(Freelance) 내 마음이 들리니? [CAN YOU HEAR MY HEART?] CHAPTER 2

SOUP & SALAD

마음이 들리? [CAN YOU HEAR MY HEART?] CHAPTER 2

Park Chanyeol x Im Yoon Ah

with Krystal Jung, Kim Jong In, you can find others cast when u read

sad, lil bit romance, angst || PG -17||Chaptered

by ElevenThor

***

“ kenapa, kenapa aku marah melihat yoona dengan laki-laki itu?”

 

21:30 KST

Chanyeol membuka gagang pintu rumah dengan lemas, meletakkan jaketnya sembarang

“ seharusnya tadi aku melanjutkan berhubungan dengan krystal, tapi kenapa aku malah berhenti dan pulang?” chanyeol mengacak-acak rambutnya

“ yeoboseyo eomma”

Suara yoona dari kamar membuat chanyeol terdiam, ia mendekat ke arah sela pintu kamar yang masih terbuka itu

“ nde, eomma chanyeol

Chanyeol terdiam ingin mendengar apa yang akan yoona katakan ke ibunya

dia sangat baik,setiap pagi ia memakan sarapanku, mengajakku jalan-jalan memperhatikanku

dia mencium keningku jika malam hari,memelukku jika ingin tidur membantuku memasak dan banyak lagi”

“ne eomma, jalja”

Chanyeol melangkahkan kakinya kearah sofa, melihat bingkai foto pernikahannya dengan yoona

“ aku bukan suamimu, im yoona” batin chanyeol, tiba-tiba yoona keluar dari kamar dengan wajah pucat dan mata yang bengkak chanyeol melihat kearah yoona. Yoona yang menyadarinya langsung berbalik dan melangkahkan kakinya kekamar

“ im yoona” panggil chanyeol, yoona mengentikan langkah kakinya.

“ kenapa kau berbohong pada ibumu? “ yoona diam, masih berdiri mematung membelakangi chanyeol

“ im yoona!”

“ karena, jika aku mengatakan yang sebenarnya eomma akan memikirkanku setiap saat. Aku tidak ingin itu terjadi” yoona mengeraskan nada bicaranya. Chanyeol terdiam tanpa bersuara melihat yoona yang terus membelakanginya

“ tidurlah” ucap chanyeol

***

10:00 KST

Yoona kembali dengan pekerjaannya, ya memasak walaupun akhirnya makanan yang ia masak tidak akan pernah dimakan, chanyeol sudah pergi sedari pagi.

Ting tong

nuguseyo?” yoona sedikit berlari kearah pintu dan membukanya. Terlihat seorang yeoja sedang berdiri dengan muka sinisnya kearah yoona

“ dimana channie ku? “ yeoja itu ternyata krystal, tanpa permisi krystal masuk, menyenggol bahu yoona dan mencari kesekeliling rumah

“ apa dia tidak ada dirumah? “ tanya krystal

“ siapa kau? “ yoona menatap krystal

“ ahh, aku tau kau istri kekasihku eoh ?” krystal tersenyum sinis

“ kekasihmu?kau…Krystal?”

“ ya, aku kekasih chanyeol dan dia sangat mencintaiku—” krystal mendekati yoona

“— channie ku yang malang, bisa-bisanya ia menikah dengan wanita pucat sepertimu”

“ bisakah kau menjaga mulutmu sedikit?” yoona terlihat menahan amarah

“ untuk apa? haha hey, apakah kau sedang memasak? ck untuk apa? apakah chanyeol pernah memakan makananmu itu?” krystal tertawa kecil dan melangkahkan kakinya, yoona berbalik badan menahan amarahnya

“ bagaimanapun juga, aku istrinya dan kau hanya kekasihnya “

“ oh istri? —“ krystal berbalik badan membalas tatapan yoona

“— istri yang tidak pernah ia sentuh maksudmu?” senyum sinis keluar dari bibir krystal

“kau—“ tangan yoona hendak menampar krystal tiba-tiba berhenti, air mata jatuh dari mata yoona

“ wae? wae?! Kenapa kau tidak menamparku?apa kau takut?”

