Love Me Right

love me right copy

SNSD Yoona ‖ Oh Sehun

note : Sehun disini bukanlah selebriti.

*

            “Jadi Yoona-ssi, bagaimana kabar hubunganmu dengan Lee Seung gi-ssi?” Wanita cantik itu tetap tersenyum manis meski tidak ada dalam briefing, dia sudah menduga kehidupan pribadinya akan masuk dalam list pertanyaan. “Kurasa kalian sudah tau jawabannya”

            Pria itu terduduk dengan senyuman tipis diwajahnya. Iris hazelnya memandang layar televisi yang menampilkan acara anggota SNSD. Sesekali ia ikut tertawa saat presenter mulai melawak. Semua member SNSD memang cantik, tapi baginya hanya wajah itu. Wajah yang bisa mengalihkan pandangannya. Menjungkir balikkan dunianya. Seseorang yang sangat spesial dalam hidupnya.

Love me right

 

            “Kau akan pulang kemana malam ini Yoona-a?” tanya Taeyeon. Menatap wanita (Yoona) yang menyandarkan kepalanya di sofa sambil memejamkan mata. Yoona hanya diam dan menggumam sesuatu. Sejujurnya ia masih kesal dengan presenter tadi yang selalu memojokkan dirinya, tapi dia hanya mampu menjaga imagenya agar terlihat baik. “Unnie-ya kau baik-baik saja?”

            Yoona tersenyum tipis membalasnya meski matanya masih terpejam. “Seharusnya Manajer Oppa bisa menghandle semuanya. Jelas ini tidak ada dalam briefing” sahut Yuri.

Tiffany dan yang lainnya hanya mengangguk mengiyakan ucapannya. Yoona menarik nafas gusar dan beranjak menuju kamarnya, pembicaraan member lainnya hanya membuatnya semakin kacau. Membanting tubuhnya ke kasur, dan mengambil handphonenya di nakas.

 

        To : O.S
        Aku akan tidur di dorm malam ini. Maaf

 

            Yoona menghela nafas berat, semuanya semakin rumit dan ia semakin tidak bisa mengendalikannya. 5 menit kemudian handphonenya kembali bergetar. Pesan dari pria itu.

 

        From : O.S
        Tidak apa, istirahatlah. Kudengar hari ini jadwalmu padat sekali. Selamat tidur Yoong.

 

            Rasanya ia ingin terbangun dengan beban pikiran yang menghilang, ia ingin menjadi seperti dirinya yang dulu.

Love me right

 

            Pria itu tersenyum tipis menatap layar handphonenya, beberapa menit yang lalu wanita itu menghubunginya. Dan mengatakan bahwa dia akan tidur di dorm bersama member SNSD lainnya. Masih dengan senyumnya ia menghela nafas berat. Tidak ada yang diinginkannya lagi di dunia ini. Tidak ada, kecuali wanita itu. Dan dia telah berjanji akan mendampingi wanita itu sampai akhir hidupnya. Karna dia adalah Oh Sehun, pria yang telah beruntung menjadi suami Im Yoona. Pikirannya menguar ke masa silam, 2 tahun yang lalu saat pertama kali kedua orang tuanya mengenalkan dirinya dengan Yoona.


Seoul, 2013

            Aku akan bertemu dengannya, sebelum bertemu dengannya aku mengakhiri hubunganku dengan Jin-ah. Jika ditanya, aku sangat menyayangi Jin-ah karna kami sudah berpacaran sudah 3 tahun. Orang tuaku, maksudku Umma- mengatakan kami akan bertemu dengan keluarganya di sebuah Cafe tertutup. Aku tidak mengerti, apa di Seoul ada cafe yang tertutup. Jika begitu mereka tidak perlu membuka cafe saja.

            “Meja atas nama Tuan Im” ucap Appa-ku. Seorang pelayan mempersilahkan kami mengikutinya. Memang benar, sepertinya cafe ini diperuntukkan untuk pejabat atau public figure. Tapi tunggu? Public figure?

