(Freelance) Dark ELF and My Life (Chapter 5)

req-alliengator02-by-laykim-on-hsg1

Dark ELF and My Life 5

Author : AlienGator02

Main Cast : Im Yoona, Kris Wu, Oh Sehun

Other Cast : Find it by Your self

Genre : Mystery, Psycho, Fantasy

Length : Chaptered

Poster : LayKim @HSG

Rating : PG-15

Disclaimer : This story is pure my idea. ONLY MY IDEA😀 Siders? Is not problem for me. Basher? You can bash this story J I’m proud of typo. Really sorry for bad story L

A/N : Cerita ini hanyalah fiksi, tidak ada unsur menjelekkan, menghasut, dan lainnya. Jika ada kesalahan, ataupun isi cerita yang menyimpang. Saya sebagai author mohon maaf sebesar-besarnya.

Warning : Yang italic + underline itu ucapannya ‘Black Shadow’.

Happy Reading J

**~~**~~**

Sebuah kantung plastik hitam berisikan rakitan bom dibawa oleh seorang lelaki bermarga Xi itu. Lelaki berkulit putih pucat itu melewati lorong-lorong gelap menuju tempat rahasianya. Ia membawa rakitan itu untuk dijual ke Negara Adikuasa.

Lorong sempit di ujung gang terlihat. Sebuah ruangan yang minimalis dan gelap terdapat diantaranya, lelaki bernama Xi Luhan itu buru-buru memasuki ruangan yang terasa lembap dan gelap itu.

Ia menempatkan rakitan itu diatas meja yang berdebu. Perlahan Namja itu membuka hasil rakitannya. Sedikit menimang-nimang apakah setetes H2SO4 dan NaOH mampu membuat ledakan yang dihasilkan semakin dahsyat? Ia mengurungkan niatnya untuk memberikan NaOH,

Ia lebih memilih untuk memberikan H2SO4 saja dan ia akan mencampurkan sedikit air raksa kedalamnya.

Lengkungan tipis tercipta dari bibir milik Xi Luhan. Ia tersenyum puas ketika melihat hasil jerih payahnya selama tiga ratus tahun. Perlu di ketahui jika dalam sistem penanggalan bangsa Dark ELF, Hobbit, Gandalf dan Orc. Satu tahun waktu manusia sama dengan seratus tahun waktu makhluk aneh itu.

“Aku berhasil! Yeah! Aku berhasil. Aku bisa menandingi rakitan 072 itu.” batinnya. Tiba-tiba sebuah memori yang cukup membuatnya terluka menghampirinya. Ia merasa jika ada seseorang yang belum pernah ia temui, terhitung satu setengah bulan ia tak pernah melihat gadis rusa itu, Ya.. Luhan merindukan gadisnya.

Luhan memegang dadanya yang terasa bergemuruh. Sungguh ia sangat merindukan rusa tersayangnya. Ia segera mengucapkan mantera teleportasinya “Diagon Alley” dan melempar serbuk abu-hitam.

**~~**~~**

Kepulan asap hitam itu berterbangan, membentuk sebuah bayangan seorang lelaki. Perlahan bayangan itu memudar seiring hilangnya kepulan asap itu, bayangan itu tergantikan sesosok lelaki bernama Xi Luhan.

 

“Coades andebegiosa.” Manteranya.

Tiba-tiba sebuah jas layaknya jubah putih muncul dari cahaya yang keluar dari tangannya. Luhan segera memakai jubah putih itu dan menutupi seluruh tubuhnya, ia mulai berjalan memasuki sebuah ruangan yang sangat ia rindukan.

 

“Alohomora yerestados.”

Pintu itu terbuka dengan sangat pelan hingga tidak membuat decitan pintu terdengar sama sekali. Ia mulai memasuki kamar itu dengan hati-hati. Namun, suara geraman terdengar ke-telinganya. “Protego totallum, salvia hexia.” Ia segera membaca mantera perlindungannya itu.

Luhan membelalak ketika ribuan liter darah ada di sekeliling kamar itu. tiba-tiba hatinya merasa dicabik-cabik, Luhan takut! Ia takut dengan keadaan Yoona. ia segera berjalan mendekat kearah ranjang tempat tidur itu.

“Sehun! Bagaimana bisa?” batinnya.

