(Freelance) Still You (Chapter 1)

still you

Still You Chap 1

 

 

Author                  : Chobi
Tittle                     : Still You
Cast                       : Kim Jongin,
Im Yoon Ah

Support cast       : JB,Tao, Sehun (Temukan yang lainnya)

Genre                   : Romance
Rating                   : PG 16
Length                  : Chapter

Disclaimer          : FF ini murni, asli buatan aku sendiri. Semua cerita yang ada disini cuma karangan aku aja, GAK NYATA. Typo bertebaran bak daun-daun yang berguguran di musim gugur. Jadilah pembaca yang baik.

Seoul, 2015

14.00 Sore

Seoul merupakan ibukota negara Korea Selatan. Dan hal itu menjadikan Seoul sebagai kota khusus atau istimewa di Korea Selatan. Kota Seoul ini juga sudah berumur lebih dari 600 tahun.

BBBBRRRUUUMMMMM!!!!

Tiga buah motor sport secara beruntun baru saja melintasi jalan raya Seoul yang cukup padat akan pengendaranya dengan kecepatan penuh, bahkan mata pengendara lain pun tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana ciri motor itu.

Kini ketiga buah motor itu memasuki ruas jalan yang cukup sepi, mereka terlihat seperti sedang balap membalap. Dua buah motor memimpin dan saling berjajar di depan, satu motor berwarna putih bercampur hitam dan emas berusaha membalap kedua motor yang ada didepannya. Daun-daun yang ada di jalan tersebut pun berterbangan kesegala arah ketika ketiga motor melintasi jalan itu.

Area balap, Daejeon

14.00 Sore

Daejeon merupakan kota terbesar kelima di Korea Selatan. Penduduknya berjumlah 1.438.778 jiwa (2003) sementara luasnya adalah 539,84 km². Kota itu menjadi tempat penyelenggara Piala Dunia FIFA 2002.

Di Daejeon, banyak juga tempat yang dijadikan sebagai area balap liar karena banyak jalan yang sepi pengendara.

Lima buah motor sport beraneka warna menjajar rapih tepat dibelakang garis start, mereka para pembalap motor saling adu seberapa besar suara motor mereka. Sangat bising.

Balapan akan segera dimulai dengan ditandai masuknya seorang wanita ke area atau jalan yang akan dilintasi para pembalap yang berada lumayan jauh di depan, ia berdiri di tengah sembari memegang sebuah slayer merah ditangannya. Wanita yang berpakaian sangat minim dengan hot pants yang menutupi sedikit paha putihnya dan kaos putih panjang yang sangat transparan sehingga memperlihatkan bra nya yang berwarna hitam dilengkapi dengar sepatu boots berwarna hitam mencapai tumit.

Wwoouu!!!” teriakan terdengar dari para pendukung masing-masing geng.

Wanita seksi itu mengangkat tangannya ke atas membuat slayer merah itu berterbangan di tempat “Three…Two…One GO!!!” Teriak wanita itu sembari membiarkan slayer yang dipengangnya terbang terbawa angin, dan disaat yang bersamaan kelima motor itu melaju dengan sangat kencangnya.

EXO’s Basecamp, Seoul

Pukul 19.00 malam

EXO’s Basecamp adalah sebuah rumah yang dijadikan sebagai tempat berkumpulnya geng motor bernama EXO yang diketuai oleh Kim Jongin. EXO’s Basecamp mempunyai halaman yang cukup luas, dilengkapi dengan bengkel motor yang super lengkap dan segala keperluan motor ada disana.

Dua anggota dari geng tersebut sedang membersihkan motor sport milik mereka masing-masing.

Aku tidak percaya kita bisa lolos dari Jihyun Nunna.. Kekekke” ucap Tao yang sedang berjongkok di sebelah motornya yang berwarna merah berpadu hitam.

Motor sport warna kuning berpadu hitam milik Sehun sudah selesai di diperbaiki. Sehun yang hanya menggunakan celana panjang tanpa memakai atasan itu pun berdiri, ia membersihkan tangannya yang kotor karena oli dengan kain lap, lalu ia duduk di sebuah meja untuk beristirahat sejenak.

Kau bilang kita lolos?? Kau bodoh jika berfikir seperti itu!!” Decak Sehun pada Tao sembari tertawa.

Sebuah motor berwarna putih berpadu hitam dan emas baru saja memasuki halaman bengkel, pengemudi itu memarkirkan motornya tepat disebelah motor Tao. Tao dan Sehun sontak berdiri dan melangkah mundur menjauh ketika melihat motor yang sangat dikenal siapa pemiliknya itu.

Nunna..” Ucap Sehun pelan.

Sehun-ah.. Bagaimana ini?” Wajah Tao berubah menjadi cemas.

Pengemudi itu membuka helmnya dan terurailah rambut panjang berwana pirang itu kebawah. Ia berjalan mendekat dimana Tao dan Sehun berada. “Nunna a-a-aku bisa menjelaskannya..” Ucap Tao terbata.

Berikan kunci motor kalian!!” Pinta Jihyun sembari menyodorkan tangan kanannya.

Shireo!!” Tolak Sehun.

KEMARIKAN!!” Bentak Jihyun kencang yang membuat Tao dan Sehun langsung memberikan kunci motornya pada Jihyun.

Tenang saja, hanya dua minggu..

APA??!!!! Nunnaaaaa… Itu terlalu lama” keluh Sehun.

Jihyun meninggalkan kedua adiknya itu, ia masuk kedalam Basecamp untuk segera membersihkan tubuhnya yang lengket karena debu dan keringat.

Nam Jihyun adalah satu-satunya anggota perempuan di dalam geng, ia seumurun dengan Jongin, ia juga sangat perhatian kepada anggota yang ada di dalam geng. Seperti yang terjadi pada Sehun dan Tao hari ini.

Jihyun melihat Tao dan Sehun sedang adu balap dengan menggunakan seragam sekolahnya. Sudah jelas kejadian itu akan membuat Jihyun marah besar karena jika ada orang yang melaporkan bahwa ada murid Hannyoung High School yang melakukan balap liar, mereka bisa saja dikeluarkan dari sekolah itu.

Hannyoung High School merupakan sebuah SMA yang berlokasi di Gangdong – Gu, Seoul. Sekolah ini mempunyai reputasi yang sangat baik di daerahnya, karena untuk dapat bersekolah di sana bukanlah hal yang mudah. Seorang murid yang hendak masuk ke sekolah tersebut harus mengikuti tes yang ketat dan biasaya hanya 30% persennya yang diterima. Sekolah ini juga biasa melakukan pertukaran pelajar di beberapa Negara.

GOT3’s Basecamp, Seoul

21.00 malam

Sama halnya dengan EXO’s Basecamp, GOT3’s Basecamp juga merupakan sebuah tempat berkumpulnya geng yang bernama GOT3’s yang dikepalai oleh JB, tempat itu tak jauh berbeda dengan EXO’s Basecamp.

GOT3’s dan EXO’s adalah geng motor yang paling terkenal, mereka tidak bisa dikalahkan oleh geng motor lain ketika balap. Kedua geng tersebut juga saling mengenal tetapi tidak akbrab.

Dua motor sport memasuki halaman Basecamp. Kedatangan mereka disambut oleh salah satu anggota yang sejak sore sudah berada disana yakni Jackson dan sang kekasih bernama Agnes, dia adik dari salah satu anggota yakni Mark.

Yeeeaahhhh.. The Winner’s” Jackson berjalan mendekat kedua orang yang baru saja datang.

JB dan Mark baru saja memenangkan balap yang diadakan di Daejeon sore tadi, mereka kini membawa uang banyak karena di setiap balapan pasti akan ada taruhan yang sangat menggiurkan.

Jackson menghampiri Mark yang sudah lebih dulu turun dari motor miliknya yang berwarna hitam berpadu biru, ia mengajak Mark untuk ber-high five namun diluar dugaan, Mark melayangkan pukulan dengan tangannya ke kepala Jackson lumayan kencang.

Aakk!!” Teriak Jackson kesakitan, ia pun mengelus puncak kepalanya.

Agnes yang ada di bangku belakang hanya tersenyum melihat kekasihnya dianiaya oleh kakaknya.

Kenapa kau membawanya kesini? Cepat antar dia pulang!!” Perintah Mark kepada Jackson.

Kita harus merayakannya terlebih dahulu!! GO!!” Ajak JB yang masih duduk di atas motornya yang berwarna orange berpadu hitam itu.

Yaaaayyyy!!” Girang Agnes sembari mengandeng lengan Mark dan Jackson. Mereka pun pergi kesuatu tempat.

Gureum Cafe, Seoul

24.00 Malam

Gureum Cafe terletak di 1333-1 Banpo-dong, Seocho-gu. Cafe ini dikenal dengan nama Cloud Cafe. Nama itu diperoleh karena Cafe yang berada di Seoul itu memiliki bentuk yang unik dan letaknya berada di ketinggian. Jika kesana pada malam hari, maka bisa menikmati pemandangan Kota Seoul yang indah dan gemerlap bagaikan melihat pemandangan dari atas awan. Hal itu yang kini sedang dilakukan oleh Im Yoona, salah satu karyawan Cafe tersebut.