            Umma, melambai pada seorang wanita paruh baya. Mungkin mereka seusia, kemudian diikuti Appa yang memeluk pria paruh baya. Aku melihat seorang wanita dengan balutan dress berwarna peach dan rambutnya yang disanggul, terlihat jelas tengkuk yang begitu indah. Dia sangat… seksi. Wajahnya tertunduk sehingga aku tidak bisa melihatnya atau bahkan mengenalinya. Jujur saja selama ini, orang tua-ku tidak pernah mengatakan siapa namanya.

            “Sayang, beri salam pada keluarga Oh” saat dia mulai mendongak, aku merasa seperti sedang berada di surga. Mungkinkah aku sudah mati?

            “Annyeong, saya Im Yoona” ucapnya lembut ramah. Dengan senyumnya yang entah mengapa sangat indah. Aku mengerjapkan mataku berkali-kali. Mungkin aku memang sedang bermimpi. Dan saat merasakan cubitan Umma mendarat di lenganku, saat itu pun aku tau. Aku tidak bermimpi.

*

            “Sehun dan Yoona akan menikah 2 minggu lagi. Semua sudah kami persiapkan. Maafkan kami yang terkesan terburu-buru hanya saja,..” aku masih tetap memandang wajahnya yang tertunduk. “Karna kami ingin pergi ke Singapura, jadi kami setidaknya harus memastikan kalian bersatu sebelum kami pergi”

            “Umma Hentikan!” ia memekik kesal. Mungkin inilah hal yang sejak tadi ia pendam. Dia menatap Ny. Im yang tadi berbicara. “Hentikan ucapan konyolmu itu. Kalian hanya akan ke Singapura. Dan aku akan menikah dengannya. Jadi hentikan ucapanmu yang seolah-olah kau akan pergi meninggalkanku selamanya”

            Matanya memerah, ia menahan nangis. Kemudian pandangan kami bertemu, aku tidak mengerti tapi seolah mata itu mengatakan tolong, lindungi aku. Kemudian dia menyampirkan tasnya ke bahu. “Aku harus kembali”

            Aku tergugah melihatnya dan sontak berdiri. “Biar aku yang mengantarmu”

            Dia hanya mengangguk. Aku mengekor dibelakangnya.

*

            Aku meliriknya sesekali, matanya yang bulat dan keningnya yang indah. Dia memang goodes, ia menghela nafasnya dan matanya terpejam. Suasana diantara kami begitu hening. Sampai akhirnya aku mendengar dengkuran halus keluar dari bibir mungilnya, ia mulai tertidur. Aku menepikan mobilku dan berhenti, pandanganku beralih pada wanita disampingku. Jantungku berdetak sangat cepat, saat tanganku mencoba merapihkan anak rambut yang menutupi wajahnya. Dia memang sangat cantik, kini sekarang aku tau. Ini rasanya jatuh cinta. “Aku takkan pernah meninggalkanmu Yoong”

.

.

.

2 minggu kemudian..

            Inilah saatnya, aku dan Yoona akan mulai mengucap janji sehidup semati mengikat hubungan kami menjadi sepasang suami istri. Kami bahkan belum berkenalan secara resmi, karna Yoona terlalu sibuk dengan jadwalnya. Dan aku sangat mengerti keadaannya, dia adalah seorang public figure tidak memiliki waktu mengurus hal sepele seperti ini. Pintu altar terbuka, terlihat Tuan Im yang menggenggam erat jemari Yoona. Wanita yang sebentar lagi akan menjadi istriku, dia sangatlah cantik. Pernikahan kami hanya dihadiri oleh keluarga, kerabat dan member SNSD.

