(Freelance) Still You (Chapter 2)

still you

Still You Chap 2

 

 

Author                  : Chobi
Tittle                     : Still You
Cast                       : Kim Jongin,
Im Yoon Ah

Support cast       : JB,Tao, Sehun

Genre                   : Romance
Rating                   : PG 17
Length                  : Chapter

Disclaimer          : FF ini murni, asli buatan aku sendiri. Semua cerita yang ada disini cuma karangan aku aja, GAK NYATA. Typo bertebaran bak daun-daun yang berguguran di musim gugur. Jadilah pembaca yang baik.

 

 

 

 

Jiwon mengambil ponsel itu lalu mencari kontak yang bernama Mark, setelah didapat, Jiwon langsung menghubungi kekasihnya itu.

 

Aku sudah lama tidak menghubunginya, mungkin sekarang sudah tidak aktif lagi” jelas Yoona, yang diabaikan Jiwon.

 

Ha..llo..” Ucap Jiwon ragu.

 

Wae?” Mark menjawab sekaligus bertanya dengan singkat dari dalam telepon.

 

Op..pa? Kau benar Mark Oppa?

 

J-ji-won? Kau Jiwon? Jiwon-ah kau baik-baik saja?” Mark terkejut mendengar suara Jiwon.

 

Tiba-tiba Jiwon menangis, Yoona pun dibuat bingung olehnya “Jiwon-ssi,, ada apa denganmu?” Wajah Yoona terlihat sangat serius. Jiwon menggelengkan kepalanya.

 

Oppa.. Kau baik-baik saja? Bagaimana dengan tanganmu?” Tanya Jiwon sembari terus menangis.

 

Tidak biasanya Jiwon menjadi wanita yang lemah seperti ini, ia tidak pernah memperlihatkan kepada siapapun jika ia mulai menangis, karena ia tidak ingin orang yang ada disekitarnya tahu bahwa dia sedang tidak baik-baik saja.

 

Hey.. Kenapa kau menangis? Tentu aku baik-baik saja, tanganku sudah bisa memukul seribu lelaki yang menggodamu” Mark menghibur Jiwon.

 

Kau bohong!!” Jiwon mengusap air matanya.

 

Kim Jiwon,, aku sangat merindukanmu.. Ahh tunggu.. Kau kenal dengan Yoona?” Tanya Mark bingung.

 

Aku baru mengenalnya hari ini… Ak..

 

 

DUG!! DUG!!

Jiwon-ah!!” Suara Jongin terdengar dari arah luar kamar. Mata Jiwon membuka lebar, dengan cepat ia mematikan panggilan telpon itu dan memberikan ponselnya pada Yoona.

 

NE..” Jiwon terlebih dahulu menjawab panggilan Jongin sembari mengusap wajahnya dengan pakaiannya.

 

Eonni kumohon rahasiakan kejadian yang baru saja terjadi.. Terimakasih sudah membantuku..” Yoona hanya menganggukkan kepalanya ragu.

 

Jiwon berlari untuk membuka pintu kamarnya. “Ada apa?

 

KRIING~

Ponsel Yoona berdering, ia melihat nama Mark diponselnya, dengan cepat ia menolak panggilan Mark.

 

Jangan membuatku semakin khawatir!! Keluarlah, kita makan!!” Ucap Jongin, lalu matanya melihat Yoona tengah duduk di tempat tidur Jiwon.

 

Apa yang kau lakukan disana? Kau sudah menetapkan dimana kau akan tidur?” Tanya Jongin pada Yoona sedikit ketus.

 

Emm.. Aku baru saja berkenalan dengan adikmu.. Tenang saja aku akan tidur di ruang tamu” Yoona bergegas bangun dari tempat tidur.

 

KRIING~

Ponsel Yoona kembali berdering dan lagi-lagi ia menolaknya.

 

Eonni kau tidur bersamaku saja, OK?” Jiwon sangat antusias mengajak Yoona sekamar dengannya.

 

OKAY!!” Jawab pasti Yoona. Yoona merasa sudah bersahabat dekat dengan Jiwon, bahkan kecanggunya pun hilang.

 

Angkat telponmu!! Jangan menunjukan bahwa kau sedang bertengkar dengan kekasihmu!” Cibir Jongin lalu pergi dari kamar Jiwon.

 

Kau tidak menepati janjimu!! Cibir Jongin dalam hati sembari menjauh dari kamar Jiwon.

 

Aishh!!” Kesal Yoona.

 

Dia benar kakakmu? Bagaikan langit dan bumi” Yoona menunjukan kekesalannya pada Jiwon.

 

Kekekeke.. Kau akan tahu sifat dia yang sebenarnya jika sudah lama mengenalnya” Ucap Jiwon membela sang kakak.

 

Mood Jiwon sudah membaik setelah mendengar Mark dalam keadaan baik, dan ia juga semakin bahagia karena Yoona bisa menjadi perantara antara dirinya dengan Mark.

 

Eonni!! Ayo kita makan!!” Jiwon menarik tangan Yoona dan membawanya ke meja makan.

 

 

 

 

EXO’s Basecamp

20.00 Malam

 

 

Suasana di dalam basecamp terbilang senyap, tidak seperti biasanya. Jongin yang selalu hadir setiap malam, kini tidak terlihat. Tao dan Sehun yang suka berbuat onar dan usil lebih memilih berdiam diri di kamarnya.

 

Malam ini, Jihyun memilih tidur di basecamp, ia mendapat kabar dari Jongin bahwa Jiwon sudah membaik dan malam ini juga Jongin menginap di apartemennya.

 

Selagi meninap di rumah Jongin, Jihyun menggunakan kamar Jongin, karena itu  Jongin harus tidur di ruang tamu, tapi kali ini dibandingkan harus melihat Jongin kedinginan tidur di ruang tamu, Jihyun lebih memilih membiarkan Jongin tidur dikamarnya dan ia kembali tidur di kamar aslinya.

 

DUG!! DUG!!

Sehun mengetuk pintu kamar Jihyun.

Nunna… Kau belum makan dari sore tadi.. Keluarlah!! Aku memasak omurice untukmu

 

Aku tidak lapar Sehun-ahh,, Maafkan aku sudah merepotkanmu” jawab Jihyun dari dalam kamar.

 

Jihyun kembali ke basecamp sore tadi, ia butuh waktu menyendiri karena suasana hatinya benar-benar sedang tidak baik. Seminggu tinggal di apartemen Jongin, Jihyun tidak mendapatkan apa yang diinginkan, ia ingin sekali Jongin bisa lebih peduli terhadapnya, ia tahu Jongin adalah orang yang baik, namun Jihyun menginginkan perlakuan lebih, seperti menganggap Jihyun adalah kekasihnya, tapi dirasa itu tidak akan terjadi, ditambah Jongin sudah menemukan Yoona, cinta pertamanya.

 

Nunna!! Cepat keluar!!” Sehun terus menggetuk pintu kamar Jihyun, namun Jihyun tidak merespon apapun.

 

Nunna!! Aku berusaha keras membuatkanmu makanan.. Hargai sedikit perjuanganku!!” Sehun sedikit berteriak, ia menggunakan berbagai cara untuk membuat Jihyun keluar.

 

Jihyun membuka pintu kamarnya kasar “Aku tidak pernah menyuruhmu untuk melakukan itu!! Kau makan saja sendiri!!” Bentak Jihyun pada Sehun.

 

Sehun terkejut akan bentakan Jihyun padanya “Nunna~” ucapnya.

 

Pergilah!! Jangan ganggu aku!!” Jihyun hendak menutup pintu kamarnya kembali, namun sebelum pintu tertutup Sehun menahan dengan tangannya. Jihyun menatap Sehun marah.

 

Sudah berapa kali Jongin Hyung membuatmu seperti ini? Sampai kapan kau tetap berada disisinya? Dengarkan aku!! Kau tidak pantas diperlakukan seperti ini!! Berhentilah mencintainya karena dia tidak pernah mencintaimu!! Dan mulailah menganggap aku ada!! Hargai apapun itu yang kulakukan untukmu, Nunna!!” Sehun pun pergi dari kamar Jihyun.

