(Freelance) Gone (Chapter 1)

poster Gone

Judul                     : Gone

Author  : dodofan

Genre                   : Family, brothership, litle mistery.

Main cast             :

  • Yoona SNSD as Im YoonA
  • D.O. EXO as Do Kyung Soo
  • Wu Yi Fan as Kris Wu
  • Chanyeol EXO as dr.Park Chanyeol

Other cast           : Find by your self

 

Chapter 1

 

Seorang wanita dengan kaca mata hitam dan rambut yang tergelung tak begitu rapih melangkah angkuh sembari mendorong satu troli penuh koper, langkahnya terhenti setelah melihat seorang pria berperawakan jangkung yang menyambutnya dengan mengacungkan papan bertuliskan Welcome back, My Lover Im YoonA. Segera setelah itu, wanita itu berlari menghambur memeluk pria itu dan meninggalkan koper-kopernya begitu saja. Orang-orang yang berada di sekitar menatap aneh keduanya.

“Kris!”

“Yoongie.”

“Aku sangat merindukanmu.”

“Aku lebih merindukanmu.” Ucap Kris lalu mempererat pelukannya.

“Oppa, orang-orang menatap kita.”

“Kau yang memulai duluan…” setelah mengatakan itu Kris mengecup singkat bibir kekasihnya itu, lalu berlari dan mendorong troli koper yang Yoona tinggalkan. Mendapat kejutan seperti itu membuat Yoona tersipu dan tersenyum malu. Suasana menjadi canggung, Yoona dengan menjaga jarak mengikuti Kris dari belakang. Menyadari suasana yang terjadi antara keduanya, Kris berusaha mencairkan suasana dengan berjalan mundur tapi dengan gaya yang lucu, membuat Yoona menutup wajahnya menahan tawa dan rasa malu melihat kelakuan kekasihnya. Di sudut lain, seorang anak laki-laki berpakaian seragam sekolah bertag-name Do Kyung Soo memerhatikan keduanya tak suka.

“Oppa hentikan.” Kris hanya tersenyum menatap bahagia Yoona yang berjalan di sampingnya.

.

.

.

“Oppa, terima kasih sudah menjemput dan mengantarkanku, aku akan masuk…”

“Koper-kopermu sudah ada di apartemenmu, dan aku sudah menyuruh orang kepercayaanku dan pelayanmu dulu merapihkannya. Jadi Istirahatlah, perjalananmu pasti sangat melelahkan. Aku akan meneleponmu.”

“Ok, dah….”

Mobil mewah Kris sudah mulai menghilang dari pandangan, Yoona menghela nafas panjang lalu memakai kaca mata hitamnya kembali. Anak berseragam sekolah itu rupanya mengikuti Yoona, bahkan sampai ke dalam lift, dan Yoona tampak tak peduli anak di sebelahnya.

“Noona… Noona…” ucapnya, tak ada respon. Tak menyerah ia memanggil Yoona kembali dengan volume yang lebih keras. “NOONA!”

Yoona melirik malas, lalu menatap Kyungsoo. Dan menunjuk dirinya sendiri. “Aku?”

“Siapa lagi, kitakan hanya berdua di sini.”

“Kau mengenalku, nak? Do Kyung Soo? Sepertinya aku sudah lupa, Ah.. Kau salah satu anak tetanggaku? Wah kau sudah besar. Padahal aku meninggalkan korea hanya 2 tahun, tapi kau sudah sangat besar. Sudah ya noona sedang lelah nanti kita main lagi.” Ucap Yoona panjang lebar dan tak memberikan kesempatan Kyungsoo berbicara. Lift terbuka, Yoona melangkah keluar begitu saja, tanpa menengok kembali. Pintu lift perlahan tertutup kembali, Kyungsoo menatap sedih punggung Yoona yang perlahan hilang dari pandangannya.

Yoona sudah di kamarnya, merebahkan tubuhnya di atas sofamelepaskan rasa lelah yang menghinggapi tubuhnya, lalu tertidur.

Keesokan harinya…

“Nona..”