            Dengan gemetar aku meraih tangan mungilnya, ia tersenyum padaku. Meski aku tau itu bukanlah senyuman tulus darinya. Kami berdua menghadap Bapak Pendeta yang mulai membacakan isi al-kitab. “Oh Sehun, apa kau bersedia akan menerima Im Yoona sebagai istrimu. Dan akan selalu hidup bersamamu baik dalam keadaan suka maupun duka?”

            Dengan satu helaan nafas aku mengangguk. “Ya, saya bersedia”

            Kemudian Bapak Pendeta beralih menatap Yoona. “Im Yoona, apa kau bersedia menerima Oh Sehun sebagai suamimu. Dan akan selalu hidup bersamamu baik dalam keadaan suka maupun duka?”

            Yoona terdiam, aku mencoba menggenggam jemarinya dengan erat. Kemudian ia menghela nafas lalu mengangguk. “Tentu saja, saya bersedia”

            “Dengan ini kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri” akhir Pendeta. Aku dan Yoona saling berpandangan kami tersenyum. Kemudian orang tua kami memberi pelukan hangat pada kami.

*

Seminggu kemudian..

            Aku melihat Yoona terlihat gelisah, istriku bahkan berkali-kali menggigit bibir bawahnya. “Ada apa denganmu Yoong?”

            Ia menatapku kemudian menggeleng. Lalu menarik lembut tanganku. “Ayo, bukankan orang tua kita akan berangkat sebentar lagi?”

            Kami melepas kepergian orang tua kami ke Singapura. Yoona yang paling terlihat enggan membiarkan orang tuanya pergi. Dia memeluk Umma dengan erat kemudian menangis. Aku berusaha memeluk tubuhnya dan menenangkannya. “Sehun-a tolong jaga Yoona kami. Perlu kau ketahui dia sangat keras kepala”

            “Umma..” rengeknya kemudian kembali memeluk ibunya. Kami berpisah membiarkan mereka masuk ke dalam pesawat.

.

.

.

            Yoona memecahkan gelasnya saat telfon rumah kami berdering. Aku tidak mengerti siapa yang berbicara dengannya hanya saja, setelah itu Yoona menangis meraung-raung. Aku mencoba mengambil alih telfonnya.

            “Hallo..”

            “Kami dari kepolisian ingin memberitahukan bahwa pesawat yang menuju ke Singapura mengalami kecelakaan dan seluruh penumpang dinyatakan tewas” Deg! Setelah aku mengucapkan terima kasih lalu menutup telfonnya. Yoona masih menangis, dan aku hanya diam. Orang tua kami meninggal? Padahal mereka pergi baru beberapa jam yang lalu. Dengan gemetar aku memeluk tubuh Yoona yang masih menangis. “Sehun-a Umma… Umma.. Appa.. hiks”

            “Aku bersamamu Yoong. Aku masih bersamamu”

*

Pemakaman..

            Beberapa kerabat sudah meninggalkan area pemakaman, hanya aku, Yoona dan beberapa member SNSD yang masih disini. Yoona masih menangis memandang nisan Umma-nya. “Bagaimana jika Yoona tinggal bersama kami Sehun-ssi?” itu Taeyeon.

            Aku menyentuh bahu Yoona, dia mendongak menatapku. Kemudian aku kembali menatap Taeyeon. Lalu mengangguk, “Yoona mungkin membutuhkan kalian..”

            Yoona menghapus airmatanya. “Tidak Unnie, aku akan tinggal dengan Sehun”

            Dia menatapku kemudian tersenyum tipis. Aku menariknya ke dalam pelukan, kemudian kami saling berpamitan. Sepanjang perjalanan Yoona hanya diam, aku mengerti mungkin dia butuh waktu sendiri. Tapi bagaimana mungkin? Dia ingin bersamaku?

            “Yoon-” ia menghela nafas. “Bagaimana denganmu?”

            “Apa?” tanyaku bingung. Ia menoleh menatapku. “Bagaimana denganmu? Bukankah orang tuamu juga menjadi korban. Apa kau tidak membutuhkan seorang teman?”

