18 [1]

zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

By Cicil

Main cast: Yoona and Jongin. Support cast: d’other in tagGenre: ini tentang siapakah pelakunya? Length: Chaptered.

*

Well, Kim Jongin, Byun Baekyun, Park Chanyeol adalah tiga teman dekat yang dipisahkan oleh kelas masing-masing.

*

Sekarang jam menunjukan pukul 9 tepat, dan Jongin menarik tangan Yoona kemudian mencari tempat duduk di salah satu pasang bangku dan kursi yang ada. Jongin menengok ke arah Byun Baekhyun berada sebentar, kemudian kembali fokus pada apa yang harus ia lakukan. Tadi ia sudah mengecek keadaan temannya itu dan–ya, walaupun ia sedih akan kehilangannya tapi ia tidak boleh meratapi kesedihan itu terus menerus dan membuang waktu.

Jadi laki-laki itu mengambil secarik kertas dan pena dari antah-berantah dan mulai menganalisis. Jongin sudah dijejalkan oleh ayahnya untuk membaca buku bertema sherlock holmes dan sebangsanya sejak kecil, atau setidaknya ia mengerti bagaimana cara menemukan seorang kriminal di antara ratusan siswa dan puluhan guru yang masih beraktifitas pagi ini.

“Sebutkan padaku siapa saja yang dekat dengan Baekhyun akhir-akhir ini,” perintah Jongin, membuat Yoona mengerutkan keningnya dan mulai mengelak, “Bagaimana kalau pembunuhnya adalah kau? Bisa saja kau berkedok ingin membantuku dan akhirnya malah kita berdua salah menangkap dan menduga orang?”

Yoona masih menatap intens Kim Jongin yang saat ini menghembuskan napasnya kasar sambil menatap balik matanya, tepat sekali. “Oke, memang tidak ada yang memastikan bahwa bukan aku yang melukainya. Sekarang, pilihan ada di tanganmu, kau mau bekerja sama denganku, atau mencari sendiri pelakunya, atau menelepon polisi agar segera datang dan menangkapmu?”

Gadis itu bergeming mendengar tuturan laki-laki yang dulunya adalah sahabatnya, bulatan matanya mulai bergetar dan membuang pandangannya ke jendela kelas. Oh, langitnya biru sekali, tanpa awan, berbanding terbalik dengan dirinya yang tengah berada di ambang kehancuran hidup.

Kemudian dalam satu doa kecil yang ia panjatkan, bibirnya bergerak membentuk seuntai kalimat, “Aku percaya padamu…., untuk sekarang.” Ia tidak punya pilihan lain, ia tidak bisa menelepon polisi, dan ia tidak tahu harus melakukan apa sekarang.

Mereka akhirnya saling berpandangan untuk sesaat, lantas pada detik ketiga Jongin mulai menggali memori mereka tentang Baekhyun dan siapa saja orang-orang yang sangat dekat dengan laki-laki itu, pasalnya Baekhyun berteman dengan semua orang, dan senang mencari masalah dengan siapa saja.

“Aku, Baekhyun, dan Chanyeol berteman dekat. Tapi tidak mungkin Chanyeol berani melakukannya, setahuku kami sama sekali tidak pernah memiliki masalah–“

“Itu dia, bagaimana kalau sebenarnya mereka berdua punya masalah dan kau tidak tahu?” Yoona memotong pembicaraan Jongin, dan mulai merebut pena yang dipegangnya untuk mencorat-coret kertas dengan nama-nama yang pantas mereka curigai.

Suspect pertama, Park Chanyeol..” Kata Yoona tegas sembari memutar-mutar sang pena, ia pun melanjutkan “Apa kita harus menyelidikinya sekarang?”

“Kita tidak bisa menjadikan sembarang orang sebagai tersangka, Yoona.” tutur Jongin sambil menggelengkan kepalanya, terlalu terburu-buru adalah sikap yang harus dihindari pada saat-saat seperti ini.

“Setidaknya kita harus menyelidiki Chanyeol, aku curiga padanya….” Karena mereka duduk bersebelahan, Yoona berharap Jongin dapat dengan jelas menangkap raut wajahnya, dan maksudnya, bahwa ia benar-benar serius. Ia memang tidak ingin salah sangka dengan cepat, tapi tidak ada salahnya menyelidiki seseorang.

