(Freelance) My love story (Chapter 3)

my love story

By Cherryoong

Sad, romance, school life

Im Yoona, Oh sehun, Xi luhan and other.

Disclaimer :This story is mine . Cast are belong god. I just borrowed the names of characters and places. Don’t plagiat this FF! Please keep RCL!

“Cinta itu memang sangat sulit !”

HAPPY READING

~

“yoona, kau tidak apa-apa?” Tanya luhan yang khawatir melihat darah di sudut bibir yoona akibat tamparan krystal tadi. “maafkan sikap krystal tadi”

“tidak apa. Aku tidak akan marah padanya” ucap yoona menunduk.

“ayo kuantarkan kau ke UKS.” Ucap luhan lalu menuntun yoona untuk pergi ke UKS. Sedangkan yoona hanya bisa menurutinya.

“wow! Tanpa sengaja yoona membantu rencanaku pada luhan !” ucap Irene. “aku akan mendekati yoona agar rencanaku berhasil” Irene mengeluarkan seringainya.

**

Part 3

“Apa yang kau rencanakan ?” Tanya wendy pada Irene.

“Kalian akan tahu nanti” jawab Irene lalu pergi meninggalkan sahabatnya yang terheran-heran dengan sikap Irene.

^^^^^

Mereka- luhan dan yoona berjalan berdampingan. Hati yoona berdebar 2 kali lebih cepat dari biasanya atau bisa saja lebih. Dia tak menyangka bisa jalan berdampingan disamping luhan. Lalu luhan memutar knop pintu ruang UKS. Yoona mendudukan dirinya diatas tempat tidur pasien. Sedangkan luhan , dia mengambil beberapa obat dari kotak kesehatan. Melihat luhan membawa obat dari kotak kesehatan itu membuat yoona kembali mengingat kenangannya bersama sehun. Sungguh yoona merindukan sehun. Luhan mengambil kapas dan kemudian menteteskan obat diatasnya. Kemudian kapas itu ia tempelkan di bibir yoona.

“ Tahan sebentar. Mungkin akan sedikit sakit” kata itu. Kata yang pernah dikatakan oleh sehun. Kata yang berhasil membuatnya tersenyum saat kembali mengingatnya. Mengapa kata itu kembali diucapkan oleh luhan?

“Aww..” yoona meringis karena sudut bibirnya merasa perih. Yoona kembali mengingat sehun. Mengingat bagaimana anak laki-laki yang mungkin sekarang berubah menjadi pria tampan itu mengobatinya. Mengingat lelucon yang dikatakan pria itu. Mengingat sikap lembutnya pada yoona. Sungguh dia tak ingin bernostalgia. Luhan sudah selesai mengobatinya.

“ Terimakasih sudah mau mengobatiku” ucap yoona sedikit membungkuk.

“Ya sama-sama. Sekali lagi maafkan krystal ya “ luhan membuka pintu ruang UKS. Lalu perlahan keluar dari ruang UKS.

“ya, aku juga minta maaf. Karena membuat hubunganmu dengan krystal putus” ucap yoona mengikuti langkah luhan.

“ tidak apa. Sebaliknya, aku ingin mengucapkan terimakasih” jawab luhan yang membuat yoona mengernyitkan dahinya. Seakan tahu pikiran yoona , luhan melanjutkan perkataannya.

“ aku sudah lama ingin putus dengan krystal. Dia selalu mengatur hidupku. Itu membuatku tidak nyaman” lanjut luhan. “Mengapa kau ikut keluar ?bukannyakau didalam saja?”

“Ayolah, ini hanya bibirku yang terluka” jawab yoona.

“oke, Baiklah” ucap luhan mengalah.

Lalu mereka kembali ke kelas. Didapatinya kim seonsaengnim di meja guru sana.

“Maaf kami terlambat” ucap luhan pada kim seonsaengnim.

“Kalian darimana?” Tanya kim seonsaengnim. Yoona melihat kearah teman-temannya, ekspresi mereka menunjukkan ketidak sukaannya pada yoona yang selalu dekat dengan luhan. Lalu yoona mundur dua langkah dari luhan.

“Kami dari UKS. Bibir yoona berdarah karena-“ ucapan luhan terpotong karena yoona menyelanya.

“J-jatuh .Ya, jatuh. Saya jatuh dari kursi saya, kim Ssaem” ucap yoona sedikit gugup karena takut ucapannya tak di yakini oleh kim seonsaengnim. Ia sengaja mengucapkan itu karena ia tak mau menambah masalah.

“yoon-“ luhan berusaha memanggil yoona karena ucapan yang yoona katakan sama sekali tidak benar. Lalu yoona mengisyaratkan agar luhan tutup mulutnya dan tidak berbicara kejadian yang sebenarnya.

“benarkah itu?” Tanya kim seonsaengnim dengan mengerutkan dahinya tak percaya.

“ iya benar “ jawab yoona.

“baiklah kalian bisa duduk di tempat masing-masing” perintah kim seonsaengnim. Yoona merasa lega karena terbebas dari pertanyaan yang dilontarkan kim seonsaengnim.

