18 [2]

 

 

zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

By Cicil

Main cast: Yoona and Jongin. Support cast: d’other in tagGenre: ini tentang siapakah pelakunya? Length: Chaptered.

*

Deal.

*

“Jongin-a, what are doin in here?” Amber Liu, salah satu murid kelas 11.B melewati mereka dan tanpa menunggu langsung masuk ke kelasnya, mungkin baru kembali dari toilet. Kim Jongin dan Im Yoona tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain tersentak kaget dengan mulut terbuka hendak menjawab namun yang bertanya terlanjur sudah meninggalkan mereka.

Jongin segera melepas genggamannya pada Yoona. Semuanya memudar. Dan keduanya jadi salah tingkah.

“Ehmm.. kita bisa menghubungi Chanyeol nanti–tetang sapu tangan. Sekarang lebih baik.. ehmm….” Jongin menerawang sekitar dan tidak menemukan jawaban mereka harus ke mana dan berbuat apa.

“Loker, coba cek loker mereka.” Laki-laki itu mengembangkan senyum kecil, setidaknya Yoona bisa membantunya dalam misi-membantu-Yoona-menemukan-pelaku-pembunuhan-di-sekolah-pagi-ini. Mereka pun menyeberangi koridor karena loker para murid tepat berada di seberang kelas masing-masing. Memutuskan untuk mencari pintu bertuliskan Park Chanyeol dalam keadaan waspada, bisa saja guru melihat mereka dan (ya, kalian tahu sendiri).

Jongin dengan mudah menemukan loker Chanyeol dan membukanya, karena di sekolah mereka tidak memakai loker yang memiliki kunci atau password. Tapi keduanya hanya menemukan tumpukan buku cetak kira-kira setinggi 30cm, foto Chanyeol dengan Baekhyun dan Jongin ketika mereka karyawisata kelas 10, dan lembaran notes baru warna neon yang masih tertumpuk di atas buku cetak. Selesai.

Keduanya saling menatap. Kemudian menggelengkan kepala bersamaan. “Tidak ada apa-apa, Chanyeol memang suka mengerjai murid lain dengan menempelkan notes di punggung mereka, well, sebenarnya aku juga.” Jongin kembali menutup pintu loker itu sambil nyengir dan melangkah menuju bagian loker kelas 11.C, target selanjutnya adalah Do Kyungsoo.

Ia menelusuri satu persatu pintu loker dan membaca namanya, tapi tidak kunjung menemukan sampai Yoona mengubrisnya dan menunjuk ke arah sudut kanan paling bawah. Oh, ternyata loker Kyungsoo cukup terpencil, ya.

Dengan cekatan Yoona membukanya, dan begitu isinya terlihat, tiba-tiba saja lututnya lemas dan ia terjatuh ke lantai. Terlalu terkejut sampai membekap mulutnya sendiri dengan gemetar.

Jongin hanya bisa bergeming melihat banyaknya kunci inggris dan peralatan bengkel lainnya bersarang di loker itu. Ia langsung mengecek kelas 11.C lewat kaca di pintu dan menemukan Kyungsoo sedang menghapus papan tulis, tampak normal-normal saja.

Jongin kembali ke loker dan memperhatikan Yoona yang telah menutup pintu loker Kyungsoo dengan lemah dan duduk menyandarinnya. Tanpa perlu diminta pun laki-laki itu ikut duduk di sebelahnya. “It’s okay. Ini baru permulaan, kita tidak bisa menduga pelakunya sembarangan.”

Yoona hanya terkejut, sampai-sampai ia mampu menangis untuk hal yang ia sendiri tidak mengerti. Jongin menepuk punggungnya sabar. Berharap air mata itu kunjung berhenti.

“Aku jadi ingat saat kau menangis hanya karena bekalmu aku makan, butuh bermenit-menit mengusap punggungmu untuk meredakan tangisannya.” Yoona menghapus air matanya sambil cemberut, melihat Jongin sedang kembali ke masa beberapa tahun yang lalu.

Kenangan mungil yang terlupakan. Namun kini terbongkar kembali. Rasanya.. agak perih.

“Aku tidak menangis..” Yoona menepis lengan Jongin yang masih mengusap punggungnya, “Dan singkirkan tanganmu dariku.”