Please, taruh dia sebagai suspect pertama, bukan yang utama. Aku berjanji tidak akan menimbulkan pemikiran-pemikiran yang mengada-ada tentangnya.” Terpaksa Yoona mulai sedikit memohon, dilihat dari tatapan Jongin yang sepertinya kurang setuju.

“Tunggu dulu, aku baru ingat bahwa tadi Yixing menyuruhku pergi ke sini karena Pak Jang memanggilku dan aku tahu dia pasti berada di kelasmu karena harus mengajar, makanya aku datang ke sini.”

Yoona mulai mengerutkan kening. Oh, tidak, bertambah seorang lagi yang mungkin harus mereka masukan ke dalam daftar. “Pak Jang tidak masuk hari ini,” jelasnya singkat.

Jongin adalah murid kelas 11.C dan kelas mereka terpaut di antara 1 kelas lainnya. Lagipula Yixing harusnya memiliki jam extra dengan grup musiknya karena mereka akan tampil di salah satu acara festival. Ugh, mereka berdua jelas tahu hal itu, kepala sekolah mereka menggembar-gemborkannya tadi pagi lewat speaker pengumuman yang ada di setiap bagian di sekolah ini.

Suspect kedua, Zhang Yixing.” Timpal Jongin yang mengambil alih pena dan kertas dengan yakin. Keberadaan Yixing di koridor kelas 11 sangat tidak logis, mengingat ruang musik, aula, dan semua yang berkaitan dengan seni terletak di gedung sebelah.

Sedankan Yoona mengembangkan sedikit senyumnya, berarti Jongin menyetujui Chanyeol sebagai suspect pertama karena barusan dia menyebut Yixing menempati urutan kedua. Jongin tidak melihat reaksi kecil itu, jadi dia langsung berkata, “Baik, ayo kita cari tahu tentang mereka berdua.” tungkainya beranjak dari tempat duduknya dan hendak mulai bergerak untuk memeriksa jasad Baekhyun sekali lagi. Masih ada kemungkinan tertinggalnya bukti lain selain kunci inggris tersebut.

“Tunggu dulu, aku punya satu pertanyaan, satu saja. Kau dan Chanyeol adalah teman dekatnya, kalian tahu Baekhyun suka mencari masalah dengan siswa lain, siapa orang yang paling membencinya?”

“Kau,” Jawab Jongin enteng.

“Apa?”

“Ya, kau, lihat saja tatapanmu pada Baekhyun tadi pagi, seperti ingin memakannya.” Jelasnya lagi, dan mengaktifkan kembali rasa benci Yoona padanya.

“Aku serius!” Yoona berpikir ia tidak mungkin menjadi orang yang paling membenci Baekhyun. Contoh saja, siswa bernama Do Kyungsoo yang sering diejek karena Baekhyun pernah mempemalukannya dan ia menjadi profokator sekaligus penyebab Kyunsoo jadi dikucilkan–“Bagaimana dengan Kyungsoo?” Yoona menatap Jongin yang sibuk mengacak-acak rambutnya frustrasi.

“Kyungsoo memang benar-benar membenci Baekhyun. Jadi sekarang kita punya 3 suspect–“

“Dan 4 jam lagi kelasku akan kembali ke sini, bertepatan dengan jam istirahat makan siang.”

Timpal Yoona. Kini keduanya sudah seperti detektif muda yang memiliki satu alur pemikiran. Klop. “Berarti kita harus menyelidiki 3 suspect, menemukan barang bukti, beraksi tanpa diketahui guru, dan menangkap pelakunya dalam waktu 4 jam. Gampang,”

Yoona berdecak kecil mendengar apa saja yang harus mereka tuntaskan hari ini. Oh, bahkan ia sudah mengobrol dengan Kim Jongin, laki-laki yang begitu ia benci dan disukai semua gadis.

“Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?” Yoona bertanya, mengamati Jongin yang memberinya isyarat untuk menunggu sebentar, dan laki-laki itu pergi ke tempat duduk Baekhyun lalu mengamati sekitarnya.

Tiba-tiba saja dia berjongkok dan memungut sebuah benda. Yoona berjalan mendekat untuk melihat lebih jelas benda apa yang dipegannya.

Sebuah sapu tangan.

Yoona menatap kain kecil itu kosong, tidak mengerti, sampai Jongin memperlihatkan sebuah inisial nama yang disematkan di ujung saputangan. Bertuliskan Park dalam hangul.