Yoona masih terdiam dan tidak dapat berbicara apa-apa

“ semalam chanyeol ke apartementku, kau sudah tau pasti apa yang dia lakukan bukan?dia mengatakan bahwa dia merindukanku, haha”

Yoona membulatkan matanya tess air mata menetes begitu saja lagi dan lagi,

“kenapa tidak kau tinggalkan chanyeol saja? Chanyeol akan lebih bahagia jika menikah denganku” sinis krystal “kau sungguh wanita cengeng, baiklah aku akan bertemu dengan chanyeol di kantornya” krystal melangkahkan kakinya pergi

Yoona masih terdiam, “tidur?” itulah yang ada didalam otak yoona sekarang. Hatinya hancur remuk berkeping-keping, ia tak menghiraukan berapa banyak air matanya yang keluar karena memikirkan chanyeol, ia melihat kedapur “ itu benar, untuk apa aku memasak? itu tidak ada gunanya” yoona tersenyum tipis, melepaskan celemeknya dan masuk kekamar

***

17:40 KST

Seorang namja tengah berpakaian rapi sedang duduk sambil menghirup aroma kopinya di suatu cafe, matanya tertuju pada layar handphone melihat apakah ada panggilan masuk atau tidak

Drrtt drttt

“ahh, akhirnya” bisiknya langsung menekan tombol hijau itu

“ apakah kau menemukan alamatnya?”

“….”

“baiklah, terima kasih banyak”

namja itu langsung meminum sedikit kopinya dan beranjak dari tempat duduknya, seperti ia menemukan hal yang sangat penting

***

Jongin menghentikan mobilnya didepan suatu rumah “apakah dia benar-benar tinggal disini?” bisiknya seraya membuka pintu mobil.

perlahan ia melangkahkan kakinya mendekati pintu rumah tersebut

tok tok tok

belum ada sahutan sama sekali “sepertinya ini rumah kosong” batin jongin. Ia mencoba mengetuk pintu itu lagi

tok tok

nuguseyo?” teriakan seseorang didalamnya membuat jantung jongin berdebar kencang, perlahan pintu itu terbuka

nde?” tanya yeoja yang berdiri tepat didepan jongin sekarang, wajahnya pucat matanya sedikit bengkak

“ yoona?” tanya jongin gugup, hatinya berdebar kencang, yoona hanya menatap jongin seakan mencoba mengingat sesuatu

“jong—“ jongin tersenyum langsung memeluk yoona erat

“aku merindukanmu” ucap jongin, yoona tersenyum membalas pelukan jongin, jongin melepaskan pelukannya “kau semakin cantik sekarang” jongin tersenyum

Yoona meneteskan air mata “hey, kenapa kau menangis?” tanya jongin

“ani, hanya saja pelukanmu sangat nyaman.. ahh ayo masuk” ucap yoona menarik tangan jongin

“kau ingin kubuatkan apa?” tanya yoona tersenyum

“tidak perlu, melihatmu sudah cukup” ucap jongin

“aish kau ini” yoona duduk berhadapan dengan jongin

“ apakah kau sendirian? Dimana ibumu?aku ingin bertemu dengannya” ucap jongin melihat kesekitar, matanya tertuju pada bingkai foto kecil disebuah meja ya foto pernikahannya dengan chanyeol

“yoona-ya—“ jongin berjalan kearah bingkai foto itu, memegangnya menatap wajah bahagia yoona di foto itu

Jongin mencoba tersenyum, dadanya mulai sesak “—kau sudah menikah?” tanya jongin menatap yoona yang sedang duduk dengan kepala yang menunduk

 

Deg

Jantung yoona tiba-tiba berdetak kencang, ia tak tau mau menjawab apa ya, jongin adalah mantan kekasihnya,jongin pindah ke london untuk meneruskan pekerjaan ayahnya untuk 5 tahun, mereka memutuskan hubungan untuk sementara waktu. yoona berjanji akan menunggu jongin sampai kembali begitu pula jongin

“yoona-ya” jongin sedikit mengeraskan suaranya, yoona mengangguk “orang tuaku menjodohkanku dengan chanyeol, aku mengingkari janjiku mian

Jongin hanya mampu tersenyum, melangkahkan kakinya kearah yoona yang sedang duduk sambil menyembunyikan tangisannya. Jongin menekuk lututnya wajahnya sejajar dengan wajah yoona “yoona-ya” jongin memegang dagu yoona, yoona menatap jongin