Yoona membuka matanya, dan bangkit merenggangkan tubuhnya. Tapi berapa detik kemudian Yoona memeluk wanita paruh baya yang membangunkannya.

“Bibi! Aku sangat sangat merindukanmu, dan eu..kau bertambah tua ya bi..” Ucap Yoona dengan nada sumringah.

“Hentikan nona, cepat mandi… aku sudah mempersiapkan perawatan khusus untukmu.”

“Benarkah? Ayo cepat bi.”

.

.

.

Yoona sudah dalam bathtub yang penuh buih, dan bermain riang dengan buih-buih layaknya seorang anak kecil. Bibi datang dengan satu mangkuk scrub, dan haduk kecil di pergelangan tangannya.

“Ah~ pijatan bibi memang yang terbaik, dan aroma scrub buatanmu yang selalu aku sukai.”

“Tentu saja, aku adalah yang terbaik..” Ucap sang bibi penuh kebanggaan.

“Oh iya bi, apa kau mengenal Do Kyung Soo?”

“Do Kyung Soo?”

“Iya, tadi malam dia menyapaku, dia anak laki-laki kira-kira berumur antara 16 17 tahun jika dilihat dari wajah dan perawakannya. Dia memakai seragam SMA Sungwon.”

“Mungkin dia salah satu anak yang sering kau ajak bermain, dulukan kau sangat dekat dengan anak-anak di gedung apartemen kita. Jadi, tak heran.”

Yoona mengangguk-ngangguk mengiyakan. Bibi menatap lengan tangan kiri Yoona yang penuh bekas luka sayatan, dan segera mengalihkan pandangannya begitu Yoona melirik padanya.

“Sudah selesai.. bibi akan menyiapkan sarapanmu ya.”

“Baiklah.”

Yoona sudah selesai berpakaian, lalu menuju ruang makan, duduk dan segera makan dengan lahap dan sangat singkat singkat untuk seorang wanita, setelah itu ia bangkit menuju cermin di sudut ruangan untuk merapihkan rambut, wajah dan pakaiannya, lalu mengganti sandalnya dengan snikers flat, dan berlari menuju pintu keluar. Bibi hanya menggeleng-geleng melihat kebiasaan nonanya yang tak pernah berubah.

“Aku akan pergi menemui Kris oppa, kau boleh pergi bi.” Ucap Yoona yang sudah berada di ambang pintu. Yoona sudah berada dalam lift, dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon Kris.

“Oppa.. mari kita jalan-jalan, sudah lama kita tak jalan-jalan..”

“…”

“Ah, kau tak bisa? Baiklah tak apa..” Ucap Yoona lesu, dan menutup teleponnya begitu saja.

Lift terbuka, Yoona berjalan tak bersemangat, Kyungsoo tersenyum dan berlari ke arah Yoona tapi Yoona berlalu begitu saja. Kyungsoo mengumpat kesal karena diabaikan.

“NOONA!” Teriak Kyungsoo, Yoona menengok ke arah Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum dan berlari mendekati Yoona.

“Kau lagi, kau akan pergi ke sekolah..”

“Ya noona..”

“Oh, cepat pergi kau akan terlambat.”

“Kalau begitu antarkan aku noona…”

“Cih!” “Baiklah-baiklah, karena aku juga ingin jalan-jalan akan ku antarkan.”

Yoona masuk ke dalam mobil sport merah, lalu menstarter mobilnya. Melihat Kyungsoo yang masih berdiri mematung menatapnya, Yoona melambaikan tangan mengajak Kyungsoo agar segera masuk. Kyungsoo tersadar dari lamunannya dan bergegas masuk ke dalam mobil.

“Namamu Kyungsoo?”

“Ya, noona?”

“Aku Im Yoona.”

“Yoona noona..”

“Oiya, kau tinggal di nomer berapa dan dari keluarga mana?”

“Aku tinggal di atasmu satu lantai unit nomer 2705, aku dari keluarga Do Min Soo. Tapi sekarang orang tuaku tak ada…”

“Oh~ orang tuamu, sedang dalam perjalanan bisnis ya? Kau pasti kesepian. Mainlah denganku nanti.”