Akhirnya mereka duduk di tempat masing-masing. Kim seonsaengnim mulai membuka pelajaran selanjutnya. Kim seonsaengnim menjelaskan materi yang diperkirakan keluar di ujian nanti. Yoona tak memperhatikannya. Pikirannya melayang , dia memikirkan peristiwa tadi. Peristiwa dimana luhan berhasil membuat jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya. Dimana luhan berhasil membuatnya kembali mengingat kenangannya bersama sehun. Dimana luhan berhasil membuatnya gugup. Dimana luhan berhasil membuat teman-temannya semakin membencinya. Sungguh perasaan yoona sekarang tidak stabil. Ada senang, sedih dan juga kecewa. Mengapa lengkap sekali dalam satu peristiwa ?yoona juga membingungkan hal itu.

^^^^^^

Bel pulang sudah berbunyi sedari tadi. Yoona baru membenahkan peralatan sekolahnya kedalam tas hitamnya. Lalu yoona keluar dari kelas dan berjalan di koridor sekolah itu. Ia merinding, mengapa sepi sekali, padahal ini belum terlalu soredan juga staff sekolah juga belum pulang? Tanya yoona dalam hatinya. Ini karena dia harus piket terlebih dahulu sebelum pulang. Teman-teman 1 grup piketnya tidak mau membantunya. Jadi terpaksa dia harus piket sendiri. Tiba-tiba tangan yoona ada yang menariknya membuat si empunya terkejut. Yoona melihat wajah orang yang sudah menarik tangannya kasar. Dia krystal dan teman-temannya. Yoona diseret sampai kamar mandi sekolah. Lalu krystal membanting tubuh yoona hingga membuat yoona merasa nyeri di punggungnya.

“ hey kau ! si gadis penggoda kekasih orang” teriak krystal.

“kau sudah menghancurkan hubunganku dengan luhan” krystal mulai mendekati yoona , sedangkan yoona masih belum bisa menghindar dari krystal.

“ kau yang merusak segalanya!! Kau itu jelek !!” wajah krystal semakin memerah. Krystal mulai naik pitam. Giginya beradu tanda dia akan meledak kapan saja.

PLAKK

Krystal menampar pipi yoona .yoona masih tidak bergerak. Yoona tidak melawannya. Walau sejujurnya pipinya sekarang memanas. Luka dibibirnya yang tadi belum sembuh ditambah dengan sekarang sungguh sangat sakit.

“Kau yang memutuskan hubunganku dengan luhan!!” teriak krystal.

PLAKK

Krystal kembali menamparnya dengan pipi yang berbeda sedangkan yoona masih terdiam. Yoona menangis .sudut bibirnya mulai mengeluarkan darah.

“kenapa kau menangis hmm? “ Tanya krystal sambil menjambak rambut yoona.

“argghh” yoona hanya meringis. Air mata mulai mengalir dari manik madunya karena ubun-ubunnya terasa perih.

“kenapa kau menangis huh? JAWAB AKU ! SEHARUSNYA KAU TERTAWA DENGAN PUTUSNYA HUBUNGANKU DENGAN LUHAN!!” krystal mulai tidak terkendali. Krystal semakin menjambak rambut yoona.

“krys- hentikan kepalaku sakit” yoona meringis.

“BAHKAN KEPALAMU YANG SAKIT TIDAK BISA MEMBAYAR SAKITNYA HATIKU !!” teriak krystal dan semakin menjambak rambut yoona.

“k-krystalll kumohon “ yoona semakin banyak mengeluarkan air matanya akibat perih di ubun-ubun kepalanya.

“Kuperingatkan padamu , JANGAN DEKATI LUHAN. Jika kau masih berani mendekatinya, lihat nanti apa yang akan aku lakukan padamu” ancam krystal

“MENGERTI?”

BRAKK

“KRYSTAL APA YANG KAU LAKUKAN” pekik luhan yang berhasil mendobrak pintu kamar mandi.

“Memberitahunya “ jawab krystal dengan tatapan sinisnya. Luhan yang mendengar perkataan krystal pun menautkan alisnya.

“Memberitahu apa?” Tanya luhan.

“bukan urusanmu. Ayo, kita pergi !” ajak krystal kepada teman-temannya lalu meninggalkan luhan dan yoona. Tubuh yoona merosot kelantai. Dia sudah tidak bisa menompang tubuhnya. Dia menangis bukan hanya karena ubun-ubun kepalanya yang perih atau pipinya yang memanas akibat tamparan tadi, tapi juga karena ancaman yang dilontarkan oleh krystal tadi. Dia tidak tahu apa dia sanggup menjalaninya. Yoona menundukkan kepalanya menyembunyikan kesakitan hatinya disana.

“Yoona, kau tidak apa-apa?” Tanya luhan khawatir.

“tidak apa. Aku pulang dulu” ucap yoona lalu menyambar tasnya yang tergeletak dilantai. Sembari mengusap sudut bibirnya karena darah mengalir disana.

