(Freelance) I catch you (Chapter 2: Part 1)

poster

Tittle: I Catch You

Chapter: 2 part 1

Author: RAZ

Cast: Yoona, Sehun, Kris,Tao, Seohyun and others

Genre : Maybe hurt, action, sad or all genres?

Lenght : Chaptered until the end

Disclimer: Look at me shining on you more hotly then the sun.

Maaf baru update sekarang, karena sibuk ujian semester. Untuk Chapter ini sedikit diubah, jadi gak sesuai teasernya.

            Here we go… Chapter 2

YOONA

Seperti biasa, matahari mulai bergeser melewati bidang ekliptikanya, bintang – bintang berkilauan hilang berganti dengan awan – awan cirrus dan cummulus nimbus yang setia I memayung langit di Seoul. Aku, Kris, dan Tao berkumpul disudut kafe favorit kami berdua –de coufee untuk membicarakan rencana kami bergabung dengan secret agent setelah kemarin malam cukup membuat ajang berdebatan lintas umur antara aku, dan orang tuaku dan tentunya hal ini juga dilakukan oleh Kris dan Tao yang menghasilkan kesimpulan yang cukup mengecewakan. Kami dilarang untuk bergabung menjadi secret agent.Ditemani Cappucino Latte dan red velvet cake, dan Bacon Roll, Americano coffee untuk Kris dan Hot Chocolate untuk Tao. Kafe ini tampak masih sepi, padahal hari ini adalah hari libur. Mungkin karena kami bertiga datang terlalu pagi, ini terlihat masih ada beberapa barista yang masih sibuk menyiapkan diri mereka.

“Bagaimana, orang tuamu setuju, Kris?”

“Jauh dari kata ya… mereka tidak mau mendengar penjelasanku dan Tao” Kris menikmati Americano favoritnya.

“Iya noona, padahal aku sudah memperlihatkan aegyo andalanku” kata tao tiba – tiba yang diimbangi tangannya mencomot red velvet dipiringku. Tentunya membuat aku sedikit memelototinya.

“apa rencana mu yoong?” tanya Kris yang berhasil menarik perhatianku dari kue red velevet yang berhasil diambil Tao.

“Mogok makan” kataku asal

“Hahaha…hahaha…hahaha” tawa mereka berdua seketika pecah

“Mana mungkin Im Yoona seorang shiksin bisa melakukan acara mogok makan” Ledek Kris, yang kali ini mencomot bacon rollku.

“Ya, kalian jangan meledekku dan jangan mengambil makananku seenaknya” kataku sambil menepis tangan Kris yang ingin mengambil sarapan pagiku ini.

“Kalau begitu, kita kabur dari rumah saja” kata tao

“Apa?” ucapku dan Kris bersamaan.

“Kita kabur dari rumah, orang tua kita pasti akan mencari, kemudian kita bilang kalau kita tidak akan pulang sebelum diijinkan bergabung menjadi anggota secret agent” kata Tao panjang lebar.

“ide bagus, kau memang adikku yang cerdas” kata Kris sambil merangkul Tao yang duduk disebalahnya.

“hentikan hyung, aku bukan anak kecil lagi” katanya diiringi tatapan tajam

“Kalau begitu, kapan kita bisa melakukan itu?”

“Hmmmm….besok?” tanya Kris

“Semakin cepat, semakin baik” Kataku

“Kalau begitu besok jam 7 pagi, kita bertemu lagi disini, dan jangan lupa persiapkan barang – barang yang kalian butuhkan” Kata Kris yang menurutku seperti perintah.

“Siap…” Kata aku dan Tao serempak.

***

Malam harinya setelah melakukan pembicaraan yang cukup singkat di kafe tadi, aku segera mempersiapkan barang – barang yang aku perlukan selama kabur dari rumah. Aku memasukkan beberapa potong pakaian kedalam tas punggungku, kredit card, dan uang tunai yang mungkin akan di diperlukan. Setelah semua siap dan tertata rapi di dalam tas, aku segera menuju alam mimpiku.