Luhan melihat seorang Dark ELF yang terkenal akan kekejamannya, lelaki berjiwa setan itu tengah terduduk disamping ranjang itu. Beruntung, Luhan menggunakan mantel tembus pandangnya, hingga ia yakin Sehun tak bisa melihat keberadaannya.

Yang menjadi satu pertanyaan terbesar Luhan adalah, dimana Yoona? Dimana gadisnya itu? Kenapa dengan Sehun? Bagaimana bisa? Pertanyaan itu terus memenuhi otaknya. Tak mungkin jika Luhan langsung bertanya pada Sehun. Ia bukanlah orang yang bodoh untuk mengenal bagaimana reaksi Sehun ketika melihatnya.

“Dimana kau yoong? Kenapa kau meninggalkanku? Kenapa? Apakah begitu besarnya kebencianmu padaku hingga kau meninggalkanku?”

Luhan terkejut mendengar penuturan Sehun. Ia yakin kebenaran yang diungkap Sehun, sangat terlihat dari raut wajahnya yang nampak sedih, kecewa dan terluka. Sehun tak pernah seperti itu sebelumnya, “Lalu kenapa Sehun tak menggunakan mantera pendeteksinya?” tanyanya dalam hati.

Tanpa berkata apapun Luhan segera pergi dan berteleportasi mencari keberadaan gadisnya, ia tidak mau jika sesuatu yang buruk terjadi pada gadis pujaaannya itu. ia terlalu lelah melihat semua penderitaan yang dialami kekasihnya, jika boleh jujur Luhan lebih memilih mati daripada melihat seluruh penderitaannya.

 

Sehun POV

Aku bisa merasakan jika jantungku berhenti berdetak, luka yang ada didalamnya mulai menganga lebar. Perih mulai terasa dihatiku, aku tak mampu bernafas lagi.. gadisku.. gadis pujaanku.. pergi.. bisakah kalian menunjukkan padaku dimana ia?

Aku mulai mendudukkan diriku di samping ranjangnya, kedua iris hazelku mulai menatap semuanya yang ada disekitar.

Darah!

Apakah aku seorang setan? Aku sangat mencintainya, sangat menyayanginya. Aku tak mau kehilangannya, salahkah karena aku mencintainya?

Aku mengacak rambutku kasar, aku mencintai aroma darahnya. Aku tidak tau kenapa aku bisa melakukan hal sekeji itu pada gadisku, terkadang jiwaku menyukai ketika ia kesakitan. Aku merasa bahagia ketika melihatnya kesakitan.

Ini semua karena ‘Black shadow’ keparat ini, aku tak bisa melepasnya dari hidupku. Jika aku terlepas dari ‘Black Shadow’ aku akan mati. Aku tak mau meninggalkan Yoona sendiri, aku tak mau melihat Yoona melakukan pekerjaan haram itu.

Berulang kali aku mengucap ‘Arastados Yelemoxa’ tapi aku sama sekali tak mengetahui keberadaannya, namun tak lama setelah itu. seorang lelaki yang sangat kubenci datang dengan jubah bodohnya itu.

Ia pikir aku tak akan bisa melihatnya, namun aku masih bisa melihat rupa busuknya itu. Aku tak peduli, lagi pula aku juga tau jika bukan Luhan yang menculik Yoona, pikiranku sangat kacau. Namun tak lama setelah itu lelaki yang membuatku mati itu pergi.

 

Flash Back ON

 

“Bunuh dia sekarang.” Suruh seorang lelaki di seberang sana.

Seorang lelaki berwajah angkuh akan menyebrang jalanan, ia membawa sebucket bunga mawar di tangan kanannya. Ia mencium aroma bunga itu dan membawanya pelan, ia ingin segera memberikan bunga merah itu ke seorang yang sangat ia cintai.

Ia akan menyatakan perasaannya ke seorang wanita yang sudah ia anggap adiknya, ia tak peduli jika ayahnya menentang keras jika ia mencintai adik angkatnya itu. ia mulai berjalan terus melewati perempatan seoul itu.

Brak!

Jantungnya terasa berhenti disaat itu juga, pandangan lelaki ber-name tag Sehun itu mengabur. Tubuhnya ambruk seketika, ia masih bisa melihat banyak orang yang datang ke arahnya. Sehun benci hal itu! Ia tidak membutuhkan seorangpun. Tak lama, nafasnya melemah. Dadanya terasa sangat sakit, hingga ia mulai menghembuskan nafas terakhirnya.