Barulah seketika itu juga Yoona menutup mulutnya kaget dan tanpa sadar melangkah mundur. Bagaimana bisa benda itu berada di sekitar tempat kejadian? Seingat-ingatnya Yoona, tidak ada murid yang bermarga Park yang duduk di barisan bangku belakang. Sedangkan Jongin malah tidak memusingkan gadis itu dan mencium sapu tangannya. “Ini mengandung obat bius,”

“Bagaimana kau bisa mengetahuinya?”

Jongin tampak berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Yoona, pun ia berdeham sedikit dan menggaruk leher belakangnya. “Aku mengetahuinya.. karena kakakku.. kakak perempuanku dokter bedah, aku pernah secara tidak sengaja mengacak lemari penyimpanan di tempat kerjanya dan–yah, kau tahulah.”

Yoona ingin tertawa sebenarnya melihat wajah Jongin yang agak merah karena malu. Mungkin itu salah satu masa kecilnya yang tidak bisa dilupakan. Sambil mengangguk, ia pun berkata “Barang bukti kedua. Sapu tangan dengan rajutan benang bertuliskan ‘Park’ terlalu mengacu pada Park Chanyeol. Dan kalau itu obat bius, berarti pelakunya membuat Baekhyun pingsan terlebih dahulu baru..er..ya, baru melakukannya.”

Jongin tersenyum bangga mendengar analisis seorang Im Yoona–mantan sahabatnya. Ia menyimpan sapu tangan itu di saku celananya kemudian mulai melangkah keluar. Kalau mereka akan menyelediki Park Chanyeol lebih dulu, setidaknya mereka harus mengecek apakah Chanyeol ada di kelasnya atau tidak.

Chanyeol kelas 11.B. Tepat di sebelah kelas Yoona, yakni 11.A. Well, Kim Jongin, Byun Baekyun, Park Chanyeol adalah tiga teman dekat yang dipisahkan oleh kelas masing-masing.

Dalam beberapa belas langkah saja keduanya telah mencapai kelas 11.B dan mendapat posisi yang pas agar bisa mengintip seluruh keadaan kelas tanpa ketahuan lewat jendela. “Chanyeol sedang menagih uang taruhan, sepertinya. Kemarin, tim krusialnya menang, dan kami membuat acara taruhan cukup besar.” Tukas Jongin setelah selesai menyapu pandang seluruh kelas. Dia jadi ingat kalau dirinya belum ditagih oleh Chanyeol.

Yoona yang ada di belakangnya pun mendengus kecil, ia sibuk berpikir bagaimana caranya menyelidiki seorang murid saat jam pelajaran tengah berlangsung seperti ini. Namun tanpa sadar ia sudah membalikan badannya membelakangi Jongin dan hendak mulai melangkah.

Tapi laki-laki yang bermarga Kim itu menarik tangannya sehingga ia kembali menghadapnya dan–oh, tidak–jarak di antara mereka hanyalah sepanjang kotak pensil Yoona. Bahkan, napas hangat milik Jongin begitu terasa, dan dia menatapnya begitu dalam. Tampak sendu dan kehilangan arah, “Bisakah kau memaafkanku? Kembalilah menjadi seperti dulu, aku janji tidak akan melukaimu…. lagi.”

Ow, take that little shit, baby.  Bagaimana bisa kau memintaku kembali dalam keadaan segenting ini?

*

Mari kita bilang bahwa chapter ini isinya basi banget yaaaa wkwkwkwk, kebanyakan ngobrolnya. ya, mungkin karena baru chapter awal jadi lebih banyak ke penjelasan sih. Dan munculah karakter-karakter baru yang pantas kalian curigai! 

Ohya, ficiton ini emang scene awalnya terinspirasi dari 4th Period of Mystery. Aku bener-bener minta maaf karena lupa pake banget mencantumkan credit inspirasi aku, but aku bakal benerin di prolog:) dan tambahan, sebenernya ff ini muncul setelah aku menonton variety show berjudul Crime Scene dan sedikit banyak terinspirasi dari sana juga^^

Thanks fo reading and comment are really wellcome!

52 thoughts on “18 [1]

  1. Uuuh, suka banget sama ide ceritanya. Terus juga gaya bahasanya seru gitu dah, thor. Jadi penasaran apa yg terjadi sama yoona dan kai dulu..

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s