aku tak percaya yoong, kau sangat LICIK” tiffany menekankan kata ‘licik’ pada yoona. Yoona benar-benar tidak menyangka kalau semua membencinya karena hal yang tidak ia perbuat.

“ak-“ ucapan yoona terpotong dengan celoteh dari sooyoung. “sudahlah ayo kita pergi. Jangan hiraukan dia lagi” sooyoung mengajak tiffany dan taeyeon untuk pergi dari hadapan yoona karena ia sudah muak melihatnya. Mengapa semua orang selalu tidak memberinya penjelasan atau sekiranya jangan memotong pembicaraan yoona dulu. Yoona membenci hal itu.

~My Love story~

“ ayolah, kalian jangan marah pada yoona. Kita bisa tanyakan padanya dengan cara yang baik” celetuk taeyeon yang sejak pertengkaran tiffany, sooyoung dan yoona tadi hanya terdiam. Membiarkan tiffany dan sooyoung memuaskan mereka untuk marah pada yoona. Namun sekarang dia harus memberitahunya.

“ untuk apa? Bukankah sudah jelas ?bahwa seohyun sekarang dirumah sakit karena yoona yang mendorongnya hingga ia tertabrak mobil , dan parahnya hanya karena masalah pria. Sungguh aku tak menyangka” tiffany mulai naik pitam.

“tapi kurasa ada yang aneh. Tatapan mata yoona benar-benar bingung. Mengapa kalian tidak memberikan kesempatan untuknya berbicara?” Tanya taeyeon.

“aku sudah memberikan kesempatan untuknya, tapi dia tidak menjawab dan bersikap seperti orang bodoh ” ucap sooyoung membantu tiffany membangun benteng pertahanan ke egoisan mereka.

“ tapi aku menatap matanya tadi. Tatapannya sangat bingung dan mungkin dia tidak tahu kejadian ini” ucap taeyeon.

“ kau membelanya” ujar tiffany.

“ aku tidak membelanya. Tapi…”

“sudahlah, kau satu komplotan dengannya saja” tiffany pergi meninggalkan taeyeon diikuti oleh sooyoung dibelakangnya.

Akhirnya tiffany dan sooyoung duduk ditempatnya masing-masing. Karena tiffany duduk disamping taeyeon , dia akhirnya pindah disamping meja sooyoung.

“soo, aku boleh duduk denganmu?” Tanya tiffany.

“ ya, baiklah” sooyoung mempersilahkan tiffany duduk.

Kim seonsaengnim datang dan duduk di meja guru. Semua murid dikelas itu pun langsung duduk di tempat duduknya masing-masing.

“karena sebentar lagi kalian akan lulus, untuk pentas seni nanti kelas kita akan mengadakan drama. Jadi, sekarang saya akan memilih pemeran-pemeran dalam kelas ini.” Jelas kim seonsaengnim.

“… yang menjadi pangeran dalam drama ini adalah xi luhan” ucap kim seonsaengnim lantang dan langsung disambut dengan sorak dalam kelas itu dan para gadis berharap menjadi pasangan luhan dalam drama itu.

“… yang menjadi pembantu dalam drama ini adalah Im yoona”ucap kim seonsaengnim. Saat mendengar itu hati yoona mencelos karena adanya bisikan tak mengenakan di sekitarnya.

“dia pantas mendapat peran itu”

“dia sangat cocok dengan peran itu”

Dan bermacam-macam cemooh lainnya. Sungguh yoona ingin menangis saat itu juga. Yoona tak sanggup menjalaninya .ia malu pada dirinya sendiri.

“lalu yang menjadi putri dalam drama ini adalah seohyun” saat kim seonsaengnim menyebutkan hal itu yang lain bersorak-sorak.

“wah aku iri dengan seohyun”

“pangerannya tampan dan putrinya juga cantik. Mereka sangat cocok. Tapi sayang luhan sudah punya krystal”

Yang mereka katakan benar. Seohyun cantik dan luhan tampan. Mereka sangat cocok , pikir yoona. Namun ada protes dari Irene yang sepertinya tidak menyukai peran seohyun.

“ kim seonsaengnim. Apa seohyun pantas menjadi putri? Bagaimana kalau aku saja? Aku kan cantik. Jadi aku pantas mendapat peran putri” elak Irene saat pembagian peran itu diumumkan.