**~~**~~**

 

“Bagus! Rencanaku berhasil! Dengan begitu Yoona akan berpikir jika kakaknya menghilang. Aku bisa memilikinya seutuhnya.” Batin seorang namja bermarga Xi itu.

Ia puas dengan hasil kerja anak buahnya, dengan begitu Luhan tidak akan melihat Yoona yang terus menangis karena seorang Sehun. Luhan juga tidak akan melihat kesakitan yang diberikan Sehun pada Yoona.

“Bersihkan dia, kalau perlu bawa mayat busuknya ke lubang buaya. Jangan sampai semua orang tau, palsukan identitasnya.” Ujar Luhan kepada seseorang diujung sana.

 

Flash Back OFF

Aku menggeram ketika mengingat kejadian itu, asal kalian tau lelaki yang berwajah busuk itu yang telah membunuhku, yang telah menghilangkanku seolah aku pergi. Dia juga yang telah mengambil semua kekayaan milik Appa.

Aku membencinya, sangat! Ia merencanakan semuanya dengan baik, dengan sangat rapi. Bahkan tak ada satupun orang yang tau, jika aku mati dengan sejuta kebencian di hatiku. Kebencian dengan seorang ‘Appa palsu’, kebencian terhadap sosok sahabat, kebencian terhadap semua orang yang ada didekatku, kebencian terhadap takdir, kebencian terhadap malaikat maut yang telah mengambil nyawaku, aku benci.

Hingga sebuah saat ketika aku merasa di surga, sebuah cahaya gelap datang ke arahku, aku mendekati cahaya itu. Dan aku baru tau, jika cahaya gelap yang sangat besar itu adalah rasa dendamku, cahaya itu mulai merasuk kedalam jiwaku. Hingga aku bisa seperti ini, aku bisa membuat orang yang mati karena dendam kembali hidup. Aku mulai menggunakan segalanya untuk balas dendam,

 

SEHUN POV END

Sehun bangkit dari tempatnya, hatinya kini serasa seperti batu. Biarlah semua orang membencinya, toh salahkan orang lain yang telah membuat Sehun seperti ini, salahkan saja kertas yang berisikan sebuah Fakta yang menunjukkan jika Gen miliknya berbeda dengan appanya.

Sehun mengambil sebuah tongkat sihirnya, tak lupa ia mengenakan jubah hitamnya. Ia mengucap mantera teleportasinya ‘Diagon Alley’

**~~**~~**

Sebuah rumah besar berdiri di ujung jalan kota daegu, rumah itu tampak kumuh, kotor, menjijikkan, beberapa orang disana tidak pernah melihat satupun ‘manusia’ yang menempati rumah megah itu,

Lelaki berwajah angkuh tiba-tiba muncul dibalik pohon besar itu, ia menatap rumah didepannya dengan penuh luka, ia mulai melangkahkan kakinya kerumah horror itu.

Pintu besar terbuka dengan sendirinya ketika kakinya tepat berada di depan rumah bergaya classic itu. Dedaunan yang entah dari mana asalnya berterbangan menyambutnya. Lantai kotor juga ikut menyapanya.

Iris hazelnya menatap rumah yang pernah ia huni sebelumnya, ia menatap semuanya satu-persatu. Rumah ini masih penuh dengan perabotan lusuhnya. Bahkan beberapa foto yang telah pudar masih setia menempel di dinding yang tampak retak.

 

“Oppa, appa and me will always together. No matter what happened in my life, we always together.”

Sehun ingat suara anak kecil itu, ia masih bisa merasakan dengan jelas ketika gadis kecil itu memeluknya erat. Ia juga bisa merasakan pelukan kehangatan dari keluarga itu, ia tersenyum miris. Andaikan tidak ada kebohongan antar satu sama lain, mungkin tidak akan terjadi seperti ini,

 

Flash Back

Seorang anak berusia kurang lebih lima belas tahun mengetuk pintu didepannya pelan, tiba-tiba ia memukul pelan dahinya, ia baru sadar jika tidak ada seorangpun dirumah ini, bahkan pembantunya sedang di rumah sakit untuk merawat adiknya –Yoona- yang sedang sakit,

Lelaki itu mulai membuka pintu tersebut, langkah kakinya mulai memasuki ruang kerja sang ayah, “Appa, Sehun ingin mengambil buku yang tertinggal kemarin,” ijinnya.