Yoona adalah seorang pekerja keras, ia sudah bekerja ketika masih duduk di bangku SMA sampai sekarang umurnya 22 tahun. Ia harus menghidupi keluarganya yang tinggal jauh di Busan, karna jika hanya mengandalkan pekerjaan Ayahnya yang seorang pelayan tentu tidak akan cukup menghidupi Ibu dan Ayahnya.

Gureum Cafe buka 24 jam, Charein sedang menunggu temannya yang akan berganti shift kerja dengannya. Tiga puluh menit sudah Cherin menunggu, namun temannya tak kunjung datang, ia pun menghubungi temannya.

Yak!! Han Sena!! Dimana kau?? Cepatlah!!” Kesal Yoona pada temannya itu, karena hampir setiap hari temannya melakukan hal yang sama.

Satu jam kemudian, Yoona akhirnya bisa meninggalkan Cafe tempatnya bekerja dan bergegas pulang kerumah untuk beristirahat karena besok ia harus kembali bekerja.

Yoona berjalan menuju stasiun subway atau biasa disebut kereta bawah tanah, ia memilih berjalan kaki karena memang jarak yang lumayan dekat, menurutnya akan sangat memboroskan uang jika pergi ke suatu tempat yang jaraknya dekat menggunakan kendaraan umum.

Ketika di pertengahan jalan, ada beberapa lelaki yang terlihat sedang mabuk, Yoona mengambil langkah seribu, namun salah satu orang itu mengetahui kehadiran Yoona dan memanggilnya.

Heeyy,, gadis cantik..” Yoona semakin melajukan kakinya kencang.

Hyaaa… Tunggu!!” Teriak lelaki itu sembari mengejar Yoona. Mendengar suara seseorang sedang berlari di belakangnya, Yoona pun ikut berlari kencang untuk mencari tempat persembunyian.

Yoona akhirnya terlepas dari pria mabuk itu, ia berlari kesegala arah bahkan ia tidak mengikuti rute ke stasiun kereta dan kini ia berada di tempat yang sangat asing untuknya dan sangat sepi, Yoona memperhatikan keadaan sekitar “Dimana ini?” Tanya Yoona pada dirinya sendiri. Ia mengeluarkan ponselnya namun percuma saja karena baterainya habis.

Dari kejauhan Yoona melihat seseorang yang sedang mengendarai motornya menuju kearahnya, ia berniat menghentikan seseorang itu dan memberitahunya jalan kembali ke stasiun kereta.

Motor itu semakin mendekat, dengan tekat yang bulat Yoona berdiri di tengah jalan dan melentangkan kedua tangannya, karena cahaya dari lampu sorot itu menyilaukan matanya Yoona pun menutup matanya. Suara motor semakin kencang terdengar ditelinga Yoona, rasa takut akan tertabrak pun mulai terasa, kakinya gemetar dan “Aakkk” teriak Yoona yang sudah berjongkok ketakutan dijalan.

Motor sport warna hitam pekat itu berhenti tak jauh di depan Yoona, ia membuka kaca helmnya dan sedikit menengok kebelakang untuk melihat keadaan perempuan yang menurutnya ingin bunuh diri itu.

Yak!! Jika kau ingin mati, pergilah ke menara Seoul dan terjun dari sana!! Aahhhhh.. Jangan lupa bulatkan tekatmu!!” Lelaki pengendara motor itu pun hendak melanjutkan perjalanannya lagi.

Mendengar ocehan lelaki itu, Yoona tersadar dari ketakutannya, ia berdiri dan melihat keseluruh tubuhnya apakah ada luka atau tidak. Setelah itu berbalik dan menghampiri pengendara motor itu.

Hidupku terlalu berharga untuk dibuang begitu saja!! Seenaknya saja kau bicara!!” Marah Yoona sembari tolak pinggang.

Lelaki itu tersenyum meremehkan mendengar ocehan Yoona, ia pun pergi meninggalkan TKP.

Melihat lelaki itu pergi dengan motornya, Yoona meneriaki lelaki itu agar berhenti “YAAAAKKKKKK!!!” Yoona berpikir bahwa lelaki litu adalah satu-satunya petunjuk arah ia kembali dan akhirnya ia pun mengejar pengendara motor itu.

Yak!!! Tunggu!! Tunggu akuuuu!!!” Teriak Yoona sembari terus berlari. Namun pengendara motor itu semakin mengencangkan laju motornya dan hilang di sebuah tikungan.

Yoona akhirnya berhenti berlari sembari terus mengatur nafasnya yang mulai habis “YAAAAKKKKKKK!!!” Kesal Yoona pada pengemudi motor yang meninggalkannya itu.

EXO’s Basecamp, Seoul

06.00 Pagi

Nam Jihyun adalah alarm bagi anggota EXO, karena setiap pagi ialah yang membangunkan Sehun dan Tao untuk segera berangkat ke sekolah, tak lupa ia juga membangunkan Kim Jongin untuk berangkat kuliah bersama dengannya, namun sekarang Jongin dan Jihyun sedang menikmati liburan panjangnya.

Jihyun masuk kedalam kamar Sehun dan Tao, ia membangunkan kedua adiknya dengan cara menggerakkan kedua tubuh adiknya menggunakan kakinya “Cepat bangun!! 1… 2…

Aku sudah bangun.

Tao dan Sehun dengan cepat bangun dari tidurnya sebelum Jihyun mengucapkan nomor selanjutnya. Angka 3 bagi Tao dan Sehun adalah angka yang sangat menyeramkan, karena jika mereka tidak bangun pada hitungan angka tersebut, maka tamatlah motor kesayangan mereka, karena Jihyun akan mendesain sedemikian rupa body motor mereka menggunakan pisau.

Jihyun beralih ke kamar Jongin, namun ia tak menemukan siapa-siapa. Ia pun pergi ke bengkel di halaman Basecamp, dan benar saja Jongin tengah tertidur pulas di atas sofa. Jihyun mendekati Jongin, ia berjongkok agar sejajar dengan pria yang sudah lama disukainya itu. Jihyun menatap wajah Jongin yang terlihat sangat damai ketika tertidur, perlahan jari tangannya menyingkirkan helaian rambut yang sedikit menutupi wajah tampan Jongin, sadar atau tidak Jihyun mendekatkan bibirnya ke pipi kanan Jongin, namun belum sempat bibirnya menyentuh pipi Jongin, ia terhentak kebalakang karena tiba-tiba Jongin membuka kedua matanya.

Kau sedang apa?” Jongin segara bangun dari tidurnya.

E-e-e cepat bangun!!” Jihyun pun segera berdiri dan wajahnya terlihat gelisah, karena ia takut tertangkap basah akan mencium Jongin, lelaki yang dicintainya sejak dulu.

A-a-a-ku menahan kunci motor mereka, mau tidak mau kita harus mengantarnya” ungkap Jihyun.

Biarkan mereka naik bis!!” Jongin mengambil jaketnya yang terletak tak jauh dari tubuhnya, memakainya lalu berjalan ke motornya.

Kau ma…

Aku harus mengantar Jiwon..” Potong Jongin sebelum Jihyun menyelesaikan pertanyaannya.

Kim Jiwon adalah adik kandung Jongin, ia tinggal di sebuah apartemen di Seoul seorang diri karena Kakanya lebih sering menginap di Basecamp dan Jiwon memang dituntut untuk mandiri oleh keluarganya, Orang tuanya tinggal di Amerika, mereka mengelola perusahaan yang sangat besar disana, mereka juga selalu rutin mengirimi uang setiap bulannya untuk keperluan Jiwon dan Jongin. Jiwon besekolah di SMA yang sama dengan Sehun dan Tao.

Kim’s Apartemen

06.30

Oppa.. Hitung sampai 100 maka aku akan sampai disana..” Ucap Jiwon dalam telpon sembari mengikat tali sepatunya.

Jiwon menyudahi panggilan telponnya dan bergegas keluar dari apartemennya. Dengan seragam yang cocok ditubuhnya Jiwon berjalan dengan penuh senyuman untuk menemui sosok lelaki yang dicintainya.

Dari kejauhan Jiwon sudah melihat seorang laki-laki duduk di atas motor berwarna hitam berpadu biru sedang menunggunya, ia pun berlari kencang dan sampailah disana.

106.. Kau tidak tepat waktu” kalimat pertama yang dikeluarkan Mark ketika kekasihnya sampai.

Yakkkk!! Hanya berbeda 6 detik saja” jawab Jiwon sembari memamerkan deretan gigi putihnya.

Mark memakaikan helm yang dibawanya berwarna putih ke kepala Jiwon “Apa Jongin semalam pulang?” Jiwon menggeleng-gelengkan kepalanya.

Sebenarnya apa yang dia lakukan?? Meninggalkan gadis berusia 17 tahun tinggal di apartemen sendirian?!” Mark menuangkan protesnya untuk Jongin pada Jiwon.

