Mistake

tumblr_m4e2jdjrq21ru255vo1_500

Mistake

Im Yoona and Park Chanyeol

Angst, AU, and Married-life || PG 17 || Ficlet

Summary : Sebuah kesalahan yang membuatku harus berpisah denganmu

2015©cloverqua

Yoona berdiri termangu, menatap sebuah foto dengan pigura besar yang terpajang di sudut ruang tengah. Suasana hatinya benar-benar kacau, sejak pertengkarannya dengan sang suami—Park Chanyeol, hingga keduanya tinggal terpisah selama 1 bulan.

Aku menyesal sudah menikah dengan wanita sepertimu

Kata-kata tajam dari Chanyeol masih membekas dalam ingatan Yoona, membuat air matanya selalu mengalir tiap kali mengingatnya. Ia tidak menduga jika Chanyeol akan semarah itu karena hobi belanja yang selalu ia lakukan. Jujur, Yoona sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghentikan hobinya tersebut, tapi selalu gagal hingga akhirnya membuat kesabaran suaminya mencapai batas.

Kini Chanyeol tinggal sementara waktu di apartemen pribadinya yang terletak di lingkungan Apgujeong, sedangkan Yoona tetap tinggal di rumah mereka yang berada di lingkungan Cheongdam. Sejak pertengkaran 1 bulan yang lalu, komunikasi mereka terputus. Sebenarnya tidak benar-benar terputus karena Yoona berulang kali mencoba menghubungi Chanyeol. Yoona selalu mengirimi pesan yang berisi permintaan maaf dan memohon kepada Chanyeol untuk pulang ke rumah, tapi tak pernah mendapatkan respon.

Berbagai usaha Yoona lakukan agar hubungannya dengan Chanyeol kembali seperti semula. Salah satunya ia sudah menjual barang-barang yang dibeli dari hobi belanjanya. Tak ingin aksinya tersebut diketahui oleh sang suami, ia sengaja menyumbangkan hasil penjualan kepada yayasan sosial, tentunya atas nama Chanyeol.

KRING!

Pandangan Yoona teralih pada telepon rumah yang tiba-tiba berdering sangat keras. Ia mengusap kedua matanya sebelum berjalan menghampiri meja kecil yang terletak di ruang tengah.

Yeoboseyo,” sapa Yoona dengan ramah.

Ini aku, Jongin.”

“Jongin?” Yoona sedikit terkejut saat mengetahui rekan kerja Chanyeol yang menelepon. “Kau mencari Chanyeol? Sebaiknya kau hubungi langsung ke ponselnya.”

Sudah kulakukan. Sekarang dia sedang sakit. Itulah sebabnya aku meneleponmu untuk memberitahu kabar ini,” jawab Jongin yang sontak membuat bola mata Yoona melebar.

“Chanyeol sakit?” tanya Yoona dengan nada cemas, lalu dengan seksama mendengarkan semua penjelasan yang disampaikan Jongin.

“Baiklah, aku akan ke sana untuk memeriksa kondisinya,” ucap Yoona, “Terima kasih sudah memberitahuku.”

Lengkungan senyum terlihat di wajah Yoona. Ia senang karena Jongin membantunya untuk berbaikan dengan Chanyeol. Pria bermarga Kim itu termasuk orang yang mengetahui kondisi Yoona dan Chanyeol saat ini. Sebagai sahabat, tentu Jongin menginginkan hubungan Yoona dan Chanyeol membaik.

Yoona bergegas menuju dapur untuk menyiapkan bubur dan makanan kesukaan Chanyeol. Sedari tadi ia tidak berhenti tersenyum karena akhirnya ada kesempatan baginya untuk memperbaiki hubungan mereka. Secara pribadi, ia sudah merenungi semua kesalahannya dan menghilangkan hobi belanja yang dinilai sangat merugikan tersebut. Sekarang Yoona hanya bisa berharap jika hubungannya dengan sang suami bisa kembali seperti semula.

//

“Terima kasih sudah datang ke sini, Seohyun.”