“mau kuantar?” tawar luhan.

“tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri” jawab yoona lalu pergi meninggalkan luhan yang sedang bingung dengan sikap yoona.

Yoona berjalan kearah halte bus. Sesampainya di halte bus, dia menunggu bus yang tak kunjung datang. Dia menoleh kekanan, tidak ada bus yang lewat. Sesekali dia melirik jam tangan yang bertengger manis di lengan kirinya. Dia sangat resah.

Mengapa busnya belum datang ?batinnya.

Beberapa menit kemudian, bus berhenti tepat dihadapannya , dia dan beberapa orang lainnya memasuki bus itu berdesakkan. Yoona mendudukkan tubuhnya di kursi penumpang, mengeluarkan earphone dari tas hitamnya, menghubungkan earphonenya dengan Iphone nya. lalu menautkan earphone itu di telinganya. Menikmati alunan music melalui earphone yang dipasangnya tadi. Mencoba melupakan kejadian tadi sementara. Mencoba untuk mengobati luka hati dengan mendengar music. Tanpa sadar didepan sana, sudah ada halte bus dekat rumahnya. Jadi dia harus turun disana. Pintu bus terbuka otomatis. Yoona turun perlahan dari bus. Berjalan sedikit agar sampai rumahnya. Memasuki perumahan yang didalamnya ada rumahnya. Dari kejauhan sudah terlihat rumah bergaya minimalis dan berwarna abu-abu sudah terlihat. Dia memasuki rumah itu , menaiki anak tangga , memasuki kamar lalu membanting pintu kamarnya dengan kencang.

“MENGAPA SEMUA INI TERJADI PADAKU?” teriak yoona histeris. Lalu melempar tasnya asal.

PRANG .. PRANG..

Semua barang berkaca yang berada dimeja riasnya ia lempar asal. Membuat benda-benda itu pecah menjadi berkeping-keping. Sama seperti hatinya yang terpecah menjadi berkeping-keping. Tubuhnya merosot perlahan diatas pecahan kaca itu, tak peduli dengan rasa sakit dari pecahan kaca itu. Darah terus mengalir dari telapak kaki yoona karena pecahan kaca itu menusuknya. Sama seperti hatinya, hatinya tertusuk sangat dalam. Air mata terus mengalir dari maniknya. Tubuhnya bergetar hebat karena tangisan itu menjadi pecah. Dia mengambil pecahan kaca tajam itu dan mulai mengarahkannya pada tangannya berniat untuk memutuskan urat nadinya dan meninggalkan dunia ini agar tidak merasakan kejamnya dunia ini lebih dalam. Yoona cukup lelah menghadapi semua ini. Pikirannya sedang tidak bisa berpikir jernih. Perlahan dia memulai aksinya namun gedoran pintu membuat dia memberhentikan kegiatannya. Kemudian pintu itu terbuka secara paksa menampilkan seorang gadis dengan raut kekhawatiran.

“yoong, hentikan” cegah gadis itu.

“ apa pedulimu ? kau dan yang lainnya sudah tidak peduli padaku , bukan? Untuk apa aku hidup ?” yoona semakin kacau.

“ yoong, dengarkan. Aku tidak pernah percaya pada tuduhan itu. Aku yakin kau tidak melakukannya” gadis itu perlahan maju untuk mendekati yoona. Sedangkan yoona, dia berjalan mundur tak ingin didekati oleh gadis itu.

“jangan dekati aku !”

“yoong, ayolah . percayalah padaku. Aku berani bersumpah” ucap gadis itu-taeyeon.

“TAPI MENGAPA SEMUA ORANG TIDAK PERCAYA PADAKU?” teriak yoona.

“ ayolah yoona. Sudahlah, semua ini pasti akan selesai” ucap taeyeon lalu mendekati yoona. Melewati pecahan kaca itu , tak peduli kakinya sekarang sudah dialiri oleh darah. Yang terpenting adalah menenangkan yoona. Lalu taeyeon memeluk yoona. Berusaha untuk menenagkan yoona dari pikirannya yang sedang kalut. Yoona menumpahkan air matanya dipelukan taeyeon.

“ aku tadi tak sengaja melihatmu dan krystal dikamar mandi. Aku mendengar semuanya hingga aku memanggil luhan untuk mendobrak pintunya. Sebelum itu ancaman krystal aku rekam. Jika dia bermacam-macam padamu , maka aku akan menyerahkan rekaman itu pada kepala sekolah. Jadi , kau tak perlu khawatir” jelas taeyeon saat tangis yoona mulai mereda.

“ masalah itu tak ku pikirkan. Yang aku pikirkan adalah penuduhan itu. Bagaimana bisa aku bersalah dengan perbuatan yang tidak aku perbuat” jawab yoona lalu melepaskan pelukannya.

“ tenang saja , aku akan membantumu. Jadi, jangan khawatir” ucap taeyeon.

“ oh iya, tadi aku tidak melihatmu saat dikamar mandi. Kemana kau?” Tanya yoona yang baru menyadari sesuatu.