Lupakan!! Cepat berangkat!! Aku sudah telat” Jiwon segera naik ke motor Mark, ia mengeratkan kedua tangannya pada pinggang Mark dan menyandarkan tubuhnya di punggung Mark. Mark pun segera melajukan motornya dengan kecepatan yang standar, ia tidak ingin membuat gadis yang dicintainya takut ketika naik motor bersamanya.

Yoona House

07.00

Yoona masih tertidur pulas di atas tempat tidurnya dengan pakaian yang super lengkap, bahkan sepatunya pun masih menempel di kakinya. Suara ketukan pintu dari luar membangunkan Yoona dari tidur nyenyaknya.

 

DUG DUG DUG!!!

Yoona-ahh…. Im Yoona!!!

Cepat keluar Im Yoona!!

 

DUG DUG DUG!!!

Heeeemm” jawab Yoona sekenanya, ia pun beranjak dari tidurnya dengan mata yang masih setengah tertutup, ia berjalan sempoyongan dan membuka pintu rumahnya.

Baguslah kau tidak menghindariku lagi… Cepat bayar uang sewamu hari ini!! Jika tidak, cepat angkat kakimu dari rumahku!!” Ujar seorang Ahjumma yang diketahui sebagai pemilik rumah.

Mendengar ucapan dari pemilik rumah, membuat Yoona cepat sadar. “Semua gajiku sudah kukirimkan untuk keluargaku Ahjumma, beri aku sedikit waktu lagi yaa??” Pinta Yoona..

Kau ini!! Kebutuhan untuk hidupmu sendiri saja belum terpenuhi,, mengapa kau mengirimkan semua uangmu kesana??!! Kuberi kau waktu seminggu lagi!! Jika tidak, kau tau sendiri akibatya!!” Ahjuma itu pun pergi meninggalkan Yoona.

Yoona menutup pintunya dan ia kembali melanjutkan tidurnya.

09.00 Siang

Tiba-tiba Yoona terbangun, ia mengambil ponsel yang ada di saku celananya namun ponselnya mati “Astaga!!” Yoona memukul jidatnya sendiri, ia lupa untuk mengisi baterai ponselnya semalam.

Ini semua gara-gara kedua lelaki itu!!!” Yoona teringat akan insiden yang terjadi padanya malam kemarin, ia bertemu dengan dua lelaki yang sangat menyebalkan, yang akibatnya ia baru sampai di rumah jam 3 pagi.

Yoona meninggalkan ponselnya di atas kasur, ia mengambil jam tangan yang ada di laci mejanya dan jam itu menunjukan pukul 9 pagi.

Aaaaakkkkkkk” teriak Yoona kaget. Yoona berlari kencang ke dalam kamar mandi dengan pakaian yang masih super lengkap, ia sudah dipastikan terlambat masuk kerja, karena ganti shift di Cafe Gureum jam 8 pagi.

Yoona berlari sangat cepat menuju stasiun kereta, untung saja stasiun itu sangat dekat dengan tempat tinggalnya. Ia berlari menuruni tangga yang ada di stasiun itu yang jumlahnya lumayan banyak, sampai dibawah Yoona men-tabkan kartu masuk dan ia kembali berlari dan menuju kereta yang sebentar lagi pintunya akan tertutup, namun tiba-tiba ada seorang lelaki yang berjalan dari arah samping muncul di depan Yoona.

Aw…..wwas!!” Teriak Yoona menutup matanya, dan bertabrakan lah mereka karena Yoona tidak bisa menghentikan langkah kakinya secara mendadak.

Akkkk..” Yoona memegangi pantatnya yang sakit karena menjadi tempat mendarat pertama di lantai.

Yoona?” Ucap seorang laki-laki yang tadi bertabrakan dengan Yoona, ia mengulurkan tangannya untuk membantu Yoona berdiri.

Oh… JB?” Yoona menerima uluran tangan JB dan ia pun berdiri.

Ahh maaf..” Ucap JB sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Aku baik-baik saja,, aku pergi dulu.. Annyeong” Yoona menoleh ke kereta yang akan segera dinaiki namun kereta sudah tidak ada disana.

Aaaaahhhh,,,” keluh Yoona lemas.

Ada apa?” Tanya JB bingung.

Keretanya tidak ada.. Aku sudah terlambat” Yoona menampakan wajah lesunya pada JB.

Aahhh,, ikut denganku!!” JB menarik salah satu tangan Yoona dan mereka kembali berlari lagi.

JB adalah mantan kekasih Yoona, hubungan mereka sudah berjalan 4 tahun dan berakhir sekitar 1 tahun yang lalu karena Yoona memutuskan untuk mengakhirinya, kala itu penampilan Yoona sangat berbeda jauh dengan sekarang, ia bahkan malu berpergian kemanapun bersama JB karena sudah pasti akan membuat JB menjadi sorotan karena bisa-bisanya berkencan dengan ‘gajah’.

Pertemuan JB dengan Yoona pagi ini bukanlah sebuah ketidaksengajaan, melainkan semuanya sudah di atur oleh JB. Ya, setiap pagi JB akan memperhatikan Yoona dari kejauhan, dimulai dari Yoona keluar rumah sampai ditempat kerja Yoona, semua itu ia lakukan karena perasaannya masih sangat mencintai Yoona.

JB dan Yoona sudah ada di atas motor milik JB “Jika kau merasa canggung melingkarkan tanganmu di pinggangku.. Kau bisa berpengangan di pundakku” ucap JB menahan tawanya.

N-ne?” Jawab Yoona terbata. Jangankan untuk melingkarkan tangannya di pinggang JB, ketika tadi tangannya ditarik oleh JB saja Yoona merasa sangat canggung.

JB tersenyum mendengar jawaban yang keluar dari mulut Yoona, ia memegang kedua tangan Yoona dan segera melingkarkan kedua tangan Yoona dipinggangnya “Seperti ini, maka kau tidak akan terjatuh Yoona-ah” tak menunggu jawaban Yoona, JB segera melajukan motornya.

Pantai Haeundae, Busan

11.00 Siang

Pantai Haeundae merupakan tempat yang indah untuk berjalan-jalan. Pantai ini adalah salah satu tempat paling populer di Busan untuk melihat matahari terbit pada tanggal 1 Januari.

Kim Jongin terlihat sedang berjalan seorang diri di pinggir pantai tersebut. Benar, ia berbohong pada Jihyun yang mengatakan ingin mengantarkan adiknya berangkat kesekolah. Jongin tidak mengantarkan adiknya ke sekolah kecuali ada hal-hal yang mendesak, ia sangat menjunjung kemandirian adiknya.

Jongin memasukan kedua tangannya ke dalam kantung celananya untuk sedikit menghangatkan kedua tangannya.

Hyung.. Aku bertemu dengan adikmu semalam..

Jongin memainkan pasir-pasir halus dengan kakinya “Kau pasti tidak percaya,, kesan pertama yang kuberikan padanya sangat membuatnya kesal,, Maafkan aku Hyung,, begitulah caraku mendekatinya

Jongin mengeluarkan dompet dari kantung yang ada di belakang celananya, ia mengambil sebuah foto dari dompetnya, foto dirinya bersama dengan seorang laki-laki yang sedang berada di atas motor miliknya dan memperlihatkan wajah bahagia disana. Sosok lelaki itu adalah Im Changmin yang diambil beberapa tahun silam sebelum Changmin pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.

Sungguh… Dia sangat mirip denganmu Hyung….

Hannyoung High School

03.30 Sore

TEETT!!!

Suara bel yang menandakan kagiatan sekolah berakhir, murid-murid berhamburan untuk segera pulang ke rumahnya masing-masing.

Tao, Sehun dan Jiwon terlihat sedang bercanda sampai tertawa terbahak sembari berjalan, mereka terus menertawakan sesuatu hal sampai akhirnya Tao menabrak seseorang dan membuatnya terjatuh.

Ahh,, Maaf..” Tao segera membantu membangunkan gadis yang terduduk di lantai itu.

Agnes!!” Teriak seseorang dari arah belakang. Mereka pun serentak menoleh ke arah sumber suara dan terlihat Jackson sedang berlari kearahnya. Mendengar teriakan Jackson, Tao baru menyadari gadis yang ia tabrak ternyata gadis incarannya yang menurutnya mustahil dimilikinya.

Apa yang kau lakukan bersama mereka?” Tanya Jackson pada Agnes.

Sebelum Agnes menjawab, Jiwon lebih dulu menerangkan kejadian yang sesungguhnya. “Kami tidak melakukan apapun padanya, tadi temanku ini tidak sengaja menabraknya..

Kau baik-baik saja?” Tanya Jackson lagi pada Agnes, lalu Agnes mengangguk mengiyakan.

Lain kali berhati-hatilah!!” Jackson melihat Tao dengan menunjukan wajah kesalnya.

Sudahlah… Ayo pergi” Agnes menarik tangan Jackson.

Yang kutabrak Agnes.. Kenapa dia yang menceramahiku??!!” Kesal Tao, ia menyesal kenapa tadi ia diam saja ketika Jackson menasihatinya.

Kau memang salah Tao-yaa, jangan mencoba membela dirimu!!” Ucap Jiwon sembari menatap tajam mata Tao.