Wanita yang dipanggil Seohyun tersebut hanya tersenyum menanggapi ucapan Chanyeol yang kini terbaring lemah di atas ranjang. Ia baru saja datang setelah mendapat kabar jika Chanyeol sakit. Keduanya yang merupakan satu almamater dari kampus yang sama—Universitas Kyunghee, memang kerap menghabiskan waktu bersama bahkan sampai Chanyeol menikah dengan Yoona.

“Mau sampai kapan kau tinggal sendirian di sini? Bukankah sebaiknya kau pulang dan berbaikan dengan istrimu?” tanya Seohyun sambil menghela napas.

“Setelah apa yang kukatakan padanya waktu itu, apa kau pikir aku berani untuk menemuinya?” Chanyeol menatap sendu ke arah Seohyun yang hanya menggelengkan kepala. “Kurasa ucapanku sudah melukai perasaannya. Selain itu, setiap kali aku melihat wajahnya, aku akan teringat dengan hobi belanjanya yang sudah kelewat batas. Saat itu emosiku akan kembali meluap seperti sebelumnya.”

“Tapi kau sangat merindukannya, sampai jatuh sakit seperti sekarang. Benar ‘kan?” tebak Seohyun tepat sasaran. Chanyeol terlihat kesal hingga mendesah kasar. Ia bangkit dari posisi tidur dan kini terduduk di atas ranjang.

“Hei, kau sedang sakit. Sebaiknya beristirahat,” ucap Seohyun sembari mengusap kening Chanyeol yang masih terasa panas.

Tiba-tiba tangan Chanyeol memegang pergelangan tangan Seohyun, membuat wanita itu menatapnya dengan kerutan di dahi.

“Chanyeol?” Seohyun semakin bingung saat mendapati Chanyeol menatapnya dengan sorot mata sendu. Tak ada suara yang terdengar dari pria bermarga Park itu, hanya desahan napas yang tidak beraturan karena kondisinya yang lemas.

“Kau sakit dan harus beristirahat,” lanjut Seohyun memaksa Chanyeol berbaring seperti semula, tapi usahanya ditolak karena pria itu justru menggenggam tangannya.

“Kalau waktu bisa berputar kembali, aku lebih memilih menikah denganmu daripada menikah dengan Yoona.”

//

Yoona tersenyum senang saat mengetahui kode pengaman pada pintu kamar apartemen Chanyeol tidak berubah—tanggal ulang tahun Yoona. Baginya, ini merupakan wujud perasaan sang suami yang masih mencintainya. Setelah terdengar suara dari mesin pengaman, Yoona berjalan masuk sambil membawa termos berukuran sedang yang berisi bubur buatannya, serta rantang yang berisi makanan kesukaan Chanyeol.

Sesaat pandangan Yoona teralih pada sepasang sepatu wanita yang terletak di dekat pintu. Ada perasaan sesak yang tiba-tiba menghinggapi dirinya. Berbagai pemikiran langsung memenuhi kepalanya yang segera ditepis karena ia percaya pada Chanyeol—pria itu tidak mungkin berselingkuh.

“Mungkin hanya rekan kerjanya,” gumam Yoona menenangkan diri, kemudian mengondisikan wajahnya agar terlihat cerah dengan senyum sumringah.

Yoona meletakkan termos dan rantang di atas meja ruang tengah, lalu berjalan mendekati sebuah kamar tidur yang dipakai Chanyeol. Saat jari tangan Yoona bersiap mengetuk pintu tersebut, tiba-tiba saja sebuah ucapan tidak sengaja didengarnya.

“Kalau waktu bisa berputar kembali, aku lebih memilih menikah denganmu daripada menikah dengan Yoona.”

DEG!

Dada Yoona semakin sesak mendengar suara yang ia yakini adalah suara Chanyeol. Tubuhnya menegang seketika hingga membuat berdiri mematung di depan kamar dengan tatapan kosong.

“Chanyeol?”

Itu suara Seohyun! batin Yoona sambil menutup mulut. Kedua bahunya bergetar setelah mengetahui bahwa Seohyun lah yang menemui Chanyeol. Terlepas jika kedatangan wanita itu yang lebih dulu darinya, tak ada yang lebih menyakitkan dibandingkan ucapan Chanyeol yang baru saja didengarnya. Hati Yoona hancur berkeping-keping. Bagaimana bisa Chanyeol mengatakan kalimat tersebut? Apakah ada hubungan lain antara Chanyeol dan Seohyun yang tidak kuketahui? Bukankah mereka hanya berteman?—batin Yoona frustasi.

