Sorry

tumblr_muug2vr12N1r296dro1_500

Sorry

Park Chanyeol and Im Yoona

with Seo Joo Hyun and Kim Jongin

Angst, AU, and Married Life || PG 17 || Ficlet

Summary : Saat aku terlambat mengucapkan kata maaf, kau terlanjur pergi dari sisiku

2015©cloverqua

Prev Story : Mistake

“Kalau waktu bisa berputar kembali, aku lebih memilih menikah denganmu daripada menikah dengan Yoona.”

Dahi Seohyun berkerut usai mendengar ucapan Chanyeol yang dinilainya tak masuk akal. Entah apa yang ada dalam pikiran pria bermarga Park tersebut, yang pasti Seohyun menganggap ucapan Chanyeol adalah sebuah lelucon.

“Chanyeol?” Seohyun menghela napas kemudian menyentuh kening pria itu. Sedetik kemudian ia menggelengkan kepala. “Kau benar-benar sakit. Bicaramu mulai tidak masuk akal,” lanjutnya.

“Menurutmu begitu?” Chanyeol hanya bereaksi datar dengan wajah yang semakin memerah. Suhu tubuhnya yang panas membuat Chanyeol tak bisa berpikir dengan jernih. Ia sendiri tidak sadar dengan apa yang baru saja diucapkannya.

“Kau tentu tidak lupa jika aku sudah bertunangan bukan?” Seohyun memperlihatkan sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya.

“Ya, aku tidak lupa,” sahut Chanyeol sambil sesekali mengatur napasnya.

“Lalu kenapa kau bicara seperti itu?” tanya Seohyun gemas. Kebiasaan yang tak bisa dihindari Chanyeol saat jatuh sakit adalah menjadi linglung hingga ia selalu mengatakan hal-hal yang tidak sesuai dengan suara hatinya.

“Aku juga tidak tahu,” tepat dugaan Seohyun, Chanyeol memang tidak sadar dengan apa yang telah diucapkannya. “Aku hanya teringat saat kau pernah menyatakan perasaan cintamu padaku dulu.”

Seohyun terkekeh pelan usai mendengar penuturan Chanyeol. Sebelum kembali melanjutkan obrolan, Seohyun terlebih dahulu mengganti kompres yang terpasang di kening pria itu.

“Ya, aku memang pernah mencintaimu, tapi itu dulu. Kau hanya menganggapku sahabat, tidak lebih. Satu-satunya wanita yang sangat kau cintai adalah Yoona, tak ada yang bisa menggantikannya,” lanjut Seohyun.

Chanyeol mengulas senyum tipis, “Kau benar, tak ada yang bisa menggantikan posisi Yoona. Aku sangat mencintainya.”

Seohyun mencibir jawaban Chanyeol yang menurutnya terlalu dramatis, “Kalau begitu, kenapa tidak pulang saja ke rumah dan berbaikan dengan istrimu? Semakin cepat kau kembali ke sisinya, itu akan lebih baik. Jangan sampai kau terlambat dan nantinya menyesal.”

“Aku—”

“Kebiasaan seseorang bisa dirubah, Park Chanyeol. Percayalah, apalagi jika itu dilakukan demi orang yang paling kau cintai. Aku yakin Yoona bisa merubah hobi belanjanya, yang menurutku memang sangat wajar dimiliki oleh para wanita,” potong Seohyun.

“Tapi dia selalu belanja barang-barang mewah dengan harga mahal, itu yang tidak bisa kuterima,” lanjut Chanyeol.

Seohyun mendesah pelan, “Yoona hanya butuh waktu, berilah dia kesempatan, Yeol.”

Chanyeol tidak mengatakan apapun, selain membiarkan Seohyun keluar dari kamar. Semua ucapan wanita itu memang berhasil menyadarkan dirinya yang selama ini belum memahami sosok Yoona sepenuhnya. Chanyeol seharusnya sadar, sejak kecil Yoona sudah hidup bergelimang harta keluarganya. Tak heran jika istrinya tersebut memiliki hobi belanja, khususnya barang-barang mewah. Sekali pun mereka sama-sama berasal dari keluarga konglomerat, kebiasaan mereka bisa dibilang berbanding terbalik. Chanyeol lebih suka berhemat dan sederhana, sementara Yoona lebih senang menghamburkan uang dan hidup bermewah-mewah.