 

Jihyun menutup pintu kamarnya, lalu ia bersandar di pintu, tak lama tubuhnya terperosok kelantai, ia menundukan kepalanya Aku akan terus mencintainya.

 

 

 

 

Keesokan harinya

06.45

 

 

Tao bangun dari tidurnya Tumben sekali aku bangun lebih dulu sebelum Nunna membangunkan Ucapnya bangga. Ia mengambil ponselnya, alangkah kaget bukan main setelah ia melihat jam yang terlihat dipojok atas ponselnya.

 

Nunnnaaaa!!! Kenapa kau tidak membangunkan kami!!” Tao berlari cepat ke arah kamar mandi.

 

Dalam lima menit, Tao sudah menyelesaikan mandinya, ia membangunkan Sehun dengan kakinya sedangkan tangannya sibuk mengancingi seragam sekolahnya. “Sehun-ah!! Cepat bangun!!

 

Sehun membuka matanya perlahan. Tao melemparkan seragam sekolah milik Sehun.

 

Cepat pakai!! Tidak usah mandi, aku juga tidak mandi!!” Tao sibuk merapikan rambutnya.

 

Sehun pun beranjak dari tempat tidurnya, ia melangkahkan kakinya ke kamar mandi.

 

YAK!! Tidak usah mandi!! Lihatlah jamnya!! Kita sudah terlambat!!” Bentak Tao pada Sehun.

 

Sehun mengabaikan Tao, suasana hatinya sedang tidak baik karena kejadian semalam. Tao yang sudah rapih pun keluar kamar dan melihat ada roti di atas meja, dengan cepat ia mengambil roti itu dan melahapnya, lalu ia pergi ke kamar Jihyun.

 

DUG!! DUG!!

Nunna!!” Tao mengetuk pintu kamar Jihyun, namun tak ada sautan, ia pun membuka pintu kamar Jihyun. Namun sudah tidak ada orang didalam.

 

Ahhh.. Pantas saja

Tao berlari keluar, ia langsung memakai sepatunya.

 

Sehun-ah!! Cepatlah!!” Teriak Tao dari luar.

 

 

10 menit kemudian

 

 

YAK!! OH SEHUN!!” Teriak Tao kesal.

 

Sehun pun keluar, ia melemparkan tas Tao pada pemiliknya yang tertinggal di kamar. “Kau mau pergi kesekolah tanpa membawa tasmu?

 

Dengan sigap Tao menangkap tasnya.

HAP!! Aku baru saja ingin mengambilnya” Tao beralasan.

 

Ia langsung menaiki motor merahnya, lalu tiba-tiba Sehun duduk di bangku belakang. “Mau apa kau?

 

Aku malas membawa motorku” Sehun memeluk Tao dengan melingkarkan kedua tangannya di perut Tao.

 

YAK!!” Tao mencoba melepaskan tangan Sehun ditubuhnya, namun Sehun semakin mengeratkannya.

 

Cepatlah!! Kita sudah terlambat!!

 

Aish!!” Tao memakai helmnya dan bergegas pergi.

 

 

 

 

Hannyoung High School

10.00

 

 

Waktu jam istirahat sedang berlangsung, kebanyakan murid pergi ke kantin untuk mengisi perutnya yang sudah mulai lapar. Berbeda dengan Sehun, ia lebih memilih tidur di kursinya.

 

Sehun-ah… Kau tidak makan?” Tanya Jiwon yang sedang merangkul Tao dengan sedikit menjijit karena Tao jauh lebih tinggi darinya.

 

Hey… Ada apa denganmu?” Tao merasa sikap Jiwon sudah kembali seperti semula.

 

Apa??” Jiwon melirik Tao, ia meminta penjelasan lebih dari Tao.

 

Kau tinggi sekali!! Begini seharusnya!!” Jiwon melepaskan rangkulannya di bahu Tao, lalu ia mengarahkan tangan Tao untuk merangkulnya.

 

Tao menarik leher Jiwon sehingga wajahnya berhadapan dengan Jiwon. “Apa Jongin Hyung sudah mengizinkanmu berkencan dengan orang itu?

 

Jiwon mendorong kepala Tao agar menjauh darinya menggunakan jari telunjuknya. “Sangat menyenangkan bila itu terjadi

 

Pergilah!! Kalian menganggu tidurku!!” Tiba-tiba Sehun membentak mereka.

 

Jiwon dan Tao saling berpandangan, mereka merasa adanya perubahan sikap yang aneh pada sahabatnya. Mereke pun pergi ke kantin, Tao masih setia merangkul Jiwon, wajar jika ada orang yang tidak mengenal mereka akan menganggap dua manusia itu adalah pasangan kekasih.

 

Dalam perjalanan ke kantin, tepat dihadapan, mereka melihat Agnes dan Jackson seperti sedang membicarakan sesuatu hal yang penting.

 

Maafkan aku..” Ucap Agnes, lalu berbalik meninggalkan Jackson, ketika ia berbalik matanya langsung terfokus pada dua manusia yang ada didepannya yakni Tao dan kekasih kakaknya, Jiwon.

Melihat Agnes yang memperhatikan kearahnya, buru-buru Tao menjauhkan Jiwon dari sisinya.

 

Yak!!” Kesal Jiwon yang merasa di buang begitu saja.

 

Agnes hendak melanjutkan jalannya, namun Jackson lebih dulu menggenggam salah satu tangan Agnes.

TUNGGU!!

 

Bukankah setiap manusia berhak mendapatkan kesempatan kedua?” Tanya Jackson pada Agnes.

 

Tanpa berbalik Agnes menjawab.

Seperti yang kubilang tadi, kita masih diberi kesempatan untuk bersahabat sebelum kita terlanjur menjadi musuh dan saling menyakiti

 

Agnes Tuan!! Kumohon jangan seperti ini!!” Jackson menarik tangan Agnes, sehingga Agnes berbalik menghadapnya.

 

Maafkan aku…” Agnes melirik tangannya yang sedang di genggam Jackson, ia memberikan tanda bahwa Jackson harus melepasnya.

 

Aku salah.. Aku mengaku salah… Biarkan aku memperbaiki kesalahanku” Jackson terus memohon pada Agnes.

 

Lepaskan!!” Agnes pun mulai hilang kesabaran, ia menarik tangannya kencang, namun genggaman tangan Jackson lebih kencang.

 

Tao menghampiri Agnes dan Jackson yang sedang bertengkar, lalu ia memegang salah satu tangan Jackson yang lain. “Kau tuli?? Dia bilang lepaskan!!” Tao memelintir sedikit tangan Jackson.

 

Akkkh..” Karena merasakan sakit, sontak Jackson melepaskan tangan Agnes. Dan Agnes pergi meninggalkan tempat. Tao melempar kasar tangan Jackson.

 

Menjijikan sekali kau!! Ikut campur urusan orang lain” cibir Jackson pada Tao.

 

Tao tersenyum meremehkan “Terimakasih,, karenamu peluangku semakin besar” Tao menepuk pundak Jackson lalu pergi.

 

Cih..” Decak Jackson.

 

Jackson memperhatikan Jiwon yang masih tegak berdiri di depannya.

 

Minggir!!” Bentak kesal Jackson.

 

Ne.. ” Jawab Jiwon lembut dan sedikit menggeser badannya kesamping agar Jackson bisa melintasi jalan itu.

 

Pertengkaran besar yang dialamai Jackson dan Agnes sudah terjadi dua kali, yang pertama ketika mereka berpacaran ternyata Jackson masih punya kekasih, Agnes pun marah karena ia merasa dibohongi, dan sekaligus dia juga menyakiti perasaan perempuan lain, itu adalah hal yang sangat amat dijauhi oleh Agnes. Dan sekarang, Agnes tahu bahwa ia dijadikan taruhan oleh Jackson. Perempuan mana yang tidak akan marah jika ketulusan cintanya dijadikan sebuah taruhan? Keputusan yang harus diambil Agnes adalah mengakhiri hubungannya.

 

Dari semua permasalahan yang terjadi, tak sekalipun Agnes melaporkan pada Kakanya, yakni Mark Tuan. Ia terus menyembunyikannya karena ia tidak ingin merusak hubungan persahabatan yang sudah terjalin lama antara Mark dan Jackson.