“ aku ada disana. Mungkin kau tidak menyadarinya” jawabnya.

“maaf, jika disekolah aku akan menjauhimu. Karena aku takut, akan terbongkar semuanya. Jika mereka mengetahuiku sedang mencari bukti maka mereka akan menghabisiku” ucap taeyeon sesekali tertawa.

“ tak apa. terimakasih untuk percaya padaku” ucap yoona dengan sesegukan sehabis menangis.

“ arghh” yoona meringis. Dia baru merasakan tubuhnya perih akibat tancapan pecahan kaca tadi. Mengapa dia baru merasakannya.

“ akan kubantu bersihkan” ucap taeyeon lalu mengambil baskom dan mengisinya dengan air. Mengambil capitan , perban, obat luka, alcohol dan plester.

“ bersihkan dulu darahnya” taeyeon mengambil kompres dan membersihkan darah yang mengalir dari tubuh yoona. Lalu taeyeon mengambil capitan untuk melepas pecahan kaca itu dari tubuhnya. Yoona sedikit meringis karena rasa perih itu menjulur keseluruh tubuh.setelah sisa pecahan kaca itu diambil. .taeyeon mengambil alcohol untuk membersihkan kuman dari lukanya. Dan setelah itu meneteskan cairan obat luka diatas luka yoona. Kemudian, taeyeon menutupi luka yoona dengan perban dan merekatkannya dengan plester.

“ telapak kakimu juga berdarah, biar aku obati” ucap yoona lalu melakukan hal yang sama. Setelah mengobati kaki taeyeon. Lalu mereka keluar dari rumah yoona, berniat untuk pergi ketaman yang berada di perumahan ini. Dengan terpaksa mereka harus berjalan.

“ tae, bagaimana ini ? mereka tidak akan percaya padaku lagi. Tapi aku tidak melakukannya” ucap yoona sambil menunduk menatap aspal.

“ tenanglah. Semua ini akan berakhir” jawab taeyeon.

“ tapi kapan?”

“secepatnya. Oh iya, kau dituduh melakukannya dimana?” Tanya taeyeon.

“ entahlah. Aku juga tidak mengerti alur cerita ini. Tapi yang kudengar , aku dituduh mencelakai seohyun saat aku dijalan pulang” jawab yoona.

“ maksudmu?”

“ jadi kemarin aku pulang bersama dengan seohyun. Kau, sooyoung, dan tiffany sudah pulang terlebih dahulu. Hanya aku dan seohyun. Lalu seohyun berbicara…” ucap yoona menggantung. Dia tak mau mengingat kejadian itu. Sungguh itu terlalu menyakitkan bila dibandingkan dengan tamparan krystal.

“ berbicara apa?” Tanya taeyeon yang penasaran.

“ engg… terlalu sakit untuk diceritakan” ucap yoona lalu membalik tubuhnya. Dia menggigit bibirnya dengan keras. Rasa dihatinya cukup membuatnya ingin menangis.

“ yoong, kau tak apa?” Tanya taeyeon sedikit khawatir.

“ eng… oh.. tidak. Aku tidak apa-apa” jawab yoona lalu menghapus jejak air matanya.

“ seohyun bicara kalau dia juga menyukai luhan” lanjut yoona yang mampu membuat taeyeon tercengang.

“a-apa aku tidak salah dengar? Seohyun mengakuinya langsung padamu yang jelas-jelas menyukai luhan. Sungguh kejam” ucap taeyeon kaget karena dia tak menyangka , seohyun yang sangat polositu mampu mengkhianati sahabatnya sendiri.

“ sudahlah. Dia juga berhak menyukai luhan” kata yoona.

“ tapi dia mengkhianatimu , yoong” jawab taeyeon lalu memegang bahu yoona.

“ sudahlah.. jangan dipermasalahkan”

“ lalu apa reaksi mu saat seohyun mengatakan itu?” Tanya taeyeon.

“ tentu aku terkejut. Seohyun meminta maaf saat menyadari aku terdiam saat itu juga. Lalu aku bilang kalau aku ingin ke minimarket. Tapi nyatanya aku tidak ke minimarket” jawab yoona. “ lalu setelah kejadian itu aku dituduh mencelakai seohyun”

“yoong, bukankah itu-“ ucapan taeyeon terpotong karena yoona sudah menyelanya.

“ itu seohyun” sela yoona. Maniknya mengikuti seohyun.

“ dan itu krystal … apa yang mereka bicarakan?” Tanya taeyeon. “ bukankah seohyun sedang dirawat di rumah sakit”

“tunggu. Akan kujadikan bukti “ taeyeon merogoh sakunya lalu mengambil Iphone nya. Mengambil gambar mereka. “ dan tunggu .. aku akan merekam suara mereka”

Taeyeon mengendap-endap agar tidak ketahuan oleh mereka. Mengeluarkan iphone itu dan merekam pembicaraan mereka.