Aku tersenyum tipis memandangnya. Aku hanya membutuhkanmu. Bukan yang lain.

            “Tidak..” sahutku. Hampir 15 menit perjalanan kami tiba dirumah. Yoona beranjak ke dapur mengambil minuman. Kemudian aku menuju ke kamar –Kamar Ku, sampai saat ini aku dan Yoona tidur dikamar yang berbeda. Aku sudah berganti pakaian dan hendak membaringkan tubuhku. Sampai aku mendengar sebuah ketukan. Aku membukanya dan mendapati Yoona berdiri di depan kamarku dengan piyama rillakkumanya.

            “Sehun..” ia menggigit bibirnya. “Bisakah aku tidur bersamamu malam ini?”

            Aku tertegun.


 

Love me right

 

            “Kau sudah berapa lama disini?” Im Yoona –Yoona- menatap Sehun dengan wajah bingung. Bayangkan saja, saat ia membuka pintu kamarnya. Ia langsung mendapati pria yang sudah setahun ini menjadi suaminya. Sehun tersenyum dan memberikan tas pada Yoona. “Apa ini?”

            “Pakaianmu tentu saja” jawab Sehun. Yoona mempoutkan bibirnya. Ia menatap Sehun tajam kemudian berjalan ke dapur. Apa yang dilakukannya? Muncul di dormku ketika pagi hari dan menyerahkan tas berisi pakaianku. Apa ia akan mengusirku? Batin Yoona kesal. Sehun heran melihat kelakuan Yoona, ia mengekor dibelakang gadis itu. Ya, sampai saat ini meski mereka telah menjadi pasangan suami istri. Mereka bahkan tidak pernah melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri. “Hei ada apa denganmu hah?”

            “Jika kau menemuiku hanya untuk memberikan tas yang berisikan pakaian milikku. Itu tidak perlu. Aku bisa melakukannya sendiri Sehun-ssi” ucap Yoona tegas. Ia menatap iris hazel yang terlihat meredup. Yoona tertegun, sudah berapa lama ia tidak menatap iris hazel itu. “Dengar, aku kesini dan memberikan tas padamu bukan karna aku ingin mengusirmu, aku hanya merasa mungkin kau seharusnya tinggal lebih lama disini Yoong Tapi disisi lain aku ingin sekali melihat istriku. Jadi apa itu menganggumu?”

            Sehun melangkah mendekati Yoona, dan merengkuh gadis itu kedalam pelukannya. Ia bahkan semakin mengeratkannya, merindukan aroma apple yang selalu digunakan oleh Yoona. “Belakangan ini semua semakin memanas, mereka mencoba terus menggali kehidupan pribadimu seperti apa. Aku hanya ingin kau tau Yoong, aku akan tetap disini bersamamu. Berdiri dibelakangku, aku tidak peduli mereka mengatakan seperti apa hubunganmu dengannya. Hanya saja aku yang lebih mengetahui bagaimana dirimu. Karna kau adalah istriku. Kau adalah Oh Yoona. Mengerti?”

            Yoona merasakan matanya memanas, ia semakin menenggelamkan kepalanya di dada Sehun. Sejak resmi menjadi suaminya, memang Sehun yang selalu ada untuknya. Terlebih saat dirinya jatuh terpuruk ketika orang tua mereka pergi untuk selamanya, Sehun-lah yang menggenggam jemarinya dengan erat. Sehun selalu menerima resiko apapun saat bersedia menikah dengannya. Termasuk resiko, bahwa hubungan mereka haruslah seperti ini. Menutupinya dari dunia. Menutupi bahwa seorang Im Yoona telah memiliki suami. Dan menutupinya dengan skandal yang kini semakin rumit.