 

 

 

 

Gureum Cafe, Seoul

19.15 Malam

 

 

Yoona baru saja keluar dari Cafe tempat bekerjanya, ia melihat jauh di depannya ada seorang laki-laki bersama dengan motornya, Kim Jongin, itu dirimukah? Yoona pun mempercepat jalannya. Entah kenapa, Kim Jongin berhasil mengisi otaknya dan membuatnya terus menerus memikirkan sosok Jongin, ia merasa bahwa Jongin seorang yang sudah lama dikenalnya.

 

Yoona-ah.. Annyeong” sapa JB ketika Yoona mendekat.

 

Ahhh…. JB” jawab Yoona sedikit kecewa.

 

Sepertinya kau tidak berharap aku yang ada disini? Apa kau sudah punya kekasih?” JB memberikan helmnya pada Yoona.

 

Apa kau tidak punya kesibukan? Hampir setiap hari kau menjemputku?” Yoona mengambil helmnya.

 

Kau tidak menjawabku!!” JB sangat menantikan jawaban dari Yoona.

 

Tidak. Aku tidak berkencan dengan siapapun!!” Yoona langsung naik motor JB.

 

JB pun tersenyum, ia menutup kaca helmnya lalu bergegas pergi.

 

Tanpa disadari JB maupun Yoona, dari kejauhan ada seseorang yang sedang mengawasi mereke. “Kurasa mereka cukup dekat.. Kita bisa menggunakan wanita itu sebagai umpan” ucapnya kepada seseorang yang sedang ia telpon.

 

Di dalam perjalanan ternyata Yoona tertidur dengan tangan yang melingkar dipinggang JB. Rasa canggung yang dirasakan Yoona sepertinya hilang begitu saja semenjak ia mengenal Jongin si pria dingin.

 

 

 

 

Got3’s Basecamp

20.30

 

 

JB membawa Yoona ke basecampnya. Yoona masih tertidur pulas di pundaknya, ia bahkan tidak tega untuk membangunkannya, namun tak berselang lama Yoona terbangun, ia langsung turun dari motor dan mengamati tempat yang menurutnya tidak asing lagi.

 

Ayo masuk!!” JB menarik tangan Yoona.

 

Kenapa kau membawaku kesini?” Yoona akhirnya ingat, bahwa tempat ini adalah basecamp JB dan teman-temannya, dulu Yoona juga sering datang ketempat ini.

 

Kau tidak merindukan teman-temanmu? Eoh?

 

JB dan Yoona akhirnya masuk kedalam dan orang pertama yang dilihatnya adalah Mark yang sedang membuka perban yang ada ditangannya.

 

Mark!!” Yoona berlari menghampiri Mark dan duduk di sebelahnya.

 

Mark memperhatikan siapa perempuan yang ada di sebelahnya dengan sangat mendetail.

 

Mark.. Bagaimana kabarmu? Terakhir aku melihatmu di Rumah Sakit.. Kau baik-baik saja? Sini kubantu” Yoona membantu Mark untuk melepaskan perban yang ada di tangan Mark, tanpa mengetahui bahwa Mark merasa sangat terganggu dengan kehadirannya. Mark yang merasa risih mendorong Yoona menjauh.

 

Aak!!” Yoona terbengong mendapati perlakuan Mark yang kasar.

 

Mark!! Apa yang kau lakukan? Dia Yoona” ungkap JB.

 

Sontak kedua mata Mark membuka lebar. “Yoon… Yoon.. Na? Sungguh ini kau??” Mark mendekatkan wajahnya kehadapan Yoona.

 

Yak!! Aku tidak akan menolongmu lagi!!” Yoona yang merasa kesal pergi meninggalkan Mark dan kembali ke sisi JB.

 

Yakkk perubahanmu sungguh luar biasa Yoona-ah!! Maafkan aku..” Ucap Mark dengan sedikit menyesali perbuatannya.

 

Yoona membalas permintaan maaf Mark dengan memasang wajah juteknya.

 

JB menarik tangan Yoona dan membawanya ke kamarnya. “Aku ingin menunjukan sesuatu padamu..

 

JB membawa Yoona kedepan meja belajar, yang di atas meja tersebut ada sebuah kotak besar berwarna coklat.

 

Apa ini?” Tanya Yoona sembari menoleh kearah JB.

 

Buka saja jika kau ingin tahu” jawab JB dengan tersenyum.

 

Perlahan Yoona mengarahkan kedua tangannya untuk membuka kotak besar itu, dan ketika ia mengangkat penutupnya, terlihatlah banyak foto dirinya bersama JB yang diabadikan beberapa tahun lalu.

 

Yoona tersenyum, ia mengambil selembar foto yang menunjukan bahwa dirinya kala itu masih sangat gemuk.

 

Apa yang membuatmu tersenyum?” Tanya JB.

 

Lihat.. Tubuhku besar sekali, kau pasti sulit melewati hari bersamaku” jawab Yoona dengan menoleh kearah sang mantan.

 

Kau cantik saat itu.. Cantik sekali.. Lihat kau sekarang! Apa kau tidak pernah makan sampai tubuhmu menjadi kurus seperti ini?” Cibir JB.

 

JB berjalan ke belakang tubuh Yoona, dengan cepat ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping wanita yang masih sangat dicintainya itu.

 

Yak!! Apa yang kau lakukan?” Dengan cepat Yoona menengok ke arah belakang.

 

Lihat.. Dulu ketika aku memelukmu seperti ini, tanganku tidak akan bertemu satu sama lain, tapi sekarang, aku merasa seperti sedang tidak memeluk apapun” ucap JB sembari mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona yang sedang menoleh kearahnya.

 

Aku sama sekali tidak dirugikan akan tubuh gemukmu itu” bisik JB di telinga Yoona.

 

Yoona merasa tubuhnya semakin dihimpit oleh tubuh JB, dengan cepat ia melepaskan kedua tangan JB dan segera berbalik.

 

Yakk!!” Kaget Yoona.

Ketika ia berbalik, ia semakin terkejut saja ketika JB mengangkat tubuhnya dan mendudukannya di atas meja.

 

Kau ini kapas atau manusia?” Cibir JB lagi. Ketika ia mengangkat tubuh Yoona bukan berat seperti dulu yang dirasakan.

 

Yak!!!” Yoona benar-benar dibuat kesal karena JB terus saja mengomentari berat badannya.

 

JB tersenyum jail, ia semakin mendekatkan tubuhnya ke tubuh Yoona. Namun tak lama ia memasang wajah seriusnya.

 

Dulu, kau mengakhiri hubungan kita karena masalah berat badanmu yang berlebih… Sekarang, tidak ada alasan untuk menolakku karena tubuhmu sudah tidak ada lagi lemak yang berlebih” JB tersenyum.

 

Jantung Yoona berdegup semakin cepat. Ia tidak tahu harus berbuat apa ketika JB memperlakukannya seperti itu.

 

JB mendekatkan wajahnya pada wajah Yoona, dan berbisik di telinganya. “Bisakah kita memulainya kembali?

 

Mata Yoona membuka semakin lebar mendengar ungkapan dari JB. Ia membeku seketika. Bahkan ketika bibir JB mulai mendekati bibirnya, Yoona tidak bisa berpaling dan tetap terbengong.

 

CEKLEK!!!

Yoon.. Ups

Mark yang hendak masuk kedalam kamar JB dibuat terkejut oleh pemandangan yang sudah lama tak dilihatnya semenjak Yoona telah mengakhiri hubungannya dengan JB.

 

Mendengar suara Mark, Yoona tersadar dan mendorong tubuh JB menjauh darinya. Ia segara turun dari meja.

 

Ohh.. Mark!” Yoona tersenyum canggung kearah Mark.

 

Sedangkan JB, ia tersungkur di atas tempat tidur karena dorongan Yoona yang cukup kencang.

 

MARK!!!” Bentak JB.

 

Ahh.. Kenapa pintunya tidak dikunci?” Jawab Mark yang tidak ingin disalahkan sepenuhnya.

 

Yak!! Apa yang kau pikirkan?” Bentak Yoona pada Mark, ia lalu bergegas pergi meninggalkan kamar JB.

 

Melihat Yoona pergi, JB menatap Mark dengan kesal.