“ tidak. Ini sudah menjadi keputusan bersama. Kau tak boleh mengubahnya”

“ untuk 3 orang yang aku sebutkan tadi. Kalian harus latihan setiap hari kamis. Pukul 4 sore di ruangan teater” perintah kim seonsaengnim.

“ latihan dimulai besok, karena besok hari kamis”

“ tapi seohyun masih dirumah sakit, seonsaengnim” ucap seorang murid sedikit berteriak Karena letak duduknya paling belakang.

“ untuk seohyun, biarkan kondisinya pulih. Dan untuk luhan dan yoona kalian tetap latihan walau berdua” jelas kim seonsaengnim.

_

Istirahat tiba. Yoona yang biasanya pergi kekantin bersama sahabat-sahabatnya sekarang hanya sendiri. Dia tidak mood untuk pergi kekantin. Sekarang dia ingin pergi menenangkan hatinya yang sedari tadi terasa sesak. yoona berjalan kearah balkon sekolah. Dia menaiki tangga yang panjang dan melingkar itu untuk sampai di balkon sekolah. Sesampainya diatas balkon dia berdiri di pembatas. Dan duduk disana. Jika ia tak berhati-hati maka ia akan terjatuh dari lantai paling atas ini. Ia menangis disana. Menangis sejadi-jadinya. Ia tak mau memperlihatkan dirinya yang menyedihkan di depan teman-temannya. Tapi untuk apa juga dia menangis disini ?kan temannya tidak ada yang peduli setelah kejadian penuduhan itu.

“ hikss… KENAPA? MENGAPA AKU HARUS MERASA BERSALAH PADAHAL AKU TIDAK MELAKUKANNYA?” teriak yoona histeris diatas sana tak peduli siswa lain menganggapnya gila. “ Aku benar-benar tidak tau kejadiannya, bukan aku yang melakukannya! Tapi mengapa aku yang disalahkan ?”

Seseorang dibelakang yoona pun hanya mengangguk , tangannya merogoh saku mengeluarkan smartphone dari sana.

“ baiklah . ini akan kujadikan bukti” ucap orang itu lalu turun melewati tangga.

“mengapa dunia ini jahat?” yoona masih menangis disana.

“hey kau ingin bunuh diri disana?” Tanya seorang pria berpakaian seragam sekolah sama sepertinya. Pandangan yoona masih kabur karena tertutupi air mata hingga sedikit sulit melihat orang itu. Buru-buru yoona menghapus jejak air matanya.

“ siapa yang ingin bunuh diri? Itu kelakuan yang sangat bodoh” yoona mengelak. Karena dia memang tidak ingin bunuh diri karena menurutnya itu perilaku bodoh, mana mungkin dia mau membuang nyawanya Cuma-Cuma hanya karena kejadian ini.

“ lalu untuk apa kau kesini?” Tanya pria itu lagi.

“ dan kau untuk apa kesini?” yoona berbalik Tanya pada pria itu.

“aku memang sering kesini. Biasa, untuk menghirup udara segar.” Ucap pria itu sambil menikmati terpaan angin yang berhembus. “dan kau mengapa menangis?”

“siapa yang menangis, Lu? Aku ti-tidak menangis” jujur yoona gugup saat berbicara pada luhan. Dia harus berakting agar tidak terlihat gugup didepannya. Jujur dia ingin berteriak senang karena sekarang dia berbicara pada luhan.

“lalu untuk apa kau berteriak-teriak seperti tadi?”

“apa kau mendengarnya?”yoona hanya menunduk karena merasa malu ada yang mendengar teriakannya tadi. “maaf jika mengganggu”

“tak apa. Kau mau? Pasti tenggorokanmu sakit sehabis berteriak sekeras itu”ujar luhan sembari memberikan yoona minuman kaleng.

“terimakasih” yoona menerima minuman itu dan langsung membuka penutup kaleng itu setelah itu menyeruputnya pelan.

“oh iya, apa kau sudah mendapat naskah drama ?” Tanya luhan lalu mendudukkan dirinya disamping luhan. Sungguh luhan tak berani melihat kebawah karena ini sangat tinggi.