Seoul, Januari 2014

            “Jadi kalian tau Yoona sudah menikah?” bentak Presdir Kim, padaku dan member SNSD lainnya. Setelah mempertimbangkannya beberapa hari ini, aku sudah memutuskan untuk memberitahu kepada manajemen bahwa aku sudah menikah. Dengan pria yang bukan dari kalangan selebriti. “Kau tau Yoona-a? Kau tau kau adalah aset berharga bagi Manajemen ini. Bagaimana mungkin kau melakukan hal yang.. sangat konyol! Tidak pernah kah kau memikirkan karirmu sendiri? Dan memikirkan bagaimana SM akan hancur saat Netizen tau kau sudah menikah?!”

            Aku mendongak mendapati Presdir Kim memandangku dengan bola matanya menyalak. Kedua tanganku terkepal, aku sangat tersinggung dengan ucapannya itu. “Kau bisa saja mencabut kontrakku dengan SNSD. Tanpa perlu memikirkan aku akan menghancurkan SM” teriakku.

            “Yoona!” Taeyeon Unnie membentakku. Tapi aku tidak peduli, apa yang salah dariku? Apa salah jika aku sudah menikah? Apakah itu salah? Yuri Unnie membelai bahuku dan menenangkanku. “Sstt. Biarkan Manajer Oppa yang membereskan semuanya Yoona-a. Lebih baik sekarang kita keluar. Ayo”

            Yuri Unnie mengajakku meninggalkan ruangan Presdir Kim. Belum sampai di depan pintu aku mendengar desisannya. “Hanya ada satu cara, untuk mengalihkannya..”

            Aku dan Yuri Unnie berhenti. Kami berbalik menatap Presdir Kim yang tersenyum sinis. “Kita akan membuat skandal hubungan Yoona dengan aktor Lee Seung gi. Bukankah dia sejak lama menyukaimu? Kurasa ini akan menaikkan rating Manajemen kita. Dan membuat album baru SNSD booming”

            Dia memang sudah gila. Aku tidak mengerti jalan pikirannya. “Anda sudah gila Presdir!!”


Love me right

            Aku tidak pernah bermaksud menymbunyikannya dari dunia batin Yoona. Kemudian Sehun melepaskan pelukan mereka, dengan lembut ia menghapus bekas airmata Yoona dengan ibu jarinya. “Berjanjilah jangan pernah menangis dihadapanku. Kau mau?”

            Yoona mengangguk. Dan tersenyum menatap Sehun, menatap suaminya. Mereka tidak pernah saling mengenal satu sama lain, yang Yoona tau. Hanya Sehun yang dimilikinya saat ini, ia tidak punya yang lain. “Terima kasih Sehun-a”

            “Yoon-Oh kau ada disini Sehun-ssi?” Tiffany yang baru keluar kamarnya terkejut melihatku. Aku mengangguk dan mengangkat tas milik Yoona. “Aku hanya mengantarkan barang milik Yoona, Tiffany-ssi

            Tiffany mengangguk dan meminum segelas air. “Aku maksudku, mewakili seluruh member SNSD meminta maaf atas kejadian kemarin. Sungguh pertanyaan itu diluar kondisi”

            “Aku mengerti, kalian tidak perlu sungkan padaku” jawabku ringan.

            “Ah, kau memang sangat manis Sehun-ssi. Pantas Yoona sangat mencintaimu”

            “Unnie!” Rengek Yoona pada Tiffany yang sudah berlari meninggalkan kami. Ia kembali menatapku dengan rona merah diwajahnya. Aku mengecup bibirnya singkat.

            “Aku mencintaimu Yoong”

 

Love me right

            Yoona berdiri di komplek pemakaman, sebelum melangkah masuk ia menarik nafas. Kakinya berhenti ketika melihat kuburan sejajar keluarga Im dan keluarga Oh. Disinilah tempat kedua orang tuanya dan orang tua Sehun beristirahat.