“akhirnya aku dapat” ucap taeyeon. Lalu memutar rekaman suara tadi yang berisikan pembicaraan seohyun dengan krystal. Taeyeon mendengarkan itu dengan teliti. Setelah mendengarnya , taeyeon terkejut dengan pembicaraan itu. Begitu juga dengan yoona.

“ jadi mereka bekerja sama?” gumam taeyeon. “ sebentar lagi kasus ini akan terselesaikan, hanya perlu beberapa bukti lagi untuk menyelesaikannya”

“yoong, kita tidak jadi ketaman ya. Ini sudah sangat sore” mohon taeyeon.

“ baiklah” jawab yoona. Akhirnya mereka memutar balik tubuh mereka agar kembali ke rumah mereka masing-masing.

 

~My Love story~

At school.

Yoona menjalankan aktifitasnya seperti biasa namun hambatan hari ini adalah kakinya., karena kakinya belum pulih. Begitu juga bibirnya, bibirnya masih bengkak akibat tamparan krystal. Yoona duduk dikursinya yang paling belakang. Dia melihat seohyun, dia sudah masuk sekarang. Namun yang membedakan seohyun hari ini dan kemarin adalah dia memakai perban, dan duduk dikursi roda. Sedangkan kemarin ?dia jauh berbeda. Dia memakai high heels, tidak ada perban. Dan satu lagi, dia bisa berjalan. Yoona baru menyadari bahwa seohyun sudah mengkhianatinya dan juga menuduhnya.

“ sungguh aku benci manusia yang bermuka dua, itu membuatku bingung. Wajah mana yang harus kutampar terlebih dahulu “ batin yoona.

Yoona baru ingat kalau sekarang kelasnya akan ada ulangan Matematika. Pelajaran yang sangat sukar untuk dipahami oleh yoona. Membuat kepala yoona pening. Dia membuka halaman demi halaman, sungguh kepalanya sudah sangat pening. Tiba-tiba cairan berwarna merah menetes dari hidung yoona. Yoona langsung menadahkannya agar darahnya tidak berceceran ke lantai. Yoona merogoh tasnya mencari tisu atau sapu tangan disana. Namun sialnya, dia lupa membawanya. Dia mendongak karena dirasa ada seseorang menyodorkannya tisu.

“ ini.. mungkin sangat berguna sekarang” ucap luhan.

“ ahh.. terimakasih” yoona mengambil lembaran tisu. Dia tidak ada waktu untuk menolak karena dia sangat membutuhkan tisu itu.

“ mau kuantar ke UKS? “ tawar luhan. Yoona mengingat ancaman krystal padanya. Baru saja dia akan menolaknya namun Irene menyelanya membuat yoona mengundurkan niatnya.

“ biar aku saja yang mengantarnya” ucap Irene. Sungguh dia sangat membantu sekarang.

“ ayo.. yoona. Kuantar kau ke UKS” ucap Irene sambil menuntun yoona. Yoona tentu saja menyetujuinya.

Sesampainya di UKS.

“ yoona, aku pergi ke toilet dulu ya, tiba-tiba saja perutku mulas” ucap Irene sambil memegang perutnya.

“iya baiklah”

“ kau tak apa sendirian?” Tanya Irene.

“ tidak apa-apa” jawab yoona.

Lalu Irene keluar dari UKS. Sebenarnya ke toilet hanya alasan belaka. Dia tidak benar-benar ke toilet karena dia hanya ingin mencari muka pada luhan. Dia kembali kekelasnya.

“ Irene, kenapa kau disini? Lalu yoona?” Tanya luhan saat melihat Irene kembali tanpa yoona.

“ tenang, ada petugas kesehatan disana. Lagipula yoona yang menyuruhku untuk kembali kekelas” jawab Irene dengan wajah semanis mungkin. Kalian tahu? Luhan sangat muak melihat gadis yang seperti ini.

“ oh” jawab luhan singkat dengan wajah tak berekspresi. Irene yang melihat cara bicara luhan pun kesal. Irene menghentakkan kakinya kesal lalu duduk di bangkunya. Kemudian kim seonsaengnim datang untuk memberi soal ujian. Semua murid dikelas itu mendesah pelan karena kim seonsaengnim datang. Padahal semua murid berharap kim Ssaem tidak hadir dan ujian pelajaran yang sukar itu tidak jadi dilaksanakan.

“ baiklah, anak-anak. Tutup buku kalian, dan masukkan kedalam tas. Lalu tas kalian taruh didepan dekat meja guru” perintah kim Ssaem. Lalu dengan gerak cepat semua murid menutup buku lalu menaruh tas mereka didepan. Jika mereka lambat, maka mereka akanduduk dipaling depan. Tentu murid yang duduk dipaling belakang tidak mau hal itu terjadi. Lalu kim Ssaem membagikan kertas ujian. Dilihatnya tempat duduk yoona yang tidak ada penghuninya membuat kim ssaem bertanya pada murid-murid.

“ kemana yoona?” Tanya kim ssaem.

“ dia ke UKS. “ jawab luhan.