 

Mark lalu tersenyum. “JB-ah, aku pinjam dia sebentar! Annyeong

 

Mark mengejar Yoona dan membawanya masuk kedalam kamarnya lalu menguncinya.

 

JB yang melihat itu lalu berlari kearah kamar Mark.

 

YAK!! Apa yang kau lakukan!! Mark!! Cepat keluar!!” Teriak JB di depan pintu kamar Mark.

 

JB-aa!! Aku hanya meminjamnya sebentar!!” Balas Mark dari dalam.

 

YAK!! Apa yang ingin kalian bicarakan?” Balas JB.

 

JB-aa,,, biarkan aku berbicara sebentar dengannya” suara Yoona menenangkan JB. JB pun mengerti dan menunggu Yoona di ruang tamu.

 

Mark berbicara sangat pelan dengan Yoona. “Kau mengenal Jiwon?

 

Tentu saja!!” Balas Yoona meninggikan suaranya, entah kenapa ia sangat kesal melihat Mark.

 

Sssstttttt!! Pelankan suaramu!!!” Bisik Mark.

 

Bagaimana bisa kau mengenalnya? Yak, bisa kau bawa dia untuk bertemu denganku?” Pinta Mark.

 

SHIREO!!” Teriak Yoona.

 

Aish!! Kau!!” Mark membekap mulut Yoona, lalu melepaskannya lagi.

 

Apa? Tadi kau mendorongku menjauh!! Sekarang kau butuh bantuanku??!! SHIREO!!” Yoona mengingat kejadian ketika Mark menolaknya.

 

Aahh itu,, maafkan aku. Kau tahu kan aku sangat tidak menyukai ada gadis yang tak kukenal melakukan hal-hal yang seperti tadi?” Mark beralasan.

 

MAKA DARI ITU JANGAN MEMINTA BANTUANKU!! KAU KAN TIDAK KENAL DENGANKU!!” Bentak Yoona.

 

Yoona-AH!! Ada apa?” Teriak JB dari luar.

 

Tidak ada!!” Jawab Yoona santai.

 

Keluarlah.. Jika tidak ingin membantuku!!” Mark mulai mengeluarkan jurus andalan yang selalu ia gunakan dahulu ketika Yoona bersikap seperti ini.

 

Aku sudah tahu semua tentangmu dan Jiwon” ungkap Yoona.

 

Akhirnya Yoona menyudahi sikap kekanakannya, sedari dulu ia sangat tidak ingin mendapatkan sikap dingin dari Mark. Bisa dibilang Yoona adalah penggemar berat Mark. Ia sangat menyukai Mark dari segala sesuatu yang ada di Mark, wajah, sikap, dan semuanya. Bahkan dulu ia sangat berharap Mark dapat menjadi kekasihnya sebelum JB memikat hatinya. Seiring berjalannya waktu, Yoona menyadari bahwa perasaannya terhadap Mark bukanlah cinta melainkan mengagumi, dan perasaan cintanya pun diberikan pada JB.

 

Mark tersenyum bangga, ternyata usahanya berhasil, ia segera duduk disebelah Yoona. “Bagaimana bisa kau mengenalnya?

 

Aku mengenal Jongin. Intinya seperti itu!!” Jawab singkat Yoona. Ia terlalu malas untuk menceritakan bagaimana ia mengenal Jongin sehingga dapat mengenal Jiwon.

 

Kau berkencan dengannya?” Mark asal berspekulasi.

 

Aish!!” Yoona memukul bahu Mark.

 

Aku tidak berkencan dengan siapapun!!” Elak Yoona.

 

Bagaimana keadaannya?” Tanya Mark antusias.

 

Pertama kali aku melihatnya… Ckckck dia sangat memprihatinkan. Dia menyapaku, dia tersenyum padaku, dia berusaha menutupi kesedihannya tapi aku tahu karena matanya memperlihatkan bahwa dia habis menangis” ungkap Yoona.

 

Benarkah?

 

Heemm.. Aku diceritakan oleh Jihyun Eonni, bahwa dia hanya makan sesekali, murung, namun tidak menangis” jelas Yoona.

 

Dia bukan tidak menangis. Seperti yang kau bilang tadi, ia tidak ingin memperlihatkan dia sedang menangis pada siapapun termasuk aku dan Jongin” keluh Mark, ia sangat tidak menyukai sifat Jiwon yang satu itu.

 

Tapi tenanglah,, setelah dia menelponmu semalam ia sudah kembali seperti sebelumnya” Yoona mencoba membuat Mark berhenti khawatir.

 

Bagaimana dia tahu kalau kau mengenalku?” Tanya Mark lagi.

 

Sangat panjang untuk diceritakan..” Lagi-lagi Yoona malas bercerita.

 

Lalu kapan lagi kau pergi kerumah Jiwon?

 

Aku tinggal disana. UPS!!!” Yoona langsung membekap mulutnya sendiri.

 

APA??!!!! Bagaimana kau bisa tinggal disana?” Mark terkejut akan pernyataan Yoona.

 

Aku diusir dari tempat tinggalku” ucap Yoona lemah.

 

Tempat tinggalmu yang dulu?

Yoona mengangguk.

 

JB bisa sangat marah mengetahui kau tinggal disana. Ahhhh cepat pulanglah!! Aku harus berbicara dengan Jiwon” Mark menarik tangan Yoona keluar kamar.

 

Yak!! Yak!! Yak!! Apa yang kau lakukan???” Teriak Yoona.

 

Mark membawa Yoona kehadapan JB.

Antar dia pulang sekarang!! Besok dia harus kembali bekerja

 

JB memandang Mark kesal “Lain kali berpikirlah dulu sebelum bertindak!!” Ia menarik tangan Yoona dan membawanya keluar Basecamp.

 

 

 

 

Kim’s House

23.00 Malam

 

 

Jiwon berlari menuju kamar Jongin, ia membuka pintu kamarnya namun tak ada orang disana. Ia berlari keruang tamu namun tak ada juga. Ia pun bergegas mengambil switter dikamarnya dan pergi keluar apartemen. Jiwon sampai dilantai dasar, ia melihat Jongin yang sedang duduk di sebuah bangku yang berada di taman yang letaknya di depan apartemen persis, ia pun menghampirinya.

 

Oppa!!” Panggil Jiwon.

 

Jongin pun menoleh “Apa yang kau lakukan disini?

 

Oppa!! Yoona Eonni belum kembali.. Jihyun Eonni juga” lapor Jiwon pada Jongin.

 

Masuklah!!” Perintah Jongin, namun Jiwon mengabaikan permintaan kakaknya dan ia pun duduk disebelah Jongin.

 

Apa yang kau lakukan disini Oppa?” Tanya Jiwon sembari menatap dalam mata Jongin.

 

Masuklah!! Kau harus berangkat pagi besok!!” Jongin mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.

 

Selalu seperti itu..” Jiwon mengerucutkan bibirnya.

 

Tao-ya… Jihyun disana?” Jongin menelpon Tao untuk menanyakan keberadaan Jihyun.

 

Tidak.. Hyung, Sehun juga tidak ada disini” Jawab Tao.

 

Aahh.. Apa?? Bukankah kalian selalu berdua?” Jongin pun langsung berdiri.

 

Kupikir dia pulang lebih dulu ketika aku sedang di panggil keruang guru, tapi nyatanya tidak ada. Aahhh Hyung Sehun pergi juga tidak membawa motornya. Ponselnya pun tidak aktif.. Hyung,, bagaimana ini?” jelas Tao panjang.

 

Jongin terlihat semakin khawatir “AISH!!“, ia langsung mematikan panggilan telponnya.

 

Ada apa?” Tanya Jiwon yang sedang asik memainkan kakinya dengan rumput-rumput basah karena embun.

 

Kenapa mereka semua hilang diwaktu yang bersamaan!! Ucapnya dalam hati.

 

Jiwon-aa… Masuklah!! Aku harus pergi” Jongin menarik tangan Jiwon dan membawanya kembali ke apartemen.

 

Sampai di apartemen, Jongin masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaiannya, ia kembali keluar dan menemui Jiwon di depan kamarnya. “Jaga dirimu!!! Aku pergi

 

Oppa!!!” Teriak Jiwon.