“Teet…teet…teet” suara jam digitalku membangunkanku

Jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, aku segera berlari menuju kamar mandi. Setelah tubuhku merasakan segarnya air, aku segera mengeringkan tubuhku dan menyambar pakaian yang tergantung di sisi pintu kamar mandi. Setelah semua selesai, aku segera mempersiapkaan segala sesuatu untuk kabur. Aku segera memakai sepatu ketsku dan siap untuk berangkat dan tidak lupa aku membawa barang bawaan yang sudah aku persiapkan tadi malam.Aku memutar kenop pintu kamarku pelan – pelan.

“Ceklek” suara pintu kamarku terbuka.

Aku melangkahkan kakiku menuju lantai dasar rumahku, terlihat suasana rumah yang lenggang. Ibuku dan Bibi Hwang yang sepertinya sibuk dengan berbagai bahan makanan didapur. Dimana ayahku?, ayahku tadi malam sudah kembali ke Jepang setelah beberapa hari dirumah untuk menghadiri wisudaku. Memang ayahku adalah workaholic, dia lebih memilih bertemu dengan para koleganya membahas grafik income bisnisnya dari pada berdiam diri dirumah membaca koran atau menonton drama di rumah.

Aku segera menuju halaman rumah, kubiarkan pintu rumahku terbuka. Aku melangkahkan kakiku menuju halte bus terdekat. Jam ditanganku sudah menunjukkan pukul setengah tujuh. Terlihat dari arah timur bus yang aku ingin, segera aku memasuki bus itu, begitu pintu itu terbuka.Mataku mencari bangku yang kosong, terlihat bagian belakang dekat jendela terdapat bangku yang belum diduduki. Aku segera melangkah dan mendudukkan diri dibangku itu. Belum dalam hitungan detik aku merasakan nyamannya duduk tiba – tiba handphoneku berbunyi.

From : Kris

Yoong, kau sudah berangkat, aku dan Tao sudah di kafe

            Aku kaget memabaca pesan dari Kris. Jam masih setengah tujuh dia sudah berada disana. Segera aku membalasnya

To: Kris

Aku masih didalam bus, kau cepat sekali datangnya?

From:Kris

Kami terlalu bersemangat yoong, hehehe. Klo gitu hati – hati ya… Love you :*

To:Kris

Oke… love you too.

            Kami berdua memang terbiasa mengucapkan kalimat cinta itu di setiap akhir telfon maupu pesan kami.Aku tidak tahu kanapa aku begitu suka mengucapkan kalimat itu kepada seorang Kris. Memang bagiku Kris hanyalah sekedar sahabat yang selalu ada buatku baik susah maupun duka. Biasanya bersahabat dengan lawan jenis pasti seiring berjalannya waktu akan mengubah perasaan kami, tapi kenyataannya tidak. Kris yang maih setia menunggu cinta pertamanya, Jessica dan aku yang mencintai seorang Oh Sehun. Tapi perasaan itu bagi kami berdua adalah sia – sia karena masing lebih memilih orang lain untuk menjadi cintanya. Jessica yang patah hati karena Oh Sehun, pergi ke Paris, dan Oh Sehun yang lebih memilih Seohyun.

Aku lebih baik seperti ini, diam tak beranjak pergi

Memandang jauh dirimu yang terus melangkah menjauhi titik tanpa henti

Biarkan mata dan hati ini menyimpan semua rasa yang semakin hari bergejolak

kadang air mata ini tanpa sadar meruntuhkan dinding yang sudah menjadi pelindung

tapi aku bahagia, karena dibanding melihatmu bersamaku dengan kesedihan lebih baik kau bersamanya dengan kebahagiaan.

***

“Kris, Tao” Panggilku aku sampai di depan kafe dan melihat Kris dan Tao yang tengah duduk diemperan kafe. Mereka segera menoleh dan melambaikan tangannya yang mengisyaratkan bahwa aku harus cepat.

“akhirnya kau datang juga, aku sudah setengah jam menunggumu” kata Kris sambil berdiri dan diikuti Tao.

“Kau saja yang terlalu rajin Kris”

“Kalau gitu, ayo kita segera mencari bus lagi” kata Kris tanpa memperdulikan ucapanku tadi

“Sebenarmya kita akan kemana sih?”