“ untuk apa?” Tanya kim ssaem mengintrogasi. Belum dijawab kembali pertanyaan dari kim ssaem oleh luhan, tiba-tiba suara pintu terbuka terdengar dikelas itu.

“ maaf, saya terlambat kim ssaem” ucap gadis yang terengah-engah itu. Luhan mengalihkan tatapannya menjadi kearah gadis yang baru saja meminta maaf pada gurunya karena terlambat masuk kelas. Yoona membalas tatapan luhan , tersirat pertanyaan dibalik manik indah milik luhan yaitu pertanyaan mengapa kau kembali ?lalu yoona memeberi isyarat dengan manik rusanya seperti berkata akan kujelaskan nanti.

“ oke, lain kali jangan mengulanginya” jawab kim ssaem lalu menyuruh untuk yoona duduk. Dan memberi yoona kertas ujian, dengan sigap yoona mengerjakannya.

///

Bunyi bel disekolah yang yoona tempati pun berbunyi menandakan istirahat tiba. Siswa-siswi pun berhamburan memadati koridor. Ada yang kekantin untuk mengganjal perut mereka yang sudah tidak bisa diajak kompromi. Ada yang ke perpustakaan untuk menambah wawasan. Ada yang ke toilet untuk ya, kalian tahulah. Dulu yoona seperti itu sebelum insiden penuduhan itu terjadi dan menyebabkan perpecahan di jalinan persahabatan mereka , kecuali taeyeon. Semenjak kejadian itu yoona lebih sering menenangkan diri diatas balkon, ya tempat favoritnya disekolah, aneh bukan?. Dia ingin menenangkan diri , terlepas dari penat yang membebaninya. Dan juga menghirup udara segar dan angin yang menerpa wajahnya. Yoona sangat menikmati itu.

“ hmm… walaupun angin tak terlihat namun angin bisa dirasakan saat ia menerpa wajahmu. Walaupun udara tak terlihat namun udara sangat berguna bagi manusia untuk hidup. Ibarat itu sama seperti cinta” ujar seorang pria yang tiba-tiba datang menghampiri yoona yang sedang menikmati terpaan angin di wajah porselennya. Saat mendengar suara maskulin si pria itu, yoona yang tadinya mengarahkan pandangannya kearah lurus sekarang jadi menghadap pria itu.

“ benar tidak ?” Tanya luhan. Sedangkan yoona hanya menganggukkan kepalanya. Tiba-tiba peristiwa kemarin mengingatkannya seperti alarm yang terus berdering. Dia memundurkan langkahnya berniat untuk pergi dari sana. Lalu dia membalikkan tubuhnya dan bersiap untuk berlari. Disaat dia sudah berlari beberapa langkah ,tangan kekar milik luhan menahan pergelangan tangannya. Hal itu membuat yoona menoleh kearah luhan.

“ ada apa ? mengapa kau kabur? Seperti melihat rentenir saja saat melihatku “ gerutu luhan.

“ tidak” jawab yoona ketus. Jujur, dia tidak ingin menjawab pertanyaan luhan dengan nada ketus seperti itu tapi ucapan krystal kemarin membuatnya trauma pada luhan.

“ kau tidak ingat?” Tanya luhan.

“ ada apa?” Tanya yoona balik , karena dia bingung dengan pertanyaan luhan.

“ kau berhutang penjelasan padaku “ jawab luhan.

“ penjelasan apa ?” Tanya yoona karena dia tidak merasa kalau dia berhutang penjelasan pada luhan.

“ tentang kau kembali kekelas“ jawab luhan. Saat mendengar jawaban luhan tadi membuat yoona kesal. Hanya hal sepele itu? Oh itu bukan hal penting. Dia ternyata seperti penagih janji walaupun itu janji yang tak mempunyai makna.

“ karena ujian matematika” tak mau ambil pusing karena dia tak ingin berdebat dengan luhan , dia langsung menjawab perkataan itu dengan singkat. Lalu yoona menghempaskan tangannya yang digenggam luhan. Lalu meninggalkan luhan yang bingung dengan tingkah yoona belakangan ini.

“ ada apa dengan dia ? kenapa sikapnya berubah tiap detik ?” batin luhan.

Sedangkan yoona hanya sibuk memikirkan tentang apakah krystal melihatnya ?atau tentang bagaimana jika krystal melihatnya ?. belum sempat dia menghilangkan pikiran tadi , tiba-tiba ada orang yang menyeret seenaknya saja. Memangnya tidak sakit apa?.Lalu orang itu membawa yoona ke ruangan aula.

“ mengapa orang-orang berkumpul disini?” batin yoona.

“ hey ! kalian semua ! lihat ini dia , si gadis perusak hubungan orang. Dia penyebabku dan luhan putus. Bagaimana kalau kita bully saja dia ?” ucap krystal pada microphone. Dan yoona baru menyadari bahwa sekarang dirinya dalam bahaya. Yoona berharap ada seseorang yang menolongnya sekarang. Tapi itu mustahil. Tidak akan ada yang percaya padanya.