Iris hazelnya mulai sibuk mencari dimana buku pelajarannya, seingatnya kemarin Sehun meletakkannya tepat diatas meja besar itu, ia segera pergi ke tempat itu dan mulai ‘Mengobrak-abrik’ meja itu,

Helaan nafas lega tercipta dari bibir Sehun ketika buku fisikanya ada di laci meja, ia tersenyum dan mengambil bukunya. Namun, ketika ia mengambil buku itu, terlihat sebuah foto yang memikatnya, ia mengambil foto itu dan melihatnya.

Park Chanyeol, Park Sehun, Park Geunyoung-

Begitu tulisan yang tertera dibalik foto usang itu, entah kenapa dada Sehun bergemuruh ketika melihat kedua orang berbeda jenis tengah tersenyum ke kamera dambil menggendong sebuah bayi, tiba-tiba tangan Sehun bergetar, “Siapa anak kecil itu?” batinnya.

Lagi-lagi sebuah buku catatan yang usang tertangkap masuk ke iris hazelnya, ia mengambil buku yang ia yakini diary itu. Ia mulai membukanya satu persatu,

 

12-05-1994

 

Aku melihatmu membawa anak itu, kalian menggendongnya dengan penuh kebahagiaan. Aku hanya bisa tersenyum miris dalam hatiku, kenapa penderitaan ini selalu datang padaku?

 

Kau egois Chanyeol-ah, kau telah mengambil Geunyoung dariku. Dan kini kau bisa tesenyum penuh kemenangan ketika anak berkulit putih pucat itu ada digendonganmu, Seharusnya anak itu adalah anakku, namanya bukan Sehun Park! Tapi Oh Sehun!

 

Kau benar-benar jahat Geuyoung-ah, bukankah kau tau jika aku mencintaimu? Kenapa kau justru memilih lelaki idiot itu? Kenapa kau mau menikah dengannya dan mengandung anaknya?

 

Hatiku terasa sakit, aku benar-benar membenci kalian berdua,

 

Jangan salahkan aku ketika aku telah menusuk kalian dengan sebuah pisau di tangan kananku, salahkan diri kalian, kenapa kalian membiarkan aku sendiri dengan tangisan pilu? Apa ini rencana kalian?!

 

Bahkan aku masih punya sedikit hati, ketika bayi pucat itu menangis. Aku tidak kuasa membunuhnya, jadi aku memutuskan untuk merawatnya. Ingat satu hal,walaupun kalian sudah mati, jangan pernah kalian tampakkan wujud busuk kalian kepada anakku ini, namanya bukan lagi Park Sehun, tetapi Oh Sehun. Anak dari seorang Oh Min Hyuk!

 

FLASHBACK OFF

 

Kedua iris hazel milik Sehun memerah karena amarah, apa sekarang kalian berani menyalahkan Sehun? Apa ia salah jika ia dendam kepada lelaki yang telah membunuhnya? Apakah salah jika ia dendam kepada Luhan yang telah membunuhnya dan menghancurkan namanya didepan gadis yang ia sukai? Apakah salah jika Sehun menyukai kesakitan? Bukankah ia terus mengalami kesakitan dalam hidupnya?

Sehun menghela nafas kasar, ia benar-benar membenci fakta jika orang yang selama ini selalu mendampinginya adalah seorang pembunuh ayah dan ibu kandungnya, bagaimana mungkin takdir terlalu jahat kepada Sehun?

Sehun memang tidak punya hati, bukankah takdir juga tidak punya hati? Namun satu hal, Sehun berbeda dengan takdir. Takdir tak bisa merasakan kesakitan yang mendalam, tapi Sehun bisa.

Sehun hanya diam ketika semua orang menganggapnya gila dan tidak waras, Sehun hanya diam ketika paman-pamannya menganggap Sehun kecil hanyalah sampah,

Lelaki itu mulai menyusuri taman yang tampak sangat menjijikkan dan berbau aneh. Kedua iris hazelnya melihat sebuah pohon yang berukuran besar disertai dengan sebuah ayunan yang sudah rusak.