“aku tidak pernah melihatmu menangis sebelumnya—“ jongin mengusap air mata yoona

“— aku tidak marah kau mengingkari janjimu atau tidak, yang terpenting kau sudah bahagia sekarang dan menemukan pria yang mencintaimu” ucap jongin tersenyum

“bahagia?mencintaiku?kau salah”batin yoona

Yoona memeluk jongin erat “gomawo” ucap yoona

***

18:35 KST

Chanyeol memarkirkan mobilnya, terlihat mobil sedan berwarna putih “ada siapa didalam?” bisiknya, chanyeol keluar dari mobilnya melangkahkan kakinya kearah pintu, menekan gagang pintu, terdengar suara samar-samar dari dalam

“aku tidak pernah melihatmu menangis sebelumnya

aku tidak marah kau mengingkari janjimu atau tidak, yang terpenting kau sudah bahagia sekarang dan menemukan pria yang mencintaimu”

siapa laki-laki itu?” batin chanyeol, matanya membulat melihat yoona memeluk laki-laki yang tidak ia kenal itu, tanpa sadar ia mengepalkan kedua tangannya

Chanyeol melangkahkan kakinya “aku pulang” spontan yoona langsung melepaskan pelukannya

Jongin yang melihat chanyeol langsung berdiri “bisa aku jelaskan”

“tidak perlu, santai saja, lagipula urusannya bukan urusanku” chanyeol melangkahkan kaki menuju kamar

***

Yoona menunduk, menghela nafas panjang “itulah kenapa aku menangis” ucap yoona

“akan aku beritahu namja itu” jongin mengepalkan tangannya hendak melangkahkan kakinya. Yoona mehanan tangan jongin “sudahlah, lebih baik kau pulang saja, besok kita bertemu lagi di sungai han, nde?” ucap yoona mencoba tersenyum

Jongin menghela nafas “baiklah“ yoona berdiri mengantarkan jongin kedepan pintu rumahnya, perlahan jongin melangkahkan kakinya, tiba-tiba ia berbalik badan melihat kearah yoona

“yoona-ya—“ yoona melihat jongin “nde?”

“—aku tidak mau melihatmu menangis lagi.” ucap jongin berbalik badan dan masuk kearah mobilnya. Perlahan mobil jongin hilang dari pandangan yoona.

Yoona berjalan menuju rumah, terlihat chanyeol sedang duduk disofa dengan tatapan kosong

“chanyeol-ah” panggil yoona, chanyeol sama sekali tidak menjawab, yoona berjalan mendekati chanyeol

“chanyeol-ah” yoona mencoba menaikkan nada bicaranya, chanyeol hanya menatap yoona dengan tatapan sinisnya

“aku minta maaf lancang memel—“

“bisakah kau diam? Aku tidak perduli!mau kau mencium atau dituduri namja itu, semuanya bukan urusanku, kau tau?” chanyeol beranjak dari sofa. Yoona mencoba menahan emosinya

“park chanyeol—” yoona menarik nafas panjang

“ berhentilah bersikap layaknya kau istriku, kau tak pantas” chanyeol kembali menatap yoona

“aku mungkin tidak kau anggap istrimu, tapi aku tetap istrimu. aku mungkin tidak penting bagimu, tapi kau penting bagiku” yoona meremas bajunya “jangan menangis yoona” yoona membatin. Tiba-tiba yoona merasakan pusing yang sangat luar biasa, ia mencoba menahannya

“aku tidak perduli, minggir aku ingin tidur” ucap chanyeol

Perlahan yoona merasakan darah mengalir dari hidungnya, yoona menunduk tidak ingin chanyeol melihatnya

“kau tidur dikamar saja” ucap yoona

“terserah” chanyeol berjalan menuju kamar

***

 

14:22 KST

 

Chanyeol duduk di kursi managernya, memandang kearah jendela sesekali ia menghela nafasnya

“ siapa pria itu? Apakah yoona menyukainya?”batin chanyeol

“aish! Apa yang aku pikirkan” chanyeol mengacak-acak rambutnya

Drttt drtt

전화가오네 (incoming call) Krystal

Mata chanyeol tertuju pada layar handphonenya. “siapa yang meletakkan emoticon hati ini?” bisik chanyeol, Ia menekan tombol merah pada layar handphonenya