Tapi aku malu dia memperlakukanku seperti itu di depan gadis yang kusukai..” Tao masih tidak terima dengan apa yang baru saja terjadi.

Dia memperlakukanmu seperti itu, karena dia kekasihnya!! Sudahlah,, kita pulang!!” Ujar Sehun, ia merangkul Tao dan Jiwon, mereka berjalan keluar gerbang menuju halte bus.

Tak lama bus yang ditunggu pun datang, Sehun dan Tao pun segera masuk kedalam bus “Jiwon-aa,, kau tidak naik??” Teriak Sehun di ambang pintu masuk bus.

Ponselku tertinggal di kelas, aku harus mengambilnya. Kau duluan saja!! Sampai jumpa besok!!” Jawab Jiwon diiringi dengan senyuman khasnya, bus yang dinaiki Sehun dan Tao pun melesat pergi.

Selang 30 menit, Jiwon masih duduk di kursi halte bus, ia sibuk bermain dengan ponselnya sampai ia tidak menyadari Mark sudah ada didepannya.

 

TIN-TIN!!

Mark menyadarkan Jiwon dengan suara klakson motornya, Jiwon pun memalingkan pandangannya ke arah jalan.

Oh,, Oppa!!” Jiwon pun menghampiri Mark dan mereka akhirnya pergi dari sana.

Jiwon mengeratkan pegangannya di pinggang Mark “Oppa.. Bawa aku pergi ke tempat favoritmu..” Bisik Jiwon di telinga Mark yang sedang tidak menggunakan helm.

Aku tidak bisa membawamu sekarang!! Tempat itu terlalu jauh… Tapi suatu saat nanti aku akan membawamu kesana.. Aku janji!!” jawab Mark. Tempat favoritnya adalah Amerika, dimana negara itu adalah tempat kelahirannya dan seluruh keluarganya berkumpul.

Mark berhenti disebuah taman, memarkirkan motornya dan ia pergi untuk membeli sesuatu di sebuah toko makanan. Mark kembali dengan membawa dua buah eskrim rasa coklat ditangannya, ia memberikan satu eskrim pada jiwon yang masih terduduk di atas motor miliknya, Mark pun ikut duduk dimotornya dengan posisi badan yang miring.

Oppa.. Bagaimana jika suatu saat nanti Oppaku tahu aku berhubungan denganmu?? Apa yang akan kau lakukan?” Pertanyaan yang selalu ingin Jiwon tanyakan pada kekasihnya.

Aku memang berencana ingin bertemu dengannya dan memberitahu semuanya.. Kau tahu? Diantara kami tidak pernah ada perselisihan apapun, kita hanya saling diam karena kami berbeda geng” Jawab Mark santai sembari terus menikmati eskrimnya.

Kenapa harus seperti itu? Bukankah akan lebih bagus jika kedua geng bersatu?” Tanya Jiwon penasaran.

Entahlah,, aku benar-benar tidak tahu soal itu” Mark menunjukan wajah bingungnya.

Oppaku.. Dia tidak mengizinkanku untuk berpacaran dengan anggota geng motor, sekalipun itu dari anggotanya. Jangan tanya alasannya karena aku juga tidak tahu. Sungguh menyebalkan!!” Jiwon terlihat sangat kesal.

 

Aku tahu, aku sangat tahu alasannya ungkap Mark dalam hati.

Tiba-tiba Mark mendengar suara motor yang bergemuru kencang, ia langsung melihat keadaan sekitar, benar saja di jalur yang berlawanan dengannya baru saja lewat geng motor yang salah satu anggotanya sangat dikenalinya.

Jiwon-aa kita pergi!!” Mark membuang eskrimnya, ia juga membuang eskrim yang ada di tangan Jiwon.

Mark mengaitkan kedua tangan Jiwon diperutnya “Peluk aku yang erat!! Kau mengerti!! Maaf jika kali ini aku membuatmu takut..

Mendengar pernyataan itu, Jiwon mengerutkan keningnya bingung “Ne?“, namun Mark mengabaikan Jiwon dan segera meninggalkan tempat itu.

Mark mengendarai motornya sangat cepat, ia melihat di kaca spion motornya dan ternyata geng motor yang tadi dilihatnya berada tidak jauh dari motornya, Mark semakin meninggikan kecepatan motornya, andai ia sedang tak bersama Jiwon ia tidak akan melarikan diri seperti ini, ia takut Jiwon akan menjadi bahan incaran untuk membalas dendam mereka.

Jiwon mendengar gemuruh suara motor, ketika ia melihat kebelakang banyak sekali motor yang bertipe sama dengan motor Mark mengikutinya, kini motor-motor itu mengelilingi dirinya dan Mark.

Jiwon-aa tutup matamu.. ” Pinta Mark sembari terus melajukan motornya kencang.

Oppa.. Ini ada apa?” Tanya Jiwon yang mulai merasa ketakutan.

Tutup matamu!! Dan percaya padaku tidak akan ada hal apapun yang terjadi” Mark mengencangkan suaranya agar Jiwon mendengar. Jiwon pun menutup matanya dan mengaitkan kedua tangannya di perut Mark.

BRRUUMMM!!!

Salah satu motor mencoba menyerempet motor Mark, namun Mark berhasil menghindarinya. Mark semakin mengencangkan laju motornya, motor-motor yang ada di sekelilingnya pun mundur dan tiba-tiba ada satu buah motor datang dari sebelah kanannya yang membawa sebuah tongkat kasti dan memukul tangan Mark dengan tongkat itu kencang.

Akkkkkkkhhhh!!!” teriak Mark kesakitan, motornya pun oleng dan kecepatannya menurun drastis.

OPPPPAA!!!” Teriak Jiwon dengan masih menutup matanya. Dan datang lagi satu buah motor dari sebelah kiri Mark, ia menendang motor Mark yang membuat Mark benar-benar kehilangan keseimbangan dan terjatuhlah Mark dan Jiwon, mereka beguling di jalan cukup jauh.

Akhh” Mark memegang tangan kanannya yang terasa sangat sakit, ia melihat Jiwon tak jauh darinya dan tak sadarkan diri, ia pun berlari menghampiri Jiwon yang di tubuhnya bayak sekali luka-luka kecil terutama bagian kakinya karena Jiwon memakai rok diatas lutut.

Jiwon-aa” Mark mencoba menyadarkan Jiwon.

Mark mengeluarkan ponselnya ia segera menghubungi Ambulance.

EXO’s Basacamp

19.00

Nunna.. Dimana Jongin Hyung? Aku jarang sekali melihatnya akhir-akhir ini” tanya Sehun pada Jihyun yang sedang sibuk dengan ponsel yang ditempelkan ditelinganya.

YAK!! Kau dimana??” Jihyun beranjak bangun dari sofa dan berjalan keluar ruangan sembari berbicara dengan seseorang dalam ponsel.

Ku dengar geng motor dari Daejeon baru saja membuat keributan di Seoul.. Syukurlah itu bukan kau..” Jihyun bernafass lega.

Tao dan sehun ada disini,, cepatlah kembali…

 

TUT… panggilan terputus.

Aku mengkhawatirkanmu..” Lanjut Jihyun dengan suara yang sangat pelan.

Gureum Cafe, Seoul

19.00

TUT..

Kai baru saja mematikan panggilan telpon di ponselnya ketika ia melihat Yoona baru saja keluar dari tempat kerjanya. Yoona memasang earphone ditelinganya untuk dijadikan teman berjalan menuju stasiun kereta bawah tanah, ketika Yoona mau menyebrang, Kai bersiap-siap untuk melakukan aksinya.

Yoona sampai di tengah jalan, Kai menyepatkan laju motornya dan

TTIIIIIIINNNNNNNNN!!!

Aaaaakkk!!!” teriak Yoona mendengar suara motor dan klakson yang sangat dekat dengan dirinya itu, ia menutup kedua matanya dengan kedua tangannya.

Yak!! Kau bosan hidup??!” Teriak Jongin membuka kaca helmnya.

Yoona tersadar kembali, ia berjalan mendekat ke tempat Jongin “Kau kan yang salah!! Tidak se… K-k-kau??!!” Yoona mengenali wajah Jongin.

YAK!! Karena dirimu aku telat sampai dirumah!! Aku telat masuk kerja!! Dan gajiku pun dipotong!!!” Teriak Yoona sembari bertolak pinggang.

Jongin memperhatikan detil wajah Yoona, Kau benar-benar sama dengan dia Hyung ucap Jongin dalam hati.

Yak!!” Bentak Yoona yang membuat Jongin tersadar.

Apa maksudmu? Kau tidak sadar semua yang terjadi padamu tidak ada kaitannya denganku!!” Jongin menutup helmya dan berniat untuk segara pergi, namun Yoona memutar kunci motor Jongin dan mengambilnya.

Apa yang kau lakukan?” Tanya Jongin datar.

Minta maaf padaku!!” Yoona memasukan kunci motornya kedalam kantung celananya.

Cih, hatinya tidak setampan wajahnya.. Yoona berbicara dalam hati.

Dimana letak kesalahanku?” Tanya Jongin bingung.