“belum” jawab yoona seadanya karena ia tak berniat membahas drama itu. Membahasnya kembali mengingat cemooh dari teman-temannya tadi.

“ ini. Aku punya 2 naskah. Bacalah” ucap luhan sambil memberikan naskahnya.

“aku tidak berniat membacanya sekarang. Aku kanhanya berperan sebagai pembantu. Aku baru ingat , apa krystal tak akan marah padaku jika kekasihnya duduk disini?” Tanya yoona yang baru menyadari dia duduk disamping seorang pria yang sudah memiliki kekasih. “sebaiknya aku pergi. Terimakasih untuk minumannnya dan juga naskahnya” yoona berdiri dan membawa naskah itu dan pergi meninggalkan luhan.

Setelah itu yoona kembali ke kelas karena sebentar lagi bel masuk segera berbunyi. Ia memasukkan naskah drama kedalam tasnya. Sungguh miris hidupnya, mengingat perannya didalam drama itu. Dia duduk dibangkunya menenggelamkan kepalanya diantara kedua tangannya yang berlipat. Lalu seseorang menggebrak mejanya dengan sangat keras. Membuat yoona mendongak untuk melihat wajah orang yang berani menggebrak mejanya.

“kau !apa kau Im yoona ? orang yang berani duduk disamping luhan , yang jelas-jelas sudah mempunyai kekasih” ucap krystal dengan nada marahnya.

“ya , aku Im yoona. Maaf, tadi luhan hanya menyerahkan naskah drama” ucap yoona.

“omong kosong. Dasar wanita tidak tahu diri!” krystal mendorong yoona hingga yoona kembali terduduk di bangkunya.

“luhan memang memberiku naskah!” yoona mencoba menahan dirinya agar tetap tenang, dia berdiri.

“memberi naskah setelah itu kau merayunya? Cih, dasar wanita jalang !”

PLAKK

krystal menampar yoona dengan sangat keras. Itu mengundang seisi kelas itu menoleh dan mempertontonkan mereka. Tamparan krystal sangat keras hingga membuat sudut bibir yoona mengeluarkan darah. Pipi yoona memanas akibat tamparan itu, sungguh ia ingin mengeluarkan segala kemarahannya.

“krystal !aku tak percaya kau se kasar ini” ucap luhan tiba-tiba dan membuat krystal menoleh. Yoona yang mendengar suara luhan pun mendongak karena sedari tadi dia tidak berubah dari posisinya.

“lu-luhan ini karena dia mencoba untuk mendekatimu” bela krystal pada dirinya sendiri.

“mulai sekarang kau bukan kekasihku lagi , maaf.” Ucap luhan memutuskan hubungannya dengan krystal. Krystal terkejut dengan perkataan luhan tadi. Dia masih tidak percaya pada luhan yang memutuskan hubungan mereka.

“kau jahat, lu!” ucap krystal lalu pergi meninggalkan kelas itu dan kembali kekelasnya diikuti temannya dibelakang.

“yoona, kau tidak apa-apa?” Tanya luhan yang khawatir melihat darah di sudut bibir yoona akibat tamparan krystal tadi. “maafkan sikap krystal tadi”

“tidak apa. Aku tidak akan marah padanya” ucap yoona menunduk.

“ayo kuantarkan kau ke UKS.” Ucap luhan lalu menuntun yoona untuk pergi ke UKS. Sedangkan yoona hanya bisa menurutinya.

“wow! Tanpa sengaja yoona membantu rencanaku pada luhan !” ucap Irene. “aku akan mendekati yoona agar rencanaku berhasil” Irene mengeluarkan seringainya.

TBC

Author note: hai !mungkin di chapter ke-2 ini partnya sehun masih sedikit . kemungkinan part yoonhun ada di chapter 4 atau 5. Jadi tunggu di chapter lainnya! Comment please !karena komenan kalian itu buat aku semangat nulis ff *baper. Maaf kalau ceritanya aneh dan typo bertebaran. Bye! Sampai jumpa di chapter selanjutnya.

 

 

30 thoughts on “(Freelance) My Love Story (Chapter 2)

  1. Anjir seonya fitnah yoona gitu? Kalo beneran fitnah beneran deh bakal jadi hatersnya seo lol. Buruan ya min updatenya!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s