 

Jongin tidak menoleh dan bergegas pergi meninggalkan apartemen.

 

Oppa… Bisakah kau tidak meninggalkan aku sendirian seperti ini?? Ini menakutkan” Ucap Jiwon pelan, ia tidak masuk kedalam kamarnya melainkan menyalakan teve dengan volume yang besar dan mendaratkan tubuhnya di sofa. Suara bising teve lah yang menjadi temannya dikala sepi menerpanya.

 

 

 

 

Sungai Han

24.00 Malam

 

 

Sehun, ia berdiri menghadap Sungai Han dan terlihat sedang menikmati hembusan angin malam yang menerpa dirinya, seragam sekolahnya masih melekat ditubuhnya dan di balutkan dengan sebuah jaket yang menghangatkan dirinya.

 

Ia mengeluarkan ponselnya dan mengaktifkannya kembali, puluhan telpon dan pesan masuk dari Tao dan juga Jongin. Ia mencari kontak Jihyun dan menelponnya. Untuk yang kesekian kalinya hasilnya tetap sama, nomor Jihyun sedang tidak aktif, Sehun menghela nafasnya panjang lalu memasukan ponselnya kedalam kantung celananya.

 

Kringgggggggg..

Tak lama ponsel Sehun pun berdering, segera ia melihat siapa yang menghubunginya, ia kembali mengnonaktifkan ponselnya setelah melihat nama Jongin tertera di layar ponselnya.

 

Tak berselang lama hujan mengguyur Kota Seoul, hujan yang sangat deras tidak membuat Sehun beranjak dari tempat ia berdiri, tatapannya lurus kedepan.

 

 

 

Sebuah Rumah Kosong, Seoul

00.35

 

 

Di jam yang hampir sama, Yoona dan JB sedang meneduh di bawah atap rumah menunggu hujan reda dan kembali melanjutkan perjalanan. Tempat itu terbilang sepi karena masih di dalam lingkungan perumahan, maka tak ada satupun taksi yang melintasi kawasan itu.

 

Yoona terlihat sangat kedinginan, jaket yang ia gunakan tidak terlalu tebal, dan hampir seluruh pakaiannya basah karena cipratan air hujan yang deras. JB sudah memberikan jaket yang ia gunakan untuk Yoona, sehingga kini ia hanya menggunakan kaos lengan pendek berwarna hitam.

 

Yoona-ah..” JB memegang kedua pipi Yoona yang sangat dingin.

 

Kau harus memakai ini JB-aa!! Bibirmu membiru” Yoona melepas jaket terluarnya dan memakaikan ke tubuh JB.

 

JB memakai jaketnya dengan benar, setelah itu ia menarik Yoona kedalam pelukannya dan memdekapnya erat.

 

Oooohh…” Kaget Yoona dengan sedikit memberontak.

 

Sedikit lebih menghangatkan, andai kau masih gemuk seperti dulu, akan lebih hangat lagi sekarang” ucap JB yang semakin memeluk erat tubuh Yoona.

 

Aissh!!” Decak kesal Yoona, dan ia pun membiarkan JB memeluknya, toh ia juga membutuhkan kehangatan.

 

JB sangat kedinginan, ia bahkan merasa akan menjadi sebuah es batu jika saja Yoona tidak memberi jaketnya, dan alasan utama JB memeluk Yoona memang benar untuk menghangatkan dirinya dan Yoona tentunya.

 

 

 

 

Sungai Han, Seoul

01.00 Pagi

 

 

Jongin sudah menyusuri seluruh jalanan di dekat sekolah Sehun berharap Sehun ada disana, namun tidak ada. Dengan hujan yang semakin deras ia tiba di Sungai Han, entah apa yang membuatnya datang ketempat itu, ia memarkirkan motornya lalu berjalan menyusuri Sungai Han dengan pakaian yang sudah basah kuyub.

 

Sesaat langkah kakinya terhenti disebuah kursi yang di atasnya terdapat seseorang yang sedang terkapar lemah.

 

Sehun-ah!!!” Dengan segera Jongin menggerak-gerakkan tubuh Sehun agar terbangun.

 

Hyung~” Sehun sedikit tersadar dengan mata yang sedikit terbuka.

 

Kau gila!!” Omel Jongin. Ia membawa Sehun dengan menggendongnya dipunggungnya, ia berlari dengan sekuat tenaganya ke tepi jalan raya, lalu memberhentikan taksi dan membawa Sehun keklinik terdekat.

 

 

Tiba di suatu klinik, Sehun segera diperiksa dan Jongin menunggu di ruang tunggu. Tak lama dokter yang memeriksa Sehun keluar dan berkata bahwa Sehun kini harus dirawat karena tubuhnya yang amat sangat lemah dan membutuhkan perawatan intensif. Jongin segera menelpon Tao untuk datang ke klinik, ia meminta Tao untuk menunggu taksi datang menjemputnya. Jongin kembali ke Sungai Han untuk mengambil motornya dan meminta supir taksi itu untuk menjeput Tao dengan memberikan alamatnya beserta tarifnya.

 

 

 

 

Rumah Kosong

01.45

 

Hujan sudah mulai berhenti, Yoona dan JB pun segera meninggalkan tempat berteduh.

 

JB-aa..” Yoona kaget melihat JB yang sangat menggigil dan tubuhnya bergetar.

 

JB pun segara menaiki motornya, namun Yoona tak kunjung naik. “Kau tidak bisa menyetir dengan keadaanmu yang seperti ini JB-aa

 

Cepat naik” ucap JB pelan.

 

Yoona pun akhirnya menaiki motor JB, dan JB kembali menghadapi dinginnya angin yang menerpa tubuhnya dengan pakaian yang basah kuyup.

 

 

 

 

Kim’s House

02.15

 

JB dan Yoona tiba di apartemen milik Jongin.

 

Sejak kapan kau pindah?” Tanya JB lemas, namun ia penasaran kenapa Yoona pindah tanpa memberitahunya.

 

A-aku

 

BRUG!!!

JB terjatuh ke lantai.

 

JB-aa!!” Teriak Yoona.

 

Jae Bum-ah!!!!” Teriak Yoona lagi.

 

Yoona membawa JB kedalam apartemen Jongin dengan membatunya berjalan, karena JB masih sedikit tersadar. Yoona pun memencet bel karena ia lupa password yang diberikan Jongin tadi pagi. Jiwon yang belum tertidur segera keluar dan membukakan pintu.

 

E-eonni” Jiwon sedikit terkejut dengan bawaan Yoona.

 

Jiwon-ah.. Bantu aku” Yoona dan Jiwon segera memmbaringkan JB di sofa.

 

Apa yang terjadi?” Tanya Jiwon pada Yoona.

 

Jiwon-ah.. Bisa aku meminjam seluruh selimut yang ada di sini?” Yoona terlihat sangat khawatir.

 

Eonni!! Pakaian dia basah semua, kau harus melepasnya” Saran Jiwon.

 

Sementara aku melepaskan pakaiannya, kau ambil selimut!” Terlihat sangat rasa khawatir terhadap JB di raut wajah Yonna.

 

Jiwon pun pergi untuk mengambil selimut.

 

Perlahan Yoona membuka jaket JB lalu kaos hitamnya, kini JB sudah bertelanjang dada, ketika ia ingin membuka celana jins JB, ia ragu “Aku tidak bisa melakukannya.. Bagaimana jika ia tidak memakai dalaman?? Aahhh akuu tidak mau

Eonni kau belum melepas pakaiannya?? Cepatlah!! Kau juga harus mengganti pakaianmu!!” Jiwon datang dengan membawa pakaian milik Jongin dan banyak selimut.

 

B-b-baiklah” dengan menghilangkan keraguannya akhirnya Yoona membuka celana luar JB dan ia bernafas lega karena JB masih menggunakan celana yang cukup panjang di dalamnya. Jiwon membantu memakaikan switter milik Jongin ke badan JB dan Yoona mulai menyelimuti JB dengan selimut.

 

Cepat ganti pakaianmu!!” Jiwon mengingatkan Yoona bahwa dirinya juga patut diprihatinkan, dengan wajah yang pucat, bibir membiru dan seluruh pakaiannya basah.

