[Fanfiction Request] : 3 Second for Rara Atika Prameswari

Fanfiction Request 3 Second

3 Second

Written by Berries (@berries_cocoa)

Main Cast :

Yoona SNSD – Luhan Former of EXO

Fanfiction Request by Rara Atika Prameswari

Semoga suka ^^

***

1…

2…

3…

Butuh waktu 3 detik untukku menyukaimu….

Apakah kau menyadarinya ?

Apakah kau juga merasakannya ?

**

BRUKK~

“AW! YA!” teriak Luhan, kesal karena baru saja di tabrak dan tabrakan itu berhasil membuatnya jatuh terduduk “APA KAU TIDAK PUNYA MAT-“ teriakan Luhan terhenti begitu melihat orang yang telah menabraknya.

“Ma-matamu indah” Luhan spontan

“Ne ?”

“A-anieyo… biar kubantu” Luhan memungut buku-buku lainnya yang masih berserakan dilantai.

“Gamsahamnida, Aku benar-benar minta maaf telah menabrakmu”

“Ti-tidak masalah kau bisa menabrakku kapanpun kau mau” Luhan menunjukkan senyum bodohnya.

“Kau lucu Luhan-ssi” ucapnya tertawa kecil.

“Kau tahu namaku ?”

“Tentu saja. Siapa yang tidak tahu namamu. Banyak wanita di kampus ini yang menyukaimu”

“Benarkah ?” muncul rona merah di pipi Luhan “Apa wanita itu termasuk kau ?” sedetik kemudian muncul penyesalan di benak Luhan setelah mengatakan kata-kata itu bahkan kini pipinya lebih merah di bandingkan sebelumnya.

“Aku tentu saja menyukaimu….” Luhan tersenyum bahagia sepertinya ini pertama kalinya Luhan merasa bahagia ketika seorang yeoja mengatakan perasaannya.

“Benarkah ?”

“Ne… jika aku tidak menyukaimu maka aku adalah seorang penyuka sesama jenis”

Seketika perasaan bahagia itu tergantikan dengan perasaan tidak mengerti “Maksudmu ?”

“Tentu saja aku menyukaimu… kau adalah pria jika aku tidak menyukaimu maka aku penyuka sesama jenis” jawabnya polos disertai senyum polosnya.

“Eh… maksudku apa kau juga menyu-“

“Aku kembali ke perpustakaan dulu, buku-buku ini harus kukembalikan” pamitnya.

Luhan hanya bisa diam “NAMAMU ?!!!” teriak Luhan begitu sadar hal paling penting yang belum didapatkannya.

“IM YOONA!!!” jawab Yoona

** 

~@Library~

 

“Sedang apa kau disini hyung ?”

“Tidak ada, aku hanya sedang melihat sesuatu”

Luhan refleks membalikkan badannya untuk menatap sang pemilik suara “YA! Kau mengagetkanku dasar bocah” teriak Luhan begitu melihat Sehun yang muncul di balik punggungnya.

“Kau berisik sekali hyung” omel Sehun. Mendengar ucapan Sehun spontan membuat Luhan memasang tampang datarnya.

“Menurutmu aku sampai berteriak karena siapa”

Seperti Luhan tidak berbicara sama sekali Sehun langsung bertanya “Hyung sedang melihat Yoona noona ?”

Seketika wajah Luhan memerah layaknya tomat “Kau tahu Yoona ?”

“Jadi benar yang di katakan orang – orang kalau hyung menyukai Yoona noona” Luhan menutup wajah dengan telapak tangannya.

“Yoona noona sangat populer di kalangan laki – laki maupun perempuan hyung” Sehun menjawab malas “Kau populer tapi tidak tahu apa – apa” Sehun menatap Yoona yang sibuk menata buku di rak dengan bantuan tangga.

“Kudengar banyak yang menyatakan rasa suka pada Yoona noona”

“Aku tahu”

“Kudengar mereka semua di tolak”

“Aku tahu”

“Kudengar Yoona noona bilang dia menyukai mereka semua karena mereka adalah temannya dan mereka berbeda jenis”

“Aku pernah mendapat jawaban itu”

“Kudengar itu karena Yoona noona tidak tahu apa arti rasa suka sebenarnya karena orang tua Yoona noona telah bercerai dan kini dia tinggal dengan neneknya”

“…”

“Kali ini hyung pasti tidak tahu” senyum Sehun seperti sedang menang dalam permainan “Lalu apa yang akan hyung lakukan ?” tanya Sehun tetap memandang Yoona dari kejauhan yang lalu diikuti oleh Luhan.

“Aku tidak ta-“ Luhan segera berlari begitu melihat Yoona yang seperti akan jatuh dari tangga.

BRUK~

Yoona membuka matanya ketika tidak merasakan apapun ketika terjatuh.