“ kenapa yeoja itu tidak bisa keluar dari pikiranku” ucap chanyeol sedikit membesarkan nada bicaranya

Drtt drtt

전화가오네 (incoming call) Yoona

Chanyeol melirik layar handphone nya lagi, melihat nama yoona tertera pada layar handphonenya. Dengan cepat ia menekan tombol hijau

“ ahh, akhirnya kau mengangkatnya” suara yoona dari balik telepon membuat chanyeol menghela nafas

“wae?” tanya chanyeol dengan nada bicara seperti biasa

“ aku akan pergi bersama jongin ke sungai han, sebentar saja karena aku sangat bosan dirumah”

Tanpa sadar chanyeol mengepalkan tangannya

“ untuk apa kau menelpon ku? Itu urusanmu” chanyeol mengeraskan nada bicaranya

“ akan lebih baik jika aku beri tahumu dubelum lagi yoona selesai bicara Chanyeol langsung menekan tombol merah pada handphonenya.

***

 

 

16:40 KST

 

Yoona dan jongin berjalan bersama dipinggir sungai Han , yoona meminum segelas mochacchino sedangkan jongin memegang cotton candy milik yoona

“ aahh aku merasa sangat santai” ucap yoona melebarkan kedua tangannya membiarkan udara masuk.

Jongin tersenyum “ne, aku jadi merindukan masa SMA”

“tapi tempat ini tidak seramai dulu eoh?” jongin menyobek sedikit cotton candy milik yoona dan memakannya

“ ya! Itu milikku” ucap yoona memukul bahu jongin, jongin berlari kecil.

“ jongin-ah” yoona menghentikan langkahnya menatap kearah sungai, jongin menatap yoona

—terima kasih, telah membuatku merasa lebih baik” yoona menatap jongin

“ hey, apa yang kau bicarakan” jongin mengerutkan dahinya

Yoona menarik nafas panjang “ini kali pertama aku tertawa saat sudah menikah” yoona tersenyum tipis

“yoona-ya” yoona memalingkan pandangan

“chanyeol tidak pernah mencintaiku” yoona menunduk

“lantas kenapa kau menyetujui pernikahanmu?” tanya jongin serius

“karena—“ yoona gugup

“—karena aku mencintainya” jongin tersenyum tipis

“seandainya aku tidak pergi saat itu, mungkin kau akan bahagia sekarang” jongin melihat kearah yoona

“ sudahlah, semuanya sudah terjadi” yoona menundukan kepalanya

“hey lihatlah wajah jelekmu, ayo tersenyumlah jangan menjadi lemah karena dia, lihatlah sampai kau pucat seperti mayat” jongin mencoba menghibur yoona. Yoona mencoba tersenyum “ aku memang sebentar lagi akan menjadi seorang mayat” yoona menatap jongin intens “dasar hantu” jongin merobek cotton candy milik yoona lagi

“ya! Sudah kubilang itu milikku” yoona mencubit pinggang jongin, jongin berlari kecil, yoona mengejar jongin sambil terus tertawa

“seperti itu Im Yoona,tertawalah jangan pernah menangis lagi, karena jika kau menangis aku akan siap menghapusnya”

***

Disisi lain seorang chanyeol sedang duduk didalam mobil, matanya tertuju pada seorang yeoja yang sedang tertawa bahagia dari kejauhan

“Im Yoona, sebahagia itukah?” batinnya

“untuk apa aku kesini? Hah ini memalukan” ucap chanyeol menghidupkan mesin mobilnya

Tetap saja pandangannya masih tertuju pada yoona “kenapa, kenapa aku marah melihat yoona dengan laki-laki itu?”batin chanyeol

Drttt drtt

전화가오네 (incoming call) Krystal

“aish” kesal chanyeol menekan tombol hijau dilayar handphonenya

“sayang! Kau kemana saja? Kenapa teleponku tidak diangkat? Kau sengaja eoh?! aku dikantormu kau kemana?!” suara krystal membuat chanyeol sedikit menjauhkan handphonenya dari telinga

“aku hari ini sibuk sekali sayang” pandangan chanyeol masih tertuju pada yoona dan jongin ia tidak bisa mendengar suara krystal dengan jelas

“park chanyeol!” suara krystal yang mulai membesar membuat chanyeol tersadar

“sayang aku tidak enak badan, kau bisa menelponku nanti” chanyeol mematikan handphonenya.