Benar seperti yang dikatakan Seohyun, Yoona hanya butuh waktu dan selama proses itu berlangsung, Yoona pasti bisa mengikuti kebiasaan Chanyeol untuk hidup berhemat dan sederhana.

DRRT!

Chanyeol terkesiap ketika menyadari ponselnya berdering. Tangannya meraba-raba, mencari ponsel yang ia letakkan di atas nakas. Ia mengerutkan dahi setelah melihat nama Jongin terpampang di layar ponsel.

“Ada apa?”

Kau sudah merasa lebih baik?” tanya Jongin, tersirat rasa kekhawatiran dari nada bicaranya.

“Ya, kurasa hanya beristirahat satu hari sudah cukup untukku,” jawab Chanyeol seadanya.

Ah, sudah kuduga kau akan segera sembuh setelah Yoona datang menemuimu. Benar ‘kan? Kau hanya terlalu rindu dengan istrimu, Yeol.

Chanyeol terdiam untuk beberapa detik, sedikit bingung dengan maksud pertanyaan Jongin.

“Apa maksudmu?”

Eh, apa Yoona belum datang menemuimu?” tanya Jongin terdengar ragu.

“Dia akan datang menemuiku?” Chanyeol menaikkan sedikit volume suaranya. “Apa kau memberitahunya jika aku sedang sakit?”

Bukan jawaban yang didapat Chanyeol, melainkan tawa pelan dari Jongin yang seolah tertangkap basah dengan rencana yang tidak diketahuinya.

“Aish, kau ini benar-benar …,” Chanyeol menundukkan kepala sembari memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.

Oh iya, aku mendapat kabar dari salah satu panti asuhan yang berada di daerah Nowon. Perwakilan dari mereka mengaku jika mendapat bantuan dana darimu. Apa itu benar?” Jongin tiba-tiba mengalihkan topik pembicaraan yang spontan membuat Chanyeol mengerutkan dahi.

“Panti asuhan di daerah Nowon? Aku tidak pernah memberi bantuan dana pada mereka,” jawab Chanyeol seadanya.

Benarkah?” reaksi Jongin juga tidak berbeda dengan Chanyeol, sama-sama terkejut.

“Ini aneh,” Chanyeol memejamkan matanya sejenak ketika ia kembali merasa pusing. “Jongin, coba kau selidiki siapa yang sudah memberikan bantuan dana dengan mengatasnamakan diriku.”

Baiklah, akan kuselidiki,” jawab Jongin menyanggupi permintaan Chanyeol, sebelum mereka mengakhiri obrolan tersebut.

Chanyeol meletakkan ponselnya kembali ke atas nakas. Ia lalu menyentuh keningnya yang masih terasa panas.

“Chanyeol, aku menemukan termos dan rantang makanan ini di ruang tengah,” tiba-tiba suara Seohyun mengalihkan perhatian Chanyeol, membuat pria itu kembali terduduk di atas ranjang. Mata Chanyeol menyipit, mencoba memperhatikan dengan teliti benda yang dipegang oleh Seohyun.

“Bukankah itu milik Yoona?” tanya Chanyeol setelah berhasil mengenali termos dan rantang makanan tersebut.

“Yoona?” Seohyun melirik sekilas pada benda yang sedang dipegangnya. “Apa mungkin dia yang mengantarnya ke sini? Tapi kenapa aku tidak melihat—”

Chanyeol menautkan kedua alisnya saat mendapati wajah Seohyun berubah panik.

“Ada apa?” tanya Chanyeol bingung sekaligus cemas.

“Chanyeol—jika tadi Yoona datang ke sini, apa mungkin dia mendengar ‘obrolan’ kita tadi?” pertanyaan Seohyun sukses membuat wajah Chanyeol berubah seketika, tak jauh berbeda dengan dirinya.

“Tidak mungkin jika Yoona datang ke sini, dia langsung pergi tanpa bertemu dengamu terlebih dahulu. Pastinya selain menjengukmu, dia datang ke sini dengan tujuan untuk berbaikan denganmu. Benar ‘kan?” Seohyun mengeluarkan beberapa pemikiran yang ada di dalam kepalanya, sebelum kembali menatap Chanyeol dengan sorot mata cemas. “Chanyeol, kurasa dia sudah mendengar ‘obrolan’ tadi.”