            “Umma, Appa bagaimana kabar kalian?” ia tersenyum tipis matanya mulai memerah. “Aku datang kesini untuk meminta petunjuk Umma, Appa. Aku dan Sehun. Maksudku pernikahan kami tidak dalam keadaan baik-baik saja menurutku”

            Ia diam dan mulai menangis. “Sehun selalu menerima apapun resiko bersamaku. Tapi aku tidak pernah memikirkan perasaannya. Kali ini tolong beri tahu aku, apa yang akan aku lakukan ini memanglah yang terbaik”

            “Aku harus melakukan sesuatu untuknya. Dan aku harap kalian akan selalu bersamaku” ucapnya kemudian ia memejamkan matanya.


 

            “Kau yakin Yoona? Apa kau sudah memikirkan semuanya dengan matang?” tanya Yuri Unnie. Aku mengangguk dengan tekad yang bulat. Aku sudah tidak bisa menahannya sama sekali. “Aku tidak bisa menyembunyikannya lebih lama lagi Unnie-ya. Dia sudah terlalu banyak menderita demi diriku”

            “Pikirkan segalanya, pikirkan bahwa setelah kau melakukan ini. Kau akan kehilangan segalanya, popularitas. Fans. Kau siap?” tanya Yuri Unnie lagi.

            “Hanya dia yang aku inginkan Unnie” Jantungku berdegup kencang saat sederet kalimat yang baru saja kuucapkan barusan. Apa yang terjadi dengan diriku?. “Baiklah, kita perlu membicarakannya dengan member yang lain”

*

            Siang itu aku dan seluruh member serta Manajer Oppa berkumpul. “Yoona-a ada apa? Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Manajer Oppa. Aku menarik nafas dalam-dalam sebelum berbicara. “Dengar, aku akan mengakui pada mereka statusku sebenarnya”

            “Apa?”

            “Kau gila Yoona-a apa yang dipikirkanmu?” aku tersenyum. “Kalian pasti memikirkan bagaimana aku nantinya bukan? Bukankah Jelas kalian akan selalu bersamaku apapun yang terjadi?”

            Taeyeon Unnie memeluk tubuhku erat. “Berikan alasan apa yang bisa meyakinkan kami bahwa ini semua akan baik untukmu Yoona”

            Aku melepaskan pelukannya. “Selama ini aku memiliki kalian Unnie, bahkan kini aku memilikinya. Tapi Sehun, hanya aku yang dia miliki. Bahkan dia rela membiarkan dunia tidak pernah tau keberadaannya hanya karna keegoisanku. Karna karirku ini”

            Aku menarik nafas. “Biarkan kali ini aku yang mengalah, akan kuberitahu pada dunia jika aku memilikinya bukan Lee Seung gi-ssi. Cukup sampai disini Sehun melakukannya untukku. Kumohon, Manajer Oppa bisakah aku melakukannya?”

            Manajer Oppa tersenyum dan mengangguk. “Aku sudah menganggapmu dan menganggap kalian sebagai anak-anakku. Apapun yang terbaik bagi kalian akan aku lakukan. Dan Yoona kita bisa memulainya besok. Kita adakan konferensi pers”


 

Love me right

 

      To : O.S
      Jangan lupa menonton acaraku jam 8. Dan jemput aku nanti malam. Oke

 

Yoona tersenyum manis menatap handphonenya. Kemudian ia menarik nafas dan mulai memasuki ruangan yang sudah dipenuhi wartawan. Ia mengingat perkataan Manajernya kemarin. “Ingat, saat pihak SM mengetahui konferensi pers ini. Presdir Kim mungkin akan murka padamu. Tapi tidak usah khawatir, aku ada bersamamu Yoona-ya”

Ia duduk dengan wajah yang tenang. “Dengan berkumpulnya kalian disini aku akan membuat sedikit pengakuan. Selama ini pemberitaan hubunganku dengan Lee Seung gi-ssi adalah berita palsu”

“Jadi itu semua palsu?”

