HUNGRY

PicsArt_1429947394327

// EXO’s Chanyeol and GG’s Yoona \\

PG – 13

Friendship Detected

Story : RAIN | DOUBLE DATE | SICK

Give me Food!

—-

“aaaaaaaa”

Yoona terus mendongakkan kepalanya lantaran dia sedang lapar. Kedua orang tuanya pergi kerumah neneknya kemarin. Yoona sendirian dirumahnya, sebenarnya banyak bahan makanan yang bisa diolah menjadi sepiring masakan lezat untuk mengganjal perutnya tetapi percayalah, Yoona bukanlah seorang gadis yang pandai memasak

“aiiigggoo!!!!” teriaknya keras

“seharusya aku menyetujui apa yang dikatakan eomma saat itu” lanutnya kecewa

Dia menarik ponsel disampingnya. Sejak tadi pagi dia hanya terus bergerak-gerak diruang tengah dengan keadaan TV menyala

Kemana dia?

Yoona kembali membuang nafasnya, “akkuu lapaaarrr!!! Ahh!! Eommaa!!!”

Are you gonna stay the—

“yeoboseyo?” Yoona hampir meloncat dari sofa rumahnya karena telepon yang ditunggunya sejak tadi berbunyi

“kau baik-baik saja?” suara dari sebrang tampak curiga

“hehehe… tentu saja” jawab Yoona bersemangat

“kau—terdengar sedikit berbeda?”

“aku—hanya terlalu bahagia” sahut Yoona tersenyum yang nampaknya seperti gadis gila

“kau merindukanku?” tanya Luhan menggodanya

“tentu saja, bodoh. gara-gara turnamen sialan itu aku hampir tak pernah bertemu denganmu. Jika tahu begini aku tak akan memperbolehkanmu mengikuti klub sepak bola” gerutu Yoona

Luhan terkekeh mendengar ocehan dari kekasihnya siang itu, “arrasheo, kau menjaga kesehatanmu kan?”

“ehm—ya” seru Yoona

“aku dengar Im ajhumma dan ajhussi sedang pergi. Bagaimana makanmu? Kau kan tak bisa memasak?”

Kali ini Yoona tampak cemberut mendengarkan ocehan Luhan, “aiih… kau menyebalkan, Lu!”

Luhan terdengar tertawa keras, “kau harus segera keluar untuk mengisi perutmu, aku tak ingin kau sakit”

“kau sendiri?”

“tenang saja, aku menjaga kesehatanku. Emm—eomma selalu datang kemari dan membawakanku makan”

“arrasheo. Jaga dirimu baik-baik dan jangan terlalu lelah” pinta Yoona

“ne, saranghae”

“nado”

Yoona kembali cemberut. Perutnya terasa melilit tetapi dia malas melangkahkan kakinya keluar rumah untuk membeli makanan. Jarak rumahnya dengan restoran tempat biasanya dia membeli makanan cukup jauh. Jika menggunakan mobil memakan waktu sekitar 25 menit jika menggunakan taksi bisa sampai 35 menit. Dirumahnya satu-satunya yang bisa dia olah hanyalah ramen milik adiknya

Dia kembali sibuk mengotak-atik ponselnya dan tiba-tiba sebuah ide terlintas di otaknya. Segera dia menekan tombol calling pada kontak telepon milik sahabatnya

“tiang” seru Yoona berbinar

“wae?” suara serak itu tampak menyahut malas

“ya! Kau baru bangun? Aigo, dasar” cerca Yoona

“berisik sekali, ada apa kau menelponku pagi-pagi seperti ini?” Chanyeol terdengar menguap

“pagi?! Demi dewa neptunus! Ini sudah siang!” teriak Yoona

“whatever, ada apa?” Chanyeol terdengar sangat malas pagi ini

“kau tahu kan appa dan eommaku sedang pergi kerumah nenekku kemarin?”

“hmm”

“aku laparr” manja Yoona

“lalu?”

“kau tak ingin mengunjungi rumahku? Aku sendirian dirumah?”

“untuk apa? Kenapa kau tak menelpon Luhan saja?” tanya Chanyeol

“dia masih harus latihan” desah Yoona

“di hari libur? Ayolah, jangan bercanda” decih Chanyeol, “aku ingin tidur” lanjutnya

“Yeol!!! Aku benar-benar laparr!!!” teriak Yoona

TIT

“yaaaaa!!!”

Aigooo

Yoona kembali mendesah. Mengambil remote TV dan mencari acara yang sesuai dengan moodnya tapi acara siang itu sedang tak bersahabat dengannya. Dia menimang-nimang untuk melangkah ke dapur, sekedar membuat ramen untuknya tapi rasa malasnya melebihi rasa lapar yang dia rasakan

“aku laparrrr” gumamnya

“eomma cepat pulang! Seharusnya aku menyetujui perkataan eomma tentang mengambil jasa seorang pembantu. Arrghhh!!!”