Jongin tertawa kecil, tadinya hendak membalas Yoona dengan ledekan tentang masa lalu, tapi gadis itu keburu mendahuluinya. “Bisakah kita serius? Tinggal 3 setengah jam lagi.”

“Baiklah, aku pikir kau belum terlalu siap untuk mencari lebih dalam. Keluarkan saja kertas dan pena yang tadi kita pakai.” Yoona ingin sekali protes, ia cukup kuat dan siap untuk menginvestigasi lebih lanjut tapi tetap saja dikeluarkannya kertas dan pena dari saku kemejanya.

Jongin mengambilnya lalu membuka tutup pena, tapi satu tangannya yang lain malah sibuk menekan-nekan handphonenya. Selang beberapa detik, Jongin telah tersambung dengan Park Chanyeol lewat telepon. “Temui aku sekarang, di depan kelas 11.C.”

Yoona mendengar nada curiga saat Jongin menyuruh seseorang yang diteleponnya untuk menemuinnya sekarang, bahkan dia tidak mengucapkan salam atau basa-basi. “Oke, di lapangan belakang setelah pelajaran si malaikat maut. Ada sesuatu yang harus dibicarakan, penting.” Lantas dia mengakhiri panggilan tersebut.

Jongin mengembuskan napas sejenak, lalu memalingkan wajahnya menghadap Yoona. “Aku menelepon Chanyeol, tapi dia sedang pelajaran Ms.Dorothy, kau tahu? Kami memanggilnya malaikat maut karena jika membolos pelajarannya akan dikenakan hukuman mematikan.” jelasnya dengan tawa kecil di akhir kalimat, mengingat seberapa seringnya mereka meledek sang malaikat maut dan tidak pernah membolos pelajarannya karena tidak ingin ‘mati’.

Yoona dibuat terkikik kecil oleh candaan singkat itu. Namun waktu dengan cepat memghapusnya, “Kita akan menemui Chanyeol, satu jam lagi..” gumam Yoona tanpa ia sadari.

Sementara Jongin tidak tahu harus membalas apa. Hening beranjak menyapa. Ia kunjung bertanya mimpi apa yang menghampirinya semalam, hingga hari yang seharusnya berjalan biasa ini bisa jadi sebegini rumitnya.

Tidak ingin membuang waktu, Jongin teringat pada kertas dan pena yang masih dipegangnya, dengan pikiran cepat ia pun mulai kembali menganalisis.

“Seluruh kelasmu, pergi ke ruang auditorium jam berapa?”

“8.25 mungkin, ada jeda waktu kelas tanpa guru sebelum Ms.Reyna–guru piket hari ini–masuk dan menawarkan free-time kami di tempat lain selain kelas. Tentu saja dengan antusias kami mengiyakannya.”

Yoona hanya melihat Jongin menulis sesuatu di kertas tanpa berniat merebutnya atau melakukan hal lain. “Apa kau melihat Baekhyun saat kalian pergi keluar kelas? Ada murid lain yang tidak ikut kalian ke ruang audi?”

Gadis itu mengernyitkan dahinya sejenak, memaksa mengingat-ingat kembali apa yang ia lihat saat itu. “Terakhir Baekhyun ribut tidak ingin keluar kelas, dengan alasan sedang pusing. Taehyung mengejeknya, beberapa yang lain menyuruhnya pergi ke ruang kesehatan, tapi setelah itu kami semua pergi. Aku tidak tau lagi,”

Jongin menaikan sebelah alisnya sembari menatap gadis itu. Yoona meliriknya, tidak bisa membaca ekspresi Jongin, ia pun membela dirinya, “Apa? Aku ‘kan sedang mengobrol dengan yang lain.”

Setelah berbicara begitu, pandangan Jongin melunak, “Kalau begitu kasus kejadiannya terjadi sekitar pukul 8.25 sampai 9 tepat, kau adalah orang pertama yang melihatnya.”

Yoona mengangguk, sedikit ragu, Jongin menekankan bahwa ia orang pertama seolah itu adalah suatu hal yang horror. “Pembunuhan dalam kurun waktu 35 menit.” tukas gadis itu menambahkan. Jongin berdiri, ia juga membantu Yoona dengan menarik tangannya, “Ya, dan kita menemukan banyak alat bengkel di loker Kyungsoo. Setelah mengecek loker Yixing, setidaknya kita bisa menginterogasi Kyungsoo soal hal ini. Ohya, dan setelah berbicara dengan Chanyeol, juga.”