“setuju !” sorak seluruh siswa yang berada disana.

“dasar jalang ! gadis penggoda “ejek seluruh siswa disana.

“ teman-teman kemarilah” ujar krystal sambil tepuk tangan. Lalu munculah seohyun dan Irene disana.

“ bully dia ! bully dia !” sorak siswa- siswi pun semakin kencang. Lalu seluruh siswa mulai melemparkan telur kearah yoona. Selang beberapa detik, dari arah microphone terdengar suara dan membuat semuanya menoleh kearah sumber suara.

“ tunggu dulu teman-teman. Yoona tidak bersalah disini. Yang bersalah adalah … krystal “ ucap taeyeon.

“bagaimana bisa krystal bersalah disini sedangkan dia yang menjadi korbannya” ucap salah satu siswa yang ikut membully yoona.

“ mau kuperlihatkan buktinya ?” tawar tiffany. Yoona yang melihat tiffany membelanya pun langsung menatapnya tak percaya. Apa mereka semua sudah tahu ?.

“ sooyoung, nyalakan!” suruh taeyeon. Dan lagi-lagi yoona dibuat tak percaya. Sooyoung juga ikut membelanya.

Lalu suara rekaman saat berada dijalan menuju taman itu pun diputar.

“seohyun, bagaimana ? teman-teman sekelasmu sudah menjauhinya?”

“ kau tak perlu khawatir, krys. Semua berjalan sangat lancar”

“ baguslah. Jika sudah seperti itu luhan akan menjauhi yoona. Berarti kau yang akan mendapat bayaran dariku bukan Irene “.

Seluruh siswa disana langsung menatap krystal, seohyun dan Irene tajam. Sedangkan Irene yang mendengar bahwa dia tak akan mendapat bayaran pun hanya mengerucutkan bibirnya.

“ tunggu teman-teman. Ini dia seohyun, yang katanya tertabrak mobil karena didorong oleh yoona hingga membuatnya menggunakan kursi roda, ternyata kemarin menggunakan high heels” ucap taeyeon. Lalu munculah gambar seohyun menggunakan high heels kemarin itu dilayar.

Lalu seluruh siswa melempari krystal, seohyun dan Irene dengan tepung, terigu. Lalu meneriaki mereka dengan berbagai cacian seperti dasar penipu atau tukang cari sensasi. Lalu mereka keluar dengan kekesalan. Empat orang bersahabat itu pun tertawa bersama. Mereka kembali bersama. Dan salah satu dari mereka pun sangat senang.

“ aku senang kita bisa bersama-sama lagi” ucap yoona yang sedang merangkul ke 3 sahabatnya itu.

“ maafkan kami. Karena kami juga telah menuduhmu dan menjauhimu. Beruntung taeyeon menyelidiki ini semua. Dan aku tak percaya bahwa seohyun telah mengkhianatimu” ucap tiffany merasa bersalah dan langsung disetujui oleh sooyoung.

“ iya yoong. Maafkan kami “

“ hey tak perlu meminta maaf seperti itu. Aku sudah memaafkan kalian. Dan aku sangat berterima kasih pada kalian yang telah menyelamatkanku tadi. Dan untuk taeyeon terimakasih banyak, seharusnya kau menjadi detektif saja “ lalu tawa mereka terdengar.

///

2 bulan telah terlewatkan. Dan sekarang adalah waktu dimana yoona akan terakhir tampil di acara pentas seni disekolahnya sebelum ia lulus dari sini. Ujian kelulusan juga telah terlaksana. Setelah ia dibawa oleh ketiga sahabatnya kemarin ke salon sekarang yoona jadi lebih cantik. Tidak ada kacamata yang memperjelas penglihatan mata rusanya , yang ada sekarang adalah soflens berwarna hitam. Dia sangat gugup sekarang, dia akan drama dengan luhan , walau hanya berperan sebagai pembantu. Tapi mana ada pembantu cantik sepertinya ?itulah yan diucapkan teman-temannya.

“ yoong, apa kau sudah siap? Sekarang giliran kau” tanya taeyeon.

“ aku sudah siap “jawab yoona lalu keluar dari ruang ganti pakaian. Dilihatnya banyak penonton yang membuatnya semakin gugup. Drama itu dimulai. Yoona berusaha berakting dengan bagus hingga bagian yang membuatnya terkejut pun tiba.

“wahaiengkau Pricele , pembantu kerajaan yang ternyata adalah tuan putri. Bersediakah engkau menjadi pendamping hidupku?” ucap luhan dalam dramanya. Yoona hanya mengeryitkan dahinya. Setahunya tidak ada adegan seperti itu di naskah. Otaknya berusaha mencari jawaban yang sesuai dengan cerita-cerita yang pernah ia baca. Pilihannya ada 2 , terima atau tidak. Hanya itu yang yoona tahu dalam cerita fiksi.