Yoona kaget begitu melihat Luhan di bawahnya dengan wajah menahan rasa sakit “Kau tidak apa – apa ?” tanya Yoona cemas namun ketika Luhan membuka matanya untuk menjawab kembali Luhan menatap mata Yoona.

1…

2…

3…

Hanya 3 detik dan mampu membuat kupu – kupu di perut Luhan berterbangan.

 

Kini mereka saling bertatapan….

Hanya diam sampai Yoona membenarkan posisinya “Gamsahamnida” ucapnya lalu membantu Luhan untuk berdiri.

Luhan meringis sedikit ketika merasakan sakit di punggungnya “Mau kuantar ke ruang kesehatan ?” tanya Yoona.

“Tidak perlu. Aku tidak apa – apa” jawab Luhan dengan semangat menggerakkan badannya ke kanan dan kiri untuk menunjukkannya pada Yoona.

Yoona hanya diam “Tunggu… sebentar saja” Yoona berlari menuju pintu keluar.

“Eh… Yoona-ssi” panggil Luhan namun tidak sempat karena Yoona sudah tidak terlihat lagi.

Sehun menepuk pundak Luhan ketika melihat Yoona menghilang “Kurasa hyung perlu ke ruang kesehatan” ucap Sehun polos namun tetap menepuk pundak Luhan.

“Kau menambah rasa sakitku bodoh” kesal Luhan

“Sehun-ssi ?”

“Annyeonghaseyo noona… Cepat sekali noona kembali. Aku pergi dulu hyung” ucap Sehun.

“Kau berlari Yoona-ssi ?” tanya Luhan ketika melihat butiran keringat meluncur dari dahi Yoona.

Namun Yoona tidak mendengarnya… Yoona menarik tangan Luhan ke tempat duduk dekat jendela.

Wajah Luhan memerah ketika sadar Yoona sedang memegang tangannya.

“Ini…” Yoona memberikan kompres es pada Luhan “Aku tidak bisa membawa obat di dalam perpustakaan. Baunya akan mengganggu yang lain. Maaf”

“Aku tidak apa – apa sungguh” ucap Luhan tapi mengambil kompres yang diberikan Yoona lalu meletakkannya di punggung.

“Kau lucu Luhan-ssi” Yoona tertawa pelan.

“Ne ?”

“Kau bilang tidak apa – apa tapi kau mengambil kompres yang kuberikan” wajah Luhan kembali memerah.

Yoona hanya tertawa melihat reaksi Luhan namun kali ini Luhan terus menatapnya “Aku menyukaimu Yoona-ssi

Yoona menatap Luhan “Aku juga menyukaimu Luhan-ssi

Luhan menggeleng “Tidak, bukan suka yang seperti itu”

“Aku menyukaimu… Setiap aku melihatmu aku merasa kupu – kupu saling berterbangan di perutku, aku selalu ingin mendengar suaramu, setiap aku menatapmu layaknya bagaimana dunia tanpa gravitasi membuatku merasakan bagaimana rasanya melayang di udara…” Luhan mengambil nafas dalam.

“Hanya butuh 3 detik untukku merasakan itu semua. Aku jatuh cinta padamu Yoona-ssi. Aku tidak tahu harus menjelaskan seperti apa yang dapat membuatmu mengerti”

“Aku juga merasakannya Luhan-ssi

“Tidak… bukan perasaan seperti it- tunggu dulu… Kau merasakan perasaan yang sama denganku ?” tanya Luhan tidak percaya.

Yoona menunduk “Aku menceritakan apa yang kurasakan pada Taeyeon eonni setelah insiden tabrakan itu dan dia bilang aku menyukaimu. Aku tidak tahu apa arti cinta jika aku tidak tahu cinta bagaimana dengan rasa suka, aku bagaikan orang buta dan ketika kau mengatakan itu semua aku mengerti dan Aku juga me-”

Ucapan Yoona terhenti karena Luhan tiba – tiba memeluknya “Aku mencintaimu Im Yoona” ungkap Luhan.

“Cinta ? A-aku tidak ta-”

“Aku akan memberitahumu apa itu cinta. Maukah kau jadi pacarku ?”

***

1…

2…

3…

Hanya butuh waktu 3 detik untukku menyukaimu…

Mencintaimu…

 

3 detik adalah waktu yang singkat…

Singkat namun memberikan awal untuk selamanya…

 

­“Apa kau akan mencintai Im Yoona di kala duka dan kebahagiaan… Tetap mencintainya di saat apapun selalu dan selamanya ?”

“Ya, selamanya” jawab Luhan

“Im Yoona, apa kau akan mencintai Luhan di kala duka dan kebahagiaan… Mendampinginya, mencintainya di saat apapun selalu dan selamanya ?”

“Ya, selamanya” jawab Yoona

 

3 detik…

Waktu yang diberikan untuk mengawali selamanya…

 

Di dalam waktu yang tidak terbatas…

Selamanya di dalam selamanya…

46 thoughts on “[Fanfiction Request] : 3 Second for Rara Atika Prameswari

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s