 

 

 

02.30

 

Jongin sampai dihalaman apartemennya, ia melihat sebuah motor yang sangat dikenalnya, JB?? Mark?? Jongin menerka-nerka di dalam hati. Ia segera berlari ke apartemennya.

 

Bos.. Jongin baru saja masuk kedalam gedung itu.. Apa mungkin mereka tinggal di gedung apartemen yang sama?” Ucap seseorang yang ada di dalam mobil berwarna hitam.

 

Ne!! Aku akan merencanakannya bersama yang lain” lanjut orang itu, kemudian melesat pergi.

 

 

Jongin masuk ke dalam apartemennya dan mendapati Jiwon sedang duduk dilantai sembari tertidur namun tak lama Jiwon terbangun.

 

Oppa!!” Jiwon segera berdiri.

 

Kenapa kau tidur disini?Ahh.. Yoona” Jongin mencari keberadaan gadis yang sudah dicarinya sejak tadi.

 

Eonni sudah pulang..” Beritahu Jiwon pada Jongin.

 

Jongin membuka sepatunya dan masuk kedalam, matanya tertuju pada sesosok lelaki yang sedang terbaring di atas sofa.

 

Apa yang dia lakukan disini?” Tanya Jongin pada Jiwon.

 

Jongin-ssi Maafkan aku…. Aku yang membawanya” Yoona baru saja keluar kamar Jiwon dengan masih menggunakan handuk dikepalanya.

 

YAK!!” Teriak Jongin tak percaya. Bagaimana mungkin seorang gadis membawa pulang pria dan membiarkannya menginap, terlebih lagi dirinya tak akrab dengan JB.

 

Kenapa kau membawa kekasihmu ke tempatku? Apa dia tidak punya tempat tinggal?” Tanya Jongin sedikit kesal.

 

APA?” Yoona membelalakan kedua matanya, ia tidak percaya Jongin akan berkata seperti itu. Jika memang Jongin berpikir seperti itu, kenapa ia mau mengajak kekasih orang lain tinggal bersamanya.

 

Oppa!! Dia sakit, wajahnya sangat pucat” Jiwon melirik JB. Ia berharap agar kakaknya segera mengerti situasi yang sangat tidak terduga itu.

 

Jongin menghela nafasnya pelan, ia menutup kedua matanya yang menandakan ia mulai lelah dengan apa yang terjadi dalam waktu yang terbilang singkat ini. Jongin mulai mengerti dengan situasi saat itu, ia berjalan ke arah kamar Jiwon, menggeser Yoona yang sedang berdiri di tengah jalan dan mengambil ponsel Yoona yang ada di mejanya, ia mengetik nomor ponselnya dan menelpon nomor ponselnya dengan ponsel Yoona.

 

Mulai detik ini!! Kabari aku jika kau pulang terlambat!!” Jongin menatap dalam mata Yoona.

 

Untuk apa aku menghubungimu? Memang siapa kau? Bukankah seharusnya aku menghubungi KEKASIHKU?” Tanya Yoona sembari melirik ke arah JB yang terbaring di sofa. Entah apa yang membuatnya berani berkata seperti itu pada seseoramg yang telah memberinya tempat tinggal.

 

Mendengar ucapan yang sedikit menggores hatinya, membuat Jongin menatap kesal Yoona. Bagaimana bisa gadis yang masih menjadi kekasihnya itu berbicara kasar padanya.

 

Kim Jiwon! Masuk ke dalam kamarmu!” Ucap Jongin pelan, tanpa menoleh ke arah Adiknya.

 

Yoona merasa takut akan tatapan yang semakin dalam ke arahnya, ia berusaha menghindari tatapan Jongin.

 

Oppa..” Panggil Jiwon berusaha menenangkan emosi Kakaknya.

 

Sekarang Jiwon-ah!!” Ucap Jongin pelan sembari menoleh ke arah Jiwon dan menatapnya penuh harap.

 

Yoona merasa bersalah, semua ini berawal karenanya, terlebih lagi ia membentak Jongin. Ia pun melirik Jiwon, dan memberinya kode agar cepat masuk ke dalam kamarnya. Jiwon pun menuruti permintaan Jongin, ia masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya.

 

Tanpa berbicara apapun, Jongin menarik lengan Yoona dan hendak membawa gadisnya itu ke dalam kamarnya.

 

Yoona yang mengetahui kemana langkah Jongin menuju, menolak tarikan Jongin dan memberontak minta dilepaskan. “Yak!! Apa yang kau lakukan!! Lepaskan!!

 

Jongin terus menarik tangannya, ketika sudah hampir sampai, hentakan tangan Yoona untuk melepaskan pegangan tangan Jongin cukup keras dan ia pun berhasil. “Kau ini kenapa? Eoh?

 

Katakan! Siapa dia sebenarnya?” Suara Jongin mulai melamah, bibirnya semakin membiru, ia mulai menggigil, karena pakaiannya basah semua.

 

Siapapun dia, bukan urusanmu!” Yoona berbalik pergi.

 

Yoona baru saja melangkahkan kakinya. Namun suara kencang di belakangnya membuat ia harus menoleh kembali ke arah Jongin.

 

BRUG!!

Tiba-tiba saja Jongin terjatuh ke lantai, dan badannya membentur pintu kamarnya sendiri. Ia masih tersadar dan berusaha bangkit berdiri.

 

Yoona menoleh dan menghampiri Jongin. “Jongin-ssi!!

 

Eemm~” di saat yang bersamaan, suara JB terdengar seperi sedang mengigau, Yoona yang mendengarnya pun menoleh.

 

Urus saja dia!” Jongin menjauhkan tubuh Yoona darinya, dengan kekuatan yang masih ia puya, Jongin berusaha berdiri dan masuk ke dalam kamarnya.

 

Mendapati perlakuan seperti itu, Yoona merasa sedikit kecewa dan marah. Namun ia sadar, siapa dia yang mengharapkan perlakuan baik dari Jongin.

 

Yoona berjalan menghampiri JB, dan membetulkan selimut yang di pakai mantan kekasihnya itu. Di saat yang bersamaan, Jiwon dan Jongin kembali keluar kamar, dan tatapan mereka langsung tertuju pada Yoona.

 

Jongin mengalihkan pandangannya, dan berjalan menghampiri Jiwon. “Berhenti membuatku marah dan mencemaskanmu!! Jangan pernah menghubunginya!!” Jongin mengembalikan ponsel Jiwon yang sudah lama disita olehnya, namun Jiwon tak mengambilnya.

 

Bisakah kau mencemaskan dirimu sendiri?” Tanya Jiwon yang tanpa disadari meneteskan air matanya. Tiba-tiba saja ia mengingat pengorbanan apa saja yang sudah dilakukan Jongin untuk orang-orang yang ada disekikilingnya. Saking sibuknya mencemaskan orang lain, Jongin tidak mencemaskan keadaan dirinya sendiri yang sudah basah kuyup, wajah pucat, bibir membiru karena hujan dan angin malam.

 

Oppa!! Kau hanya mencemaskan orang-orang disekitarmu dan tidak pernah kau mencemaskan dirimu sendiri!! Jangan seperti itu lagi!!” Jiwon tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya lagi untuk Jongin. Kejadian ini bukan kali pertamanya terjadi.

 

Maafkan aku Oppa…” Jiwon memeluk Jongin erat.

 

Jiwon menangis sejadi-jadinya, ia menumpahkan semua perasaan yang dirasakannya. Yoona terdiam mematung menyaksikan adegan drama keluarga yang jarang dilihatnya dengan mata langsung. Jongin terkejut bukan main, ini kali pertamanya Jiwon menangis di pelukannya setelah Jiwon memasuki masa remaja.

 

Jiwon-ah… Sudah, cepat lepaskan karena pakaianmu bisa basah” Jongin berusaha melepaskan Jiwon yang menempel erat di tubuhnya.

 

Shireo!!” Jiwon semakin erat memeluk Jongin.

 

Jongin pun mengalah, akhirnya ia membalas pelukan Jiwon dan mengusap puncak kepala Jiwon dengan penuh rasa sayang.

 

Mengapa kau jadi sensitif seperti ini? Eoh? Kau sedang datang bulan?” Ucap Jongin yang berniat menghilangkan atmosfer aneh yang dirasakannya.