“Ah sudah kuduga”

“Yoona-ssi. Lalu apa yang membuatmu mengakui ini semua?” tanya seorang wartawan. Yoona kembali tersenyum. “Aku sangat senang kau bertanya”

“Sebenarnya aku ingin mengatakan bahwa aku sudah menikah” jelasku.

“Menikah? Dengan siapa?”

“Apa dia dari kalangan selebriti?” masih dengan senyumannya Yoona menjawab. “Dia adalah pria yang dijodohkan oleh orang tuaku. Kami sudah menikah 2 tahun yang lalu”

“Kenapa kau menyembunyikannya dari kami?”

“Aku tau ini sangat egois. Tapi aku hanya memikirkan diriku dan tak pernah memikirkan bagaimana dirinya. Aku sangat takut jika aku kehilangan semuanya. Karirku, fansku. Tapi sekarang aku melakukan ini untuknya”

“Siapa dia? Siapa yang pria beruntung itu?”

Yoona mengeluarkan handphonenya dan menunjukkan foto pernikahannya dengan Sehun. “Dia Oh Sehun, Suamiku”

Love me right

Sehun tersenyum membaca pesan dari Yoona. Memang hari ini mereka akan merayakan hari pernikahan mereka tepat yang ke 2 tahun. ia menyalakan televisi, seingatnya Yoona tidak ada acara live hari ini. Apa ada perubahan jadwal?. Senyumnya mengembang saat melihat Yoona dengan dress berwarna pink masuk ke dalam ruangan. Hanya dirinya seorang. Sehun pikir Yoona akan syuting bersama member SNSD

“Dengan berkumpulnya kalian disini aku akan membuat sedikit pengakuan. Selama ini pemberitaan hubunganku dengan Lee Seung gi-ssi adalah berita palsu” Ototnya menegang. Ia hanya bisa menatap layar dengan terpaku. Apa yang sedang dia pikirkan? Batin Sehun.

“Jadi itu semua palsu?”

“Ah sudah kuduga”

“Yoona-ssi. Lalu apa yang membuatmu mengakui ini semua?” tanya seorang wartawan. Yoona masih tersenyum dengan tenang. Sehun bahkan takut melihat Yoona tersenyum seperti itu. Ia merasa Yoona seperti akan melempar bom waktu untuk dirinya sendiri. “Aku sangat senang kau bertanya”

“Sebenarnya aku ingin mengatakan bahwa aku sudah menikah” dan Blam! Jantungnya terasa berhenti saat segelintir kalimat keluar dari bibir Yoona. Rasanya ia ingin segera berlari menuju istrinya tapi ia tau jika ia muncul sekarang karir Yoona akan berantakan

“Menikah? Dengan siapa?”

“Apa dia dari kalangan selebriti?” Sehun tersenyum bangga Yoona memang hebat. Dan ia mengakui sangat mencintai istrinya itu. “Dia adalah pria yang dijodohkan oleh orang tuaku. Kami sudah menikah 2 tahun yang lalu”

“Kenapa kau menyembunyikannya dari kami?”

“Aku tau ini sangat egois. Tapi aku hanya memikirkan diriku dan tak pernah memikirkan bagaimana dirinya. Aku sangat takut jika aku kehilangan semuanya. Karirku, fansku. Tapi sekarang aku melakukan ini untuknya”

“Siapa dia? Siapa yang pria beruntung itu?”

Sehun tersenyum bangga saat melihat Yoona mengeluarkan handphonenya dan menunjukkan foto pernikahannya dengan dirinya. “Dia Oh Sehun, Suamiku”

Love me right

“Kalian menentangku? Kalian ingin SM hancur sekarang?” pekik Presdir Kim menatap nanar pada Yoona dan yang lainnya. Yoona menghela nafas gusar, ini semua idenya dan tidak seharusnya member yang lain mendapatkan pahitnya. “Aku yang meminta mereka melakukannya”

Presdir Kim berbalik menatap Yoona. “Mengapa? Mengapa kau melakukannya?”