Apa?? Dimana letak kesalahanmu?? Aishhhh!! Kau bodoh atau amnesia??” Amarah Yoona kembali terpancing.

Dengar!! Kemarin kau yang tiba-tiba muncul menghalangiku kan? Seharusnya kau yang berterimakasih karena aku tidak menabrakmu, dan sekarang kau menyebrang dengan menggunakan earphone di telingamu sehingga tidak bisa mendengar suara klakson motorku dan lagi-lagi aku bisa menghindarimu. Menurutmu siapa yang salah?” Jongin melipatkan kedua tangannya, memandang tajam mata Yoona.

Yoona menunduk, ia tampak berpikir, menurutnya apa yang diucapkan Jongin tidak sepenuhnya salah, ia berusaha menjelaskan kejadian kemarin dengan membalas tatapan Jongin.

Ke-ke-kemarin a-a-aku ingin meminta pertolonganmu” tiba-tiba Yoona tergagap.

Aish kenapa tatapannya membuat jantungku berdegup sangat kencang Yoona berbicara dalam hati.

YAK!! Jangan menatapku seperti itu!!! Ini kuncimu!!!” Yoona memberikan kunci motornya pada Jongin dan meninggalkan tempat itu.

Ohhh.. Dia pikir siapa dia?? Menatapku seperti itu.

Jongin yang ditinggalkan begitu saja pun memutar balik motornya dan mengejar Yoona, “Memang kemarin kau ingin meminta bantuan apa?” Tanya Jongin yang mengendarai motornya sangat pelan untuk menyeimbangi jalannya Yoona.

Tidak ada!!

BRRRUUUMMM!!

 

Tiba-tiba JB datang dari arah berlawanan “Yoona-ah.. Cepat naik!!” Yoona dan Jongin pun berhenti dan melihat kedatangan JB.

Oh,, JB.. Kenapa kau bisa disini?

Cepat naik!! Aku harus menjenguk Mark!!” JB memberikan helmnya pada Yoona dan mereka pergi meninggalkan Jongin.

JB? Dia mengenal JB? Ada hubungan apa mereka?

Setelah memikirkan kemungkinan hubungan antara Yoona dan JB, akhirnya ia memutuskan untuk pergi menuju apartemennya.

Kim’s Apartemen

20.00

Tit tit tit tit…

Jongin menekan tombol untuk membuka pintunya, dan masuklah ia kedalam.

Jiwon-ah!!” Jongin mencari dimana keberadaan adiknya, ia biasa melakukan itu setiap kali ia baru tiba diapartemennya untuk memastikan adiknya sudah ada diaparteman.

Jongin melangkah kekamar Jiwon namun tidak ada, ia berjalan ke dapur juga tidak ada.

Kim Jiwon!!” Jongin berlari ke kamarnya dan tidak ada juga. Ia pun segera menghubungi ponsel adiknya namun nomornya tidak aktif. Jongin pun menghubungi Sehun.

Sehun-ah, kau bersama Jiwon?

Tidak Hyung..” Jawab Sehun.

Kau tahu dimana dia? Kau tidak pulang bersama dengannya?” Tanya Jongin yang mulai merasa khawatir.

Ahhh.. Itu Hyung,, Tadi aku dan Tao pulang lebih dulu, Jiwon sepertinya kembali kesekolah untuk mengambil ponselnya yang tertinggal” Jawab Sehun sedikit takut karena ia meninggalkan Jiwon seorang diri.

 

TUT…

Jongin mematikan panggilan telponnya dan bergegas pergi ke sekolah Jiwon.

Hannyoung High School

20.30

Jongin tiba di depan sekolah Jiwon, namun keadaan sekolah sudah sangat gelap dan pagarnya pun terkunci. Jongin menghampiri pos penjaga sekolah.

Ahjussi, apa di dalam sudah tidak ada murid lagi?” Jongin bertanya sopan.

Tidak ada, mereka semua sudah pulang sore tadi” jawab lelaki yang diperkirakan kepala tiga itu.

Apa kau sudah memeriksanya kembali?” Jongin mengeluarkan ponselnya lagi dan menghubungi ponsel Jiwon.

Setiap jam 6, kami para penjaga akan memeriksa dan jika terlihat ada murid yang masih berkeliaran kami menyuruhnya untuk segera pulang” terang Ahjussi itu.

Baiklah,, termikasih Ahjussi” Jongin kembali ke motornya.

Jiwon-aa.. Kau dimana??” Jongin terus menghubungi ponsel Jiwon, namun nomornya tidak aktif.

Rumah Sakit, Seoul

20.30

Mark terbaring tak sadarkan diri, tangan kanannya patah akibat pukulan tongkat kasti sore tadi. Di wajahnya terdapat banyak luka-luka kecil. Jiwon juga terbaring tak sadarkan diri di sebelah tempat tidur Mark, hampir di seluruh tubuhnya terdapat luka.

Tak beselang lama Mark pun tersadar ia langsung terbangun dan turun dari tempat tidurnya ketika melihat Jiwon terbaring lemah disebelahnya, Mark berjalan dengan sedikit pincang.

Mark melihat tubuh Jiwon yang banyak luka, ia mengepalkan tangan kirinya seperti menahan marah.

Tak lama JB dan Yoona datang.

Mark,, apa yang terjadi?” JB menghampiri Mark yang sedang berdiri menatap gadis yang berbaring.

Mereka jauh-jauh datang ke Seoul hanya untuk melakukan ini..” Mark semakin mengepalkan tangannya.

Siapa mereka?

Daeboy’s” Mark menekankan ucapannya.

JB pun mengepalkan kedua tangannya ketika mendengar nama itu, ia marah karena membuat sahabatnya menjadi babak belur seperti ini.

Yoona hanya diam saja, sesungguhnya ia bingung harus berbuat apa. Semua yang dibicarakan Mark dan JB tak ada satupun yang dimengerti. Namun dalah hati, Yoona merasa sangat senang bisa bertemu dengan lelaki yang pernah disukainya dulu, walau perasaannya kini sudah biasa saja.

Siapa dia?” Tanya JB melihat Jiwon berbaring.

Oppa!!” Panggil Agnes yang sudah ada di belakang JB bersama dengan Jackson.

Hyung apa yang terjadi?” Jackson pun mendekat dan memperhatikan tangan Mark yang diperban dan digantungkan di bahunya.

Jackson pun melihat gadis berbaring di sebelah Mark “J-jiwon?

Mendengar Jackson memanggil nama Jiwon, Agnes pun mendekat dan melihat siapa gadis yang berbaring “Oh, Jiwon-ah..

Kau mengenalnya?” Tanya JB kepada Jackson dan Agnes.

Hyung!! Kau menabraknya?? Ouhhh kau dalam masalah besar Hyung!! Kau tahu dia siapa? Dia adiknya Kim Jongin!!” Seru Jackson.

APA??” JB sedikit tidak percaya mendengar nama ketua geng yang sangat terkenal dikalangan geng motor.

Mereka tidak banyak berubah.. Apa mereka masih mengenaliku? Ahh.. Sepertinya aku salah mengikuti JB kesini Yoona hendak pergi meninggalkan ruangan itu, namun JB menahannya.

Yoona-ah..

Ne..

Tunggulah sebentar, aku akan mengantarmu pulang

Ne..

Mark mengambil ponsel yang ada di jas Jiwon, namun ponsel Jiwon mati.

Agnes menghubungi seseorang.

Tao-ssi.. Aku Agnes.. Jiwon mengalami kecelakaan dan sekarang dia di rawat dirumah sakit…

Ne..” Jawab Agnes lalu mematikan ponselnya.

Oppa aku sudah menghubungi temanku, dia sahabat Jiwon, tidak lama mereka akan datang” Agnes memberitahukan pada Mark.

Yak!! Kau berhubungan dengannya??” Teriak Jackson pada Agnes.

Mark yang mendengar adiknya diteriaki melirik tajam mata Jackson, Jackson pun langsung terdiam.

30 menit kemudian….

Jongin, Jihyun, Sehun dan Tao datang bersamaan, Jongin berlari mendahului ketiga orang dibelakangnya, ia masuk kedalam ruangan dan melihat beberapa wajah yang sudah dikenalinya. Jongin menyingkirkan beberapa orang yang megnerumuni Jiwon termasuk JB dan Mark.

P-p-ria itu..” Yoona mengenali wajah Jongin, ia segera menutup wajahnya dengan tangannya dan bergegas pergi dari sana, karena ia berjalan terburu-buru ia pun menabrak Jihyun.

Aaakk.. Maafkan aku.. Maaf..” Yoona berlari pergi. Jihyun melihat aneh tingkah laku Yoona.

Sampai diluar Yoona bernafas lega “Siapa dia? Kenapa aku selalu bertemu dengannya? Aisshh!!” Yoona berbicara seorang diri. Orang yang berlalu lalang disana mungkin menganggap dirinya gila.

Di dalam ruangan, Jongin melihat miris keadaan tubuh adiknya yang dipenuhi dengan luka, dan di saat itu juga Jiwon terbangun.