“ eng.. aku bersedia” hingga perkataan itu pun terlontarkan dari bibir mungil yoona. Entah itu sesuai dengan naskah atau tidak. Lalu drama itu pun selesai. sorak-sorai terdengar di ruang pementasan itu. Berbagai tepuk tangan pun terdengar disana.

“yoona, kita berhasil” ujar luhan dan mengangkat tangannya untuk high five bersama yoona. Karena terlalu senang akhirnya yoona menerima high five itu. lalu detik selanjutnya mereka dilanda kecanggungan. Luhan yang menggaruk tengkuknya yang tak gatal sedangkan yoona menatap ujung sepatunya dan merutuki dirinya betapa bodohnya dia tadi.

“eum.. luhan” akhirnya yoona memecahkan keheningan itu.

“ iya?”

“apa bagian dimana seorang pangeran meminta pembantu itu menjadi pendamping hidupnya itu ada dalam naskah” tanya yoona.

“ kuharap tidak”

“ itu.. iya .memangnya kau tak membacanya ?” tanya luhan. Ah pupus sudah harapannya. Lagipula luhan mana mau meminta yoona menjadi kekasihnya ?batin yoona.

“aku tidak membacanya “ jawab yoona.

“tapi apa tadi sesuai naskah?” tanya yoona.

“ sangat sesuai “ jawab luhan.

///

Sekarang adalah hari kelulusan yoona dan murid yang lainnya. Para siswa saling melemparkan tepung .dan para pria biasanya akan memberikan dasi sekolahnya kepada gadis yang mereka pilih. Yoona berharap luhan memberinya , namun itu hanya angan-angan saja sepertinya. Lalu yoona hanya melamun dibalkon. Sahabatnya sedang sibuk melemparkan tepung. Hingga dia dilanda kebosanan dan akhirnya dia pergi kebalkon.

“ aku akan merindukan masa-masa di SMA “ gumam yoona sambil menikmati terpaan angina.

“ tapi aku ingin berubah , aku ingin mendapatkan apa yang aku mau”

“ kau ingin hidupmu berubah ? hiduplah seperti bermain game. Kau bisa mengendalikannya , merubah karakter , karena apa ? kau seorang player yang bisa mengendalikan permainan itu. Jika kau ingin mendapatkan apa yang kau mau , kau harus menang di permainan itu. tentu kau akan mengahadapi beberapa quest yang menyulitkan, dan kau harus berjuang untuk itu” ucap seseorang yang tiba-tiba datang disamping yoona. Membuat yoona menoleh.

“ kau tidak berubah ya. Mengganggu ketenanganku saja” cibir yoona.

Lalu luhan menyodorkan sebuah benda yang terlipat berada ditelapak tangannya.

“ ini untukmu. Aku sengaja menyimpannya” ujar luhan. Yoona masih belum mengerti , otaknya masih berusaha mencerna perkataan luhan. Tatapannya beralih pada benda itu.

“ untukku ?” tanya yoona.

“ ayolah. Aku susah payah berbohong pada siswi yang menginginkan ini demi memberinya padamu. Tapi reaksimu malah seperti itu” jawab luhan sambil memutarkan bola matanya.

“ tidak mau?” luhan kembali bertanya karena yoona masih terdiam.

“ ya sudah aku berikan pada yang lain saja” ujar luhan dan membalikkan tubuhnya untuk meninggalkan yoona yang masih terdiam itu.

“ ehh tunggu… oke aku mau” jawab yoona lalu mengejar luhan. Dan dibalik itu luhan tersenyum senang mendengar yoona mau menerima dasinya.

“baiklah. jaga dasi itu ya “ ucap luhan.

“ akan ku jaga”

“ oh iya, kau akan kuliah dimana?” tanya luhan.

“ entahlah. Tapi aku mencoba mengikuti beasiswa untuk kuliah di amerika” jawab yoona

“mengapa kau tidak meminta ayahmu saja untuk menguliahkanmu di amerika? Ku yakin orang tuamu mampu untuk melanjutkan pendidikanmu ke amerika.” Tanya luhan.

“ aku tidak ingin menyusahkan orang tuaku. Oh iya, kau akan kuliah dimana nanti?” tanya yoona.

“ aku akan kembali ke china. “ jawab luhan.

“ohh, doakan aku ya semoga aku berhasil ikut beasiswa itu. dan bukan aku saja sih sebenarnya. Tapi taeyeon , tiffany dan sooyoung jug akan ikut itu. doakan kami ya” ujar yoona.

“ aku selalu mendoakanmu” jawab luhan sambil mengeluarkan senyumnya.

TBC

Author’s note: hai !masih inget ff ini? Mungkin udah kelamaan aku ga update ff ini lagi. Aku minta maaf karena kelamaan update chap 3 nya. Itu karena aku fokus dulu ke Ukk udah gitu komputer aku juga abis di servis*jadicurhat. Dan maaf sehunnya belum muncul , sesuai yang aku bilang kemarin sehun akan muncul di chap 4. Jadi tolong commentnya jangan menurun ya.. aku butuh komen dari kalian🙂

43 thoughts on “(Freelance) My love story (Chapter 3)

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s