 

FLASHBACK

“Oppa! Ayo bermain, sudah lama kita tidak bermain bukan?” teriak seorang wanita cantik yang sedang duduk didekat taman itu,

Sehun tersenyum tipis melihat tingkah laku adiknya itu, walaupun ia membenci ayahnya tapi ia tidak sanggup membenci adik angkatnya itu, ia terlalu menyayangi adiknya itu, bahkan tak mau kehilangannya.

“Kajja-yo,” jawabnya.

Mereka berdua bermain dengan bahagia di taman itu, mereka seolah melupakan semuanya ketika sedang bersama. Tiba-tiba Sehun bilang jika ia harus pergi sebentar.

Sehun memetik sebuah bunga mawar yang tumbuh didekat taman itu, haruskah Sehun mengatakannya sekarang? Haruskah Sehun bilang jika ia menyukai seorang adik yang tidak terikat setetes darahpun olehnya?

Tangannya berkeringat menandakan jika ia tengah gugup sekarang, keringat juga tidak mau kalah untuk mengucur di dahinya. Ia menghembuskan nafas gugup, “Yoona-ya, aku tau aku.. oppamu, ah tidak.. kenapa aku jadi seperti ini?” kesalnya.

Ia mencoba bergaya cool, “Yoona, aku mencintaimu. Mohon terima diriku, tidak.. kenapa aku formal?”

Tanpa berkata apapun, Sehun segera menghampiri Yoona dengan sebuah mawar di tangan kirinya, keputusannya sudah bulat. Lagi pula, jika ia yakin Yoona pasti akan menerimanya,       Itu menurutmu Sehun!

“Yoona, aku tau jika aku hanya kakak angkatmu. Tapi, bukankah kita tidak memiliki hubungan darah? Maka dari itu, aku hanya ingin bilang jika ‘Aku Mencintaimu’, kau pasti akan menerimanya bukan? Aku telah membaca diarymu. Maka dari itu aku mengungkapkannya padamu.” Ucap Sehun mantap,

Namun, gadis didepannya itu menunduk. Jika ia boleh mengatakan ‘Iya, aku mencintaimu oppa.’ Bibirnya seolah tidak bisa, ia ingat perjanjiannya dengan ayahnya, ia menghela nafas kecil.

“Mian, kita tetap bersaudara oppa~ kita tidak bisa bersatu,”

 

FLASHBACK OFF

Ia menghela nafas, ingatan itu masih terukir dengan jelas. Disitulah Sehun berubah, di tempat itulah ia memilih untuk tidak mempunyai perasaan dan belas kasihan, disitulah Sehun berpikir jika ia hidup untuk dirinya sendiri. Tidak dengan orang lain,

Merasa dadanya lebih sesak, Sehun segera pergi meninggalkan rumah horror itu. Dengan sejuta kekecewaan, kebencian, kemarahan yang tertinggal.

 

~ Another Side~

Gesekan pisau dengan sayuran membuat suara kecil terdengar. Gadis itu memotong sebuah wortel di meja itu, beberapa kali bibir mungil itu mengeluarkan sebuah meodi yang terdengar tidak jelas.

Tiba-tiba dadanya terasa aneh, ia teringat akan seseorang yang mungkin memenuhi pikirannya beberapa bulan ini, jika dihitung tak terasa ia sudah tak bertemu dengan ‘Lelaki itu’ sekitar satu bulan.

“Arggh~”

Gadis tu mengerang pelan ketika jari telunjuknya teriris sebuah pisau tajam, ia menatap darah yang menetes dari ujung jarinya. Ia teringat sesuatu jika berhubungan dengan ‘Darah’ tiba-tiba tubuhnya bergidik ngeri ketika ia teringat memori yang menurutnya sangat menjijikkan,

“Hya! Waeyo?” suara itu mengagetkannya.