Jiwon-aa..” Mark langsung memegang tangan Jiwon dengan tangan kirinya, yang membuat Jongin bergeser karena dorongan tubuh Mark.

Jongin sudah menahan amarahnya sejak tahu adiknya terlibat kecelakaan, akhirnya Jongin mendorong Mark menempel tembok dan memegang kerah baju Mark.

Apa yang kau lakukan pada Adikku?” Jongin menekankan kalimatnya.

Jiwon bangun dari tempat tidurnya dan segara menarik Jongin menjauh dari Mark “Oppa!! Hentikan!!

JB menarik salah satu tangan Jongin dan membawanya keluar.

Mau apa kau?” Tolak Jongin.

Aku akan menjelaskannya padamu” jawab JB.

Jongin dan JB pun menghilang dari ruangan.

Oppa..” Jiwon memeluk Mark, melingkarkan kedua tangannya di leher Mark.

Akkkkk..” ringis Mark karena tangannya tidak disengaja tertekan oleh badan Jiwon.

Apa ini?” Ucap Jackson. Sehun, Tao, Agnes dan Jihyun pun dibuat terkejut melihat keakraban mereka.

Di sebuah taman halaman Rumah Sakit, Jongin berdiri dibelakang JB.

Aku tidak tahu ada hubungan apa antara adikmu denganmu Mark, satu hal yang kutahu, mereka seperti ini karena ulah Daeboy’s” JB berbalik menghadap Jongin.

Daeboy’s?” Tanya Jongin memastikan.

Kau pasti tahu mereka..

Apa yang kalian lakukan sampai mereka berbuat seperti ini?” Yang Jongin tahu tentang geng motor Daeboy’s adalah mereka termasuk geng motor yang kejam jika mereka merasa ditindas oleh geng motor lain, mereka berbeda dengan geng motor yang lain. Dan geng motor seperti itu hanya ada di Daejeon, maka dari itu mereka menamakan geng mereke Daeboy’s yang berati Daejeon boy’s.

Beberapa hari yang lalu, aku dan Mark terlibat dalam sebuah balapan di Daejeon, dan salah satu dari anggota mereka mengikuti balapan itu. Mark memenangkan pertandingan itu” jelas JB.

Hanya itu?” Jongin meragukan jawaban JB.

JB mendengus kasar, malas rasanya ia menjelaskan kembali kejadian yang dialaminya beberapa hari yang lalu “Ketika balapan itu berlangsung, salah satu anggota mereka menyerempet Mark agar terjatuh, namun Mark berhasil menghindar. Mark bukan tipe orang yang menerima begitu saja apa yang terjadi dengannya..

Dia menendang anggota Daeboy’s itu dan..” Potong Jongin.

Orang itu terperosok jatuh.. Kupikir dia masih dirawat di Rumah sakit sekarang” lanjut JB.

Jongin menggeleng, masalah kecil menurutnya, tapi jika sudah berkaitan dengan adiknya, bukan masalah kecil lagi.

Sejak kapan dia berkencan dengan Adikku?” Sekiranya Jongin sudah tahu inti permasalahannya, lalu ia mengalihkan pembicaraan.

Aku baru mengetahuinya sekarang” jawab JB santai.

Pastikan dia menjauhi adikku!!” Jongin meninggalkan JB dan kembali ke ruang rawat Jiwon.

Jongin kembali masuk kedalam Rumah Sakit dan ia melihat Yoona tertidur di kursi tunggu, ia hanya memperhatikan sebentar lalu ia masuk kedalam ruangan adiknya.

Tao-ya!! Bawa motorku!!” Jongin melemparkan kunci motornya pada Tao.

Jongin-ah.. Apa yang kau bicarakan dengannya?” Jihyun menghalangi jalan Jongin.

Tidak ada. Kau bersedia tinggal di apartemen bersama Jiwon?” Tanya Jongin pada Jihyun.

N-ne?

Pastikan dia tidak bertemu dengan Jiwon!!” Jongin melirikkan matanya kearah Mark.

Jongin mendekat ketempat Jiwon dan Mark yang sedang duduk di atas tempat tidur.

Menjauh darinya!! Atau tangan kirimu bernasip sama seperti tangan kananmu!!” Jongin mengangkat tubuh Jiwon, ia membopong Jiwon dan segera membawanya pulang dengan menggunakan taksi.

Jika Jongin sudah bersikap seperti ini, Jiwon sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya diam, mengikuti semua apa yang diinginkan Kakaknya.

Jackson sangat tidak suka melihat Mark diperlakukan seperti itu “Hey!! Kau urusi saja adikmu!! Dasar gadis peng.. Eeemmmmpp..” Agnes membekap mulut Jackson.

Jongin menghentikan langkah kakinya dan berbalik menghadap Jackson “Kau bicara denganku?

Mark berdiri menghadap Jongin, ia membungkuk lama “Maaf.. Maafkan aku..

Jongin pun pergi meninggalkan ruangan disusul Jihyun dan Sehun, sebelum pergi Tao menyempatkan diri untuk berterimakasih pada Agnes.

Terimakasih sudah mengabariku..” Tao tersenyum penuh kebahagian. Agnes pun mengangguk.

Maafkan Oppaku” Tao pun membungkuk pamit hanya pada Agnes.

Dua hari kemudian

Daejeon

20.00

Jongin, Tao, JB yang membonceng Mark memasuki daerah Daejeon, seperti yang telah direncanakan JB dan Jongin, hari ini mereka akan membalas semua perlakuan yang dilakukan geng Daeboy’s pada Mark dan Jiwon. Mereka berhenti di sebuah perumahan yang terbilang sangat sepi, mereka sampai di markas Daeboy’s.

Mark turun dari motor JB, tangan kananya masih dibungkus kain perban. Ia mengambil sebuah kayu yang ada di tempat sampah dan berjalan masuk. JB pun masuk kedalam markas itu, tak lupa ia mengencangkan slayer hitam yang melingkar ditangannya.

Mark mendorong pintu masuk dengan kakinya, sehingga terlihatlah penghuni rumah sedang tertawa dan beberapa ada yang sudah mabuk. Para penghuni itu pun melihat ke arah Mark dan JB.

Ohhoww, lihat siapa yang datang..” Salah seorang yang sedang merokok itu menghampiri Mark, tanpa menunggu lama Mark menendang perut pria itu dan ia tersungkur jatuh ke lantai.

Orang yang ada di dalam ruangan itu sekitar 10 orang, ketika melihat teman mereka dipukul, mereka mngeluarkan senjata tajam yang dimiliki seperti pisau.

Mark maju selangkah kedepan, namun tiba-tiba bahunya ditahan oleh Tao “Apa yang bisa kau lakukan dengan tangan seperti itu?

Tao pun maju kedepan dan melawan beberapa dari mereka dengan keahlian wushu yang dimilikinya, JB pun menyusul Tao dan melawan sisanya.

Dalam dua menit, mereka sudah terkapar semua. Tao melihat lengannya yang terdapat goresan pisau, ia mengambil slayer dikantung belakangnya lalu ia melilitkan slayer itu ke luka yang terus mengeluarkan darah itu.

Kau bisa melanjutkan?” Tanya Jongin pada Tao.

Tentu!!” Jawab yakin Tao.

Mereka menaiki beberapa tangga yang langsung mengarah pada sebuah ruangan, Jongin memimpin. Jongin membuka pintu dengan sopan, lalu ia masuk kedalam dan mendapati seseorang sedang berdiri menghadap keluar jendela membelakangi Jongin.

Apa yang kalian cari?” Tanya pria itu tanpa berbalik.

KAU!!” Jawab Mark menekankan kalimatnya.

Ohowww… Bagaimana keadaanmu? Aisshhh kukira kau masih koma di dalam rumah sakit” pria itu akhirnya berbalik, ia sedikit terkejut akan kehadiran Jongin.

TTAAARRR!!!

Mark melemparkan kayu yang ia bawa ke sebuah cermin, dan bertebarlah pecahan cermin itu di lantai. Lelaki itu memandang Mark sangat tidak suka, namun Jongin yang ada di sebelah Mark menganggu fokusnya pada Mark.

Kim Jongin!! Aku tidak punya urusan denganmu!!” Pria itu mematikan rokoknya.

Jongin tersenyum meremehkan.

Tapi aku punya!!

Apa yang kau lakukan terhadap adikku?” Jongin berjalan mendekat ke tempat pria itu berdiri.

Apa yang kau bicarakan?” Tanya pria itu.

Gadis yang bersamanya dua hari yang lalu, dia adikku!!

BUG!!

Aaakkkkhh” ringis pria itu sembari memegangi kakinya.

Jongin menendang keras tulang kering kaki pria itu, dengan sepatunya yang super besar.

Dengar!! Ini hanya peringatan!! Jika kau menyentuh sehelai rambut adik atau anggotaku!! Aku yang akan membunuhmu!!” Jongin berbalik pergi. Ia rasa cukup pembalasannya, mengingat anak buahnya sudah banyak yang terkapar di lantai bawah.

Sampai di sebelah Mark, Jongin berhenti “Urusanku selesai!!