Raut cemas di wajah Seohyun, membuat Chanyeol memikirkan hal serupa. Terlebih dengan barang bukti berupa termos dan rantang makanan Yoona, sudah meyakinkan jika istrinya tadi sempat datang ke sini, sebelum akhirnya pergi tanpa bertemu dulu dengannya. Hanya satu yang ada dalam pikiran Chanyeol, kembali secepat mungkin ke rumahnya untuk menemui Yoona. Ia berharap wanita itu tidak mendengar ucapan yang sempat terlontar darinya. Kalau pun sudah terlanjur mendengarnya, yang bisa dilakukannya adalah menjelaskan semuanya agar keadaaan tidak semakin rumit. Kali ini, giliran Chanyeol yang menyesali kecerobohannya yang selalu berucap tanpa berpikir panjang.

//

Mobil yang dikemudikan Seohyun berhenti di depan rumah Chanyeol dan Yoona. Setelah dugaan Yoona datang ke apartemen Chanyeol dan mendengar obrolan antara Chanyeol dan Seohyun, wanita itu menyarankan Chanyeol untuk segera pulang ke rumah. Tangan Seohyun yang tengah sibuk melepas seat belt, mendadak dihentikan oleh Chanyeol yang kini menatapnya dengan sorot mata serius.

“Pulanglah, terima kasih sudah mengantarku,” ucap Chanyeol.

“Tidak, aku harus ikut denganmu. Kita jelaskan sama-sama pada Yoona,” tolak Seohyun. Ya, kesalahpahaman ini harus dihentikan sebelum keadaan semakin kacau.

“Aku tidak mau melibatkanmu, ini murni masalahku dengan Yoona. Aku bisa menyelesaikannya sendiri. Terima kasih,” Chanyeol segera keluar dari mobil Seohyun, meninggalkan wanita itu yang menatapnya dengan iba. Seohyun sangat mengkhawatirakn Chanyeol, tentunya sebagai sahabat. Selain sakit yang dideritanya, suasana hati pria itu dalam tahap memprihatinkan.

“Lebih baik aku menunggu di sini,” Seohyun akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal di dalam mobilnya. Kedua matanya mengawasi Chanyeol yang kini sudah memasuki rumah di depannya tersebut.

Sementara itu, Chanyeol yang sudah sampai di ruang tengah, berulang kali memanggil Yoona agar wanita itu segera muncul ke hadapannya.

“Yoona?” suara Chanyeol terdengar parau ketika ia tak kunjung mendapatkan respon dari sang istri. Hening, ia bisa merasakan suasana di dalam rumahnya begitu sepi.

Chanyeol lalu berjalan sempoyongan menyisiri seluruh sudut rumah, dengan tenaga yang masih ia miliki meskipun kondisinya benar-benar tidak baik. Wajah pucat dipenuhi keringat, napas terengah-engah, jelas menunjukkan betapa Chanyeol terlihat sangat kacau.

“Yoona?” Chanyeol memasuki sebuah ruangan khusus yang sengaja digunakan untuk menyimpan koleksi barang-barang Yoona. Bola matanya membulat sempurna setelah ia menyadari ruangan tersebut dalam keadaan kosong. Tak ada lagi barang-barang koleksi Yoona, hanya tertinggal beberapa lemari ataupun rak yang dibiarkan kosong.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” gumam Chanyeol semakin panik. Kemudian ia teringat dengan ucapan Jongin terkait bantuan dana atas namanya kepada salah satu panti asuhan di daerah Nowon. Hal itu membuatnya yakin jika kemungkinan besar Yoona lah yang memberikan bantuan dana tersebut, dengan menjual barang-barang koleksi dari hobi belanjanya.

Chanyeol berlari menuju kamarnya dan lagi-lagi ia tidak mendapatkan Yoona di sana. Satu-satunya yang dilihat Chanyeol adalah keadaan kamar yang begitu rapi lalu—tunggu, di mana peralatan make up milik Yoona yang biasa diletakkan di meja rias? Kenapa tidak ada?

“Tidak …,” Chanyeol beralih membuka lemari pakaian. Ia terbelalak setelah hanya mendapati pakaian miliknya, sementara pakaian milik Yoona sudah tidak ada. Chanyeol juga tidak menemukan beberapa koper yang biasa ditaruh di atas lemari. Yoona—sudah pergi?