Satu-satunya hal yang ada dalam pikiran Yoona adalah segera angkat kaki dari apartemen tersebut. Ia tidak menyangka jika Chanyeol sangat serius dengan ucapannya tempo hari, bahwa pria itu menyesal karena sudah menikah dengannya.

Air mata Yoona tumpah begitu ia memasuki lift. Tubuhnya terasa sangat lemas hingga ia harus bersandar pada dinding di sekitarnya. Ini terlalu menyakitkan, sangat menyakitkan. Bukankah ia sudah berusaha memperbaiki kesalahannya? Bukankah ia sudah mencoba untuk menghubungi Chanyeol dan melakukan berbagai cara agar hubungan mereka kembali seperti semula? Tapi sepertinya, Tuhan berkehendak lain.

“Aku tidak menyangka jika ucapanmu saat itu benar-benar serius,” gumam Yoona mulai berbicara dengan dirinya sendiri.

“Sepertinya kau memang lebih senang bersama Seohyun dibanding denganku,” Yoona semakin terisak. Ia masih ingat dengan raut wajah Chanyeol tiap kali berinteraksi dengan Seohyun sebelumnya. Oh, kali ini tampaknya harapan Yoona semakin menipis, mengingat ia dan Chanyeol sudah 1 bulan tidak bertemu. Kini ia mengetahui kedatangan Seohyun di apartemen sang suami, yang membuat Yoona berspekulasi jika wanita itu sudah lebih sering menemui Chanyeol sejak mereka pisah ranjang. Semua pemikiran yang ada di dalam kepalanya, membuat air mata Yoona kian mengalir deras membasahi wajahnya.

“Jika sudah seperti ini, kurasa perpisahan memang jalan terbaik untuk kita,” kalimat terakhir yang keluar dari Yoona langsung tergantikan oleh tangisnya yang kian keras. Sekarang ia mengerti, penyesalan memang selalu datang di akhir. Kalau saja Yoona memperbaiki kesalahannya sejak awal, mungkin pertengkaran hebat itu tidak akan pernah terjadi, dan dirinya tidak akan berpisah dengan Chanyeol.

-THE END-

Lha, kok jadi kayak gini? *maaf saya sendiri juga bingung dengan endingnya*^^’

56 thoughts on “Mistake

  1. Akh bagus banget Thor! Maaf baru baca skrng, gantung nih ff nya Thor! Bikinin sequelnya dong Thor ^^ nyesek banget pas baca adegan dmna chanyeol blng lbih milih nikah dengan seohyun drpd YoonA, bikinin sequelnya dong Thor! Bikin chanyeol nyesel sama ucapannya^^ keep writing! ~

  2. sorry bgt nih. aku kmrin dah baca cuma lom sempet coment.
    jujur ini ff feelnya dapet bgt, menyesalnya yoona, trus dia bahagia lagi krn akhirnya bakal ketemu suaminya stlh sekian lama pisah, trus dia sedih lagi gara2 salah paham..
    ini jgn sampe sad ending ya klo pun ada sequenya..
    pliiiisssss!!🙂

  3. Kakcanss butuh cequel/? ini 😭 gantung eaak :V sedih nya kurang sedih/? Aku tuh gak bisa digini’in 😂😂😂 *plok* but ini ff sad nya daebak so fab/? 😂😂😂 *prokprok 👏👏👏 btw, miss seyoon couple nich ‘3’ kapan lanjutin immortal memory nya 😳 hahahaha 😝 520 sist❤😳

  4. Kalau udah kekgini, harus dikasih sequel kek thor. Kan si canyol juga suka sama si yoona -_- sequel pls
    Ga rela tau chanyeol sama mba seohyun

  5. astaga baru klimaksnya kenapa sudah end thorr , ya ampunn enggak mau chanyeol pisah sama yoona .. harus bersatu
    deg2’an bacanya , kereen ff nya thor

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s