Tao-yaa..” Jongin memberikan isyarat dengan matanya bahwa mereka harus segera pergi.

Kini waktunya JB dan Mark yang akan membalas kemarahan yang sempat terpendam.

Yoona House

07.00 Pagi

Yoona bangun dari tidurnya, ia melihat jam di ponselnya kenapa waktu berjalan begitu lambat.

Yoona kembali merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya. Hari ini adalah jatahnya libur dari pekerjaannya, ia lebih suka berdiam diri dirumah kebanding harus keluar menghabiskan uang.

Sebenarnya siapa pria itu? JB bahkan mengenalnya.. Aaahhh kenapa aku terus memikirkannya” Yoona membekap wajahnya dengan bantal.

DUG!! DUG!! DUG!!

Yoona!! Im Yoona!!!

Ne..” Yoona berlari untuk membuka pintu rumahnya.

Cepat bayar uang sewa!! Bahkan hari ini sudah lewat jatuh tempo!!

Yoona melihat ada dua orang laki-laki bertubuh besar dibelakang sang pemilik rumah.

 

Astagahhh.. Aku lupa.. Ucapnya dalam hati.

Beri aku waktu,,, sampai tiba gajian bulan ini Ahjumma,, kumohon” Yoona memasang wajah melasnya.

Cah!! Kau selalu seperti itu!! Ketika gajian, kau mengirimkan uangmu untuk keluargamu!! Kau sudah 7 bulan menunggak!! Sekarang juga angkat kakimu dari rumahku!!” Ahjumma itu menarik Yoona keluar dari rumah.

Kalian!! Ambil barang apa saja yang bisa dijual!!” Perintah Ahjumma itu pada kedua bodyguardnya.

Ahhhhh,, jangannn!!!” Yoona berlari masuk kedalam kamarnya, benda pertama yang ia selamatkan adalah ponselnya.

Ahjussi.. Setega ini kah kau terhadap seoarang perempuan??” Yoona memegangi teve yang akan dibawa oleh lelaki besar itu.

Aku hanya melakukan tugas.. Minggir!!” Pria itu mendorong Yoona menjauh.

Cepat pergi dari sini!! Atau aku akan menuntutmu!!” Ancam pemilik rumah.

Aku tidak punya tempat tinggal selain disini… Ahjumma beri aku waktu.. Kumohon” Yoona benar-benar menangis di hadapan pemilik rumah.

Pergilah!!” Teriak Ahjumma kencang.

Yoona mengambil beberapa pakaian lalu dimasukan kedalam tasnya, ia memakai jaket untuk menghangatkan tubuhnya lalu berjalan meninggalkan rumah dan barang-barang berharga yang ia punya.

Yoona menutup kepalanya dengan kupluk yang ada di jaketnya, ia masih sesenggukan karena menangis untuk mempertahankan beberapa barang berharganya. Ia pergi ke sebuah taman dan duduk pada sebuah ayunan.

 

Ibu… Apa yang harus kulakukan… Sesekali Yoona mengusap air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.

Aku bahkan tidak menemukan keberadaan Changmin Oppa…

Ibu aku ingin pulang…

Aku merindukan kalian…

 

Tiba-tiba ada seseorang yang memberikan Yoona satu buah eskrim rasa vanila.

Yoona pun melihat ke arah ayunan yang ada disebelahnya, ketika ia melihat keberadaan Jongin, ia sempat terkejut dan buru-buru ia menghapus air matanya.

Sedang apa kau disini?” Yoona mengambil eskrim itu.

Kau mau tinggal di apartemenku?” Jongin sudah mengetahui apa yang baru saja terjadi pada Yoona.

NE?” Yoona dibuat bingung oleh perkataan Jongin.

Cah.. Haha kau pikir aku wanita seperti apa? Yang seenaknya bisa tidur ditempat pria asing?” Kesal Yoona, ia tidak menyangka Jongin akan berpikiran seperti itu terhadapnya.

Kau baru saja diusir kan? Apa kau punya tempat tinggal sekarang?” Tanya Jongin.

YAK!!” Yoona menyodorkan es krim miliknya kehadapan wajah Jongin.

Terserah kau saja..

Yoona terdiam, entah kenapa ia tertarik akan penawaran Jongin dan begitu saja percaya pada lelaki yang baru dikenalnya itu. “Aku baru mengenalmu.. Aku tidak bisa percaya begitu saja, namamu saja aku tidak tahu

Jongin beranjak dari ayunan yang didudukinya.

Aku Jongin!

Aku Yoona, Im Yoona…” Yoona tampak berfikir lagi.

Melihat Yoona yang masih tenggelam dalam pikirannya membuat Jongin sedikit gusar.

Ck.. Selamat tinggal” Jongin hendak meninggalkan tempat itu, namun Yoona memanggilnya.

Tunggu!!! Aku mau..!

Kim’s Apartemen

08.00

DUG!!! DUG!!! DUG!!!

Sudah satu jam Jihyun mengetuk pintu kamar Jiwon untuk mengajaknya sarapan bersama, namun Jiwon tak sekalipun menyauti panggilan Jihyun.

Jiwon-aa!! Kim Jiwon!! Apa aku harus menghubungi Jongin?? Eoh??

CEKLEK..

Jiwon membuka pintu kamarnya “Lihatlah!! Aku sudah sembuh!! Aku sudah bisa berjalan!! Jangan lagi mengurungku dirumah!!” Jiwon pergi ke meja makan dan sudah tersedia kimbab buatan tangan Jihyun.

Jihyun menghampiri Jiwon yang sedang menikmati Kimbab dan Jihyun duduk disebelahnya. “Baiklah, memang kau mau pergi kemana? Aku akan mengantarmu?

Eonni.. Jangan buat aku membencimu!!” Jiwon beranjak dari kursinya, meneguk segelas air lalu berbalik pergi.

Apa yang membuatmu benci padaku Jiwon-aa… Jihyun mengambil nafas panjang.

Sudah seminggu Jiwon dikurung dikamarnya, bahkan ketika ia pergi kesekolahpun ia merasa tetap dikurung, berangkat dan pulang bersama Jihyun, di dalam sekolah Sehun dan Tao tidak membebaskannya untuk pergi sesuai keinginannya, bahkan ponselnya di tahan oleh Jongin.

Tit tit tit tit…

Tak lama Jongin masuk kedalam dan disambut oleh Jihyun.

Kau datang pagi sekali.. Oh, siapa dia?” Jihyun melihat sesosok perempuan berdiri di belakang Jongin dengan mata yang sedikit sembab.

Dia temanku, Yoona. Dia akan tinggal disini” Jongin berjalan menuju meja makan, dan Yoona tersenyum canggung pada Jihyun.

 

Yoona?? Apa dia gadis yang selama ini kau cari-cari Jongin-ah.. Jihyun tampak berpikir seorang diri. Jihyun meninggalkan Yoona.

Kenapa dia harus tinggal disini? Kenapa tidak di Basecamp saja?” Saran Jihyun.

Dimana Jiwon? Dia sudah makan?” Jongin mengalihkan pembicaraan.

Sudah. Berikan ponselnya padaku!!” Jihyum meminta ponsel Jiwon yang ada di Jongin.

Apa jiwon yang menyuruhmu??

Tidak.. Hanya saja.. Kurasa sudah cukup kau menghukumnya seperti ini, biarkan dia memilih jalan hidupnya sendiri. Jangan membuat masa-masa sekolahnya menjadi suram Jongin-ah” Jihyun berusaha merubah jalan pikiran Jongin.

Aku tidak mempermasalahkannya jika itu bukan kalangan dari geng motor!! Kalaupun dia pelayan restoran aku akan mengizinkannya!!” Jongin beranjak pergi. Ia malas membahas hal yang amat tidak disukainya itu.

Ketika hendak keluar dari apartemennya, Jongin melihat Yoona sedang memperhatikannya di sudut ruangan.

Disini hanya ada dua kamar, jika mereka tidak mengizinkanmu sekamar. Ruang tamu ini cukup hangat” Jongin berlalu meninggalkan apartemennya.

Ya Tuhan… Dingin sekali dia!! Bahkan air yang baru mendidih jika berada didekatnya bisa langsung membeku… Cibir Yoona dalam hati.

Area balap, Seoul

12.00

Terdengar suara bising berasal dari motor yang hendak bertanding, di dalam peserta balap ada Tao dan Sehun. Ketika hendak mulai, tiba-tiba muncul satu peserta di paling pojok barisan, motor hitam, helm hitam, terlihat sangat gagah dan keren, ia adalah Kim Jongin. Sehun dan Tao membuka kaca helmnya lalu mengacungkan jempol mereka kearah Jongin.

Balapan pun dimulai, di putaran awal Jongin sudah menempati posisi pertama, Sehun diposisi kelima dan Tao di posisi ke ketujuh. Tiba di putaran akhir, sudah bisa dipastikan Jongin yang pertama melewati garis finish dan diposisi ketiga ditempati Tao dan keempat Sehun.

Ahhhh!! Sialll!! Seharusnya aku bisa diposisi kedua” Kesal Tao.