“kau ikut saja noona, nanti kau akan tau”.

Setelah mendapatkan bus yang kami inginkan, ralat Kris dan Tao inginkan, kami segera mencari bangku, aku duduk disamping Kris dan Tao, bocah itu lebih memilih duduk menyendiri di belakang kami.

“Kris, kita sebenarnya akan kemana?”

“Ke rumah pamanku, di Busan”

“Tapi kalau ke rumah pamanmu, artinya kita tidak kabur dong, kita sama saja berkunjung”

“Yang penting meninggalkan rumah, aku mana mungkin membiarkan kau terlantar dijalanan yoong”

“Kita tidak mungkin terlantar, aku sudah membawa kartu kreditku”

“Tapi, dunia luar itu tidak baik untuk gadis sepertimu, kalau kau kenapa – kenapa aku tidak akan memaafkan diriku”

“Kenapa kau perhatian sekali denganku, Kris”

“karena kau sahabatku”

“deg…” ada desiran aneh dihatiku mendengar kris mengucapkan kata sahabat itu, tetapi aku tidak tahu apa itu.

“Kris, terimakasih selama ini kau sudah menjadi sahabat terbaikku” kataku sambil menggenggam tangannya.

“Aku juga terimakasih, sudah menjadi penyemangatku yoong” katanya dan tiba – tiba mencium puncak kepalaku

“tidurlah, perjalanan masih jauh” katanya sambil meletakkan kepalaku di bahunya.

 

SEHUN

Setelah berhasil mendapatkan gelar sarjanaku beberapa hari yang lalu, aku benar – benar melepaskan penat yang aku rasakan selama empat tahun belajar ekonomi. Aku bukanlah orang yang gemar melihat angka – angka statistik pendapatan, laba, dan rugi. Hal ini aku lakukan hanya karena untuk membahagiakan orang tuaku, setelah dikecawakan oleh kakakku yang lebih memilih untuk menjadi anggota spy. Aku ingin sekali mengikuti jejak kakakku, setiap hari hampir lima tahun terakhir, bersama kakakku aku berlatih, agar aku nantinya menjadi seorang agen rahasia yang hebat dan tentunya tanpa sepengetahuan kedua orang tuaku.

Seperti biasanya, hari ini aku berlatih memata – matai seseorang. Kakakku memintaku untuk memata – mata orang yang tidak aku kenal dan aku memilih seorang gadis yang tidak aku kenal sebelumnya, kurang lebih satu tahun terakhir ini aku memata – matai gadis ini. Sebenarnya gadis ini adalah teman satu kampusku, hanya saja kami tidak berada dalam satu jurusan. Bermula ketika kakakku menyuruhku mencari target, dan tanpa sengaja aku berpapasan dengan gadis yang saat ini menjadi targetku, tanpa membuang kesempatan aku segera memasukkan kamera ku kedalam tas punggungnya. Semenjak itu aku mengetahui namanya yaitu IM YOONA. Seorang mahasiswa arsitektur, dan bersahabat dengan Kris, pria sok tampan yang menjadi rivalku. Dan menariknya lagi, gadis ini mengagumiku selama empat tahun ini, dan dia juga berhasil menyadap telfon rumahku.

“Hahaha, gadis yang menarik” batinku ketika mengingat hal itu.

Mataku terus memperhatikan titik merah yang terus bergerak di komputerku.

“Kemana dia akan pergi?”

“Kalau dihitung dari rumahnya ini, sudah sangat jauh”

Aku mulai penasaran dengan apa yang dilakukan gadis ini, segera aku melacak pesan dan telfon yang masuk dalam handphonenya. Terlihat beberapa nama yang yang setahun ini sudah aku sangat hapal. Ibu, Ayah, Minseok Oppa, Taeng unnie, dan Kris hanya nama – nama itu saja yang selalu menghubunginya. Aku heran apa dia tidak punya teman pria, selain kris. Aku membaca satu persatu pesan yang masuk, tidak ada yang menarik bagiku, kecuali kata – kata I Love You yang selalu di ucapkan Kris ke Yoona ataupun sebaliknya. Aku segera mengecek hasil rekaman kameraku, hasilnya nihil. Sepertinya gadis itu tidak menggunakan tasnya akhir – akhir ini.