“Tidak mungkin …,” suara Chanyeol semakin parau, seiring tubuhnya yang merosot hingga ia terduduk lemas di lantai.

Tiba-tiba terdengar langkah kaki yang berlari mendekati kamar tempat Chanyeol berada, hingga di dekat pintu memperlihatkan kedatangan Seohyun yang merasa khawatir dengan kondisi Chanyeol. Wanita itu hanya berdiri termangu menatap Chanyeol yang kini menangis tersedu di hadapannya.

original

“Chanyeol?”

“Dia sudah pergi, Seohyun. Yoona—” Chanyeol tidak sanggup mengeluarkan suara selain tangis yang kian mengeras, “—dia sudah pergi.”

Seohyun tertunduk, tidak percaya dengan keadaan yang menimpa Chanyeol. Ia tidak menyangka jika ucapan Chanyeol yang terlontar secara tidak sadar, akhirnya justru berbuntut panjang dengan kepergian Yoona. Praktis, kondisi ini membuat Chanyeol kian terpuruk.

“Yoona …,” Chanyeol berulang kali memanggil Yoona dalam tangisannya, “Yoona ….”

Sebuah kesalahpahaman yang tidak pernah terpikir oleh Chanyeol akan merusak hubungannya dengan Yoona, bahkan di saat dirinya terlambat mengucapkan kata maaf, wanita itu sudah terlanjur pergi dari sisinya.

-THE END-

Rencana masih mau buat lagi kelanjutan cerita ini. Mungkin 1 lagi, tapi saya lihat dulu respon kalian🙂

96 thoughts on “Sorry

  1. Thor, koq ini kelanjutannya blm di post ya?
    Aku pd hal nunggu banget loh kelanjutannya. Ini ff yang termasuk bagus ceritanya…. please lanjutannya di post ya. Fighting!!

  2. Ini sequel mistake ya??
    Keren banget, q kira chanyeol sdh tdk cinta lg sma yoona, ternyata?
    Yoona pergi kmana? Q maklum yoona pergi, soalnya chanyeol udah keterlaluan.
    Dia 2x udah ngomong yg menyakiti prasaan yoona, tpi dsini yoona jg bersalah..
    Ah q ingin mreka berdua kembali lg, apa ini sdh ada sequel’nya lg?

  3. Aku nangis bacanya thor …
    Laaahh.. Di atas genre nya ada romance, tpi mana thor ?! Perasaan dari yg mistake pun ga ada romance nya ..
    Mudah2an sih, buat next nya ya thor.. Jngan lama2 update nya thor

  4. Akh Thor! Bikin sequelnya lg dong! Pengen liat ChanYoon bersatu😀 bikinin ya Thor, ya? Ya? #puppy_eyes #plak seneng banget pas ad sequel dri ff mistake😀 keep writing!~

  5. Keren banget thor
    Feelnya dapet banget
    Saking dapetnya sampe nangis
    kalau ini jelas wajib ada nextnyaa
    Ditunggu banget thor
    Keep writing~

  6. Thor lanjutin dong ….. Lgi seru2 nya ni
    Please ceritanya yoona tetep sama chanyeol jangan sama seohyun aku gk suka soalnya……* Jujur banget lo*plakkk
    Bagus thor lanjut…..

  7. Wuihh, sya ngebut author bcanya dr part mianhae ke part ini, jd mianhae # pasang ekspresi gif yoona ;( klo bru dicomment..
    gara2 tertarik masang gif sad yoona ( trnyata poster/gif sngat brpngaruh utk dya tarik ff ) akhirnya baca..
    Duh, thor bagus!!!!!!! alurnya ringan tp lngsung fokus ke inti cerita, ibarat sungai han cerita ini ngalir gitu aja tp tiap lewat ngasih feelnya bnget..
    Author, trtarik brgabung ikut rncana jhat saya ???? buat SAD ENDING THOR!!! klo udah 2chapter genrenya angst, nanggung thor klo g smpe akhir tp hrus siap2 ditimpukin masa reader.. hahaha klo sya nggak tnggung jwab ^^

  8. Sakiiiit :”” Rasain lu bang, makannya omongan dikontrol dong (emosi)😀 Cham tp karena gua dukung elu, gua kasih tau. Yoona di rmh gua bang, cepet susul ngga ato gua buru-buru kasih Yoona ke Sehun. Palliwa! :v

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s