Seseorang yang mendapati posisi kedua mendekati Tao dan membuka helmnya. “YOU LOSE!! Menjauhlah dari Agnes!!” Kemudian pria yang diketahui adalah Jackson, pergi meninggalkan area balap.

Akkkkkkhhh!!!” Tao membuang helm merahnya entah kemana.

Apa kalian mempertaruhkan Agnes?” Sehun merangkul bahu Tao.

Dia yang bilang, Jika dia kalah dia akan memutuskan Agnes” jawab Tao.

Ckckck,, Jangan harap kau bisa mendapatkan hatinya dengan cara seperti ini!! Ayo pergi!!” Sehun menggeleng tak percaya.

GOT3’s Basecamp

14.00 Sore

Jackson memasuki halaman basecamp, memarkirkan motornya lalu masuk kedalam. Di sebuah sofa ia mendapati Mark sedang tertidur dengan tangan kirinya menggenggam ponsel miliknya.

Hyung!! Aku akan mentraktirmu makan!! Ayo!!” Jackson menarik tangan kiri Mark. Mark menarik tangannya kembali dan memiringkan tidurnya.

Jackson kesal karena tidak mendapat respon yang baik dari Mark, lalu ia menggelitiki pinggang Mark. “Hahahah Hyung.. Ayolah.. Lupakan saja dia!!

Come on!!” Desah Mark, ia menatap dalam mata Jackson. Saat ini ia sedang tidak ingin di ajak bercanda atau apapun itu bentuknya.

Jackson pun meninggalkan Mark dan menghampiri JB yang sedang berkutik dengan motornya.

Jangan mengajakku pergi kemanapun!!” Ucap JB tanpa menoleh Jackson.

Jackson baru saja ingin mengajak JB pergi makan untuk merayakan kemenangannya, walaupun hanya diposisi kedua ia sangat bangga karena tujuannya adalah lebih unggul dibandingkan Tao.

TIDAK!! TIDAK AKAN!!” Kesal Jackson.

KRRRIIIINNNNNGGGGG!!!

JB segera mengangkat telponnya.

Benar..

Terimakasih Pak!! Kau sudah bekerja keras” JB mematikan panggilan telponnya.

Mark!! Mereka sudah tertangkap” lapor JB pada Mark.

Sudah seharusnya!!” jawab Mark.

Tertangkap? Siapa?” Tanya Jackson yang lagi-lagi diabaikan oleh kedua Hyungnya.

Mark dan JB berhasil membongkar gudang narkoba terbesar di Korea Selatan, yang berawal dari ketidak sengajaan ketika mereka menyerang Daeboy’s yang ternyata di tempat itu juga adalah gudangnya dan lelaki yang ditendang oleh Jongin adalah salah satu pemiliknya.

Kim’s Apartemen

14.00

Yoona dan Jihyun sedang berbincang-bincang sembari menonton tv.

Yoona-ssi.. Aku harus pergi untuk menemui seseorang. Tolong kau jaga Jiwon sampai aku kembali, jangan izinkan dia pergi kemanapun. Aahhh ikut aku.. Aku akan memperkenalkan dirimu pada Jiwon

Yoona mengikuti langkah Jihyun menuju kamar Jiwon.

 

DUG!! DUG!!

Jiwon-ah??” Jihyun mengetuk pintu kamar Jiwon.

Masuk saja..” Teriak Jiwon dari dalam kamar, Jihyun akhirnya masuk dan Yoona pun ikut masuk.

Jiwon sedang tidur membelakangi Jihyun. “Aku masih kenyang..” Ucap jiwon tanpa berbalik.

Yoona-ssi.. Kau bisa berbicara sendiri dengannya kan,, aku sudah telat” ucap Jihyun.

Yoona mengangguk ragu.

Jiwon-aa.. Aku pergi dulu.. Sampai nanti” jihyun pun meninggalkan kamar Jiwon.

Jiwon berbalik melihat Yoona.

Siapa kau?” Tanya Jiwon.

Oh, kau menangis?” Yoona melihat mata jiwon merah dan sembab, ia pun menghampiri Jiwon.

T-tidak… Aku baru bangun tidur. Kau siapa?” Jiwon mengusap matanya.

Ku kira kau menangis.. Aahh, aku Yoona, Im Yoona umurku 22 tahun, aku teman kakakmu dan sepertinya untuk beberapa minggu kedepan aku akan tinggal disini sampai aku mendapatkan tempat tinggal baru” Jelas Yoona panjang lebar.

Aku Jiwon, Kim Jiwon. Senang bertemu denganmu” ucap Jiwon.

Yoona membalas dengan senyuman sapaan Jiwon.

Emm.. Bisa kau tinggalkan kamarku, aku ingin tidur” pinta Jiwon ramah.

Baiklah, selamat tidur

Pada dasarnya, Jiwon memang anak yang baik hati, murah senyum dan mudah bergaul, ia akan memperlakukan seseorang yang baru dikenalnya dengan ramah. Perlakuannya pada Jihyun adalah bentuk penolakannya agar tidak di kurung dirumah dan membiarkan dirinya bertemu dengan Mark, namun Kakanya belum mengizinkannya sampai saat ini.

Yoona melewati meja belajar Jiwon, penglihatannya tertarik pada sebuah foto yang dipajang di meja tersebut, ia mengambil foto itu.

Mark??” Ucapnya pelan, namun terdengar oleh Jiwon.

Jiwon pun langsung melihat Yoona.

Siapa?” Tanya Jiwon memastikan.

Yoona melihat Mark sedang tersenyum dengan menutup kedua matanya dan disebelahnya ada seorang perempuan yang diketahui itu adalah Jiwon sedang mencium pipi Mark di dalam foto tersebut.

Kau berkencan dengan Mark?” Yoona menunjukan foto yang ia pegang pada Jiwon. Jiwon turun dari tempat tidurnya, ia menutup pintu kamarnya lalu menguncinya, ia menarik tangan Yoona untuk duduk di kasur bersamanya.

Eonni, kau mengenal Mark?” Tanya jiwon antusias.

Yoona mengangguk.

Kau serius? Bukankah kau teman Oppaku? Bagaimana bisa kau mengenalnya?” Tanya Jiwon heran.

Memang ada hubungan apa antara Mark dan Jongin?” Tanya Yoona bingung.

Emmm.. Tidak ada apa-apa. Eonni, boleh aku pinjam ponselmu?” Jiwon memohon pada Yoona.

Untuk apa? Dimana ponselmu?” Tanya Yoona bingung.

Akan kujelaskan nanti, kumohon….” Jiwon mengulurkan kedua tangannya pada Yoona.

Ini..” Yoona memberikan ponselnya pada Jiwon.

Jiwon mengambil ponsel itu lalu mencari kontak yang bernama Mark, setelah didapat Jiwon langsung menghubungi kekasihnya itu.

Aku sudah lama tak berhubungan dengannya, mungkin sekarang sudah tidak aktif” jelas Yoona, yang diabaikan Jiwon.

Ha..llo..

Sampai bertemu di chap selanjutnya….

Jangan lupa kritik dan sarannya ya…

Teengkyuuu buat yang udah mau baca dan koment J

30 thoughts on “(Freelance) Still You (Chapter 1)

  1. Aahhh seru k seru pake bgt ff-nya hehe
    apa lg ada suami koh kim jong in :* *Plaakk *Jiaaahhh :v

    msh banyak yg misterius yaa dipart awal :3
    eemmm aku agak telat baca ini, hehe maklum readers baru :v

  2. keren bnget crtanya thor…

    castnya keren, alurnya jga keren…
    agak pnsran, ktanya jongin udah lma nyari yoona?mangnya knpa?
    ap krna yoona adknya changmin or jongin mmng punya prsaan sma sma yoona…tpi kyaknya option kedua agak irelevan..soalnya kan jongin sma yoona bru sja ktmu…

    thor…chapter 2 jgn lma2 yahh…dtungguu;-)

  3. Sebenernya ada hubungan apa jongin sama yoona😮
    Kok kayaknya dia udah lama nyari dia
    Trs changmin emngnya dimana?
    Bagus thor ffnya
    Menarik!!!
    Suka bgt sama ide nya hehehehe

  4. aku kira yoona akn jadi anggota geng motor juga.. semoga aja yoona gk terlalu lemah karakternya…changmin itu udah mati ya??? ceritanya rumit nih..penuh konflik
    semoga nextnya gk lma” updatenya..pensran…

  5. Bagus banget thor ceritanya beda dri yg lain.
    Next chapter jangan lama-lama yah thor soalnya penasaran sama cinta yoona kai JB
    Banyakin moment yoona kai dong hehehe
    Keep writing

  6. Sumpah ff nya seru banget, suka baca fg tuh yg panjang, suka genre nya soalnya jrang bnget aku bca ff tuh kyak geng2 mtor gitu, kyaaaa ada Got 7.. jackson oppa.. yoong unnie cariin changmin oppa, tp dia kmna?? Trus kai oppa tau siapa changmin oppa, kyaaa ada TaoHun jga.. kngen sma kapel itu..ini chap masih misterius..
    Next chap jan lma2 ya thor.. faighting

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s