“Benarkah? Bagaimana jika sekarang?”

“Huh? Kau ingin membolos? Tak boleh..” Yoona melirik Kyungsoo yang sudah memasang wajah memelas.

“Well, jika membolos sesekali kurasa tak apa.”

.

.

.

Keduanya sudah berada di parkiran sebuah pusat perbelanjaan.

“Kau tunggu di sini, aku harus membeli baju untukmu dulu.”

“Untuk apa?”

“Kau memakai seragam, aku tak mau aku terlibat masalah karena membuat seorang siswa membolos.”

“Baiklah, noona.”

10 menit kemudian…

“Cepat pakai ini!” Ucap Yoona lalu mengeluarkan kaos biru dan celana jeans dari paper bag yang baru ia beli. Yoona menatap Kyungsoo yang tak kunjung berganti baju. Kemudian ia tersadar Kyungsoo adalah laki-laki, mana mungkin berganti baju di depan wanita. Yoona berbalik malu, sementara Kyungsoo tersenyum geli melihat noona di depannya.

“Ayo noona kita pergi..” Ucap Kyungsoo yang sudah berada di samping Yoona dan sudah berganti baju tentunya.

Keduanya berjalan di taman bergandeng tangan tanpa canggung meski dalam waktu yang singkat Yoona dan Kyungsoo menjadi teman yang akrab. Dalam beberapa hari ini, banyak kesempatan ketika Yoona benar-benar kesepian di apartemennya, Yoona sering mengundang Kyungsoo ke apartemennya untuk sekedar bermain atau memberi les gratis untuk Kyungsoo. Bahkan mengantar Kyungsoo ke sekolah sudah menjadi rutinitas Yoona setiap pagi.

“Noona!” Ucap Kyungsoo begitu lift terbuka, Yoona tersenyum lalu mengalungkan tangan di bahu Kyungsoo, memainkan pipi chuby Kyungsoo gemas. Keduanya terus bercanda gurau, hingga Kyungsoo yang berjalan mundur menabrak seseorang, tapi orang itu melengos begitu saja, Yoona terlihat marah dan mengejar orang itu.

“Hei! Kau!” Tunjuk Yoona bringas, membuat orang yang ia tunjuk bingung.

“Ada apa nona?”

“Kau menabrak Kyungsoo, kau tak mau minta maaf?”

“Noona sudah aku tak apa.” Ucap Kyungsoo sembari menarik lengan Yoona.

“Tapi dia tak mau minta maaf. Apa kau yakin kau baik-baik saja?”

“Ya noona, aku baik-baik saja. Ayo pergi.” Kyungsoo berhasil membujuk noonanya dan pergi dari sana. Tapi Yoona berbalik.

“Kartu nama!” Ucap Yoona pada orang yang menabrak tadi, sementara yang dipinta menurut saja dan memberikan kartu namanya.

“dr.Park Chanyeol, kau dokter? Unbelievable! Aku akan mengingatmu, urusan kita belum selesai.” Ucap Yoona dengan pandangan tajam, sementara orang itu Park Chanyeol hanya melongo mendapat perlakuan dari wanita yang ia tak kenal.

“Wanita gila, siapa menambrak siapa.” Gerutunya, lalu melangkahkan kakinya pergi.

Drt-drt-drt ponsel Yoona bergetar sebuah panggilan masuk dari orang yang selalu ia tunggu, tak lain Kris.”

“Ya oppa..”

“…”

“Aku sedang bermain dengan temanku, ada apa?”

“…”

“Baiklah oppa aku akan datang.”

“Apa itu dari pacarmu?”

“Bagaimana kau tahu, besok lusa ikutlah denganku, aku akan mengenalkanmu pada pacarku.”

“Apa dia baik?”

“Tentu saja, kau tahu dia adalah pria baik, tampan, lucu. Ah~ dia sangat sempurna.”

“Kau salah noona, tak ada yang sempurna di dunia ini.” Ucap Kyungsoo lalu pergi meninggalkan Yoona begitu saja.