***

20:27 KST

Chanyeol duduk disofa sambil meminum segelas wine matanya tak henti melihat jam dinding yang terus berdetak

“kemana dia?” batinnya terus menerut, sesekali ia mengacak-acak rambutnya

“sial, kenapa aku selalu memikirkan wanita itu?!” kesalnya meminum wine sampai habis, tiba-tiba ia mendengar suara langkah dari sepatu high heels dari luar, terdengar suara mesin mobil yang membuat chanyeol lega

“ apakah itu dia?” batinnya

Suara gagang pintu terdengar, terlihat yoona dengan tersenyum melepaskan sepatunya

Mata yoona tertuju pada chanyeol yang menatapnya, chanyeol mengalihkan pandangan

“ chanyeol-ah? Mianhae aku pulang terlambat” yoona memberanikan diri berjalan mendekati chanyeol, chanyeol tidak menjawab yoona, ia memalingkan pandangan

“ chanyeol-ah” yoona membesarkan nada bicaranya

Drttt drttt

Getaran ponsel chanyeol dimeja membuat yoona diam, yoona menatap layar handphonenya

전화가오네 (incoming call) Krystal

Yoona meremas bajunya, hatinya hancur ia terus menerus mencoba tegar, “chanyeol-ah apakah… apakah namaku kau berikan tanda hati itu?”

Dengan cepat chanyeol menekan tombol hijau dilayar ponselnya

“yeoboseyo sayang” chanyeol melihat kearah yoona yang masih menunduk

“kau belum tidur eoh?”

“belum, kau tidurlah jangan lupa memimpikanku” chanyeol masih terus melihat yoona

“baiklah, kita bertemu besok kan? Saranghae”

Chanyeol masih melihat kearah yoona, smirk terukir dari bibirnya “ne, nado saranghae”

Mata yoona membulat, air mata keluar begitu saja, ia tersenyum lalu mengusapnya

“ wanita itu sangat beruntung—” ucap yoona mencoba menatap chanyeol, chanyeol kembali membalas tatapan yoona

“—apakah kau pernah memikirkanku? Pernahkah?”

“diamlah” chanyeol kembali menuangkan wine kegelas

“berhentilah mabuk chanyeol-ah” yoona merampas botol wine milik chanyeol

“ memangnya kau siapa? Kau tidak berhak mengaturku—” chanyeol membesarkan nada bicaranya

“—pergilah bersenang-senang dengan laki-laki itu” chanyeol menatap yoona intens

Yoona hanya terdiam menunduk, menahan tangisannya ia mencoba tersenyum, yoona meraih sesuatu dari dalam tasnya

“ahh aku membelikanmu tteokbokki pasti kau suka”

“im yoona” chanyeol berdiri, yoona menaikkan kepalanya

“Ku harap aku tidak akan pernah mendengar suaramu lagi”

Tess

Air mata sukses keluar, yoona melepaskan plastik yang berisi tteokbokki yang ada ditangannya

“ tentu saja kau bisa—“ yoona tersenyum pada chanyeol yang tepat berada dihadapannya dengan pipi yang basah karena air mata

“— kau tidak akan mendengar suaraku lagi, sampai hari itu datang”

*

*

*

TBC

For next chapter

“ kenapa dia bicara seperti itu?”

*

“ tinggalkan chanyeol, menikahlah denganku kau akan bahagia”

*

“leukimia?”

***

 

 

Akhirnya~~!!

Don’t forget to comment guys!! Aku tambah semangat waktu liat comment2 kalian

Thank you so much for reading~^^

See ya on next chapter, xoxo♡

46 thoughts on “(Freelance) 내 마음이 들리니? [CAN YOU HEAR MY HEART?] CHAPTER 2

  1. thor lanjut dong keren bgr ffnya ,,,, sedih baget pas bacanya jadi terbawa arus,semoga nnti happy ending ,
    semangat thor ^_^

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s