“tiiit… tiiit… tiiit” tiba – tiba suara telfonku berbunyi, segera aku mengangkatnya. Tunggu, ternyata panggilan masuk dari telfon yoona.

“Halo, yoong kau kemana?” kata seorang yang aku yakin Ibu dari gadis itu.

“eomma?, kau tidak perlu tahu, aku aman bersama Kris”

“Yoona, kau dimana, jangan membuat ibu khawatir” suara perempuan itu mulai bergetar

“Eomma, aku akan pulang kalau kau mengijinkanku menjadi agen rahasia”

Aku tersenyum mendengar kata – katanya, sangat lucu hanya karena tidak diijinkan menjadi seorang agen rahasia, dia kabur dari rumah.

“baiklah yoong, yang penting kau harus pulang. Ibu akan mengijinkanmu”

“aku tidak akan pulang, sebelum ayah juga mengijinkanku”

“Ya, ibu akan bicara dengan ayahmu, tolong pulanglah”

“Tidak sekarang bu, aku sudah berada di jalan menuju Busan”

“Bolehkan bu aku berlibur disini seminggu, di rumah pamannya Kris”

“terserah kau saja,tapi ingat kau harus jaga diri baik – baik”

“sudah ya bu, kau tidak perlu kawatir, aku bersama Kris.

Ternyata gadis itu pergi ke Busan, tapi alasan apa yang membuat gadis itu ingin sekali menjadi secret agent.

“Sehun…” tiba – tiba seseorang dari belakang memelukku

“Ah kau… kapan kau datang?”

“Kau ini benar – benar ya, kalau sudah bersama komputermu itu aku kau lupakan”

“maafkan aku, kau tahu sendirikan, aku ingin sekali menjadi seorang secret agent, Seo”

“apasih menariknya? Berdiam diri di depan komputer seperti tadi?”

“kau tidak mengerti”

“terserah kau, aku kesini ingin mengajakmu berbelanja, kau mau kan menemaniku” mohonnya

“baiklah, tunggulah diluar, aku mau ganti baju dulu”

Aku memang bukanlah kekasih yang tega melihat kekasihku memohon – mohon, semalas apapun itu pasti aku akan menurutinya, yang terpenting dia selalu menunjukkan senyumnya, dan aku sangat bersalah kalau sampai membuat dia menangis. Seohyun cinta pertamaku.

Aku berusaha membuatmu tersenyum

Aku tidak akan membiarkan air matamu menetes

Tetesan air matamu itu seperti abrasi, yang dapat merusak tebing karang dilautan

Maka dari itu, meskipun berat untukku, aku tetap akan membuat senyumu selalu terukir

Karena aku tidak ingin merasa bersalah, karena membuatmu menangis.

***

To be continue di part 2

32 thoughts on “(Freelance) I catch you (Chapter 2: Part 1)

  1. Waaaaaah jadi mereka sama” jadi stalker…..Lucu jga, ngmong” Kpn ff ini mau di lnjut udh ngg sbar ni mau tau kelanjutannya……Pliiiis cepet di next ya…..

  2. sbenernya kris itu suka sma yoong atau cuma anggap sahabat doang? yoong itu suka sma kris/sehun?
    ahh sehun ko pcar nya seo, gk relaa thor😦
    jdi yoona sma sehun itu saling mata”in satu sma lain.
    moment yoonhun’a ditunggu thor,, next .

  3. Waaah jd selama yoona jd stalker sehun, sehun juga selalu ngintai yoona dan saling sadap menyadap…wkwkwkkkkkk…
    Itu sii sehun kok kayak cinta bgt sm seo.. Kris kayaknya ada perasaan niih sm yoona,,bgmn dg yoona??
    Next chapter ayooo saengi..

  4. Yahh.. Jadi sehun tau dong kalo yoona mau jadi secret agent😮
    Penasaran trs gimana sama yoona, kris, dan tao
    Bagus thor critanya hehehe
    Ditunggu chapter slanjutnya ya🙂

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s