Kini seorang lelaki berpostur tinggi dan berwajah tampan datang menghampirinya, wajah pria itu sangat khawatir terhadap gadis didepannya itu. Ia segera menyentuh ujung jari tangan yang mengeluarkan darah itu,

“Ayo, kita harus ke rumah sakit sekarang,” Oh tidak! Ia terlalu berlebihan,

Yoona menggeleng pelan, “Aniyo tuan, ini hanya luka kecil. Lagi pula bisa sembuh dengan-” kalimat itu terputus ketika sebuah bentakan terdengar,

“Kau Gila! Luka kecil bisa menjadi luka besar!” ucap Kris sambil bergetar, ini-lah kelemahannya, ketika melihat seseorang terluka. Ia trauma apa yang pernah terjadi pada kekasihnya dulu, -Natalie Oh-

Pelipis pria itu mengeluarkan keringat, tiba-tiba ia terduduk. “Jauh-jauhkan darah itu.” Ucapnya sambil bergetar,

Yoona kaget, ada apa dengan lelaki didepannya itu, ia segera mencuci ujung jarinya dengan air, setelah itu ia segera menghampiri lelaki itu, kedua matanya membelalak kaget, ketika mendengar suara yang sangat aneh. Namun, ketika ia melihat kearah Kris tidak ada apapun,

**~~**~~**

“Natalie-ya, kenapa kau pergi? Apakah ini balasanmu padaku?” ucap Kris sambil meneteskan air matanya, masa bodoh jika ia lelaki.

Kris bisa melihat sosok wanita cantik didepannya tersenyum miris, wanita bernama Natalie itu menggeleng pelan, ia mengeluarkan suara lembutnya. “Aniyo, aku pergi karena takdir. Kau harus bisa melupakanku Oppa~ aku tidak bisa pergi jika kau terus memberatkanku,” ujarnya pelan.

Kris menggeleng, ia tau jika gadis yang sangat ia cintai itu telah mati. Namun, ia tak sanggup untuk melepaskannya. Kemanapun ia berada, pasti akan selalu teringat Natalie. “Aku tidak bisa melupakanmu. Kau mati karenaku, Kau adalah hidupku,” ujar Kris

Wanita berwujud ‘Roh’ itu tersenyum tipis, “Aku mati bukan karenamu Oppa, lagi pula kecelakaan itu bukan sepenuhnya salahmu. Rem mobilmu blong, itu adalah salah seseorang yang telah merencanakan ini semua.” Suara Natalie menggeram tiba-tiba menggeram diakhir kalimat.

Kris memeluk seorang roh didepannya, mungkin ia gila. Tapi satu hal, ia cukup berterima kasih dengan kecelakaan itu, ia mempunyai indra ke-enam dan mungkin juga indra ke-tujuh. Ia bisa melihat seorang roh, makhluk astral dan lainnya. Ia juga bisa mendengar suara hati seseorang.

“Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu Natalie-ya. Jangan pernah tinggalkan aku,” tangis Kris.

Natalie tersenyum tipis, “Aniyo, aku akan meninggalkanmu ketika kau telah melupakanku. Satu hal yang ingin kusampaikan padamu Kris, kau tau gadis yang ada disana? Selamatkanlah dia, hidupnya terus diganggu oleh dua orang.” Tutur Natalie,

Kris melepas pelukannya lalu menatap gadis yang tengah terkejut melihatnya, gadis itu tengah bersembunyi dibalik lemari. Ia mengangguk menatap Natalie, “Kenapa? Kenapa aku harus menyelamatkannya?” Tanya Kris.

“Karena dia sama sepertimu! Ia bahkan jauh lebih buruk, lihat! Bukankah ia selalu mengenakan jubah itu? Dan ‘Sapphirex Ring’ itu? Ah, ya. Bukankah kau sangat mencintaiku Kris?” Tanya Natalie memastikan.

Kris mengangguk cepat, “Yes, I love you,”

“If you love me, save her. You will know what happened with her if you asked and tell if you wanna help her, Must Step by Step Kris,”

“What is your mean?”

Natalie menatap Kris serius, “She live at dark circle, she knew all about weird creature,”

Perlahan tubuh Natalie memudar, sebelum itu ia mengucap, “I must go now, if you call me. I will come, Save her Kris.” pesan Natalie,

**~~**~~**

Dengan seribu keberanian, Yoona mendekati lelaki yang ‘aneh’ itu. Ia meneguk salivanya dalam-dalam ketika Kris menatapnya tanpa arti. Iris russet milik Kris menajam ketika Yoona mendekat kearahnya,

“Apakah tuan baik-baik saja?” Tanya Yoona memastikan.

“Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau menggunakan jubah jelek itu dan cincin besarmu itu?” Tanya Kris.

Deg!