Yoona menepuk-nepuk rok sekolahnya kemudian menyelipkan poni rambutnya di balik teinga, “Baiklah, ayo.”

Tidak perlu waktu lama untuk menemukan loker bertuliskan nama Zhang Yixing, dikarenakan laki-laki berlesung pipi itu adalah murid kelas 11.C, sama dengan Kyungsoo dan Jongin. Dan ketika dibuka, isinya lebih mengarah ke nonsense; kaus-kaus oblong yang bertumpuk, ditambah handuk kecil di atasnya, miniatur gitar dan alat music lainnya menghiasi seluruh dinding loker, dan di pintunya sendiri tertempel berbagai poster penanyi universal.

That’s it, lebih baik kau coba pikirkan bagaimana cara kita bisa menginterogasi Do Kyungsoo.” Yoona melipat tangannya di dada, terlalu malas mendelik isi loker Yixing–ia agak tidak menyukai laki-laki itu. Namun ketika ia hendak berbalik untuk mengintip ke dalam kelas 11.C lagi, Jongin menahannya, “Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu..”

Ia menaikan sebelah alisnya selagi mendengarkan Jongin mengucapkan kata ‘tunggu’ puluhan kali, laki-laki itu mengulurkan tangannya ke dalam loker dan mengambil sesuatu. Benda yang diraih Jongin adalah sebuah handphone. Yoona melihatnya dengan datar, tapi sedetik kemudian matanya membelo kaget. APA? HANDPHONE? Apa itu yang ditemukan Jongin benar-benar sebuah telepon genggam? Bagaimana bisa Yixing selalai itu hingga meninggalkannya di loker-tanpa-kunci?

Jongin berdecak senang dan menggumamkan kata ‘berhasil’ lalu larut dalam perhatiannya mengobrak-abrik handphone tersebut, mungkin ia telah berhasil membuka lock screen-nya. Tidak ingin penasaran, Yoona mendekatkan wajahnya agar bisa ikut melihat. Lantas yang ia dapati adalah sebuah percakapan di grup LINE.

YixingLay: Aku benci sekali padanya, aku ingin membunuhnya.

Do.Kyungsoo: Memangnya hanya kau yang ingin membunuhnya?

YixingLay: Maybe not, dia punya masalah dengan banyak orang, bahkan dari luar sekolah.

DobiPark: Kalian berisik.

YixingLay: Siapa suruh kau mau saja ikut membuat grup?

DobiPark: Aku ikut karena Baekhyun sudah membuka aibku. Reputasi hancur, hubungan keluargaku makin hancur.

Do.Kyungsoo: Aku tidak tau harus bilang apa.

YixingLay: Serius aku akan membunuhnya.

DobiPark: KAU SERIUS?

Do.Kyungsoo: Jangan mendahuluiku kalau begitu, Yixing.

Do.Kyungsoo: Aku membencinya.

YixingLay: Kita bekerja sama saja kalau begitu.

DobiPark: Aku tidak ikut.

YixingLay: Why?

Do.Kyungsoo: Deal.

 

*

Emang sengaja mau bikin per chapternya tuh pendek:( #imreallysorry# soalnya kalo gak gitu clue nya gak bakal bertahap hehe. Tungguin next chapter nya ya^^ 

P.S: Xiumin bakalan keluar kok di chapter 3, maafkan aku baozi>.<

30 thoughts on “18 [2]

  1. Hmm, jadi yixing sama d.o kerjasama buat bunuh baekhyun.. Mereka mau ngejebak chanyeol dengan ninggalin sapu tangan chanyeol di tkp.. Hmm interesting. Keep writing thorr. Oh iya ini masih dugaan

  2. Aishh,,tega sekali mereka, tpi kok aku malah lbih fokus sma yoona dan kai ya ? Ahh yg penting ditunggu kelanjutannya

  3. Aigoo, masa Yixing ma D.O yg bnuh Baekhyun?
    Itu KaiYoong ciee, smpat ngebuat moment..
    Makin penasaran nih, siapa sih tersangkahnya?
    Ok, next chap d.tnggu!
    Fighting!
    Keep writting thor!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s