Hampir 30 menit tetap berada dikursi dengan posisi terbalik. Yoona menyeret kakinya ke dapur. Menyiapkan segalanya untuk menikmati ramen yang hanya tersisa satu bungkus. Dia sedikit meratap kearah sayur-sayuran di kulkas yang jika dimasak akan menghasilkan makanan yang sangat menyehatkan perut kecilnya.

Dia menekan tombol volume hingga suara TV itu memenuhi rumahnya. Masa bodoh dengan eommanya yang menurutnya tak memperdulikannya dan hanya menyediakan ramen satu bungkus dilemari

Bayangkan saja kau sedang makan steak

Cklik

Yoona mengernyitkan dahinya. Dia tak merasa mematikan TV yang sedang ditontonnya tadi. Apalagi TV tadi menanyangkan TVXQ didalamnya

“kau ingin mati, hah?”

Suara itu sontak membuatnya menoleh, ramen yang baru akan dimakannya tertahan dimulutnya

“kau itu malas sekali, hah? Keluar sebentar untuk makan siang saja kau tak mau. Tadi pagi kau sarapan apa?” tanya Chanyeol

“ada cheese cake di kulkas dan aku memakannya semua” lapor Yoona polos

“kau membawa makanan?” mata Yoona berbinar saat dia menyadari tangan Chanyeol tengah membawa satu kotak besar bungkusan

Chanyeol tak menggubrisnya, dia langsung berjalan kearah dapur Yoona dan menyiapkan semuanya. Bahkan Yoona tak ikut membantunya

“kau menganggu tidurku, padahal aku baru 3 jam tertidur karena game yang aku mainkan semalam dan paginya kau menelponku ribut karena kau lapar. YA! Berapa usiamu nona Im? Kau sudah tergolong tua! Kau bisa menyetir mobilmu sendiri! Kau bisa menaiki bus atau bahkan taksi semaumu! Kenapa kau harus menelponku?!” kesal Chanyeol melahap bulgoginya kasar

“kau sangat pintarr Chanyeoll!!” seru Yoona mengindahkan perkataan yang diucapkan Chanyeol, “bibi Jung yang memasaknya?”

“bodoh! aku sedang marah!”

“gumawo” seru Yoona melahap makanan yang dibawa oleh Chanyeol

Chanyeol yang awalnya ingin memarahi Yoona habis-habisan langsung terdiam ketika melihat Yoona yang sangat kelaparan. Yoona berasal dari keluarga yang cukup berada dan meskipun mereka sudah bersahabat sangat lama, ini bukan pertama kali Yoona bersikap seperti ini didepan Chanyeol tapi ini adalah kali pertama Chanyeol membawa makanan kerumah Yoona. Biasanya justru Chanyeol yang akan membawa makanan pulang ketika dia berkunjung dirumah Yoona

“bibi Jung yang memasaknya, dia senang ketika aku mengatakan bahwa kau lapar dan memintaku untuk membawamu makanan—dan juga tentang kepergian orang tuamu” kata Chanyeol memelan.

“gumawo, jeongmal gumawo. Kau benar-benar sangat pintar, Yeol! Aku seperti manusia yang tak makan selama bertahun-tahun. Gumawo dan sampaikan salamku pada bibi Jung ketika nanti kau pulang” balas Yoona tanpa menoleh sedikitpun kearah Chanyeol

Dasar anak ini. Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya tak mengerti dengan sikap Yoona untuk yang satu ini.

END

37 thoughts on “HUNGRY

  1. Aduh, Yoona kekananak kanakan. Lagi bayangi mukak si yeol marah gimana yettg? *ngingatsceneexonextdoor* njir!
    Aku maunya yoonyeol.
    Yah, tapi di cerita luyoon nya pacaran :B it’s okay laa, daripada jones #plak.
    Duh kalo yoonyeol ff drable nya pasti kebawa gemes semua :’)

    • tapi tunggu deh entah kenpa ada perasaan luhan selingkuh??ga kan thor??kalo iy da chanyoel sih yg makal mukulin luhan kalo mpe sia selingkuh..hahahahaha

  2. bisa kasi tau gak dimana nyari sahabat cowok kaya chanyeol?? aku mau satu dong…
    itu perhatiannya ngelebihin pacarnya yoona *tunjuk luhan* ditunggu sequel nya

  3. Omo :O
    aku trharu bcanya krn kebaikn Yeol oppa..
    Aigoo smpai kpn persahabtn mrka akn mnjd cinta? Tp mau d’bwa kman Luhan?
    Good, nice.. Joha..
    Next seriesx d.tnggu!
    Fighting~

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s