Yoona merasakan jika jantungnya seolah berhenti berdetak, haruskah ia bercerita semuanya pada Kris? Haruskah ia bilang jika seseorang yang sudah mati hidup kembali dan kini berwujud seorang peri kegelapan yang mempunyai kekuatan sihir?

“Apa yang kau maksud dengan sihir? Siapa yang telah mati lalu hidup kembali? Siapa yang kau maksud peri kegelapan?” Tanya Kris beruntun.

Yoona terkejut ketika mendengar penuturan kris, ‘Bagaimana Kris bisa tau? Apa ia sejenis Dark ELF?’

“Aku manusia biasa, bukan yang kau pikirkan. Aku bisa mendengar suara batin-mu. Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Kenapa kau menggunakan jubah itu? Aku penasaran dengan jubah yang kau kugunakan itu.”

“Ehm, jubah ini hanya jubah biasa, tidak ada apa-apa didalamnya,” Bohong Yoona.

“Kau pikir aku bodoh? Apa kau ingat ketika kita pergi makan bersama. Seorang pelayan tidak bisa melihatmu? Ia justru menatapku aneh dan memikirkan ‘Siapa yang diajak bicara’ apa sebenarnya yang terjadi? Kemarin malam aku melihatmu berbicara dengan makhluk besar seperti penyihir, kupikir namanya Aiden? Siapa itu?” Tanya Kris, tak terasa suaranya meninggi satu oktaf.

Yoona tertegun, mungkin inilah saatnya ia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi padanya.

“Sebenarnya…”

TBC

a/n : Adakah yang kangen sama ff ini? Pasti gak ada ya? Apa ff ini justru semakin gaje? Monoton? Jelek? Author agak sempet ekhem –Down- waktu lihat berapa banyak komentar kalian, chap 1 ada 53 orang, dan sekarang masya allah. Jauh euy wkwkwk😀 setiap chapter justru semakin turun :v terserah deh,😀 itu menunjukkan kalo ff author yang bukan bentor ini makin jelek yeth? *Hore* :v

See you bye-bye!

31 thoughts on “(Freelance) Dark ELF and My Life (Chapter 5)

  1. hahhh trxta luhan yg tlh mmbnuh sehun.. trxt dy tdk baik. .dy org licik.
    dn jgn slhkn sehun bisa spert it krn ms lalux yg kejam

  2. Ah pnasarann,,
    Duh ngk nyangka trnyata luhan slama ini jga jhat ishh
    Ksian jga liat sehun semasa hdupny pnuh pnderitaan,

  3. Akh! KrisHun! Moga2 Kris bsa bantuin YoonA dri masalahnya aku berharap happy ending Thor😀 keep writing! ~

  4. wahh wahh wahhh luhan kau sungguh licikkk…. #lirikluhan
    itu kris jdi penolongnya yoona … berarti nnt yoona gk bisa sma sehun lgi😦
    pngennya sihh YoonHun tpi sehunnya jahat hiks hiks :’
    aduhh jdi bingung… tpi yang pasti FFnya kerennn
    Kelanjutannya ditunggu ya … ^^

  5. Keren thorrr
    Hehehe
    Akhirnya terungkap jg knapa sehun bisa jadi jahat kayak gitu
    Smoga kris bisa nolong yoona secepetnya
    Heheheh
    Ditunggu chapter slanjutnya ya thor🙂

  6. Kirain mau tamat.. Akankah nntinya kris mbantuin yoona?? Ending yoonkris please… Sehun biar tenang dg black shadownya.. Kira2 nnti aiden bkl bntuin yoona gag yaa??.. Waaaahhh next chapt d tunggu…

  7. Eon lanjuutttt… Itu nama” kimia.. Jdi inget jaman” skolah dulu.. Hehehh.. Endingnya Yoona sma kris boleh yaa eon.. Hehe

  8. kok hunni jahat gtu sih sma yoon@.. yoon@ kn k@sihan .. untungnya aiden mau ngeb@ntuin melarikan diri ., next p@rt ditunggu thor

  9. Jangan pantang menyerah thor. Ceritanya seru kok. Aku selalu dukung ff ini ㅋㅋㅋ seneng banget author udah update setelah sekian lama. Ditunggu update nya ya thor, semoga bisa liat moment nya yoonkris juga^^

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s