Yoona tersenyum manis. “Aku akan memutuskan kontrakku dengan SM dan aku akan berhenti dari SNSD”

“Yoona..”

“Tidak.”

Presdir Kim terdiam. kemudian Manajer SNSD berjalan menghampirinya. Ia menyerahkan tablet pada Presdir Kim. “Maaf aku menyela, apa yang kau takuti kenyataannya tidak terbukti. Mereka menyukai pengakuan Yoona bahkan banyak yang menyukai keberanian Yoona jujur pada Netizen. Jadi apa permasalahanmu? Apa kau akan tetap membiarkan Yoona berhenti berkarir?”

“Sudah kubilang Yoona adalah aset berharga manajemen ini. Aku akan memikirkannya. Kalian membuatku pusing, lebih baik kalian pergi”

.

.

.

            “Unnie-ya terima kasih karna telah membantuku” ucap Yoona memeluk seluruh member SNSD.

Love me right

            “Sehun..” gumam Yoona saat melihat Sehun sudah berdiri didepan dorm SNSD. Pria itu sontak langsung memeluknya dengan erat.

            “Apa yang kau pikirkan Yoong? Apa kau tidak tau hal yang kau lakukan membahayakan karirmu Sayang”

            Yoona tersenyum dalam pelukan Sehun, menikmati irama detak jantung Sehun.

            “Aku hanya ingin selalu bersama Suamiku” ucap Yoona. Sehun semakin tersenyum mengeratkan pelukannya. “Maafkan aku tidak pernah memikirkan perasaanmu Oppa

            Sehun melepaskan pelukannya dan menatap Yoona bingung. “Kau memanggilku apa?”

            “Tidak..” kilah Yoona wajahnya semakin bersemu merah. Sehun mencium bibirnya dan mulai melumatnya. Yoona membalas ciumannya dengan lembut. Kemudian mereka saling berhenti. “Aku mencintaimu Sehun Oppa

            Sehun merangkul tubuh Yoona. “Aku juga mencintaimu Yoong.”

            “Berjanjilah satuhal..” pinta Sehun saat membukakan pintu mobilnya untuk Yoona. Gadis itu berhenti melangkah. “Apa?

            “Just love me right” ucap Sehun lalu mengecup bibir Yoona. Yoona tersenyum lalu mengangguk. “I will..”

            Mereka saling melempar senyum hingga mobil mereka terus membelah jalanan Kota Seoul pada malam hari

No Sequel

So sorry for late post. semoga kalian menikmati cerita ini. maaf untuk typo dan alur yang nggak jelas.

See ya!

Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan🙂

49 thoughts on “Love Me Right

  1. Owaaahh seru banget ff nya thor >_<
    Apa mungkin kenyataannya memang begitu yah? Skandal Yoona hanya palsu untuk mendongkrak popularitas seperti yg banyak di bicarakan -___-
    Ah yg terbaik buat Yoona lah pokoknya🙂
    Sayangnya gak ada sequel nya duh😦 It's okay lah thor udah bagus ko😉

  2. Owhh so sweet aq baca ff ini jadi gemes sendiri apalagi yg waktu yoona panggil sehun “Oppa” trus kiss xixixi
    Ngebayangin kalo YoonHun nikah bneran Ouchh❤
    FF nya bagus tpi tulisan "No Sequel" itu lho ganggu bgt /abaikan\
    Sering-sering bikin ff YoonHun ya ^^
    Ditunggu kabar YoonHun dating ea ea ea

  3. Keren banget dah.. ff nyaa authot. Tp pas bacaa yoona mau keluar dr snsd. Ko brasaa sakit ya. Hwaaaaa jangan sampe jgn sampeeee amit amit.😦 jessica out aja aku belum iklasss. Apalgi yoonaaa.😦

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s