 

Jiwon membalas dengan menggelengkan kepalanya dipelukan Jongin. Tak lama ia melepaskan pelukannya. “Oppa!! Kita buat perjanjian!!

 

Jongin mengerutkan keningnya.

Mulai sekarang apapun yang aku rasakan aku tidak akan menyembunyikannya darimu, aku akan menunjukan semuanya padamu, begitupun sebaliknya!! Setuju??” Jiwon mengacungkan jari kelingkingnya ke depan wajah Jongin.

 

Kau yang selalu menyembunyikannya!!” Jongin mengarahkan telunjuknya ke kening Jiwon.

 

Jiwon mengambil jari telunjuk Jongin, lalu ia mendekatkan kelingkingnya kedepan mata Jongin “Oppa!! Cepat berjanji!!

 

Setuju!!” Jongin mengaitkan kelingkingnya dengan Jiwon. Jiwon tersenyum penuh kegembiraan.

 

Assaaahhhhhhhh” teriaknya.

 

Yoona tersenyum senang bercampur sedih melihat keakraban kakak beradik Jongin dan Jiwon, mereka mengingatkan Yoona akan Kakak kandungnya yang sekarang tidak diketahui dimana keberadaannya. “Aku merindukanmu..” Ucapnya pelan.

 

Mandilah!! Mana ponselku?” Jiwon mengulurkan kedua telapak tangannya pada Jongin.

 

Ini! Berhenti menghubunginya Jiwon-ah,, semua demi kebaikanmu!” Jongin memberikan ponsel Jiwon lalu berbalik pergi dan masuk kembali ke dalam kamarnya.

 

 

 

 

08.00 Pagi

 

Sinar matahari pagi membangunkan JB yang tertidur di atas sofa, dengan sedikit demi sedikit matanya terbuka, matanya mulai memperhatikan keadaan sekitar, ia bangun dan mulai merasakan sangat asing dengan tempat itu. Ia melihat kesebuah foto keluarga yang di pajang di dinding, ia pun mendekat untuk memastikan. Matanya membuka lebar ketika mendapati foto Jongin dan Jiwon di dalam foto itu

 

Apa ini??” Tanyanya bingung setelah melihat pakaian yang dikenakan ditubuhnya bukanlah miliknya, dari kaos putih dan celana hitam yang sedikit kebesaran.

 

Ia mulai mengingat-ngingat apa yang terjadi padanya malam tadi “Aaaahh… Bodoh!!” JB memukul keningnya sendiri.

 

Tunggu.. Bagaimana bisa aku berada di rumah Jongin? Bukankah aku semalam mengantar Yoona ke tempat tinggal barunya? Pikir JB dalam hati.

 

Aaaaakkkkk!!!” Terdengar teriakan seseorang dari salah satu kamar.

 

JB terkaget, tiba-tiba ia merasa bingung harus bagaimana “A-a-aa… Bagaimana ini??

 

Ceklek

Jiwon keluar dari kamarnya dengan pakaian tidur yang super mini, matanya langsung tertuju pada JB yang sedang menatapnya. JB menelan salivanya melihat Jiwon yang sangat seksi dengan pakaian super mininya dan rambutnya yang acak-acakkan.

 

Ahh.. Oppa kau sudag baikan?” Jiwon datang menhampiri JB.

 

N-ne?” Jawab gugup JB.

 

Semalam kau pingsan,, dan Yoona eonni membawamu kesini” terang Jiwon.

 

A-a-ahh,, aku baik-baik saja. T-tadi kau yang berteriak?” Tanya JB dengan tingkah anehnya.

 

Hehe.. Apa aku membangunkanmu?” Jiwon menggaruk kepalanya dan merasa malu karena kalau saja benar suaranya yang nyaring membangunkan JB dari tidurnya.

 

Apa yang membuatmu berteriak?” JB sudah bisa menyadarkan dirinya dari tingkah anehnya.

 

Aku terlambat untuk pergi ke sekolah” jawab Jiwon malu-malu.

 

Jiwon teringat akan situai antara geng Jongin dan Mark, ia pun berpikir untuk mencairkan suasana diantara mereka.

 

Oppa!! Tunggu sebentar” Jiwon pergi ke kamar Jongin dan masuk kedalam, namun ia tidak menemukan kakaknya disana.

 

Oppa.. Kau dimana?” Ucapnya pelan. Jiwon kembali keluar dan menghampiri JB

 

Kau beruntung sekali Mark..” Ucap JB pelan ketikan Jiwon datang kearahnya. JB benar-benar seperti dihipnotis ketika pertama kali melihat Jiwon keluar kamar.

 

Oppaku tidak ada.. Aahh kau tidak terburu-buru kan?? Aku mau memasak sesuatu untuk kekasihku…” Jiwon melangkahkan kakinya ke arah dapur.

 

JB tersenyum, ia terkesan karena Jiwon blak-blakan berbicara tentang kekasihnya yang sudah jelas ditentang olehnya. “Haha.. Siapa kekasihmu?” Tanya JB berbasa-basi.

 

Jiwon mengambil beberapa bahan mentah dari kulkas “Eeiii~ kau tidak tahu? Mark Oppa… Dia kekasihku. Ini!!” jawab Jiwon dengan pasti dan yakin sembari memberikan sekotak susu untuk JB.

 

JB menerima kotak susu itu dan meminumnya dalam sekali tenggak “Kau harus tahu!! Aku sama dengan Oppamu!! Kami sama-sama tidak menyetujui hubungan kalian berdua

 

Aku tidak membutuhkan persetujuan kalian!! Aku yang menjalani hubungan ini.. Kenapa kalian harus ikut campur??” Jiwon menjulurkan lidahnya pada JB sembari tertawa.

 

Kenapa kau begitu baik padaku?” Tanya JB pada jiwon. JB berpikir bahwa Jiwon tahu kalau hubungan antara dirinya dan Jongin tidak berjalan baik, dan seharusnya Jiwon juga tidak suka dengan dirinya.

 

Aku baik pada semua orang!! Jangan salah paham!!” Jawab Jiwon santai sembari terus sibuk dengan kegiatan memasaknya.

 

Cah.. Hahaha..” JB terbahak akan jawaban yang dilontarkan Jiwon, ia tidak mengira bahwa sikap jiwon jauh berbeda dengan Jongin.

 

 

45 menit kemudian

 

JB setia menunggu Jiwon memasak, ia duduk di sebuah kursi dan memperhatikan detail cara Jiwon memasak, Apa Yoona bisa memasak? Entahlah.. Seumur-umur aku belum pernah dibuatkan makanan olehnya ucap JB dalam hati.

 

KRING!!

Suara ponsel JB yang terletak di sofa tempat JB tertidur berdering, segara ia mengambilnya dan mengangkatnya.

 

Apa?” Tanyanya singkat.

 

Mungkin dia pulang kerumah orangtuanya..” Jawab JB lagi.

 

Aish!! Apalagi yang dilakukan si bungsu.. Ckckkc baiklah.. Aku akan mencarinya” tak lama JB mematikan panggilan telponnya.

 

Eemm… Namamu Jiwon kan??” JB kembali kearah dapur dan melihat Jiwon sedang memasukan makanan ke dalam kotak bekal.

 

Kim Jiwon…” Jawab Jiwon tersenyum.

 

Jiwon-ssi… Apa kemarin kau melihat Jackson disekolah” tanya JB. Ia baru saja mendapatkan kabar dari Mark bahwa ia tidak pulang kerumah maupun basecamp.

 

Aku melihatnya kemarin…. Sikapnya berbeda sekali denganmu Oppa!! Dia terlihat sangat membenciku.. Ckckckck” Jiwon memasukan kotak bekal itu kedalam sebuah tas yang memang di dapat dari kotak bekal itu dan ia memberikannya pada JB.

 

Apa ini hanya untuk Mark?” JB mengangkat kotak bekal disamping wajahnya.

 

Kau boleh mencicipinya jika dia mengizinkan” Jiwon tertawa sembari membenarkan ikatan rambutnya.

 

Kau percaya padaku?? Bagaimana jika kotak bekal ini tidak sampai ditangannya?” JB menaruh kotak bekal itu di atas meja.