“Kyungsoo sangat lucu, apa dia cemburu? Ah manisnya.” “Ya Kyungsoo! Kau tak mau mengambil ice creammu?” Teriak Yoona sembari mengacungkan dua ice cream chocolate yang sudah meleleh. Pada akhirnya ia sendiri yang menghabiskan kedua buah ice cream itu. Setelah itu Yoona memutuskan untuk pulang tapi dalam perjalanan ia tertarik melihat seorang siswi dan ibunya yang tengah berbincang sembari melihat selembaran poster.

“Kau dari SMA Sungwon? Sepertinya akan ada fetival seni minggu lusa, boleh aku memiliki ini.” Ucap Yoona menunjuk selembaran itu, dengan sedikit takut-takut siswi menyerahkan selembaran itu dan bergegas pergi. Yoona menerima itu dengan ekspresi yang sangat senang bukan kepalang.

“Aku akan membuat kejutan untuk Kyungsoo.”

Dua hari kemudian…

Yoona sedang bersiap untuk pergi memenuhi undangan pesta Kris kemarin lusa, dia memakai mini dress berlengan panjang berwarna pastel dan sepatu ber heels berwarna senada dengan pakaiannya, ditambah sebuah kalung sebagai pemanis penampilanya. Kris yang menjemput Yoona di apartemennya menatap kagum kekasihnya, dia cantik meski apa yang ia kenakannya sangat sederhana.

“Yoongie kau menunggu seseorang?”

“Sebenarnya aku ingin mengenalkanmu pada seseorang tapi kenapa dia tak muncul ya.”

“Kau mau menunggunya?”

“Ah tidak, kita pergi saja sekarang.”

.

.

.

Yoona dan Kris sudah berada di tempat pesta, keduanya atau lebih tepatnya hanya Kris mengobrol dengan para tamu lainnya. Yoona merasa bosan dan memutuskan untuk pergi menikmati hidangan yang ada, tapi kesenangannya terganggu karena seseorang menabrak dan menumpakkan minuman pada pakaiannya.

“Ah~ kau lagi, kau Park Chan—, apa hobimu menabrak orang huh?.”

“Chanyeol, Kau nona pemarah itu ya. Kali ini maaf, aku tak sengaja.” Ucap Chanyeol, lalu memberikan sapu tangan dari sakunya. Yoona menerima sapu tangan itu dengan kasar, lalu mengangkat lengan tangan kirinya sehingga bekas luka terlihat jelas.

“Apa ini? Ini seperti bekas banyak sayatan.”

“Cih.. itu bukan urusanmu.” Yoona meninggalkan Chanyeol, Kris melihat apa yang terjadi pada kekasihnya itu, tapi yang ia perhatikan adalah Chanyeol.

“Kau Kris Wu?” Tanya Chanyeol yang sudah berada di depannya.

“Kau mengenalku?”

“Ah~ aku Chanyeol, aku teman satu kelasmu di sekolah kedokteran di beijing. Kau mungkin tak mengenal siswa biasa-biasa saja sepertiku, tapi aku mengenalmu karena kau sangat terkenal dengan kejeniusanmu. Aku dokter bedah sekaligus psikiater.”

“Chanyeol, senang bertemu denganmu kembali.”

Tbc..

Halo semuanya, ini ff pertamaku yang aku buat berchapter alias multichapter, jika respon baik mungkin bakal dibuat multichapter, tapi ngak yakin juga sih X) karena kemungkinan bakal dibuat twoshoot aja. Sebelumnya author mohon maaf sama ff sebelunya My Fan, yang kayaknya di rampok orang, typos parah, itu bukan kesalahan author salhin tuh ms wordnya *elah ngeles mulu, ngak itu memang kesalahan author yang ngedit dokumen berekstensi .doc di ms word 2007 terus di edit lagi di ms word 2010 lalu diedit lagi di 2003 jadilah absurd.jika terjadi lagi Jeongmal mianhe ya readers…

Maaf jika kebahasaanku kurang

Sorryfortypos

See next chapter…

21 thoughts on “(Freelance) Gone (Chapter 1)

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s