 

Aku sangat percaya padamu Oppa.. Kau tidak akan melakukan itu. Ahhhh pakaian mu pasti masih basah.. Kau pulang dengan pakaian itu saja yaa??” Jiwon lupa mengeringkan pakaian JB yang semalam, ia hanya menaruh di mesin cuci dan dibiarkannya.

 

SHIREO!!” JB menolak karena ia tahu persis pakaian siapa yang ia kenakan sekarang.

 

Kenapa? Karena itu pakaian Oppaku?? Mengapa kau sangat membencinya?? Kau tahu?? Oppaku membiarkanmu menginap disini!! Dia itu orang yang baik!! Ckckkc!! Kalau begitu lepas pakaian itu sekarang!! Dan pakai pakaianmu yang basah dan mungkin sekarang sudah berbau!!” Tiba-tiba Jiwon kesal terhadap JB yang tidak menyukai Jongin yang sudah berbuat baik pada JB.

 

Jiwon memegangi baju JB dan ingin melepaskan baju yang ada di tubuh JB.

 

Yak.. Yak!! Apa yang kau lakukan??” JB menahan bajunya yang sudah setengah terangkat.

 

Lepaskan!!” Jiwon sedikit menjijit dan berhasil membuka baju JB.

 

YAK!! Apa yang kau lakukan?” Kesal JB pada Jiwon, ia tidak percaya Jiwon akan melakukan hal ini padanya.

 

Kau bilang kau tidak mau memakainya??” Jiwon mengarahkan tangannya ke celana JB untuk melepaskannya juga, namun JB menahan kedua tangan Jiwon kencang, dan mendekatkan Jiwon kearahnya sehingga tubuh Jiwon menempel dengannya.

 

Oh..” Jiwon pun kaget, ia memalingkan wajahnya yang sangat dekat dengan JB dan berusaha menjauh darinya.

 

JB mendekatkan mulutnya ke telinga Jiwon dan berbisik disana “Apa kau begitu menyukai tubuhku Jiwon-ssi??

 

 

 

YAK!! Apa yang kalian lakukan??

 

TBC….

 

 

Aakkkkk,, entahlah ini cerita apaaaa hehehe,,, yang pasti aku mau berterimakasih sama kalian-kalian yang udah mau baca dan meninggalkan komentar tentunya… BOW..

Sampai bertemu di chap selanjutnya…. Jangan lupa kritik dan sarannya ya…

40 thoughts on “(Freelance) Still You (Chapter 2)

  1. jebal ! banyakin dong moment yoona dan kai-nya….ceritanya keren tapi peran yoona dan kai lebih sedikit dari yang lainnya…padahalkan main castnya yoona dan kai…..

  2. Bagus bgt ffnya thor
    Hehehhe
    Jadi kai sama yoona pernah pacaran? tp kok yoona jg pernah pacaran sama JB?
    Omo endingnya x.x
    Itu yoona / kai ya hahahah
    Ditunggu klanjutannya ya thor, keren bgt

  3. anyeong thor aku reader br disini salam kenal ff nya lucu thor itu yg mergoki jiwon sm jb siapa jd makin penasaran next chap thor jgn lama lama ya hehehe

  4. keren si tapi partnya yoona sedikit banget. ditunggu next chapt semoga lebih memuaskan cepet ya thor postnya gomawo

  5. Yahhhh?? Akhirnya ff ini muncul lagi, but moment yoonkai dikit bner thor?? Yahh meskipun moment JB yoona nya lumayan bnyak, tpi aku krang feel klo nggak ada kainya, please jiwon nya dikurangin yah.. seenggaknya yoonkai moment itu bnyak lah meskipun mreka berantem.. biar jiwon sama mark nggak usah ke JB jga. Kan JB Dan kai ngrebutin yoona..
    Please fkus kemereka aja..
    But chap ini keren kok
    Next chap jan lama-lama ya thor… faighting

  6. nya ff ini bagus banggeettt
    Ak ska banget sma jlan ceritanyaa
    Tapii, Yoona kyak bkn maincast-nya
    Soalnya part Yoona di ff ini minim bangett, malah banyaknya ke jiwon/?
    Llu kok JB jd ska sma jiwon sih? Keke

    Btw ditunggu next chapnya yaww😊😊
    Moga di next chap, ceritanya bsa lbh fokus ke Yoona hehee
    Keep writting thoorr😁😁

  7. Bagus sih ceritanya. Tapi kenapa menurutku si figuran malah jd main castnya???
    Yg main cast malah cuma jd selingan aja

  8. SEBERNARNYA SAYA MERASA KECEWA DI CHAP INI DAN SEBELUMNYA. SARAN SAYA THOR MOHON BAGIAN YOONA LEBIH BANYAKKK !!!! JANGAN TERPUSAT PADA CAST LAIN. KARENA CAST UTAMANYA YOONA TAPI SAYA MERASA YOONA HANYA SEBAGAI PERAN PEMBANTU. DAN SEHARUSNYA KONFLIK TERPUSAT PADA YOONA, DISINI LEBIH TERFOKUS PADA JIWON. APALAGI CHAP SEBELUMNYA. PLEASE THOR “YOONA IS THE MAIN CHARACTER. NOT OTHERS” HARUSNYA KONFLIK ITU TERJADI ANTARA PERCINTAAN “JONGIN YOONA DAN JB” TAPI DISIN MINIM BANGET MOMENT YOONA. MALAH KENAPA SEKARANG JB MALAH TERALIHKAN JADI DEKAT DENGAN JIWON SAYA SANGAT BINGUNG. PENGKARAKTERAN DAN PERAN TOKOHNYA TIDAK JELAS. KARENA MENURUT SAYA FOKUSNYA BUKAN DI YOONA ” PLEASE THOR FOCUS TO YOONA” saya setuju dengan pendapat/komentar dari YULIAN / yulianapratiwi69@gmail.com SEMOGA NEXT CHAP TIDAK MENECEWAKAN, Sebenarnya alurnya bagus, akan tetapi peran/ pengkarakterannya belum pas, antara yg jadi main cast sama peran pembantu agak membingungkan, harusnya fokus pada YOONA kalau memang yoona itu main cast nya. ini kan blog ff YOONGEXO not other thor PLEASE REMEMBER IT. AND PLEASE LINTEN TO OUR SUGGESTIONS. THANKS.

  9. keren thor, tapi please sekali lagi moment yoonanya lebih banyak lagi dong thor, kenapa saya merasa bahwa author selalu fokus pada jiwon padahal cast utamanyakan yoona sama jongin, tapi kenapa moment mereka minim banget thor, di chap kemarin aja lebih byk moment jiwon dan mark, sekarang jiwon jb, trus gimana sama yoona. padahal seru kalo dibuat konflik percintaan antara kai yoona sm jb, tapi kok knpa skrang seakan konflik berpusat pd jiwon yang jd adik kai, kekasih mark, dan skrang dkt sm jb. moment yoonkai masih jarang dan kai pun perannya masih flat flat ajah, moment yoonajb pun gk terlalu mencolok, dan saya masih bingun, titik pusat perhatiannya tertuju pada siapa sebenarnya, kalau memang yoona, seharusnya bagian yoonanya lebih full, disini saya masih merasa yoona hanya sebagai piguran, belum menunjukan karakternya. dan saya harap next chap moment yoona lebih full dan fokusnya ada di yoona not others, yg lain hanya sbagai pembantu dlam konflik yg akan muncul. sekian dan terimasih. please listen to me thor!

    • ya saya sentuju banget sama kamu, di chap ini dan sebelumnya yoonanya minim banget, lebih banyak momet jiwon and hate it. we want to yoona moment not athers. Ok

    • Setuju chingu, aku sebenarnya jg suka sama ffnya.
      Tapi yg aneh disini main castnya siapa dan Figurannya siapa? Ini mah figurannya malah yg jd main cast.
      Cukup mengecewakan, padahal ceritanya cukup menarik

  10. entah knapa aku rsa stiap mment yoona kurang malah bnyak ke jiwon sama jihyun

    aku harap d chap slnjtnya d bnyakin lagi
    disini jga jongin jrng mncul bnyaknya mark sma jb
    aplgi pas d chap prtma
    tpi untuk crtanya bgus thor keep writing ^^

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s